Anda di halaman 1dari 70

DOKUMEN

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL)


DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)

RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN


PERUMAHAN SANGKAKALA SILAE TAHAP II

JALAN PENANDA
KELURAHAN SILAE
KECAMATAN ULUJADI
KOTA PALU
SULAWESI TENGAH
2017%
Kata Pengantar

Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup, kami

selaku pemrakarsa kegiatan pembangunan perumahan sangkakala silae tahap II, menyusun

Studi Lingkungan berlandaskan pada Peraturan Menteri (PERMEN) No. 16 Tahun 2012

tentang UKL–UPL. Dimana dokumen UKL dan UPL ini secara umum berisi tentang kegiatan

pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan pemrakarsa.

Melalui penyusunan dokumen UKL UPL ini, nantinya diharapkan dampak yang akan

timbul dapat diupayakan langkah - langkah penanganannya. Sehingga hasil studi ini dapat

menjadi pedoman bagi pemrakarsa dan instansi/lembaga yang terlibat dan terkait dengan

rencana tersebut, terutama dalam menentukan kebijaksanaan pengelolaan dan pemantauan

lingkungan hidup.

Pemrakarsa berterima kasih kepada Tim Studi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu,

dan Dinas/Instansi terkait atas saran masukannya. Terima kasih juga diberikan kepada semua

pihak yang telah membantu dalam penyusunan dokumen ini.

Palu, 17 Juli 2017

D. L SITORUS
Pemrakarsa

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%ii%
Daftarisi

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR vi
DAFTAR TABEL vii
A. INDENTITAS PEMRAKARSA 1
B. RENCANA USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN 1
1. Nama Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan 1
2. Lokasi Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan 1
3. Skala/ Besaran Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan 3
4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan 7
a.Kesesuain Lokasi Terhadap RTRW Kota Palu 7
b.Penjelasan Mengenai Izin Prinsip dan Rencana Kegiatan 7
c.Komponen Rencana Kegiatan yang Dapat Menimbulkan Dampak 8
1) Tahap Pra Konstruksi 8
a) Perizinan 8
b) Survey Lokasi 8
c) PembebasanLahan 9
2) Tahap Konstruksi 9
a) Mobilisasi Peralatandan Pengadaan Material 9
b) Pengadaan Tenaga Kerja 9
c) Pekerjaan Pembukaan Lahan 10
d) Pekerjaan Jalan 10
e) Pekerjaan Konstruksi Perumahan 11
f) Pekerjaan Utilitas 13

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%iii%
3) Tahap Pasca Konstruksi 18
a) Pemutusan Hubungan Kerja 18
b) Demobilisasi Peralatan dan Material 18

c) Operasional Perumahan 18

C. DAMPAK LINGKUNGANYANGDITIMBULKAN DAN UPAYA


PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
1.% Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan 17
a.% Sumber Dampak 17
1) Tahap Pra Konstruksi 17
2) Tahap Konstruksi 18
3) Tahap Pasca Konstruksi 20
b.% Jenis Dampak 20
1) Tahap Pra Konstruksi 21
2) Tahap Konstruksi 21
3) Tahap Pasca Konstruksi 22
c.% Besaran Dampak 23
1) Tahap Pra Konstruksi 23
2) Tahap Konstruksi 23
3) Tahap Pasca Konstruksi 25
2.% Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 26
a.% Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup 26
1) Tahap Pra Konstruksi 26
2) Tahap Konstruksi 27
3) Tahap Pasca Konstruksi 29
b.% Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup 30
1) Tahap Pra Konstruksi 30
2) Tahap Konstruksi 31
3) Tahap Pasca Konstruksi 32

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%iv%
c. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup 32
1) Tahap Pra Konstruksi 32
2) Tahap Konstruksi 32
3) Tahap Pasca Konstruksi 33
3. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 33
a. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 33
1) Tahap Pra Konstruksi 34
2) Tahap Konstruksi 34
3) Tahap Pasca Konstruksi 36
b. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup 37
1) Tahap Pra Konstruksi 37
2) Tahap Konstruksi 38
3) Tahap Pasca Konstruksi 38
c. Periode Pemantauan Lingkungan Hidup 39
1) Tahap Pra Konstruksi 39
2) Tahap Konstruksi 39
3) Tahap Pasca Konstruksi 40
4. Institusi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup 40
a. Tahap Pra Konstruksi 40
b. Tahap Konstruksi 41
c. Tahap Pasca Konstruksi 42

D. JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH YANG DIBUTUHKAN 44


E. SURAT PERNYATAAN 45
F. DAFTAR PUSTAKA 46
G. LAMPIRAN

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%v%
DaftarGambar

Nomor
Nama Gambar Halaman Ket.
Gambar

1. Site plan dan Lokasi kegiatan Perumahan Sangkakala silae 5


tahap II
2. Potongan Jalan Perumahan Sangkakala Silae tahap II 11
3. Gambar Perletakan Septic Tank 13
4. Saluran Drainase 14
5. Alur Pembuangan sampah perumahan 15
Peta Titik Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Lamp.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%vi%
DaftarTabel

Nomor
Nama Tabel Halaman Ket.
Tabel

1. Spesifikasi Sangkakala silae tahap II 2

2. Jenis peralatan yang akan digunakan pada tahap


8
konstruksi

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%vii%
A.! Identitas Pemrakarsa
1. Nama Pemrakarsa : D. L Sitorus
2. Jabatan : Developer - Pengembang
3. Alamat :
• Rumah : Jln. Labu Lrg. III No. I Kota Palu
• Nomor Telpon : 0853 1599 4699
4. Nama Perusahaan : Perumahan Sangkakala Silae tahap II

B.! Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan


1.% Nama Rencana Usaha dan/ atau Kegiatan:
Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II.
2.% Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
! Jalan : Jl. Penanda
! Kelurahan : Silae
! Kecamatan : Ulujadi
! Kota : Palu
0
! Koordinat : 00 52’ 21,8” Lintang Selatan (LS) dan
0
119 49’ 46,1” Bujur Timur (BT)
Batas wilayah administrasi lokasi rencana usaha sebagai berikut:

Gambar 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Sdr. Muslimin

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%1%
Gambar 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan SPBE PT. Gema Palu

Gambar 3. Sebelah Timur berbatasan dengan tanah sdr. Kamal

Gambar 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Penanda

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%2%
3.% Skala / Besaran Rencana Usaha dan / atau Kegiatan
Rencana Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II yaitu berlokasi di Jalan
Penanda dengan luas lahan + 35. 353 m². Adapun rencana pembangunan perumahan
dilakukan secara bertahap sebanyak 104 unit dengan skala kegiatan sebagai berikut:
a. Luas Lahan Terbangun : 35. 353 m²
b. Tipe Bangunan : Type 47 (70 Unit), Type 58 (6 Unit), Type 72
(8 Unit), Type 78 (20 Unit) dan
Lapangan Futsal (1 Unit)
c. Garis Sepadan bangunan :7m
d. Garis Sepadan Pagar : 6 m dari As Jalan
e. Ketinggian bangunan : Maksimal 8 m
f. Lapisan Bangunan (lantai) : 2 lantai
g. Fungsi jalan : Lingkungan
h.% Spesifikasi Bangunan
Untuk spesifikasi rencana pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II dapat
terlihat seperti pada gambar berikut.
Tabel 1. Spesifikasi Perumahan Sangkakala Silae tahap II
Spesifikasi Type Bangunan
Pondasi Batu Kali
Dinding Batu Bata
Struktur Beton Bertulang
Lantai Bangunan Keramik
KM/WC Keramik
Kusen Kayu Kelas II
Daun Pintu Panil
Daun Jendela Kayu/kaca
Rangka Atap Kayu kelas II
Atap Soka Jempol
Plafond Gypsum
Air Bersih Sumur Bor
Listrik PLN 1300 watt/unit

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%3%
i. Sarana :

1) Ruang Terbuka Hijau (RTH)


Perbandingan building coverage adalah 70% : 30%. 70% untuk lahan terbangun
dan RTH 30% untuk pekarangan y a n g t erdiri dari 20% ruang terbuka hijau
publik dan 10% ruang terbuka hijau privat (pekarangan). Ruang terbuka hijau
publik pada perumahan ini berupa penanaman pohon di area pinggir jalan masuk
sebelah kiri dan kanan sekitar 20 meter perumahan yang berfungsi sebagai jalur
hijau yang mengikuti pola jaringan jalan perumahan dan penanaman vegetasi
pada titik-titik lokasi perumahan yang memiliki potensi untuk dilakukan
penanaman. Jenis vegetasi yang akan ditanam berupa pohon tanjung dan pohon
glodok dengan perbandingan 50 : 50.
2)% Perdagangan (warung/kios) dan Peribadatan (Fasos)
Untuk sarana perdagangan berupa warung/kios dan peribadatan berupa masjid
terdapat di sekitar lokasi perumahan dengan radius pelayanan ± 50 m dari lokasi
perumahan Sangkakala Silae tahap II.
j.% Prasarana Jaringan Jalan (Fasum)
Pembangunan prasarana jaringan jalan perumahan yaitu lebar jalan + 7 meter yang
dilengkapi drainase.
k.% Utilitas (Fasum)
Rencana saluran drainase, jaringan air tanah, jaringan listrik, lampu penerangan dan
duiker serta pengangkutan sampah kelokasi tempat pembuangan sementara (TPS)
terdekat.
l.% Bio septik tank di tiap unit rumah, sumur resapan dan lubang pori tanah.
m.% Total rencana estimasi pemakaian air bersih (air tanah) dan air limbah yang dihasilkan
perumahan sebanyak 104 unit:
Diasumsikan:
1)% Dalam satu rumah tangga terdiri dari 5 orang
2)% Dalam satu rumah hanya terdapat 1 rumah tangga
3)% Banyaknya air bersih yang dibutuhkan tiap orang/hari: 150 liter/orang/hari
4)% Persentase banyaknya limbah yang dihasilkan per orang/hari: 60 % dari jumlah
pemakaian air bersih per hari

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%4%
Berdasarkan Site Plan Perumahan Sangkakala Silae tahap II terdapat 104 unit bangunan
rumah yang dibangun secara bertahap. Dengan menggunakan asumsi di atas, maka:
1)% Banyaknya air bersih (air tanah) yang dibutuhkan = 5 x 150 liter/orang/hari = 750
liter/hari.
Jadi, kebutuhan air bersih (air tanah) dalam satu rumah tangga = 750 liter/hari Total
Kebutuhan air bersih 104 unit rumah = 104 x 750 liter/hari = 78.000 liter/hari.
2)% Banyaknya air buangan (limbah) dalam satu rumah tangga = 60% x 750 liter/hari =
450 liter/hari
Jadi, banyaknya air buangan (limbah) di 104 unit rumah = 104 x 450 liter/hari =
46.800 liter/hari.
(Sumber perhitungan estimasi pemakaian air bersih dan air limbah sesuai Standar
Perencanaan Tapak tahun 1997 oleh Joseph De Chiara dan Lee E. Koppleman)

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%5%
Gambar 5. Site plan dan Lokasi Kegiatan Perumahan
Sangkakala Silae tahap II

