Anda di halaman 1dari 25

MODUL KOMPUTASI GEOFISIKA

BAHASA PEMOGRAMAN FORTRAN ( FORMULA TRANSLATION )

DisusunOleh :
MUTIARA QALBI PEBRIAN
( 1404107010063 )
TEKNIK GEOFISIKA

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA JURUSAN KEBUMIAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2017
1. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan modul ini adalah;
 Agar mahasiswa dapat memahami bahasa pemograman fortran,
bagaimana cara meng compile, membuat teks dan menjalankan
program sederhana lainnya.

2.Program Fortran

Fortran merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi pertama dan
merupakan singkatan dari Formula Translator.Fortran adalah salah satu bahasa
pemrograman komputer penting. Fortran dikembangkan pada tahun 1950an oleh
International Business Machines Corporation (IBM) dan terutama ditujukan untuk
aplikasi ilmiah dan teknik.Sejak pertama kali didesain, Fortran terus digunakan untuk
keperluan komputasi ilmiah dan numerik, terutama di bidang-bidang seperti ilmu
komputasi dan pemodelan iklim. Kenyataan ini membuat Fortran menjadi bahasa
pemrograman yang paling umum digunakan untuk aplikasi numerik. Suatu statement
program dalam fortran dapat terdiri dari:
a) Konstanta:
Konstanta adalah nilai yang sudah pasti besarnya, dan tidak akan berubah dalam
suatu program. Konstanta numerik terbagi atas :
 Konstanta Integer (Numerik Bilangan Bulat) 2 byte berkisar antara -32767
sampai 32767 dan yang 4 byte berkisar antara -2147483647 sampai
2147483647.
 Kontanta Real ketepatan tunggal (pecahan), mempunyai batasan : 8.43E-37
sampai dengan 3.37E+38 Positif -3.37E+38 sampai dengan -8.43E-37 Negatif
Konstanta Real Ketepatan ganda (pecahan), mempunyai batasan : 4.19D-307
sampai dengan 1.67D+308 Positif -1.67D+308 sampai dengan -4.19D-307
 Negatif Konstanta Karakter (string) yang ditulis dalam tanda Petik.

 Konstanta Logika (Nilai Logika Aljabar Boolean): .TRUE. .FALSE.

Dalam penggunaan bahasa fortran menggunakan Jenis Data dan Algoritma


untuk menjadi sebuah Program. Dalam Fortran digunakan 6 jenis data ditambah
dengan algoritma, 6 jenis data tadi yaitu,

 Integer, untuk memproses bilangan utuh


 Real atau single precision, untuk memproses bilangan pecah
 Double precision, untuk memproses bilangan pecah
 Complex, untuk memproses bilangan kompleks dan pecah
 Character, untuk memproses character atau string
 Logical, untuk memproses True or False

b) Operator

Dalam Fortran terdapat 3 operator yaitu operator aritmatika(arithmatic operator),


operator hubungan (relational operator) dan operator logika (logical operator).
Tabel1.Operator Aritmatik
Operator Arti Contoh
** Perpangkatan 2**10 (210)
* Perkalian 5*12 (5 x 12)
/ Pembagian 60/10
+ Penambahan 2+3
- Pengurangan 6-2

Tabel 1.2 Operator Logika


Operator Arti Contoh
.LT. Lebih kecil dari A .LT. B (A<B)
.LE. Lebih kecil sama dengan dari A .LE. B (A≤B)
.EQ. Sama dengan A .EQ. B (A=B)
.NE. Tidak sama dengan A .NE. B (A≠B)
.GT. Lebi besar dari A .GT. B (A>B)
.GE. Lebih besar sama dengan dari A .GE. B (A≥B)
Tabel 1.3 Operator Rasional
Operator Arti Contoh
.NOT. Tidak atau bukan .NOT. TRUE
.AND. Dan TRUE .AND. FALSE
.OR. Atau TRUE .OR. FALSE
c) Ungkapan
Ungkapan Aritmatika dengan operasi didalam tanda kurung didahulukan,
kemudian pangkat, kali, bagi, jumlah, kurang. Ungkapan Karakter tidak boleh
menggunakan operator aritmatik, tapi dapat berbentuk konstanta karakter atau nama
variabel. Ungkapan hubungan adalah membandingkan niali dari dua numeric atau
karakter.
Tabel 1.4 Ekspresi

d) Nama/identifier
Nama atau pengenal (identifier) dalam fortran dapat menunjukkans uatu variabel
(variable), larik (array) danbagian program (subroutine).Dengan ketentuan
sebagai berikut :

 Maksimum panjangnya 1320 karakter tapi hanya 6 karakter pertama yang


dibaca.
 Karakter pertama harus berupa huruf.

 Tidak boleh ada spasi atau blank.

