Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN INSPEKSI SANITASI PERMUKIMAN & PERUMAHAN RT

05/RW 03 DESA KEBONMANIS KECAMATAN CILACAP UTARA


KABUPATEN CILACAP

Disusun Oleh:

Afni Safridasari Y. (P1337433115004)

KELAS : Regular III A

PRODI D-III KESEHATAN LINGKUNGAN

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2016/2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pengertian perumahan merupakan kelompok rumah yang berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan sarana pembinaan keluarga yang
dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan . sedangkan pemukiman merupakan
bagian dari lingkungan hidup baik kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi
sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang mendukung peri-
kehidupan. Untuk menciptakan suatu lingkungan pemukiman diperlukan kawasan
perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana
dan sarana lingkungan yang memenuhi kesehatan.
Pemukiman atau perumahan sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi sosial,
pendidikan, tradisi atau kebiasaan, suku, geografi dan kondisi lokal. Selain itu lingkungan
perumahan atau pemukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan
kualitas lingkungan perumahan tersebut antara lain fasilitas pelayanan, perlengkapan,
peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik, kesehatan mental,
kesehatan sosial bagi individu dan keluarganya.
Oleh karena itu melalui inspeksi sanitasi permukiman & perumahan kita dapat
mengetahui kesehatan lingkungan permukiman & perumahan di suatu lokasi.

B. Permasalahan
Bagaimana kondisi kesehatan lingkungan pada permukiman & perumahan RT 05/RW 03
Desa Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap?

C. Tujuan
1. Agar mengetahui kondisi kesehatan lingkungan pada permukiman & perumahan RT
05/RW 03 Desa Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap
2. Agar dapat mengidentifikasi jenis perumahan ditempat tersebut tergolong rumah sehat
atau tidak.
3. Agar dapat memenuhi tugas mata kuliah sanitasi pemukiman.
D. Manfaat
1. mengetahui kondisi kesehatan lingkungan pada permukiman & perumahan RT 05/RW
03 Desa Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap
2. Dapat mengidentifikasi jenis perumahan ditempat tersebut tergolong rumah sehat atau
tidak.
3. Memenuhi tugas mata kuliah sanitasi permukiman.

E. Metode
Metode yang digunakan dalam pemenuhan tugas ini yaitu observasi pada kondisi
pemukiman & perumahan dan wawancara kepada pemilik rumah dengan menggunakan
instrumen checklist & kuesioner (rumah sehat & sarana prasarana di pemukiman tersebut).
BAB II

HASIL

A. Data Umum

Secara administratif Desa Kebonmanis termasuk dalam wilayah Kecamatan


Cilacap Utara Kabupaten Cilacap yang merupakan salah satu desa sedang. Guna
meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang berdaya guna,
berhasil dan bersih serta bertangggung jawab maka perlu melaksanakan akuntabilitas
kinerja pemerintah Desa Kebonmanis sehingga sangat perlu untuk melaporkan
pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran atas penyelenggaraan pemerintahan
Desa Kebonmanis Tahun Anggaran 2015.

Desa Kebonmanis masuk wilayah Kecamatan Cilacap Utara dengan luas wilayah
Desa Kebonmanis 109,987 Ha. Terdiri dari tang sawah 17,324 Ha; tanah pekarang/
pemukiman 85,168 Ha; fasilitas umum yaitu lapangan 0,857 Ha; perkantoran pemerintahan
0,09 Ha; gedung sekolah 0,093 Ha; gedung TPQ 0,078 Ha; masjid 0,030 Ha; pemakaman
umum 2 Ha dan lainnya 7,109 Ha, berada pada ketinggian 300 meter diatas permukaan
laut,curah hujan rata-rata 300 mm/tahun dan suhu udara 30˚C. Wilayah Desa Kebonmanis
dengan batas-batas administratif sebagai berikut :

- Sebelah utara : Desa Tritihkulon

- Sebelah timur : Desa Mertasinga

- Sebelah selatan : Desa Tegalkamulyan

- Sebelah Barat : Desa Gumilir

Gambaran administrasi desa Kebonmanis terdiri dari 2 kadus yaitu kadus 1 yang diketuai
oleh bapak Hariadi dan kadus 2 yang diketuai oleh bapak Mawanto. Kadus 1 membawahi
5 Rt dan 2 Rw yaitu Rw 1 yang terdiri dari 3 Rt dan Rw 2 yang terdiri dari 2 Rt. Kadus 2
membawahi 6 Rt dan 3 Rw yaitu Rw 3 terdiri dari 2 Rt , Rw 5 terdiri dari 2 Rt, Rw 5 terdiri
dari 2 Rt
Wilayah kadus 1 jumlah penduduk di wilayah Kadus 1 :

