Anda di halaman 1dari 16

1.

hasil pemeriksaan & penegakan diagnosis kolesterol

1. Dislipidemia Primer Dislipidemia primer berkaitan dengan gen yang mengatur enzim dan
apoprotein yang terlibat dalam metabolism lipoprotein maupun reseptornya. Kelainan ini
biasanya disebabkan oleh mutasi genetik. Dislipidemia primer meliputi hiperkolesterolemia
poligenik, hiperkolesterolemia familial, dislipidemia remnant, hiperlipidemia kombinasi
familial, sindroma kilomikron, hipertrigliseridemia familial, peningkatan kolesterol HDL, dan
peningkatan Apolipoprotein B.
2. Dislipidemia Sekunder Dislipidemia sekunder disebabkan oleh penyakit atau keadaan
yang mendasari. Hal ini dapat bersifat spesifik untuk setiap bentuk dislipidemia seperti
diperlihatkan oleh tabel 6 di bawah ini.
2. tanda & gejala
leher kaku
pegal-pegal
sakit kepala
3. faktor resiko
Peningkatan kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, sejalan dengan bertambahnya usia.
Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause
kadarnya pada wanita mulai meningkat. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar
lemak tertentu (misalnya VLDL dan LDL) adalah riwayat keluarga dengan dislipidemia,
obesitas, diet tinggi lemak, kurang melakukan olahraga, penggunaan alkohol, merokok,
diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, dan kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda.
Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani dan tidak pernah memiliki kadar
kolesterol total lebih dari 200 mg/dL, sedangkan yang lainnya menjalani diet rendah lemak
yang ketat dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total dibawah 260 mg/dL. Perbedaan
ini tampaknya bersifat genetik dan secara luas berhubungan dengan perbedaan kecepatan
masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran darah.
4. life style modification & diet untuk kolesterol
5. penyulit
HTN, DM,

6. komplikasi
Apabila dislipidemia tidak segera diatasi, maka dapat terjadi berbagai macam komplikasi,
antara lain atherosklerosis, penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular seperti
strok, kelainan pembuluh darah tubuh lainnya, dan pankreatitis akut.
7. efek kolesterol yg lama

8. macam" kolesterol
9. target dari setiap kolesterol

10. hubungan kolestrol total, TG, HDL, LDL


perki
Kolesterol adalah substansi lemak yang diproduksi secara natural oleh tubuh. Tetapi akan
berisiko jika terlalu banyak di dalam darah. Jenis kolesterol dibagi menjadi 2
1. LDL: dikenal sebagai kolesterol jahat, dapat menyebabkan plaque yang meningkatkan risiko
CHD
2. HDL: dikenal sebagai kolesterol baik karena dapat melindungi tubuh dari CHD.
3. TG

11. interaksi obat utama


http://ioni.pom.go.id/ioni/cari/interaksi-
obat?field_obat_1_value=&field_obat_2_value=&page=774 (PIONAS,BPOM)

asam ●Hipolipidemik: meningkatkan risiko miopati bila statin diberikan bersama


statin
nikotinat ●gemfibrozil (lebih baik hindari penggunaan bersamaan); meningkatkan risiko
miopati bila statin diberikan dengan ●fibrat; meningkatkan risiko miopati bila
statin diberikan bersama ●asam nikotinat (dalam dosis sebagai hipolipidemik)

Antasida: antasida menurunkan absorpsi rosuvastatin


Statin Antasida

●Antiaritmia: meningkatkan risiko miopati bila simvastatin diberikan bersama


Statin Antiaritmia ●amiodaron

●Antibakteri: klaritromisin meningkatkan konsentrasi atorvastatin dalam plasma;


meningkatkan risiko miopati bila simvastatin diberikan bersama ●klaritromisin,
●eritromisin atau ●telitromisin (hindari penggunaan bersamaan); eritromisin
menurunkan konsentrasi rosuvastatin dalam plasma; dapat meningkatkan risiko
miopati bila atorvastatin diberikan bersama eritromisin atau asam fusidat;
Statin Antibakteri metabolisme fluvastatin dipercepat oleh rifampisin (mengurangi efek);
meningkatkan risiko miopati bila statin diberikan bersama ●daptomisin (lebih baik
menghindari penggunaan bersamaan); dapat meningkatkan risiko miopati bila
simvastatin diberikan bersama asam fusidat; meningkatkan risiko miopati bila
atorvastatin diberikan bersama ●telitromisin (hindari penggunaan bersamaan)

●Antibakteri: klaritromisin meningkatkan konsentrasi atorvastatin dalam plasma;


meningkatkan risiko miopati bila simvastatin diberikan bersama ●klaritromisin,
●eritromisin atau ●telitromisin (hindari penggunaan bersamaan); eritromisin
menurunkan konsentrasi rosuvastatin dalam plasma; dapat meningkatkan risiko
miopati bila atorvastatin diberikan bersama eritromisin atau asam fusidat;
Statin daptomisin metabolisme fluvastatin dipercepat oleh rifampisin (mengurangi efek);
meningkatkan risiko miopati bila statin diberikan bersama ●daptomisin (lebih baik
menghindari penggunaan bersamaan); dapat meningkatkan risiko miopati bila
simvastatin diberikan bersama asam fusidat; meningkatkan risiko miopati bila
atorvastatin diberikan bersama ●telitromisin (hindari penggunaan bersamaan)

●Antikoagulan: atorvastatin dapat mengurangi efek antikoagulan warfarin untuk


sementara waktu; fluvastatin dan simvastatin meningkatkan efek antikoagulan
Statin Antikoagulan ●kumarin; rosuvastatin dapat meningkatkan efek antikoagulan ●kumarin dan
●fenindion

●Hipolipidemik: meningkatkan risiko miopati bila statin diberikan bersama


●gemfibrozil (lebih baik hindari penggunaan bersamaan); meningkatkan risiko
statin gemfibrozil miopati bila statin diberikan dengan ●fibrat; meningkatkan risiko miopati bila
statin diberikan bersama ●asam nikotinat (dalam dosis sebagai hipolipidemik)

Estrogen: rosuvastatin meningkatkan konsentrasi etinil estradiol dalam plasma


Statin Estrogen

12. interaksi obat dg makanan


13. gringgingan & nyeri ujung kaki (+OG)