Anda di halaman 1dari 18

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

DEPUTI BIDANG PENGAWASAN PENYELENGGARAAN KEUANGAN DAERAH

PETUNJUK TEKNIS
Proses Penyusunan Saldo LKPD
per 1 Januari 2017 pada Aplikasi SIMDA
Terkait Perubahan SOTK
Sesuai PP 18 Tahun 2016

SIMDA Keuangan
Versi 2.7 Rilis 12
&
SIMDA BMD
Versi 2.0.7.9
Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

KATA PENGANTAR

Dengan terbitnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah


Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016 tentang Tindak
Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 terdapat perubahan Urusan
Pemerintahan dan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) pada pemerintah daerah.
Perubahan SOTK tersebut mulai diimplementasikan pada 1 Januari 2017. Dengan
berubahnya Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) pada pemerintah daerah, hal
tersebut akan mempengaruhi proses penyusunan Saldo 1 Januari LKPD Tahun 2017
pada Aplikasi SIMDA Keuangan. Hal ini disebabkan Laporan Keuangan Tahun 2016
masih menggunakan SKPD dengan urusan/nomenklatur yang lama sedangkan
Tahun 2017 sudah menggunakan SKPD menggunakan regulasi baru. Perubahan
proses penyusunan 1 Januari 2017 hanya akan mempengaruhi posisi Laporan
Keuangan SKPD per 1 Januari 2017 tetapi tidak mempengaruhi posisi Laporan
Keuangan pemerintah daerah dimana posisi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
per 1 Januari 2017 sama dengan posisi 31 Desember 2016.

Atas perubahan proses penyusunan Saldo per 1 Januari LKPD Tahun 2017
tersebut, menuntut penyesuaian pada Aplikasi SIMDA Keuangan dan Aplikasi
SIMDA BMD dimana Aplikasi SIMDA Keuangan d a n A p l i k a s i S I M D A B M D
sebagai alat bantu (tools) dalam rangka pengelolaan keuangan daerah.

Untuk memudahkan pemahaman SDM pemda pengguna Aplikasi SIMDA


dalam melakukan penginputan saldo per 1 Januari LKPD Tahun 2017, Satuan
Tugas Pengembangan SIMDA menyusun Petunjuk Teknis Proses Penyusunan
Saldo 1 Januari 2017 menggunakan Aplikasi SIMDA terkait perubahan SOTK sesuai
PP Nomor 18 Tahun 2016. Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat menjadi panduan
bagi pemda pengguna Aplikasi SIMDA Keuangan dan Aplikasi SIMDA BMD dalam
menginput Saldo per 1 Januari atas LKPD Tahun 2017.

Jakarta, September 2017

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 1


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Petunjuk Teknis
Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD Tahun 2017
pada Aplikasi SIMDA
Terkait Perubahan SOTK Sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016

I. Pendahuluan
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah membawa perubahan yang signifikan terhadap
pembentukan Perangkat Daerah. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan terbitnya
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
sehingga menyebabkan perubahan Urusan Pemerintahan dan Struktur Organisasi
Tata Kerja (SOTK) pada pemerintah daerah. Perubahan Struktur Organisasi Tata
Kerja (SOTK) pada pemerintah daerah mulai diimplementasikan pada tahun 2017.

Konsekuensi dengan diberlakukannya PP Nomor 18 Tahun 2016 tersebut,


terdapat SKPD yang dihapus, SKPD yang digabung dan SKPD yang dipecah. Hal
ini disebabkan adanya perubahan kewenangan di pemerintah daerah, seperti
kewenangan kehutanan yang tadinya menjadi kewenangan pemerintah
kabupaten/kota berubah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Akibatnya
SKPD Dinas Kehutanan di Kabupaten/Kota harus dihapuskan dan pada
Pemerintah Provinsi harus menambah SKPD Dinas Kehutanan. Contoh
gambaran SKPD yang dihapus, digabung dan dipecah adalah sebagai berikut :