Laki-laki : 372 jiwa

Perempuan : 399 jiwa

Jumlah : 771 jiwa

Wilayah Kadus 1 terdiri dari 2 Rw dan 5 Rt ,meliputi :

a. Rw 001

Jumlah penduduk diwilayah Rw 001 :

Laki-laki : 242 jiwa

Perempuan : 267 jiwa

Jumlah : 509 jiwa

Rw 001 terdiri dari 3 Rt ;

Rt 001/ Rw 001 jumlah penduduk :

Laki-laki : 104 jiwa

Perempuan : 112 jiwa

Jumlah : 216 jiwa

Rt 002/ Rw 001 jumlah penduduk :

Laki-laki : 93 jiwa

Perempuan : 104 jiwa

Jumlah : 197 jiwa

Rt 003/ Rw 001 jumlah penduduk :

Laki-laki : 45 jiwa
Perempuan : 51 jiwa

Jumlah : 96 jiwa

b. Rw 002

Jumlah penduduk diwilayah Rw 002 :

Laki-laki : 130 jiwa

Perempuan : 132 jiwa

Jumlah : 164 jiwa

Rw 002 terdiri dari 2 Rt yaitu :

jumlah penduduk Rt 001/Rw 002 :

Laki-laki : 57 jiwa

Perempuan : 60 jiwa

Jumlah : 117 jiwa

Jumlah penduduk Rt 002/ Rw002 :

Laki-laki : 73 jiwa

Perempuan : 72 jiwa

Jumlah : 145 jiwa

Wilayah Kadus 2 jumlah penduduk diwilayah Kadus 2 :

Laki-laki : 737 jiwa

Perempuan : 760 jiwa

Jumlah : 1497 jiwa

Wilayah Kadus 2 terdiri dari 3 Rw dan 6 Rt , meliputi :


a. Rw 003

Jumlah penduduk diwilayah Rw 003 :

Laki-laki : 239 jiwa

Perempuan : 233 jiwa

Jumlah : 472 jiwa

Rw 003 terdiri dari 2 Rt yaitu :

Rt 001/ Rw 003 , jumlah penduduknya :

Laki-laki : 120 jiwa

Perempuan : 136 jiwa

Jumlah : 256 jiwa

Rt 002/ Rw 003, jumlah penduduknya :

Laki-laki : 119 jiwa

Perempuan : 97 jiwa

Jumlah : 216 jiwa

b. Rw 004

Jumlah penduduk di wilayah Rw 004 :

Laki-laki : 206 jiwa

Perempuan : 212 jiwa

Jumlah : 418 jiwa

Rw 004 terdiri dari 2 Rt yaitu :

Rt 001/ Rw 004, jumlah pennduduknya:


Laki-laki : 95jiwa

Perempuan : 90 jiwa

Jumlah : 185 jiwa

Rt 002/ Rw 004, jumlah penduduknya :

Laki-laki : 110 jiwa

Perempuan : 117 jiwa

Jumlah : 227 jiwa

c. Rw 005

Jumlah pendudk diwilayah Rw 005 :

Laki-laki : 294 jiwa

Perempuan : 318 jiwa

Jumlah : 692 jiwa

Rw 005 terdiri dari 2 Rt yaitu :

Rt 001/ Rw 005, jumlah penduduknya :

Laki-laki : 118 jiwa

Perempuan : 120 jiwa

Jumlah : 238 jiwa

Rt 002/ Rw 005, jumlah penduduknya :

Laki-laki : 178 jiwa

Perempuan : 196 jiwa

Jumlah : 374 jiwa


B. Gambaran umum Demografi

1. Keadaan Penduduk

a. Jumlah Penduduk

Tabel Jumlah Penduduk pada Tahun 2015

No. Jenis Kelamin Jumlah Keterangan

1. Laki-laki 1.114

2. Perempuan 1.166

Total Jumlah Penduduk 3.446

Jumlah Kepala Keluarga (KK) 987

b. Perkembangan Penduduk Pada Tahun 2015

1) Mutasi Penduduk

- Kelahiran :

- Laki-laki : 16 jiwa

- Perempuan : 14 jiwa

- Meninggal ;

- Laki-laki : 07 jiwa

- Perempuan : 12 jiwa

- Datang :

