Anda di halaman 1dari 6

Perbandingan Model Gelombang Cahaya Dengan Model Gelombang Kuantum Pada Efek

Fotolistrik

Fazliana Samaun*)

Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo


Jl. Jendral Sudirman No.6 Kota Gorontalo, 96128
*)
fazlianasamaun23@yahoo.com

Abstrak
Telah dilakukan praktikum perbandingan model gelombang cahaya dengan model gelombang
kuantum untuk mengetahui pengaruh perubahan filter yang memiliki transmisi 100%, 80%, 60%, 40%
dan 20% terhadap potensial henti untuk masing-masing spektrum warna, mengetahui pengaruh masing-
masing warna terhadap potensial henti yang dihasilkan serta mengetahui hubungan antara % transmisi
cahaya terhadap potensial henti. Alat dan bahan yang digunakan adalah h/e apparatus aperture, hg light
source, voltmeter digital, fokal length lensa, filter transmisi 100%, 80%, 60%, 40% dan 20% , oupert
cahaya, light block, coupling bar, light apparatur dan kabel pengghubung. Berdasarkan praktikum yang
dilakukan, hubungan antara transmisi dan potensial henti adalah berbanding lurus, jika % transmisi
semakin besar, maka potensial hentinyan juga semakin besar untuk masing-masing warna. Begitupun
hubungan frekuensi dan potensial henti adalah berbanding lurus, jika frekuensinya besar, maka potensial
hentinya semakin besar, begitupun sebaliknya. Ini dipengaruhi oleh kekuatan cahaya dan partikel -
pertikel elektromagnetik yang masuk berupa cahaya pada alat tersebut, untuk menentukan besar kecilnya
potensial henti suatu warna.

Kata Kunci: Model Gelombang Cahaya, Model Gelombang Kuantum, Spektrum Warna

Abstract

A practicum The Wave Model of light vs. the Quantum Model has been done to find out the effect of
filter change which has 100%, 80%, 60%, 40% and 20% transmission against the stop potential for each
color spectrum, knowing the influence of each color to the resulting stopping potential and knowing the
relationship between% light transmission to the stop potential. Tools and materials used are h / e
apparatus aperture, hg light source, digital voltmeter, focal length lens, 100% transmission filter, 80%,
60%, 40% and 20%, light oupert, light block, coupling bar, light clothing and cable. Based on the
practicum performed, the relationship between the transmission and the stop potential is directly
proportional, if the greater the transmission%, hentinyan potential is also greater for each color. Likewise
the relation of the frequency and the potential to stop is directly proportional, if the frequency is large,
then the potential is greater, and vice versa. This is influenced by the power of light and the incoming
electromagnetic particles of light in the device, to determine the size of the stop potential of a color.

