Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KEGIATAN

DOKTER INTERNSIP PUSKESMAS BINAMU KOTA


KABUPATEN JENEPONTO
PERIODE JUNI 2015 – SEPTEMBER 2015

UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


PENYULUHAN JAJANAN SEHAT

A. LATAR BELAKANG
Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan merupakan
modal pembangunan. Oleh karena itu tingkat kesehatannya perlu dibina dan
ditingkatkan. Upaya kesehatan tersebut adalah perbaikan gizi terutama di usia
sekolah dasar yaitu usia 7-12 tahun. Gizi yang baik akan menghasilkan
sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu sehat, cerdas, dan memiliki fisik
yang tangguh serta produktif. Jadi perbaikan gizi anak sekolah dasar
khususnya merupakan langkah strategis karena dampaknya secara langsung
berkaitan dengan pencapaian SDM yang berkualitas (Depkes RI, 2005).
Hasil analisis data Riskesda 2010 yang diterbitkan oleh Depkes (2010)
menunjukkan bahwa secara nasional prevalensi kekurusan pada anak umur 6-
12 tahun adalah 12,2 persen terdiri dari 4,6 persen sangat kurus dan 7,6
persen kurus. Prevalensi kekurusan pada anak laki – laki lebih tinggi yaitu
13,2 persen daripada anak perempuan yaitu 11,2 persen. Secara nasional
masalah kegemukan pada anak umur 6-12 tahun masih tinggi yaitu 9,2 persen
atau masih di atas 5,0 persen. Salah satu provinsi yang mengalami prevalensi
kegemukan adalah Sumatera Utara. Prevalensi kegemukan pada anak laki-
laki umur 6-12 tahun lebih tinggi dari prevalensi pada anak perempuan yaitu
berturut-turut sebesar 10,7 persen dan 7,7 persen.
Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi anak adalah kebiasaan
makan. Anak sekolah umumnya lebih memilih makan jajanan daripada
makan masakan ibu di rumah. Kebiasaan anak senang jajan dapat berdampak
buruk sebab banyak makanan jajanan yang tidak aman dan tidak sehat
beredar. Mengonsumsi makanan jajanan yang tidak aman dan tidak sehat
dapat menyebabkan anak terkena penyakit dan dapat menurunkan status gizi
anak (Haryanto, 2002).

B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
Walaupun mempunyai nilai gizi yang cukup untuk memenuhi
kecukupan gizi anak usia sekolah, namun jajanan yang ada di sekolah banyak
yang tidak aman. Hal ini dibuktikan dari profil Pangan Jajanan Anak Sekolah
(PJAS) dalam laporan semester BPOM (2012), pengambilan sampel yang
dilakukan pada para penjaja PJAS di 876 Sekolah Dasar/ Madarasah
Ibtidaiyah yang tersebar di 30 kota di Indonesia. Jumlah sampel yang diambil
adalah 6.213 sampel dengan rincian : 4.778 (76.9%) sampel memenuhi syarat
dan 1.435 (23.10%) sampel tidak memenuhi syarat. Penyebab sampel tidak
memenuhi syarat antara lain karena menggunakan bahan berbahaya yang
dilarang untuk pangan, menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas
maksimal, mengandung cemaran logam berat melebihi batas maksimal,
mengandung cemaran mikroba melebihi batas maksimal dan mengandung
cemaran bakteri patogen.

C. PEMILIHAN INTERVENSI
Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan di atas, maka kami
bermaksud mengadakan penyuluhan kesehatan dengan materi “Jajanan
Sehat”. Adapun materi yang disampaikan pada penyuluhan ini diantaranya
pengertian jajanan Sehat, manfaat jajanan sehat, jenis jajanan sehat, dan
kerugian mengkonsumsi jajanan tidak sehat

D. PELAKSANAAN
Penyuluhan kesehatan mengenai Jajanan sehat ini dilaksanakan pada
hari Kamis, tanggal 12 Agustus 2015, Penyuluhan ini bertempat di SD 01
BTN Romanga. Penyuluhan ini diikuti oleh murid kelas IV.
Penyuluhan ini dibawakan dengan metode presentasi menggunakan
flipchart yang disertai tanya jawab kepada peserta penyuluhan. Selama
penyuluhan, pemateri menyampaikan informasi mengenai pengertian jajanan
sehat, jenis jajanan sehat, manfaat jajanan sehat, jenis jajanan tidak sehat,
kandungan jajanan tidak sehat, dan kerugian jika jajan tidak sehat. Kemudian
di akhir sesi, pemateri memberi kesempatan kepada para siswa dan siswi SD
BTN Romanga untuk bertanya seputar materi jajanan sehat.

E. EVALUASI
 Evaluasi Struktur
Dokter dan petugas puskesmas lainnya datang tepat waktu dimana siswa
sekolah dasar akan mengikuti kegiatan posyandu dan penyuluhan sebagian
sudah berkumpul.
 Evaluasi Proses
Pada penyuluhan ini, jumlah peserta yang hadir kurang lebih sebanyak 30
orang. Pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana yang diharapkan
dimana peserta (para siswa SD kelas IV) antusias memberikan pertanyaan
kepada pemateri, dan para peserta menjawab pertanyaan yang diajukan
pemateri.
 Evaluasi Hasil
Pada penyuluhan ini, hampir semua siswa mampu menjawab pertanyaan
dari pemateri dengan benar. Hal ini membuktikan bahwa peserta
memperhatikan materi yang disampaikan.
.

Peserta Pendamping

dr. Muhammad Nafly Farizan dr. Imam Sofingi


NIP. 19770828 200902 1 004