- Laki-laki : 34 jiwa

- Perempuan : 39 jiwa

- Pindah :
- Laki-laki : 23 jiwa

- Perempuan : 18 jiwa

c. Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur pada Tahun 2015

No. Golongan Umur Penduduk

Laki-laki Perempuan Jumlah

1 0–1 25 49 74

2 1–4 82 86 168

3 5–9 89 87 176

4 10 – 14 87 90 177

5 15 – 19 75 79 154

6 20 – 24 75 83 158

7 25 – 29 96 86 182

8 30 – 34 86 106 192

9 35 – 39 97 81 178

10 40 – 44 68 74 142

11 45 – 49 76 75 151

12 50 – 54 57 66 125

13 55 – 59 65 68 133

14 60 – 64 47 49 96

15 ≥ 65 89 87 176
Jumlah 1.114 1.166 3.446

d. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan pada Tahun 2015

No. Pendidikan Jumlah

1 Tidak Tamat SD 207

2 Tamat SD 356

3 Tamat SLTP 552

4 Tamat SLTA 619

5 Tamat Akademi/ 46
DIII

6 Tamat Sarjana 93

Total 1.873

e. Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Berdasarkan Mta Pencaharian


pada Tahun 2015

No. Pendidikan Jumlah

1 Buruh 264

2 Petani 45

3 Karyawan Swasta 350

4 Pedagang 99

5 Pengusaha 8

6 TNI/POLRI 11
7 PNS 67

8 Pensiunan 38

9 Lain-lain 57

2. Sarana dan Prasarana

1. Pertanian

Hanya sedikit masyarakat Desa Kebonmanis yang bekerja bercocok tanam,


bertani, buruh tani, dan berternak mengingat lahan persawahan yang sedikit di
wilayah Desa Kebonmanis :

a. Prasarana Saluran irigasi

- Panjang saluran primer : 3.807 M

- Panjang saluran sekunder : 4.275 M

- Jumlah pintu pembagi air : 2

b. Kondisi tanah sawah di Desa Kebonmanis menurut jenis irigasi

No. Jenis irigasi Luas Keterangan

1 Irigasi Teknis 14,234 Ha

2 Irigasi 30,00 Ha
Setengah
Teknis

3 Irigasi Ha
Sederhana

4 Tanah Hujan Ha

Total 17,234 Ha

2. Bidang Pendidikan
Ketersediaan fasilitas pendidikan yang ada di Desa Kebonmanis:

No. Jenis Fasilitas Jumlah Satuan


Pendidikan

1 PAUD 1 Unit

2 TK 1 Unit

3 SD 2 Unit

4 SLTP - Unit

5 SLTA - Unit

Total 4 Unit

3. Bidang Keagamaan

Ketersediaan fasilitas pendidikan yang ada di Desa Kebonmanis:

Masjid : 4 unit

Mushola : 3 unit

TPQ :2

4. Bidang Kesehatan

a. Penyuluhan kesehatan dan gizi

b. Sarana dan prasarana :

1. Air Bersih

- Jumlah rumah : 520

- Pengguna Air Sumur Gali : 127

- Pengguna Air PDAM : 467


2. Fasilitas Kesehatan

- PKD : 1 unit

- Posyandu : 5 pos

- Posbindu-Ptm : 1 pos

- Posdaya : 1 pos

- Pos lansia : 1 pos

5. Bidang Pemuda dan Olah Raga

Sarana dan prasarana olah raga yang ada, anatara lain :

- Lapangan Sepak bola :1

- Lapangan Bulu Tangkis :1

- Lapangan voli :3
BAB III

PEMBAHASAN

Dari 30 rumah yang telah di survey menggunakan checklist rumah sehat di desa
Kebonmanis RT 05/03 terdapat 18 rumah yang dikategorikan rumah sehat karena memiliki
nilai lebih dari 1068, sedangkan 12 rumah lainnya dikategorikan tidak sehat karena memiliki
nilai kurang dari 1068. Dari 30 rumah tersebut saya akan mengambil 5 rumah yang paling
bermasalah dari pada rumah-rumah yang lainnya untuk di lakukan pembahasan.