 Tidak boleh mengandung karakter khusus.


 Nama Variabel ada 5 tipe:
1. Variabel INTEGER untuk menyimpan nilai numerik bulat. Bila tidak
didefinisikan, maka harus ditunjukkan oleh nama variable yang diawali
dengan huruf I, J, K, L, M atau N besarnya memori 2 byte atau 4 byte default-
nya 4 byte.
2. Variabel REAL ketepatan Tunggal menyimpan nilai pecahan 4 byte. Bila
tidak didefinisikan maka harus diawali huruf I,J,K,L,M,N.
3. Variabel REAL*8 (“presisi ganda”) menyimpan pecahan 8 byte. Harus
diawali dengan huruf selain I,J,K,L,M,N.
4. Variabel CHARACTER menyimpan variabel karakter 4 byte. Kalau tidak
didefinisikan dapat menampung 4 karakter. Diawali huruf apa saja boleh juga
I,J,K,L,M,N.
5. Variabel LOGICAL menyimpan nilai logika .TRUE. .FALSE. Diawali
dengan huruf apa saja boleh juga I, J, K, L, M, N.

 Nama Larik (Array) :


Digunakan untuk menyimpan beberapa nilai dalam satu nama larik. Pada Fortran
dapat berdimensi satu, dua, tiga sampai tujuh. Bila tidak didefinisikan maka harus
diawali dengan huruf I, J, K, L, M, N.

 Nama Fungsi :
Digunakan untuk mendapatkan suatu nilai dari fungsi tersebut. Dengan fungsi,
nilai data dapat dikirimkan ke fungsi dan fungsi akan memberikan hasil yang diminta.
Dalam Fortran digolongkan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Fungsi Eksternal yang dibuat sendiri oleh pembuat program dalam
bentuk unit program yang terpisah tetapi masih dalam satu program.
2. Fungsi Statement dedefinisikan tidak dalam bentuk unit program yang
terpisah, tetapi dalam statement tunggal.
3. Fungsi Hakiki atau Fungsi pustaka yang sudah disediakan oleh fortran.

e. Verb / Assignment
Verb adalah kata kerja perintah yang terdapat dalam statement.Hampir semua
statement FORTRAN mempunyai verb, kecuali assignment statement, yaitu :
A= B + C
Verb inimenunjukanpekerjaan yang harusdilakukanolehkompiler.Contoh:
WRITE perintahuntukmencetak
CALL perintahuntukmemanggil subroutine
f) Unit specifier
Unit specifie ratau Logical Unit Number (LUN) merupakan nomer unit alat
logika yang akan dipergunakan dalam operasi input/output. Unit specifier ini
digunakan pada statement I/O, yaitu statement yang berhubungan dengan operasi
input/output. Statement yang menggunakan unit specifier yaitu statement READ,
WRITE dan OPEN. Unit Specifier dapat berupa :
1. atau 0 menunjukkan unit alat untuk Keyboard atau layar.
2. Ungkapan Integer, yaitu nilai integer selain nilai 0 menunjukkan unit alat yang
dipergunakan adalah file eksternal (printer atau file disk). Statement OPEN
menunjukkan nama dari filenya. Nama file sebagai berikut :
 LPT1: atau PRN (printer yang pertama).
 CON: menunjukkan alat Console.
 LPT2: (Printer kedua).
 COM: atau COM1: atau COM2 untuk Port Komunikasi.
 Nama file di Disk.
Contoh: OPEN(1,File='LPT1:')
g) Format Specifier:
Digunakan untuk menunjukkan format yang akan dipergunakan oleh data input
ataupun output. Kalau dipergunakan pada statement :
READ menunjukkan format dari data yang dibaca.
WRITE menunjukkan format data yang ditampilkan.

F) STATEMENT:
1. Pernyataan yang dapat dieksekusi atau “terolah” (executable statement) yaitu:
pernyataan yang menyebabkan suatu operasi dilakukan. Contoh: ASSIGN, CALL,
CONTINUE, DO, ELSE, ELSEIF, AND, ENDIF, GOTO, IF, PAUSE, RETURN,
STOP, BACKSPACE, CLOSE, ENDFILE, OPEN, READ, REWIND dan WRITE.
2. Pernyataan yang tak dapat dieksekusi atau “tak-terolah” (non-executable
statement) yaitu : pernyataan yang tidak melakukan operasi. Contoh: FORMAT,
DATA, PARAMETER, COMMON, DIMENSION, EQUIVALENCE, EXTERNAL,
IMPLICIT, INTRINSIC, SAVE dan TYPE , PROGRAM, FUNCTION,
SUBROUTINE.

