Anda di halaman 1dari 7

JAWABAN UAS PROBER 2009 - 2011

Teknologi Industri Pertanian, IPB


L'esprit et le sourire

JAWABAN UAS PRODUKSI BERSIH


SEMESTER GANJIL 2009/2010

1. Jelaskan secara ringkas dan sistematis peluang penerapan Teknologi PROBER pada (2 dari 5 industri di bawah ini): Industri
Tapioka, Nata de Coco, Tahu, Rumah Potong Hewan, Pulp dan Kertas.
Untuk menjawab soal diatas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat diagram alir proses yang
memperlihatkan input dan output pada setiap tahapan proses.
a. Industri Tapioka
Diagram Alir Proses

Singkong

Kulit
Pengupasan
singkong

Air Perendaman Air cucian


t = 1,5
jam
Penggilingan
t = 1 jam,
kapasitas 500 kg Onggok
Air Ekstraksi
basah
t = 1 jam, 22 kg

Pengendapan
Pengeringan
t = 4 jam
Pembuangan air
Onggok Kering

Pati Basah

Pengeringan

Pati Kering
b. Nata de Coco
Diagram Alir dan Neraca Massa Proses Pembuatan Nata de coco

Vol = 120 liter


Air Kelapa
Gula: 250 ml
Asam Cuka: 600 ml Perebusan
Za: 600 ml
Starter (10%)
223 botol(@ 600 ml)
Pewadahan ke botol, ditutup koran
= 133.800 ml=133,8 L

Air kelapa Penyimpanan (3 hari)

1 botol untuk 8 loyang (@75 ml)


Pemindahan ke loyang 8 x 211 botol = 1688 loyang
Air nata yang gagal
Penambahan
(5 %) = 12 botol = 7200 ml = 7,2 l
asam cuka, gula, Fermentasi (1 minggu)
dan Za

Pemanenan Nata yang gagal/rusak (10%) =


169 loyang = 211,25 kg

Perebusan
1511 loyang (@ loyang: 1,25 kg nata lembaran)
= 1888,75 kg nata lembaran

Pendinginan
Perendaman (1 hari) Air

Penambahan
bibit A. Pembuangan kulit ari Kulit ari nata = 4,71 kg
xylinum

Pencucian Air

Penyimpanan

PRODUKSI BERSIH TIN 46


Perendaman (1 minggu) Air

Panen Akhir

Nata Lembaran 1884,04 kg = 1,8 ton nata lembaran

c. Industri Tahu
Diagram Alir Proses Pembuatan Tahu

Don’t follow us @elfajry on twitter…!


d. Rumah Potong Hewan
e. Pulp dan Kertas

Penerapan PROBER pada industri selengkapnya ada di buku PROBER halaman 101. [STUDY
CASE]

2. Kendala utama penerapan teknologi PROBER untuk agroindustry di Indonesia:


a. Subsisdi terhadap harga energy dan bahan baku  kurang mendorong upaya efisiensi dan minimisasi limbah
b. Terbatasnya informasi dan ketersediaan fasilitas kredit komersial untuk investasi produksi bersih
c. Sebagian besar merupakan IKM  sekitar 88% di Indonesia
d. Terbatasnya akses informasi terhadap BAT (Best Available Technology) untuk produksi bersih  perlu networking

3. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala penerapan produksi bersih .
Slide Policy Instrument
- Instrumen kebijakan adalah alat atau mekanisme yang digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu.
- Strategi adalah rencana untuk menyelesaikan masalah, dan instrumen kebijakan adalah sarana untuk melaksanakan

PRODUKSI BERSIH TIN 46


penyelesaian itu.
- Alat dan instrument Kebijakan:
a. Instrumen Peraturan, yang mengharuskan atau mewajibkan perilaku tertentu, misalnya menentukan apa yang
dilarang, apa yang diperbolehkan, dan bagaimana melaksanakan kegiatan tertentu
b. Instrumen Ekonomi, yang menciptakan insentif atau disinsentif untuk perilaku tertentu, dengan mengubah kondisi
ekonomi terkait.
c. Informasi berbasis strategi, yang berusaha untuk mengubah perilaku dengan memberikan informasi. Asumsi yang
mendasarinya adalah bahwa pelaku tidak mengambil keputusan yang optimal atau benar karena kurangnya informasi
atau pengetahuan.

4. Sebuah pabrik pengolahan kopi menerapkan PROBER dengan meningkatkan rendemen produksi, yaitu melalui:
a. Melatih karyawan di bagian penggilingan
Biaya yang diperlukan untuk melatih karyawan Rp 500.000,- /orang.
Untuk bagian ini diperlukan 2 karyawan terlatih.

