Anda di halaman 1dari 23

Makalah Anatomi dan Histologi

Histologi Saluran Pencernaan Ayam

Disusun Oleh :

1. Alphonsius Umbu Jara Lodu 2616040

2. Febriani Danga Willy 2616031

3. Fiktor ngguli h. mila 2616032

4. Hesly may nggiri 2616006

5. Herdian Katanga langga 2616003

6. Yulius wulang kamataramu 2616035

7. Simson lili hamba mbanju 2616042

PROGRAM STUDI PETERNAKAN


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA
2017
KATA PENGANTAR
Terpujilah Tuhan sang Pencipta, karena oleh penyertaannya sehingga kita masih hidup
hingga saat ini. Dan karena perkenanannyalah sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini.
Kami juga berterima kasih kepada dosen pengampuh mata kuliah Anatomi dan Histologi yang
telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini.

Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini tidak luput dari kesalahan, untuk itu
kritik dan saran sangat kami perlukan demi kesempurnan makalah ini.

Waingapu, 17 oktober 2017

Kelompok Penyusun
Daftar Isi

Cover Depan……………………………………………………………….. 1
Kata Pengantar……………………………………………………………... 2
Daftar Isi…………………………………………………………………… 3
Bab I Pendahuluan…………………………………………………………. 4
A. Latar Belakang…………………………………………………………. 4
B. Rumusan Masalah……………………………………………………… 4
C. Tujuan…………………………………………………….. 5
Bab IV Pembahasan………………………………………………………… 6
Bab V Kesimpulan………………………………………………………….. 22
Daftar Pustaka………………………………………………………………. 23
Bab I