Keywords: Light Wave Model, Quantum Wave Model, Color Spectrum


1. Pendahuluan Konstanta Planck adalah konstanta dasar
Konsep cahaya, dianggap sebagai sesuatu mekanika kuantum, sebagai kelajuan cahaya c
yang misteri. Teori klasik mengatakan cahaya adalah konstanta dasar relativitas.
sebagai gelombang sementara teori moderen Apabila cahaya dengan frekuensi yang cukup
(kuantum) mengatakan cahaya dapat berperilaku tinggi jatuh pada permukaan logam yang bersih,
sebagai partikel. Pertama dikemukakan oleh elektron dipancarkan dari permukaan tersebut
Newton (1643-1727), yang mengatakan bahwa oleh interaksi foton elektron di dalam logam.
cahaya terdiri (tersusun) atas partikel individu Hubungan yang terjadi adalah
yang dipancarkan oleh sumber cahaya dan ℎ𝑓 = 𝐾𝑚𝑎𝑘𝑠 + ɸ
merambat dalam ruang berbentuk garis lurus. dengan hf adalah energi foton, 𝐾𝑚𝑎𝑘𝑠 adalah
Sebaliknya oleh Huggens (1629-1695) energi kinetik dari elektron terpancarkan yang
mengatakan bahwa cahaya berbentuk paling aktif, dan ɸ dalah fungsi usaha dari
gelombang, seperti halnya gelombang air yang material target yaitu energi minimum elektron
permulaannya berbentuk lingkaran. yang harus dimiliki jika elektron muncul dari
Pada saat cahaya bertumbukan dengan benda permukaan target. Jika hf kurang dari ɸ, efek
berukuran mikro (seperti atom), maka ia fotolistrik tidak dapat terjadi. [2]
berperilaku sebagai partikel yang dikenal dengan Adapun tujuan dari praktikum ini untuk
foton. Sementara saat cahaya bertumbukan mengetahui pengaruh perubahan filter yang
dengan benda berukuran makro (seperti cermin memiliki transmisi 100%, 80%, 60%, 40% dan
atau air), maka cahaya berperilaku sebagai 20% terhadap potensial henti untuk masing-
gelombang. [1] masing spektrum warna, mengetahui pengaruh
Kita telah mendeskripsikan cahaya sebagai masing-masing warna terhadap potensial henti
gelombang, yang memiliki panjang gelombang yang dihasilkan serta mengetahui hubungan
λ, frekuensi f, dan kelajuan c, sedemikian antara % transmisi cahaya terhadap potensial
sehingga henti.
c = λf
Pada tahun 1905, Einstein mengusulkan sifat 2. Metode Penelitian
cahaya tampak dan radiasi elektromagnetik 2.1 Alat dan Bahan
lainnya yang tidak diprediksikan oleh persamaan
– persamaan Maxwell dan memberikan kejutan Alat dan bahan yang digunakan adalah h/e
kuantum yang pertama : apabila sebuah atom apparatus aperture yang berfungsi untuk
memancarkan atau menyerap cahaya, energi memancarkan cahaya, hg light source berfungsi
yang ditransfer tidak dalam bentuk kontinu yang sebagai sumber cahaya, voltmeter digital
halus, tetapi dalam bentuk “gumpalan” energi berfungsi untuk untuk mengukur potensial henti,
yang diskret dan kecil, gumpalan energi disebut fokal length lensa yang berfungsi untuk
sebagai foton. mengumpulkan cahaya, filter yang memiliki
Berdasarkan usulan Einstein, energi E yang transmisi 100%, 80%, 60%, 40% dan 20%, yang
ditransfer oleh foton tunggal dikaitkan dengan berfungsi membatasi tinggi frekuensi cahaya
gelombang cahaya berfrekuensi f adalah memasuki h/e apparatur, oupert cahaya, light
E = hf (energi foton) block berfungsi menahan agar tidak berlebihan,
Disini, h adalah konstanta Planck, yang coupling bar, light apparatur dan kabel
nilainya adalah pengghubung.
ℎ = 6,63𝑥10−34 𝐽. 𝑠 = 4,14 𝑥 10−15 𝑒𝑉. 𝑠
2.2 Rancangan Penelitian 3. Hasil dan Pembahasan
Tabel 1. Percobaan Menggunakan Filter
Transmisi
Warna % Potensial Waktu
Transmisi Henti (Volt) (t)
Kuning 100 0,156 2.4
80 0,141 2.1
60 0,135 1.9
Gambar 1. Susunan Rangkaian 40 0,127 1.7
20 0,113 1.5
Percobaan pertama : Mengatur h/e Hijau 100 0,161 2.6
apparatus sehingga hanya dari satu warna 80 0,155 2.4
spectral sesuai diatas white reflective mask pada 60 0,147 2,2
H/e, meletakkan variable transmisi filter didepan 40 0,134 2,0
white reflective mask sehingga cahaya melewati 20 0,124 1.9
sepanjang bagian yang tertanda 100%, 80%, Ungu 100 0,179 3.2
60%, 40%, 20% dan mencapai fotodioda dengan 80 0,163 2.9
hati-hati, hingga hanya 1 warna dan petunjuk 60 0,149 2.8
pertama (paling terang) jauh diatas jendela pada 40 0,138 2.6
kemiringan foto diode. Kemudian menekan 20 0,127 2,1
tombol pemutus H/e Apparatus melepaskannya
dan mengamati kira-kira berapa waktu yang Tabel 2. Percobaan Menggunakan Filter Warna
dibutuhkan untuk kembali pada tegangan yang No Warna Potensial Henti
tercatat. Lalu memindahkan variable transmisi (Volt)
filter sehingga bagian berikutnya tepat di depan 1. Kuning 0.542
cahaya yang akan datang. Kemudian mengulangi 2. Hijau 0.576
langkah 3 sampai diperoleh pengujian dari 5 3. Ungu 0.621
bagian pada tiap-tiap penyaring. Lalu
mengulangi prosedur dengan menggunakan Dari data tersebut dapat dihitung Frekuensi
warna ungu, hijau, kuning, dan orange. Untuk Tiap Warna
Warna kuning
Percobaan kedua : melihat 4 warna pada
spectrum cahaya mercuri. Mengatur H/e 𝑐 3𝑥108 𝑚/𝑠
𝑓= = = 5,18 𝑥 1014 𝐻𝑧
Apparatus sehingga hanya satu warna ungu, λ 5790 x 10−10 𝑚
hijau, kuning, dan orange yang jatuh pada celah Warna hijau
penutup fotodioda. Kemudian mencatat tegangan
dari DVD yang terbaca (Potensial Henti). 𝑐 3𝑥108 𝑚/𝑠
Mengulangi proses dari tiap warna pada 𝑓= = = 5,49 𝑥 1014 𝐻𝑧
λ 5461 x 10−10 𝑚
spectrum. Memastikan untuk menggunakan filter
unggu saat mengukur spectrum unggu. Warna Ungu

