Anda di halaman 1dari 14

Jaspel :

Fee For Services Vs


Tarif Paket INA CBGs
Tri Muhammad Hani, dr., MARS

08121919677 (SMS/TELP/WA)
mashani77 mashani77 http://www.mashani77.net
FAKTA 1 :
 Tarif Pelayanan Rumah Sakit dihitung berdasarkan Biaya
Satuan atau Unit Cost (UU RS No. 44/2009 dan PMK
No. 85 / 2015 Pola Tarif RS Nasional)
 Jasa Pelayanan adalah salah satu komponen tarif 
Rumus Tarif = Biaya Sarana + Jasa Pelayanan
 Prinsip Biaya Satuan Menghitung SETIAP biaya per
jenis layanan Artinya Fee For Services
 Sehingga tarif Biaya Satuan  adalah Tarif Fee For
Services
FAKTA 2 :
 Salah Satu Prinsip pembagian Jasa Pelayanan  No Work No Pay
 Artinya pembagian Jasa Pelayanan harus  Fee For Services

KESIMPULAN :
 Antara Tarif Biaya Satuan Vs Jasa Pelayanan  Fee For Services 
NYAMBUNG Tidak ada masalah
 Untuk membagi Jasa Pelayanan yang berdasarkan Tarif Biaya Satuan
 tetap menggunakan kaidah FEE FOR SERVICES
Padahal ........
Padahal ......
 Tarif INA CBGs adalah tarif berbasis PAKET 
Package Payment System  BUKAN Biaya Satuan
(Unit Cost)

 Pembagian Jasa Pelayanan TETAP harus Fee For


Services  karena berbasis kinerja (performance)
individu atau sekelompok individu (tim)
Kesimpulannya adalah.....
Kesimpulan nya  Tarif nya Paket  Membagi
Jaspel nya Fee For Services  Nggak
Nyambung

Kesenjangan nya adalah : Tarifnya Paket TAPI


harus membagi Jasa Pelayanan sesuai Fee For
Services
Pertanyaanya adalah.....
Mungkinkah kita TETAP bertahan menghitung Jasa
Pelayanan secara Fee For Services terhadap Tarif Paket ?

 Jawabannya adalah TIDAK MUNGKIN


 Yang pasti adalah  Ketika kita menghitung Jasa
Pelayanan Secara Fee For Services  Maka PASTI
basis perhitungannya adalah Tarif Biaya Satuan (Unit
Cost)
 Jadi pilihan yang mungkin adalah :
1. Tetap menggunakan dasar Tarif RS yang bersifat biaya Satuan
(Unit Cost) ... ATAU
2. Menghitung ULANG Jasa Pelayanan berdasarkan prediksi tarif
paket INA CBGs  Menetapkan Jasa Pelayanan secara FLAT
 Penghitungan Jasa Pelayanan Konvensional PASTI tetap menggunakan
dasar Tarif RS atau hasil hitung ulang untuk mencari besaran Jasa
Pelayanan secara Flat (Pada kebanyakan RS Swasta)
Terus apa masalahnya jika tetap menggunakan tarif RS
sebagai dasar menghitung Jasa Pelayanan ? ..........
Masalahnya adalah.....
 Tarif RS berbasis Biaya Satuan yang bersifat Fee For Services TIDAK MUNGKIN
bisa sama dengan Tarif Paket CBGs  Dasar perhitungannya saja sudah
BERBEDA sama sekali

 Jika tetap “nekat” menghitung Jasa Pelayanan berdasarkan Tarif RS, maka ada 2
kemungkinan yang terjadi :

1. Jika Tarif Paket CBGs LEBIH KECIL dari total tagihan RS yang merupakan
penjumlahan tarif-tarif pelayanan RS  maka RS harus melakukan SUBSIDI
Jasa Pelayanan  Pasti menggerus Biaya Operasional RS  Resiko Cash
Flow Keuangan RS  Bisa kolaps (Kebutuhan Pembiayaan Operasional dan
Maintenance LEBIH BESAR daripada KETERSEDIAAN dana operasional yang
ada di “dompet” keuangan RS)
2. Jika Tarif Paket CBGs LEBIH BESAR dari total tagihan RS yang
merupakan penjumlahan tarif-tarif pelayanan RS  RS seolah-
olah “menyunat” Jasa Pelayanan Dokter  Potensi protes dan
ketidakpuasan dokter dan pemberi pelayanan langsung lain nya
 merasa bahwa seharusnya Jasa Pelayanan mereka
SEHARUSNYA LEBIH BESAR daripada yang diterimanya 
Manajemen kehilangan TRUST dari para dokter

 Meski bisa dijelaskan dengan data dan fakta  bahwa terjadi


SUBSIDI SILANG  kenyataan TIDAK SEMUDAH itu meyakinkan
para dokter
 Akhirnya  Tidak ada motivasi untuk KENDALI BIAYA
(Efektif Efisien)  karena merasa percuma melakukan
KENDALI BIAYA jika “LABA” yang diperoleh karena
“penghematan para dokter” TIDAK dibagikan ke
mereka
 Semakin besar potensi untuk terjadi DEFISIT (Tarif CBGs
LEBIH KECIL dibanding total tarif RS)  Akhirnya tetap
saja menggerus BIAYA OPERASIONAL RS  Bisa
Kolaps juga
Jadi Pertanyaan Besarnya adalah .....

“ Masihkah relevan Metode Penghitungan Jasa


Pelayanan secara Konvensional (Dihitung dari
Porsi Jasa Pelayanan pada Tarif RS) dipakai
untuk menghitung Jasa Pelayanan pada era JKN
/ BPJS Kesehatan saat ini ?? “
Ok... Jika dianggap SUDAH tidak relevan lagi... Adakah Metode
Lain ?

 Jawabannya : ADA

 Yaitu dengan cara melakukan KONVERSI dari tarif paket CBGs


menjadi “ala” tarif pretelan (ketengan) RS

 Atau yang lebih tepat lagi  melakukan PROPORSI terlebih


dahulu sebelum melakukan KONVERSI
Kedua Metode inilah yang relevan dan mendekati ideal
untuk dipergunakan menghitung Jasa Pelayanan di era
Tarif Paket (CBGs) saat ini

 Apakah itu Metode Konversi ?


 Apakah itu Metode Proporsi ?
Ayoo belajar bareng-bareng....
Sekian dan
Terimakasih
08121919677 (SMS/TELP/WA)
mashani77 mashani77 http://www.mashani77.net