Anda di halaman 1dari 5

DRAFT PERJANJIAN KERJASAMA DISTRIBUSI

Pada hari ini, dd – mmmm – yyyy, telah dibuat perjanjian kontrak antara:

1. Nama :
Jabatan :

Dalam hal ini bertindak atas nama PT. Soegiarto Gemilang Tangguh yang berkedudukan di Jl.
Raya Dampyak KM 4, RT. 04 RW. 01 Kel. Dampyak, Kec. Kramat, Kab. Tegal, Jawa
Tengah yang selanjutnya disebut Pihak Pertama.

2. Nama :
Jabatan :

Bertempat tinggal di ....(alamat sesuai KTP)...., dalam hal ini bertindak atas nama sendiri dan
untuk ....(nama PT)..... dengan alamat ...(alamat PT)..., yang selanjutnya disebut sebagai
Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat membuat perjanjian kerjasama distribusi, yang untuk
selanjutnya disebut sebagai “Perjanjian Kerjasama”, dengan kesepakatan sebagai berikut:

PASAL 1
PRODUK DISTRIBUSI

1. Produk yang akan didistribusikan oleh Pihak Kedua adalah produk-produk yang diproduksi
oleh Pihak Pertama.

2. Ada pun jenis produk dari Pihak Pertama yang akan di distribusikan oleh Pihak Kedua
tercantum dalam Lampiran 1.

PASAL 2
AREA DISTRIBUSI

1. Pihak Kedua akan mendistribusikan produk dari Pihak Pertama dalam cakupan wilayah
yang telah disepakati bersama, yang tertuang dalam Lampiran 2.

2. Perubahan terhadap penanganan cakupan wilayah oleh Pihak Kedua haruslah


dimusyawarahkan dan disepakati terlebih dahulu bersama Pihak Pertama, dan selanjutnya
akan dilakukan perubahan dan penandatanganan kembali pada Lampiran 2.

1
PASAL 3
HARGA DAN PEMBAYARAN

1. Harga Distributor adalah “harga beli sampai gudang Pihak Kedua (Franco)”, yang sesuai
dengan Daftar Harga yang ditetapkan Pihak Pertama.
2. Harga Jual adalah Harga Distributor ditambah dengan Distributor Margin. Kedua belah pihak
sepakat bahwa Distributor Margin adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3, beserta
perubahan-perubahannya di kemudian hari, selama jangka waktu Perjanjian Kerjasama ini
berlangsung.
3. Pembayaran wajib dilakukan oleh Pihak Kedua ke rekening bank Pihak Pertama dalam
ketentuan sebagai berikut:
2.1 Pembayaran maksimal dilakukan dalam tempo tiga puluh (30) hari kalender, terhitung
sejak tanggal diterimanya produk oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama.
2.2 Pembayaran yang dilakukan maksimal dalam dua puluh satu (21) hari kalender terhitung
sejak tanggal diterima produk oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama, akan
mendapatkan kompensasi potongan pembayaran sebesar 0,5%.
4. Pembayaran dianggap sah jika dana sudah diterima di rekening yang ditentukan oleh Pihak
Pertama, sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 4.
5. Pihak Kedua wajib melakukan pembayaran tersebut pada Pasal 3 Ayat 2 secara tepat waktu.
Perihal terjadi keterlambatan pembayaran, maka Pihak Kedua bersedia dibebankan denda
sebesar nol koma satu (0,1) persen per hari dari jumlah tagihan akibat keterlambatan tersebut.
6. Dalam hal Pihak Kedua tidak mampu atau dianggap tidak mampu melunasi hutangnya
kepada Pihak Pertama, yang mengakibatkan Pihak Kedua tidak lagi mampu mengadakan
produk untuk di distribusikan, maka Pihak Pertama berhak untuk:
5.1 Membatalkan Perjanjian Kerjasama ini secara sepihak.
5.2 Mencairkan Bank Garansi atau jaminan dari Pihak Kedua.
5.3 Mendistribusikan produk Pihak Pertama di cakupan area distribusi Pihak Kedua, baik
dilakukan sendiri maupun melalui penunjukan pihak lain.
Apabila hal ini terjadi, Pihak Kedua tidak berhak meminta ganti rugi ataupun imbalan dalam
bentuk apa pun kepada Pihak Pertama atau pihak lain yang ditunjuk.

