Anda di halaman 1dari 12

BAB II

GAMBARAN UMUM OBYEK STUDI

2.1 Gambaran Umum Lokasi

Lokasi studi dari objek bangunan yang penulis ambil berada di keluran Tarus kec.
Kupang Tengah kab.Kupang, yang pada umumnya memiliki kondisi tanah yang labil yaitu
kondisi tanah berbatu parak.

Untuk kondisi kegempaan, yaitu apabila terjadinya gempa pada daerah studi tersebut
maka kecil kemungkinkan sekali untuk terjadinya rekahan tanah karena tanah pada daerah
study tersebut berbatu parak sehingga jika terjadi gempah kecil kemungkinan terjadi
keretakan pada tanah di daerah study tersebut.

2.2. Gambaran Umum Bangunan

Bangunan yang dipakai sebagai obyek studi adalah bangunan rumah tinggal yang
berlokasi di Kelurahan Liliba, Jalan Farmasi Kabupaten Kupang. Dibanguan dengan dana
pribagi sebagai Rumah tinggal, berukuran 14 x 9.5 ( Gambar Denah bangunan terlampir ),
dikerjakan oleh seorang kepala tukang dan seorang pembantu tukan. Posisi bangunan
terhadap bangunan terdekat, seperti sketsa gambar dibawah ini .
2.3. Spesifikasi Teknis Bangunan
Spesifikasi teknis bangunan yang ditinjau terdiri dari dua pekerjaan yaitu
pekerjaan struktural dan pekerjaan architektural. Pekerjaan structural terdiri dari :
Pekerjaan pondasi
Pekerjaan sloof, kolom, balok keliling
Atap
Sedangkan pekerjaan architektural meliputi :
Pekerjaan dinding
Pekerjaan pintu dan jendela
Hasil pengamatan lapangan dari bangunan yang ditinjau diuraikan dalam bentuk table
seperti dibawah ini :
A. Pekerjaan Struktural
URAIAN SKETSA

Pondasi:
Lebar atas pondasi = 30 cm
Lebar bawah pondasi = 80 cm 0.80

Tinggi pondasi = 80 cm Pasangan Batu


Komposisi campuran = 1Pc : 5Psr
Aanstamping 0.20
Urugan Pasir 0.05
0.15
Sloof:
Lebar sloof = 15 cm
0.15

Tinggi sloof = 20 cm
Sloof 15/20
Diameter tulangan tarik = 12 mm
Ø 8-25
Diameter tulangan geser =6 mm 0.20
Jarak sengkang = 25 cm Ø 12
Komposisi campuran = 1Pc : 2Psr : 3Krkl

Kolom:
Lebar kolom = 10 cm
Panjang kolom = 10 cm Kolom 10/10
Ø 8-25
Tinggi kolom = 300 cm 4 Ø 12
Diameter tulangan tarik = 12 mm
Diameter tualangan geser = 6 mm
Komposisi campuran = 1Pc : 2Psr : 3Krkl

Balok Keliling
Lebar sloof = 15 cm
0.15

Tinggi sloof = 20 cm Sloof 15/20


Diameter tulangan tarik = 12 mm
Ø 8-25
Diameter tulangan geser =6 mm 0.20
Jarak sengkang = 25 cm Ø 12
Komposisi campuran = 1Pc : 2Psr : 3Krkl

Kuda-kuda:
Material kuda-kuda menggunakan kayu klas
I (Jati)
Balok tarik: NOK
6/12

Lebar = 12 cm SKOOR
6/12
GORDING
Tebal = 6 cm SENG
KK
SKOOR
6/12 PLAT
ANGKER
GELOMBANG
Panjang = cm ANGKER

LISPLANK SLOOF BALOK


Tiang nok: 15/20
DINDING BATU
TARIK

MERAH
Lebar = 12 cm
1.08 8.00

Tebal = 6 cm DETAIL KUDA-KUDA 1


Panjang = cm Skala 1 : 50

Kaki kuda-kuda:
Lebar = 12 cm
Tebal = 6 cm 1.02

Panjang = cm 2.56

Skoor:
DETAIL KUDA-KUDA 2
Lebar = 12 cm Skala 1 : 50

Tebal = 6 cm
Panjang = cm

Gording:
Material gording menggunakan kayu klas II (Cemara)
Lebar = 12 cm
Tebal = 6 cm
Panjang = cm
B. Pekerjaan Architektural

URAIAN SKETSA

Tembok:
Pasangan tembok dengan menggunakan
batako Plesteran
Tinggi tembok = 350 cm Pasangan Tembok
Tebal pasangan tembok = 12 cm
Komposisi campuran = 1Pc : 6Psr

Plesteran:

Tebal plesteran = 1,5 cm


Komposisi campuran = 1Pc : 5Psr
Kusen:
0.39 0.45
Material kusen mnggunakan kayu klas I
(Jati)
1.81 1.81

Tebal kusen 1.26


=5 cm 2.22
2.51

Lebar kusen = 10 cm 1.66

Hubungan Kusen dan tembok menggunakan


angker paku 12 cm.
0.70
1.00

0.39 0.45

1.81

1.26 2.22

1.66

0.70
1.00
2.4. Ikatan Antar Struktur Utama
Dalam beberapa kejadian, ketika terjadi keruntuhan pada bangunan diketahui salah
satu penyebabnya adalah ikatan antar struktur utama yang tidak benar, bahkan tidak
dilakukan ikatan dan hanya diletakkan saja
a. Hubungan Pondasi dengan Sloof

Hubungan Sloof dengan Badan Pondasi tidak diikat dengan menggunakan angker.

