Anda di halaman 1dari 7

Hasan, Efek Antiurisemia Ekstrak Teripang Pasir…481

Efek Antiurisemia Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria


scabra) pada Kelinci Jantan (Oryctolagos cuniculus)

Hamsidar Hasan
Jurusan Farmasi, FIKK Universitas Negeri Gorontalo
Korespondensi: Jalan Jenderal Sudirman 6 Kota Gorontalo, 96128.

ABSTRAK: Penelitian ini tentang Efek Antiurisemia Ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra)
pada Kelinci jantan (oryctolagos cuniculus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh pemberian ekstrak etanol teripang pasir terhadap penurunan kadar asam urat kelinci
jantan. Teripang pasir yang sudah dikeringkan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol. Kelinci yang digunakan sebanyak 5 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok.
Kelompok I sebagai control negative diberikan NaCMC 1% b/v, dan kelompok II, III dan IV
sebagai kelompok perlakuan yang diberikan suspense ekstrak etanol teripang pasir dengan
masing-masing konsentrasi 5%, 10% dan 15% b/v. Dan kelompok V sebagai control positif
diberikan suspense Allopurinol 0,093% b/v. Hasil penelitian berdasarkan analisis rancangan acak
lengkap (RAL) dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata jarak (BNJD), menunjukkan bahwa pemberian
ekstrak etanol Teripang pasir dengan konsentrasi 5% dan 10% b/v dapat menurunkan kadar asam
urat kelinci jantan dan khusus untuk konsentrasi 10% menunjukkan efek yang tidak berbeda
nyata dengan Allopurinol 0,093% sebagai control positif

PENDAHULUAN seluruh Dunia dan dikenal sebagai


Masyarakat Indonesia sejak dahulu “Gelombang Hijau Baru” (New Green
kala sudah mengenal dan memakai tanaman Wape) atau trend gaya hidup kembali ke
berkhasiat obat sebagai salah satu upaya Alam (Back to nature).
dalam penanggulangan masalah kesehatan Teripang pasir sebagai salah satu
yang dihadapinya, jauh sebelum pelayanan hasil laut mempunyai nilai ekonomi yang
formal dengan obat modern menyentuh tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai
masyarakat (Kemes, 2005). Salah satu bahan pangan yang mempunyai khasiat
masalah kesehatan adalah penyakit asam pengobatan untuk berbagai penyakit
urat. (Ridzwan et al, 2005).
Berdasarkan hasil survey dari Di desa Igirisa Kecamatan Paguyaman
beberapa puskesmas di provinsi gorontalo, pantai Kabupaten Boalemo, teripang
sekitar 30% pasian rawat jalan diatas usia tersebut biasanya digunakan oleh
45 tahun adalah karena kasus asam urat. masyarakat setempat sebagai obat untuk
Akhir-akhir ini kalangan masyarakat mengobati ngilu sendi yang bahasa
cenderung lebih menyukai obat-obat dari kedokterannya adalah asam urat dan sebagai
bahan alami dari pada obat-obat sintetik. obat kuat. Masyarakat biasanya
Salah satu penyebabnya yang diyakini menggunakan teripang dalam bentuk awetan
hingga saat ini adalah penggunaan obat-obat kering.
alami relative lebih aman dari pada Pemanfaatan obat tradisional di
penggunaan obat sintetik. Kecenderungan Indonesia saat ini sudah cukup luas.
diatas telah meluas ke berbagai Negara di Pengobatan obat tradisional ini terus
482 JURNAL ENTROPI, VOLUME VIII, NOMOR 1, FEBRUARI 2013
Inovasi Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Sains