 STATEMEN FORMAT
Bentuk umum:
<label statement> FORMAT <format-spec>
Kegunaan:
Statement FORMAT digunakan untuk mengedit data pada alat-alat I/O,yaitu
mengatur letak, tipe dan panjang dari data yang akan dimasukkan lewat alat input
atau yang akan ditampilkan ke alat output.
Penjelasan:
 <label statement> menunjukkan label dari statement FORMAT yang akan
digunakan oleh statement READ atau statement WRITE.
 <format-spec> adalah format specification, merupakan bentuk yang
menyediakan informasi terhadap letak, tipe dan panjang dari data. Format
specification ini harus ditulis dalam tanda kurung. Isi dari format specification
ini yaitu edit descriptor.

Statement FORMAT bebas diletakkan dimana saja didalam program, tetapi


yang baik adalah bila ada beberapa statement FORMAT, dapat anda kumpulkan
sementara menjadi satu dan diletakkan diujung bawah atau ujung atas program,
sehingga mudah mencarinya.
Edit descriptor menunjukkan informasi mengenai letak tipe dan panjang dari masing-
masing data yang akan dimasukkan lewat alat input atau yang akan ditampilkan di
alat output.

CARRIAGE CONTROL
Karakter pertama dari setiap data yang ditampilkan di layar maupun diprinter
tidak turun ditampilkan atau dicetak. Bila karakter carriage control berupa karakter:
1. Blank atau spasi, mempunyai efek ganti baris baru,tetapi tidak memberikan
spasi.
2. 0, berarti memberi spasi satu baris dari baris sebelumnya.
3. 1, berarti akan mencetak di halaman baru ( tidak berlaku di layar, hanya di
printer).
4. +, berarti tidak ganti baris, tetapi overprinting (menumpangi penampilan
sebelumnya di baris yang sama).
 FORMAT SPECIFICATION BERULANG
Selain repeatable edit descriptor dapat diulang dengan sejumlah perulangan
tertentu, format specification juga dapat di ulang, dengan bentuk umum:
<r> <format specification>
Penjelasan:
<r> merupakan jumlah pengulangannya. Maksimum jumlah pengulangan untuk
format specification adalah 3 Level:
1. Level pertama pada format specification adalah :
2('BASIC') Yang sama dengan: 'BASIC BASIC'
2. Level kedua pada format specification adalah:

3. 2('COBOL',2('BASIC') Yang sama dengan:2('COBOL BASIC BASIC')

4. atau 'COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC'


5. Level ketiga pada format specification adalah:
5(3X,'FORTRAN',2X,2('COBOL',2('BASIC')),/) Yang sama dengan :
5(3X,'FORTRAN',2X,'COBOL BASIC BASIC COBOl BASIC BASIC',/)
atau : 5('FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC
BASIC',/) Sehingga bila program ini dijalankan,akan didapat hasil sbb:
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC

 STATEMENT DATA DAN STATEMENT PARAMETER


Untuk memasukkan suatu data ke suatu variabel atau larik atau elemen dari
suatu larik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Dengan statement pengerjaan
Contoh A = 5.25
Maka variabel A akan berisi nilai 5.25.
Contoh :
A(1) = 7.15
A(2) = 8.00
A(3) = 5.55
Maka larik A untuk elemen pertama berisi nilai 7.15, elemen kedua berisi
nilai 8.00 dan elemen ketiga berisi nilai 5.55.
2. Dengan statement READ
Contoh: READ (*,10) 10 FORMAT (F5.2)
3. Dengan statement DATA,bila data yang akan dimasukkan ke suatu variabel
atau larik jumlahnya cukup banyak dan sifatnya konstan, maka akan lebih
baik bila digunakan statement DATA.
4. Dengan statement PARAMETER, banyak digunakan untuk memasukkan data
konstan yang tidak begitu banyak.

 STATEMENT DATA
Bentuk umum:
DATA<nlist>/<clist>/[[,]<nlist>/<clist>/]...
Penjelasan:
1. Statement DATA merupakan nonexecutable statemen dan harus diletakkan
setelah statement spesifikasi bila statement spesifikasi digunakan.
2. <nlist> merupakan satu atau kumpulan dari nama variabel, larik atau elemen
larik.
3. <clist> merupakan satu atau kumpulan dari konstanta Jumlah konstanta untuk
masing-masing <clist> harus sama dengan jumlah dari nama variabel atau
elemen larik untuk masing-masing <nlist>.
Penjelasan :
1. Metacommandharusdiletakkan paling atassendiri, dandemikianjugauntuk
statement END terletak paling akhirdarisebuah program FORTRAN.
2. Statement FORMAT dapatdiletakkan di sembarangtempatdiantara statement
IMPLICIT, statement spesifikasilain,statement DATA, statement fungsi
statement danexecutable statement. Tetapiuntuk statement
FORMATharusdiletakkandibawahmetacommand, statementPROGRAM,
FUNCTION, SUBROUTINE dandiatasEND.
3. Metacommand lain dapatdiletakkandimanapun, asaldibawah $DO dan
$STORAGE dandiatas END.
4. Bariskomentar program dapatdilakukandenganindikasi‘C’ atau ‘*’
padakolompertamadan adapt diletakkandimanapundalam program.

