Anda di halaman 1dari 16

REVIEW

Bab 17 Harga dan Yield Obligasi Charles P. Jones,

Investments: Analysis and Management,

Tenth Edition, John Wiley & Sons

MATA KULIAH

MANAJEMEN INVESTASI DAN PASAR MODAL

PROGRAM KONSENTRASI KEUANGAN

PROGRAM SARJANA

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017

1
KATA PENGANTAR

Assalmu’alikum wr.wb

Bismilahirrahmanirrakhim, Alhamdulillahirobbil ‘alamin, dengan meman-


jatkan puja dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat taufik dan
hidayah Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Obligasi dan
Penilaianya” tidak lupa shalawat serta salam tetap atas junjungan kita Nabi Agung
Muhammad SAW, yang kita harapkan syafa’atnya pada hari kiamat kelak, Amin Ya
Robbal’alamin.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil diskusi kelompok dan juga dari
reverensi yang relevan, agar nantinya kami berharap makalah ini dapat di terima
dengan baik di semua kalangan dan dapat memberi manfaat kepada pembacanya.

Di dalam pengerjaan makalah ini, kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi
mungkin dengan segala keterbatasan waktu, kemampuan dan pengetahuan, kami
sadar bahwa makalah ini masih jauh dari dari sempurna. Maka dari itu saran dan
kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi sempurnanya
makalah ini di kemudian hari.

Wasalamua’laikum wr.wb

Kendari, 29 April 2015

Penyusun
Kelompok 6

2
Daftar Isi

Halaman judul ......................................................................................................................... 1

Kata pengantar ........................................................................................................................ 2

Daftar isi.................................................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang ............................................................................................................... 4

b. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 4

c. Tujuan ........................................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

a. Pengertian obligasi ........................................................................................................ 5

b. Jenis - jenis obligasi ....................................................................................................... 5

c. Karakter-karakter obligasi ............................................................................................ 10

d. Penilaian obligasi .......................................................................................................... 11

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan .................................................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 16

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Obligasi dan saham keduanya adalah instrumen keuangan yang
disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah bagian dari
pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata
merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga
biasanya memiliki suatu jangja waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu
tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki
selamanya ( terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang
disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.

Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti.


"Penerbit" obligasi adalah sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi
adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman
yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka
dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka
panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.

B. Rumusan masalah

a. Apa yang dinamakan obligasi ?


b. Apa macam-macam obligasi ?
c. Apa saja karakter obligasi?
d. Bagaimana penilaian obligasi ?

C. Tujuan

a. Agar mahasiswa paham apa yang dinamakan obligasi


b. Agar mahasiswa mengetahui macam-macam obligasi
c. Agar mahasiswa mengetahui karakter-karakter obligasi
d. Agar mahasiswa dapat menghitung penilaian dari obligasi

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN OBLIGASI

Menurut Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128), definisi obligasi adalah
sebagai berikut : “Obligasi adalah suatu pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh
pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang
berhutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk
membayar bunga secara periodik atas dasar persentase tertentu yang tetap”.

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara
pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Surat obligasi adalah selembar
kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman
kepada perusahaan yang menerbitkan obligasi. Dalam setiap obligasi tertera nilai
nominal obligasi serta tingkat bunga obligasi.
Perusahaan menerbitkan obligasi biasanya disebabkan oleh kebutuhan dana
dalam jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi dari akumulasi laba ditahan maupun
dari utang bank. Karena obligasi ini memiliki masa jatuh tempo yang lebih dari
satu tahun (biasanya antara 5 sampai dengan 20 tahun), maka apabila perusahaan
menerbitkan obligasi akan menimbulkan utang obligasi. Utang ini dikelompokkan
ke dalam utang jangka panjang.Investor meemiliki pilihan dalam berinvestasi
dalam obligasi.

B. JENIS-JENIS OBLIGASI
Sebelum transaksi jual beli obligasi terjadi, ada suatu kontrak perjanjian
obligasi (bond indenture) antara pembeli dan penjual obligasi. Dan macam obligasi
ditentukan oleh kontrak perjanjian tersebut, macam obligasi antara lain :
a. Berdasarkan penerbit obligasi (issuer)

Berdasarkan penerbit obligasi dapat dibagi atas tiga jenis yaitu :

1) Obligasi pemerintah

Yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

5
2) Obligasi perusahaan milik negara (state owned company)