dikembangkan dan dipelihara sebagai spoit oral, labu erlemeyer, lumping dan
warisan budaya bangsa yang terus alu, sentifuge dan alat humalyser.Bahan-
ditingkatkan melalui penggalian, penelitian, bahan yang digunakan yaitu air suling,
pengujian dan pengembangan serta teripang pasir, enzim papain, etanol,
penemuan obt-obatan dan pendekatan ilmu Allopurinol, Na CMC, Kalium Bromat,
pengetahuan. reagen asam urat.
2. Lokasi Penelitian
Pengobatan Asam urat dengan obat Penelitian ini akan dilaksanakan di
sintetik mempunyai efek samping, seperti Laboratorium Farmakologi jurusan Farmasi
alergi, iritasi lambung, dll. Sehingga FIKK UNG dan Laboratorium Prodia
pengobatan dengan obat herbal merupakan Gorontalo
alternative. Salah satu hewan laut yang telah 3. Cara Pengerjaan
dimanfaatkan untuk pengobatan sendi atau 1. Pengambilan sampel
linu sendi oleh masyarakat Paguyaman
adalah teripang pasir atau lebih dikenal Sampel yang berupa teripang pasir
dengan Timun laut. diperoleh di Desa Igirisa kecamatan
Paguyaman kabupaten boalemo Prov
Penggunaan teripang pasir sebagai obat Gorontalo.
asam urat atau ngilu sendi pada umumnya
berdasarkan pengalaman. Dan belum 2. Pengolahan sampel
didukung data ilmiah. Sehingga perlu
dilakukan penelitian untuk membuktikan hal Sampel yang diperoleh dibersihkan dari
tersebut. Dengan adanya data-data ilmiah kotoran kemudian digosok dengan enzim
maka penggunaan teripang pasir sebagai papain, setelah itu dipisahkan dari jeroannya
obat tradisional dapat terus dikembangkan. dengan cara membelah secara melintang
kemudian mengeluarkan jeroannya, atau
Pengembangan obat tradisional dengan menusuk salah satu ujung anusnya
menjadi obat fitofarmaka sangat didukung dengan kayu kemudian diputar supaya
oleh data ilmiah, sehingga penelitian ini ususnya lepas. Bagian yang satu ditekan
dapat menunjang salah satu program supaya isi ususnya keluar. Setelah
pemerintah untuk mengembangkan obat dipisahkan dari jeroannya dagingnya
tradisional. Disamping itu hasil penelitian dipotong-potong kecil kemudian
ini bisa menjadi acuan bagi peneliti dikeringkan dalam oven dengan suhu 50
selanjutnya yang berhubungan dengan judul derajat celcius selama beberapa hari sampai
tersebut. kering kemudian diblender hingga
menghasilkan serbuk. Selanjutnya siap
METODE PENELITIAN untuk diekstraksi secara maserasi.
1. Alat dan Bahan 3. Ekstraksi Sampel
Alat-alat yang digunakan adalah alat
maserasi, timbangan analitik (Dragon Sampel kering dari teripang pasir
303), timbangan hewan, spoit injeksi, ditimbang sebanyak 500 gram dan
Hasan, Efek Antiurisemia Ekstrak Teripang Pasir …483

dimasukkan kedalam bejana maserasi lalu 1% b/v hingga 50 ml dalam botol yang telah
ditambahkan larutan penyari etanol 96%. dikalibrasi
Perbandingan sampel dengan pelarut p-
enyari adalah 10 bagian dalam 75 bagian 6. Pembuatan suspense tablet
pelarut atau sampai semua sampel terendam. Allopurinol setara dengan 0,093%
Bejana masarasi kemudian ditutup rapat dan Sebanyak 20 tablet allopurinol
dibiarkan selama 3 hari sambil diaduk dan
ditimbang dan dihitung bobot rata-ratanya
disimpan pada tempat yang tidak terkena tiap tablet. Tablet kemudian dimasukan ke
sinar matahari. Setelah 3 hari, larutan tadi dalam lumping dan digerus sampai halus,
disaring, ampasnya dimaserasi lagi dengan kemudian ditimbang serbuk tablet
menambahkan pelarut sampai terendam, allopurinol 406 mg untuk mendapatkan
maserasi dihentikan jika cairan atau pelarut konsentrasi yang setara dengan 0,093% b/v.
tidak berwarna lagi. Ekstrak yang diperoleh Selanjutnya dimasukkan kedalam lumping,
kemudian dikumpulkan dan dipekatkan lalu ditambahkan sedikit demi sedikit larutan
dengan menggunakan alat rotavapor sampai
koloidal Na CMC 1% b/v sambil digerus
diperoleh ekstrak etanol kental. hingga homogen. Kemudian dimasukkan
4. Pembuatan larutan koloidal Na- kedalam labu tentukur 100 ml dan
CMC 1% b/v dicukupkan volumenya.