Don’t follow us @elfajry on twitter…!


b. Menggunakan alat sortasi untuk pengaturan alat penggiling
Alat sortasi diperlukan untuk memilah biji besar dan kecil sehingga jarak roda penggiling dapat diatur untuk
menurunkan biji pecah dan biji kotor.
Alat ini dibeli dengan harga Rp 5 juta. Untuk instalasinya diperlukan 3 hari kerja dengan upah Rp 50.000/hari.
Pengoperasian alat menggunakan motor disel dengan kebutuhan bahan bakar 5 liter per hari. Harga solar Rp
1.600,-/liter.

Penerapan PROBER dapat meningkatkan rendemen sampai 20% dari sebelumnya. Jika industri ini menghasilkan kopi biji 500
kg per hari sebelum penerapan PROBER, dengan harga jual kopi Rp 5.000,-/kg. Hitunglah berapa ‘Pay Back Period’ penerapan
produksi bersih.

Jawab:

[Buku Prober Hal. 56 dan 253]


 PBP merupakan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal (Newman, 1990).
 BEP diartikan sebagai jangka waktu saat NPV sama dengan nol.
 Nilai NPV berbanding terbalik dengan PBP. Jika nilai NPV semakin besar, maka nilai PBP semakin kecil dan demikian pula
sebaliknya.
 PBP dirumuskan sbb:

Payback Period =

Atau

Payback Period =

5. Penjelasan istilah:
a. Eco-efficiency: Melakukan lebih banyak dengan sedikit - menggunakan sumber daya lingkungan yang lebih efisien
dalam proses ekonomi (WBCSD)
b. Good Houskeeping : mencakup tindakan procedural, administrative maupun institusional yang dapat digunakan
perusahaan untuk mengurangi terbentuknya limbah dan emisi.
c. LCA ( Life Cycle Assessment) : suatu istilah umum untuk suatu metode instrument dalam penerapan prinsip
lingkungan ke dalam praktik bisnis.
Definisi lain, LCA adalah suatu alat yang bermanfaat untuk menyediakan informasi pada dampak produk, proses,
operasi, dan pengukuran terhadap lingkungan.

PRODUKSI BERSIH TIN 46


d. Cleaner Technology: Teknologi yang
i. Mengekstrak dan menggunakan sumber daya alam seefisien mungkin dalam semua tahap kehidupan.
ii. Menghasilkan produk yang tidak berpotensi membahayakan
iii. Minimalkan rilis ke udara, air, dan tanah selama fabrikasi dan penggunaan produk.
iv. Menghasilkan produk tahan lama yang dapat dipulihkan atau didaur ulang sejauh mungkin
v. Hemat energy
e. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pembangunan yang berguna untuk memenuhi
kebutuhan dalam kehidupan saat ini tanpa perlu merusak atau menurunkan kemampuan generasi yang akan datang
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

JAWABAN UAS PROBER


SEMESTER GANJIL 2011/2012
Don’t follow us @elfajry on twitter…!
1. Deskripsi

a. Industrial sustainability (Keberlanjutan industry) adalah inovasi yang berkelanjutan, perbaikan dan
penggunaan teknologi bersih untuk mengurangi tingkat polusi dan konsumsi sumber daya (OECD).
Dalam istilah praktis, Industrialsustainability berarti teknologi dan pengetahuan yang:
- Mengurangi bahan dan masukan energi
- Memaksimalkan sumber daya terbarukan dan zat biodegradable sebagai masukan
- Meminimalkan pencemar selama manufaktur produk dan penggunaannya
- Menghasilkan produk daur ulang atau biodegradable

b. The Eco-Management and Audit Scheme [Skema Eco-Manajemen dan Audit] (EMAS) adalah alat
manajemen lingkungan sukarela, yang dikembangkan pada tahun 1993 oleh Komisi Eropa. Hal ini memungkinkan
organisasi untuk menilai, mengelola dan terus meningkatkan kinerja lingkungan mereka. Skema ini berlaku secara
global dan terbuka untuk semua jenis organisasi swasta dan publik. Untuk mendaftar dengan EMAS, organisasi
harus memenuhi persyaratan Peraturan EMAS Uni Eropa. Saat ini, lebih dari 4.600 organisasi dan lebih dari 7.900
situs yang terdaftar EMAS

c. Ecoeficiencyadalah melakukan lebih banyak dengan sedikit - menggunakan sumber daya lingkungan yang lebih
efisien dalam proses ekonomi (WBCSD).

d. Green industry (Industri Hijau) adalah industri yang memproduksi produk ramah lingkungan atau produk yang
seharusnyamembantu memperbaiki kondisi alam yang lebih baik. Dan juga selamaproses kerja menyebabkan
kerusakan minimal terhadap lingkungan.Industri hijau harus bisa dilakukan daur ulang limbah dari proses kerjadan
daur ulang limbah energi (panas).

e. PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan.
Penyelenggaraan program ini, sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997
tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang
berwawasan lingkungan hidup perlu diselenggarakan pengelolaan lingkungan dengan asas tanggungjawab,
berkelanjutan dan manfaat.