1. Rumah bapak sar memiliki permasalahan dari segi komponen rumah : tidak memiliki
langit – langit, tidak memiliki jendela ruang keluarga ,tidak terdapat ventilasi, (hal ini
menyebabkan di ruangan tersebut menjadi pengab, karena tidak terjadi pertukaran udara,
karena tidak adanya pertukaran udara, membuat udara diruangan menjadi kotor, hal ini
dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah tersebut. tidak memiliki lubang asap
dapur. (hal ini menyebabkan dapur menjadi pengap dan menggangu kesehatan orang
yang berada didapur pada saat memasak karena asap dari dapur tidak keluar ruang,
sehingga di dapur tidak terjadi sirkulasi udara). pencahayaan kurang terang ,pada siang
hari kurang terang karena di rumah horden penutup kaca jendela tidak dibuka, sehingga
cahaya tidak dapat masuk kedalam ruangan. dari segi sarana sanitasi sarana pembuangan
sampah tidak ada, tidak terdapat tempat sampah didalam rumah maupun diluar rumah .
dari segi perilaku penghuni : jendela kamar tidak pernah dibuka ,halaman rumah
dibersihkan tidak rutin, sampah dibuang kesungai (hal ini dapat menyebabkan banjir
apabila sungai tersumbat oleh sampah sampah penduduk selain itu merusak ekosistem
sungai).

2. Rumah bapak sur memiliki permasalahan dari segi komponen rumah : tidak memiliki
langit –langit,tidak memiliki jendela kamar tidur , tidak terdapat ventilasi , (hal ini
menyebabkan di ruangan tersebut menjadi pengab, karena tidak terjadi pertukaran udara,
karena tidak adanya pertukaran udara, membuat udara diruangan menjadi kotor, hal ini
dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah tersebut. tidak memiliki lubang asap
dapur. (hal ini menyebabkan dapur menjadi pengap dan menggangu kesehatan orang
yang berada didapur pada saat memasak karena asap dari dapur tidak keluar ruang,
sehingga di dapur tidak terjadi sirkulasi udara). pencahayaan kurang terang . dari segi
sarana sanitasi tidak mempunyai sarana air bersih, jamban , saluran pembuangan air
limbah dan terdapat sarana pembuangan sampah yang tidak kedap air dan tidak
berpenutup. dari segi perilaku penghuni : jendela kamar tidak pernah.penghuni rumah
dapat dikatakan memiliki prilaku yang belum sehat karena masih mengggunakan air
sungai untuk mandi dan BAB, dan sampah yang dihasilkan juga dibuang kesungai
dihasilkan

3. Rumah bu den memiliki permasalahan dari segi komponen rumah : tidak memiliki langit
–langit,tidak memiliki jendela kamar tidur ,tidak terdapat ventilasi, (hal ini menyebabkan
di ruangan tersebut menjadi pengab, karena tidak terjadi pertukaran udara, karena tidak
adanya pertukaran udara, membuat udara diruangan menjadi kotor, hal ini dapat
mengganggu kesehatan penghuni rumah tersebut. tidak memiliki lubang asap dapur. (hal
ini menyebabkan dapur menjadi pengap dan menggangu kesehatan orang yang berada
didapur pada saat memasak karena asap dari dapur tidak keluar ruang, sehingga di dapur
tidak terjadi sirkulasi udara). dari segi sarana sanitasi : tidak memiliki jamban dirumah,
untuk kegiatan MCK masih ikut dengan saudara. terdapat sarana pembuangan sampah
yang tidak kedap air dan tidak berpenutup. (hal ini dapat menjadi tempat
perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat,kecoa tikus).

4. Rumah bapak rur memiliki permasalahan dari segi komponen rumah : tidak memiliki langit
–langit, tidak memiliki jendela kamar tidur, terdapat ventilasi dengan luas < 10 % dari luas
lantai, (hal ini menyebabkan di ruangan tersebut menjadi pengab, karena proses pertukaran
udara menjadi terganggu, hal ini tidak menutup kemungkinan udara di ruangan tersebut
dalam keadaan kurang bersih yang dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah tersebut.
dibagian dapur memiliki lubang asap dapur dengan luas <10% dari luas dapur. (hal ini
menyebabkan di ruangan tersebut menjadi pengab, karena proses pertukaran udara menjadi
terganggu, dan menggangu kesehatan orang yang berada didapur pada saat memasak
karena asap dari dapur tidak keluar ruang secara lancar). dari segi sarana sanitasi : sarana
pembuangan sampah tidak ada, tidak terdapat tempat sampah didalam rumah maupun
diluar rumah . segi perilaku penghuni : jendela ruang keluarga tidak dibuka setiap hari.
Rumah dan halaman dibersihkan secara tidak rutin, sampah dibuang ke sumur yang sudah
tidak digunakan lagi. (hal ini merupakan perilaku yang tidak sehat, karena penghuni rumah
membersihkan rumah dan halaman rumah tidak secara teratur, selain itu prilaku membuang
sampah yaitu membuang sampah ke sumur yang sudah tidak digunakan. terkadang juga
sampah tersebut dibakar. Hal ini dapat menimbulkan polusi udara. Akibat pembakaran
sampah.