Pendahuluan

A. Latar belakang
Ternak unggas merupakan aset nasional yang turut menunjang kehidupan sosial
dan ekonomi masyarakat. Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap
kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan produk peternakan membuktikan bahwa
usaha peternakan dewasa ini mengalami kemajuan. Diantara produk-produk tersebut
unggas memegang peranan yang sangat penting, karena digemari dan banyak dikenal
oleh masyarakat.
Unggas adalah ternak bersayap yang dalam taxonomi zologi tergolong dalam
kelas aves yang telah didomestikasi dan cara hidupnya diatur oleh manusia dengan tujuan
untuk memberikan nilai ekonomis. Dalam tubuh ternak unggas terjadi proses
pencernaan. Dalam dunia peternakan proses saluran pencernaan ini terjadi dalam
berbagai bentuk seperti proses anatomi dan histology saluran pencernaan.
Pencernaan adalah rangkaian penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat
makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-
jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu perubahan fisik dan kimia dan
dipengaruhi oleh banyak faktor. Alat pencernaan terdiri atas saluran yang memanjang
mulai dari mulut sampai ke usus dan berakhir di lubang pelepasan atau anus. Ayam
memiliki pencernaan yang sederhana. Oleh sebab itu hanya tersedia tempat yang sempit
untuk kehidupan jasad renik dalam usus yang diperlukan untuk membantu mencerna
pakan.
B. Rumusan masalah
a. Apa Pengertian saluran pencernaan ?
b. Apa saja organ penyusun saluran pencernaan pada ayam ?
c. Apa fungsi dari jaringan-jaringan saluran pencernaan pada ayam ?
d. Bagaimana mekanisme yang terjadi pada jaringan saluran pencernaan ayam ?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian saluran pencernaan
b. Untuk mengetahui organ-organ penyusun saluran pencernaan pada ayam
c. Untuk mengetahui fungsi jaringan-jaringan saluran pencernaan ayam
d. Untuk mengetahui mekanisme yang terjadi pada jaringan saluran pencernaan
Bab II
Pembahasan
A. Pengertian saluran pencernaan
Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk
hidup memproses sebuah zat, dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau
mekanik sesuatu zat menjadi nutrisi.
Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar
dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh. Pada
ayam terdapat beberapa organ saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut
terdiri dari 11 bagian antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mulut
2. Esophagus (Kerongkongan)
3. Crop (Tembolok)
4. Proventriculus (Lambung kelenjar)
5. Gizzard (Empedal)
6. Duodenum
7. Usus halus (Small Intestine)
8. Ceca (Usus Buntu)
9. Rectum (Usus Besar)
10. Kloaka
11. Vent (Anus)
Sementara organ pencernaan tambahan terdiri dari 3 bagian antara lain:
1. Pangkreas
2. Hati
3. limpa
B. Organ-organ penyusun saluran pencernaan pada ayam
a. Mouth (Mulut)
Ayam tidak mempunyai bibir, lidah, pipi dan gigi sejati, bagian mulut
atas dan bawah tersusun atas lapisan tanduk, bagian atas dan bawah mulut
dihubungkan ke tengkorak dan berfungsi seperti engsel Lidah unggas keras
dan runcing seperti mata anak panah dengan arah ke depan. Bentuk seperti
kail pada belakang lidah berfungsi untuk mendorong makanan ke oeshopagus
sewaktu lidah digerakkan dari depan ke belakang. Lidah berfungsi untuk
membantu menelan makanan. Kelenjar saliva mengeluarkan sejenis mukosa
yang berfungsi sebagai pelumas makanan untuk mempermudah masuk ke
oesophagus (Nesheim et al., 1997).
b. Oeshophagus (Tenggorok)
Oeshophagus merupakan saluran memanjang berbentuk seperti tabung
yang merupakan jalan makanan dari mulut sampai permukaan tembolok dan
perbatasan pharynx pada bagian atas dan proventriculus bagian bawah.
Dinding dilapisi selaput lendir yang membantu melicinkan makanan untuk
masuk ke tembolok. Setiap kali ayam menelan secara
otomatis oesophagus menutup dengan adanya otot. Fungsi
oesophagus adalah menyalurkan makanan ke tembolok bawah (North, 1998)
c. Crop (Tembolok)
Crop mempunyai bentuk seperti kantong atau pundi-pundi yang
merupakan perbesaran dari oesophagus. Pada bagian dindingnya terdapat
banyak kelenjar mukosa yang menghasilkan getah yang berfungsi untuk
melembekkan makanan. Crop berfungsi menyimpan dan menerima makanan
untuk sementara sebelum masuk ke proventriculus. Tembolok adalah
modifikasi dari esofagus. Fungsi utama dari organ ini adalah untuk
menyimpan pakan sementara, terutama pada saat ayam makan dalam jumlah
banyak. Bolus berada di tembolok selama dua jam. Kapasitas tembolok
mampu menampung pakan 250 g. Pada tembolok terdapat saraf yang
berhubungan dengan pusat kenyang-lapar di hipotalamus sehingga banyak
sedikitnya pakan yang terdapat dalam tembolok akan memberikan respon
pada saraf untuk makan atau menghentikan makan (Yuwanta 2004).
Tembolok mensekresikan mukus yang berfungsi sebagai cairan lubrikasi
yang dapat menghaluskan pakan. Jika ayam lapar, pakan akan melewati
tembolok dan menuju langsung ke proventrikulus dan lambung otot. Selama
proses memakan, tembolok mulai terisi dan bertindak sebagai organ
penyimpanan.
Terjadi sedikit atau sama sekali tidak terjadi pencernaan di dalamnya
kecuali jika ada sekresi kelenjar saliva dalam mulut. Pakan unggas yang
berupa serat kasar dan bijian tinggal di dalam tembolok selama beberapa jam
untuk proses pelunakan dan pengasaman. Hal ini disebabkan pada tembolok
terdapat kelenjar yang mengeluarkan getah yang berfungsi untuk melunakkan
makanan (Sudaryati, 1994).
d. Proventriculus (Lambung Kelenjar)
Proventriculus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus dan juga
merupakan perut sejati dari ayam. Juga merupakan kelenjar, tempat terjadinya
pencernaan secara enzimatis, karena dindingnya disekresikan asam klorida,
pepsin dan getah lambung yang berguna mencerna protein (Nesheim et al.,
1997). Sel kelenjar secara otomatis akan mengeluarkan cairan kelenjar perut
begitu makanan melewatinya dengan cara berkerut secara mekanis (Akoso,