Bahasa Pemrograman FORTRAN memiliki kelebihan dan kekekurangan :

Kelebihan Bahasa Pemrograman FORTRAN

 FORTRAN bisa menangani ekspresi matemática dan logika yang kompleks.


Pernyataanya cukup pendek dan sederhana.
 Program FORTRAN yang dikembangkan pada satu tipe komputer bisa
dengan mudah dimodifikasi agar bisa bekerja pada tipe yang lain.

Kekurangan Bahasa Pemrograman FORTRAN

 FORTRAN tidak menangani operasi input dan output pada peralatan


penyimpanan seefisien bahasa lain yang levelnya lebih tinggi
 Memiliki keterbatasan untuk mengekspresikan dan memproses data
nonnumerik
 Tidak bisa dibaca atau dipahami semudah bahasa level tinggi yang
Terdapat beberapa hal yang menjadikan bahasa pemrograman Fortran lebih
unggul dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yaitu,

1. proses eksekusi / kompilasi program yang cukup cepat.


2. metode penulisan program sangat fleksibel, setiap bagian blok program dapat
ditulis secara tidak berurutan.
3. mendukung teknik kompilasi secara menyeluruh (all compilation), maksudnya
misalkan kita memiliki 5 buah file Fortran yang saling berhubungan maka
semua file tersebut dapat langsung dikompilasi semua dalam satu perintah
dengan bantuan makefile yang kita buat, bagian ini akan dijelaskan pada bab
yang akan datang.
4. memilki kompilator (compiler) yang cukup banyak berkembang.

Masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh bahasa pemrograman ini yang
mungkin dapat dirasakan ketika kita membuat program. Pada bab selanjutnya akan
dibahas mengenai cara kompilasi dan beberapa contoh program dalam bahasa Fortran
dan juga bahasa C.
BAB II
DASAR PEMROGRAMAN
2.1 Sejarah Fortran
Fortran merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi pertama dan
merupakan singkatan dari Formula Translator.Fortran adalah salah satu bahasa
pemrograman komputer penting. Fortran dikembangkan pada tahun 1950an oleh
International Business Machines Corporation (IBM) dan terutama ditujukan untuk
aplikasi ilmiah dan teknik.Sejak pertama kali didesain, Fortran terus digunakan untuk
keperluan komputasi ilmiah dan numerik, terutama di bidang-bidang seperti ilmu
komputasi dan pemodelan iklim. Kenyataan ini membuat Fortran menjadi bahasa
pemrograman yang paling umum digunakan untuk aplikasi numerik.
Elemen-elemen dasar dari suatu program FORTRAN:
 Metacommand atau kompiler direktive yang bersifat optional.
 Komentar program, yang berupa tulisan bebas dari keterangan sebuah
program. Berfungsi sebagai dokumentasi program.
 Statement, yang merupakan sekumpulan perintah dasar dari program.
Suatu pernyataan (statement) dapat dibentuk berdasarkan/dari elemen-elemen berikut:
1. Konstanta

2. Operator

3. Ungkapan

4. Nama

5. Verb

6. Unit Specifier

7. Format Specifier

Konstanta:
Suatu “numerik” yang terdiri dari :
 Konstanta Integer (Numerik Bilangan Bulat) 2 byte berkisar antara -32767
sampai 32767 dan yang 4 byte berkisar antara -2147483647 sampai
2147483647.
 Kontanta Real ketepatan tunggal (pecahan), mempunyai batasan : 8.43E-37
sampai dengan 3.37E+38 Positif -3.37E+38 sampai dengan -8.43E-37 Negatif
Konstanta Real Ketepatan ganda (pecahan), mempunyai batasan : 4.19D-307
sampai dengan 1.67D+308 Positif -1.67D+308 sampai dengan -4.19D-307
 Negatif Konstanta Karakter (string) yang ditulis dalam tanda Petik.

 Konstanta Logika (Nilai Logika Aljabar Boolean): .TRUE. .FALSE.

Dalam penggunaan bahasa fortran menggunakan Jenis Data dan Algoritma


untuk menjadi sebuah Program. Dalam Fortran digunakan 6 jenis data ditambah
dengan algoritma, 6 jenis data tadi yaitu,

 Integer, untuk memproses bilangan utuh


 Real atau single precision, untuk memproses bilangan pecah
 Double precision, untuk memproses bilangan pecah
 Complex, untuk memproses bilangan kompleks dan pecah
 Character, untuk memproses character atau string
 Logical, untuk memproses True or False

Bahasa Pemrograman FORTRAN memiliki kelebihan dan kekekurangan :


Kelebihan Bahasa Pemrograman FORTRAN

 FORTRAN bisa menangani ekspresi matemática dan logika yang kompleks.


