Anda di halaman 1dari 12

Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan

Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

PERAN PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR


DALAM MEMBANGUN KEBERDAYAAN PEREMPUAN
DI PKBM FALAHUL HIKMAH KECAMATAN TANGEN
KABUPATEN SRAGEN
Suryani
Pendidikan Non Formal, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
yanigavania@gmaill.com
Heryanto Susilo, M.P.d
Pendidikan Non Formal, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

ABSTRAK
Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan peran dan status perempuan.
Satuan pendidikan non formal yang dapat meningkatkan peran dan status perempuan adalah PKBM
melalui program Keaksaraan Fungsional Dasar. Program Keaksaraan Fungsional Dasar memiliki tujuan
untuk membelajarkan dan membangun keberdayaan masyarakat khususnya perempuan, agar dapat
memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, hitung dan kemampuan fungsionalnya yang bisa digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan dan menganalisis
bagaimana peran program Keaksaraan Fungsional Dasar dalam membangun keberdayaan perempuan di
PKBM Falahul Hikmah Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian kualitatif. subjek dari penelitian ini adalah penyelenggara/pamong, tutor dan warga
belajar.Teknik pengumpulan data mengguakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis
data dengan pengumpulan data, reduksi data display data dan kesimpulan /verifikasi. Untuk uji keabsahan
data menggunakan kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan program keaksaraan dasar di PKBM Flahul hikmah telah sesuai
dengan 10 patokan dikmas. Tetapi masih ada sarana prasana yang kurang di tempat pelaksanaan program.
Program keaksaraan fungsional dasar telah membantu dalam membangun keberdayaan bagi perempuan.
Saat ini para perempuan telah memiliki rencana untuk masa depan, mampu mengarakan dirinya untuk
mewujudkan rencana tersebut. Perempuan juga telah memiliki kemampuan untuk berunding dan
bekerjasama baik dengan anggota keluarga dan anggota masyarakat.

Kata kunci: Program KF Dasar, Keberdayaan Perempuan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Abstract

Education is an essential factor in raising the role and the status of the women. The non-formal
education unit that can increase the role and the status of the women is PKBM, through the basic
functional literacy program. This program aims at teaching and building the society empowerment,
specifically the women, to be able to use the basic skills of reading, writing, arithmetic and the functional
skills in the daily life. Thus, this study aimed at describing and analyzing the role of the basic functional
literacy program in developing the women empowerment in PKBM Falahul Hikmah located in Tangen
sub-district, Sragen. Qualitative study was employed by involving the administrators (pamong), the tutors
and the learners as the subjects of the study. Furthermore, interview, observation and documentation
were used as the data collection techniques. Besides, the data analysis used the data collection, data
reduction, data display and conclusion or verification. Also, credibility, dependability and conformability
were utilized to check the validity of the data. The results showed that the implementation of the basic
functional literacy program in PKBM Falahul Hikmah has met the 10 criteria of the dikmas even though
the learning place lacked infrastructures. Additionally, this program has successfully helped build the
empowerment for the women. The women have a clear plan about the future and the ability to guide
themselves in actualizing it. Moreover, they have the ability to negotiate and cooperate with the family
members as well as the society members.

Keywords: Basic Functional Literacy Program, Women Empowerment, Society Learning Center.

1
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

PENDAHULUAN memberdayakan potensi desa dan atau perkotaan. Satuan


Pendidikan dasar merupakan bagian dari Hak pendidikan sejenis meliputi lembaga, panti, pesantern
Asasi Manusia dan hak setiap warga negara, maka untuk bimbingan belajar, sanggar.
memenuhi kebutuhan tersebut harus direncanakan sebaik Satuan pendidikan non formal yang saat ini
mungkin. Pemenuhan atas hak untuk mendapatkan bertugas untuk meningkatkan kemampuan membaca,
pendidikan dasar yang layak dan bermutu merupakan menulis, berhitung dan keterampilan adalah Pusat
ukuran keadilan dan pemerataan. Hal tersebut menjadi kegiatan belajar masyarakat (PKBM). UNESCO,
investasi mengenai sumber daya manusia yang menjelaskan bahwa PKBM merupakan salah satu wadah
diperlukan untuk mendukung kelangsungan dalam memberikan kesempatan penuh kepada seluruh
pembangunan suatu negara. Sebagai salah satu upaya komponen masyarakat agar mampu: (a) memberdayakan
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. masyarakat agar masyarakat mandiri dam mampu
Kondisi perempuan di Indonesia dalam bidang berswadaya, (b) meningkatkan kualitas hidup
pendidikan relatif masih sangat rendah dibandingkan masyarakat, dan (c) pengembangan dan pembangunan
laki-laki (Data BPS Tahun 2014). Perempuan seringkali masyarakat (Mustofa Kamil, 2011:81). Pusat Kegiatan
kurang mendapatkan kesempatan yang cukup untuk Belajar Masyarakat (PKBM) menyelenggarakan berbagai
berkiprah dalam kehidupan sosial ataupun pendidikan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dibandingkan dengan laki-laki. Keterampilan yang atas dasar prakarsa dari, oleh, dan untuk masyarakat (Ace
rendah menyebabkan perempuan berada dalam Suryadi, 2009: 29).
kedudukan yang lemah dalam menghadapi persaingan Program PKBM yang dilakukan untuk
menghadapi laki-laki. meningkatkan kemampun baca, tulis, hitung dan
Perempuan merupakan sosok penting dalam keterampilan adalah melalui program Keaksaraan
keluarga dan sebagai bagian dari masyarakat, perempuan Fungsional Dasar. Sudjana (2004: 145) menyatakan
memiliki peran dan fungsi yang strategis. Tetapi peranan bahwa pendidikan keaksaraan adalah pendidikan yang
tersebut masih sulit terwujud karena kemampuan yang diselenggarakan bagi anggota masyarakat yang buta
dimiliki perempuan masih kurang. Kemampuan ini aksara sehingga menjadi melek aksara dan angka, melek
berkaitan erat dengan kesempatan untuk mengenyam bahasa Indonesia, dan melek pengetahuan dasar sebagai
pendidikan. Pendidikan merupakan faktor yang penting bekal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidup.
dalam meningkatkan peran dan status perempuan. Pendidikan keaksaraan dilakukan melalui satuan
Berdasarkan data statistik menunjukkan angka buta huruf kelompok belajar keaksaraan fungsional, kursus, dsb.
pada perempuan masih lebih tinggi daripada laki-laki. Program keaksaraan fungsional merupakan bentuk
(Data BPS Tahun 2014). layanan pendidikan luar sekolah untuk membelajarkan
Program yang sampai saat ini dilakukan untuk warga masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki
meningkatkan keberdayaan perempuan di pesedaan yakni kemampuan menulis, membaca, berhitung mengamati
melalui pendidikan non formal. Dalam UU No 20 tahun dan menganalisis, yang berorientasi pada kehidupan
2003 tentang SISDIKNAS pasal 1 ayat 13 menyatakan sehari-hari dengan memamfaatkan potensi yang ada di
bahwa pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di lingkungan sekitarnya, untuk meningkatkan mutu dan
luar pendidikan formal yang dapat dilakukan secara taraf hidunpnya (dalam penyelenggaraan program
terstruktur dan berjenjang. Sehingga pelaksanaan keaksaraan fungsional 2005:8) Materi yang disampaikan
pembelajaran dapat dilakukan secara luwes dan fleksibel dalam keaksaraan fungsional sesuai dengan apa yang ada
bagi masyarakat tanpa menentukan usia. Tetapi masih di lingkungan sekitar. Program keaksaraan fungsional
terdapat sruktur dan jenjang yang diikuti dalam juga diharapkan mampu memberdayaan kemampuan
pelaksanaan pembelajaran. warga belajar.
Pendidikan Non Formal berfungsi PKBM Falahul Hikmah merupakan salah satu
mengembangkan potensi warga belajar dengan PKBM di wilayah Kabupaten Sragen. PKBM ini mulai
penekanan pada penguasaan pengetahuan dan berdiri sejak tahun 2009 dan diresmikan pada tanggal 27
keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan Agustus 2009 setelah dikeluarkannya akta notaries.
kepribadian profesional (dalam UU SISDIKNAS tahun PKBM Falahul Hikmah saat ini sudah dipercaya oleh
2003 pasal 26 ayat 2).” pemerintah kabupaten untuk melakukan program
Menurut Sudjana (2004:146-147) satuan keaksaraan fungsional.
pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, Program PKBM Falahul Hikmah yang pernah
pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar diselenggarakan di Kecamatan Tangen yakni keaksaraan
masyarakat, majelis ta’lim dan satuan pendidikan yang baik Keaksaraan Fungsional Dasar maupun Keaksaraan
sejenis. Lembaga kursus adalah lembaga yang diprakarsai Usaha Mandiri (KUM). Program PKBM Falahul Hikmah
oleh masyarakat dengan tujuan meningkatkan diselenggarakan mulai dari tahun 2012 sampai sekarang.
keterampilan, pengetahuan dan kecakapan hidup. Program tersebut pernah dilaksanakan di Desa Sigit,
Lembaga pelatihan adalah lembaga yang didirikan oleh Desa Grombo, Desa Jekawal serta Desa Katelan. Untuk
pemerintah daerah dan masyarakat dengan tahun ini program Keaksaraan Fungsional Dasar
menitiberatkan pada keterampilan fungsional untuk dilakukan di Desa Galeh. Program PKBM yang saat ini
memasuki dunia kerja. Pusat kegiatan belajar masyarakat diselenggarakan di Desa Katelan yakni Pemberdayaan
adalah tempat pembelajaran masyarakat untuk Perempuan yang dimulai sejak tahun 2013 sampai
sekarang. Serta Pendidikan Anak Usia Dini yang dimulai

