Anda di halaman 1dari 5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Gambar Teknik

Gambar teknik adalah gambar yang dibuat dengan menggunakan cara-cara,


ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang telah disepakati bersama oleh para ahli
teknik. Gambar teknik adalah gambar yang terdiri dari simbol, garis, dan tulisan tegak
yang bersifat tegas. Digunakan untuk memberikan penjelasan lengkap tentang suatu
benda atau konstruksi, berdasarkan ketentuan dan standard teknik yang sudah
disepakati oleh badan standardisasi, baik itu nasional maupun internasional. Gambar
yang bersifat teknis yang berhubungan dengan teknik disebut juga gambar teknik.

Di dunia ini badan standard yang sering kita dengar diantaranya JIS
kependekan dari Japanese Industrial Standard merupakan badan standardisasi jepang.
ISO kependekan dari International Organisation for Standardization merupakan
badan standardisasi internasional yang bermarkas di Geneva, Swiss. Standard iso
merupakan standard yang paling banyak dipakai diseluruh dunia. Dan masih banyak
lagi badan standardisasi termasuk di indonesia ada SNI yaitu standard nasional
indonesia.

Dari pembuatannya gambar teknik bisa dibuat secara manual atau dengan alat.
Gambar teknik manual dibuat dengan tangan dan tanpa bantuan alat gambar. Alat
untuk menggambar teknik salah satunya meja gambar. Dan yang pasti adalah
komputer dengan software AutoCAD.

Gambar terknik memiliki fungsi sebagai gambar yang memuat segala


informasi teknis dari suatu benda. Fungsinya dalah menerangkan data teknis yang
mencakup diantaranya ukuran dan dimensi benda, visualisasi suatu benda, material
yang digunakan, alur proses suatu pekerjaan, dan lain sebagainya, yang berfungsi
memudahkan dalam proses pembuatan suatu benda, proyek, atau suatu konstruksi.
Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan gambar teknik antara lain: kertas
gambar, pensil, mistar, penggaris berbagai jenis, jangka, dan busur derajat.

2.2 CAD/CAM
CAD (Computer Aided Design) adalah program komputer yang
memungkinkan seorang perancang (designer) untuk mendisain gambar
rekayasa (design engineering) dengan mentransformasikan gambar geometris
secara cepat. Sedangkan CAM (Computer Aided Manufacturing) adalah
sistem manufaktur yang mengoptimalkan kemampuan program komputer
untuk menterjemahkan disain rekayasa yang dibuat oleh CAD sehingga
dapat mengontrol mesin NC (Numerical Controlled Machines). Sistem
CAD/CAM sendiri terjadi apabila spesifikasi disain secara langsung
ditransfer/diterjemahkan kedalam spesifikasi manufaktur, jadi CAD/CAM
merupakan penggabungan disain rekayasa dan instruksi manufaktur.
Sedangkan mesin NC sendiri adalah mesin yang peralatannya dikontrol oleh
komputer dengan sistem CAD/CAM.

Untuk orang awam CAD/CAM dianggap alat gambar elektronik saja yang
dapat mempercepat proses menggambar, tetapi kenyataannya kemampuan
CAD/CAM jauh melebihi anggapan tersebut dimana CAD/CAM mempunyai
fungsi utama dalam disain, analisa, optimasi dan manufaktur. CAD/CAM biasa
melakukan analisa elemen hingga (finite element analysis), analisa transfer
panas (heat transfer analysis), analisa tekanan (stress analysis), simulasi
dinamis dari mekanik (dynamic simulation of mechanisms), analisa cairan
dinamis (fluid dynamic analysis) dan lain-lain.

2.2.1 Sejarah CAD/CAM


CAD merupakan wakil dari evolusi komputer grafik, yang diciptakan
didalam industri penerbangan dan otomotif sebagai suatu cara untuk
meningkatkan perkembangan teknologi dan untuk mengurangi banyak
pekerjaan yang membosankan dari para disainer. Pada pertengahan tahun
1950 SAGE ( Semi Automatic Ground Environment) dari Departemen
Pertahanan Udara USA menggunakan komputer grafik dan mengubah
informasi radar menjadi gambar komputer. Patrick Hanratty pada tahun 1960
melakukan penelitian dan pengembangan dari CAD sambil bekerja di
laboratorium riset General Motor. Pada tahun 1963 Ivan Sutherland seorang
Doktor memulai basis teori dari komputer grafik. Tetapi pada tahun 1960 an ini
biaya investasi CAD/CAM sangat mahal dan hanya perusahaan-perusahaan
besar saja yang sanggup membeli. Tetapi pada tahun 1970 an sampai dengan saat
sekarang dimana kemampuan komputer semakin canggih, dengan prosesor yang
semakin cepat, memori makin besar, ukuran makin kecil dan kompak serta harga
yang
semakin murah memungkinkan perusahaan-perusahaan kecil untuk melakukan
investasi teknologi CAD/CAM ini.