Contoh penerbit obligasinya adalah BTN, Bapindo, PLN, jasa marga,


Pegadaian, Pelabuhan Indonesia, dan lain-lain.
3) Obligasi perusahaan swasta

Contoh penerbit obligasinya adalah Astra Internasional, Bank Internasional


Indonesia, Citra Marga Nusaphala Persada, Bank Modern, Multiland, Dharmala
Sakti Sejahtera, Ciputra development, Tjiwi Kimia, dan lain-lain.
b. Berdasarkan sistem pembayaran bunga

Berdasarkan sistem pembayaran bunga maka obligasi dapat dibagi atas dua
jenis yaitu :
1) Obligasi Kupon (Coupon Bond)

Obligasi kupon (Coupon Bond) yaitu obligasi yang bunganya dibayarkan


secara periodik, ada yang setiap triwulan, semesteran, atau tahunan. Pada surat
obligasi terdapat bagian yang dapat dirobek untuk mengambil bunga obligasi
tersebut. Bagian inilah yang disebut kupon obligasi. Jadi kupon obligasi adalah
bagian yang istimewa dari suatu obligasi yang mendefinisikan jumlah bunga
tahunan. Setiap 1 kupon melambangkan 1 kali bunga yang dapat diambil.
2) Obligasi Tanpa Kupon (Zero Coupon Bond)

Lain halnya dengan Coupon bond, Zero Coupon Bond tidak mempunyai
kupon, sehingga investor tidak akan menerima bunga secara periodik, dimana
bunga langsung dibayarkan sekaligus pada saat pembelian sehingga akan
mengurangi harga obligasi.[2]Misalnya investor membeli obligasi zero
coupon dengan nilai nominal Rp 1.000.000 tetapi investor hanya membayar
dengan harga Rp 700.000. Pada saat jatuh tempo, uang pokok akan dibayarkan
penuh sebesar Rp 1.000.000.
c. Berdasarkan tingkat bunganya

Berdasarkan tingkat bunga ada 3 jenis obligasi, yaitu :

1) Obligasi dengan bunga tetap (Fixed rate bond)

Bunga pada obligasi ini ditetapkan pada awal penjualan obligasi dan tidak
berubah sampai dengan jatuh tempo.
2) Obligasi dengan bunga mengambang (Floating rate bond)

6
Bunga pada obligasi ini ditetapkan pada waktu pertama kali untuk kupon
pertama, sedangkan pada waktu jatuh tempo kupon pertama akan ditentukan
tingkat bunga untuk kupon berikutnya, demikian seterusnya. Biasanya obligasi
dengan bunga mengambang ini ditentukan relatif terhadap suatu patokan suku
Obligasi jenis ini merupakan gabungan dari obligasi bunga tetap dan bunga
mengambang. Bunga tetap ditetapkan untuk periode tertentu biasanya pada periode
awal, dan periode selanjutnya bunganya mengambang.
Bunga misalnya 1% di atas JIBOR (Jakarta Inter Bank Offering Rate),
1,5% di atas LIBOR (London Inter Bank Offering Rate).
3) Obligasi dengan bunga campuran (Mixed rate bond)

d. Berdasarkan jaminannya

Berdasarkan jaminannya ada 5 jenis obligasi yaitu :

1) Collateral

Perusahaan penerbit membuat suatu janji, apabila pada saat jatuh tempo
obligasi perusahaan penerbit tidak dapat membayar nilai nominal obligasi maka
perusahaan penerbit menyediakan sejumlah aset milik perusahaan sebagai jaminan.
Hal tersebut akan memperkuat tingkat kepercayaan pemodal, yang menjamin
bahwa pemodal tidak akan mengalami kerugian.
2) Debenture

Dalam tipe obligasi ini, perusahaan penerbit obligasi tidak menjamin


dengan aktiva tertentu, tetapi dijamin oleh tingkat likuiditas perusahaan. Pemodal
berharap bahwa perusahaan dapat mencapai laba untuk membayar bunga dan nilai
nominal obligasi.
3) Subordinate debenture

Dalam perjanjian kontrak obligasi, pemegang obligasi diklasifikasikan


berdasarkan siapa yang akan dibayar terlebih dahulu. Jika perusahaan bangkrut,
siapa yang paling mendapat prioritas untuk dibayar terlebih dahulu.
Tipe subordinate debenture dibayar setelah debenture. Oleh karena itu, subordinate
debenture merupakan obligasi yang mempunyai risiko tinggi.
4) Obligasi pendapatan (Income bonds)