2
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

sejak tahun 2013 sampai sekarang. Dari judul yangg telah ditentukan maka uraian definisi
Keaksaraan Fungsional Dasar yang operasionalnya sebagai berikut:
diselenggarakan oleh PKBM Falahul Hikmah difokuskan 1. Program Keaksaraan Fungsional Dasar
Desa Galeh dan berjalan cukup lancar. Meskipun usia Program Keaksaraan fungsional dasar adalah
warga belajar tidak muda lagi tapi pembelajaran terus layanan pendidikan non formal yang diberikan oleh
berjalan. Pembelajaran dilakukan ketika malam hari, di PKBM kepada masyarakat yang masih buta huruf.
hari Sabtu dan Minggu. Proses pembelajarannya terbagi Agar memiliki kemampuan membaca, menulis dan
menjadi beberapa kelompok belajar dengan jumlah warga berhitung terkait dengan kehidupannya sehari-hari
belajar yang cukup banyak. dimasyarakat. Peneliti melihat program keaksaraan
Berdasarkan penguraian diatas mengenai upaya fungsional dasar dari segi dari segi perencanaan,
yang dilakukanuntuk meningkatkan kemampuan pelaksanaan dan hasil yang diperoleh warga belajar.
membaca menulis berhitung dan ketermpilan oleh Sehingga peneliti dapat melihat tercapainya peran
lembaga pendidikan khususnya pendidikan di jalur non program Keaksaraan Fungsional Dasar dalam rangka
formal melalui program Keaksaraan Fungsional Dasar, membangun keberdayaan bagi perempuan di desa
yang menunjukkan dengan semakin baik kemampuan galeh kecamatan tangen kabupaten sragen.
baca tulis dan hitung khususnya bagi perempuan akan 2. Membangun Keberdayaan perempuan
mampu membangun keberdayaan perempuan tersebut. Membangun Keberdayaan perempuan adalah
maka perlu adanya penelitian mengenai peran program upaya untuk memberikan daya, kemampuan yang
Keaksaraan Fungsional Dasar dalam membangun berfokus pada perempuan. Hal ini bertujuan untuk
keberdayaan perempuan. Penelitian yang akan dilakukan menggubah perempuan yang kurang atau belum
dengan judul “Peran Program Keaksaraan Fungsional berdaya menjadi berdaya melalui serangkaian
Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan kegiatan. Peneliti melihat keberdayaan perempuan
Di PKBM Falahul Hikmah Kecamatan Tangen sebagai kondisi dimana perempuan telah memiliki
Kabupaten Sragen” kemampuan untuk mampu merencanakan
Berdasarkan dari latar belakang tersebut, maka kehidupannya dimasa mendatang, mampu
diperoleh rumusan masalah yaitu: Bagaimana peran mengarahkan dirinya sendiri, memiliki kemampuan
program Keaksaraan Fungsional Dasar dalam untuk berunding, memiliki kemampuan untuk
membangun keberdayaan perempuan di PKBM Falahul bekerjasama yang saling menguntungkan dan
Hikmah Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen? bertanggung jawab atas tindakannya.
Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang
ingin dicapai dalam penelitian ini mendekripsikan dan KAJIAN PUSTAKA
menganalisis bagaimana peran program Keaksaraan Filosofi PKBM secara ringkas adalah dari, oleh
Fungsional Dasar dalam membangun keberdayaan dan untuk masyarakat. Ini berarti PKBM merupakan
perempuan di PKBM Falahul Hikmah Kecamatan suatu institusi/lembaga yang berbasis masyarakat
Tangen Kabupaten Sragen. (Community Based Institution). Dari masyarakat sebagai
Manfaat Penelitian yang ingin dicapai: filosofi, berarti PKBM haruslah selalu merupakan
1) Maanfaat teoritis: inisiatif dari masyarakat itu sendiri yang datang dari
Secara teoritis hasil penelitian ini dapat menjadi suatu kesadaran akan pentingnya peningkatan mutu
khasanah keilmuan pendidikan non formal yang kehidupan melalui suatu proses pembelajaran. Inisiatif
berkaitan dengan peran program Keaksaraan ini timbul dari suatu proses sosialisasi tentang
Fungsional Dasar dalam membangun keberdayaan pentingnya PKBM kepada anggota atau tokoh
perempuan yang diselenggarakan oleh PKBM. masyarakat yang dilakukan oleh pihak pemerintah atau
2) Manfaat praktis: pihak-pihak lain yang terkait dengan PKBM.
1. Untuk masyarakat penelitian ini sebagai Penyelenggaraan kegiatan PKBM tidak harus
pengetahuan mengenai peran Keaksaraan menunggu kelengkapan atau kecanggihan sarana
Fungsional Dasar dalam membangun prasarana yang dimiliki suatu masyarakat. PKBM dapat
keberdayaan perempuan saja berlangsung dalam kesederhanaan apapun yang
2. Untuk peneliti hasil penelitian ini sebagai dimiliki oleh suatu masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan
pengetahuan mengenai apakah Keaksaraan PKBM harus didasarkan dan memperhatikan potensi yang
Fungsional Dasar berperan dalam membangun dimiliki oleh suatu masyarakat.
keberdayaan perempuan PKBM adalah suatu wadah diberbagai kegiatan
3. Untuk pengelola PKBM hasil penelitian ini dapat pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada
dimanfaatkan sebagai masukan untuk pemberdayaan potensi wilayah untuk menggerakkan
mengembangkan program yang mampu pembangunan dibidang sosial, ekonomi dan budaya.
memberdayakan perempuan. PKBM dibentuk oleh masyarakat merupakan PKBM
4. Untuk jurusan penelitian ini sebagai penjelasan milik masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat untuk
mengenai peranan Keaksaraan Fungsional Dasar memperluas pelayanan kebutuhan belajar masyarakat.
dalam membangun keberdayaan perempuan PKBM adalah sebuah lembaga pendidikan non
khususnya yang diselenggarakan oleh PKBM di formal yang dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat
pedesaan. serta diselenggarakan di luar sistem pendidikan formal

