Anda di halaman 1dari 3

Alat Ukur Penerimaan Diri.

Penelitian ini mengukur penerimaan diri dengan

menggunakan alat ukur yang dikembangkan dari kerangka teoritis penerimaan diri oleh

Sheerer (1963, dalam Cronbach, 1963). Dengan skala yang berkisar 1-4 (rendah hingga

tinggi), adapun indikator-indikatornya adalah sebagai berikut: 1) adanya keyakinan akan

kemampuan diri dalam menghadapi persoalan, 2) adanya anggapan berharga pada diri

sendiri sebagai seorang manusia, 3) tidak ada anggapan aneh/abnormal terhadap diri

sendiri dan tidak ada harapan ditolak, 4) tidak adanya rasa malu atau memperhatikan

dirinya sendiri, 5) ada keberanian memikul tanggung jawab terhadap perilaku sendiri, 6)

dapat menerima pujian, saran, kritikan atau celaan secara objektif, dan 7) tidak

menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan yang dimiliki ataupun pengingkaran kelebihan.

Dari hasilanalisis reliabilitas hasil terpakai dalam penelitian ini ditemukan skala

Penerimaan diri ini memiliki tingkat keajegan yang cukup baik (α=,858).
Uji validasi digunakan untuk mengetahui kevalidan alat ukur, valid artinya

ketepatan mengukur sebuah variabel yang akan diukur. Dalam penelitian ini, uji

validasi di lakukan dengan menggunakan uji korelasi dengan rumus pearson

produc moment. Skor yang didapat dari setiap pertanyaan di korelasikan dengan

skor total untuk setiap variabel. Setelah semua korelasi untuk setiap pertanyaan

dengan skor total diperoleh, nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan nilai r table.

Jika nilai koefisien korelasi person dari suatu pertanyaan tersebut berada diatas

nilai r tabel, maka pertanyaan tersebut berada diatas nilai r tabel, maka pentanyaan

tersebut valid.

n (Σxy)- (Σx)- (Σy)


r=
√(n(Σx ²)-(Σx)²) (n(y²)-(Σy)²)

keterangan

r : koefisien korelasi

x : skor pertanyaan

y : skor total pertanyaan

xy : skor pertanyaan dikalikan skor total

n : jumlah responden

setelah r tersebut diketahui, yaitu r tabel produc moment dengan taraf

signifikan 5% untuk n = 30 pada total sinifikan 5% batas penerimaan r tabel =

0,361 sehingga koesioner dinyatakan valid jika nilai r hitung > 0,361.

Uji validasi dilakukan di RSUD Ambarawa kepada penderita gagal ginjal kronik yang

menjalani hemodialisa pada tanggal 4-6 bulan november 2016. Hasil uji validasi semua item
soal pada koesioner dukungan emosional keluarga, memiliki nilai r hitung dari item 1 sampai

17.