Natrium CMC sebanyak 1 gram 7. Pembuatan larutan Kalium Bromat


dimasukkan ke dalam 50 ml air suling yang (KBrO3) 2,22%
telah dipanaskan sedikit demi sedikit sambil
Kalium bromate sebanyak 5dalam labu
diaduk dengan pengaduk elektrik hingga tentuukur, kemudian dicukupkan volumenya
terbentuk larutan koloidal, kemudian hingga 250 ml.
dimasukkan kedalam labu tentukur 100 ml,
volumenya dicukupkan dengan air suling 8. Pemilihan dan Penyiapan Hewan Uji
hingga 100 ml. Hewan uji yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kelinci jantan
5. Pembuatan larutan suspense ekstrak (Oryctolagus cuniculus) jantan, sehat
methanol teripang pasir dengan bobot badan 1,5-2 kg. Kelinci yang
Suspensi ekstrak etanol teripang pasir digunakan sebanyak 15 ekor yang dibagi
dibuar dengan konsentrasi 5% b/v. 10% b/v, dalam 5 kelmpok perlakuan, tiap kelompok
dan 15% b/v, ditimbang masing-masing 5 terdiri dari 3 ekor. Kelompok 1 sebagai
gram, 10 gram dan 15 gram dimasukkan control negative, kelompok II, III, dan IV
kedalam lumpang kemudian digerus dan sebagai kelompok perlakuan, dan
ditambahkan larutan koloidal Na CMC 1% kelompok V sebagai kontrol positif.
b/v sedikit demi seikit hingga homogen.
Larutan yang homogen dicukupkan 9. Perlakuan terhadap kelinci Jantan
volumenya dengan larutan koloidal Na CMC Sebelum perlakuan semua kelinci
jantan terlebih dahulu dipuasakan selama 3-
484 JURNAL ENTROPI, VOLUME VIII, NOMOR 1, FEBRUARI 2013
Inovasi Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Sains

4 jam. Setelah itu bobot badannya


ditimbang dan dikelompokkan. Sampel 11. Pengumpulan data dan analisis
darah awal sebanyak 1 ml pada telinga Data dikumpulkan dan dianalisis
kelinci dan disentrifuge untuk mendapatkan secara statistic dengan metode rancangan
serum, selanjtnya diukur kadar asam urat acak lengkap (RAL) dngan 5 perlakuan dan
awal. Kemudian masing-masing kelinci setiap perlakuan 3 ulangan. Kelima
diberi larutan kalium bromate sebagai perlakuan itu adalah:
penginduksi naiknya kadar asam urat P1 : Kontrol positif (Allopurinol)
dengan dosis 111 mg/kgBB secara oral P2 : Ekstrak teripang dengan konsentrasi
sebanyak 10 ml untuk kelinci dengan berat 5%
badan 2 kg. Setelah 72 jam, sampel darah P3 : Ekstrak teripang dengan konsentrasi
diambil, disentrifuge dan diukur kadar 10%
asam uratnya. Selanjutnya masing-masing P4 : Ekstrak teripang dengan konsentrasi
kelompok uji diberi perlakuan secara oral 15%
sebanyak 10 ml untuk kelinci dengan berat P5 : Kontrol negative (Natrium CMC)
badan 2 kg, kelompok 1 untuk kelompok
kontrol negatif, diberi suspense Na CMC Hasil penelitian
1% b/v, kelompok II untuk kelompok uji Hasil ekstraksi dengan
diberi suspense ekstrak etanol teripang menggunakan pelarut etanol 96% dengan
pasir konsentrasi 5%, kelompok III dengan
berat sampel 1000 gram menghasilkan
ekstrak 10 % dan kelompok IV dengan rendamen sebesar 38 gram ekstrak kental.
ekstrak 15% b/v. Kelompok V untuk Ekstrak kental ini dibuat dengan berbagai
kelompok kontrol positif diberi suspense konsentrasi, masing-masing 5% b/v, 10%
allopurinol dengan konsentrasi yang setara
b/v dan 15% b/v.
dengan 0,093%. Pemberian dilakukan Hasil pengukuran kadar asam urat
secara oral dengan volume pemberian darah pada hari ke 0, 72 jam setelah
sebanyak 10 ml untuk kelinci dengan berat pemberian kalium bromate (KBrO3) dan 1
2 kg. Selanjutnya sampel darah diambil jam setelah perlakuan dapat dilihat pada
sebanyak 1 ml pada vena marginalis telinga table berikut:
kelinci setelah 1 jam perlakuan dan
disentrifuge untuk mendapatkan serum,
kemudian diukur kadar asam urat setelah Tabel 1.HasilPengukuran Kadar asam urat
pemberian suspense ekstrak menggunakan darah
humalyser.