Sloof 15/20
0.15
Ø 8-25
Ø 12 0.20
0.80

Pasangan Batu

Aanstamping
Urugan Pasir
0.20
0.15 0.05
0.80
1.00

b. Hubungan Sloof dengan Kolom


Tulangan kolom diikat pada tulangan sloof tetapi tidak di teruskan sampai pada badan
pondasi.

Kolom 10/10

Sloof 15/20
c. Hubungan Ringbalk dengan Kolom

Tulangan dari kolom diikat dengan tulangan ringbalk, dan dilanjutkan melewati ringbalk
dengan maksud agar berfungsi sebagai angker untuk mengikat rangka atap bangunan
tersebut.

tul. memanjang tul. memanjang


ringbalk kolom

sengkang

Penulangan Kolom Penulangan Sloof dengan Kolom

Tul. Kolom
Sengkang Kolom
Tul. Memanjang Sloof
Sengkang Sloof

4 Ø 12
Ø 6 - 25

Tul. Kolom
Sengkang Kolom
Tul. Memanjang Sloof
Sengkang Sloof
d. Kuda-kuda Kayu
Kuda-kuda kayu yang digunakan adalah seperti gambar di bawah ini:

seng bubungan BJLS 0.30

Tiang Nok 8/12 Balok Bubunga 5/10

Gording 6/12

seng gelombang BJLS 0.30

Kaki kuda-kuda 8/12


333
Plate Strip 80
145
Behel U 12"

Angker Baut 12"

Penyokong 8/12
80 RingBalk 15/20

Balok Tarik 8/12

70

ListPlank 2 x 3/20

100
350

DETAIL KK
Skala 1 : 25
Plate Strip

Penyokong 812

Balok Pengunci

Balok Tarik 8/12

Hubungan tiang nok dengan balok


pengunci dan balok tarik

seng bubungan BJLS 0.30

Balok Bubunga 5/10

Tiang Nok 8/12


Hubungan balok tekan,balok tarik
dan ring balok

Behel U 12"

Angker Baut 12"

80 RingBalk 15/20 Hubungan balok tekan


dengan tiang nok
32
2.5 IDENTIFIKASI ELEMEN-ELEMEN BANGUNAN
NO FOTO LAPANGAN URAIAN SKETSA

1. PONDASI:
a. Jenis pondasi : Menerus
b. Dimensi Galian: Seperti
sketsa Urugan Pasir

c. Dimensi Pasangan Urugan Tanah

Pondasi : Sperti sketsa Pas. Pondasi

d. Komposisi campuran:
1:5 Aanstamping

Urugan Pasir
Nb. Data diperoleh lewat hasil
wawancara dengan tukang dan
pengamatan di lapangan.

2. JOIN KOLOM
PONDASI
a. Kedalaman tulangan
kolom masuk ke
pondasi : 10-20 cm
b. Sistem angker yang lain
: Tidak Ada
Foto Tidak Ada Nb. data diperoleh lewat hasil
wawancara dengan tukang.

Tampak Depan
3. KOLOM
a. Ukuran kolom : 15 x 15 cm
b. Tebal selimut : 1-2 cm
c. Jumlah tulangan memanjang kolom : 4 bh
d. Diameter tul. memanjang kolom : 12 mm
e. Diameter sengkang : 6 mm
f. Jarak sengkang : 25 cm
g. Bengkokan sengkang kolom : ±45º dan
panjang bengkokan 3-5 cm dan hanya pada
bagian bawah saja sedangkan bagian atas
tidak dibengkokkan.

Nb. Data diperoleh lewat hasil wawancara dengan


tukang dan pengamatan di lapangan.

4. SLOOF
a. Ukuran kolom : 15 x 15 cm
b. Tebal selimut : 1-2 cm
c. Jumlah tulangan memanjang kolom : 4 bh
d. Diameter tul. memanjang kolom : 12 mm
e. Diameter sengkang : 6 mm
f. Jarak sengkang : 25 cm
g. Bengkokan sengkang kolom : ±45º dan
panjang bengkokan 3-5 cm dan hanya pada
bagian bawah saja sedangkan bagian atas
tidak dibengkokkan.

Nb. Data diperoleh lewat hasil wawancara dengan


tukang dan pengamatan di lapangan.
5 JOIN KOLOM SLOOF Kolom Pinggir
a. Sistem join yang digunakan :
-
b. Panjang penjangkaran : ± 20-
25 cm
Sloof
c. Apakah ada kait standar yang
diterapkan : -

Nb. Data diperoleh lewat hasil


wawancara dengan tukang.

Foto Tidak Ada


6.
JOIN BALOK RING
a. Sistem join yang digunakan :
-
b. Panjang penjangkaran :
diputus pada ujung balok
ring tanpa ada kait.
c. Apakah ada kait standar yang
diterapkan : -

Nb. Data diperoleh lewat hasil


wawancara dengan tukang dan Tampak Atas
pengamatan di lapangan.

DINDING
a. Bahan Yang Digunakan :
Batako
b. Tebal siar antara batu : 2-3
cm
350 cm
c. Tebal plesteran : 3 cm 170
d. Komposisi camp. pas.
tembok 1pc : 6 psr 120
e. Luas Bukaan Jendela : 20.40

f. Lebar dinding : 3.00 m
g. Tinggi dinding : 3.50 m 300 cm