Tahun 2016 Tahun 2017

SKPD dihapus

 Dinas Pertambangan -

 Sekretariat KORPRI -

SKPD digabung

 Dinas Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan

 Dinas Perkebunan

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 2


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Tahun 2016 Tahun 2017

 Badan Kepegawaian Dinas Kepegawaian dan Diklat

 Badan Diklat

SKPD dipecah

 Dinas Perindagkop  Dinas Perdagangan

 Dinas Perindustrian

 Dinas Koperasi

Dengan berubahnya SOTK sebagai implementasi PP Nomor 18 Tahun


2016 per 1 Januari 2017, maka akan mempengaruhi proses penyajian saldo awal
tahun atau saldo 1 Januari 2017 karena adanya perbedaan SKPD antara tahun
2016 dengan tahun 2017 dimana LKPD Tahun 2016 (Audited) masih
menggunakan SKPD lama sedangkan tahun 2017 sudah menggunakan SKPD
baru dengan adanya SKPD yang dihapus, SKPD yang digabung dan SKPD yang
dipecah pada pemerintah daerah. Perubahan proses penyusunan saldo 1 Januari
2017 hanya akan mempengaruhi posisi Laporan Keuangan SKPD per 1 Januari
2017 tetapi tidak mempengaruhi posisi Keuangan pemerintah daerah dimana
posisi keuangan pemerintah daerah per 1 Januari 2017 sama dengan posisi 31
Desember 2016.

Perubahan SOTK tersebut juga akan berpengaruh terhadap Aplikasi


SIMDA Keuangan dan Aplikasi SIMDA BMD. Pada Aplikasi SIMDA Keuangan
akan terdapat penambahan unit organisasi SKPD lama dan jurnal penyesuian
pada 1 januari 2017, sedangkan pada Aplikasi SIMDA BMD akan terdapat proses
mutasi barang antar SKPD yang akan mempengaruhi jumlah aset tetap dan
akumulasi penyusutan aset tetap SKPD dimana laporan tersebut akan digunakan
sebagai dasar jurnal pada Aplikasi SIMDA Keuangan.

Terkait dengan hal tersebut di atas, pemerintah daerah perlu menyusun


petunjuk teknis penyusunan saldo 1 Januari atas LKPD Tahun 2017 dan

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 3


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

dilampirkan pada peraturan kepala daerah tentang Sistem Akuntansi Pemerintah


Daerah (SAPD). Petunjuk teknis ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan
petunjuk teknis dimaksud dan sebagai lampiran SAPD.

II. Langkah-Langkah Proses Penyusunan Saldo 1 Januari Awal LKPD 2017

A. Penyamaan Struktur Organisasi Perangkat Daerah pada Aplikasi


SIMDA BMD dan Aplikasi SIMDA Keuangan

Menyamakan nomenklatur SOTK pada Aplikasi SIMDA BMD agar sama


dengan nomenklatur SOTK pada Aplikasi SIMDA Keuangan, dengan
gambaran sebagai berikut:

SIMDA BMD SIMDA BMD


SIMDA Keuangan
(Sebelum Penyamaan OPD} (Setelah Penyamaan OPD}

Badan Pendapatan Badan Pendapatan


Dinas Pendapatan Daerah
Daerah Daerah

Badan Kepegawaian dan  Badan Kepegawaian Badan Kepegawaian dan


Diklat  Badan Diklat Diklat

 Dinas Perdagangan  Dinas Perdagangan


 Dinas Perindustrian Dinas Perindagkop  Dinas Perindustrian
 Dinas Koperasi  Dinas Koperasi

B. Proses Pada Aplikasi SIMDA BMD

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Saldo Awal Sebelum Perubahan


Sebelum melakukan proses mutasi aset SKPD, perlu diperhatikan sebagai
berikut :
1) Pemerintah Daerah telah menggunakan Aplikasi SIMDA BMD Rilis
2.0.7.9
2) Data dalam Aplikasi SIMDA BMD sudah dilakukan Proses Penyusutan
tahun 2016 (Penyusutan Saldo Awal)

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 4


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

3) Saldo Nilai Perolehan dan Nilai Akumulasi Penyusutan di Neraca per


31 Desember 2016 sudah sesuai dengan Neraca Audited 2016
4) Nomenklatur SOTK per 31 Desember 2016 masih menggunakan
nomenklatur sebelum perubahan.

