Anda di halaman 1dari 4

SPPT PBB 2015 berubah

LAPORAN:

Yth. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung,

Saya jual tanah & bangunan pada tahun 2011 dengan nilai transakisi Rp. 60.000.000,- dibawah
sedikit NJOP pada seorang pensiunan PNS. Di SPPT 2011 (terlampir) tertulis nama saya yang
benar, juga luas tanah & bangunan sesuai kondisi rumah saat itu belum direnovasi (gambar
terlampir). Namun di SPPT Tahun 2015, nama saya berubah padahal oleh pembeli belum pernah
minta dirubah, serta luas bangunan berubah menjadi sama dengan luas tanah seluas 60 Mtr
persegi padahal bangunan tidak dibangun seluruhnya, disisakan halaman terbuka dan garasi yang
ditutup atapnya saja tanpa ditembok keliling (lihat gambar terlampir).
1.Dari paparan di atas, kami sebagai rakyat kecil berkeberatan dengan adanya penulisan nilai
tanpa konfirmasi ke lapangan, karena nilai tersebut berpengaruh pada nilai PPH dan BPHTB
yang akan dibayar dalam pembuatan akte jual beli yang baru akan dibikin sekarang ini.
Akibatnya jadi kerjaan tambahan bagi kami untuk diajukan segera direvisi ke pelayanan PBB
agar di SPPT 2015 dan seterusnya tertulis nama saya yang benar dan luas bangunan sesuai yang
dibangun.
2. Kemudian pada Psl 87 Ayat (2) UU No. 28/2009 dan Psl 44 Ayat (2) PerDa No. 20/2011
bahwa dasar penentuan BPHTB adalah NPOP, yang mengacu salahsatunya pada a)jual beli
adalah harga transaksi. Jika tidak ada maka mengacu pada NJOP PBB. Yang lagi menjadi
keberatan bahwa Proses Pelayanan BPHTB di Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, ternyata
diatur lagi oleh Peraturan Walikota No. 016/2014 tentang Standard Operational Procedure Tata
Cara Pemungutan Pajak Daerah, bahwa penerbitan Nota Verifikasi merupakan dasar
Pembayaran pajak BPHTB di Bank Jabar. Seperti pada Nota Verifikasi terlampir, NJOP PBB
senilai Rp. 148.440.000,- dirubah nilainya lebih tinggi lagi ditaksir menjadi Harga Transaksi
senilai Rp. 195.000.000,- sebagai dasar bayar SSP dan BPHTB.
Laporannya, saya seorang karyawan swasta kecil sebagai penjual karena butuh uang dan pembeli
juga yang punya uang pas-pasan sebagai seorang pensiunan PNS, jelas merasa keberatan apabila
dasar pembayaran SSP dan BPHTB adalah bukan pada NJOP PBB tapi pada Nota Verifikasi
yang nilainya dirubah jadi lebih tinggi. Pada foto rumah terlampir saya sertakan pula gambar
rumah tetangga lain, sepertinya mereka akan siap berlomba-lomba menjual rumahnya dengan
harga Rp. 195.000.000,- sesuai taksiran Nota Verifikasi karena yang lain ada yang dipasang
harga dijual Rp. 80.000.000,- saja sudah 2 (dua) bulan hingga sekarang ini belum laku-laku.
Jadi, saat buat peraturan untuk rakyat jangan dikedepankan prasangka, mencari celah segalanya
untuk bisa dikenakan pajak dengan tarif melambung, tapi kedepankan untuk kesejahteraan
rakyat.
Terima kasih atas perhatiannya.
Mohon ditindaklanjuti, terima kasih

LAMPIRAN:

INFORMASI TAMBAHAN:

Tidak ada informasi tambahan

TRACKING ID#: 1336720

USER: Aries Irianto

PLATFORM: Web

TANGGAL: 21 April 2015 13:02:06

KATEGORI: Pertanahan dan Permukiman

AREA: Kota Bandung

STATUS: Proses

DILIHAT: 1,407

DUKUNGAN: 0


 TINDAK LANJUT LAPORAN :


 KOMENTAR PUBLIK :

Pemerintah Kota Bandung

Didisposisikan ke Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung (Pemerintah Kota


Bandung)

29 April 2015 11:03:25

(4.0/1)
Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung (Pemerintah Kota Bandung)

Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas informasi Bapak/Ibu/Sdr/i sampaikan


mengenai tata cara perhitungan BPHTB terhadap transaksi jual beli tanah dan bangunan yang
terjadi pada tahun 2011 di Kota Bandung, bersama ini kami sampaikan beberapa hal sebagai
berikut :

1.Pemungutan BPHTB mengacu dan berdasar pada Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah
dan Peraturan Walikota No. 308 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Perwal Tata Cara
Pemungutan BPHTB;

2.Berdasarkan Pasal 87 Ayat (2) Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 dan Pasal 44 Ayat (2)
Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2011, bahwa dasar pengenaan atau penentuan Bea Perolehan
Hak Atas Tanah dan Bangunan adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), yang mengacu pada
:
a) jual beli adalah harga transaksi;
b) tukar menukar adalah nilai pasar;
c) hibah adalah nilai pasar;
d) hibah wasiat adalah nilai pasar;
e) waris adalah nilai pasar;
f) pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar;
g) pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar;
h) peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap
adalah nilai pasar;
i) pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar;
j) pemberian hak baru atas tanah diluar pelepasan hak adalah nilai pasar;
k) penggabungan usaha adalah nilai pasar;
l) peleburan usaha adalah nilai pasar;
m) pemekaran usaha adalah nilai pasar;
n) hadiah adalah nilai pasar; dan/atau
o) penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang

3.Jika Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan
huruf n tidak diketahui atau lebih rendah dari pada NJOP yang digunakan dalam pengenaan
Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan yang dipakai
adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi dan Bangunan;

4.Berkaitan adanya transaksi jual beli tanah dan bangunan yang terjadi pada tahun 2011, dapat
disampaikan agar melampirkan bukti transaksi tersebut, misalnya kuitansi jual beli. Apabila
bukti transaksi itu ada, maka NPOP BPHTB mengacu kepada NJOP PBB Tahun 2015;

5.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknis perhitungan BPHTB silahkan untuk
menghubungi Petugas Pelayanan BPHTB di Ruang Pelayanan Pajak Daerah Gedung Dinas
Pelayanan Pajak Jl. Wastukancana No. 2 Bandung;
Demikian untuk menjadi maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.
11 May 2015 12:20:10