Anda di halaman 1dari 2

Calcium Hydroxide Sealer

Calcium hydroxide telah digunakan para endodontik sebagai bahan pengisi saluran akar , medikamen intra
canal tau sebagai sealer dalam kombinasi dengan bahan inti padat. Bubuk kalsium hidrokside saja bisa
digunakan sendiri ataupun dapat juga dicampur dengan cairan saline.
Kegunaan pasta CaOH sebagai bah pengisi saluran akar didasari dari asumsi bahwa CaOH dapat
menghasilkan formasi struktur yang keras atau lapisan tissue pada foramen apikal. Tingkat kebasaan dari
CaOH menstimulasi terbentuknya formasi dari mineral tissue.

Calcium hydroxide sealers bisa:


• Menyebabkan mineralisasi
• Menyebabkan penutupan apikal melalui cementogenesis
• Menghalangi kelanjutan resopsi akar hingga trauma
• Menghalangi aktivitas osteoclast melalui pH yang basa
• Mencegah kebocoran sebagus atau lebih baik dari ZOE sealers
• Lebih tidak beracun dari ZOE sealers

Kekurangan
• Kandungan Calcium hydroxide mungkin larut, meninggalkan obturasi kosong.
• Tidak ada bukti secara objektif bahwa sealer CaOH menyediakan peynambahan keuntungan dari obturasi
saluran akar atau efek biologis yang diinginkan.
• Walaupun CaOH memiliki kemampuan meregenerasi dentin,pembentukan dentin sekunder sepanjang
dinding kanal dicegah dengan kehadiran tissue pulpa yang vital.

Seal Apex
Adalah non eugenol calcium hydroxide polymeric resin root canal
sealer.

Kelebihan
Memiliki efek terapetik yang baik dan biokompatibel. Bahan yang diekstrusi diserap pada 4-5 bulan.

Kekurangan
• Kekurangan kekuatan kohesif
• Memerlukan waktu yang lama untuk setting (3 minggu)
• Menyerap air dan memperpanjang waktu setting.

Komposisi
Base
Calcium hydroxide 25 percent
Zinc oxide 6.5 percent
Calcium oxide
Butyl benzene
Fumed silica (silicon dioxide)
Catalyst
Barium sulfate 18.6 percent
Titanium dioxide 5.1 percent
Zinc stearate 1.0 percent
Isobutyl salicylate
Disalicylate
Trisalicylate
Bismuth trioxide

Pada kelembaban 100% memerlukan waktu 3 minggu untuk mencapai final set. Tidak pernah setting pada
udara kering.

Mineral Trioxide Aggregate (MTA)


MTA dikembangkan oleh Dr Torabinejad in 1993.
MTA mengandung Tricalcium silicate, Dicalcium silicate, Tricalcium
aluminate, Bismuth oxide, Calcium sulfate and Tetracalcium
aluminoferrite.
pH dari MTA adalah 12.5, memiliki kemampuan biologik dan histologic yang menyerupai calcium
hydroxide. Waktu setting nya adalah 2 jam dan 45 menit. Sebaliknya dengan Ca(OH)2, MTA
menghasilkan setting permukaan keras yang tidak teresobsi. Dikarenakan memiliki sifat hidrofilik, MTA
setting di lingkungan yang lembab. Mimilili kelarutan yang rendah dan menunjukan resistensi terhadap
kebocoran tepi. MTA juga memperlihakan biokompabilitas yang bagus dal am berhubungan dengan
jaringan tissue yang vital.

Untuk menggunakan MTA, campur sedikit cairan dan powder hinge mendapatkan konsistensi seperti
putty.
Dikarenakan campuran MTA adalah granular aggregate longgar, MTA tidak bisa dikeluarkan dari kavitas
dengan menggunakan pengambil semen biasa name harms menggunakan Messing Gun,amalgam carrier
tau carrier yang didisain khusus. Setelah diletakkan,MTA dipadatkan dengan micropluggers.

Kelebihan MTA termasuk biokompabilitas nya yang sangat baik,paling tidak beracun dari berbagai macam
bahan pengisi,radiopaque,bakteriostatik dan resisten terhadap kebocoran tepi. Namun MTA susah untuk
dimanipulasi dan memiliki waktu setting yang lama ( 3-4 jam).