Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

1. Menurut saudara perlukah konflik di dalam penyelesaian tugas kelompok


saudara,berikan alasannya ?

2. Berikan contoh konflik yang pernah saudara alami dalam kerja kelompok, kehidupan
keluarga, dan kehidupan sosial ?

3. Bagaimana upaya yang selama ini saudara lakukan dalam menyelesaikan konflik
tersebut ?

4. Apa dampak buruk konflik yang pernah saudara alami tersebut ?

5. Apabila dalam kehidupan di kampus atau di keluarga, saudara melihat ada konflik dan
saudara berusaha menjadi penengah. Upaya apa yang akan saudara lakukan untuk
mengelola konflik tersebut ?

JAWABAN

1) Ya, saya rasa perluh , karena konflik yang baik akan menimbulkan solidaritas antar
anggota yang kuat. Dan dengan adanya konflik persoalan dalam kelompok dapat
terpecahkan jika konflik itu dapat diselesaikan dengan baik. namun jika konflik
berujung pada hal negatif itu tidak benar biasanya memang didalam mengerejakan
tugas kelompok pasti ada argumen yang berbeda dari setiap anggota yang membuat
terjadinya konflik, alangka baiknya jika konflik itu bertujuaan untuk saling membangun
sehingga tugas kelompok dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana.

 Konflik sangat diperluhkan dalam penyelesaian tugas karena perbedaan pendapat


sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pemecahan persoalan yang lebih baik.tetapi
jangan sampai terjadi pertengkaran.
2) Contok konflik yang pernah dialami :

 Dalam kerja kelompok :

1. perbedaan pendapat antara anggota kelompok yang satu dengan yang

lainnya.

2. Menganggap diri paling pintar dari anggota kelompok yang lainnya.

3.Tidak mau mendengarkan, tapi ingin didengar.

4. ingin dimengerti dan dipahami tapi tidak mau memengerti dan memahami

orang lain

 Dalam lingkungan keluarga :

1. cemburu dengan saudara sendiri

2. perbedaan pendapat

3. Masalah ekonomi

 Dalam lingkungan social :

1. konflik politik : Konflik antara pendukung partai yang berbeda menjelang

pemilu atau pilkada.

3) Upaya yang saya lakukan dalam penyelesian konflik

 Dalam kerja kelompok

1. Berusaha menerima pendapat dari setiap anggota kelompok lalu digabungkan

menjadi sebuah paragraf yang menghasilkan jawaban yang baik dan benar.

2. Menyamakan diri dengan anggota kelompok lainnya,dan berusaha untuk saling


bekerejasama dengan kelompok untuk mencapai sebuah tujuaan yang di ingini.

3. Lebih baik banyak mendengar dari pada berbicara, karena dengan mendengar kita
dapat lebih mudah untuk mengetahui segalah informasi atau mengetahui lebih
banyak ilmu.

 Upaya penyelesaian konflik dalam keluarga

1. Memahami siapa yang saya cemburui, dia adalah seorang kakak yang satu
aliran darah yang mempunyai ikatan yang kuat dengan saya. Dan saya selalu
menganggap apa yang dia lakukan itu tidak terlepas dari rasa sayangnya untuk
saya seorang adik.

2. Segalah perbedaan pendapat saya selesaikan dengan kepala dingin dan bicara
baik-baik untuk mendapatkan solusi yang tetap, karena tidak ada masalah yang
tidak ada solusi.

3. Masalah ekonomi, Mengenai uang belajaan setiap bulanan.

Saya hanya bisa memahami dan mengerti tentang keadaan kelurga saya dan
berusaha menerima apapun yang mereka kirimkan meski sama sekali tidak cukup
dikareni oleh banyaknya kebutuhan yang harus saya penuhi, saya bersyukur
ditenga ketidakpunyaan keluarga saya mereka masih berusaha untuk
mengirimkan saya uang belanja setiap bulannya yang walaupun sangat minim.

Bersyukur dan mencukupkan diri dengan segalah sesuatu lebih baik dari pada
terus merasa tidak dicukupkan.

 Upaya atau solusi dalam konflik social ;

1. Konfli politik :

 Memilih dengan jujur demi kedamaiaan bangsa

 Siapapun yang akan dipilih harus sesuai dengan pilihan hati nurani mu
sendiri bukan dengan soggokan atau paksaan dari orang lain .
4) Dampak buruk dari konflik yang pernah saya alami:

1. Keretakan hubungan antra anggota kelompok

Sebuah konflik antara kelompok meskipun telah berdamai pasti tetap meninggalkan
kebenciaan pada beberapa individu dalam kelompok tertentu.

2. Perubahan kepribadiaan pada individu

Individu - individu yanga ada dalam kelompok social tertentu akan mengalami
perubahan sifat biasanya mereka akan diliputi dengan perasaan marah, curiga dan
membenci orang- orang yang menjadi lawan konfliknya.

5) Upaya saya dalam menjadi penenga dala menyelesaikan masalah dilingkungan


kampus:

1.Tanyakan atau cari tahu terlebih dahalu pokok permasalahan .

2. Bersikap netral kepada kedua belah pihak yang sedang berseteru. Dan usahakan jangan

sampai kita kelihatan berpihak kepada suatu pihak sehingga pihak lain akan

menjadikan kita sasaran atau target selanjutnya dan kita harus mempunyai kesabaran

yang tinggi.

3. Bersikap dewasa dalam berpikir maupun bertindak dalam menyelesaikan masalah

harus dengan kepala dingin.

4. Harus pintar- pintar menganalisa masalah supaya tidak terjadi saling menuduh

sembarangan.

5. Bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah.


 Upaya saya dalam menjadi penenga dalam penyelesaiaan masalah keluarga :

1.Perjelas konflik yang sedang terjadi dengan melakukan identifikasi terhadap selruh

anggota keluarga.

2. Diskusikan masalah dengan tenang dan seluruh anggota keluarga harus

mengemukakan pendapatnya

3. Mintalah pendapat dan solusi dari anggota keluarga mengenai langka untuk

menyelesaikan permasalahan tersebut

4.Pastikan keluarga sudah sepakat bahwa solusi yang diambil merupkan jalan yang

terbaik.

5. Buktikan solusi tersebut dengan tindakan yang nyata ,karena solusi tampa adanya

tindakan sama dengan jalan buntu.

6. Hindari sikap gegabahdan terburu- buru dalam menyelesaikan permasalahan.