Obligasi tipe ini, tidak dijamin dengan aset tertentu. Di samping itu,
perusahaan penerbit tidak mempunyai kewajiban membayar bunga secara periodik
7
kepada pemegang obligasi. Dalam obligasi, perusahaan akan membayar bunga
apabila laba yang dicapai cukup untuk membayar bunga. Perusahaan penerbit tidak
mempunyai utang bunga apabila periode yang berlalu tidak mampu membayar
bunga.
5) Obligasi Hipotek (Mortgage)

Obligasi tipe ini dijamin dengan aset tertentu dan aset yang dijadikan
agunan disebutkan secara jelas. Aset tersebut merupakan aset yang tidak bergerak
misalnya, tanah dan gedung. Apabila perusahaan melalaikan janjinya, agunan
tersebut dapat dijual untuk menutupi kewajiban perusahaan tersebut. Dalam
obligasi tipe ini, aset perusahaan yang baru secara langsung menjadi agunan.
e. Dari segi tempat penerbitannya

Memandang obligasi dari segi tempat penerbitan atau tempat


perdagangannya dapat dibagi atas 3 jenis :
1) Obligasi domestik (Domestic Bond)

Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan atau lembaga dalam negeri dan
dipasarkan di dalam negeri. Misalnya obligasi PLN yang dipasarkan di dalam
negeri (Indonesia).
2) Obligasi asing (Foreign Bond)

Adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan atau lembaga asing pada
suatu negara tertentu di mana obligasi tersebut dipasarkan. Contoh : Yankee
Bond diterbitkan dan dipasarkan di Amerika Serikat, Samura Bond diterbitkan dan
dipasarkan di Jepang, Dragon Bond diterbitkan dan dipasarkan di Hongkong dan
sebagainya.
3) Obligasi Global (Global Bond)

Obligasi yang diterbitkan untuk dapat diperdagangkan dimanapun tanpa


adanya keterbatasan tempat penerbitan atau tempat perdagangan tertentu.
f. Dari segi pemeringkat

Jika dilihat dari segi rating maka obligasi dapat dibagi menjadi 3 Jenis, yaitu :

1) Grade Bond

Yaitu obligasi yang telah diperingkat dan termasuk dalam peringkat yang
layak untuk investasi (investment grade). Yang termasuk investment grade adalah

8
peringkat AAA, AA, dan A menurut Standards & Poor’s atau peringkat Aaaa, Aa
dan A menurut Moody’s.
2) Non-grade Bond

Adalah obligasi yang telah diperingkat tetapi tidak termasuk peringkat yang
layak untuk investasi (non-investment grade). Umumnya peringkat obligasi ini
adalah BBB, BB dan B menurut Standards & Poor’s atau Bbb, Bb dan B menurut
Moody’s.
g. Berdasarkan call feature

Adalah obligasi yang diterbitkan dengan fasilitas/hak untuk membeli


kembali. Hak untuk membeli kembali obligasi yang telah dijual sebelum obligasi
tersebut jatuh tempo disebut call feature. Dari segi call feature, obligasi dapat
dibagi atas tiga jenis, yaitu :
1) Freely Callable Bond

Dalam kontrak perjanjian obligasi, pada saat tertentu perusahaan penerbit


dapat memanggil (menarik) obligasi kembali. Perusahaan penerbit mempunyai
kesempatan untuk memanggil obligasi apabila tingkat bunga turun dan
menerbitkan obligasi baru dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Konsep ini
disebut dengan refunding. Perusahaan penerbit dapat memanggil obligasi yang
beredar apabila hal tersebut dianggap menguntungkan bagi perusahaan.
2) Non Callable Bond

Non Callable Bond adalah obligasi yang tidak dapat dibeli kembali oleh
penerbitnya sebelum obligasi tersebut jatuh tempo. Kecuali penerbit membeli
melalui mekanisme pasar.
3) Deferred Callable Bond

Deferred Callable Bond merupakan kombinasi antara freely callable


bond dengan non callable bond. Biasanya ditentukan suatu batas waktu tertentu
dimana obligasi tersebut tidak dapat dibeli kembali (non callable), misalnya pada
tahun pertama, kemudian sesudahnya penerbit dapat membeli kembali (freely
callable).
h. Berdasarkan segi konversi

Dari segi konversi, obligasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1) Obligasi Konversi/Tukar (Convertible Bond/Exchangeable Bond)


9
Obligasi konversi/tukar adalah obligasi yang dapat ditukar dengan saham,
baik saham penerbit obligasi sendiri (convertible bond) maupun saham perseroan
lain yang dimiliki oleh penerbit obligasi (exchangeable bond). Saham-saham yang
akan digunakan sebagai konversi obligasi akan dijadikan jaminan pada wali
amanat dan disimpan di bank kustodian.
2) Obligasi Non Conversi (Non Convertible Bond)

Obligasi non konversi merupakan obligasi yang tidak dapat dikonversikan


menjadi saham tetapi hanya mencairkan pokok obligasi tersebut pada waktu jatuh
tempo sebagaimana pada obligasi lainnya.