3
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

baik di perkotaan atau di pedesaan dengan tujuan untuk penggelolaan penyelengaraan KF Dasar, KUM dan
memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan TBM, 2012:6)
masyarakat agar mereka mampu membangun dirinya b. Tutor/sumber belajar
secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas Sumber belajar merupakan masyarakat yang
hidupnya. PKBM berperan sebagai tempat pembelajaran memiliki ilmu dan kemampuan serta skill yang
masyarakat terhadap berbagai pengetahuan atau bersedia dipelajari dan digurui oleh siapa saja yang
keterampilan dengan memanfaatkan sarana, prasarana, memerlukannya(Yulianingsih, 2013:77)
dan potensi yang ada di sekitar lingkungannya agar c. Pamong Belajar/penyelenggara
masyarakat memiliki keterampilan yang dapat Pamong belajar adalah sekelompok yang
dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidupnya di menjamin terselenggaranya proses belajar
masa mendatang . dengan tertib, tertur dan terarah. Pamong juga
Sudjana (2004: 145) menyatakan bahwa dikatakan sebagai pengurus dan penyelenggara
pendidikan keaksaraan adalah pendidikan yang proses belajar, mengatur pendayagunaan sumber
diselenggarakan bagi anggota masyarakat yang buta belajar yang sudah ada dan sudah siap, mengatur
aksara sehingga menjadi melek aksara dan angka, melek program pemagangan, mengusahakan agar setiap
bahasa Indonesia, dan melek pengetahuan dasar sebagai sumber belajar tersedia dan suka rela menyumbang
bekal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidup. pengetahuan kepada masyarakat(Yulianingsih,
Pendidikan keaksaraan dilakukan melalui satuan 2013:78)
kelompok belajar keaksaraan fungsional, kursus, dsb. d. Tempat belajar
Program keaksaraan fungsional merupakan Tempat belajar adalah tempat yang memenuhi
bentuk layanan pendidikan luar sekolah untuk syarat untuk dapat berfungsi sebagai aatu
membelajarkan warga masyarakat penyandang buta menmpung kegiatan belajar warga masyarakat atau
aksara (dalam penyelenggaraan program keaksaraan warga belajar(Yulianingsih, 2013:78)
fungsional 2005:8). Program keaksaraan fungsional e. Kelompok belajar
memiliki tujuan untuk membelajarkan masyarakat, agar Kelompok belajar adalah para warga belajar
masyarakat dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, yang menghimpun diri dalam kelompok karena
tulis, hitung dan kemampuan fungsionalnya yang bisa memiliki hasrat belajar, keinginan belajar, dan
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program kemauan belajar yang sama(Yulianingsih, 2013:77)
keaksaraan dilakukan secara bersama-sama dengan f. Sarana Belajar
melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Sarana belajar merupakan kelengkapan
Materi dan bahan pembelajaran dikembangkan sesuai mutlak yang diperlukan agar ragi belajar dapat
dengan kebutuhan , potensi wilayah dan mata pencarian berproses(Yulianingsih, 2013:78) .
warga masyarakat. g. Sumber Dana
Sasaran layanan Keaksaraan fungsional Dasar Dana belajar adalah barang, uang, dan jasa
adalah penduduk usia 15 tahun ke atas, dengan prioritas yang diperlukan untuk menjamin kelestarian atau
usia 15-59 tahun yang kerkeaksaraan rendah atau masih menjalankan kegiatan belajar yang bermanfaat bagi
buta aksara. Baik karena tidak sekolah maupun putus warga dan masyarakat sekitar(Yulianingsih,
sekolah dasar. 2013:78) Sumber dana dalam penyelenggaraan
Karakteristik warga masyarakat yang menjadi program keaksaraan fungsional dasa berasal dari:
sasaran dalam program keaksaraan fungsional dasar 1) APBD
antara lain: (1) Kemampuan menalar rendah. (2) 2) Dukungan LSM/Perusahaan
Pengalaman dan kebiasaan yang sudah melekat dengan 3) Bersumber dari warga masyarakat dll.
cara lama. (3) Minat terhadap pembelajaran yang rendah. h. Program belajar
(4) Mengikuti pembelajaran dengan suka rela tanpa ada Program kegiatan belajar adalah serangkaian
paksaan. (5) Tidak memungkinkan untuk mengikuti usaha atau acara belajar yang disusun bersama
pendidikan yang teratur dengan jadwal yang ketat. dalam musyawarah warga belajar(Yulianingsih,
Dalam melaksanakan kegiatan keaksaraan 2013:77).
fungsional dasar diperlukan komponen-komponen untuk i. Ragi belajar
mendukung pekaksanan program. Maka berikut ini dalah Ragi belajar merupakan suatu zat yang dapat
komponen-komponen dalam program keaksaraan menjadi biang dalam prores belajar yang dapat
fungsional dasar sesuai dengan 10 patokan dikmas: mendapatkan aneka ragam hasil termasuk
a. Warga Belajar menghasilkan ragi baru yang dapat mencetuskan
warga belajar merupakan individu yang proses belajar lebih lanjut(Yulianingsih, 2013:77)
mempunyai kemampuan belajar, jelas j. Hasil belajar
kemampuannya dan tergerak hatinya untuk Hasil belajar adalah wujud yang nyata dari
belajar(Yulianingsih, 2013:77) Penerima manfaat setiap kegiatan kelompok belajar yang dihindari
layanan Keaksaraan Dasar adalah penduduk usia 15 dan dinikmati bersama oleh warga belajar dan
tahun ke atas, dengan prioritas usia 15-59 tahun warga masyarakat(Dikmas, 1977:38).
yang berkeaksaraan rendah atau masih buta aksara
latin (melek aksara parsial).(juknis pengajuan dan