2.2.2 Teknologi CAD/CAM


Kemampuan CAD/CAM yang terdiri dari 4 teknologi dasar yaitu :
1. Manajemen Basis Data (Database)
2. Komputer Grafik
3. Model Matematis (Analisis)
4. Akuisisi Data dan Kontrol (prototipe fisik, proses produksi)

Seringkali aplikasi CAD/CAM dapat memanfaatkan keempat teknologi


dasar dari CAD/CAM diatas seperti menyimpan dan memanggil basis data
gambar dan atribut suku cadang, menggunakan komputer grafik untuk
berkreasi dan display, memanfaatkan simulasi dan model matematis (elemen hingga)
dan dapat juga dimanfaatkan untuk mengontrol proses produksi
dengan kontrol numerik dan pemrograman robot. Contoh lain adalah MRP
(Material Requirements Planning) yang hanya memanfaatkan teknologi dasardari
CAD/CAM yaitu Manajemen Basis Data. Selanjutnya tanda “/” didalam CAD/CAM
menunjukkan 2 kemampuan yang diintegrasikan. Database alfanumerik yang
diciptakan dalam disain dapat menjadi aplikasi Permintaan Bahan Baku (Bill of
Material) dalam industry manufaktur. Gambar geometris diterjemahkan menjadi
spesifikasi manufaktur sehingga dapat mengontrol mesin CNC (Computer Numerical
Control).

Selain itu kemampuan CAD dalam mendisain Wireframe Modelling


berkembang menjadi Surface Modelling, Solid Modelling dan terakhir
Parametric Modelling. Sedangkan kemampuan CAM dari mesin NC
(Numerical Control) menjadi CNC. (Computer Numerical Control) dan terakhir
DNC (Direct Numerical Control).

2.3 Software ZW3D

ZW3D, sebuah 3D CAD / CAM software all-in-one yang dapat complet


terhadap pekerjaan anda dari Produk Perencanaan, Desain Produk, Verifikasi,
Pembuatan Sample, Pembuatan Mold untuk Manufacturing. Menggunakan ZW3D
sebagai 3D Viewer & Converter, anda dapat membaca Catia V4 / 5/6, NX, PTC
Creo, SolidWorks, SolidEdge, Inventor, IGS, LANGKAH dan DWG; dan menulis
Caita V4 / 5/6, IGS, DWG; dan menanyakan sifat massa geometri 3D.

ZW3D CAD menyediakan fungsi:

1. Paramatric 3D Solid & Sufrace pemodelan dengan editing langsung;


2. Renderig 3D
3. D esain perakitan Big
4. Reverser rekayasa;
5. Mold desain. ZW3D CAM memberikan fungsi: Menghidupkan 1. 2 sumbu;
Penggilingan 2. 2 sumbu; 3. 3 sumbu Millng; 4. 4-5 Milling axis

2.4 Software MasterCam

Mastercam merupakan software yang digunakan untuk menggambarkan atau


merencanakan proses permesinan secara virtual melalui layar komputer. Hasil
perencanaan proses permesinan tersebut selanjutnya digunakan sebagai pedoman
pada pemrograman mesin CNC (computer numerical controlled). Mastercam
dikembangkan di Massachusetts pada tahun 1983. Perusahaan yang mengembangkan
Mastercam adalah CNC Software, Inc. yang merupakan salah satu dari beberapa
pengembang software PC berbasis computer aided design/computer aided
manufacturing tertua. CNC Software, Inc. sekarang ini berlokasi di Tolland,
Connecticut. Saat ini Mastercam berkembang luas dan sering digunakan baik di dunia
industri maupun dunia pendidikan.

Mastercam mendukung berbagai macam jenis mesin. Berikut produk-produk


dari Mastercam:
1. Design, untuk membuat bentuk 3D wireframe, pengukuran, serta importing
dan exporting file-file CAD non-Mastercam seperti AutoCAD, SolidWorks,
Solid Edge, Inventor, Parasolid, dll.
2. Mill, untuk pengerjaan frais. Pengerjaan frais yang dapat dilakukan seperti
pocketing, kontur, pengeboran, dll. Pengefraisan dapat dilakukan hingga lima
sumbu.
3. Lathe, untuk pengerjaan bubut.
4. Wire, untuk membuat wirepath baik 2-sumbu maupun 4-sumbu.
5. Art, untuk merancang desain 3D dengan cepat serta mampu mengonversi 2D
artwork menjadi bentuk yang machinable (mampu dikerjakan dengan
permesinan).
6. Router.

2.5 DMG MORI DMU 50

DMG MORI adalah salah satu produsen peralatan mesin pemotong terbesar di
Jerman dan produsen global mesin bubut dan mesin penggilingan terkemuka di CNC.
Produk meliputi mesin berteknologi tinggi yang inovatif, layanan industri dan solusi
perangkat lunak dan energi. Kelompok teknologi MDAX tersebut memiliki 21 lokasi
produksi di seluruh dunia dan 161 situs penjualan. Mesin DMG MORI DMU 50
merupakan mesin yang memiliki 5 axis dan mampu menampung 30 pahat dalam satu
mesin sehingga pergantian pahat dalam satu operasi dapat dilakukan secara automatis
sehingga mampu membuat produk dengan tingkat yang sangat komplek.