2. Jelaskan secara ringkas bagaimana melaksanakan quick scan utk menentukan jenis dan volume limbah industri
pengolahan karet
 Quick scan adalah suatu analisis singkat yang diselenggarakan untuk menentukan proses yang paling utama mengenai
aliran arus bahan dan energy dalam suatu perusahaan, dan untuk menilai kualitas dari proses produksi.
 Prosedur, langkah-langkah yang direkomendasikan sbb:
a. Persiapan
Pengadaan informasi dari sektor industri pengolahan karet dan pengumpulan data dari pengalaman sector

PRODUKSI BERSIH TIN 46


spesifik CP terkait dengan pengolahan karet.
b. Pelaksanaan quick scan perusahaan karet
Wawancara dan tour fasilitas dengan para manajer produksi pengolahan karet atau yang bertanggungjawab
untuk menentukan informasi penting yang menggunakan checklist.
c. Evaluasi Data
Ringkasan dari proses operasi, material dan energy yang menggunakan diagram alir. Analisis dari area proses
pengolahan karet untuk menentukan potensi CP yang didasarkan pada program kalkulasi Eco Inspector 2.0.
Pemilihan proses berdasarkan pertimbangan penilaian yang pantas untuk CP.
d. Laporan Ringkas
Penilaian dari potensi CP dan diskusi pada jasa penilaian CP. Proposal dari area yang akan diuji di bawah
penilaian CP dan tindakan selanjutnya. Isi dari laporan ringkas, meliputi
- Introduction (pengenalan)
- Prosedur
- Deskripsi Perusahaan Pengolahan Karet
- Deskripsi Proses Pengolahan Karet
- Evaluasi Data
- Diskusi Hasil

Don’t follow us @elfajry on twitter…!


3. Jelaskan bagaimana pasar bisa berperan dalam implementasi konsep produksi bersih
Slide Market based instruments
Pasar berbasis instrument:
- Emisi, biaya dan non denda
- Hibah, subsidi dan bantuan keuangan untuk CP
- Surat izin
- Deposito dan biaya produk
- Permintaan sisi manajemen
- Penghapusan subsidi berbahaya
- Pedoman pengadaan penghijauan
- Pengurangan pajak, bea dan biaya

4. Menghitung PBP (Payback Period)[Baca Buku Prober Hal. 56 dan 253]


 PBP merupakan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal (Newman, 1990).
 BEP diartikan sebagai jangka waktu saat NPV sama dengan nol.
 Nilai NPV berbanding terbalik dengan PBP. Jika nilai NPV semakin besar, maka nilai PBP semakin kecil dan
demikian pula sebaliknya.
 PBP dirumuskan sbb:

Payback Period =

Atau

Payback Period =

5. Jelaskan dan berikan contoh penerapan zero waste (pilih: industri gula tebu, nanas, kelapa sawit)

Zero waste adalah aktivitas meniadakan limbah dari suatu produksi dengan cara pengelolaan proses
produksi yang terintegrasi dengan minimisasi, segregasi dan pengolahan limbah. (Sulaiman,2008)
Penerapan zero waste penting dilakukan agar dampak negatif limbah dapat diminimalisir dan dampak
yang menguntungkan dapat dimaksimalkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara sistem produksi
dengan lingkungan hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah untuk dapat digunakan bagi keperluan
industri yang bersangkutan atau dimanfaatkan sebagai bahan baku/bahan pembantu industri lainnya.

Contoh Penerapan Zero Waste pada Industri Gula:

PRODUKSI BERSIH TIN 46


Pabrik gula merupakan salah satu pabrik yang mampu memasok energinya sendiri (self sufficiency energy) karena energi
yang digunakan berasal dari biomassa tebu. Dampak negatif dari limbah pabrik gula dapat diatasi melalui konsep zero waste
dimana efisiensi dan efektifitas proses industri dapat ditingkatkan dengan pengolahan dan pemanfaatan limbah. Pemanfaatan
tersebut dapat menurunkan tingkat pencemaran lingkungan, dihasilkannya produk serta energi yang bernilai ekonomis dan dapat
meningkatkan produktivitas masyarakat di sekitar industri tersebut.