10. Pengukuran Kadar Asam Urat


Pengukuran asam urat pada darah
kelinci dilakukan di laboratorium farmasi
FIKK UNG
Hasan, Efek Antiurisemia Ekstrak Teripang Pasir …485

Perlakuan Replikasi Kadar Asam Urat (mg/dl) Persentase


Awal Setelah Induksi Setelah Perlakuan Penurunan
Allopurin 1 0,7 2,3 0,8 65,2%
ol 2 0,6 2,0 0,9 55,0%
(Kontrol 3 0,7 0,7 0,8 55,5%
positif)
Rata-rata 0,67 1,67 0,83 58,57%
Na CMC 1 0,7 2,2 2,1 4,5%
(Kontrol 2 0,9 2,1 2,0 4,7%
negatif) 3 0,8 2,3 2,2 4,3%
Rata-rata 0,8 2,2 2,1 4,5%
Ekstrak 1 1,4 2,0 1,0 50%
etanol 2 1,4 2,2 1,7 22,7%
Teripang 3 1,2 1,6 1,0 37,5%
pasir 5 %
Rata-rata 1,33 1,93 1,23 36,73
Ekstrak 1 1,4 3,1 1,4 54,8%
etanol 2 1,2 2,1 0,9 57,1%
Teripang 3 1,3 2,8 1,2 60,7%
pasir 10%
Rata-rata 1,3 2,67 1,17 57,53%
Ekstrak 1 0,9 2,0 1,6 20%
etanol 2 0,8 2,1 1,7 19%
Teripang 3 0,9 2,1 1,7 19%
pasir 15
%
Rata-rata 0,87 2,07 1,67 19,33%
Pembahasan pengerjaannya juga lebih muda serta alat
yang digunakan mudah diperoleh.
Penelitian ini bertujuan untuk Sebelum diekstraksi, maka sampel
mengetahui efek antiurisemia ekstrak teripang pasir dibersihkan dulu dengan cara
teripangpasir yang dicobakan pada kelinci menggosok kulit luar dengan daun papaya
jantan. yang dianggap mengandung enzim papain.
Antiurisemia berarti apakah ekstrak Hal ini untuk melunakkan daging teripang
teripang pasir (Holothuria csabra) tersebut pasir yang akan diujicobakan. Selanjutnya
dapat menurunkan kadar asam urat pada mengeluarkan jeroan teripang dengan cara
kelinci jantan. Metode ekstraksi yang menusuk salah satu ujung teripang pasir
digunakan adalah maserasi, hal ini karena sampai dianggap usus-ususnya sudah putus,
metode tersebut lebih sederhana, atau dngan cara membelah secara horizontal
dan mengeluarkan segala isi perutnya. Pada
486 JURNAL ENTROPI, VOLUME VIII, NOMOR 1, FEBRUARI 2013
Inovasi Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Sains

penelitian ini jeroan tidak digunakan karena asam urat kelinci yang dapat dilihat pada F
biasanya banyak mengandung purin hitung yang lebih besar dari F table.
penyebab asam urat. Analisis antar perlakuan pada data kadar
Sampel dikeringkan, dan dipotong- asam urat menggunakanuji beda nyata
potong kemudian dibuat tepung dengan cara Duncan (BNJD) diperoleh hasil bahwa
diblender kemudian diekstraksi dengan antara perlakuan jika dibandingkan dengan
maserasi. Konsekwensi dari metode tersebut control negative (NaCMC) memperlihatkan
harus dilakukan pengadukan setiap 30 perbedaan sangat nyata (sangat significant),
menit. Ekstraksi berlangsung selama 3x24 significant dantidak significant). Hal ini
jam, dan tiap 24 jam dilakukan penyaringan berarti ekstrak dengan konsentrasi 5% dan
dan penggantian pelarut. Hasil penyaringan 10% memberikan efek penurunan yang
dipekatkan dan dibuat suspense lebih baik dari control negative. Sedangkan
menggunakan NaCMC sebagai pensuspensi suspense ekstrak etanol dengan konsentrasi
dan diabuat dngan berbagai konsentrasi. 15% memperlihatkan perbedaan yang
Dari data pengamatan menunjukkan tidak significant dengan control negative.
bahwa persentase penurunan kadar asam Kemungkinan disebabkan adanya beberapa
urat ekstrak etanol teripang pasir dengan senyawa kimia yang dikandung oleh
konsentrasi 5%, 10% dan 15% b/v masing- teripasng pasir yang saling berinteraksi
masing sebesar 36,73% ; 57,53% ; dan sehingga pada konsentrasi tertentu tidak
19,33%. Hal ini menunjukan bahwa pada berefek antiurisemia lagi.
konsentrasi y7ang semakin meningkat,
penurunan kadar asam uratnya akan Kesimpulan
meningkat pula tetapi pada konsentrasi Berdasarkan hasil penelitian, analisis data
tertentu efeknya semakin menurun. dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol
Persentase penurunan pada konsentrasi teripang pasir mempunyai efek antiurisemia
10% hamper sama dengan penurunan pada pada konsentrasi 5% dan 10% b/v. dan
control positif allopurinol dengan pada konsentrasi 10% memiliki persentase
konsentrasi 0,093% b/v. penurunan kadar asam urat kelinci yang
Penurunan asam urat kemungknan hamper sama dengan control positif
disebabkan kandungan salah satu senyawa Alopurinol (0,0093%).
kimia yang tereapat pada teripang pasir
yang mempunyai potensi cukup baik untuk Saran
menghambat kerja enzim xanthin oksidase 1. Sebaiknya dilakukan identifikasi
dan superoksidase. senyawa yang dapat berefek
Dari analisis data pengamatan antiurisemia.
dengan menggunakan metode rancangan 2. Perlu dilakukan penelitian dengan
acak lengkap memperlihatkan bahwa menggunakan pelarut organic lain pada
pemberian suspense ekstrak teripang pasir
metode ekstraksi yang berbeda pula
memberikan perbedaan yang nyata
(significant) terhadap penurunan kadar
Hasan, Efek Antiurisemia Ekstrak Teripang Pasir …487