2. Penginputan SKPD Baru


Penginputan SOTK baru dilakukan sebagai berikut:
1) Penginputan atau perubahan nama SOTK di menu Parameter – Unit
Organisasi.
2) Penginputan SKPD atau SOTK baru dalam Aplikasi SIMDA BMD
berdasarkan Perda SOTK, dengan bidang kewenangan masih
berdasarkan Permendagri Nomor 17 Tahun 2007.
3) Untuk SOTK yang hanya berubah nama, disarankan tidak perlu
menambah unit yang baru, cukup merubah nama SOTK yang lama.
4) SOTK yang lama tidak perlu dihapus.

3. Proses Mutasi BMD


Proses mutasi BMD antar SOTK dilakukan sebagai berikut:

1) Sebelum dilakukan mutasi, perlu dilakukan verifikasi BMD yang terbatas


hanya terhadap SOTK yang berubah, gabung atau pecah.
2) Hasil verifikasi dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST)
yang ditandatangani oleh Pengguna dan Pengurus Barang SOTK lama
dan baru, dengan mengetahui Pengelola atau Pejabat Penatausahaan
Barang (Kepala BPKAD)
3) Admin atau tim yang ditunjuk melakukan proses mutasi di Aplikasi
SIMDA BMD di menu Tool – Mutasi Barang.
4) Data-data yang tercatat dalam SOTK baru sebagai berikut:
a. Tanggal Perolehan masih tetap sama dengan tanggal perolehan
lama.
b. Tanggal Pembukuan sesuai dengan tanggal BAST
c. Nomor register aset menyesuaiakan dengan nomor register Aset di
SOTK baru.

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 5


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

d. Nilai yang terbawa terdiri dari Nilai Perolehan ditambah Nilai riwayat
yaitu Nilai Kapitalisasi, Koreksi yang dilakukan di SKPD sebelumnya.
e. Aset yang dipindah dapat dibatalkan, di menu batal pindah, selama
belum ada riwayat terhadap aset yang dpindah.

4. Cek Laporan
Pengurus Barang dan Bidang Akuntansi masing-masing SOTK melakukan
pengecekan hasil mutasi dalam laporan-laporan yang dihasilkan oleh
Aplikasi SIMDA BMD, baik sebelum maupun sesudah melakukan proses
mutasi. Untuk penginputan saldo per 1 Januari 2017 SOTK, laporan yang
dapat digunakan yaitu:
1) Laporan Saldo Mutasi Aset Keluar, merupakan laporan yang
menginformasikan aset-aset yang dipindahkan ke SOTK lain, baik jenis
aset dan nilainya.
2) Laporan Saldo Mutasi Aset Masuk, merupakan laporan yang
menginformasikan aset-aset yang masuk dari SOTK lain, baik jenis aset
dan nilainya.
3) Laporan–laporan Akuntansi, merupakan laporan-laporan yang
menginformasikan posisi aset sd akhir tahun 2016 dan 1 januari 2017
4) Laporan Kartu Inventaris Barang, untuk melengkapi data aset yang
termasuk dalam Berita Acara Serah Terima antara SOTK lama dan
SOTK baru.
5) Laporan Mutasi aset, merupakan laporan dukungan mengetahui jenis
aset, nilai serta SOTK Asal dan SOTK Tujuan.