Berdasarkan jenis senyawanya, limbah pertanian merupakan jenis limbah organik karena mengandung unsur karbon (C).
Hasil pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang dapat menimbulkan
pencemaran lingkungan. Produk limbah yang dihasilkan dari pabrik gula berupa limbah padat (blotong, ampas tebu dan abu
ampas tebu), limbah cair dan limbah gas termasuk produk samping yang memberikan potensi ekonomi.

a. Blotong

Blotong adalah limbah padat pabrik gula yang berasal dari stasiun pemurnian, berbentuk seperti tanah berpasir berwarna
hitam, memiliki bau tidak sedap jika masih basah. Blotong masih memiliki sifat dan kandungan zat yang masih berguna dan
bermanfaat. Disamping itu, kelebihan limbah biomassa ini adalah mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi.
Pemanfaatan Blotong
i. Bahan pembuatan bata beton
Don’t follow us @elfajry on twitter…!
ii. Briket biomassa
iii. Bahan baku kompos

b. Ampas tebu adalah suatu residu dari proses penggilingan tanaman tebu setelah diekstrak atau dikeluarkan niranya pada
industri pemurnian gula sehingga diperoleh hasil samping sejumlah besar produk limbah berserat dan mempunyai tingkat
higroskopis tinggi yang disebut ampas tebu (baggase).
Pemanfaatan Ampas Tebu
i. Penghasil listrik
ii. Sumber pakan ternak berserat

c. Abu Ampas Tebu


Abu ampas tebu merupakan hasil perubahan secara kimiawi pembakaran ampas tebu murni. Ampas tebu berguna sebagai
bahan bakar untuk memanaskan ketel dengan suhu mencapai 550ºC - 600ºC dan lama pembakaran 4 – 8 jam.
Pemanfaatan Abu Ampas Tebu
i. Memperkuat produk keramik
ii. Bata abu tebu
iii. Meningkatkan sifat mekanik dan fisis pada mortar

d. Limbah Cair
Limbah cair dari pabrik gula dihasilkan dari cairan bekas analisa gula di laboratorium dan luberan bahan olah yang tidak
disengaja. Kemudian juga berasal dari pendingin alat mesin pabrik dan air kebutuhan karyawan (limbah domestik). Pada
umumnya, Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) pada pabrik gula menggunakan sistem aerasi. Pengayaan limbah dengan
udara (O2) dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme. Dengan tersedianya oksigen sebagai sumber energi
dan pernafasan di dalam limbah dapat memacu terjadinya proses biodegradasi. Proses biodegradasi secara anaerob akan
menghasilkan gas NH3, CH4 dan H2S.

e. Limbah Gas
Belerang dioksida (SO2) merupakan limbah gas yang keluar dari cerobong reaktor sulfitir pada proses pemurnian nira tebu
yang kurang sempurna sehingga menyebabkan polusi udara dan pemakaian belerang menjadi lebih tinggi dari normal.
Pemakaian bahan tambahan proses (kapur dan belerang) yang berlebihan dapat dikontrol dengan kontrol kondisi proses
pemurnian nira yang efektif melalui optimasi pH, suhu dan waktu sehingga gas SO 2 yang dihasilkan dapat ditekan (Syahputra
dkk, 2011).

f. Produk Samping
Ampas tebu disebut produk samping karena sebanyak 10,2 juta ton ampas tebu pertahun atau sekitar 97,4 % produksi
ampas digunakan bahan bakar ketel yang mampu menghasilkan energi. Sedangkan sisanya (sekitar 0,3 juta ton pertahun)
disebut sebagai limbah padat.
Tetes (molasses) termasuk produk samping pabrik gula. Tetes adalah sisa sirup terakhir dari stasiun masakan yang telah
dipisahkan gulanya melalui kristalisasi berulangkali sehingga tidak mungkin lagi menghasilkan gula dengan kristalisasi
konvensional. Diproduksi sekitar 4,5% dari tebu. Tetes dapat digunakan sebagai pupuk, pakan ternak. Juga sebagai bahan
baku fermentasi yang dapat menghasilkan etanol, asam asetat, asam sitrat, monosodium glutamat (MSG), asam laktat, dll
Sumber: http://litbang.patikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=147:konsep-zero-waste-pada-
agroindustri-industri-pabrik-gula&catid=163:konsep-zero-waste-pada-agroindustri-industri-pabrik-gula&Itemid=109

PRODUKSI BERSIH TIN 46


- SELAMAT BELAJAR -
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Don’t follow us @elfajry on twitter…!