Pernyataanya cukup pendek dan sederhana.
 Program FORTRAN yang dikembangkan pada satu tipe komputer bisa
dengan mudah dimodifikasi agar bisa bekerja pada tipe yang lain.

Kekurangan Bahasa Pemrograman FORTRAN

 FORTRAN tidak menangani operasi input dan output pada peralatan


penyimpanan seefisien bahasa lain yang levelnya lebih tinggi
 Memiliki keterbatasan untuk mengekspresikan dan memproses data
nonnumerik
 Tidak bisa dibaca atau dipahami semudah bahasa level tinggi yang

Terdapat beberapa hal yang menjadikan bahasa pemrograman Fortran lebih


unggul dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yaitu,

5. proses eksekusi / kompilasi program yang cukup cepat.


6. metode penulisan program sangat fleksibel, setiap bagian blok program dapat
ditulis secara tidak berurutan.
7. mendukung teknik kompilasi secara menyeluruh (all compilation), maksudnya
misalkan kita memiliki 5 buah file Fortran yang saling berhubungan maka
semua file tersebut dapat langsung dikompilasi semua dalam satu perintah
dengan bantuan makefile yang kita buat, bagian ini akan dijelaskan pada bab
yang akan datang.
8. memilki kompilator (compiler) yang cukup banyak berkembang.

Masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh bahasa pemrograman ini yang
mungkin dapat dirasakan ketika kita membuat program. Pada bab selanjutnya akan
dibahas mengenai cara kompilasi dan beberapa contoh program dalam bahasa Fortran
dan juga bahasa C.

Mengenal Dasar Bahasanya


1. Mengenal Operator Fortran
Anda pasti sudah tahu operator-operator matematika seperti tambah, kali, kurang,
bagi dan sebagainya. Operator pada Fortran juga sama dengan operator matematika
yaitu:

Operator Arti Contoh


** Perpangkatan 2**10 (210)
* Perkalian 5*12 (5 x 12)
/ Pembagian 60/10
+ Penambahan 2+3
- Pengurangan 6-2
a. Operator
DalamFortranterdapat 3 operator yaitu operator aritmatika(arithmatic operator),
operator hubungan (relational operator)dan operator logika (logical operator).
Tabel1.Operator Hubungan
Operand Keterangan Hirarki Contoh
** Perpangkatan 1 Y = X**3
* Perkalian 2 C = A*B
/ Pembagian 2 C = A/B
+ Penjumlahan 3 C=A+B
- Pengurangan 3 C=A-B

Selain operator matematika, ada juga operator Logika, yaitu:


Operator Arti Contoh
.LT. Lebih kecil dari A .LT. B (A<B)
.LE. Lebih kecil sama dengan dari A .LE. B (A≤B)
.EQ. Sama dengan A .EQ. B (A=B)
.NE. Tidak sama dengan A .NE. B (A≠B)
.GT. Lebi besar dari A .GT. B (A>B)
.GE. Lebih besar sama dengan dari A .GE. B (A≥B)

Selain Operator Logika, ada lagi satu, namanya Operator Relasional.. Operator
relational adalah operator yang saling berhubungan antara pernyataan 1 dan
pernyataan 2. Operator Relasional antara lain :
Operator Arti Contoh
.NOT. Tidak atau bukan .NOT. TRUE
.AND. Dan TRUE .AND. FALSE
.OR. Atau TRUE .OR. FALSE

Mengenal variabel Fortran


Variabel dalam Fortran ada 5 tipe:
1. Variabel integer = bilangan bulat, memori nya 2 byte atau 4 byte, defaultnya 4 byte
2. Variabel Real ketepatan tunggal = menyimpan nilai pecahan 4 byte
3. Variabel Real ketepatan Ganda = menyimpan pecahan 8 byte (Real8)
4. Variabel karakter = Menyimpan variabel karakter 4 byte
5. Variabel Logika = Nilai logika, seperti : .TRUE. , .FALSE.
Memahami aturan Penulisan Fortran

