Anda di halaman 1dari 4

SOAL 1

a) Sebut seta jelaskan unsur – unsur yang terdapat dalam bukti audit yang
“realible/dapat dipercaya?”
 Independensi penyediaan bukti: bukti yang didapatkan dari luar entitas lebih dapat
diandalkan ketimbang bukti yang ada di dalam internal entitas
 Efektifitas pengendalian internal: apabila pengendalian internal efektif, maka bukti
audit yang dihasilkan dapat diandalkan daripada pengendalian internal yang lemah
 Tingkat objektifitas: bukti audit yang dipergunakan harus objektif bukan melihat
pertimbangan yang belum pasti
 Ketaatan waktu: Laporan auditor yang disampaikan sesuai periode akan
terceminkan dan bukti audit yang telah didokumentasi audit oleh auditor sesuai
dengan periode yang ditetapkan auditor.
b) Menurut saudara apakah yang seharusnya dilakukan oleh auditor jika dalam proses
pengujiannya yang bersangkutan menemukan adanya dua jenis bukti yang
informasi/hasilnya saling bertentangan/tidak mendukung/tidak menguatkan,
jelaskan!
Maka auditor harus menguji kembali dua bukti tersebut dengan meninjau kembali bukti
yang ada agar relevan dan sesuai dengan kejadian yang ada. Disini auditor dapat
menginpeksi proses2 entitas yg menghasilkan bukti audit, darimanakah bukti tersebut
didapatkan atau pada kejadian apa bukti itu didapat. Setelah melakukan pengujian kembali
barulah auditor memutuskan mengapa bukti ituberbeda dan mana bukti yang benar – benar
objenktif sesuai dengan kejadian yg ada.

SOAL 2
a) Sebutkan serta jelaskan langkah apa yang dilakukan oleh auditor dalam melakukan
perencanaan audit?
1) Menerima klien dan melakukan perencanaan awal audit
 Auditor menentukan apakah akan menerima klien baru atau akan
mempertahankan klien yang ada. Apabila menerima klien baru, makan
akan dilakukan investigasi.
 Mengidentifikasi apakah tujuan entitas membutuhkan audit
 Untuk menghindari kesalah pahaman auditor harus memahami syarat –
syarat penugasan klien
 Auditor harusdapat mengembangkan strategi awal termasuk staff
penugasan dan pekerjaan
2) Memahami bisnis klien dan industri klien
 Auditor harus memahami aturan akuntansi dan industri klien untuk
mengevaluasi apakah laporan keuangan yang dibuat klien sesuai dengan
prinsip akuntansi. Lalu auditor juga harus memahami kebijakan yang harus
ada di perusahaan klien yang dibuat pihkan berwenang.
 Auditor harus menilai apakah dari pengendalian internal yang ada dapat
mendeteksi resiko yang ada
3) Pelaksanaan prosedur analistis pendahuluan
Auditor harus melakukan evaluasi apakah LK dapat dibandingkan dengan data non
keuangan sebagai langkah awal untuk penilaian resiko
b) Menurut saudara apakah tujuan dari dilakukannya pengujian pengendalian
sebelum dilakukannya pengujian subtantif atas transaksi, serta apakah jika dari asil
pengujian pengendalian tersebut ditemukan bahwa resiko pengendalian rendah
maka apakah pengujian subtantif atas transaksi dapat dihilangkan, jelaskan!
Tidak dilaksanakannya pengujian pengendalian untuk mengetahui apakah prosedur
merusak efektifitas pengendalian dalam mendukung penilaian resiko sudah seuai dengan
resiko pengendalian yang akan diterapkan. Jika pengendalian mendukung perrncanaan
yang diharapkan auditor akan menggunakan penilaian pengendalian yang sama dengan
pendahuluan. Apabila pengendalian rendah maka tidak akan dapat menguji sebutantif atas
transaksi karena pengendalian yang rendah akan menyebabkan bukti audit lemah serta
tidak dapat mendeteksi resiko salah saji tepat waktu pada LK.