4
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

Dalam penelitian ini indikator yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara
peneliti adalah sesuai pendapat yang dikemukakan oleh terstuktur. Seperti yang disampaikah Herdiansyah,
Sumardjo (1999) (dalam Sobahi, Karna dan Cucu (2015:189) bahwa wawancara terstruktur selama
Suhana, 2012:105). Peneliti memilih menggunakan proses wawancara harus sesuai dengan pedoman
pendapat dari Sumardjo karena pendapatnya dirasa lebih wawancara yang sudah disiapkan. Peneliti telah
cocok untuk perempuan peserta Keaksaraan Fungsional menentukan pertanyaan atau pernyataan beserta
Dasar. Ciri-ciri masyarakat yang sudah berdaya yaitu: dengan alternative jawabannya. Semua responden
1) Mampu merencanakan kehidupannya dimasa diberikan pernyataan dan pertanyaan yang sama.
mendatang. b. Observasi
2) Mampu mengarahkan dirinya sendiri. Definisi Creswell menyatakan observasi sebagai
3) Memiliki kemampuan untuk berunding. sebuah proses pengambilan data yang langsung
4) Memiliki kemampuan untuk bekerjasama yang dilakukan oleh peneliti sendiri engan melakukan
saling menguntungkan. pengamatan mendalam terhadap objek yang
diobservasi (dalam Herdiansyah 2015: 215).Yatim
METODE PENELITIAN Riyanto (2007:26) menyatakan bahwa, observasi
Basrowi dan Suwandi (2008: 22) penelitian partisipan adalah proses pengamatan dengan
kualitatif adalah penelitian yang berangkat dari inkuiri berperan langsung terlibat dengan informan
naturalistik yang temuan-temuannya tidak diperoleh dari dikancah. . Dengan observasi kita dapat
prosedur perhitungan statistik. memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya.
adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif c. Dokumentasi
merupakan penelitian yang diarahkan untuk memahami Bentuk instrumen pengambilan data lain yang
fenomena sosial yang terjadi. Penelitian ini relevan adalah dokumentasi. Dokumentasi biasanya
menggunakan strategi multi metode, yakni menggunkan digunakan sebagai instrumen tambahan yang
metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. bersifat memperkuat atau menanbah reliabilitas dari
Strategi penelitian kualitatif bersifat fleksibel dengan instrumen utama yaitu wawancara dan observasi
berbagai metode untuk menperoleh data yang valid dan (dalam Herdiansyah 2015: 245). Data yang akan
relevan. Dalam pelaksanaannya peneliti menyatu dengan didokumentasikan oleh peneliti berupa profil
informan tanpa menggambil jarak.. PKBM, daftar pengelola PKBM, daftar tutor, daftar
Lokasi penelitian ini berada di Desa Galeh peserta program keaksaraan fungsional, foto ketika
Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. Pertimbangan penelitian.
pemilihan lokasi karena dilokasi tersebut telah Teknik analisis data model interaktif manurut
diselenggarakan program Keaksaraan Fungsional Dasar Miles dan Haburman (1994), terdiri atas empat tahapan
kelompok belajar di desa tersebut juga terhitung banyak yang harus dilakukan. Tehapan pertama adalah
karena terdiri dari 5 kelompok. Desa tersebut menjadi pengumpulan data, tahapan kedua adalah reduksi data,
fokus PKBM Falahul Hikmah dalam menyelenggarakan tahapan ketiga adalah display data, tahapan keempat
program Keaksaraan Fungsional Dasar sejak tahun 2014 adalah kesimpulan/ verifikasi(Hardiansyah, 2015: 263).
sampai sekarang. Penelitian dilakukan pada pertengahan Tahapan-tahapan dalam analisis data antara lain:
bulan Juni 2015 sampi Agustus 2015. Waktu penelitian 1) Pengumpulan data
tersebut dipilih karena, saat tersebut telah dilakukan Hardiansyah menyarankan bahwa
program Keaksaraan Fungsional dasar. penelitian kualitatif sebaiknya sudah berfikir sudah
Subjek penelitian adalah seluruh sasaran yang melakukan analisis tema, melakukan pemilihan
terlibat dalam penelitian. Sasaran dalam penelitian terdiri tema pada awal penelitian(2015: 264). Proses
dari pengelola PKBM Falahul Hikmah, tutor keaksaraan pengumpulan data pada penelitian kualitatif tidak
fungsional dasar dan warga belajar keakasaraan memiliki waktu tersendiri melainkan sepanjang
fungsional dasar khususnya perempuan di Desa Galeh penelitian yang dilakukan, proses pengumpulan
Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. data dapat dilakukan.
Proses pengumpulan data tersebut menggunakan Pada awal penelitian peneliti akan
beberapa teknik. Data yang terkumpul dapat mendukung melakukan wawancara dan observasi untuk
suatu kegiatan penelitian dengan permasalahan yang memperoleh data awal dalam penelitian.
sedang dihadapi, teknik yang digunakan peneliti yaitu: Selanjutnya peneliti akan melakukan pendekatan
a. Wawancara dan menjalin hubungan dengan subjek penelitian,
Wawancara merupakan instrumen yang paling melakukan wawancara lanjutan, melakukan
sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Yatim observasi, dan membuat catatan lapangan bahkan
Riyanto (2007:70) menyatakan bahwa, interview peneliti juga melakukan interaksi dengan
atau wawancara merupakan metode pengumpulan lingkungan sosial disekitar subjek penelitian.
data yang menghendaki komunikasi langsung Proses pengumpulan data dilakukan selama proses
antara penyelidik dengan subyek atau responden. penelitian berlangsung. Ketika data yang
Dalam interview biasanya terjadi tanya jawab dibutuhkan dalam penelitian dirasa sudah cukup
sepihak yang dilakukan secara sistematis dan dan diperoleh data jenuh, maka tahap selanjutnya
berpijak pada tujuan penelitian. Wawancara yang adalah reduksi data

5
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

2) Reduksi Data 25). hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh


Reduksi data adalah proses penggabungan pembaca dan dapat diterima oleh informan yang
dan penyeragaman segala bentuk data yang memberikan informasi yang dikumpulkan selama
diperoleh menjadi suatu bentuk tulisan yang akan penelitian berangsung. Data-data yang akan di
dianalisis(Hardiansyah, 2015: 264). Hasil dari kredibilitaskan antara lain lamanya peneliti berada
wawancara, hasil observasi dan hasil dokumentasi di lapangan, pengetahuan peneliti, pendapat orang
akan diubah kedalam bentuk tulisan dengan lain megenai hasil penelitian.
formatnya masing-masing. Langkah yang diambil Lincoln dan Guba dalam Riyanto (2007: 26)
setelah memperoleh data yaitu menelaah data yang merekomendasikan enam teknik yang perlu
telah diperoleh, kemudian menyaringnya. Reduksi dilakukan peneliti sesuai standar kredibilitas dalam
data dapat dilakukan dengan cara: (a) Membuat penelitian kualitatif, antara lain : (a) Triangulation,
ringkasan kontak, (b) Pengkodean kategori dan (c) dan (b) Member checks,
Pemilahan data. 2) Dependabilitas
3) Display Data Dependabilitas yaitu suatu kriteria untuk
Setelah semua data hasil pengumpulan data penelitian kualitatif apakah proses penelitian
telah diubah dalam bentuk tulisan, langkah bermutu atau tidak(Riyanto, 2007: 33). Standart
selanjutnya adalah display data. Display data hasil penelitian bermutu atau tidak, antara lain
adalah mengolah data setengah jadi yang sudah dilihat apakah membuat kesalahan dalam (a)
seragam dalam bentuk tulisan dan sudah memiliki mengkonsepsualisasi apa yang diteliti, (b)
alur tema yang jelas kedalam suatu matriks sesuai mengumpulkan data, (c) menuangkan data yang
dengan tema-tema yang sudah dikelompokkan dan telah dikumpulkan dalam suatu laporan penelitian.
dikategorikan, serta memcah tema tersebut Pengujian dependabilitas dilakukan dengan
kedalam bentuk yang lebih konkret(Hardiansyah, cara melalukan audit keseluruhan proses penelitian.
2015: 276). Dari hasil data yang di peroleh selama Tujuan dipendabilitas mengetahui proses penelitian
penelitian, peneliti membuat uraian secara rinci atas yang dilakukan itu sudah memenuhi standar atau
hasil data yang telah diperolah, Tujuan dari tidak dan proses penelitian bermutu atau tidak.
penyajian data adalah untuk memudahkan Caranya dilakukan oleh auditor yang independen,
membaca dan menarik kesimpulan yang tepat. atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan
4) Kesimpulan / Verifikasi aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian.
Kesimpulan/verifikasi merupakan tahap Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah,
terakhir dalam rangkaian analisis data kualitatif tujuan, memasuki lapangan menentukan sumber
menurut model interaktif yang dikemukakan oleh data, melakukan analisis data, melakukan uji
Miles dan Huberman(Hardiansyah, 2015: 279). keabsahan data, sampai akhirnya membuat
Dalam analisis data kualitatif kesimpulan menjurus kesimpulan yang sesuai serta dapat
pada jawaban dari pertanyaan penelitian yang dipertanggungjawabkan.
diajukan sebelumnya dan mengungkap “what” dan 3) Konfirmabilitas
“how”dari temuan penelitian tersebut. Secara Konfirmabilitas yaitu kegiatan mengecek
esensial berisi tentang uraian dari sub tema yang apakah hasil penelitian kualitatifnya bermutu atau
telah ditentukan. tidak dengan penelusuran dan pelacakan catatan
Tahap terakhir, simpulan tersebut harus di atau rekaman data lapangan dan koherensinya
cek kembali (verifikasi) pada catatan yang telah di dalam interprestasi dan simpilan hasil penelitian
buat oleh peneliti dan selanjutnya ke arah simpulan. yang diharapkan(Riyanto, 2007: 34). Menguji
Sehingga diperoleh kesimpulan akhir yang konfirmabilitas berarti menguji hasil penelitian,
bermakna dan lebih jelas. Simpulan akhir yang dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Hasil
dibuat harus relevan dengan fokus penelitian, penelitian di cek kembali, apakah sesuai dengan
tujuan penelitian, dan temuan penelitian yang ada yang data yang di butuhkan atau tidak. Sehingga
dilapangan. data yang digunakan benar-benar valid dan akurat,
Uji keabsahan data bertujuan untuk membantu maka hasil penelitian kualitatifnya bisa diterima
meningkatkan kepercayaan terhadap data yang disajikan dan diakui.
sehingga hasil penelitian yang dilakukan akurat serta
dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan dengan karakteristik penelitian kualitatif, Hasil
ada standar khusus yang harus di penuhi dalam 1. Data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi
penelitian kualitatif tersebut. Lincoln dan Guba dalam terkait dengan program keaksaraan fungsional
Yatim (2007: 25) setidaknya harus memiliki kriteria dasar.
utama untuk menguji keabsahan data, yaitu : Berdasarkan hasil wawancara dan
1) Kredibilitas dokumentasi yang telah dilakukan untuk mengetaui
“Dengan kriteria ini data dan informasi yang program keaksaraan fungsional dasar. Berdasarkan
dikumpulkan harus mengandung nilai kebenaran, indikator berikut:
yang berarti bahwa hasil penelitian kualitatif harus
dapat dipercaya oleh para pembaca” (Yatim, 2007:

6
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

a. Perencanaan pelaksanaanya rata-rata tutor


Program keaksaraan fungsional dasar berpendidikan D3 dan S1 selain itu juga
merupakan program yang ditujukan kepada telah menjadi pengajar.
masyarakat buta aksara atau buta huruf. 3) Pamong belajar/ penyelenggara
Perencanaan program ini dilakukan oleh PKBM Pamong belajar adalah
berdasarkan pada kebutuhan masyarakat. Agar sekelompok yang menjamin
pelaksaan program ini tepat pada sasarannya. terselenggaranya proses belajar dengan
Hasil wawancara dengan bapak Samto tertib, tertur dan terarah. Pamong juga
Muhammad Mahrush selaku penyelenggara dikatakan sebagai pengurus dan
program yang menyatakan alasanya mengapa penyelenggara proses belajar, mengatur
memilih desa galeh sebagai tempat pelaksaan pendayagunaan sumber belajar yang sudah
program keaksaraan fungsional dasar karena ada dan sudah siap, mengatur program
didesa tersebut masih banyak masyarakat yang pemagangan, mengusahakan agar setiap
buta huruf khususnya peremuan. sumber belajar tersedia dan suka rela
Program ini juga sesuai dengan kebutuh menyumbang pengetahuan kepada
warga belajar. seperti yang disapaikan bapak masyarakat(Yulianingsih, 2013:78). Hasil
Sartono, beliau menyampaikan bahwa sebelum penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya
program dilaksanakan pasti ada perwakilan dari tutor yang dalam pembelajaran tapi
PKBM yang melakukan wawancara kepada pamong juga ikut hadir. Hal ini
kepala desa untuk mengatahui kemampuan disampaikan bapak Joko Alip Susanto.
warganya. Bahwa dalam kegiatan pembelajaran tidak
Selain hal tersebut setiap warga belajar hanya tutor saja yang terlibat tetapi
memiliki berbagai alasan sebelum mengikuti penyelenggara juga ikut terlibat secara
program keaksaraan. Alasan tersebut seperti langsung. Hasil wawancara dengan warga
yang disampaikan ibu Sulastri dan ibu Purwanti. belajar juga menunjukkan bahwa
Keduanya memilih untuk mengikuti program KF penyelenggara ikut hadir dalam setiap
Dasar karena ingin belajar dan ada teman yang pembelajaran.
juga menjadi warga belajar. 4) Tempat belajar
Cara PKBM Falahul Hikmah untuk Tempat belajar adalah tempat yang
mengajak dan mengumpulkan warga belajar memenuhi syarat untuk dapat berfungsi
memalui kepala desa sebab dengan mengajak sebagai aatu menmpung kegiatan belajar
kepala desa untuk mensosialisasikan program ini. warga masyarakat atau warga
Warga masyarakan akan lebih tertarik. Selain itu belajar(Yulianingsih, 2013:78). Tempat
apa yang dikatakan kepala desa cenderung akan belajar yang digunakan dalam program
ditaati oleh masyarakat. Tersebut disampaikan keaksaraan fungsional ini terletak di 3
bapak Makrush. tempat yakni di rumah bapak Sartono, di
b. Pelaksanaan rumah bapak Djaswadi dan di rumah ibu
Dalam pelaksanaan ini peneliti melihat Indri. Tempat tersebut dipilih karena
dari adanya 10 patokan Dikmas yang letaknya yang dekat dengan tempat tinggal
dilaksanakan di PKBM Falahul Hikmah warga belajar warga belajar juga mudah
kecamatan Tangen kabupaten Sragen. untuk datang ketempat tersebut. Sebelum
1) Warga belajar memilih tempat tersebut terlebih dahulu
warga belajar merupakan individu dilakukan diskusi antara penyelenggara,
yang mempunyai kemampuan belajar, jelas tutor, kepala desa dan warga belajar.
kemampuannya dan tergerak hatinya untuk 5) Kelompok belajar
belajar(Yulianingsih, 2013:77) Dalam Kelompok belajar adalah para warga
penelitian ini jumlah warga belajar belajar yang menghimpun diri dalam
perempuan adalah 35 warga belajar. kelompok karena memiliki hasrat belajar,
Sesuai hasil wawancara yang disampaikan keinginan belajar, dan kemauan belajar
kepala PKBM Falahul Hikmah dan tutor yang sama(Yulianingsih, 2013:77).
keaksaraan fungsional dasar Kelompok belajar yang ada di desa galeh
2) Tutor/sumber belajar terdiri 5 kelompok yang setiap kelompok
Sumber belajar merupakan terdiri dari 10 orang. 10 0rang tersebut
masyarakat yang memiliki ilmu dan terdiri dari ibuk-ibuk dan bapak-bapak.
kemampuan serta skill yang bersedia
dipelajari dan digurui oleh siapa saja yang
memerlukannya(Yulianingsih, 2013:77).
Tutor yang mengajar berasal dari warga
sekitar yang dirasa mampu untuk mengajar
dan sukarela untuk mengajar. Tidak ada
kriteria khusus bagi tutor namun dalam