1993). Karena makanan berjalan cepat dalam jangka waktu yang pendek di
dalam proventriculus, maka pencernaan pada material makanan secara
enzimatis sedikit terjadi (North, 1998).
e. Gizzard (Empedal/Rempela)
Gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk dan keluar pada bagian
atas dan bawah. Bagian atas lubang pemasukkan berasal
dari proventriculus dan bagian bawah lubang pengeluaran menuju ke
duodenum. Besar kecilnya empedal dipengaruhi oleh aktivitasnya, apabila
ayam dibiasakan diberi pakan yang sudah digiling maka empedal akan lisut
(Akoso, 1993).
Gizzard disebut pula otot perut yang terletak diantara proventriculus dan
batas atas dari intestine. Gizzard mempunyai otot-otot yang kuat sehingga
dapat menghasilkan tenaga yang besar dan mempunyai mucosa yang tebal.
Perototan empedal dapat melakukan gerakan meremas kurang lebih empat
kali dalam satu menit (Akoso, 1993).
Fungsi gizzard adalah untuk mencerna makanan secara mekanik dengan
bantuan grit dan batu-batu kecil yang berada dalam gizzard yang ditelan oleh
ayam (Nesheim et al., 1979). Partikel batuan ini berfungsi untuk memperkecil
partikel makanan dengan adanya kontraksi otot dalam gizzard sehingga dapat
masuk ke saluran intestine (North, 1998).
f. Small Intestine (Usus Kecil)
Small intestine memanjang dari ventriculus sampai large intestinum dan
terbagi atas tiga bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum. Duodenum
berbentuk huruf V dengan bagian pars descendens sebagai bagian yang turun
dan bagian pars ascendens sebagai bagian yang naik. Menurut Akoso (1993)
selaput mukosa pada dinding usus halus memiliki jonjot yang lembut dan
menonjol seperti jari yang berfungsi sebagai penggerak aliran pakan dan
memperluas permukaan penyerapan nutrien.
Pada bagian duodenum disekresikan enzim pankreatik yang berupa enzim
amilase, lipase dan tripsin. Ada beberapa enzim yang dihasilkan oleh dinding
sel dari small intestine yang dapat mencerna protein dan karbohidrat (North,
1998). Pencernaan pakan ayam di dalam usus kecil secara enzimatik dengan
berfungsinya enzim-enzim terhadap protein lemak dan karbohidrat. Protein
oleh pepsin dan khemotripsin akan diubah menjadi asam amino. Lemak oleh
lipase akan diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Karbohidrat oleh amilase
akan diubah menjadi disakarida dan kemudian menjadi monosakarida.
g. Ceca (Usus Buntu)
Ceca terletak diantara small intestine (usus kecil) dan large intestine (usus
besar) dan pada kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Usus
buntu mempunyai panjang sekitar 10 sampai 15 cm dan berisi calon tinja
(Akoso, 1993). Fungsi utama ceca secara jelas belum diketahui tetapi di
dalamnya terdapat sedikit pencernaan karbohidrat dan protein dan absorbsi
air (North, 1978). Di dalamnya juga terjadi digesti serat oleh aktivitas
mikroorganisma (Nesheim et al., 1997).
h. Large Intestine (Usus Besar)
Large intestine berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali dari
diameter small intentine dan berakhir pada kloaka (North, 1998). Usus besar
paling belakang terdiri dari rektum yang pendek dan bersambungan dengan
kloaka (Akoso, 1993). Pada large intestine terjadi reabsorbsi air untuk
meningkatkan kandungan air pada sel tubuh dan mengatur keseimbangan air
pada unggas (North, 1998).
i. Cloaca
Kloaka merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan. Kloaka
merupakan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin dan merupakan muara
saluran reproduksi (North, 1998). Air kencing yang sebagian berupa endapan
asam urat dikeluarkan melalui kloaka bersama tinja dengan bentuk seperti
pasta putih (Akoso, 1993).
Pada kloaka terdapat tiga muara saluran pelepasan yaitu urodeum sebagai
muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran
makanan dan proctodeum sebagai lubang keluar dan bagian luar yang
berhubungan dengan udara luar disebut vent (Nesheim et al., 1997). Kloaka
juga bertaut dengan bursa fabricius pada sisi atas berdekatan pada sisi luarnya
(Akoso, 1993). Kloaka pada bagian terluar mempunyai lubang pelepasan yang
disebut vent, yang pada betina lebih lebar dibanding jantan, karena merupakan
tempat keluarnya telur (North, 1998).
 Organ Pencernaan Tambahan
Organ tambahan mempunyai hubungan dengan saluran pencernaan
dengan adanya suatu duktus yang berfungsi sebagai saluran untuk
mengekskresikan material dari organ tambahan ke saluran pencernaan yang
berguna untuk kelancaran proses pencernaan pakan. Ada tiga organ
pencernaan tambahan yaitu hati, pankreas dan limpa (North, 1998).
a) Hati
Hati terletak diantara gizzard dan empedu, berwarna kemerahan dan terdiri
dari dua lobus, yaitu lobus dexter dan sinister. Hati mengeluarkan cairan
berwarna hijau kekuningan yang berperan dalam mengemulsikan lemak.
Cairan tersebut tersimpan di dalam sebuah kantung yang disebut kantung
empedu yang terletak di lobus sebelah kanan. Makanan yang berada pada
duodenum akan merangsang kantung empedu untuk mengkerut dan
menumpahkan cairan empedu. Hati juga menyimpan energi siap pakai
(glikogen) dan menguraikan hasil sisa protein menjadi asam urat yang
dikeluarkan melalui ginjal (Lehninger, 1994).
b) Pankreas
Pankreas terletak pada lipatan duodenum. Pankreas mensekresikan cairan
pankreas ke duodenum melalui ductus pancreaticus dan menghasilkan enzim
yang mendigesti karbohidrat, lemak dan protein (North, 1998).
c) Limpa
Limpa berbentuk agak bundar, berwarna kecoklatan dan terletak pada titik
antara proventriculus, gizzard dan hati (Jull, 1991). Fungsi dari limpa sampai
sekarang belum diketahui, hanya diduga sebagai tempat untuk memecah sel
darah merah dan untuk menyimpan Fe dalam darah.
C. Jaringan-jaringan beserta fungsi saluran pencernaan pada ayam
Jaringan adalah Kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi
yang sama untuk membentuk suatu organ. Jenis jaringan yang umumnya dimiliki
oleh vertebrata dan manusia ada 4 macam jaringan yaitu:
1. Jaringan Epitel
2. Jaringan ikat
3. Jaringan otot
4. Jaringan saraf