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%6%
4.% Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/atau Kegaiatan
a.% Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan dengan Tata Ruang
Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II untuk kesesuaian lokasi rencana
kegiatan dengan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, bahwa berdasarkan
Perda Nomor 16 tahun 2011 tentang RT/RW Kota Palu tahun 2030, lokasi Perumahan
tersebut diperuntukan sebagai Kawasan Pemukiman. Kegiatan tersebut diperbolehkan
dengan syarat tidak mengubah fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan tidak
mengganggu fungsi utama kawasan Pemukiman.
b.% Persetujuan Prinsip atas Rencana Kegiatan, dijelaskan sebagai berikut:
Telah diutarakan di bagian awal dari laporan ini, bahwa persiapan pada lokasi
pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II, di kawasan tersebut sesuai
dengan planning pemrakrasa dari konsultan tahun 2017 dilakukan pembangunan
perumahan dengan tujuan menyiapkan sarana hunian bagi masyarakat setempat sesuai
kebutuhan dan permintaan.
Kegiatan atau aktivitas pembangunan perumahan diatas, otomatis merupakan asupan
baru di lingkungan yang bersangkutan, dan menimbulkan dampak terhadap
lingkungan hidup.
Sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 16 Tahun 2012, tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup; maka laporan UKL∼UPL ini sudah
dilengkapi bukti formal berupa :
1)% Surat Keterangan Rencana Kota oleh Kepala Dinas Penataan Ruang dan
Pertanahan Kota Palu. Nomor 650/318/V/TR-29/DPRP/2017 tanggal 31 Mei 2017
(terlampir).
2)% Sosialisasi Pembangunan Perumahan dari Kelurahan Silae;
3)% Sertifikat Hak Milik Tanah dari Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia, Nomor : 311/HM/BPN.190.71/2013 tanggal 22/10/2013 (terlampir)
4)% Surat Keterangan Izin Usaha dari Kantor Kelurahan Silae Nomor :
155/SKT/PTB/II/2017 tanggal 14 Februari 2017.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%7%
C.% Komponen Rencana Kegiatan yang dapat Menimbulkan Dampak
Rencana Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II terletak di Jalan Penanda
Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Pembangunan perumahan tersebut, akan
merubah kondisi lingkungan secara mendasar berupa dampak positif dan negatif akibat
kegiatan pembangunan tersebut dan berpengaruh terhadap intensitas dampak yang akan
terjadi. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi lebih jauh mengenai aktivitas kegiatannya,
sehingga bisa diminimalisir dampak yang akan terjadi. Sumber atau penyebab dampak
yang perlu ditelaah dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) komponen besar yaitu: 1)
Kegiatan tahap pra-konstruksi, 2) tahap konstruksi, dan 3) tahap pasca konstruksi.
Kegiatan–kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1)% Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Pembangunan perumahan dilakukan oleh pemrakarsa yang telah mendapatkan
rekomendasi izin peruntukan kawasan/lahan dari Dinas Penataan Ruang dan
Pertanahan Kota Palu.
b)% Survey Lokasi
Survei lokasi, pengambilan sample air permukaan dan sample tanah. Pengambilan
sample dilakukan untuk mengetahui kondisi sample air dan sample tanah sebelum
adanya kegiatan pembangunan perumahan. Pengukuran lokasi dilakukan untuk
mengetahui kondisi geologi (tanah dan batuan) dan kondisi topografi di lapangan.
Kegiatan ini mencakup antara lain pemetaan topografi tapak kegiatan dengan
menggunakan alat ukur dan tenaga kerja yang ahli di bidang pengukuran serta
beberapa tenaga kerja kasar untuk membantu pekerjaan pembukaan jalan setapak.
c)% Pembebasan Lahan
Rencana pembangunan perumahan meliputi pembangunan gedung rumah dan
fasilitas penunjang perumahan dalam areal seluas + 35. 353 m² semua areal dapat
digunakan sebagai lahan perumahan. Dengan mempertimbangkan aspek kesesuaian
lahan, maka peruntukan lahan direncanakan sesuai dengan Peta Tata Guna Lahan
Kota Palu, maka pembagunan perumahan termasuk dalam wilayah pengembangan
kota baru yang diperuntukan bagi kegiatan pengembangan permukiman.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%8%
Dalam rangka penyiapan lahan pembangunan perumahan, pemrakarsa telah dan
akan melakukan pembebasan lahan. Prosedur pembebasan lahan dilakukan
berdasarkan kesepakatan pemrakarsa dan masyarakat yang bersangkutan dalam hal
ini pemilik tanah. Dengan adanya pembebasan lahan maka terjadi pengalihan fungsi
lahan dimana lahan sebelumnya merupakan kebun masyarakat dan dibebaskan untuk
pembangunan perumahan.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Proses mobilisasi alat dan bahan diangkut ke lokasi pekerjaan melalui jalan Penanda
Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu dan adapun kondisi jalan tersebut
dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 6. Kondisi Estisting Jalan Depan Perumahan

(1)% Peralatan
Jenis-jenis peralatan yang akan dimobilisasi oleh pelaksana didatangkan dari
lokasi kantor ke lokasi proyek, yaitu:
Tabel 2. Jenis peralatan yang akan digunakan pada tahap konstruksi
No. Jenis Alat Kegunaan Alat
1 Loader 1 buah Meratakan lahan
2 Dump Truk 5 buah Pengangkutan material
3 Mollen 2 buah Alat pencampur material beton
4% Alat-alat kerjapertukangan

(2)% Sumber Material


Hampir seluruh komponen bangunan rumah yang akan dibangun dalam kategori
rumah sederhana adalah rumah yang tidak bersusun dibangun di atas tanah
2
dengan luas lahan kavling 35. 353 m . Bahan yang digunakan umumnya dari
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%9%
dinding batu bata, lantai keramik 40x40, dan rangka atap baja ringan penutup
metal sesuai spesifikasi.
Bahan bakar untuk pengoperasian berbagai fasilitas seperti kendaraan akan
dibeli dipasaran. Keperluan air cukup besar, untuk kebutuhan konstruksi
menggunakan sumber air dari sumur bor. Untuk memperoleh tenaga kerja yang
akan mendukung pelaksanaan kegiatan terutama tahap konstruksi cukup tersedia
di daerah ini. Demikian juga halnya usaha-usaha lokal (perusahaan skala kecil)
berpeluang untuk menjadi mitra dalam berbagai tahap kegiatan cukup tersedia
didaerah ini.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Rekruitmen tenaga kerja dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan pembangunan yang akan dikerjakan. Sumber kerja berasal dari penduduk
sekitar lokasi proyek dan tenaga kerja yang didatangkan dari luar. Rekruitmen tenaga
kerja diprioritaskan bagi penduduk yang dibebaskan lahannya atau masyarakat yang
berada dekat dengan rencana kegiatan. Pengadaan tenaga kerja yaitu berjumlah 15 orang
tenaga lokal, 5 orang tenaga ahli dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pesanan
bangunan rumah. Jam kerja tenaga kerja sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang
Ketenaga kerjaan yaitu maksimal 8 jam kerja. Untuk pembangunan perumahan ini jam
kerja (buruh) yang dapat diterapkan yaitu jam 08.00 – 16.00 dengan waktu istirahat pada
jam 12.00 – 13.00.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
(1)% Pengupasan Vegetasi
Pengupasan vegetasi dilakukan dengan jalan menebang pohon-pohon atau semak-
semak yang tumbuh di lokasi rencana pembangunan, hingga ke bagian akar tanaman
dan bagian tanah yang lunak setelah itu di pindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir
(TPA).
(2)% Pekerjaan Galian Tanah
Penggalian tanah dilakukan untuk pekerjaan pondasi, pembentukan badan jalan, dan
saluran drainase, sesuai dengan kedalaman rencana.
(3)% Pekerjaan Timbunan Tanah
Pekerjaan timbunan tanah dilakukan dengan menggunakan bahan material tanah
atau pasir urug yang diperoleh dari sekitaran Kel. Loli. Timbunan dilakukan untuk
mencapai elevasi lantai atau elevasi permukaan jalan yang sesuai gambar rencana.
Material timbunan diambil dari wilayah Kelurahan Loli yang mempunyai deposit
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%10%
tanah yang memenuhi standar tanah timbunan dengan jumlah yang mencukupi.
Bahan timbunan diangkut menggunakan +10 dump truck atau + 70 Kubik di
letakkan didalam lokasi pekerjaan.
(4)% Perataan dan Pemadatan
Untuk memperoleh hasil penimbunan yang baik, maka penimbunan dilakukan
secara berlapis yaitu untuk setiap ketebalan 20 cm timbunan diratakan dan
dipadatkan kemudian ditimbun kembali dan tetap memperhatikan kemiringan lahan
untuk saluran pembuangan/drainase.
d)% Pekerjaan Jalan
Sistim jaringan jalan yang direncanakan mempunyai dua fungsi yaitu sebagai
penghubung antar fungsi kegiatan didalam perumahan dan sebagai penghubung
perumahan dengan daerah di luarnya. Adapun existing jalan sebelum adanya kegiatan
masih berupa pemadatan jalan belum adanya pengaspalan jarak antara jalan utama
dengan lokasi proyek yaitu 5 meter. Untuk pembangunan jalan ditekankan sebagai
penghubung di dalam perumahan, yang berfungsi sebagai pembentuk kesatuan antar
setiap penggunaan lahan yang direncanakan. Adapun jaringan jalan yang direncanakan
yaitu jalan kompleks perumahan yang disebut juga jalan lokal sekunder II merupakan
penghubung antara jalan kolektor dengan pusat Lingkungan Siap Bangun (LISIBA) dan
atau menghubungkan pusat Kawasan Siap Bangun (KASIBA) dengan pusat LISIBA,
sebagai akses menuju jalan lokal sekunder III ke pusat LISIBA.

Gambar%7.%Potongan%Jalan%Perumahan%Sangkakala%Silae%tahap%II%

35 7%m 35%

e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan


Adapun tahapan dari pembangunan perumahan adalah sebagai berikut;
(1)% Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan pondasi untuk bangunan ini disesuaikan dengan gambar rencana
dilampiran. Adapun peralatan yang digunakan adalah; dump truck, mollen, serta alat

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%11%
yang sesuai dengan jenis pondasi yang akan digunakan sehingga tahan terhadap
gempa.
(2)% Pekerjaan Sloof Beton Sloof adalah struktur dari bangunan yang terletak diatas
fondasi, berfungsi untuk meratakan beban yang diterima oleh fondasi, juga berfungsi
sebagi pengunci dinding agar apabila terjadi pergerakan pada tanah (gempa), dinding
tidak roboh. Sehingga sloof sangat berperansekali terhadap kekuatan dari bangunan,
bahan yang digunakan adalah beton dengan campuran 1 semen : 2 Pasir : 3 split
(koral). Pekerjaan sloof beton untuk bangunan ini disesuaikan dengan gambar
rencana.
(3)% Pemasangan jendela dan pintu
Pemasangan kusen pintu dapat dilakukan bersamaan dengan pemasangan batu bata,
atau untuk kusen kayu kelas II dilakukan setelah balok gantung dan dinding
terpasang. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan jendela dapat dilakukan kemudian,
atau ketika pekerjaan lantai selesai dilakukan namun tetap memperhatikan gambar
detail yang ada pada shop drawing.
(4)% Pemasangan ring balok
Pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan pekerjaan kolom, hanya saja
dalam pengerjaan bekisting perlu adanya tambahan kayu dolken/ubar. Kayu ini
berfungsi sebagai steger/penopang dari bekisting agar bekisting tetap pada tempatnya
(tidak terjadi lendutan). Kayu steger tersebut ditegakkan dengan jarak sekitar 40 cm.
Pelaksanaan pengecoran balok atau ring balok, biasanya seiringan dengan
pelaksanaan pelat lantai. Alat yang digunakan yaitu mollen.
(5)% Pekerjaan Atap
Tahap pekerjaan atap yaitu pekerjaan kuda-kuda dan pekerjaan rangka atap. Setelah
kedua tahap selesai, pekerjaan selanjutnya adalah proses kerja penutupan atap dan
plafon rumah tidak diperbolehkan tertutup keseluruhan agar adanya sirkulasi udara.
(6)% Pekerjaan Lantai Keramik
Pekerjaan lantai yang dilakukan dalam pembangunan perumahan ini meliputi
pekerjaan cor lantai, pekerjaan Plint Keramik, Pekerjaan Pemasangan keramik lantai,
pekerjaan dan pemasangan keramik dinding kamar mandi.
f)% Pekerjaan Utilitas
(1)% Air Limbah
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian,
limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%12%
buangan atau sesuatu yang tidak terpakai berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air
limbah terdapat bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan
kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi bakteri-bakteri penyebab penyakit : 1)
disentri, 2) tipus, 3) kolera dan penyakit lainnya. Air limbah tersebut harus diolah agar
tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus
dikelola untuk mengurangi pencemaran.
(a)% Limbah Rumah Tangga dari Buangan Closet (WC) setiap rumah
Closet (WC) adalah suatu cara pembuangan air kotoran manusia agar air kotoran
tersebut tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan. dalam pembangunan
perumahan ini untuk penanganan limbah rumah tangga dari buangan closet (WC)
dibuat bak penampung kotoran (septik tank kumunal) yang terdiri dari bak
pengumpul dan bak peresapan serta dihubungkan dengan saluran pipa pralon. Air
limbah closet (WC) dialirkan melalui pipa pralon ke bak penampung kotoran
berdinding kedap air. Peresapan air pada closet tergantung dari kapasitas tangki/bak
dan jenis tanahnya. Semakin kecil bak peresapan, maka akan semakin kecil
resapannya.
Gambar 8. Gambar Perletakan Septic Tank

(b)% Limbah Rumah Tangga dari Saluran Air Pembuangan di setiap rumah
Selain dari buangan closet (WC) limbah bekas air buangan kamar mandi dan bekas
air cucian juga harus dikelola dengan baik. Pada pembangunan perumahan ini
penanganan limbah bekas air buangan kamar mandi dan bekas air cucian dari dalam

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%13%
rumah dialirkan ke selokan (drainase) di lingkungan rumah dan berakhir di sistem
air limbah Kumunal yang di buat oleh pemrakarsa.
(2)% Saluran Drainase
Sistem drainase pada perumahan berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan
sebagai pengendali keperluan air serta untuk mengontrol kualitas air tanah. Drainase
perumahan direncanakan untuk mengendalikan erosi yang dapat menyebabkan kerusakan
pada bangunan serta mengendalikan air hujan yang berlebihan atau genangan air pada
rumah tinggal.
Saluran air limbah dibuat lebih miring agar kotoran cepat keluar dari saluran dan tidak
menyebabkan penyumbatan pada saluran tersebut. Saluran drainase ini dibangun
mengikuti pola jaringan jalan perumahan dengan lebar 35 cm dan langsung berhubungan
dengan drainase Kota.
Air hujan yang jatuh ke badan jalan dan perumahan dialirkan kesaluran drainase. Saluran
ini diharapkan mengalirkan kelebihan air permukan sehingga tidak terjadi genangan pada
badan jalan dan perumahan. Genangan air yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan
badan jalan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Gambar 9. Saluran Drainase