1. Jumlah kolom (total) per-baris yang dapat ditulisi oleh kode program
adalah 80 buah.
2. Kolom pertama merupakan Komentar atau metacommand (C, *). Jika
kolom pertama diisi oleh karakter ‘C’ atau ‘*’, maka baris tersebut
dialokasikan sebagai ‘comment’.
3. Kolom 1 sampai 5 untuk penulisan label statement berupa angka (line
number). Penulisan ‘nomor baris’ (line number) dengan ketentuan rapat
kanan,
4. Kolom 7 sampai 72 untuk penulisan Statement FORTRAN / yang dapat
dieksekusi (executable lines)
5. Kolom 6 untuk indikasi sambungan dari baris sebelumnya. Jika baris
perintah di atas (no. 4) tidak mencukupi, maka jumlah baris dapat
ditambah (sampai maksimum 6 baris) di bawahnya dengan cara : mengisi
kolom ke-6 dengan karakter ‘C’ atau ‘*’.
6. Kolom 73 sampai 80 tidak digunakan (Untuk Komentar bebas).
Dalam penyusunan program fortran, ada susunan tersendiri dalam penyusunan
struktur pemrograman, yaitu dengan mengikuti pola berikut,

1. Untuk Program Utama


[Program <Nama Program>]
<deklarasi eksternal file dan module>
<deklarasi variabel>
<inisialisasi variabel>
.
.
<executable statement>
.
Stop
End
2. Untuk Subprogram
< blok subprogram>
<deklarasi variabel>
<inisialisasi variabel>
<executable statement>
Return
End

Perlu kita ketahui juga bahwa bahasa pemrograman fortran tidak membedakan
huruf besar dan kecil, akan tetapi disarankan untuk menggunakan huruf besar dalam
penyusunan program komputer.

Statement:
2. Pernyataan yang dapat dieksekusi atau “terolah” (executable statement) yaitu:
pernyataan yang menyebabkan suatu operasi dilakukan. Contoh: ASSIGN,
CALL, CONTINUE, DO,
ELSE, ELSEIF, AND, ENDIF, GOTO, IF, PAUSE, RETURN, STOP,
BACKSPACE, CLOSE, ENDFILE, OPEN, READ, REWIND dan WRITE.
2. Pernyataan yang tak dapat dieksekusi atau “tak-terolah” (non-executable
statement) yaitu : pernyataan yang tidak melakukan operasi. Contoh: FORMAT,
DATA, PARAMETER, COMMON, DIMENSION, EQUIVALENCE, EXTERNAL,
IMPLICIT, INTRINSIC, SAVE dan TYPE , PROGRAM, FUNCTION,
SUBROUTINE.

 STATEMEN FORMAT
Bentuk umum:
<label statement> FORMAT <format-spec>
Kegunaan:
Statement FORMAT digunakan untuk mengedit data pada alat-alat I/O,yaitu
mengatur letak, tipe dan panjang dari data yang akan dimasukkan lewat alat input
atau yang akan ditampilkan ke alat output.
Penjelasan:
 <label statement> menunjukkan label dari statement FORMAT yang akan
digunakan oleh statement READ atau statement WRITE.
 <format-spec> adalah format specification, merupakan bentuk yang
menyediakan informasi terhadap letak, tipe dan panjang dari data. Format
specification ini harus ditulis dalam tanda kurung. Isi dari format specification
ini yaitu edit descriptor.

Statement FORMAT bebas diletakkan dimana saja didalam program, tetapi


yang baik adalah bila ada beberapa statement FORMAT, dapat anda kumpulkan
sementara menjadi satu dan diletakkan diujung bawah atau ujung atas program,
sehingga mudah mencarinya.
Edit descriptor menunjukkan informasi mengenai letak tipe dan panjang dari masing-
masing data yang akan dimasukkan lewat alat input atau yang akan ditampilkan di
alat output.

CARRIAGE CONTROL
Karakter pertama dari setiap data yang ditampilkan di layar maupun diprinter
tidak turun ditampilkan atau dicetak. Bila karakter carriage control berupa karakter:
 Blank atau spasi, mempunyai efek ganti baris baru,tetapi tidak memberikan
spasi.
 0, berarti memberi spasi satu baris dari baris sebelumnya.
 1, berarti akan mencetak di halaman baru ( tidak berlaku di layar, hanya di
printer).
 +, berarti tidak ganti baris, tetapi overprinting (menumpangi penampilan
sebelumnya di baris yang sama).
FORMAT SPECIFICATION BERULANG
Selain repeatable edit descriptor dapat diulang dengan sejumlah perulangan
tertentu, format specification juga dapat di ulang, dengan bentuk umum:
<r> <format specification>
Penjelasan:
<r> merupakan jumlah pengulangannya.
Maksimum jumlah pengulangan untuk format specification adalah 3
Level.
1. Level pertama pada format specification adalah :
2('BASIC') Yang sama dengan: 'BASIC BASIC'
2. Level kedua pada format specification adalah:

3. 2('COBOL',2('BASIC') Yang sama dengan:2('COBOL BASIC BASIC')

4. atau 'COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC'