Contoh Laporan Mutasi Aset Keluar.

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 6


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Contoh Laporan Mutasi Aset Masuk.

C. Proses Pada Aplikasi SIMDA Keuangan


Dalam proses penyusunan saldo 1 Januari atas LKPD 2017 terkait perubahan
SOTK, terdapat 2 pendekatan yaitu:
1. Saldo 31 Desember 2016 diinput melalui menu “Saldo Awal” (login tahun
2016) dengan tetap menggunakan nomenklatur SKPD Lama, sebelum
dihapus, digabung atau dipecah, berdasarkan laporan keuangan SKPD

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 7


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

audited 2016. Langkah selanjutnya adalah Aset, Kewajiban dan Ekuitas


SKPD tersebut kemudian didistribusikan ke SKPD Baru (sesuai SOTK
baru) dengan mekanisme jurnal pada 1 Januari 2017
2. Saldo 31 Desember 2016 (=awal 2017) diinput melalui menu “Saldo Awal”
(login tahun 2016) dengan telah menggunakan nomenklatur SKPD Baru,
setelah dihapus, digabung atau dipecah, berdasarkan hasil
pendistribusian Aset, Kewajiban dan Ekuitas atas SKPD yang dihapus,
SKPD yang digabung dan SKPD yang dipecah (bukan berdasarkan
laporan keuangan SKPD audited 2016).
Untuk metode ini, tidak terdapat jurnal pendistribusian pada awal tahun
2017 atau 1 Januari 2017.

Dalam pedoman teknis ini, Tim Pengembangan SIMDA menggunakan


pendekatan pertama dalam penginputan saldo 31 Desember 2016 yang juga
merupakan saldo awal 2017 yaitu saldo 31 Desember 2016 diinputkan di
SKPD Lama, sebelum dihapus, digabung atau dipecah, berdasarkan laporan
keuangan SKPD audited 2016. Kemudian Aset, Kewajiban dan Ekuitas
tersebut baru didistribusikan ke SKPD Baru dengan mekanisme jurnal pada
awal 2017. Dengan pendekatan ini, Laporan Keuangan SKPD Lama sesuai
dengan hasil audit tahun 2016 tetap disajikan datanya di dalam aplikasi SIMDA
Keuangan sebagai data komparasi atas laporan keuangan tahun berjalan dan
disisi lain saldo per 1 Januari 2017 atas laporan keuangan SKPD Baru setelah
perubahan SOTK juga dapat disajikan sehingga memudahkan menelusuri
perubahan-perubahan.

Berdasarkan penjelasan diatas, hal-hal yang harus diperhatikan dalam


penginputan saldo 1 Januari LKPD Tahun 2017 sebagai berikut :
1. Laporan Keuangan yang diinputkan sebagai saldo awal LKPD 2017
adalah Laporan Keuangan 2016 (Audited).
2. SKPD yang digunakan untuk menginput saldo awal LKPD tahun 2017
adalah SKPD lama sebelum PP 18 Tahun 2016.

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 8


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Langkah-langkah dalam menyusun Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 yaitu


sebagai berikut :
1. Pemerintah daerah melakukan mapping SKPD lama dengan SKPD baru,
untuk mengetahui SKPD mana yang dihapus, digabung, dipecah dan
SKPD yang hanya berubah nama/nomenklatur. Contoh mapping SKPD
adalah sebagai berikut :