(3)% Sistem Pembuangan Sampah (Fasum)


Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia
maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Penanganan sampah
kompleks perumahan biasanya diambil dengan gerobak sampah/truk sampah dan

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%14%
dibuang ke tempat lain hal ini dilakukan secara rutin untuk mencegah dampak
tercemarnya lingkungan akibat sampah.
Sistem pembuangan sampah pada perumahan ini yaitu pemrakarsa menyediakan
fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS) di lingkungan perumahan berupa 1 (satu)
unit tempat sampah yang diletakkan disetiap perumahan. Sampah tiap rumah langsung
dibuang ke TPS yang kemudian diangkut oleh truk sampah ke TPA (Kota Palu). Sistem
pembuangan sampah ini akan dikoordinasikan dengan RT/RW setempat.
Gambar 10. Alur Pembuangan sampah perumahan

Diangkut%ke%TPS%
Asal%sampah% Dibuang%pada%Tempat% terdekat%oleh%petugas%
(rumah)% dengan%
sampah%depan%rumah%
Kaisar(kerjasama%
dengan%kelurahan%
setempat)%

Dari% TPS% diangkut% oleh% truk%


sampah%ke%Tempat%Pembuangan%
Akhir%(TPA)%Kota%Palu%

(4)% Air Bersih/Minum (Fasum)


Sumber air bersih/minum yaitu sumur bor. Untuk menjaga tersedianya air di dalam tahan
maka di lakukan penanaman pohon yang perakarannya dapat menyimpan cukup air di
dalam tanah dan dengan membuat lubang pori tanah sehingga dapat menampung air
hujan di dalam tanah.
(5)% Pemasangan Instalasi Listrik (Fasum)
Pemasangan instalasi listrik sesuai dengan gambar desain, RKS dan spesifikasi teknis
pekerjaan elektrikal dan mekanikal. Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal
sesuai dengan perencanaan dan membutuhkan kontrol yang lebih lanjut, sehingga
dikerjakan oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Untuk pekerjaan instalasi listrik
di setiap perumahan 1300 watt, telepon, dan ducting dilakukan sebelum plesteran dinding
dan pemasangan plafond. Instalasi Stop Kontak dan saklar-saklar dipasang pada dinding
dengan rapi sesuai penempatannya pada gambar-gambar rencana, setelah semua instalasi
titik api dan instalasi stop kontak dan saklar terpasang barulah diberi lampu-

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%15%
lampu sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar-gambar rencana. Adapun
Penanggulangan Kebakaran di sediakan tabung Hydran 5 buah disekitar dapur
perumahan Sangkakala Silae tahap II.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Setelah selesai konstruksi pembangunan perumahan dilakukan pemutusan hubungan
kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja tersebut sesuai dengan perjanjian tidak
diberikan pesangon.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Demobilisasi peralatan atau pengangkutan material yang masih dimanfaatkan oleh
pemrakarsa pada pasca konstruksi berupa aset yang telah di bongkar, arsip
perusahaan, alat∼alat berat, kendaraan/ truk, dan sebagainya.
c)% Operasional Perumahan
Perumahan yang telah selesai dapat di operasikan. Kemudian diikuti dengan
kegiatan pemeliharaan perumahan. Pembeli/user di berikan asuransi perbaikan fisik
apabilla perumahan yang dia beli dalam kondisi tidak sempurna dan masih tanggung
jawab pemrakarsa.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%16%
C.! Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Penentuan dampak lingkungan yang akan terjadi sangat tergantung pada jenis kegiatan
yang akan dilaksanakan dan kondisi rona lingkungan hidup di lokasi Rencana
Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II di Jalan Penanda, Kelurahan Silae,
Kecamatan Ulujadi Kota Palu.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat di uraikan berbagai komponen lingkungan yang
akan terkena dampak serta dampak yang diperkirakan akan timbul sebagai berikut:
1.% Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Rencana Usaha Dan/Atau
Kegiatan a. Sumber Dampak
1)%Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Lokasi pembangunan perumahan terletak di Jalan Penanda Kelurahan
Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu menurut peraturan tata ruang Kota
Palu lokasi tersebut merupakan kawasan peruntukan lainnya. Sehingga
tidak memberikan dampak yang signifikan.
b)% Survei Lokasi Kegiatan
Pada tahap ini dilakukan kegiatan awal berupa survei ke lokasi rencana
pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II di Kelurahan Silae
Kecamatan Ulujadi Kota Palu.
Dampak diperkirakan akan timbul adalah keresahan masyarakat,
terutama jika masyarakat tidak dilibatkan di dalam kegiatan awal ini,
sumber dampak yang lain terhadap keresahan masyarakat adalah
pengukuran lokasi, pengambilan sample dan pemasangan tanda batas
serta papan informasi.
c)% Pembebasan Lahan
Lahan yang menjadi hak milik masyarakat, sebelum dimanfaatkan oleh pemrakarsa,
harus terlebih dahulu dibebaskan melalui ganti rugi lahan yang sesuai dengan harga
lahan yang berlaku di Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Dampak yang
diperkirakan akan terjadi adalah persepsi negatif dari masyarakat bila nilai ganti rugi
tidak sesuai dengan harga lahan yang disepakati bersama. Bila penggantian rugi
lahan sesuai dengan hasil kesepakatan maka yang timbul adalah dampak positif dari
persepsi positif masyarakat, dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang
lahannya masuk dalam area yang dibebaskan.
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%17%
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Kegiatan ini sebagai sumber dampak yang berpotensial menimbulkan dampak
negatif yaitu aktifitas mobilisasi peralatan dan material pembangunan perumahan
yang keluar – masuk di lokasi pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Sumber dampak dari pengadaan tenaga kerja yaitu dapat menimbulkan dampak
negatif jika merekrut tenaga kerja tidak diambil dari tempat sekitar lokasi
pembangunan perumahan sehingga menimbulkan kecemburuan dari penduduk
setempat yang merasa kurang berpartisipasi. Kegiatan ini akan memberikan dampak
positif jika merekrut tenaga kerja diprioritaskan dan ditawarkan kepada penduduk
setempat yang ingin bekerja di lokasi pembangunan perumahan jika ada kekurangan
tenaga kerja akan dipenuhi dari luar lokasi proyek secara bertahap.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Sumber dampak pembukaan lahan meliputi kegiatan penebangan dan pembukaan
pohon dan semak belukar pada lokasi pembangunan perumahan, yang luasnya
sesuai dengan keperluan peruntukan lahannya.
d)% Pekerjaan Jalan
Sumber dampak pekerjaan jalan meliputi pekerjaan tanah mencakup pekerjaan
galian untuk badan jalan dan saluran, pekerjaan timbunan, perkerasan berbutir dan
perkerasan aspal.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Sumber dampak dari pekerjaan konstruksi perumahan yaitu meliputi kegiatan:
(1)% Pekerjaan pondasi;%
%
(2)% Pekerjaan sloop beton;%
%
(3)% Pekerjaan kolom dan dinding;%
%
(4)% Pemasangan jendela dan pintu;%
%
(5)% Pemasangan ring balok;%
%
(6)% Pekerjaan atap; dan%
%
(7)% Pekerjaan lantai keramik.%
%
f)% Pekerjaan Utilitas
Sumber dampak dari pekerjaan pembangunan utilitas yaitu meliputi kegiatan:
(1)% Pembangunan instalasi air limbah

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%18%
(a)% Limbah rumah tangga dari buangan closet (wc)
(b)% Limbah rumah tangga dari saluran air pembuangan
(2)% Pembangunan saluran drainase
(3)% Pembuangan sampah rumah tangga;
(4)% Pemasangan instalasi listrik
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja%
%
Sumber dampak pemutusan hubungan kerjaberupa tenaga kerja dilepaskan secara
berangsur-angsur sampai dengan berakhirnya kontrak kerja di unit kerja masing-
masing. Pelaksanaan pelepasan tenaga kerja sesuai dengan peraturan
ketenagakerjaan yang berlaku.
%
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material%
%
Sumber dampak demobilisasi peralatan dan material meliputi kegiatan pengangkutan
peralatan pembangunan perumahan dan sisa bahan material pembangunan
perumahan.
c)% Operasional Perumahan%
%
Sumber dampak dari operasional perumahan meliputi terbangunnya sejumlah unit
rumah sesuai rencana pemrakarsa.
%
b.% Jenis Dampak
Jenis dampak yang diperkirakan timbul pada setiap tahap tersebut adalah :
1)% Tahap Pra Konstruksi
a)% Perizinan
Dampak yang diperkirakan akan timbul dengan adanya kegiatan perizinan lahan
adalah keresahan masyarakat setempat.
b)% Survei Lokasi Kegiatan
Dampak yang diperkirakan akan timbul dengan adanya kegiatan survei ke
lokasi adalah sikap dan persepsi masyarakat yang negatif.
c)% Pembebasan Lahan
Dampak yang diperkirakan akan terjadi adalah persepsi negatif dari masyarakat
bila nilai ganti rugi tidak sesuai dengan harga lahan yang disepakati bersama.
Bila penggantian rugi lahan sesuai dengan hasil kesepakatan maka yang timbul
adalah dampak positif dari persepsi positif masyarakat, dan meningkatkan
pendapatan bagi masyarakat yang lahannya masuk dalam area yang dibebaskan.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%19%
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:

(1)% Terganggunya arus lalu lintas pada waktu mobilisasi alat berat dan material di
jalan-jalan umum pada jam-jam sibuk;
(2)% Penurunan kualitas udara berupa meningkatnya kadar debu dan kebisingan; dan
(3)% Persepsi negatif dari masyarakat setempat.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Adanya peluang pekerjaan;%
%
(2)% Penghasilan penduduk meningkat (tenaga kerja pembangunan);%
%
(3)% Jika pengadaan tenaga kerja tidak didasarkan seleksi yang baik maka hasil kerja
rendah dan kemungkinan sering terjadi kecelakaan;%
%
(4)% Kecemburuan tenaga kerja lokal akibat penyerapan tenaga kerja dan
kesempatan berusaha di proyek tidak diperoleh.%
%
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Meningkatnya sebaran debu pada sekitar lokasi pembangunan perumahan;
(2)% Kebisingan meningkat pada waktu pekerjaan berlangsung;
(3)% Terganggunya ekosistem flora dan fauna. Beberapa flora akan mati dan fauna
akan terganggu, bahkan bermigrasi ke tempat lain.
d)% Pekerjaan Jalan
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Dampak pada waktu pengangkutan material berupa kecelakaan lalu lintas;
(2)% Kebisingan dari kendaraan yang mengangkut alat (tools) dan material;
(3)% Polusi udara oleh debu dari kendaraan yang keluar masuk lokasi proyek;
(4)% Keselamatan dan kesehatan pekerja terganggu; dan
(5)% Persepsi masyarakat menurun sebagai dampak turunan dampak tersebut diatas.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Penurunan kualitas udara;
(2)% Peningkatan kebisingan;
(3)% Kualitas air menurun akibat adanya pembangunan pondasi;

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%20%
(4)% Resiko adanya kecelakaan kerja pekerja bangunan; dan
(5)% Persepsi masyarakat
f)% Pekerjaan Utilitas
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Rembesan kapiler;
(2)% Penurunan kualitas air tanah;
(3)% Peningkatan terhadap aliran permukaan (surface run off);
(4)% Penurunan kualitas udara akibat pekerjaan drainase; dan
(5)% Keselamatan dan kesehatan pekerja terganggu.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah menurunnya tingkat pengahasilan
masyarakat, khusus tenaga kerja yang diakibatkan dari selesainya pembangunan
perumahan.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah:

(1)% Terganggunya arus lalu lintas pada waktu mobilisasi alat berat dan material di
jalan-jalan umum pada jam-jam sibuk;
(2)% Penurunan kualitas udara berupa meningkatnya kadar debu dan kebisingan; dan
(3)% Keresahan masyarakat akibat kemacetan demobilisasi alat berat dan material.
c)% Operasional Perumahan
Jenis dampak yang diperkirakan timbul adalah:
(1)% Tersedianya fasilitas sarana hunian di Kota Palu;
(2)% Bertambahnya produksi air limbah buangan closet (wc)
(3)% Bertambahnya produksi air limbah kegiatan mencuci, mandi, dan lain-lain;
(4)% Bertambahnya produksi sampah. Akibat bertambahnya penduduk berarti
sampah yang dihasilkan semakin meningkat;
(5)% Gangguan kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan;
(6)% Adanya persepsi negatif masyarakat berupa kecemburuan sosial adanya
pendatang baru.
c.% Besaran Dampak
Adapun besaran dampak setiap tahap antara lain:
1)% Tahap Pra Konstruksi