DAFTAR PUSTAKA
Kemes, Ali, dkk. 2005. Biologi Tanah, PT
Cardona PGS, Berrios. CA, Ramirez F. Raja Grafindo Pusaka.
2003. Ariaras JEG. Jakarta
Lipopolysacharides induce
intestinal semu amyloid A Kurnia, D. 2009. Selusi Tepat Berantas
expression in the sea cucumber Asam Urat, Penerbit Cemerlang
holotheria glaberrina. Publishing, Yogyakarta
Development and Comparation
Immunol Kurnia, Devi. 2010. Pengaruh kelpat
Sentrifugal pada proses pemisahan
Depkes. 1979. Farmakope Indonesia Edisi hasil Ekstrak Teripang pasir
III, Penerbit Dirjen Pengawasan sebagai sumber Testoteron alami
Obat dan Makanan. Jakarta dan antagis. Prosiding Seminar
Nasional Teknik Kimia
Dirjen POM. 1980. Sediaan Galenik Edisi II, “Kejuangan” Yogyakarta
Departena Kesehatan Republik
Indonesia, Bhakti Husada. Jakarta Kustiariati. 2006. Isolasi dan Uji Aktivitas
Biologis Senyawa Steril dari
Guo. SY, Guo Z, Guo Q, Chen By. 2003. Teripang Sebagai Aprodisiaka
Expression Purification and Alami (Tesis) Bogor, Sekolah
characterization of Arginine Paca Sarjana. IPB
Kinase from the sea cucumber
stichopus japanicus. Protein Misnadiady.2007. rematik,asam
Expression and Purification urat,arthritis, goot, pustaka obat
popular. Jakarta. Hal 10
Hang T, Kjuul AK, Syirvold OB. 2002.
Antibacterial Activity in Strong Moraes G, Norchole PC, Kalinin. 2004.
Locentrotus droebachiensis Structure of the major triterpene
(Echinoidea), Cucumavia glycoside from the sea cucumber
frondosa (Holothuroidea), and stichopus malls and evidence to
Asterias rubens (Asteroidea). J reclasity this species into the Neco
Invertebrate Pathol Genus Australostichopia.
Biochemical Systematic and
Hidayat R. 2009. Gout dan Hiperurisemia. ecology.
Devisi Reumatologi Departemen
Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas Murray AP, Muniain C, Seides AM, Meier
Kedokteran Universitas Indonesia M. 2001. Patogonicoside A : a
RSUPNCM. Jakarta Vol. 22 novelanti Fungal disulfated
triterpene glycoside from the sea
Kariya Y, Mulloy B, Imai K. 2004. Isolation cucumber solus patagonicus. Tetra
and partialcharacterization of nedron
Rucan Sulfates from the body wall
of sea cucumber Stichorpus
japanicus and their ability to in
hibit osteoclastigenesis.
Carbohydrate Researdi