𝑐 3𝑥108 𝑚/𝑠
𝑓= = = 7,41 𝑥 1014 𝐻𝑧
λ 4047 x 10−10 𝑚
0.2

Potensial Henti (Volt)


Tabel 3: Hubungan antara potensial henti dan 0.16
frekuensi
0.12
No Warna Potensial Frekuensi
0.08
Henti (Volt) (Hz)
1. Kuning 0.542 5,18 𝑥 1014 0.04
2. Hijau 0.576 5,49 𝑥 1014 0
3. Ungu 0.621 7,41 𝑥 1014 0 20 40 60 80 100 120
% Transmisi
Berdasarkan data tersebut maka dapat
dibuat grafik hubungan antara transmisi dengan Gambar 4. Hubungan antara % transmisi dan
potensial henti serta hubungan frekuensi dengan potensial henti untuk warna ungu
potensial henti :

0.65
0.2

Potensial Henti
Potensial Henti (Volt)

0.63
0.16 0.61

(Volt)
0.12 0.59
0.57
0.08
0.55
0.04 0.53
5 5.5 6 6.5 7 7.5 8
0
0 20 40 60 80 100 120 Frekuensi (Hz) x 1014
% Transmisi Gambar 5. Hubungan antara frekuensi dan
potensial henti
Gambar 2. Hubungan antara % transmisi dan
potensial henti untuk warna kuning
Setiap spectrum warna memilki panjang
gelombang yang berbeda-beda untuk masing-
masing transmisi yakni, 100%, 80%, 60%, 40%,
0.2 20%. Berdasarkan grafik pada gambar 2 - 5
Potensial Henti (Volt)

0.16 menunjukkan hubungan antara % transmisi dan


0.12 potensial henti berbanding lurus, dimana jika %
transmisi semakin besar maka potensial hentinya
0.08
juga semakin besar, begitupun sebaliknya. Pada
0.04
tabel 1 waktu digunakan untuk menghitung
0 waktu yang diperlukan potensial henti kembali
0 20 40 60 80 100 120
kesemula, setelah dimatikan saklarnya. Warna
% Transmisi ungu membutuhkan waktu yang lebih banyak
untuk kembali kesemula.
Gambar 3. Hubungan antara % transmisi dan
potensial henti untuk warna hijau Untuk mencari nilai frekuensi dari setiap
𝑐
warna , kita bisa terapkan rumus 𝑣 = 𝜆 , dimana
λ adalah panjang gelombang (m), c adalah
kecepatan cahaya (3x108 m/s), dan v adalah
frekuensi cahaya atau foton.
Hubungan antara frekuensi dan potensial
henti adalah berbanding lurus, jika frekuensinya
besar, maka potensial hentinya juga semakin
besar, begitupun sebaliknya. Ini dipengaruhi oleh
kekuatan cahaya dan partikel - pertikel
elektromagnetik yang masuk berupa cahaya pada
alat tersebut, untuk menentukan besar kecilnya
potensial henti suatu warna.

4. Kesimpulan
Hubungan antara transmisi dan potensial henti
adalah berbanding lurus, jika % transmisi
semakin besar, maka potensial hentinyan juga
semakin besar untuk masing-masing warna.
Begitupun hubungan frekuensi dan potensial
henti adalah berbanding lurus, jika frekuensinya
besar, maka potensial hentinya semakin besar,
begitupun sebaliknya. Ini dipengaruhi oleh
kekuatan cahaya dan partikel - pertikel
elektromagnetik yang masuk berupa cahaya pada
alat tersebut, untuk menentukan besar kecilnya
potensial henti suatu warna.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Dr. A. Halim, M.Si. 2011. Fisika Modern I


(Pendekatan Konseptual). Banda Aceh:
Syiah Kuala University Press

[2] Halliday, Resnick, dan Walker. 2002. Dasar


– Dasar Fisika Jilid 2. Tanggerang:
Binarupa Aksara. (hal 752-754)
LAMPIRAN

Gambar 1. Skema Rangkaian