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%21%
Berdasarkan indikator dampak yaitu banyaknya persepsi/keluhan yang timbul dari
masyarakat di sekitar rencana lokasi pembangunan perumahan, maka besaran
dampaknya negatif dan tergolong kecil.
2)% Tahap Konstruksi
Berdasarkan jenis dampak dan indikator dampak maka besaran dampak dapat
diuraikan sebagai berikut.
a)% Kadar debu di udara dan kandungan gas-gas di udara seperti CO, CO2, NOx dan
Sox yang dinilai berdasarkan PP RI No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara, dan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan
Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988 tentang Baku Mutu Lingkungan.
Besaran dampak terhadap penurunan kualitas udara relatif kecil dan bersifat
negatif;
b)% Peningkatan kebisingan, dinilai berdasarkan baku mutu tingkat kebisingan
untuk kawasan perumahan dan permukiman, dinilai berdasarkan Berdasarkan
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-48/MNLH/11/1996
tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan. Dampak yang timbul relatif kecil dan
bersifat negatif.
c)% Penurunan kualitas air, dinilai berdasarkan baku mutu kualitas air berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air Dampak yang timbul relatif kecil dan
bersifat negatif;
d)% Gangguan lalu lintas, dinilai berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas yang
meningkat saat dilakukan kegiatan konstruksi, sebagiankendaraan proyek akan
melalui jalan utama dan kendaraan keluar masuk area kegiatan rencana
pembangunan perumahan. Dampak yang terjadi bersifat negatif dan relatif kecil;

e)% Penghasilan tenaga kerja meningkat dari adanya peluang kerja. Berdasarkan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 20 orang maka peluang
peningkatan penghasilan meningkat. Jenis dampak yang akan timbul tergolong
kecil dan bersifat positif;
f)% Kecemburuan sosial dan keresahan/persepsi negatif masyarakat terhadap
pembangunan perumahan dianggap sedang, sebab masyarakat yang tinggal
bermukim di sekitar lokasi kegiatan jumlahnya besar (sekitar 150 KK);

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%22%
g)%Flora dan fauna terganggu. Berdasarkan jenis dan dampak yang akan terjadi
maka besaran dampak adalah kecil dan bersifat negatif. Tumbuhan yang banyak
terdapat di lokasi rencana pembangunan perumahan adalah tumbuhan liar
(semak-semak) dan untuk fauna hanya sedikit yang dijumpai di lokasi tersebut;
h)%Keselamatan dan kesehatan pekerja dinilai berdasarkan penggunaan alat
pengaman diri sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) (kelengkapan
minimal: masker, helm, sepatu boots, sarung tangan, jaket, kacamata). Dampak
yang terjadi bersifat negatif dan relatif kecil;
i)% Gangguan terhadap aliran air tanah; indikator yang dapat dijadikan dampak
berupa terganggunya aliran air tanah adalah hilangnya lapisan tanah pembawa
air yang dapat menurunkan kuantitas air tanah di wilayah tersebut. Dampak
yang timbul relatif sedang dan bersifat negatif. Luas lahan yang akan terganggu
terhadap aliran air tanah mencapai 35. 353 m².
3)% Tahap Pasca Konstruksi
Berdasarkan jenis dampak dan indikator dampak maka besaran dampak dapat diuraikan
sebagai berikut.
a)% Pemutusan Hubungan Kerja memberikan dampak pengangguran, skala dampak
adalah kecil dan bersifat negatif;
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material, dinilai berdasarkan tingkat kepadatan lalu
lintas yang meningkat serta keresahan masyarakt saat dilakukan kegiatan pasca
konstruksi, sebagian kendaraan proyek akan melalui jalan utama dan kendaraan
keluar masuk area kegiatan rencana pembangunan perumahan. Dampak yang terjadi
bersifat negatif dan relatif kecil;
c)% Kadar debu di udara dan kandungan gas-gas di udara seperti CO, CO2, NOx dan
Sox yang dinilai berdasarkan PP RI No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara, dan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan
Hidup No 02/MENKLH/1988 tentang Baku Mutu Lingkungan. Besaran dampak
terhadap penurunan kualitas udara relatif kecil dan bersifat negatif;
d)% Peningkatan kebisingan, dinilai berdasarkan baku mutu tingkat kebisingan untuk
kawasan perumahan dan permukiman, dinilai berdasarkan Berdasarkan Keputusan
Menteri Negara Lingkungan HidupNo. KEP-48/MNLH/11/1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Kebisingan. Dampak yang timbul relatif kecil dan bersifat negatif.
e)% Tersedianya fasilitas sarana hunian di Kota Palu dianggap sedang dan bersifat
positif. Kebutuhan sarana hunian bagi masyarakat terpenuhi;
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%23%
f)% Air limbah yang dinilai berdasarkan Permen Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun
2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Besaran dampak terhadap air limbah udara
relatif kecil dan bersifat negatif;
g)% Bertambahnya produksi sampah yang dinilai berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Besaran dampak terhadap
bertambahnya produksi sampah relatif kecil dan bersifat negatif;
h)% Gangguan Keamanan dan kenyamanan lingkungan perumahan dianggap sedang dan
bersifat negatif;
i)% Persepsi negatif masyarakat berupa kecemburuan sosial akibat adanya pendatang
baru dianggap kecil dan bersifat negatif.
2.% Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
Program pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan berkenaan dengan rencana
pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II di Kelurahan Silae Kecamatan
Ulujadi Kota Palu, berdasarkan tahap∼tahap kegiatan sebagai berikut:
a.% Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Langkah∼langkah yang dilakukan untuk mengelola dampak termasuk yaitu:

(1)% Melakukan negoisasi dengan masyarakat tentang rencana pembebasan


lahan (perizinan lahan);%
%
(2)% Khusus untuk lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat, diupayakan agar
dilakukan pertemuan antara pemilik lahan, pemrakarsa dan masyarakat setempat
untuk mencapai suatu kesepakatan tentang penetapan batas harga lahan tersebut.%
%
b)% Survei Lokasi Kegiatan
(1)% Memberikan informasi kepada masyarakat akan adanya pembangunan
perumahan;
(2)% Melakukan koordinasi dengan aparat Kelurahan.
c)% Pembebasan Lahan
(1)% Melakukan negosiasi dengan masyarakat tentang rencana pembebasan lahan;%
%
(2)% Membuat suatu kesepakatan dengan masyarakat khususnya pemilik lahan
tentang penetapan harga lahan yang akan dibebaskan tersebut; dan%

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%24%
(3)% Khusus untuk lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat, diupayakan agar
dilakukan pertemuan antara pemilik lahan, pengusaha dan masyarakat setempat
untuk mencapai suatu kesepakatan tentang penetapan batas harga lahan tersebut.%
%
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material

(1)% Memasang rambu∼rambu lalu lintas atau papan pemberitahuan yang ada
hubungannya dengan kegiatan tersebut, hati∼hatikendaraan proyek keluar
masuk, kurangi kecepatan (kecepatan max 40 km/jam);%
%
(2)% Untuk meminimalisasi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas, hendaknya
mobilisasi dilakukan bukan pada jam-jam sibuk kendaraan (jam masuk dan jam
pulang kerja/sekolah);%
%
(3)% Menggunakan kendaraan yang telah lulus uji emisi gas buangan dan uji
kebisingan;%
%
(4)% Masyarakat pendatang yang bekerja diproyek tersebut hendaknya beradaptasi
dan berinteraksi yang dengan masyarakat setempat, dengan membuat kegiatan%
yang sifatnya mencipta suasana keakraban diantara mereka.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
(1)% Seleksi tenaga kerja sesuai dengan persyaratan jenis pekerjaan;%
%
(2)% Memberi pekerjaan minor misalnya pemasangan batu saluran air diserahkan pada
sub kontraktor%
%
(3)% Memperioritaskan tenaga kerja lokal (masyarakat yang terkena proyek).%
%
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
(1)% Penyiraman secara berkala di lokasi pembukaan lahan;
(2)% Kegiatan pengoperasian kendaraan untuk pematangan tanah tidak pada jam istirahat
terutama pada lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk;
(3)% Perawatan mesin secara intensif termasuk peredam suara dari kendaraan tersebut;
(4)% Penanaman kembali (revegetasi) dengan tanaman yang diprakirakan dapat cepat
berkembang.
d)% Pekerjaan Jalan
(1)% Pemasangan rambu-rambu lalu lintas;
(2)% Pengaturan kecepatan kendaraan pengangkut material dalam batas yang aman;
(3)% Menggunakan kendaraan yang telah lulus uji emisi gas buangan dan uji kebisingan;

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%25%
(4)% Penyiraman secara berkala (pagi dan sore hari) terhadap jalan yang sementara
dibangun;
(5)% Memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja misalnya memberi masker, helm
dan kaos tangan;
(6)% Sebaiknya pencampuran mortar sebelum dan setelah jam peribadatan atau waktu
istirahat penduduk.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
(1)% Menyiram secara berkala pada saat pelaksanaan konstruksi untuk megurangi
debu yang berterbangan;
(2)% Kegiatan pengoperasian kendaraan untuk pematangan tanah tidak pada jam
istirahat terutama pada lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk;
(3)% Perawatan mesin secara intensif termasuk peredam suara dari kendaraan
tersebut;
(4)% Manajemen penggunaan air tanah yaitu kebutuhan air bersih perumahan tahap
awal dapat terpenuhi;
(5)% Memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja misalnya memberi masker;
(6)% Melakukan penanganan terhadap persepsi negatif dari masyarakat, yaitu
berinteraksi yang dengan masyarakat setempat, dengan membuat kegiatan yang
sifatnya mencipta suasana keakraban diantara mereka.
f)% Pekerjaan Utilitas
(1)% Menjaga mutu konstruksi pembangunan utilitas;
(2)% Menjaga pelaksanaan bak peresapan;
(3)% Membuat saluran drainase;
(4)% Menggunakan campuran air dalam pencampuran struktur drainase;
(5)% Memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja misalnya dengan memberi
masker;
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Melakukan sosialisasi dan penjelasan tertulis pada calon tenaga kerja terkait dengan
pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika selesainya kegiatan pembangunan
perumahan.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%26%
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
(1)% Mengangkut alat dan material sisa dengan bak truk penutup;%
%
(2)% Memasang rambu-rambu lalu lintas atau papan pemberitahuan yang ada
hubungannya dengan kegiatan tersebut, seperti: hati-hati kendaraan proyek
keluar – masuk, kurangi kecepatan;%
%
(3)% Demobilisasi alat berat di waktu lalu lintas tidak sibuk (pulang-pergi
kantor/sekolah).%
%
c)% Operasional Perumahan
(1)% Penanaman tanaman penghijauan/pelindung di kiri kanan jalan perumahan
dengan jenis tanaman peneduh dan penahan radiasi;
(2)% Sosialisasi perumahan Sangkakala Silae tahap II ke masyarakat sekitar;
(3)% Pembuatan tangki septik untuk buangan dari WC sesuai syarat-syarat yang
dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum;
(4)% Pembuatan saluran air kotor terpisah atau saluran drainase untuk air limbah
buangan rumah tangga;
(5)% Pengumpulan sampah dari rumah kemudian pengakutan sampah oleh
gerobak/motor sampah dengan biaya yang disepakati lalu diangkut ke tempat
pembuangan sementara (TPS) terdekat;
(6)% Melakukan penjagaan rutin melalui RT dan RW;
(7)% Membangun pagar halaman, memberi pengamanan pintu dan jendela rumah;
(8)% Untuk kejadian-kejadian tertentu melaporkan ke aparat yang berwewenang;
(9)% Masyarakat pendatang baru tersebut hendaknya beradaptasi dan berinteraksi
dengan masyarakat setempat.
b.% Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Pra Konstruksi
a)% Perizinan
Kegiatan pengelolaan yaitu di dalam dan disekitar lokasi tapak kegiatan
pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II.
b)% Survey Lokasi
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada lokasi yang menjadi rencana
kegiatanpembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II, Kelurahan Silae
Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%27%
c)% Pembebasan Lahan
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu di dalam dan disekitar lokasi pembangunan
perumahan.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu disepanjang jalur transportasi pengangkutan
peralatan dan materialke lokasi pembangunan Perumahan Sangkakala Silae
tahap II.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu masyarakat sekitar kegiatan pembangunan
Perumahan Sangkakala Silae tahap II.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada area tapak Perumahan Sangkakala Silae
tahap II.
d)% Pekerjaan Jalan
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada area rencana pembangunan jalan
Perumahan Sangkakala Silae tahap II.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada area tapak Perumahan Sangkakala Silae
tahap II.
f)% Pekerjaan Utilitas
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada area tapak Perumahan Sangkakala Silae
tahap II.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada masyarakat sekitar kegiatan
pembangunan perumahan.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu disepanjang jalur transportasi demobilisasi
pengangkutan peralatan dan material.
c)% Operasional Perumahan
Lokasi kegiatan pengelolaan yaitu pada area tapak perumahan.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%28%
c.% Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu sebelum kegiatan dimulai.
b)% Survey Lokasi
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu setelah tahap perizinan serta pembebasan
lahan selesai dan sebelum dilakukannya kegiatan pembangunan perumahan
(sekali selama proyek berlangsung).
c)% Pembebasan Lahan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu sebelum kegiatan dimulai.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu saat kegiatan mobilisasi berlangsung
(sekali selama proyek berlangsung).
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu saat pelaksanaan tahap konstruksi.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu saat kegiatan pembersihan lahan.
d)% Pekerjaan Jalan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu dilakukan selama tahap pekerjaan jalan
berlangsung.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu saat kegiatan konstruksi bangunan rumah
berlangsung
f)% Pekerjaan Utilitas
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu dilakukan selama tahap pekerjaan utilitas.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan selesai.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%29%
c)% Operasional Perumahan
Waktu pelaksanaan pengelolaan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan.
3.% Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Kegiatan pembangunan perumahan, akan menimbulkan dampak negatif yang perlu
dikurangi seminimal mungkin dan mengembangkan dampak positif yang terjadi maka
diperlukan upaya pemantauan hasil pengelolaan dampak kegiatan proyek terhadap
lingkungan hidup, disamping untuk memantau sejauh mana terjadi perubahan rona
lingkungan dilokasi pembangunan perumahan. Selanjutnya diuraikan upaya-upaya yang
perlu dilakukan untuk memantau jenis dan tingkat dampak yang timbul pada setiap
tahapan kegiatan, baik pada Tahap Pra Kontruksi, Tahap Konstruksi maupun Tahap
Pasca Konstruksi. Berdasarkan tahap∼tahap kegiatan sebagai berikut:
a. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Langkah∼langkah yang dilakukan untuk memantau dampak yaitu:

(1)% Memantau negoisasi yang dilakukan dengan masyarakat tentang


rencana pembebasan lahan (perizinan lahan);%
%
(2)% Memantau klaim masyarakat tentang kepemilikan lahan.%
%
b)% Survei Lokasi Kegiatan

(1)% Mengamati gejala adanya keresahan masyarakat berupa ketidakpuasan


atas lahan/ bangunan yang terkena rencana pembangunan perumahan;%
%
(2)% Wawancara/pengajuan kuisioner kepada penduduk sekitar terutama
yang terkena pembangunan perumahan. Dipantau di lokasi kegiatan
pembangunan perumahan sebelum dan saat survei lokasi.%
%
c)% Pembebasan Lahan

(1)% Memantau proses negosiasi dengan masyarakat tentang pembebasan


lahan;%
%
(2)% Memantau saran dan keinginan masyarakat tentang rencana
pembebasan lahan; dan%
%
(3)% Memantau keinginan masyarakat tentang harga lahan.%

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%30%
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material%
%
(1)% Memantau pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan papan pemberitahuan yang
digunakan;%
%
(2)% Memantau waktu pelaksanaan mobilisasi;%
%
(3)% Memantau bahan/material disisi jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu
lintas;%
%
(4)% Memantau tingkat emisi gas buangan dan kebisingan dari kendaraan/alat berat
yang digunakan;%
%
(5)% Memantau kualitas udara ambien selama proses mobilisasi, menganalisa kadar
debu di lingkungan sekitar dan lingkungan kerja, parameter TSP (minimal 1 x
selama mobilisasi);%
%
(6)% Memantau keluhan dari masyarakat di sekitar proyek; dan%
%
(7)% Memantau perkembangan kamtibmas selama dan setelah proyek berlangsung.%
%
b)% Pengadaan Tenaga Kerja%
%
(1)% Memantau perekrutan tenaga lokal di sekitar pembangunan perumahan saat
merekrut tenaga kerja;%
%
(2)% Mengecek sub kontraktor untuk pekerjaan minor misalnya pekerjaan pasangan
untuk saluran diserahkan kepada pekerja golongan lemah;%
%
(3)% Memantau persepsi masyarakat tentang jumlah kesempatan kerja bagi tenaga
kerja lokal yang terserap.%
%
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan%
%
(1)% Memantau penyiraman secara berkala (pagi dan sore hari)di lokasi pembukaan
lahan;%
%
(2)% Memantau waktu pengoperasian kendaraan untuk pematangan tanah tidak pada
jam istirahat;%
%
(3)% Memantau tingkat intensitas kebisingan;%
%
(4)% Memantau revegetasi lahan dengan tanaman yang diprakirakan dapat cepat
berkembang.%

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%31%
d)% Pekerjaan Jalan
(1)% Memantau rambu-rambu lalu lintas dan papan pemberitahuan yang digunakan;%
%
(2)% Memantau kecepatan kendaraan pengangkut material dalam batas yang aman;%
%
(3)% Memantau tingkat emisi gas buangan dan kebisingan dari kendaraan/alat berat yang
digunakan;%
%
(4)% Memantau kegiatan penyiraman jalan (pagi dan sore hari) ;%
%
(5)% Memantau penggunaan alat pelindung diri para pekerja;%
%
(6)% Memantau waktu pencampuran mortar sebelum dan setelah jam peribadatan atau
waktu istirahat penduduk.%
%
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan

(1)% Memantau penyiraman secara berkala di lokasi pekerjaan tanah dan tanah diangkut
oleh bak truk terututup;%
%
(2)% Memantau kegiatan pengoperasian kendaraan tidak pada jam istirahat;%
%
(3)% Memantau perawatan mesin secara intensif termasuk peredam suara dari kendaraan
yang digunakan;%
%
(4)% Memantau penggunaan air tanah untuk kebutuhan air bersih pembangunan
perumahan tahap awal;%
%
(5)% Memantau penggunaan alat pelindung diri para pekerja yaitu halm;%
%
(6)% Memantau perilaku masyarakat sekitar lokasi dan penghuni perumahan.%
%
f)% Pekerjaan Utilitas
(1)% Memantau penggunaan bahan untuk pekerjaan konstruksi pembangunan utilitas;%
%
(2)% Memantau pembangunan saluran drainase dan saluran sementara (saluran sementara
akan ditutup kembali jika pekerjaan utilitas selesai)%
%
(3)% Memantau penurunan kualitas udara pada saat pelaksanaan konstruksi drainase,
menganalisa kadar debu di lingkungan sekitar dan lingkungan kerja, parameter TSP;%
%
(4)% Memantau penggunaan alat pelindung diri para pekerja.%
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja%
%
Memantau sosialisasi atau penjelasan tertulis yang telah dilakukan kepada kerja
dengan PHK setelah selesai kegiatan pembangunan perumahan.
%
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material%
%
(1)% Memantau pengangkutan alat dan material sisa dengan bak truk penutup;%

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%32%
(2)% Memantau pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang ada hubungannya dengan
kegiatan tersebut; dan%
%
(3)% Memantau demobilisasi alat berat di waktu lalu lintas tidak sibuk.%
%
c)% Operasional Perumahan%
%
(1)% Memantau penanaman tanaman penghijauan/pelindung di kiri kanan jalan
dengan jenis tanaman peneduh dan penahan radiasi di sepanjang lokasi
pembangunan perumahan;
(2)% Memantau sosialisasi perumahan ke masyarakat sekitar;
(3)% Memantau penggunaan tangki septik untuk buangan dari WC;
(4)% Memantau sistem pembuangan air limbah rumah tangga;
(5)% Memantau sistem pembuangan sampah pada perumahan;
(6)% Memantau ketertiban dan keamanan dengan adanya gangguan diwilayah
perumahan tersebut, dipantau dengan pengamatan secara visual;
(7)% Kecemburuan sosial, parameter yang dipantau kecemburuan sosial akibat
benturan atau konflik antar penduduk, dipantau dengan melakukan pengamatan
terhadap perilaku masyarakat sekitar lokasi dan penghuni perumahan.
b.% Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Pra Konstruksi
a)% Perizinan
Kegiatan pemantauan yaitu di dalam dan disekitar lokasi tapak kegiatan
pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II.
b)% Survey Lokasi
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada lokasi yang menjadi rencana kegiatan
pembangunan perumahan Sangkakala Silae tahap II, Kelurahan Silae
Kecamatan Ulujadi Kota Palu.
c)% Pembebasan Lahan
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu di dalam dan disekitar lokasi pembangunan
perumahan Sangkakala Silae tahap II.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu disepanjang jalur transportasi pengangkutan
peralatan dan material ke lokasi pembangunan perumahan.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%33%
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada masyarakat sekitar kegiatan
pembangunan perumahan.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada area tapak perumahan.
d)% Pekerjaan Jalan
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu di pada jalan perumahan.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada area tapak perumahan.
f)% Pekerjaan Utilitas
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada area tapak perumahan.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada masyarakat sekitar kegiatan
pembangunan perumahan.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu disepanjang jalur transportasi demobilisasi
pengangkutan peralatan dan material.
c)% Operasional Perumahan
Lokasi kegiatan pemantauan yaitu pada area tapak perumahan.
c.% Periode Pemantauan Lingkungan Hidup
1)% Tahap Prakonstruksi
a)% Perizinan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu sebelum kegiatan dimulai.
b)% Survey Lokasi
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu setelah tahap perizinan serta pembebasan
lahan selesai dan sebelum dilakukannya kegiatan pembangunan perumahan.
c)% Pembebasan Lahan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu sebelum kegiatan dimulai.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu saat kegiatan mobilisasi berlangsung.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu saat pelaksanaan tahap konstruksi.
Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%34%
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu saat kegiatan pembersihan lahan
d)% Pekerjaan Jalan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu dilakukan selama tahap pekerjaan jalan
berlangsung.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu saat kegiatan konstruksi bangunan rumah
berlangsung.
f)% Pekerjaan Utilitas
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu dilakukan selama tahap pekerjaan
Utilitas.
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan selesai.
c)% Operasional Perumahan
Waktu pelaksanaan pemantauan yaitu pada akhir kegiatan tahap konstruksi
pembangunan perumahan.
4.% Institusi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Dari tahap kegiatan yang akan dilakukan banyak institusi yang ikut berpatisipasi dalam
pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Sehingga dari tahap-tahap yang ada; baik itu
tahap Pra-Konstruksi, tahap Konstruksiserta tahap Pasca Konstruksi institusi yang
terlibat dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah:
a.% Pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa kegiatan;
b.% Pengawas pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah instansi Pemerintah Kota
Palu dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu;
c.% Penerima laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah instansi
Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
Adapun institusi pengelolaan dan pemantauan lingkungan disetiap tahap kegiatan yaitu :
1) Tahap Prakonstruksi

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%35%
a)% Perizinan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pihak
pemrakarsa, Badan Pertanahan Nasional Kota Palu.
b)% Survey Lokasi
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pihak
pemrakarsa dan konsultan perencana.
c)% Pembebasan Lahan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pihak
pemrakarsa dan Kepala Kelurahan Silae.
2)% Tahap Konstruksi
a)% Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Perhubungan Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
b)% Pengadaan Tenaga Kerja
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu, Kepala Kelurahan Silae Kecamatan
Ulujadi Kota Palu.
c)% Pekerjaan Pembukaan Lahan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Kesehatan Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
d)% Pekerjaan Jalan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup
Kota Palu.
e)% Pekerjaan Konstruksi Perumahan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Pekerjaan Umum Bidang Perumahan Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup
Kota Palu.
f)% Pekerjaan Utilitas
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauanlingkungan adalah pemrakarsa,
Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup
Kota Palu.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%36%
3)% Tahap Pasca Konstruksi
a)% Pemutusan Hubungan Kerja
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa, Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu, dan Kelurahan Silae.
b)% Demobilisasi Peralatan dan Material
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa, Dinas
Perhubungan Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
c)% Operasional Perumahan
Institusi pelaksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah pemrakarsa, Dinas
Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%37%
DAMPAK
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LIN

1 2 3 4 5 6 7
TAHAP PRAKONSTRUKSI
1. Perizinan • Keresahan • masyarakat sekitar • Melakukan negoisasi dengan Di dalam dan Sebelum kegiatan • Memantau negoisasi yang Di
masyarakat lokasi resah atas masyarakat tentang rencana disekitar lokasi dimulai dilakukan dengan masyarakat disek
kelanjutan proyek pembebasan lahan (perizinan tapak kegiatan tentang rencana pembebasan tapak
• masyarakat sekitar lahan); pembangunan lahan (perizinan lahan) pemb
lokasi berpendapat perumahan perum
negatif terhadap • Khusus untuk lahan yang • Memantau klaim masyarakat
• Persepsi kelanjutan proyek diklaim sebagai milik tentang kepemilikan lahan
masyarakat masyarakat, diupayakan agar
terhadap dilakukan pertemuan antara
kelanjutan proyek pemilik lahan, pemrakarsa dan
aparat kelurahan setempat
untuk mencapai suatu
kesepakatan tentang penetapan
batas harga lahan tersebut.

