Anda di halaman 1dari 2

Nama : Muhamad Peransyah Tasmawisesa

NIM : 01150100007

MINAT IBU MENGUNJUNGI POSYANDU

Kunjungan ibu bersama anak balitanya di posyandu sangatlah penting. Peran ibu
sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kesehatan balitanya,
karena balita sangat bergantung dengan ibunya. Namun kesadaran orang tua untuk
memeriksakan anak balitanya secara rutin di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
masih terbilang rendah hampir 60%. Sampai diketahui bahwa ada beberapa balita
yang kekurangan gizi. Padahal, pemeriksaan rutin seperti menimbang berat dan
mengukur tinggi anak di Posyandu sangat diperlukan untuk memantau masa
kembang anak.

Kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu, karena adanya motif


tertentu, misalnya agar anaknya mendapatkan pelayanan kesehatan yang
maksimal. Untuk itu, motivasi ibu dalam pemanfaatan posyandu balita
mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan kesehatan balitanya.

Faktor dari masyarakat yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan


balita. Para orang tua merasa tidak perlu membawa balitanya ke posyandu,
karena bila sakit cukup berobat ke dukun kampung atau tidak menyempatkan
waktu untuk berkunjung ke Posyandu. Selain itu faktor dari kader yang kurang
memberikan dukungan/dorongan kepada masyarakat agar dapat membawa
balitanya ke posyandu. Hal ini juga terlihat pada kader setempat agar dapat
melakukan semua kegiatan diposyandu, sehingga dalam pelaksanaannya saling
membantu dan dapat memberikan motivasi kepada ibu yang mempunyai balita
agar senatiasa patuh/mau dalam melakukan kunjungan ke posyandu.

Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah memberikan


pengarahan kepada para masyarakat tentang pentingya posyandu bagi balita dan
memberikan dukungan kepada ibu balita yang dapat diberikan oleh
keluarga/suami, kader dan petugas kesehatan dalam bentuk-bentuk dukungan
emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasi
dan dukungan penilaian agar ibu balita yang mau berpartisipasi dalam kegiatan
posyandu dan dapat menikmati hasil dari program posyandu tersebut. Selain itu
juga memberitahukan kepada petugas agar selalu memberikan dorongan/motivasi
kepada masyarakat khususnya kepada ibu balita kesehatannya secara terus
menerus untuk melakukan posyandu rutin di setiap bulanya untuk
meningkatkan status gizi anaknya. Misalnya mengadakan pemberitahuan sebelum
kegiatan Posyandu dilakukan. Adapun pihak petugas Posyandu atau kader harus
melakukan Posyandu keliling, serta melakukan promosi kesehatan tentang
kesehatan Ibu dan Anak.

Adapun sebagai solusi, ada baiknya posyandu diintegrasikan dengan fasilitas


PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sehingga ibu bisa sekaligus membawa
anaknya ke posyandu untuk ditimbang. Di samping itu, hal sepele seperti rasa
malas atau sibuk karena pekerjaan juga menjadi penghalang. Oleh karenanya, para
kader posyandu diharapkan turut berperan aktif untuk "menjemput bola" dengan
mengunjungi ke rumah orang tua yang jarang membawa anaknya ke Posyandu.
Kepemilikian KMS (Kartu Menuju Sehat) juga menjadi tantangan tersendiri. Serta
masih banyak orang tua datang ke posyandu tanpa KMS karena lupa simpan di
mana atau hilang.

Anda mungkin juga menyukai