7
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

Tabel membangun keberdayaan adalah memalui


anggota tiap kelompok pempuatan kipas dan cikrak dari bambu.
Tempat Kelompok Laki-Laki Perempuan Kegiatan pembuatan kipas ini
dilakukan untuk melatih warga belajar,
P. Sartono 1(satu) 1 orang 9orang agar dikemudian hari warga belajar dapat
membuat kipas, minimal kipas tersebut
2(dua) 1orang 9orang dapat digunakan untuk keperluan dirumah.
Pembuatan cikrak adalah lanjutan dari
P. Djaswadi 3(tiga) 4orang 6orang pembuatan kipas. Sebab dengan dana yang
minim program ketetampilan yang dapat
4(empat) 3orang 7orang diberikan pada warga belajar salah satunya
denan mengembangkan apa yang dimiliki
Bu Indri 5(lima) 5orang 5orang desa. Di desa galeh banyak ditumbuhi
pohon bambu dan biasanya hanya dijual
dalam bentuk batangan.
Dari tabel tersebut diketahui bahwa
9) Ragi belajar
seluruh anggota kelompok belajarar
Ragi belajar merupakan suatu zat
khususnya perempuan adalah 36, namun
yang dapat menjadi biang dalam prores
saat ini tinggal 35 orang. Hal ini
belajar yang dapat mendapatkan aneka
disebabkan warga belajar tersebut
ragam hasil termasuk menghasilkan ragi
meningga dunia.
baru yang dapat mencetuskan proses
6) Sarana belajar
belajar lebih lanjut(Yulianingsih, 2013:77)
Sarana belajar merupakan
Ragi belajar ini dapat dikatakan
kelengkapan mutlak yang diperlukan agar
sebagai motivasi bagi warga belajar untuk
ragi belajar dapat berproses(Yulianingsih,
terus belajar dan mengajak orang lain
2013:78) Sarana prasarana yang ada dalam
untuk belajar serta mengembangan apa
menunjang terselenggaranaya program
yang telah dipelajari. Ragi belajar ini
dirasa cukup memadai meskipun tidak
biasanya diberikan oleh pamong belajar
selengkap yang diharapkan. Namun dengan
atau tutor. Motivasi ini dirasa cukup sebab
peralatan yang dirasa sederhana proses
orang dewasa cenderung tidak ingin
pembelajaran bisa dilakukan dengan lancar.
digurui oleh orang yang lebih muda.
Bapak Joko menyampaikan bahwa untuk
Sehingga pamong atau tutor tidak selalu
sarana prasarana yang ada didesa galeh
memberikan motivasi disetiap pertemuan.
memang masih kurang sebab aksaes untuk
10) Hasil belajar
menuju desa galeh cukup jauh dengan
Hasil belajar adalah wujud yang
kondisi jalan yang cukup sulit.
nyata dari setiap kegiatan kelompok
7) Dana belajar
belajar yang dihindari dan dinikmati
Dana belajar adalah barang, uang,
bersama oleh warga belajar dan warga
dan jasa yang diperlukan untuk menjamin
masyarakat(Dikmas, 1977:38). Hasil dari
kelestarian atau menjalankan kegiatan
keaksaraan fungsional dasar berupa
belajar yang bermanfaat bagi warga dan
kemampuan warga belajar untuk
masyarakat sekitar(Yulianingsih, 2013:78)
membaca, menulis dan berhitung. Yang
Dana belajar yang digunakan untuk
diaplikasikan dalam kehidupannya. Hasil
melaksanakan program keaksaraan
ini diperoleh meelalui evaluasi, evaluasi
fungsional dasar sepenuhnya berasal dari
yang dilakukan dengan memberikan
APBN. Hal isi sesuai hasil wawancara
pertanyaan setelah materi disampaikan.
yang disampaikan kepala PKBM Falahul
Seperti gambar dibawah ini, setelah
Hikmah dan bapak Makrush selaku
pembelajaran menulis maka salah satu
penanggung jawab kegiatan PKBM Falahul
peserta didik akan maju untuk menuliskan
Hikmah.
namanya dipapan tulis. Setelah warga
8) Program kegiatan
belajar menulis namanya di papan tulis
Program kegiatan belajar adalah
selanjutnya membacakan tulisan tersebut.
serangkaian usaha atau acara belajar yang
Hal tersebut dilakukan oleh semua warga
disusun bersama dalam musyawarah
belajar.
warga belajar(Yulianingsih, 2013:77).
Selain menulis di papan tulis,
Program kegiatan yang rangkaian acara
warga belajar juga menyalin tulisan
belajarrnya disusun secara bersama-sama
tersebut di buku tulis masing-masing. Jika
degan musyawarah antara pamong belajar,
dirasa warga belajar masih kesulitan
tutor dan warga belajar. program
makan tutor akan mambantu dan
pendukung yang diadakan PKBM untuk
membimbing warga belajar sampai bisa.
Seperti yang diperlihatkan bapak sartono