2. Survei awal dan • Sikap dan per- • masyarakat sekitar • Informasi dan sosialisasi Tapak perumahan, Setelah tahap • Mengamati gejala adanya Tapak
pengukuran sepsi masyarakat lokasi berpendapat • Koordinasi dengan aparat Kelurahan Silae perizinan serta keresahan masyarakat berupa Kelur
lokasi yang negatif negatif terhadap kelurahan Kecamatan Ulujadi pembebasan lahan ketidakpuasan atas lahan/ Keca
kegiatan survei dan selesai dan bangunan yang terkena rencana
pengukuran lokasi sebelum pembangunan perumahan
dilakukannya • Wawancara/pengajuan
kegiatan kuisioner kepada penduduk
pembangunan sekitar terutama yang terkena
perumahan (sekali pembangunan perumahan.
selama proyek Dipantau di lokasi kegiatan
berlangsung) pembangunan perumahan
sebelum dan saat survei lokasi

3. Pembebasan • Keresahan • masyarakat sekitar • Melakukan negoisasi dengan Tapak perumahan, Sebelum survey • Memantau proses negosiasi Tapak
Lahan masyarakat lokasi resah atas masyarakat tentang rencana Kelurahan Silae penentuan lokasi dengan masyarakat tentang Kelur
pembebasan lahan pembebasan lahan Kecamatan Ulujadi tapak pembebasan lahan Keca
• masyarakat sekitar • Membuat kesepakatan dengan pembangunan • Memantau saran dan keinginan
berpendapat negatif masyarakat khususnya pemilik perumahan masyarakat tentang rencana
terhadap kelanjutan tentang penetapan harga lahan pembebasan lahan
• Persepsi proyek • Khusus untuk lahan yang
masyarakat diklaim sebagai milik • Memantau keinginan
terhadap masyarakat, diupayakan agar masyarakat tentang harga lahan
kelanjutan proyek dilakukan pertemuan antara
pemilik lahan, pemrakarsa dan
aparat desa setempat untuk
mencapai suatu kesepakatan
tentang penetapan lahan tsb.
Material berat dan material dengan kegiatan tersebut peralatan dan selama proyek • Memantau waktu pelaksanaan perala
di jalan-jalan • Mobilisasi dilakukan bukan material ke lokasi berlangsung) mobilisasi mater
umum pada jam- pada jam-jam sibuk kendaraan pembangunan pemb
jam sibuk (jam masuk dan jam pulang perumahan perum
kerja/sekolah)
• Menggunakan kendaraan yang • Memantau kualitas udara
• Peningkatan • Baku Mutu PP No. telah lulus uji emisi gas ambien selama proses
Kadar debu 41Tahun 1999 yaitu buangan dan uji kebisingan mobilisasi, menganalisa kadar
3
CO : 19, 85 µg/Nm , debu di lingkungan sekitar dan
3
NO2 : 6,65 µg/Nm , lingkungan kerja, parameter
3
SO2 : 8,60 µg/Nm , TSP (minimal 1 x selama
3
Pb : 0,00 µg/Nm , mobilisasi)
dan debu : 10,15
3
µg/Nm

• Menggunakan kendaraan yang • Memantau tingkat emisi gas


• KEPMEN No. telah lulus uji kebisingan buangan dan kebisingan dari
• Peningkatan 48/MENLH/II/1996 kendaraan/alat berat yang
kebisingan yaitu 55 dB Hasil digunakan
LAB = 38,1 – 41,2
dB • Masyarakat pendatang yang • Memantau keluhan dari
bekerja diproyek tersebut masyarakat di sekitar proyek
• 1-2 orang Masyarakat hendaknya beradaptasi dan
• Persepsi negatif sekitar lokasi berinteraksi yang dengan • Memantau perkembangan
dari masyarakat berpendapat negatif masyarakat setempat, dengan kamtibmas selama dan setelah
setempat membuat kegiatan yang proyek berlangsung
sifatnya mencipta suasana
keakraban diantara mereka

2. Pengadaan • Adanya peluang • masyarakat tenaga • Seleksi tenaga kerja sesuai Masyarakat sekitar Saat pelaksanaan • Memantau perekrutan tenaga Masy
Tenaga Kerja pekerjaan kerja lokal persyaratan jenis pekerjaan kegiatan tahap konstruksi lokal di sekitar pembangunan kegia
• Penghasilan • Mengacu pada pembangunan perumahan saat merekrut pemb
penduduk keputusan gubernur • Penyerapan tenaga kerja lokal perumahan tenaga kerja perum
meningkat (tenaga sulawesi tengah
kerja tentang upah
pembangunan minimum Rp
perumahan) 1.500.000 • Memberi pekerjaan minor
• Tenaga kerja tidak misalnya pemasangan batu • Mengecek sub kontraktor untuk
terampil • tenaga kerja yang ahli untuk saluran diserahkan pekerjaan minor misalnya
sesuai bidangnya 5 kepada sub kontraktor pekerjaan pasangan untuk
orang • Memprioritaskan tenaga kerja saluran diserahkan kepada
lokal pekerja golongan lemah
• Kecemburuan • 1-2 orang Masyarakat • Memantau persepsi masyarakat
tenaga kerja lokal sekitar merasa tentang jumlah kesempatan
akibat penyerapan cemburu kerja bagi tenaga kerja lokal
tenaga kerja dan yang terserap
kesempatan
berusaha tidak
3
perumahan SO2 : 8,60 µg/Nm ,
3
Pb : 0,00 µg/Nm ,
dan debu : 10,15
3
µg/Nm

• Kebisingan • KEPMEN No. • Kegiatan pengoperasian • Memantau waktu


meningkat pada 48/MENLH/II/1996 kendaraan untuk pematangan pengoperasian kendaraan untuk
waktu pekerjaan yaitu 55 dB Hasil tanah tidak pada jam istirahat pematangan tanah tidak pada
berlangsung LAB = 38,1 – 41,2 terutama pada lokasi yang jam istirahat
dB berdekatan dengan pemukiman • Memantau tingkat intensitas
penduduk kebisingan
• Perawatan mesin secara intensif
termasuk peredam suara dari
kendaraan tersebut
• Terganggunya • Flora: rumput- • Penanaman kembali
ekosistem flora dan rumputan, alang- (revegetasi) dengan tanaman • Memantau revegetasi lahan
fauna Beberapa alang yang diprakirakan dapat cepat dengan tanaman yang
flora akan mati dan • Fauna: burung pipit berkembang diprakirakan dapat cepat
fauna akan berkembang
terganggu, bahkan
bermigrasi ke
tempat lain

4. Pekerjaan Jalan • Timbulnya • 1 – 2 kecelakaan • Pemasangan rambu-rambu lalu Pada area rencana Selama tahap • Memantau rambu-rambu lalu Pada
kecelakaan lalu lintas pembangunan jalan pekerjaan jalan lintas dan papan pemberitahuan pemb
lintas • Pengaturan kecepatan perumahan berlangsung yang digunakan perum
kendaraan pengangkut material Sangkakala Silae • Memantau kecepatan Sangk
dalam batas yang aman tahap II kendaraan pengangkut material tahap
dalam batas yang aman

• Menggunakan kendaraan yang • Memantau tingkat emisi gas


• Peningkatan • KEPMEN No. telah lulus uji emisi gas buangan dan kebisingan dari
kebisingan 48/MENLH/II/1996 buangan dan uji kebisingan kendaraan/alat berat yang
yaitu 55 dB Hasil digunakan
LAB = 38,1 – 41,2
dB • Penyiraman secara manual dan • Memantau kegiatan
berkala (pagi dan sore penyiraman secara manual
• Penurunan kualitas • Baku Mutu PP No. hari)terhadap jalan yang pada jalan(pagi dan sore hari)
udara 41 Tahun 1999 yaitu sementara dibangun
3
CO : 19, 85 µg/Nm , • Memantau penggunaan alat
3
NO2 : 6,65 µg/Nm , pelindung diri para pekerja
3
SO2 : 8,60 µg/Nm ,
3
Pb : 0,00 µg/Nm , • Memantau waktu pencampuran
dan debu : 10,15 mortar sebelum dan setelah jam
3
µg/Nm peribadatan atau waktu istirahat
penduduk
• Keselamatan dan • Pekerja Perumahan • Memperhatikan keselamatan
kesehatan pekerja Sangkakala Silae dan kesehatan pekerja misalnya
terganggu tahap II memberi masker dan kaos
tangan
• Persepsi • Masyarakat sekitar • Sebaiknya pencampuran mortar
3
SO2 : 8,60 µg/Nm , berlangsung terututup
3
Pb : 0,00 µg/Nm ,
dan debu : 10,15
3
µg/Nm

• Peningkatan • KEPMEN No. • Kegiatan pengoperasian • Memantau kegiatan


kebisingan 48/MENLH/II/1996 kendaraan untuk pematangan pengoperasian kendaraan tidak
yaitu 55 dB Hasil tanah tidak pada jam istirahat pada jam istirahat
LAB = 38,1 – 41,2 terutama pada lokasi yang
dB berdekatan dengan pemukiman
penduduk

• Perawatan mesin secara intensif • Memantau perawatan mesin


termasuk peredam suara dari secara intensif termasuk
kendaraan tersebut peredam suara dari kendaraan
yang digunakan

• Manajemen penggunaan air • Memantau penggunaan air


• Kualitas air •%Baku Mutu PP RI tanah yaitu kebutuhan air bersih tanah untuk kebutuhan air
menurun akibat No. 82 Thn 2001 perumahan tahap awal dapat bersih pembangunan
adanya Kelas I terpenuhi perumahan tahap awal
pembangunan
pondasi
• Memperhatikan keselamatan • Memantau penggunaan alat
dan kesehatan pekerja misalnya pelindung diri para pekerja
memberi masker
• Resiko adanya • BanyaknyaKecelakaa • Berinteraksi yang dengan • Memantau perilaku masyarakat
kecelakaan kerja nyang terjadi masyarakat setempat, dengan sekitar lokasi dan penghuni
pekerja bangunan membuat kegiatan yang perumahan
• Persepsi •%Masyarakat yang sifatnya mencipta suasana
masyarakat saling berinteraksi keakraban diantara mereka
menurun dengan para pekerja

6. Pekerjaan Utilitas • Rembesan kapiler •%Pada kaki dinding • Menjaga mutu konstruksi Tapak perumahan, Pada saat kegiatan • Memantau penggunaan bahan Tapak
rumah minimal 15 pembangunan utilitas Kelurahan Silae pekerjaan utilitas untuk pekerjaan konstruksi Kelur
cm Kecamatan Ulujadi berlangsung pembangunan utilitas Keca
• Penurunan kualitas • Memantau pembangunan bak
air tanah •%Baku Mutu PP RI • Menjaga pelaksanaan bak resapan
No. 82 Thn 2001 peresapan (retak, bocor, rusak
Kelas I dan lain-lain)

• Peningkatan • Estimasi berdasarkan • Membuat saluran drainase • Memantau pembangunan


terhadap aliran data curah hujan saluran drainase dan saluran
permukaan (surface yaitu 15,0 mm sementara (saluran sementara
lingkungan sekitar dan
• Keselamatan dan •%Para Pekerja • Memperhatikan keselamatan lingkungan kerja, parameter
kesehatan pekerja Perumahan dan kesehatan pekerja misalnya TSP;
terganggu Sangkakala Silae dengan memberi masker • Memantau penggunaan alat
tahap II pelindung diri para pekerja

TAHAP PASCA KONSTRUKSI


1. Pemutusan • Menurunnya • Banyaknya • Melakukan sosialisasi dan Pada masyarakat Akhir kegiatan • Memantau sosialisasi atau Pada
Hubungan Kerja tingkat penghasilan penggangguran penjelasan tertulis pada calon sekitar kegiatan tahap konstruksi penjelasan tertulis yang telah sekita
masyarakat, tenaga kerja terkait dengan pembangunan pembangunan dilakukan kepada kerja dengan pemb
khususnya tenaga pemutusan hubungan kerja perumahan perumahan PHK setelah selesai kegiatan perum
kerja yang (PHK) katika selesainya pembangunan perumahan
diakibatkan dari kegiatan pembangunan
selesainya perumahan
pembangunan
perumahan

2. Demobilisasi • Terganggunya arus • 1 unit whell loader • Memasang rambu-rambu lalu Disepanjang jalur Akhir kegiatan • Memantau pemasangan rambu- Disep
Alat dan Material lalu lintas • 1 unit dump truck lintas atau papan transportasi tahap konstruksi rambu lalu lintas yang ada transp
• 1 unit mollen pemberitahuan yang ada demobilisasi pembangunan hubungannya dengan kegiatan demo
hubungannya dengan kegiatan pengangkutan perumahan tersebut penga
tersebut,seperti:hati-hati peralatan dan peral
kendaraan proyek keluar – material mater
masuk, kurangi kecepatan • Memantau demobilisasi alat
• Demobilisasi alat berat di berat di waktu lalu lintas tidak
waktu lalu lintas tidak sibuk sibuk
(pulang-pergi kantor/sekolah)

• Mengangkut alat dan material


• Baku Mutu PP No. sisa dengan bak truk penutup
• Penurunan kualitas 41 Tahun 1999 yaitu • Memantau pengangkutan alat
3
udara CO : 19, 85 µg/Nm , dan material sisa dengan bak
3
NO2 : 6,65 µg/Nm , truk penutup
3
SO2 : 8,60 µg/Nm ,
3
Pb : 0,00 µg/Nm ,
dan debu : 10,15
3
µg/Nm
• Menggunakan kendaraan yang
• KEPMEN No. telah lulus uji emisi gas
48/MENLH/II/1996 buangan dan uji kebisingan • Memantau penggunaan
• Peningkatan yaitu 55 dB dB Hasil kendaraan yang telah lulus uji
kebisingan LAB = 38,1 – 41,2 emisi gas buangan dan uji
dB kebisingan
Palu jenis tanaman peneduh dan perumahan tanaman peneduh dan penahan Uluja
penahan radiasi radiasi di sepanjang lokasi
•%Sosialisasi perumahan pembangunan perumahan
Sangkakala Silae tahap II ke •% Memantau sosialisasi
masyarakat sekitar perumahan ke masyarakat
sekitar

