Anda di halaman 1dari 3

18 Mei 2014 ..

Kala kami teraba-raba kehilangan pimpinan

Engkau melangkah kaki mu ke sini

Dengan raut wajah yang tersembunyi segala emosi

Wajah yang gusar penuh kekeliruan

Seperti anak-anak kecil yang dalam kebingungan

Ketika mula melangkah alam persekolahan

Tanpa sekelumit pengalaman dalam kepimpinan

Engkau kuatkan jati diri menyusun langkah perjuangan

Dengan cekal dan berani engkau melangkah

Setapak demi setapak

Selangkah demi selangkah

Demi amanat dan mandat yang diberikan

Untuk mencapai impian dalam wadah pendidikan

Kami akui dan kami sedari

Permulaan yang sukar buat dirimu

Menyesuaikan diri dalam kelompok yang asing

Onak dan ranjau yang baru bagimu

Menahan segala kritikan dan suara-suara sinis

Yang sentiasa membayangi kepimpinanmu


Namun, bak kata pepatah Melayu lama

Alah bisa tegal biasa

Ular yang menyusur akar takkan hilang bisanya

Engkau sematkan ke dalam dada

Tanpa menoleh engkau berjalan

Sehingga akhirnya engkau mampu berlari

Sinisnya kritikan itu adalah pedoman

Bukannya halangan untuk memecut menggapai impian

Selama adanya engkau di sini

Mungkin juga tanpa engkau sedari

Betapa bangganya hati dan perasaan kami

Melihatkan kepada anak-anak didik kami

Menjadikan mimpi itu satu realiti

Menzahirkan keputusan yang menggoncang PPD

Mencetuskan kebanggaan pendidikan negeri

Lantas mengundang kehadiran Pak Menteri


Dalam kebanggaan dan kegembiraan ini

Segala kemungkinan itu pasti akan terjadi

Burung yang terbang di langit akan pulang ke sarangnya jua

Dari Pendang engkau datang, ke Pendang jua engkau kembali

Meninggalkan gelak tawa kita bersama

Meninggalkan warisan dan kegemilangan kita

Legasi yang akan kami teruskan di sini

Pantasnya masa berlalu pergi

Tanpa sedar hampir 4 tahun sudah engkau di sini

Sedih rasa bila mengenangkannya

Sebak di dada bila memikirkannya

Sukar untuk kami terima, namun akur kami redha

Semoga dirimu berjaya di sana

Inilah doa dari kami semua.