8
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

ketikan membantu warga belajar untuk lele. Ibu Purwanti, menyampaikan bahwa beliau
menulis didepan. ingin membuat usaha ternak lele sebab sekarang
c. Hasil beliau sudah bisa membaca, menulis dan
Hasil yang dimaksud adalah ketika berhitung sehingga tidak ragu untuk memulai
program telah terlaksna dan telah sesuai dengan usaha.
tujuan dan harapan awal. Tujuan awal dari Dari yang disampakan warga belajar
adanya program keaksraan fungsional dasar tersebut maka diketahui bahwa mereka ingin
yang diadakan didesa galeh adalah untuk membuat usaha setelah mereka bisa membaca,
meningkatkan kemampuan membaca menulis menulis dan berhitung.
dan berhitung bagi masyarakat khususnya b. Mengarahkan dirinya sendiri
perempuan. Setelah bisa membaca menulis dan Disini mengarahkan dirinya sendiri berarti
berhitung selanjutnya diharapkan mampu untuk warga belajar bebas menentukan apa yang dia
membangun keberdayaan mereka. Sehingga inginkan. Dalam proses pembelajaran warga
dapat mandiri dikemudian hari. Bapak Makrush belajar diberikan arahan untuk mengikuti KUM
menyampailkan bahwa secara garis besar tujuan sebab dengan mengikuti KUM ilmu yang telah
yang ingin dicapai PKBM telah terwujud. dipelajari tidak berhenti dan terbuang. Arahan
2. Data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi ini tidak bersifat memaksa tergantung individu
terkait dengan program keaksaraan fungsional masing-masing. Dengan arahan ini diharapkan
dasar. warga belajar memiliki arah untuk kehidupannya
Pada bagian ini akan dipaparkan mengenai dimasa mendatang. Seperti yang disampaikan
data-data hasil dari wawancara, observasi dan ibu Sulastri dan ibu Sriyati. Ibu Sulastri
dokumentasi selama penelitian di desa galeh menyampaikan bahwa ia mendapatkan arahan
kecamatan tangen terkait keberdayaan perempuan. dari kepala PKBM Falahul hikmah untuk
Ibu-ibu diberikan pertanyaan sesuai dengan pedoman mengikuti KUM sebab dengan mengikuti KUM
wawancara yang telah dibuat. Jumlah warga belajar ilmu yang dimiliki akan bertambah serta akan
yang diwawancarai adalah 3 orang ibu-ibu. Mereka mendapatkan modal dantuan usaha. Dengan
dipilih dengan pertimbangan setiap warga belajar adanya arahan tersebut ibu sulasti memilih untuk
mewakili satu tempat pembelajaran serta aktif dalam mengikuti KUM. Hal yang hampir sama juga
proses pembelajaran. disampaikan ibu sriyati bahwa beliau ingin
Dalam program keaksaraan fungsional dasar merealisasikan rencana usaha yang beliau miliki
ini setiap orang berhak untuk ikut serta didalamnya. dengan cara mengikuti KUM terlebih dahulu.
Sebab setiap orang bebas untuk memperoleh dan Sebab beliau beliau ingin memperoleh ilmu serta
mengakses pendidikan terutama bagi mayarakat yang bantuan modal usaha dari KUM.
buta huruf . Dari kedua pernyataan yang disampaikan
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan ibu sulastri dan ibu sriyati tersebut dapat
dokumentasi yang telah dilakukan untuk mengetahui diketahui bahwa. Dalam proses pembelajaran
keberdayaan perempuan telah terbangun di desa tutor memberikan arahan bagi warga belajar.
Galeh dengan menggunakan indikator yang telah Tetapi arahan tersebut kembali pada warga
dibuat. Maka dapat disajikan data hasil penelitian belajar apakah dia mau melakukanya atau tidak.
sebagai berikut: Sebab sekarang warga belajar dirasa sudah
a. Merencanakan kehidupannya dimasa mendatang mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri.
Dalam hal ini tutor mengajak warga belajar c. Kemampuan untuk berunding
untuk merencanakan kehidupan dimasa Kemampuan berunding ini dibangun oleh
mendatang dengan memulai usaha. Usaha yang tutor dengan sering mengajak warga belajar
diajarkan adalah memanfaatkan apa yang ada untuk berdiskusi. Baik materi yang saat ini
disekitar. Tutor meberikan pelatihan usaha dipelajari atau isu lain yang ssekiranya perlu
pembuatan kipas dan cikrak dari bambu. Sesuai didiskusikan. Suasana diskusi kadang sepi tetapi
hasil wawancara yang disampaikan ibu Purwanti kadang juga bisa gaduh. Ini semua tergantung
bahwa pelatihan usaha yang pertama diajarkan materi apa yang didiskusikan. Kemampuan ini
adalah pembuatan kipas dan dipas yang telah diharapkan dapat dilaksanakan dalam kehidupan
dibuat tersebut dipasakan dan sisanya dipakai sehari-hari baik dengan anggota keluarga atau
sendiri. Yang kedua diberikan pelatihan untuk masyarakat luas. Pelaksanaan diskusi saat
membuat cikrak dari bambu. pembelajaran disampaikan oleh ibu Purwanti.
Selain kedua usaha tersebut warga belajar Beliau menyampaikan bahwa saat pembelajaran
juga diarahkan untuk merencanakan usaha lain, terkadang diajak untuk berundig antar anggota
usaha yang ingin dibuat warga belajar rata-rata kelompok. Bahan materi yang diasanya
menjadi wirausaha. Sesuai yang diungkapkan dirundingkan adalah matematika sebab
ibu Sulastri dan Purwanti. rencana yang ingin matematika dirasa sulit dan terkadang hasil
dibuat oleh ibu sulastri adalah membuat usaha penghitungan antar anggota tidak sama.
kripik singkong dan rencana usaha yang ingin Ibu Purwanti. juga pernah
dibuat ibu purwanti adalah membuat peternakan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari

9
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

ia mempraktekkan kepada keluarganya, ketika saat ini berasar dari desa Galeh yang memiliki tingkat
putranya akan mamilih sekolah SMP. Beliau pendidikan minimal D3 dan telah mengajar. (3) pamong
berunding bersama suami dan putranya. belajar berasal dari PKBM Falahul hikmah, pamong
d. Kemampuan untuk bekerjasama biasanya hadir disetiap pembelajaran. (4) tempat
Kemampuan bekerjasama atau saling pembelajaran dilaksanakan di dusun Galeh dan dusun
membantu, sebenarnya kemampuan ini sudah Keras, tepatnya dirumah bapak Sartono, bapak Djaswadi
dimiliki oleh setiap individu. Namun dalam dan ibu Indri. (5) kelompok belajar, dalam program ini
penelitian ini peneliti melihat kemampuan terdapat 5 kelompok belajar yang setiap kelopok terdiri
bekerjasama yang dimiliki lebih besar setelah dari 10 orang. (6) sarana prasarana yang ada di desa galeh
warga belajar mengikuti keksaraan fungsional dirasa masih kurang. (7) dana belajar, semua dna yang
dasar. Sebab dalam proses pembelajaran warga dilakukan untuk pembelajaran berasal dari APBN. (8)
belajar juga diajarkan untuk saling bekerjasama program kegiatan yang diselenggarakan untuk
dan saling membantu. Misalkan ada warga membangun keberdayaan warga belajar dengan melalui
belajar yang kurang jelas melihat ke papan tulis, pembuatan kipas dan cikrak dari bambu. (9) ragi belajar
maka yang berada disebelahnya harus membantu diberikan oleh pamong belajar atau tutor. (10) hasil
untuk mendekte apa yang ditulis di papan tulis. belajar, hasil dari program keaksaraan fungsional adalah
Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaika warga belajar mampu membaca menulis dan berhitung.
ibu Purwanti dalam wawancara. Hasil secara umum dalamprogram Keaksaraan
Selain itu warga belajar juga diajarkan Fungsional dasar adalah tercapainya tujuan program
untuk belajar berkelompok untuk menjalin rasa yakni membantu warga belajar khususnya perempuan
kerjasama antarwarga belajar. Sehingga tugas untuk dapat membaca menulis dan berhitung selanjutnya
yang diberikan dirasa lebih mudah ketika kemampuan tersebut dapat digunakan untuk membangun
dikerjakan bersama-sama. Dan rasa saling keberdayaan mereka.
kerjasama dapat dipraktekkan didalam keluarga. Setelah mengikuti program keaksaraan fungsional
Bu sriyati juga menyampaikan bahwa sekarang dasar sedikit demi sedikit keberdayaan yang dimiliki
ketika dirumah beliau telah bekerjasama antar warga belajar mulai terlihat. Pertama, peserta didik
angota keluarga untuk menjaga putranya yang mulai berani merencanakan kehidupannya dengan ingin
masih kecil. Sehingga beliau bisa mengatur memulai suatu usaha. Kedua, dengan memiliki rencana
waktu untuk hal yang lain. tersebut selanjutnya warga belajar mengarahkan dirinya
Pembahasan untuk terlibat dalam KUM. Sebab dengan mengikuti
Dalam sub bab ini akan memaparkan fokus dari KUM ilmu yang diperoleh untuk membuat usaha lebih
penelitian yang telah dilakukan, yakni tentang peran banyak. Ketiga, warga belajar memiliki kemampuan
program keaksaraan fungsional dasar dalam membangun untuk berunding bersama anggota keluarga dan
keberdayaan perempuan di PKBM Falahul Hikmah masyarakat. Keempat, warga belajar dapat bekerjasama
kecamatan Tangen kabupaten Sragen, dapat dipaparkan dengan anggota keluarga dan masyarakat untuk
sebagai berikut: kepentingan bersama.
Program keaksaraan fungsional dasar
diselenggarakan oleh PKBM . Program keaksaraan PENUTUP
fungsional adalah bentuk layanan pendidikan luar
Kesimpulan
sekolah untuk membelajarkan warga masyarakat
penyandang buta aksara (dalam penyelenggaraan Penelitian yang dilakukan di desa Galeh
program keaksaraan fungsional 2005:8). Program kecamatan Tangen kabupaten Sragen bertujuan untuk
keaksaraan fungsional dasar memberikan pendidikan dan mengetahui peran program Keaksaraan Fungsional dasar
pelatihan bagi warga belajarnya. Pelaksanaan program dalam membangun keberdayaan perempun di PKBM
disesuaikan dengan kebutuhan warga belajar. PKBM Falahul Hikmah kecamatan Tangen kabupaten Sragen.
Falahul Hikmah merupakan salah satu PKBM yang telah Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh
melaksanakan program Keaksaraan Fungsional Dasar. kesimpulan sebagai berikut:
Program keaksaraan fungsional dasar, sebelum 1. Program keaksaraan fungsional dasar yang ada di
dilaksanankan dimasyarakat terlebih dahulu dilaukan PKBM Falahul Hikmah dilakukan dengan baik
perencanaan dengan melihat apakah masyarakat yakni dengan adanya perencanaan sebelum program
membutuhkan program KFD tersebut. Setalah dirasa dilaksanakan, ketika program dilaksanakan sesuai
sesuai maka pihak dari PKBM bermusyawarah dengan dengan 10 patokan Dikmas, dan untuk mengetahui
kepala desa, jika kepala desa setuju selanjutnya diadakan hasil disesuaikan dengan tujuan dilakukan melalui
musyawarah dengan tutor, kepala desa dan calon warga evaluasi apakah peserta didik telah mampu
belajar megenai pelaksanaan program. Warga desa membaca menulis dan berhitung. Sarana prasana
umumnya akan mudah menerima apa yang disampaikan juga merupakan hal yang penting dalam suatu
kepala desa. pembelajaran hendaknya sarana prasarana yang ada
Dalam pelaksanaan program Keaksaraan bisa disamakan dengan yang ada di PKBM.
fungsional dasar dilkukan sesuai dengan sepuluh patokan 2. Program keaksaraan fungsional dasar yang
Dikmas. (1) warga belajar, khusus ibu-ibu terdiri dari 35 diselenggarakan di desa Galeh dapat dikatakan
orang, semua dari warga desa Galeh. (2) Tutor yang ada membantu membangun keberdayaan bagi para