Adapun pembahasan terkait dengan jaringan-jaringan yang terdapat pada


ternak ayam.

1. Jaringan Epithel
 Jaringan yang melapisi permukaan tubuh
 Jaringan yang letaknya paling luar, berhubungan dengan udara
 Membatasi rongga tubuh
 Disusun oleh sekumpulan sel epithel
 Letaknya bisa diluar tubuh (kulit) bisa didalam tubuh sebagai
endothel dan dipastikan ia berada pada saluran atau rongga

Fungsi Jaringan Epitel


 Melindungi jaringan dibawahnya dari kerusakan pada kulit –
Proteksi
 Penghasil sekret, pada saluran pencernaan yang berupa
kelenjar, jaringan epitelnya dapat mengeluarkan enzim pada
saluran pencernaan ( kelenjar eksokrin) -Sekresi
 Sebagai Pintu gerbang zat pada alveolus dan usus halus - pintu
Osmosis / difusi
 Sebagai reseptor / penerima rangsang karena terletak paling
luar misal pada indera – Reseptor
Berdasarkan strukturnya ada beberapa macam, yaitu:
I. Epithel pipih
 Epithellium silindris (seperti batang, nukleus bulat di dasar
sel).
 Epithellium kubus (bentuk kubus, nukleus bulat, besar
ditengah).
 Epithelium pipih ( bentuk seperti genteng)
 Epythel 2 itu bisa hanya selapis namun bisa berlapis lapis

a. Epitel Pipih Selapis


 Lapisannya hanya 1 lapis namun rapat sekali
 Fungsi untuk difusi, osmosis, filtrasi, & sekresi