5. Level ketiga pada format specification adalah:


5(3X,'FORTRAN',2X,2('COBOL',2('BASIC')),/) Yang sama dengan :
5(3X,'FORTRAN',2X,'COBOL BASIC BASIC COBOl BASIC BASIC',/)
atau : 5('FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC
BASIC',/) Sehingga bila program ini dijalankan,akan didapat hasil sbb:
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
 STATEMENT DATA DAN STATEMENT PARAMETER
Untuk memasukkan suatu data ke suatu variabel atau larik atau elemen dari
suatu larik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Dengan statement pengerjaan
Contoh A = 5.25
Maka variabel A akan berisi nilai 5.25.
Contoh :
A(1) = 7.15
A(2) = 8.00
A(3) = 5.55
Maka larik A untuk elemen pertama berisi nilai 7.15, elemen kedua berisi nilai 8.00
dan elemen ketiga berisi nilai 5.55.
2. Dengan statement READ
Contoh: READ (*,10) 10 FORMAT (F5.2)
3. Dengan statement DATA,bila data yang akan dimasukkan ke suatu variabel atau
larik jumlahnya cukup banyak dan sifatnya konstan, maka akan lebih baik bila
digunakan statement DATA.
4. Dengan statement PARAMETER, banyak digunakan untuk memasukkan data
konstan yang tidak begitu banyak.

 STATEMENT DATA
Bentuk umum:
DATA<nlist>/<clist>/[[,]<nlist>/<clist>/]...
Penjelasan:
4. Statement DATA merupakan nonexecutable statemen dan harus diletakkan
setelah statement spesifikasi bila statement spesifikasi digunakan.
5. <nlist> merupakan satu atau kumpulan dari nama variabel, larik atau elemen
larik.
6. <clist> merupakan satu atau kumpulan dari konstanta Jumlah konstanta untuk
masing-masing <clist> harus sama dengan jumlah dari nama variabel atau
elemen larik untuk masing-masing <nlist>.

7.
BAB III
BAHASA PEMOGRAMAN
3.1 MEMASUKKAN DATA KE VARIABEL
Data yang berbentuk konstanta yang akan dimasukkan ke suatu variabel harus
mempunyai tipe yang sama dengan variabelnya. Konstanta numerik harus dengan
variable numerik,konstanta karakter harus dengan variabel karakter, konstanta logika
harus dengan variabel logika. Ada beberapa cara untuk memasukkan data ke variabel
dengan statement DATA, sebagai berikut ini.
1. Satu nama variabel dihubungkan dengan satu konstanta
2. Kumpulan variabel dihubungkan dengan kumpulan konstanta
3. Sejumlah variabel dihubungkan dengan sebuah konstanta dengan
factor Pengulang

3.2 MEMASUKKAN DATA KE LARIK


Seperti halnya data yang dimasukkan ke variabel, nilai data konstanta harus
mempunyai tipe yang sama dengan lariknya dan nama larik harus sudah disebutkan
dengan statement DIMENSION atau dengan statement type. Caranya:
1. Satu elemen larik dihubungkan dengan satu konstanta
2. Kumpulan elemen larik dihubungkan dengan kumpulan konstanta
3. Satu nama larik dihubungkan dengan kumpulan konstanta (DIMENSION,
IMPLICIT DAN TYPE)