• Bertambahnya •% Produksi timbulan •%Pembuatan tangki septik untuk •% Memantau penggunaan tangki
produksi air limbah air limbah mencapai buangan dari WC sesuai syarat- septik untuk buangan dari WC
buangan closet Perumahan 46.800 syarat yang dikeluarkan oleh
(wc) liter/hari% Departemen Pekerjaan Umum •% Memantau sistem pembuangan
air limbah rumah tangga

• Bertambahnya •%Produksi timbulan •%Pembuatan saluran air kotor


produksi air limbah air limbah mencapai terpisah atau saluran drainase
kegiatan mencuci, Perumahan 46.800 untuk air limbah buangan
mandi, dan lain- liter/hari rumah tangga
lain
•% Memantau sistem pembuangan
• Bertambahnya •% Produksi sampah 10- •%Pengumpulan sampah dari sampah pada perumahan
produksi sampah. 30 liter/orang/perhari rumah kemudian pengakutan
Akibat (Hasil lokakarya sampah oleh gerobak/motor
bertambahnya seluruh kota di sampah dengan biaya yang
penduduk berarti Indonesia tahun 500)% disepakati lalu diangkut ke
sampah yang tempat pembuangan sementara
dihasilkan semakin (TPS) terdekat
meningkat

• Gangguan •% Terjadi 1-3 kali •%Melakukan penjagaan rutin •% Memantau ketertiban dan
kenyamanan dan pelanggaran norma- melalui RT dan RW keamanan dengan adanya
keamanan norma/aturan yang •%Membangun pagar halaman, gangguan diwilayah perumahan
lingkungan ada dimasyarakat, memberi pengamanan pintu dan tersebut, dipantau dengan
perumahan ketaatan pranata jendela rumah pengamatan secara visual
sosial dan konflik
•%Untuk kejadian-kejadian
sosial tertentu melaporkan ke aparat
yang berwewenang

• Persepsi negatif •% Masyarakat setempat •%Masyarakat pendatang baru •% Kecemburuan sosial, parameter
masyarakat cemburu adanya tersebut hendaknya beradaptasi yang dipantau kecemburuan
pendatang baru dan berinteraksi yang dengan sosial akibat benturan atau
masyarakat setempat konflik antar penduduk,
dipantau dengan melakukan
pengamatan terhadap perilaku
masyarakat sekitar lokasi dan
penghuni perumahan
D.! Jumlah dan Jenis Izin PPLH yang Dibutuhkan

Izin PPLH merupakan Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam
kegiatan pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II, izin PPLH tidak
dibutuhkan.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page%44%
SURAT PERNYATAAN

Yang Bertanda tangan di bawah ini :


Nama : D. L. Sitorus
Jabatan : Pemilik Perumahan Sangkakala Silae tahap II
Alamat : Jalan Kebun Raya No. 2 Kota Palu
Adalah penanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dari usaha dan
atau kegiatan :
Nama Usaha : Perumahan Sangkakala Silae tahap II
Jenis Usaha : Kontraktor, Developer dan Property
Alamat : Jl. Penanda Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi
Bidang Usaha : Perumahan
Dengan ini menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa :

1.! Dalam penyusunan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-
UPL) dan / atau kegiatan tersebut di atas, kami mengacu pada ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
2.! Bersedia untuk dipantau dan diawasi oleh tim pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kota Palu, dan membuat laporan secara berkala setiap 6 (enam) bulan kepada Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.
3.! Apabila kami lalai melaksanakan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan ini kami
bersedia menghentikan usaha dan / atau kegitan kami dan bersedia menanggung resiko yang
ditimbulkannya serta ditindak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4.! Bersedia menyusun kembali dokumen UKL-UPL apabila terja diperubahan atau perluasan
operasi pengembangan, proses produksi dan kegiatan operasional lainnya pada setiap kalinya,
yang mana hal itu belum dimasukkan dalam dokumen awal.
5.! Dalam hal pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang akan
dilaksankan mulai tahap prakonstruksi sampai dengan operasi masih menjadi tanggung jawab
pihak pemrakarsa (developer) sebelum melampirkan dalam laporan pelaksanaan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup perihal berita acara penyerahan PSU
(Prasarana/sarana/utilitas) perumahan yang dilakukan antara pihak pemrakarsa dengan
Pemerintah Daerah Kota Palu.

Palu, 17 Juli 2017


Pembuat Pernyataan

D. L. SITORUS
Penanggung Jawab

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!45!
Daftar Pustaka

Anonim,2012. Permen Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012, Tentang Pedoman


Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, UKL UPL.

Austen, A.D. & Neale, R.H. 1994. Manajemen Proyek Konstruksi. Pedoman, Proses, dan
Prosedur. PT Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.

Budihardjo, Eko. 1997. Lingkungan Binaan dan Tata Ruang Kota. Penerbit Andi.
Yogyakarta.

Frick, Heinz. 1994. Rumah Sederhana. Keebijaksanaan Perencanaan dan Konstruksi.


Penerbit Yayasan Kanisius. Jakarta.

---------------,1996.Arsitektur dan Lingkungan. Penerbit Kanisius. Jakarta.

Ishar, H.K. 1992. Pedoman Umum Merancang Bangunan Gedung. Penerbit PT Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.

Mara, Duncan & Sandy, Cairncross. 1994. Pemanfaatan Air Limbah & Ekskreta, Ptokan
untuk Perlindungan Kesehatan Masyarakat. Penerbit ITB & Penerbit
Universitas Udayana. Bandung.

Mangunwijaya, Y.B.1990. Pasal-pasal Penghantar Fisika Bangunan. Gramedia. Jakarta.

Suharto. 1997. Dasar-dasar Pengelolaan Air Limbah. Penerbit Universitas Indonesia (UI-
PRESS). Jakarta.

Soendjojo, Hadwi & Riqqi, Ahmad. 2012. Kartografi. Penerbit ITB. Bandung.

Satwiko, Parsasto. 2005. Arsitektur Sadar Energi. Pemanfaatan Komputer dan Internet Untuk
Merancanga Bangunan Ramah Lingkunga. Penerbit Andi (Andi Offset).
Yogyakarta.

Soemarwoto, Otto. 1991. Analisis Dampak Lingkungan. Penerbit Gajah Mada University
Press. Yogyakarta.

Suratmo, F. Gunarwan. 1991. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gajah Mada


University Press.

Utermann, Richard & Small, Robert. Perencanaan Tapak Untuk Perumahan. Penerbit
Intermatra. Bandung.

Weking, G.Bie. 2000. Filosofi Rumah Sehat Mandiri Th. 2000. Penerbit Ars Group.
Bandung.

Dokumen(UKL,UPL(Rencana(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!46!
RONA LINGKUNGAN HIDUP

Pada hakekatnya setiap kegiatan menimbulkan dampak, baik dampak

negatif maupun dampak positif. Dan pada umumnya setiap kegiatan tersebut jika

dikelompokkan menurut sumber dampaknya, aspek serta parameternya, maka

amatlah banyak, bahkan jika ditelusuri lebih jauh maka setiap dampak akan

menimbulkan dampak baru lagi, sehingga terjadi efek berantai (Chain Effect).

Olehnya itu diperlukan cara untuk memperkecil lingkup studi sumber dampak,

aspek dan parameternya, hal inilah yang dikenal dengan istilah scooping. Hasil

scooping inilah yang dituangkan dalam bentuk pengelompokan sumber dampak

yang lebih utama dan terfokus. Kelompok-kelompok tersebut adalah :

1. Keadaan Iklim

Data curah hujan bulanan dalam jangka waktu 1 tahun terakhir dapat

dilihat pada Tabel 1, dimana terlihat curah hujan bervariasi antar bulan, curah

hujan tertinggi terjadi pada bulan Juli yang mencapai ketinggian 166,0 mm.

Sementara itu curah hujan terendah terjadi pada bulan September, yang hanya

mencapai 10,40 mm.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!1!
Tabel 1. Keadaan Iklim Per Bulan di Kelurahan Silae ,
Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bulan Suhu Udara Kelem- Curah Kecepat- Tekanan Penyin Arah


0
( C) baban Hujan an Angin udara aran Angin
Udara (%) (mm) (knots) (mb) (%) Terbanyak

1 2 3 4 5 6 7 8

Januari 27,1 76,00 11,7 4 1.010,20 50 Utara

Pebruari 27,5 77,00 55,9 4 1.009,50 48 Utara

Maret 27,6 78,00 73,3 4 1.010,60 61 Utara

April 27,8 80,00 161,5 4 1.010,00 66 Utara

Mei 28,2 77,00 28,20 4 1.009,60 71 Utara

Juni 27,7 75,00 40,20 4 1.010,90 56 Utara

Juli 26,4 76,00 166,0 4 1.010,90 63 Utara

Agustus 27,3 73,00 15,90 5 1.010,30 81 Utara

September 28,80 69,00 10,40 6 1.010,20 90 Utara

Oktober 28,20 71,00 12,60 5 1.010,80 64 Utara

Nopember 28,50 73,00 54,20 5 1.009,40 65 Utara

Desember 27,90 74,00 54,90 4 1.010,90 67 Utara

Rata-rata 27,58 74,92 46,90 4,42 1.010,28 65,17 Utara

Sumber : Data sekunder (setelah diolah), 2016.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!2!
2.! Fisiologi dan Geologi

Fisiologi merupakan salah satu faktor fisik yang sangat erat kaitanya

dengan proses-proses alami yang terjadi di suatu daerah. Sub komponen

fisiologi dan geologi yang diperkirakan terkena dampak pada lokasi rencana

peningkatan jalan lingkar, meliputi sub komponen lingkungan : struktur

geologi, teknologi dan kegempaan. Uraian singkat dari sub komponen ini

adalah :

2.1 Struktur Geologi

Sesar geser dan sesar naik sangat umum di jumpai di daerah

Sulawesi (Sukamto, 1973). Struktur geologi yang utama di daerah telitian

adalah sesar Palu-Koro yang di kenali oleh Sarasin 1901. Menurut

Ruttern (1927) sesar Palu-Koro ke arah tenggara dan menyatakan

panjang lajur sesar ini sepanjang 300 km.

Katili (1978) menyatakan bahwa gerak vertikal lebih dominan di

bagian utara lajur sesar Palu-Koro, sedangkan gerak mendatar mengiri

banyak terjadi di bagian selatan lajur sesar itu. Sudradjat (1981)

menyatakan bahwa sesar Palu-Koro membentang mulai bagian barat

Kota Palu, meneruskan ke tenggara mencapai panjang sekitar 250 km.

Lajur sesar Palu-Koro berkembang sesar naik dengan kemiringan sesar

kearah Timur. Sukamto (1973) menyatakan bahwa lajur sesar Palu-Koro

berkembang sesar naik dengan kemiringan sesar kearah timur. Hal ini

menunjukan bahwa sesar ini bergerak secara transpressional.

2.2 Teknologi dan Kegempaan

Patahan sesar Palu-Koro kembali terjadi gesekan dengan pola

mendatar. Gesekan kali ini mengakibatkan gempa berkekuatan 5,7 skla

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!3!
richter (SR) yang dirasakan di wilayah Kota Palu terutama di lokasi

patahan Kecamatan Kulawi.

Gerakan pada patahan sesar Palu-Koro sempat terjadi akhir Januari

2005 lalu dengan kekuatan gempa 6,2 skala lichter. Saat itu

menimbulkan kepanikan ribuan warga Kota Palu dan memilih mengungsi

ke dataran tinggi. Kepanikan yang sama juga terulang saat terjadi gempa

tektonik pada pukul 07.59 Wita. Menurut data Badan Meteorologi dan

Geofisika (BMG) Kota Palu, episenter gempa terletak di titik 1,49 LS-

119,98 BT atau pada posisi kurang lebih 60 Km arah tenggara Kota Palu

atau di sekitar Kecamatan Kulawi. Kedalaman gempa 33 Km,

berkekuatan 5,7 skala richter.

3.! Fisika Kimia

3.1 Kualitas Udara

Hasil uji Laboratorium Kualitas udara, besarnya perkiraan

kandungan debu di lokasi rencana Rencana Kegiatan Pembangunan

Perumahan Sangkakala Silae tahap II di Kelurahan Silae, Kecamatan

Ulujadi Kota Palu adalah sebagai berikut :

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!4!
Tabel 2. Hasil Uji Laboratorium Kadar Debu di Udara pada Lokasi
Rencana kegiatan pembangunan Perumahan Sangkakala
Silae tahap II di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi,
Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Baku Mutu sesuai PP Hasil


No. Parameter Unit Keterangan
No. 41 thn 1999 Pemeriksaan
Karbon 3
1. Monoksida (CO) µg/Nm 30,000 19,85 Lab.