Terdapat di jaringan epitelium:

 Pembuluh limfe (getah bening),


 Kapiler darah
 Selaput pembungkus jantung (perikardium), Paru-
Paru, Ginjal, Selaput Perut
b. Epitel Pipih Berlapis Banyak
 Lapisannya banyak dan tersusun sangat rapat
 Fungsi sebagai pelindung
Terdapat di jaringan epitelium:

 Rongga mulut,
 Rongga hidung,
 Esofagus
 Telapak kaki,
 Vagina
II. Epitel Silindris
a. Epitel Silindris Selapis dengan ciri
 Lapisannya 1 lapis berbentuk silindris
 Fungsi sebagai penyerapan nutrisi di usus & sekresi
Terdapat pada :
 Sistem pencernaan makanan antara lain kelenjar
pencernaan, Jonjot usus,
 Kantung empedu
 Lambung dan Usus
2. Jaringan ikat
Ciri-ciri :
 Terdiri dari matriks yang mengandung serat kolagen, retikuler
dan elastin.
 terdiri dari beberapa jenis sel yaitu : sel makrofag, sel
plasma, sel tiang
 Fungsi menyokong organ tubuh dan menghubungkan jaringan
satu dengan jaringan lain.
 Terdapat di selaput perut, saluran pencernaan, pembungkus
pembuluh darah, akson saraf dan kulit.

Jenis-Jenis Jaringan Ikat :