SOAL 3
a) Sebut serta jelaskan jenis jenis resiko apa saja yang ada dalam proses audit serta
tentukan hubungannya masing2 dalam menentukan resiko audit yang dapat di
terima (AAR)
Jenis Resiko:
 Resiko deteksi yang direncanakan: bahwa bukti audit untuk tujuan audit akan
gagal mendeteksi salah saji yang melebihi materialitas kinerja
 Resiko inheren: penilaian auditor atas adanya asersi salah saji yang material
sebelum memperhitungkan kefektifan pengendalian internal.
 Resiko pengendalian: penilaian auditor mengenai resiko bahwa salah saji yang
material akan terjadi dalam suatu asersi tetapi tidak dapat dideteksi secara tepat
waktu untuk pengendalian internal klien.
 Resiko audit yang dapat diterima: ukuran auditor untuk menerima bahwa LK
mengandung salah saji yang material setelah dilakukannya audit dan opini WTP
telah dikeluarkan.

b) Menurut saudara mengapa materialitas harus ditetapkan di awal penugasan dan


harus diinformasikan kepada klien? Selain itu apakah auditro dapat merubah
jumlah materialitas yang telah ditetapkan di awal penugasan? Jelaskan!
Hubungan dalam menetukan resiko yang dapat diterima, jika auditor menerima resiko
yang dapat diterima, artinya auditor ingin memastikan lebih dan yakin bahwa LK yang ada
bebas dari salah saji material apabila tingkat kepastian auditor 0% maka dapat diandalkan
dan apabila 100% tidak ada tingkat kepastian.
Karena pada awal pemilihan KAP, akan

SOAL 4
a) Apakah yang dimaksud dengan defisiensi, defisiensi yang signifikan, dan kelemahan
yang material dan jelaskan bagaimana cara mengidentifikasi masing-masingnya?
 Defesiensi: Terjadi apabila adanya pelaksanaan pengendalian yang tidak
memungkinkan karyawan perusahaan untuk mencegah atau mendeteksi salah saji
secara tepat waktu
 Defesiensi yang signifikan: terjadi jika salah satu atau lebih defesiensi
pengendalian yang lebih kecil dan kelemahan material karena dibawah apa yang
ditetapkan oleh pihak bertanggung jawab mengawasi LK.
 Kelemahan yang material: Terjadi jika defesiensi yang signifikan secara sendiri
atau bersama – sama dengan defesiensi signifikan lainnya yang memungkinkan
menyebabkan lebih kecil pada pengendalian internal tidak akan mencegah atau
mendeteksi salah saji tepat waktu.
Cara mengidentifikasi:
a) Mengidentifikasi pengendalian internal yang ada: auditor harus memahami
pengendalian yang ada untuk mendeteksi salah saji
b) Mengidentifikasi tidak menerapkannya pengendalian kunci: auditor harus
melakukan pengendalian melalui kuisioner
c) Pengendalian pengimbang: pengendalian yang diterapkan dalam suatu tempat
dalam sistem
d) Memutuskan apakah ada defesiensi yang signifikan dan kelemahan material yang
ada
e) Menentukan apakah ada salah saji yang potensial tetapi dapat dihasilkan
b) Menurut saudara bagaimana auditor dapat menemukan fraud dalam laporan klien
sementara hasil pengujian pengendalian mengindikasikan pengendalian internalnya
kuat. Jelaskan!
Apabila pengujian pengendalian internalnya kuat, maka auditor akan lebih mudah
menemukan fraud karena dari pengendalian yang kuat auditor telah memahami seluruh
aspek klien termasuk bisnis yang ada serta kemungkinan resiko yang akan terjadi. Jadi,
apabila terjadi fraud, dapat dilihat dari dokumentasi audir yang telah didapatkan oleh
auditor.

Anda mungkin juga menyukai