PASAL 4
HAK KEAGENAN DAN EKSKLUSIVITAS

1. Pihak Kedua tidak diperkenankan mengalihkan keagenan dan atau hak atas keagenan kepada
pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Pertama.
2. Pihak Kedua tidak diperkenankan membawa dan menjual produk kompetitor sejenis dalam
cakupan area distribusi dan fasilitas pergudangan yang sama. Pelanggaran atas ketentuan ini
akan membatalkan seluruh isi Perjanjian Kerjasama dengan segera, dan segala biaya yang
timbul akibat pembatalan tersebut menjadi beban Pihak Kedua sepenuhnya.

PASAL 5
PRODUK BAD STOCK

1. Pihak Pertama akan bertanggungjawab terhadap Produk Bad Stock karena kesalahan
produksi.
2. Pihak Kedua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Produk Bad Stock yang bukan
disebabkan kesalahan produksi.
3. Kedua belah pihak sepakat bahwa ketentuan detail mengenai Produk Bad Stock dan
penanganannya akan dilekatkan pada Lampiran 5 yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
Perjanjian Kerjasama ini.

2
PASAL 6
JAMINAN

1. Pihak Kedua wajib memberikan Bank Garansi dari bank berskala nasional sebesar ....(yang
disepakati)... kepada Pihak Pertama, yang besarnya secara kontinyu akan ditinjau ulang
sesuai dengan perkembangan bisnis.
2. Pihak Kedua memberikan kuasa sepenuhnya kepada Pihak Perama untuk mencairkan Bank
Garansi dalam perhitungan piutang Pihak Kedua, termasuk yang belum jatuh tempo, dalam
hal terjadi pengakhiran Perjanjian Kerjasama ini. Dalam hal ini, Pihak Perama akan
mengirimkan surat pemberitahuan pemutusan hubungan kerjasama distribusi
3. Perihal masa bank garansi berakhir, Pihak Kedua wajib untuk menyerahkan Bank Garansi
pengganti kepada Pihak Pertama, dengan syarat dan ketentuan mengacu pada Pasal 6 Ayat 1
dan Ayat 2.
4. Dalam hal perkembangan bisnis telah melampaui besarnya Bank Garansi (over limit) atau
penggantian Bank Garansi terlambat diterima Pihak Pertama, maka Pihak Kedua wajib
membayar tunai sejumlah permintaan pengiriman produk yang tidak terjamin oleh Bank
Garansi.
5. Biaya provisi Bank Garansi ditanggung oleh Pihak Pertama.

PASAL 7
PENJUALAN, PROMOSI, DAN INFORMASI

1. Pihak Kedua wajib menjual Produk sesuai dengan daftar harga yang sudah ditentukan oleh
Pihak Pertama.
2. Pihak Kedua wajib menjual dan mendistribusikan Produk se-optimal mungkin kepada
langganan potensial di seluruh cakupan area distribusi.
3. Pihak Kedua wajib menyediakan tenaga penjual dan kendaraan operasional yang cukup
untuk menjual dan mendistribusikan Produk di cakupan area distribusi.
4. Pihak Kedua wajib berusaha keras mencapai target penjualan dan target distribusi Produk
(cakupan area distribusi, jumlah outlet, penambahan outlet baru) yang ditetapkan oleh Pihak
Pertama.
5. Pihak Kedua wajib secara aktif melaksanakan program promosi yang telah ditetapkan oleh
Pihak Pertama. Dalam hal program promosi rafaksi, ketentuan yang dipakai adalah sebagai
berikut:
5.1 Pemberian rafaksi 100% diberlakukan untuk PO dengan usia maksimum empat belas (14)
hari kalender sebelum Program Rafaksi berlaku.
5.2 Pemberian rafaksi 50% diberlakukan untuk PO dengan usia maksimum dua puluh satu
(21) hari kalender sebelum Program Rafaksi berlaku.
5.3 Pemberian rafaksi 25% diberlakukan untuk PO dengan usia maksimum tiga puluh (30)
hari kalender sebelum Program Rafaksi berlaku.
5.4 Untuk PO dengan usia di atas tiga puluh (30) hari kalender sebelum Program Rafaksi
berlaku, tidak dikenakan rafaksi.
6. Pihak Kedua wajib memberikan informasi rutin berupa laporan penjualan, jumlah stock,
penghancuran produk Bad Stock, aktivitas kompetitor, dan lain-lain yang berhubungan
dengan proses distribusi kepada Pihak Pertama.