C. KARAKTER UTAMA OBLIGASI

Beberapa obligasi dijamin oleh aset spessifik yang harus diserahkan kepada
pemegang obligasi jika emiten gagal bayar,sementara obligasi lain tidak memiliki
jaminan seperti itu.untuk memahami obligasi penting memahami persyaratan
sebagai berikut :
1. Nilai pari (par value)

Nilai pari biasanya mencerminkan jumlah uang yang dipinjam oleh


prusahaan dan dijanjikan dilunasi kembaali pada saat jatuh tempo.
2. Tingkat bunga kupon (coupont interest rate)

Didapat dari ketika pembayaran kupon tahunan biasanya disebutkan


,kemudian dibagi nilai pari nya.
3. Tanggal jatuh tempo

Obligasi memiliki tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan ,dimana nilai
pari harus dilunasi.
4. Ketentuan penebusan

Ketentuan penebusan biasanya menyatakan bahwa emitenn harus


membayar jumlah yang lebih besar dari nilai pari kepada pemegang obligasi ,jika
obligasi ingin ditebus .
5. Dana pelunasan

Memfasilitasi pelunasan emisi obligasi secara teratur.

6. Fitur lain

10
· Obligasi yanng dapat dikonversi :obligasi yang dapat ditukar
dengan lembar saham
· Obligasi yang diterbitkan dengan waran : fungsinya mirip dengan
obligasi yang dapat dikonversi .
· Obligassi yang dapat dijual kembali :memungkinkan investor
menjual keobligasi kembali pada perusahaan sebelum jatuh
tempo pada harga yanng telah ditentukan.
· Obligasi pendapatan :opsi ini hanya membayarkan bunga jika
perusahaan memiliki laba yang cukup untuk membayar bunga
· Obligasi daya beli :tingkat bungaa obligasi ini didasarkan pada
suatu indeks inflasi seperti indeks harga konsumen

D. MENGUKUR IMBAL HASIL OBLIGASI

a. Yield To Maturity

YTM  2  {[MV/P] 1/2n  1}


Paling umum digunakan dalam penentuan imbal hasil yang diharapkan,
Tingkat yang dijanjikan dari pengembalian yang diterima dari obligasi dibeli
dengan harga pasar saat ini dan dimiliki hingga jatuh tempo, menyamakan
nilai sekarang dari kas masa depan diharapkan mengalir ke investasi awal
dimana mirip dengan internal rate of return.
Memecahkan untuk YTM untuk obligasi kupon nol,Investor mendapatkan
YTM jika obligasi tersebut dimiliki hingga jatuh tempo dan semua kupon
diinvestasikan kembali pada YTM.
b. Yield To Call

2c
Ct / 2 CP
P 
t 1 ( 1  YTC/ 2 ) ( 1  YTC/ 2 )2c
t

Yield berdasarkan periode panggilan tangguhan dimana Jumlah pengganti


periode sampai dengan tanggal panggilan pertama untuk dan harga panggilan
untuk nilai nominal.

11
c. Realisasi Yield Compound
1/ 2 n
 Total future dollars 
RCY     1.0
 Purchase price of bond 

Tingkat pengembalian benar-benar diterima pada obligasi mengingat


reinvestasi kupon pada tingkat yang berbeda-beda dimana menggunakan
Analisis kembali Horizon atau Pengembalian obligasi berdasarkan asumsi
tentang tingkat pengembalian investasi, Obligasi Penilaian Prinsip dilihat dari
nilai intrinsik, Perkiraan nilai, Nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan,
untuk menghitung nilai intrinsik di perlukan :

- Arus kas yang diharapkan


- Waktu arus kas yang diharapkan
- Tingkat diskonto, atau tingkat pengembalian oleh investor
d. Valuasi obligasi
2n
Ct / 2 MV
V  
t 1 ( 1  r/ 2 ) ( 1  r/ 2 )2 n
t

Nilai dari obligasi kupon merupakan masalah terbesar adalah


menentukan tingkat diskonto maka dari itu Yield diperlukan adalah untuk
tingkat pasar saat ini yang diperoleh dari obligasi sebanding dengan jatuh
tempo yang sama dan risiko kredit.

