Anda di halaman 1dari 14

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol

Ahmed Haykal Hilman


10.2008.160
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Email : airmatrix2003@yahoo.com

Abstrak
Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total
kolesterol dan trigliserida. Sebagian besar kolesterol yang beredar dalam tubuh manusia
dihasilkan dari dalam tubuh (di hati), mencapai 80% dari total kolesterol. Sisanya (20%)
diperoleh dari makanan. Ada beberapa penyebab kolesterol tinggi diantaranya adalah usia
dan jenis kelamin, pola makan, merokok dan riwayat penyakit keluarga.
Kata kunci : kolesterol, jenis kelamin, stres, merokok

Abstract
Cholesterol is a fat molecule in the cell is divided into LDL, HDL, total cholesterol and
triglycerides. Most of the cholesterol circulating in the human body resulting from the
body (in the liver), reaching 80% of the total cholesterol. The rest (20%) was obtained
from food. There are several causes of high cholesterol include age and gender, stress,
diet, smoking and a family history of disease.
Key word : cholesterol, gender, stress, smoking1,2

1
PENDAHULUAN
Kolestrol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang
sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa
hormon. Namun apabila kadar kolestrol dalam darah berlebihan, maka bisa
mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolestrol yang
normal harus di bawah 200 mg/dl. Apabila di atas 240 mg/dl, maka Anda berisiko tinggi
terkena penyakit seperti serangan jantung atau stroke.3

PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka pertanyaan penelitian
adalah:
 Apakah terdapat hubungan antara tingginya kadar kolesterol dengan merokok,
jenis kelamin, stress, dan indeks massa tubuh?
 Seberapa besarkah faktor-faktor tersebut mempengaruhinya?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan umum
Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol.
Tujuan khusus
Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol ditinjau dari jenis
kelamin, stress, merokok, dan indeks massa tubuh.

MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat bagi pendidikan kedokteran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi yang berguna untuk
meningkatkan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kadar
kolesterol dan dapat memberikan pendidikan kesehatan bagi pasien dengan kadar
kolesterol yang tinggi.
2. Manfaat bagi penelitian kedokteran
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan atau sumber data peneliti
yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dalam ruang lingkup yang sama.

2
3. Manfaat bagi diri sendiri
Hasil penelitian dapat menjadi bahan informasi untuk mengetahui faktor-faktor resiko
apa saja yang dapat dicegah untuk mengurangi kadar kolesterol yang tinggi.1,4

Tinjauan Pustaka

Kolesterol

Kolesterol adalah lemak yang terutama diproduksi dalam hati yang didapat dari
makanan, penting untuk menjaga fungsi tubuh supaya tetap baik seperti fungsi hormon
dan berperanan penting pada produksi asam empedu. Produksi akan meningkat jika
terdapat kandungan lemak yang banyak dalam. Jumlah kolesterol dalam tubuh haruslah
seimbang dengan kebutuhan. Jika jumlah kolesterol melebihi kebutuhan, kolesterol LDL
(Low Density Lipoprotein) maka akan timbul penyakit,contoh penyakit jantung koroner,
penyakit pembuluh darah. Kolesterol membentuk bekuan dan plak yang menyumbat
arteri dan akhirnya memutuskan aliran darah ke jantung (serangan jantung) dan ke otak
(stroke).

Ada 2 macam kolesterol yaitu :

HDL (High Density Lipoprotein) : merupakan kolesterol baik yang berfungsi untuk
membersihkan pembuluh darah arteri dan melarutkan kandungan lemak jenuh .

LDL (Low Density Lipoproteins) : merupakan kolesterol jahat atau biasa dikenal juga
sebagai lemak jenuh . LDL ini dapat membuat endapan yang akan menyumbat pembuluh
darah arteri.3,4,5

Rokok

Efek rokok terhadap kesehatan sendiri sangat membahayakan, akibat kandungan berbagai
bahan kimia berbahaya yang ada di dalam rokok maka dengan merokok sama saja kita
memasukkan bahan-bahan berbahaya tersebut ke dalam tubuh kita. Penyakit-penyakit

3
yang diketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain : kanker tenggorokan, kanker
paru-paru, kanker lambung, penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan system
reproduksi, dan lain sebagainya.3,7

Stress

Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau
stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres
hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai
stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa
stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres
hambatan.4,6

Pembahasan

Kolesterol dengan berat badan (IMT)


Pada obesitas dapat terjadi gangguan pada regulasi asam lemak yang akan meningkatkan
kadar trigliseride dan ester koleterol. Peningkatan kolesterol darah juga dapat disebabkan
oleh kenaikan kolesterol yang terdapat pada very low density dan low density lipoprotein
sekunder karena peningkatan trigliseride yang besar dalam sirkulasi apabila terjadi
penumpukan lemak berlebihan di dalam tubuh. Dari hasil penelitian, ditemukan adanya
hubungan kolesterol dengan IMT.

Kolesterol dengan jenis kelamin


Biasanya kolesterol terjadi pada pria yang berusia 40 tahun ke atas dan pada wanita yang
ketika memasuki menopause. Dari hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan
kolesterol dengan jenis kelamin.

4
Kolesterol dengan rokok
Rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh yang juga
mempengaruhi system kardiovaskuler dalam berbagai cara. Rokok dapat meningkatkan
kadar LDL dan HDL. Dari hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan antara kolesterol
dengan rokok.

