Anda di halaman 1dari 8

KEPALA DESA TAMANSARI

KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN


KEPUTUSAN DESA TAMANSARI
NOMOR: 01 TAHUN 2017
TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA TAMANSARI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA
KEPALA DESA TAMANSARI

Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal … Peraturan Bupati


Pesawaran nomor 32 tahun 2016 tentang susunan organisasi dan tata kerja
pemerintahan desa, dipandang perlu menetapkan peraturan kepala desa
tentang organisasi dan tata kerja pemerintahan Desa Tamansari.
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,
perlu ditetapkan dengan peraturan Kepala Desa.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara
yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 nomor 75, Tambahan Lembaga
Negara Republik Indonesia Nomor 3886);
2. Undang-undang Nomor 33 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten
Pesawaran di Provinsi Lampung (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 nomor 99, Tambahan Lembaga Negara Republik Indonesia
Nomor 4749);
3. Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
nomor 82, Tambahan Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
4. Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 nomor 7, Tambahan
Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daera
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang
nomor 9 tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia 2015 Nomor
58, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun
2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang pedoman
teknis peraturan di Desa (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2014
Nomor 2091);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 Tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 2036);
10. Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ( Lembaran Daerah
Kabupaten Pesawaran tahun 2016 Nomor 18 Tambahan lembaran Daerah
Kabupaten Nomor 61);
11. Peraturan Bupati Kabupaten Pesawaran Nomor 11 tahun 2015 tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Pesawaran (Berita Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun 2015
Nomor 11);
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA DESA TENTANG ORGANISASI DAN


TATAKERJA PEMERINTAH DESA TAMANSARI

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Kepala Desa ini yang dimaksud dengan :
1. Camat adalah Camat Gedongtataan unsur perangkat daerah yang bertugas mambantu Bupati
di wilayah kecamatan.
2. Desa adalah Desa Tamansari kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul dan/atau hak tradisional yang
diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berada di Kabupaten Pesawaran.
3. Pemerintah Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat dalam sistem Pemerintahan Negara kesatuan Republik Indonesia.
4. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang
melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya berdasarkan keterwakilan wilayah dan
ditetapkan secara demokratis.
5. Musyawarah desa adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah
Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk
menyepakati hal yang bersifat strategis.
6. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa yang dibantu pamong Desa sebagai unsur
Penyelenggara Pemerintahan Desa.
7. Kepala Desa yang selanjutnya disebut Kepala Desa adalah pimpinan pemerintah Desa di
wilayah Tamansari.
8. Perangkat Desa yang selanjutnya disebut Pamong Desa adalah pembantu Kepala Desa yang
meliputi Sekretaris Desa, Pelaksana Teknis, dan Pelaksana Kewilayahan.
9. Sekretaris Desa adalah unsur staf yang membantu tugas-tugas kesekretariatan dan rumah
tangga desa.
10. Sekretaris Desa yang selanjutnya disebut Sekretaris Desa adalah pimpinan secretariat desa.
11. Staf Desa adalah staf yang membantu tugas-tugas administrative di secretariat Desa atau
Pelaksana Teknis.
12. Lembaga Kemasyarakatan Desa adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai
dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintahan desa dalam memberdayakan
masyarakat.
13. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APB Desa adalah rencana
keuangan tahunan pemerintahan Desa.
14. Pemanguna Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-
besarnya kesejahteraan masyarakat.
15. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta
segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa.
16. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau
diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya
yang sah.
17. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan
kesejahteraan masyarakat dengan mengingkatkan pengetahuan, sikap, ketertampilan,
perilaku, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan
kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan
prioritas kebutuhan masyarakat.

BAB II
PEMBENTUKAN
Pasal 2

Peraturan Kepala Desa ini membentuk Organisasi dan Tata Kerja pemerintahan Desa Tamansari.
BAB III
ORGANISASI PEMERINTA DESA

Pasal 3

(1) Susunan Organisasi Pemerintah Desa Tamansari terdiri atas:


a. Kepala Desa;
b. Sekretaris Desa terdiri atas:
1. Urusan Keuangan;
2. Urusan Tata Usaha dan Umum;
3. Urusan Perencanaan.
c. Pelaksana Teknis terdiri atas:
1. Seksi Pemerintahan;
2. Seksi Kesejahteraan;
3. Seksi Pelayanan.
d. Pelaksana Kewilayahan.
(2) Bagan Organisasi Penerintahan Desa Tamansari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum
pada lampiran Peraturan Kepala Desa ini yang merupakan satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari
peraturan desa ini.