 Jaringan Ikat Longgar


 Jaringan Ikat Padat
 Jaringan Lemak
 Jaringan Tulang Rawan
 Jaringan Tulang
 Jaringan Darah
 Jaringan Limfe
3. Jaringan Otot
 Jaringan yang penting di tubuh yang membuat kita atau organ-
organ kita bisa bergerak baik gerakan itu sadar maupun tak
sadar.
 Tersusun dari sel-sel otot
 Alat gerak aktif
 Gerak terjadi karena mekanisme kontraksi serat kontraktil.
Serat kontraktil terdiri dari bagian Aktin dan Miosin.
i. Otot Polos
 Berbentuk seperti gelendong( bagian ujung yang
menyempit dengan tengah yang melebar
 Inti sel tunggal /satu
 letaknya inti di tengah sel
 Myofibrilnya homogen tersusun serabut yang
sama misalnya halus semua sehingga terlihat
polos
 Bekerja tidak atas kemauan kita (Involunter)
 Waktu kerja lama dengan kerja yang perlahan
 Tanggapan rangsang lama tetapi tidak lelah
 Ada di semua alat alat viscera. misalnya di
dinding organ yang berupa saluran seperti
pembuluh darah, usus, rahim, dll.
 Histology saluran pencernaan pada ayam.
a. Lambung
Pada ayam dikenal adanya : Lambung kelenjar (proventriculus)
dan lambung otot (Gizzard / ventriculus).
a. Lambung kelenjar (proventriculus) :
Secara mikroskopis, sinus kelenjar membentuk lipatan-lipatan
selaput lendir konsentris dengan epitel silindris. Dibagian
dalam sinus kelenjar membentuk sinus colligentes yang
merupakan penampung sekreta dari kelenjar yang tersusun
secara radier. Ujung kelenjarnya berbentuk buluh (tubulus)
bercabang dengan epitel kubis. Diantara ujung kelenjar
terdapat jaringan ikat yang banyak mengandung pembuluh
darah dan limfosit, muskularis mukosa berbatasan dengan
tunika muskularis.
Proventrikulus berfungsi untuk mensekresikan gastric juice
(cairan lambung) yaitu pepsin, suatu enzim untuk membantu
pencernaan protein, dan hydrochloric acid disekresi
oleh glandular cell. Menurut Yuwanta (2004), proventrikulus
mensekresikan enzim pepsinogen dan HCl untuk mencerna
protein dan lemak. Pada proventrikulus lintasan pakan sangat
cepat masuk ke empedal melalui isthmus proventrikulus
sehingga secara nyata belum sempat dicerna. Sekresi
pepsinogen tergantung pada stimulasi syaraf vagus, pakan yang
melintas, dan aksi cairan gastrik. Pada keadaan tidak makan,
sekresi glandula perut ini 5 sampai 20 ml/jam dan mampu
mencapai 40 ml ketika ada pakan. Pada ayam petelur produksi
HCl akan menjadikan suasana empedal menjadi asam (pH 1-2)
untuk melumatkan 7-8 gram CaCO3, fosfat, mengionkan
elektrolit, dan memecah struktur tersier protein pakan.
b. Lambung otot (gizzard)
Secara makroskopis berbentuk sebagai lensa biconveks.
Dindingnya tebal dan terdiri atas otot polos dengan laterap
aponeorosis. Pada mukosa terdapat kelenjar tubulus bercabang
dengan epitel kubis. Sekreta kelenjar ini setelah sampai di
lumen lambung mengeras membentuk keratinoid plate.
Tebalnya kira-kira 1 mm dengan permukaan yang kasar.
Dalam lumen lambung otot sering dijumpai benda kasar
misalnya kerikil atau pecahan kaca yang membantu
menghancurkan makanan berbentuk butiran.
b. Usus Halus
Secara anatomis duodenum membentuk huruf “U” dengan
pankreas pada lekuk dalamnya. Secara mikroskopis hampir
sepanjang usus ayam selaput lendirnya membentuk villi, dan pada
duodenum paling tinggi kira-kira 1-1,5 mm. Semakin kebelakang
menjadi semakin rendah dan tebal.
Susunan vili mirip pada mammalia dengan epitel silindris dan sel
mangkok diantaranya. Hanya saja pada tunika propria tersebar
jaringan limfoid yang hampir merata dengan sel eosinofil. Kelenjar
lieberkhun relatif pendek.
Muskularis mukosa terdiri dari otot polos yang tersusun
memanjang dan dibawahnya terdapat sub mukosa tanpa adanya
kelenjar Brunner. Tunika muskularis interna tersusun melingkar
dan lebih tebal dari tunika muskularis eksterna.
c. Usus Kasar (Colorectum)
Ditandai dengan tempat bermuaranya caecum. Colorectum ini
pendek saja dan segera bermuara pada cloaca, yang berakhir pada
anus, Caecum pada ayam panjangnya 15-25 cm, pada burung
merpati 5-6 cm. Tempat permuaraan caecum ini menyempit karena
dilengkapi dengan sphincter. Pada mukosa tersebar banyak limfosit
membentuk folikel dan membentuk penonjolan selaput lendir.
Cloaca terbagi dalam 3 daerah yakni : Koprodeum, Urodeum dan
Proktodeum.
d. Usus Besar (Rectum). Usus besar atau disebut
juga intestinum crassum merupakan tempat untuk absorbsi air
kembali sebelum feses dikeluarkan dari tubuh agar feses menjadi
tidak terlalu lembek ataupun tidak terlalu keras sehingga tubuh
tidak mengalami dehidrasi. Menurut Frandson (2009), usus besar