Kolesterol dengan stress


Stress diduga menganggu kemampuan tubuh untuk membersihkan diri dari kelebihan
kolesterol atau mungkin memicu sejumlah proses inflamasi yang juga meningkatkan
produksi kolesterol. Dari hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan antara kolesterol
dengan stress.5,7,8

Hasil Penelitian

Kadar total kolesterol dengan merokok

Statistics

Merokok Total Kolesterol

N Valid 130 130

Missing 0 0

Mean .1769 237.1615

Median .0000 240.0000

Mode .00 200.00

Std. Deviation .38308 29.36031

Variance .147 862.028

5
Total Kolesterol

Kadar total kolesterol dengan IMT

Statistics

Indeks Massa
Total Kolesterol Tubuh

N Valid 130 130

Missing 0 0

Mean 237.1615 22.7716

Median 240.0000 22.6550

Mode 200.00 23.00

Std. Deviation 29.36031 3.82165

Variance 862.028 14.605

6
Indeks Massa Tubuh

Kadar total kolesterol dengan jenis kelamin

Statistics

Total Kolesterol Jenis Kelamin

N Valid 130 130

Missing 0 0

Mean 237.1615 .3154

Median 240.0000 .0000

Mode 200.00 .00

Std. Deviation 29.36031 .46647

Variance 862.028 .218

7
Jenis Kelamin

Kadar total kolesterol dan stress

Statistics

Stress Total Kolesterol

N Valid 130 130

Missing 0 0

Mean .5538 237.1615

Median 1.0000 240.0000

Mode 1.00 200.00

Std. Deviation .49902 29.36031

Variance .249 862.028

8
Stress

Hasil uji Chi-Square ( Merokok dan Total kolesterol )

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-


Value df sided) sided) sided)

Pearson Chi-Square .313a 1 .576

Continuity Correctionb .007 1 .936

Likelihood Ratio .287 1 .592

Fisher's Exact Test .631 .430

Linear-by-Linear Association .310 1 .578

N of Valid Casesb 130

a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.42.

b. Computed only for a 2x2 table

9
Hasil uji Chi-Square ( IMT dan Total kolesterol )

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. (2-


Value df sided)

Pearson Chi-Square 5.424a 2 .066

Likelihood Ratio 4.966 2 .083

Linear-by-Linear Association .221 1 .638

N of Valid Cases 130

a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum


expected count is 1.17.

Hasil uji Chi-Square ( Jenis Kelamin dan Total Kolesterol )

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-


Value df sided) sided) sided)

Pearson Chi-Square .169a 1 .681

Continuity Correctionb .000 1 .986

Likelihood Ratio .176 1 .675

Fisher's Exact Test 1.000 .511

Linear-by-Linear Association .167 1 .682

N of Valid Casesb 130

a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2.52.

b. Computed only for a 2x2 table

10
Hasil uji Chi-Square ( Stress dan Total kolesterol )

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-


Value df sided) sided) sided)

Pearson Chi-Square .100a 1 .752

Continuity Correctionb .000 1 1.000

Likelihood Ratio .099 1 .752

Fisher's Exact Test 1.000 .515

Linear-by-Linear Association .099 1 .753

N of Valid Casesb 130

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.57.

b. Computed only for a 2x2 table

Korelasi Merokok dengan Total Kolesterol


Correlations

Merokok KOLES2

Merokok Pearson Correlation 1 -.049

Sig. (2-tailed) .580

N 130 130

KOLES2 Pearson Correlation -.049 1

Sig. (2-tailed) .580

N 130 130

11
Korelasi IMT dengan Total Kolesterol

Correlations

KOLES2 IMT2

KOLES2 Pearson Correlation 1 .041

Sig. (2-tailed) .640

N 130 130

IMT2 Pearson Correlation .041 1

Sig. (2-tailed) .640

N 130 130

Korelasi Jenis Kelamin dengan Total Kolesterol

Correlations

KOLES2 Jenis Kelamin

KOLES2 Pearson Correlation 1 .036

Sig. (2-tailed) .684

N 130 130

Jenis Kelamin Pearson Correlation .036 1

Sig. (2-tailed) .684

N 130 130

Korelasi Stress dengan Total Kolesterol

Correlations

KOLES2 Stress

KOLES2 Pearson Correlation 1 .028

Sig. (2-tailed) .754

N 130 130

Stress Pearson Correlation .028 1

Sig. (2-tailed) .754

N 130 130

12
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan diatas, ditemukan adanya hubungan antara jenis
kelamin, kebiasaan merokok, stres, dan indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, dikemukakan beberapa saran
sebagai berikut:
1. Dilakukannya peningkatan kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan secara
khusus kepada pasien dengan kolesterol tinggi agar tidak menimbulkan
komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke
2. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan mengupayakan tenaga pelayanan kesehatan
di masyarakat semaksimal mungkin dalam usaha meningkatkan kesehatan.

13
DAFTAR PUSTAKA

1. Azwar A. Pengantar epidemiologi. Ed 1. Jakarta: Binarupa Aksara, 2000.h. 2-3


,19-26
2. Erny I. Warta RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kuala Kapuas: Tim Promosi
Kesehatan, 2009.h.12.
3. Soeharto, I. Kolesterol dan proses terjadinya serangan jantung dan stroke.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2001.
4. Anwar. TB, 2004. Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. Bagian Ilmu Gizi
Fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara.
5. Soeharto, I, 2004. Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya Dengan Lemak dan
Kolestrol. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
6. Sumosardjuno. S. 2007. Aktif Bergerak Kurangi Risiko PJK. Diakses tanggal 11
Juli 2014. http ;www.idi.or.id
7. Burnett, P.C. and Fanshame, J.P., 1997. Measuring School-related Stressors in
Adolescents. Journal of Youth and Adolescence, 26(4), 415-429. Available from:
http://proquest.umi.pqdweb/ [Accesed 11 July 2014].
8. Greenberg, J.S., 2004. Comprehensive Stress Management. 8th ed. New York:
McGraw-Hill.

14