BAB IV
KEPENDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 4
Kepala Desa

(1) Kepala Desa berkedudukan sebagai Kepala pemerintahan Desa yang memimpin penyelenggaraan
Pemerintahan Desa.
(2) Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan,
pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala Desa memiliki fungsi-
fungsi sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja pemerintahan, penetapan peraturan
desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, melakukan upaya
perlindungan masyarakat, Administrasi kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.
b. Melaksanakan pembangunan, seperti melakukan pembanguna sarana dan prasarana perdesaan,
dan pembangunan bidan pendidikan, keseharan;
c. Pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, partisipasi
masyarakat, sosial budaya masyarakat, kegamaan, dan ketemagakerjaan.
d. Pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya,
ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang
taruna.
e. Menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya.
Pasal 5
Sekretaris Desa

(1) Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsure pimpinan Sekretariat Desa.


(2) Sekretaris Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam bidang administrasi pemerintahan.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2), Sekretaris Desa mempunyai
fungsi:
a. Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat-menyurat, arsip, dan
ekspedisi.
b. Melaksanakan urusan umum seperti penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana
perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan
dinas dan pelayanan umum.
c. Melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-
sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi
penghasilan Kepala Dea, perangkat Desa, BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya;
d. Melaksanakan urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja
desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan
evaliasi program, serta penyusunan laporan.

Pasal 6
Sekretariat Desa

(1) Kepala urusan berkedudukan sebagai unsure staf secretariat.


(2) Kepal urusan bertugas membantu Sekretaris Desa dalam urusan pelayanan administrasi pendukung
pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.
(3) Untuk melaksanakan tugas kepala urusan mempunyai fungsi:
a. Kepala urusan tata usaha dan umum memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan ketatausahaan
seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi, dan piñata administrasi
perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian asset, inventarisasi, perjalanan
dinas, dan pelayanan umum.
b. Kepala urusan keuangan memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan keuangan seperti
pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran,
verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi penghasilan Kepala Desa, perangkat Desa,
BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya.
c. Kepala urusan perencanaan memiliki fungsi ngekordinasikan urusan perencanaan seperti
penyusin rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam
rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.

Pasal 7
Pelaksana Teknis

(1) Kepala Seksi berkedudukan sewbagai unsur pelaksana teknis.


(2) Kepala seksi bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana tugas Operasional.
(3) Untuk melaksanakan tugas Kepala Seksi mempunyai fungsi:
a. Kepala Seksi pemeritahan mempunyai fungsi melaksanakan manajemen tata praja pemerintahan,
menyusun rancangan regulasi desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan
ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, kependudukan, penataan dan
pengelolaan wilayah, serta pendataan dan pengelolan Profil Desa.
b. Kepala Seksi Kesejahteraan mempunyai fungsi melaksanakan pembangunan sarana prasarana
perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan tugas sosialisasi serta motivasi
masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkingan hidup, pemberdayaan keluarga,
pemuda, olahraga, dan karang taruna.
c. Kepala Seksi Pelayanan memiliki fungsi melaksanakan penyuluhan dan motivasi terhadap
pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, meningkatkan upaya partisipasi masyarakat,
pelestarian nilai sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketatanegaraan.

Pasal 8
Pelaksana Kewilayahan

(1) Kepala Dusun berkedudukan sebagai unsure satuan tugas kewilayahan yang bertugas membantu
Kepala Desa dalam pelaksanaan tugasnya di wilayahnya.
(2) Untuk melaksanakan tugasnya sebagimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Dusun memiliki fungsi:
a. Pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, mobilitas
kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.
b. Mengawasi pelaksanaan pembangunan wilayahnya.
c. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran
masyarakat dalam menjaga lingkungannya.
d. Melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam menunjang kelancaran
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pasal 9
Ketentuan Lain

(1) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Desa Bertanggung jawab memimpin dan mengordinasikan
bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan
tugas bawahan.
(2) Camat wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemerintahah Desa dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kepala Desa ini
dnegan penetapannya dalam Berita Desa Tamansari.

Ditetapkan di Tamansari
Pada tanggal 3 April 2107
Kepala Desa tamansari

HENDRI DUNAN

Diundangkan di Tamansari
Pada tanggal 4 April 2017
Sekretaris Desa Tamansari

SARMAN