berfungsi sebagai tempat absorbsi air dari sisa-sisa makanan.
Menurut Yuwanta (2004), usus besar
(rektum) dinamakan jugaintestinum crassum dengan panjang 7 cm.
pada bagian ini terjadi perombakan partikel pakan yang tidak
tercerna oleh mikroorganisme menjadi feses. Pada bagian ini juga
bermuara ureter dari ginjal untuk membuang urine yang bercampur
dengan feses sehingga feses unggas dinamakan ekskreta. Feses dan
urine sebelum dkeluarkan mengalami penyerapan air sekitar 72%
sampai 75%. Rerata waktu yang diperlukan untuk lintas pakan di
dalam saluran pencernaan unggas kurang lebih 4 jam. Muara ureter
dinamakan urodeum, muara sperma pada ayam jantan dinamakan
proktodeum, dan muara feses dinamakan koprodeum.
D. Mekanisme pencernaan makanan pada ayam
a. Mulut
Pakan masuk mulut dalam keadaan utuh atau sudah dikoyak oleh paruh,
kemudian dengan tekanan lidah akan masuk ke rongga pharink dan ke
oesofagus. Dalam mulut menghasilkan saliva yang mengandung amylase dan
maltase, pencernaan belum optimal karena di mulut pakan hanya lewat.
b. Oesofagus
Di dalam oesofagus pakan akan menuju ke tembolok dengan bantuan mucosa
yang dihasilkan oleh oesofagus.
c. Tembolok (Crop)
Tembolok adalah modifikasi dari oesofagus yang berfungsi menyimpan pakan
sementara. Di tembolok pakan sekaligus direndam sehingga menjadi lebih
lunak.
d. Proventrikulus
Atau juga disebut dengan perut kelenjar yang mensekresikan pepsinogen dan
HCl untuk mencerna Protein dan lemak. Pencernaan belum maksimal karena
di proventrikulus pakan hanya tinggal sebentar.
e. Empedal (gizzard)
Berfungsi sebagai pelumat pakan dan mencampur dengan air sehingga
menjadi pasta (Chymne). Kekuatan empedal dipengaruhi dari kebiasaan
makan ayam, ayam yang hidup bebas berkeliaran memilki empedal yang lebih
kuat dari pada empedal ayam yang dikurung dengan pakan yang lebih lunak.
Pada empedal disekresikan coilin untuk melindungi permukaan empedal
terhadap kerusakan yang disebabkan oleh pakan atau benda lain yang tertelan.
Di empedal ini pakan dicerna secara mekanik.
f. Usus halus atau small intestine
Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu
1. Duodenum
Bagian ini adalah bagian paling atas dari usus halus. Di sini terjadi pencernaan
yang paling aktif dengan hidrolisis dari nutrient kasar yang berupa pati lemak
dan protein. Penyerapan hasil pencernaan sebagian besar terjadi di duodenum
ini. Di duodenum disekresikan enzim dari pankreasdan dari getah empedu.
2. Jejenum
Adalah kelanjutan duodenum yang berfungsi seperti duodenum yaitu
penyerapan makanan yang belum selesai saat di duodenum.
3. Ileum
kelanjutan dari jejunum dengan fungsi yang sama yaitu penyerapan makanan
dan pencernaan secara enzimatis.
g. Coecum
Terdiri atas 2 ceca atau saluran buntu. Nutrient yang tidak tercerna akan
mengalami dekomposisi oleh microba coecum. Tetapi penyerapan sangat
sedikit. Di coecum pakan mengalami pencernaan secara mikrobiologi.
h. Usus besar
Atau disebut juga intestinum crasum. Disini terjadi perombakan partikel
pakan yang tidak tercerna oleh mikroorganisme menjadi feses. Di bagian ini
juga bermuara saluran urine dari ginjal. Sehingga urine dan feses yang keluar
akan menjadi satu dan disebut ekskreta. Feses dan urine juga akan mengalami
penyerapan air sekitar 72-75%. Disini juga terdapat muara saluran reproduksi.
i. Kloaka
Adalah tempat keluarnya ekskreta juga telur pada ayam betina. Pakan dalam
saluran pencernaan ayam kurang lebih 4 jam.
Bab III
Penutup
A. Pengertian pencernaan
Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk
hidup memproses sebuah zat, dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau
mekanik sesuatu zat menjadi nutrisi. Saluran pencernaan merupakan organ yang
menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses
metamolik di dalam tubuh.
B. Jaringan-jaringan beserta fungsi saluran pencernaan pada ayam
Jaringan adalah Kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi
yang sama untuk membentuk suatu organ. Jenis jaringan yang umumnya dimiliki
oleh vertebrata dan manusia ada 4 macam jaringan yaitu:
1. Jaringan Epitel
2. Jaringan ikat
3. Jaringan otot
4. Jaringan saraf

Adapun jaringan-jaringan tersebut memiliki peran penting dalam saluran


pencernaan pada ayam.
Daftar pustaka

https://biologigonz.blogspot.co.id/2010/10/tugas-jaringan-hewan.html
http://cahyadiblogsan.blogspot.co.id/2012/03/histologi-sistem-pencernaan-unggas.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Pencernaan

http://nurussobah.web.ugm.ac.id/2015/01/26/laporan-praktikum-ilmu-ternak-unggas/