Perubahan Harga Obligasi yaitu Memegang jatuh tempo konstan,


penurunan suku bunga akan menaikkan harga yang lebih besar persen dari
peningkatan yang sesuai tarif akan menurunkan harga.

Perubahan harga pada obligasi Seiring waktu, harga obligasi yang


berbeda dari nilai nominal harus berubah itu terlihat dari harga obligasi
bergerak terbalik terhadap imbal hasil pasar, Perubahan harga obligasi karena
perubahan yield secara langsung berkaitan dengan waktu jatuh tempo dan
tidak langsung berhubungan dengan tingkat kupon.

e. Mengukur Obligasi Volatilitas Harga: Durasi

Yang perlu dipertimbangkandalam mengukur obligasi volatilitas harga hal


yang terpenting yang perlu diperhatiakan ialah :

12
- Efek yang berbeda dari perubahan hasil pada harga dan tingkat
pengembalian obligasi yang berbeda
- Kematangan ukuran yang tidak memadai dari volatilitas
- Mungkin tidak memiliki masa ekonomi yang identik
- Ukuran diperlukan yang menyumbang baik ukuran dan waktu arus kas

Lamanya umur obligasi diukur melalui

- Ukuran seumur hidup obligasi, dinyatakan dalam tahun, yang


menyumbang seluruh pola (baik ukuran dan waktu) dari arus kas selama
umur obligasi
- Jatuh tempo rata-rata tertimbang dari arus kas suatu obligasi
- Bobot ditentukan oleh nilai sekarang dari arus kas
- Menghitung Durasi

n
PV(CFt )
D t
t 1 Market Price

Perlu waktu-berat nilai sekarang dari arus kas dari obligasi dimana
semua ini Durasi tergantung pada tiga faktor, Jatuh tempo dari obligasi,
pembayaran kupon, Yield to maturity. Hal ini menimbulkan Hubungan durasi
yaitu Durasi meningkat dengan waktu jatuh tempo tetapi pada tingkat yang
menurun, serta untuk obligasi kupon membayar, durasi selalu kurang dari
jatuh tempo, untuk zero coupon-obligasi, durasi sama dengan waktu jatuh
tempo, durasi meningkat dengan kupon yang lebih rendah, dengan meningkat
durasi maka yield akan lebih rendah hingga jatuh tempo

f. Mengapa Durasi Penting?

Memungkinkan perbandingan tingkat efektif dari obligasi yang


berbeda dalam jatuh tempo kupon yang diberi, serta digunakan dalam strategi
manajemen obligasi khususnya imunisasi, langkah-langkah kepekaan harga
obligasi terhadap pergerakan suku bunga, yang sangat penting dalam setiap
analisis obligasi

g. Memperkirakan Perubahan Harga Menggunakan Duration

-D
% Δ in bond price  Δr
( 1  r)

13
Durasi dimodifikasi = D * = D / (1 + r)

D * =dapat digunakan untuk menghitung persentase perubahan harga


obligasi untuk perubahan yang diberikan suku bunga

h. Convexity

Mengacu pada sejauh mana durasi perubahan sebagai hasil perubahan


jatuh tempo.

Hubungan harga-yield adalah Convexty yaitu persamaan durasi


mengasumsikan hubungan linear antara harga dan yield, dimana Convex untuk
kupon rendah, obligasi dengan jatuh tempoyang lama, dan hasil yang rendah
hingga jatuh tempo.

Kesimpulan Durasi ialah Untuk mendapatkan volatilitas harga


maksimum, investor harus memilih obligasi dengan durasi terpanjang, durasi
adalah aditif, durasi portofolio hanya rata-rata tertimbang, serta volatilitas
langkah durasi yang bukan satu-satunya aspek risiko dalam obligasi.

14
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara
pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman.

Jenis-jenis obligasi dibagi menjadi 9 yaitu Berdasarkan penerbit obligasi


(issuer), Berdasarkan sistem pembayaran bunga, Berdasarkan tingkat bunganya,
Berdasarkan jaminannya, Dari segi tempat penerbitannya, Dari segi pemeringkat,
Berdasarkan call feature, Berdasarkan segi konversi, Karakter utama obligasi ada 6
yaitu Nilai pari (par value), Tingkat bunga kupon (coupont interest rate), Tanggal
jatuh tempo, Ketentuan penebusan, Dana pelunasan, Fitur lain.

15
DAFTAR PUSTAKA

charles, & P.Jones, C. (1943). Invesment Analysis and Management. the United States of America:

Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.

16