Statement Dimension

Bentuk umum:
DIMENSION<array>)[,<array>(<dim>]...
Kegunaan:
Mendefinisikan bahwa suatu nama yang dibentuk oleh pembuat program merupakan
suatu larik serta sekaligus menentukan jumlah dari elemen-elemennya.
Penjelasan:
<array> adalah nama dari suatu larik yang didefinisikan
<dim> adalah deklarasi dimensi yang menunjukan jumlah elemen dari larik Suatu
larik maksimum dapat berdimensi sampai 7 buah dimensi & ukuran maksimum
seluruh larik adalah 64 K atau 65536 byte. Kesalahan yang dideteksi oleh compiler
menunjukan bahwa ukuran larik melebihi batas 64 kilo byte. Deklarasi dimensi dari
suatu larik yang menunjukan jumlah elemen dari larik juga merupakan batas atas dari
suatu dimensi dengan batas bawahnya adalah nol.
Suatu deklarasi dimensi dapat berupa:
1. Suatu konstanta integer positif tidak bertanda. Bila deklarasi dimensi berupa nilai
integer positif, maka larik yang bersangkutan mempunyai elemen dengan batas atas
yang sudah pasti, yang ditunjukkan oleh deklarasi dimensi tersebut.
2. Suatu argument numerik integer. Bila suatu deklarasi dimensi berupa argument
numeric integer,maka jumlah elemen dari larik tersebut tidak pasti,tergantung dari
nilai argument numerik integer bersangkutan. Untuk kasus semacam ini, larik disebut
dengan istilah larik yang ukurannya dapat berubah (adjustable size array). Adjustable
size array ini hanya dapat digunakan pada subroutine.
3. Suatu asterik (*)
Jika deklarasi dimensi adalah asterik (*),maka lariknya disebut dengan
assumed-sizedarray (larik dengan ukuran asumsi), yang berarti batas atas dari elemen
larik tidak ditentukan, tetapi diasumsikan. Assumed sized array juga digunakan di
subroutine.
3.4 STATEMENT INPUT/OUTPUT
READ
Dipergunakan untuk membaca data dari suatu media input.
Bentuk Umum: READ (I, L) var1, var2,…
Dengan:
I : Nomor alat input, yaitu nomor yang menyatakan suatu alat input, misal:
keyboard, disk dll.
L : label FORMAT
Var1, var2 : Nama varabel yang datanay dibaca.
Contoh:
READ (*,11)A,B,I
11 FORMAT (2F10.2,I5)
Keterangan:
Harga-harga A, B , I dibaca memlalui alat input yang bertanda * (standar input)
biasanya keyboard, dengan tata letaknya sesuai FORMAT yang berlabel 11 yaitu:
A dengan FORMAT F10.2
B dengan FORNAT F10.2
I dengan FORMAT I5
WRITE
Dipergunakan untuk menuliskan isi suatu variabel pada suatu media output.
Bentuk Umum: WRITE(I,L) var1, var2 …
Dengan:
I : Nomor alat output, yaitu nomor yang menyatakan suatu alat output, misal
monitor, printer,disk
L : Label FORMAT
Var1, var2 : Nama variabel yang datanya dituliskan.
Contoh:
WRITE (*,10) A,B,C
10 FORMAT(3F20.8)
Keterangan:
Harga-harga A,B,C dituliskan pada alat aoutput yang bertanda * ( standar output)
biasnya monitor (console). Dengan tata letaknya sesuai FORMAT.

2. FORMAT
Dipergunakan untuk menentukan tata letak suatu data masukan pada media
input maupun data keluaran pada media output. Ada tiga jenis format untuk
menyatakan data numeris yatiu: tipe I, tipe F dan tipe E.

3. STATEMEN CONTROL
1. STATEMEN GO TO
Ada dua bentuk untuk statemen ini, yaitu:
- GO TO statemen tanpa syarat dan
- GO TO statemen dengan hitungan
a. GO TO tanpa syarat
Berfungsi memerintahkan proses untuk meloncat langsung ke statemen
dengan label yang ditunjuk.
Contoh:
100 READ(*,10) A,B
C=A*B
-
GO TO 100
-
STOP
END

b. GO TO dengan hitungan
Statemen ini memberi perintah agar program loncat ke statemen dengan label nk
apabila harga var = k. Aturan-aturan untuk GO TO statemen dengan hitungan:

-n1,n2,..,nm dapat tidak urut dan dapat sama.

-Harga var harus lebih kecil atau sama dengan m dan var _ 0.

-Harga var harus telah ditentukan sebelum program tiba pada statemen ini.

-Steiap nomor statemen yang ada dalam program dapat dipergunakan dalam GO TO
statemen dengan hitungan. Kecuali nomor statemen untuk FORMAT.

Contoh:
READ(*,10)N
GO TO (100,200,300)N
100 X=P*A
200 X=P*B
300 X=p*D
STOP
END
2. STATEMEN IF
Statemen IF ada 2 jenis:
 Statemen IF hitungan
adalah untuk mengecek isi suatu variabel atau hasil suatu pernyataan
hitungan, yaitu apakah negatif, nol atau positif. Dan berdasarkan hasil cek
yang diperoleh, program diperintahkan loncat ke nomor statemen: n1, atau n2
atau n3.
 Statemen IF nalar.
untuk membandingkan dua (atau lebih) variabel secara nalar, kalau
perbandingan nalar memberikan hasil “ya”, maka statemen I digarap, apabila
tidak dipenuhi maka program terus menggarap statemen di bawahnya.

3. STATEMEN DO
Berfungsi untuk memerintahkan komputer agar menjalankan suatu deretan,
berulang-ulang dengan cara tertentu.

BU : DO n var=m1,m2,m3

n : Nomor statemen dari suatu statemen yang merupakan batas akhir dari deretan
yang harus diproses berulang-ulang.

Var : Variabel integer/real yang harganya akan berubah-ubah dari suatu harga
awal m1 ke harga akhir m2 dengan besar langkah m3.

Pada FORTRAN IV kalang DO tidak dapat diakhir dengan kontrol statemen,


untuk mengatasi ini dapat dipakai statemen CONTINUE. Sednag pada
FORTARN 77 dijinkan.

Contoh:
DO 100 I =1,25
X=I**3
WRITE(*,10)X
100 IF (X .GT. 1000.0) GO TO 200
200 CONTINUE
STOP
END
Program SUM 1

Program SUM 2

Program Faktorial 1