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 9


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

2. Melakukan identifikasi SKPD 2016 yang belum terdapat di Parameter Unit


Organisasi pada Aplikasi SIMDA Keuangan tahun 2017
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. SKPD 2016 yang belum ada di tahun 2017 (tidak termasuk SKPD yang
berubah nomenklatur), ditambahkan pada Parameter Unit Organisasi
Aplikasi SIMDA Keuangan 2017 (Tahun Log In : 2017)
b. Penambahan Unit dan Sub Unit SKPD mengikuti Urusan dan Bidang
PP 18 Tahun 2016. Misalnya Kantor Pengelolaan Hutan (lama :
2.02.1.1), ditambahkan pada Urusan Pilihan, Bidang Kehutanan (Baru :
3.04.1.1). Penambahan SKPD lama harus level Unit dan Sub Unit
(tidak boleh menjadi sub unit SKPD Baru) agar saldo per 31 Desember
2016 SKPD lama tidak masuk/tergabung dengan SKPD Baru.
c. Untuk SKPD yang tetap/hanya berubah nomenklatur, Saldo 1 Januari
atas LKPD 2017 diinputkan pada SKPD nomenklatur baru. Misal : Dinas
Kelautan dan Perikanan berubah menjadi Dinas Perikanan, maka Saldo
1 Januari atas LKPD 2017 Dinas Kelautan dan Perikanan diinputkan
pada SKPD Dinas Perikanan. Hasilnya seperti terlihat sebagai berikut :

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 10


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

3. Input Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 berdasarkan LKPD Audited 2016
menggunakan SKPD Lama
a. Penginputan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 pada Aplikasi SIMDA
Keuangan dengan tahun Log In : 2016, kecuali untuk penginputan
Ekuitas Awal 2016 pada Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) tahun Log
In : 2015.
b. Penginputan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 dilakukan secara
manual (tidak terdapat export dan import saldo awal) disebabkan
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 11
Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

perbedaan Urusan, Bidang dan Unit Organisasi Tahun 2016 dan 2017
c. Tata cara penginputan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 (saldo Akrual
dan CTA) sama seperti penginputan saldo 1 Januari atas LKPD 2016

4. Melakukan Jurnal (Jurnal Akrual) pada tanggal 1 Januari 2017 berdasarkan


hasil pendistribusian Aset, Kewajiban dan Ekuitas atas pada SKPD yang
dihapus, digabung atau dipecah ke SKPD baru.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Jurnal Akrual dilakukan pada tanggal 1 Januari 2017 agar kita mudah
membandingkan Laporan Keuangan per 1 Januari 2017 dengan
Laporan Keuangan per 31 Desember 2016 Audited.
b. Jurnal Akrual, dengan menggunakan jenis Jurnal Umum Koreksi atau
Jurnal Balik, dilakukan pada tanggal 1 Januari 2017 berdasarkan
BAST pendistribusian dari BPKAD dan diberi kode khusus, misalnya
KSA (Koreksi Saldo Awal) agar memudahkan kita dalam
mengidentifikasi jurnal untuk pendistribusian Aset, Kewajiban dan
Ekuitas dibandingkan jurnal-jurnal koreksi/penyesuaian yang lain. Untuk
Jurnal penghapusan/penambahan Aset Tetap berdasarkan
Report/Laporan Mutasi Saldo Aset Masuk/Keluar dari Aplikasi SIMDA
BMD 2.0.7.9
c. Pada SKPD yang dihapus, digabung atau dipecah dilakukan jurnal
penghapusan Aset, Kewajiban dan Ekuitas, sedangkan pada SKPD
yang menerima Aset, Kewajiban dan Ekuitas dilakukan jurnal
pengakuan Aset, Kewajiban dan Ekuitas
d. Untuk pendistribusian Aset, Kewajiban dan Ekuitas, Badan Keuangan
Daerah harus berkoordinasi dgn Pejabat/SKPD terkait seperti
Sekretariat Daerah, Inspektorat dan SKPD terkait.
e. Badan Keuangan Daerah perlu membuat Kertas Kerja Pendistribusian
Aset, Kewajiban dan Ekuitas sebagai dasar Berita Acara Serah Terima
(BAST)

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 12


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Proses penjurnalan pada Aplikasi SIMDA Keuangan adalah sebagai berikut:

III. Data Laporan Keuangan yang Didistribusikan ke SKPD Lain


Dengan adanya SKPD yang dihapus, digabung dan dipecah, maka laporan
SKPD per 1 Januari 2017 atas SKPD yang dihapus, digabung dan dipecah
tersebut perlu didistribusikan ke SKPD lain. Laporan SKPD yang perlu
didistribusikan hanya Neraca, sedangkan LRA, LO dan LPE tidak perlu

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 13


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

didistribusikan ke SKPD lain. Hal ini disebabkan dalam akuntansi dikenal Akun
Riil dan Akun Nominal. Akun Riil adalah akun yang tidak ditutup setiap tahunnya
seperti akun yang terdapat pada Neraca sedangkan Akun Nominal adalah akun
yang setiap tahun ditutup seperti akun-akun pada LRA dan LO. Oleh sebab itu
saldo pada Neraca per 31 Desember 2016 dari SKPD yang dihapus, digabung
dan dipecah setelah diinputkan menjadi Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 perlu
didistribukan ke SKPD lain berdasarkan kertas kerja pendistribusian, sedangkan
saldo LRA, LO dan LPE pada SKPD per 31 Desember 2016 setelah diinputkan
menjadi Saldo 1 Januari atas LKPD 2017 tidak perlu didistribusikan ke SKPD
Lain.

IV. Proses Penjurnalan pada Aplikasi Simda Keuangan


Berikut ini beberapa contoh Jurnal Akrual dalam proses pendistribusian Aset,
Kewajiban dan Ekuitas :

1. Jurnal Penyesuaian Kas


a. Pada SKPD yang dihapus

Dr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX


Cr 1.1.x.x.x. Kas di Bendahara........... XXXX

b. Pada SKPD yang Menerima

Dr 1.1.x.x.x. Kas di Bendahara........... XXXX


Cr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX

2. Jurnal Penyesuaian Aset Tetap


a. Pada SKPD Asal (SKPD yang Dihapus, Digabung atau Dipecah)

Dr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX


Cr 1.3.x.x.x. Aset Tetap........... XXXX
Cr 1.3.x.x.x. Aset Tetap........... XXXX

(dicatat sebesar Nilai Perolehan)

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 14


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Dr 1.3.7.1.x Akumulasi Penyusutan.... XXXX


Dr 1.3.7.1.x Akumulasi Penyusutan.... XXXX
Cr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX

(dicatat sebesar nilai Akumulasi Penyusutan per masing-masing Aset)

b. Pada SKPD yang Menerima

Dr 1.3.x.x.x. Aset Tetap........... XXXX


Dr 1.3.x.x.x. Aset Tetap........... XXXX
Cr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX

(dicatat sebesar Nilai Perolehan)

Dr 3.1.1.2.3 Koreksi Ekuitas Lainnya XXXX


Cr 1.3.7.1.x Akumulasi Penyusutan.... XXXX
Cr 1.3.7.1.x Akumulasi Penyusutan.... XXXX

(dicatat sebesar nilai Akumulasi Penyusutan per masing-masing Aset)

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 15


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

SATUAN TUGAS PENGEMBANGAN SIMDA

Pengarah
Gatot Darmasto
Penanggung Jawab
Iskandar Novianto

Wakil Penanggung Jawab


Wiwik Priyantoro
Edi Suharto

Ketua
Aisyah

Anggota
Irene YK
Medijanto
Immamudin
Stefanus Hananto Radityo
Iwan Ari Sulistiyono
Dwi Iwan Susanto
Hanindyo Widagdo
Agus Budi Priyono
Ahmad Roziqin
Rahardian Widagdo
Yadi Yose Safari
M. Ramadhan
Minang Firmansyah
Agviani Devi
Heru Arief Wijaya
Regi Riandani
Herry Sulistyo
Dora Bernadisman

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 16


Petunjuk Teknis Penyusunan Saldo 1 Januari atas LKPD 2017

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah | 17