3
PASAL 8
KEADAAN MEMAKSA / FORCE MAJEURE

1. Yang termasuk Keadaan Memaksa / Force Majeure adalah hal-hal atau kejadian yang berada
di luar kendali Pihak Pertama dan Pihak Kedua, seperti bencana alam, kebakaran, huru-
hara, kerusuhan, pemogokan kerja, dan lain sebagainya.
2. Perihal terjadi Force Majeure, Pihak Kedua harus memberitahukan kepada Pihak Pertama
secara tertulis, selambat-lambatnya dalam waktu tujuh (7) hari kalender sejak terjadinya
Force Majeur, disertai bukti yang sah. Demikian pula hal nya waktu Force Majeur berakhir.
3. Atas pemberitahuan Pihak Kedua, Pihak Pertama akan membuat surat persetujuan atau
penolakan atas adanya peristiwa yang mengakibatkan Force Majeure tersebut dalam tiga (3)
hari kalender sejak pemberitahuan tersebut. Jika dalam waktu yang ditentukan tersebut Pihak
Pertama belum memberikan jawaban, maka dianggap Pihak Pertama menyetujui adanya
Force Majeur tersebut.
4. Bila Pihak Pertama menolak adanya Force Majeure tersebut, maka kedua belah pihak
sepakat untuk mengakhiri Perjanjian Kerjasama ini tanpa hak untuk saling menuntut
mengenai hal apapun juga.

PASAL 9
PELANGGARAN PERJANJIAN

1. Dalam hal Pihak Kedua melanggar satu (1) atau lebih ketentuan dalam Perjanjian Kerjasama
ini, maka Pihak Pertama berhak memutuskan hubungan kejasama distribusi sebelum
Perjanjian Kerjasama ini berakhir. Untuk pengakhiran Perjanjian Kerjasama ini secara
sepihak, Pihak Pertama dan Pihak Kedua, sekarang untuk nanti pada waktunya, sepakat
untuk melepaskan ketentuan-ketentuan pada pasal 1266 kitab undang-undang Hukum
Perdata.

PASAL 10
PERSELISIHAN

1. Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Kerjasama, maka


para Pihak akan menyelesaikannya dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat, dan
apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah, maka para
Pihak sepakat untuk menyerahkan permasalahan tersebut ke Kantor Panitera Pengadilan
Negeri setempat.

PASAL 11
ADDENDUM

1. Kedua belah Pihak sepakat apabila di kemudian hari ternyata ada hal-hal yang tidak atau
belum cukup diatur dalam Perjanjian Kerjasama, maka hal-hal tersebut akan segera
dimusyawarahkan untuk disepakati bersama, dan selanjutnya akan dituangkan ke dalam suatu
Addendum (tambahan) Perjanjian Kerjasama ini.

4
PASAL 12
LAIN-LAIN

1. Seluruh Addendum, lampiran, surat dan atau dokumen lainnya ( jika ada ) yang berkaitan
dengan Perjanjian Kerjasama ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian
Kerjasama ini.
2. Apabila ada satu (1) atau lebih ketentuan yang menyimpang atau bertentangan dengan
Perjanjian Kerjasama ini, maka ketentuan yang berlaku sah dan mengikat para pihak adalah
ketentuan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama ini.
3. Apabila karena alasan apapun juga, salah satu pasal dalam Perjanjian Kerjasama ini menjadi
tidak berlaku dan atau tidak dapak dilaksanakan, maka hal tersebut tidak mempengaruhi
berlakunya dan atau dilaksanakannya pasal-pasal lain dalam Perjanjian Kerjasama ini.
4. Para pihak sepakat bahwa untuk Perjanjian Kerjasama ini berlaku hukum negara Republik
Indonesia.

Surat perjanjian kerjasama ini ditandatangani bersama dan masing-masing pihak menyatakan dalam
keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani, serta tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun juga.

Perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua (2) bermaterai cukup dan masing-masing mempunyai
kekuatan hukum yang sama, satu pada Pihak Pertama dan satu pada Pihak Kedua.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak.

Pihak Pertama, Pihak Kedua


PT. Soegiarto Gemilang Tangguh PT. XXX YYY ZZZ

(Nama Jelas) (Nama Jelas)


(Jabatan) (Jabatan)