10
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

perempuan di desa Galeh. Saat ini warga belajar Faliani, Alin. 2014. Dampak Pelaksanaan Keaksaraan
telah bisa membaca menulis dan berhitung. Fungsional Terhadap Pemberdayaan Perempuan.
Selanjutnya mereka telah memiliki rencana untuk (Tidak Diterbitkan)
kehidupannya. Mengarahkan diri mereka untuk
Herdiansyah, Haris. 2015. Metodologi Penelitian
mewujudkan rencana tersebut. Warga belajar juga
Kualitatif untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Salemba
telah memiliki kemampuan untuk berunding dan
Humanika
bekerja sama baik di dalam keluarga ataupun di
masyarakat. Indrika, Ristinura. 2013. Ristinura Indrika Pemberdayaan
Saran Masyarakat Melalui Program Kelompok Usaha
Sesuai dengan yang telah diuraikan dalam Bersama (KUBE) Tanjung dalam Meningkatkan
pembahasan serta kesimpulan, maka saran yang Kualitas Hidup (Studi di Desa Wonokerso
disampaikan antara lain: Tembarak Temanggung) (online)
1. Program Keaksaraan Fungsional Dasar yang (http://journal.student.uny.ac.id/jurnal/artikel/1657
diselenggarakan PKBM falahul hikmah telah /84/495 Vol II No. 1 diunduh 4 Juni 2015)
berjalan dengan baik dan lancar. Jika dari
Kamil, Muatofa. 2011. Pendidikan Nonformal:
perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara
Pengembangan Melalui Pusat Kegiatan Belajar
maksimal maka akan diperoleh hasil yang maksimal.
Mengajar (PKBM) di Indonesia(Sebuah
Selain itu hendaknya sarana prasarana yang ada
Pembelajaran Dari Komunikan Jepang).
ditingkatkan untuk memperlancar proses
Bandung: Alfabeta
pembelajaran.
2. Setelah program Keaksaraan Fungsional Dasar Moleong, Lexy. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatf.
selesai sebaiknya warga belajar yang memiliki Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
semangat untuk berwirausaha terus dibimbing
Muzaki, Saleh. Pendidikan Non Formal: Dimensi Dalam
melalui KUM tidak hanya berhenti di Keaksaraan
Keaksaraan Fungsional, Pelatihan dan
Fungsional Dasar saja.
Andragogi. Bandung: Universitas Negeri Malang
DAFTAR PUSTAKA dan PT. Remaja Rosdakarya
Ni’mah, ima. 2007. Pemberdayaa perempuan melalui
Ary, Donald dkk. 1982. Pengantar Penelitian Dalam kegiatan keaksaraan fungsional. (online)
Pendidikan. Terjemahan Arief Furchan. (http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/PENDIDI
Surabaya: Usaha Nasional. KAN_DASAR/Nomor_8Oktober_2007/Pemberd
Badan Pusat Statistik Indonesia. 2014. Indikator ayaan_Perempuan_Melalui_Kegiatan_Keaksaraa
Kesejahteraan Rakyat Welfare Indicators 2014. n_Fungsional.pdf di unduh 3 Mei 2015)
(online) Noor, Juliansyah. 2014. Metodologi Penelitian: Skripsi,
(http://www.bps.go.id/website/pdf_publikasi/wate Tesis, Desertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta:
rmark%20_Indikator_Kesejahteraan_Rakyat_201 Kencana Prenada Media Grup
4.pdf diunduh 22 April 2015)
Riyanto, Yatim. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif
Direjend Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dan Kuantitatif. Surabaya: Unesa University
Direktorat Tenaga Teknis. 2005. Penyelenggaraan Press.
Program Keaksaraan Fungsional.
Sihombing U. 1999. Pendidikan Kini dan masa depan.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. 2012. Jakarta : PD Mahkota
Petunjuk Teknis Penajuan Dan Pengelolaan
Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar, Keaksaraan Sihombing U. 2000. Pendidikan Luar sekolah:
Usaha Mandiri, Dan Taman Bacaan Masyarakat Manajemen Strategi Perkembangan Filsafat
Rintisan. (online) (http://pkbm- Konsep Kiat dan Pelaksanaan. Jakarta: PD
indonesia.com/yahoo_site_admin/assts/juknis_pe Mahkota
nyelenggaraan_keaksaraan_dasar_kum_dan_tbm Sudjana. 2004. Pendidikan Non Formal: Wawasan,
_rintisan_dokumentasi_2012.184203130.pdf Sejarah Perkembangan, Filsafat Dan Teori
diuduh 3 Mei 2015) Pendukung Setra Asas. Bandung: Falah
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. 2012. production
Petunjuk Teknis Penajuan Dan Pengelolaan Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan:
Penyelenggaraan kecakapan hidup berorientasi pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
pemberdayaan perempuan. (online) Bandung: Alfabeta.
(http://www.paudni.kemdikbud.go.id/bindikmas/s
ites/default/files/documents/files/Juknis%20Pemb Suwandi dan Basrowi. 2008. Memahami Penelitian
elajaran%20Kecakapan%20Hidup%20Berorienta Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta
si%20Pemberdayaan%20Perempuan%202012..pd
f diunduh 28Mei 2015)

11
Peran Program Keaksaraan Fungsional Dasar Dalam Membangun Keberdayaan Perempuan
Di Pkbm Falahul Hikmah Kecamatan TangenKabupaten Sragen

Suyadi, Ace. 2009. Mewujudkan Masyarakat


Pembelajar: Konsep, Kebijakan Dan
Implementasi. Bandung: Widya Aksara Press.
Yulianingsih, Wiwin dan Lestari, Dwi Gunarti. 2013.
Pendidikan Masyarakat. Surabaya: Unesa
University Press
Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.

12