3
Nitrogen Dioksida µg/Nm
2. (NO2) 400 6,65 Lab.

3
3. Sulfur Dioksida µg/Nm 900 8,60 Lab.
(SO2)
3
4. Timah Hitam (Pb) µg/Nm 2 0,00 Lab.
Debu 3
5. µg/Nm 230 10,15 Lab.
Sumber : Laboratorium Analisis Sumberdaya Alam dan Lingkungan,
Univesrsitas Tadulako, 2017.

Gambar 1. Pemeriksaan Sample Udara dari Rencana


Kegiatan Pembangunan Perumahan Sangkakala
Silae tahap II di Kelurahan Silae, Kecamatan
Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tangah.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!5!
3.2! Kebisingan

Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan

dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan

kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

Cara pengukuran kebisingan dengan menggunakan alat Sound Level

Meter, perhitungan dan evaluasi tingkat kebisingan berpedoman pada

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996

tentang baku tingkat kebisingan. apakah tidak melampaui baku mutu

kebisingan yang dianjurkan, yaitu untuk tingkat kebisingan di lingkungan

perumahan yaitu 38,1 - 41,2 dB, sedangkan dibandingkan dengan standar

tingkat kebisingan pemukiman, yaitu 55 dB, kalau kita kategorikan usaha

Rencana kegiatan pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II ini

dalam pemukiman telah memenuhi baku mutu kebisingan.

Tabel 3. Pengukuran Kebisingan Rencana kegiatan pembangunan


Perumahan Sangkakala Silae tahap II di Kelurahan Silae,
Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tangah.
Baku
Kebisingan Unit Hasil Analisis Titik Koordinat
Mutu
0
dB 38,1 – 41,2 55 S 00 55’39,2”
0
Jalan!masuk! E 119 55’55,4”
Lokasi!

Sumber :Laboratorium Analisis Sumberdaya Alam dan Lingkungan,


Univesrsitas Tadulako, 2017. Baku Mutu KEPMEN No.
48/MENLH/II/1996.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!6!
Gambar 2. Pengukuran Kebisinagn dari Rencana kegiatan pembangunan
Perumahan Sangkakala Silae tahap II di Kelurahan Silae,
Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tangah.

3.3! Kualitas Air Tanah

Hasil survey lapangan menunjukkan bahwa Lokasi Rencana

kegiatan pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II tidak

memiliki pengeboran air tanah sehingga tidak berpengaruh terhadap

kualitas dan kuantitas air tanah di sekitar lokasi proyek.

Fisika-Kimia

a. Kualitas Udara

Pada saat kegiatan dilaksanakan, diperkirakan yang akan menjadi

sumber dampak adalah adanya aktifitas alat berat, pengangkut material dan

bahan bangunan. Sedangkan jenis dampaknya yaitu kandungan partikel debu di

lokasi kegiatan. Akibatnya kualitas udara untuk variabel debu dan kebisinngan

yang semula termasuk kedalam kriteria kecil akan semakin

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!7!
meningkat. Meskipun demikian, dampak tersebut bersifat sementara dan dapat

berbalik dan hanya berlangsung selama tahapan konstruksi saja.

b. Hidrologi

Jenis dampak yang terjadi pada komponen hidrologi adalah

peningkatan debit air permukaan (run off) dan menurunnya debit air tanah.

Diperkirakan dengan adanya pembangunan fisik Rencana kegiatan

pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II, lahan yang semula

terbuka berubah menjadi lahan tertutup yang menjadi sumber menurunnya

debit air, dengan kata lain kualitas lingkungan menurun.

c.!!Kualitas Air Tanah

Pekerjaan penggalian dan pengerukan tanah di wilayah tapak kegiatan

merupakan sumber yang dapat mengubah beberapa nilai parameter air tanah,

seperti : meningkatnya kandungan partikel tanah, yang berakibat terhadap

meningkatnya kandungan total padatan terlarut (TDS), bahan-bahan cucian,

akan menyebabkan kandungan kesadahan akan meningkat, parameter lain

yang juga meningkat adalah tingkat kekeruhan.

Biologi

Pada tahapan ini pembersihan lahan (land clearing), terdapat beberapa

jenis tanaman yang hilang atau mati. Umumnya jenis vegetasi dilokasi

kegiatan tersebut didominasi tumbuhan semak. Hilangnya jenis tumbuhan di

lokasi kegiatan juga akan menyebabkan hilangnya satwa liar karena

habitatnya terganggu. Meskipun sifat dampak tersebut dapat berbalik namun

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!8!
jenis tumbuhan setelah konstruksi akan didominasi oleh tumbuhan yang

homogen.

a.! Flora

Tabel 4. Jenis-jenis flora yang tumbuh di lokasi rencana Kegiatan


Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II di
Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu,
Sulawesi Tangah.

No Jenis Tanaman Nama Latin Keterangan


1 2 3 4
1. Mangga Mangfera indica
2. Paku-pakuan Pterodophyta.
3. Jarak Ricinus comunis
4. Putri Malu Ivlimosapudica L
5. Rumput teki Cyperus rotundus L.
6. Alang-alang Imperata cilindrica
7. Kelapa Cocos nucifera

Sumber : Hasil Survey, 2017.

b. Fauna

Untuk jenis fauna yang umum terdapat di dalam dan sekitar

lokasi kegiatan diketahui tidak terdapat satwa liar ataupun satwa yang

dilindungi. Hasil pengamatan pada lokasi kegiatan, jenis fauna yang

umum terdapat pada lokasi kegiatan terdapat pada tabel berikut :

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!9!
Tabel 5. Jenis-jenis fauna yang hidup di lokasi rencana Kegiatan
Pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II di
Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu,
Sulawesi Tangah.

No Jenis Binatang Nama Latin Keterangan


1 2 3 4
1. Sapi Bossendacus
2. Kambing Capra lurcus
3. Anjing Canisfirniharis
4. Ayam Galus galus
5. Burung Pipit Arnandova sp.
6. Kupu-kupu Papilio sp.
7. Tikus Raticus noverticus
8. Cacing tanah Lumbricus terestris
9. Belalang Valanga sp.
10. Lalat Musca domesticus
11. Kadal Maboya muLl asciara
12. Biawak Varanus sp.
13. Cicak Hemydactylusfrenatus
14. Katak Rana sp.
15. Kucing Felix domestius
Sumber : Hasil Survey, 2017.

Sosekbudkesmas

a. Ketenagakerjaan

Rekruitment tenaga kerja untuk pengerjaan Rencana kegiatan

pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II dan segala fasilitasnya

merupakan kegiatan yang berdampak positif terhadap ketenaga kerjaan.

Penyerapan tenaga kerja tidak hanya untuk rencana kegiatan pembangunan

Perumahan Sangkakala Silae tahap II dan sarana lain, tapi juga terbukanya

peluang usaha sektor non formal.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!10!
b. Pendapatan

Peningkatan pendapatan secara tidak langsung bersumber dari

penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan para pekerja pada saat

pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II.

c.! Transportasi/Lalu Lintas

Adanya tenaga kerja yang direkrut untuk kegiatan atau sarana

pembangunan perumahan, berdampak terhadap pertambahan transportasi dan

arus lalu lintas. Alat transportasi yang diperkirakan bertambah adalah angkot,

truk, mobil pribadi, dan sepeda motor.

d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Dari Tabel 7. Menunjukkan penyakit yang paling banyak diderita oleh

penduduk di lokasi kegiatan adalah Penyakit Gastritis (Maag) sekitar 20,3 %,

disusul oleh Penyakit kulit alergi dengan 16,7 %, dan Penyakit lain pada

saluran pernapasan bagian atas dengan 14,4 %. Untuk jelasnya di lihat pada

tabel berikut :

Tabel 6. Data Jenis Penyakit yang ada di Kecamatan Ulujadi .

Kecamatan Ulujadi

Jlm Kasus (%)


No Jenis Penyakit

1 Penyakit Gastritis (Maag) 59 20,3


2 Penyakit lain pada saluran pernapasan 25 14,4
bagian atas
3 Penyakit pada ginggivitis dan penyakit 11 7,1
priodental
4 Penyakit ganguan syaraf lainnya 9 6,5
5 Penyakit kulit alergi 35 16,7
6 Panyakit Hipertensi 15 9,28

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II( Page!11!
7 Penyakit Sspek TB 8 5,5
8. Penyakit pada sitem otot jaringan 23 12,1
penyekat
9 Panyakit Kulit Infeksi 16 9,78
10 Penyakit Diare 9 6,5
100,00
Sumber : Puskesmas Silae, 2017.

Kegiatan pembangunan fisik diperkirakan menimbulkan kebisingan,

debu dan kerawanan keselamatan kerja. Berkaitan dengan hal tersebut

dampak negatif khususnya terhadap pekerja itu sendiri dan masyarakat sekitar

lokasi kegiatan. Timbulnya debu karena beroprasinya alat berat dan

pengangkutan material serta timbulnya asap kendaraan bermotor,

diperkirakan akan mengganggu pernafasan. Sedangkan penimbunan material

dan pengoperasian alat kerja akan menimbulkan kerawanan kecelakaan.

Dengan adanya proyek diperkirakan menurunkan skala kualitas komponen

kesehatan dan keselamatan kerja dari kriteria baik menjadi sedang (cukup

baik).

e.! Kegiatan Ekonomi

Seperti telah dikemukakan bahwa dengan dilaksanakannya proyek

Rencana kegiatan pembangunan Perumahan Sangkakala Silae tahap II akan

meningkatkan pendapatan sektor formal dan membuka peluang kerja sektor

informal. Jenis usaha sektor formal yang mengalami peningkatan pendapatan

adalah penjualan bahan bangunan, jenis usaha sektor informal yang dapat

dibuka adalah penjualan makanan/minuman penjualan rokok. Oleh karena itu

diperkirakan dampak yang terjadi adalah meningkatnya kegiatan ekonomi

dari keadaan cukup baik menjadi baik.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!12!
f.! Kamtibmas

Mobilitas alat berat, mobil pengangkut material dan tenaga kerja

diperkirakan akan menaikkan kepadatan lalu lintas khusunya jalan Malontara.

Dengan adanya proyek diperkirakan dampak yang terjadi adalah lalu lintas

dan rasa aman pengguna jalan. Hal ini terjadi khuusnya pada pagi dan sore

hari.

Diperkirakan, karena adanya pekerja bangunan dengan berbagai

macam karakteristiknya akan menyebabkan menurunnya ketertiban

masyarakat oleh karena itu dapat dikatakan bahwa dengan adanya

Pembanguan Perumahan akan menurunkan Kamtibmas dari baik menjadi

lebih baik.

g.! Nilai Sosial Budaya

Perubahan nilai sosial dan budaya bersumber dari mobilitas tenaga

kerja dan interaksi antara tenaga kerja atau antara pekerja dengan masyarakat

sekitar sehari hari selama proyek pembangunan perumahan berlangsung.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, maka diprakirakan akan menimbulkan

sikap dan persepsi yang cukup beragam dari penduduk yang bermukim

disekitar lokasi kegiatan. Sehingga dilakukan sosialisasi dari rumah ke rumah

(door to door) oleh pemrakarsa.

Adapun hasilnya bahwa penduduk di sekitar lokasi kegiatan

memberikan respon setuju dengan dibangunnya Perumahan tersebut. Hal ini

karena, pihak pemrakarsa akan memberikan kesempatan kepada penduduk

setempat untuk menjadi tenaga kerja, utamanya tenaga kerja yang tidak

membutuhkan skill khusus.

Dokumen(UKL,UPL(Pembangunan(Perumahan(Sangkakala(Silae(Tahap(II Page!13!
KEPADA!:!
Nomor! :!21/PSS2/VI/2017! YTH.!WALI!KOTA!PALU!
Lampiran! :!1!(Satu)!Berkas! Cq.!DINAS!LINGKUNGAN!HIDUP!KOTA!PALU!
Perihal! :!Permohonan!Memperoleh! DIV!
Rekomendasi!Lingkungan! PALU!

Yang!bertanda!tangan!di!bawah!ini!:!

Nama!Penanggung!Jawab! :!D.L.!SITORUS!
Nama!Perusahaan!/!Usaha! :!Perumahan!Sangkakala!Silae!Tahap!II!
Alamat!Usaha!/!Kegiatan! :!Jl.!Penanda!Kel.!Silae!Kec.!Ulujadi!Kota!Palu!Sulawesi!
Tengah!
Alamat!Tempat!Tinggal! :!Jl.!Kebun!Raya!No.!2!
Telp!/!Hp! :!0853!1599!4699!
Jenis!Usaha!/!Kegiatan! :!Perumahan!
2!
Skala!Usaha!/!Kegiatan! :!+!35.353!M
Status!Usaha!/!Kegiatan! :!Milik!Sendiri!

Berencana!melakukan!usaha!dan/atau!kegiatan!sebagaimana!disebutkan!diatas!dan!bermaksud!

untuk!memperoleh!izin!lingkungan!melalui!kewajiban!menyusun!dokumen!lingkungan!yaitu!UKLV!

UPL/SPPL!sebagaimana!peraturan!perundangVundangan!yang!berlaku.!

Palu,!15!Juni!2017!

D.L.!SITORUS!
Direktur!
Gambar Peta Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Perumahan Mahkota Indah II Residence
Gambar Peta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Perumahan Mahkota Indah II Residence