Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN INTERVENSI INDIVIDU

Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Asesmen

Disusun Oleh
Nama : Mohammad Fathur Rozaq
NIM : 11710032

PRODI PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014
I. Permasalahan Subjek
Dari beberapa wawancara dan observasi yang saya lakukan baik itu di sekolah madrasah
diniyah tempat subjek mengaji saya menyimpulkan bahwa permasalah utama subjek
adalah penurunan motivasi. Hal ini terjadi di akhir saya melakukan assesment dan hal itu
di perkuat oleh wawancara saya dengan subjek dan pengakuan dari orang tua subjek
bahwa dia sedang tidak bersemangat untuk melanjutkan belajar di TPA itu karena sering
di bully oleh teman-temannya, karena jika teman laki-lakinya tidak masuk maka otomatis
dia sendiri yang laki-laki di kelas itu, dan hal itu bikin minder subjek saya ini. Dari tes
grafis juga menunjukkan bahwa subjek seorang yang cenderung introvert dan memiliki
agresifitas cukup tinggi.

II. Hasil Pengumpulan Data


A. Sebab
Dari penggalian data dapat diperoleh data mengenai sebab-sebab mengapa
subjek mengalami penurunan motivasi atau Demotivasi. Data tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Masa Kecil Subjek
Hal ini saya ketahui dari hasil wawancara dengan ibu subjek bahwa,
subjek adalah anak yang aktif si sekolah maupun di lingkungan bermain,
namun subjek memiliki sifat yang sering kurang fokus, di tambah lagi kurang
terbiasanya orang tua dalam memotivasi anak, anak cenderung di motivasi
dengan kata-kata yang negatif dan cenderung menakut-nakuti.
b. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga mempengaruhi penurunan motivasi subjek, hal
ini sesuai dengan penuturan subjek dan ibu subjek, bahwa subjek merasa
kurang nyaman jika berada di kelas dengan teman-teman yang kebanyakan
perempuan. Subjek sering di bully di kelas, sehingga mengakibatkan subjek
jarang masuk untuk belajar di TPA tersebut.

B. Gejala
Dari penggalian data menggunakan menggunakan observasi dan wawancara
ada beberapa gejala yang muncul yang menyebabkan subjek mengalami
Demotivasi. Gejala-gejala tersebut antara lain :
a. Tidak masuk kelas
Dari penuturan guru TPA Subjek di Madin tersebut, subjek sering tidak masuk
kelas akhir-akhir ini, dan dari penuturan orang tua subjek menginginkan
bahwa subjek untuk turun kelas, karena di kelas bawahnya banyak teman laki-
lakinya
b. Sering mengganggu teman
Hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara saya dengan beberapa
informan di lapangan. Dari hasil pengamatan saya di lapangan, subjek sering
mengganggu teman-temannya ketika teman tersebut sedang belajar.
c. Tidak fokus pada pelajaran
Dari hasil observasi saya di lapangan, ketika saya mengajukan pertanyaan
kepada subjek, subjek sering tidak mendengarkan penjelasan guru, dan sibuk
“menjailin” teman-temannya.
d. Kurang nyaman dengan keadaan kelas
Hasil wawancara dengan ibu subjek dan subjek di ketahui bahwa subjek sering
tidak masuk kelas karena subjek sering di bully teman-teman perempuannya.
Ketika subjek semangat masuk untuk mengaji, dan teman-temanya yang laki-
laki sering tidak masuk TPA, itu yang menyebabkan subjek tidak bersemangat
untuk masuk TPA.

C. Dampak
a. Subjek tidak masuk TPA
b. Subjek tidak fokus mengaji
c. Subjek suka “menjahili” teman-temannya
d. Subjek suka mencari perhatian di kelas.

III. Diagnosis
Aksis I :-
Aksis II : F60.3 Gangguan kepribadian emosional tidak stabil
Aksis III :-
Aksis IV : Masalah Pendidikan
Aksis V : 70-61 gejala minimal, berfungsi dengan baik, cukup puas, tidak lebih
permasalahan sehari hari

IV. Prognosis
Terapis melihat bahwa keberhasilan klien dalam melakukan treatment adalah baik, hal
ini dikarenakan berdasarkan hasil asessmen bahwa subyek memiliki kecerdasan dan
proses berfikir rata-rata untuk bisa mengatasi permasalahannya. Selain itu subyek
mendapatkan dukungan dari guru serta keluarga untuk membantunya bisa lebih baik
lagi dari permasalahannya yang dialami.
V. Intervensi
Intervensi yang digunakan ada 2 terapi yaitu konseling keluarga dan modifikasi
perilaku (token economy). Dalam prosedur pelaksanaan intervensi dilakukan 1 sesi
konseling keluarga dan 6 sesi modifikasi perilaku. Dalam konseling keluarga, pada
nantinya akan dilakukan dengan cara terapis menjadi fasilitator dalam proses intervensi
ini. Terapis ini pada nantinya akan bertemu dengan keluarga subyek kemudian
mencoba berbicara mengenai apa yang menjadi permasalahan. Selain itu juga dari
pertemuan ini di harapkan keluarga klien dapat mendukung subyek dalam mengatasi
permasalahan yang subyek alami. Sedangkan dalam modifikasi perilaku, Terapis
dengan subyek membentuk hubungan yang hangat agar proses jalannya terapi dapat
berjalan dengan lancar, membuat aturan bersama-sama antara subyek dengan orang tua
(yang berisi saling menghargai da nada ketegasan dalam membentuk perilaku anak
menjadi lebih baik), memberikan reinforcement bila subyek mampu merubah
perilakunya (dimana subyek diberi hadiah dalam bentuk bintang yang diberikan kepada
subyek setiap kali memunculkan tingkah laku yang dikehendaki serta tak lupa diberi
pujian), serta memberikan hukuman bila subyek berperilaku tidak sesuai dengan yang
dikehendaki (subyek tidak mendapatkan bintang).