5. Rumah bapak sum memiliki permasalahan dari segi komponen rumah : tidak memiliki
langit –langit, tidak memiliki jendela ruang keluarga , terdapat ventilasi dengan luas < 10
% dari luas lantai, dari luas lantai, (hal ini menyebabkan di ruangan tersebut menjadi
pengab, karena proses pertukaran udara menjadi terganggu, hal ini tidak menutup
kemungkinan udara di ruangan tersebut dalam keadaan kurang bersih yang dapat
mengganggu kesehatan penghuni rumah tersebut. dibagian dapur memiliki lubang asap
dapur dengan luas <10% dari luas dapur. (hal ini menyebabkan di ruangan tersebut
menjadi pengab, karena proses pertukaran udara menjadi terganggu, dan menggangu
kesehatan orang yang berada didapur pada saat memasak karena asap dari dapur tidak
keluar ruang secara lancar). pencahayaan kurang terang . dari segi sarana sanitasi : terdapat
sarana pembuangan sampah yang tidak kedap air dan tidak berpenutup (hal ini dapat
menjadi tempat perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat,kecoa tikus).. segi perilaku
penghuni : sampah dibuang kesunga/ sumur yang sudah tidak dipakai. Masih menggunakan
lahan pekarangan untuk membuang sampah, terkadang juga sampah tersebut dibakar. Hal
ini dapat menimbulkan polusi udara. Akibat pembakaran sampah.

Sarana Prasarana : desa kalimanah kulon kemiliki sarana prasarna / utilitas. Untuk prasarana
lingkungan terdapat jaringan jalan , jaringan air bersih dengan siistem perpipaan, jaringan
sluran air limbah dengan sisitem tertutup, namumn pembuangannnya masih dibuang ke sungai,
jaringan pembuangan sampah, sebagian dari warga desa Kalimanah Kulon sudah membuanag
sampah memlalui petugas kebersihan kabupaten (truk pengangkut sampah). Sarana
Lingkungan terdapat kantor Kepala Desa, toko, Poli Klinik Desa, Sekolah Dasar, Taman
Kanak-kanak , Pendidikan Anak Usia Dini , 4 masjiddan 4 mushola. Utilitas terdapat jaringan
telpon, listrik dan lahan pemakaman. Berikut 5 sarana dan prasarana yang kurang memenuhi
syarat setelah di inspeksi:
1. Sarana pendidikan : Sekolah Dasar N 1 Kalimanah kulon di lihat dari variabel upaya
persyaratan kesehatan umum, penggunanaan ruang, serta konstruksi sudah memenuhi
persyaratan, variabel upaya persyaratan umum dan khusus cukup memenuhi persyaratan
namun untuk gudang , kebersihannya belum dijaga, barang barang belum tertata rapi hal
ini memungkinkan sebagai tempat perindukan tikus dan kecoa.perlu adanya perhatian dari
pihak sekolah untuk menjaga kebersihan gudang dan penataan gudang, Sedangkan untuk
variabel fasilitas sanitasi belum memenuhi persyaratan karena, di kamar mandi tidak
tersedia tempat sampah berpenutup, tidak tersedia gantungan pakaian,tidak tersedia alat
pembersih, karena alat pembersih Wc di simpan digudang penyimpanan,kamar mandi
belum terpisah antara laki-laki dan perempuan, tidak memiliki paturasan , untuk
pengelolaan makanan pada kantin sekolah belum memiliki tempat cuci peralatan. Karena
di kantin dapur hanya menjual snack. tidak terdapat peralatan pemadam. SD 1 kalimanah
Kulon sudah memiliki UKS namun belum memiliki petugas kesehatan didalam UKS juga
tersedia obat &peralatan

2. Sarana pendidikan : Taman Kanak Aisiyah yang terletak di desa kalimanah kulon Rt 01/03
dengan jumlah murid 36 siswa dan jumlah guru 3 orang , di lihat dari variabel upaya
persyaratan kesehatan umum, penggunanaan ruang, serta konstruksi sudah memenuhi
persyaratan, variabel upaya persyaratan umum dan khusus cukup memenuhi persyaratan
namun untuk gudang , kebersihannya belum dijaga, barang barang belum tertata rapi hal
ini memungkinkan sebagai tempat perindukan tikus dan kecoa.perlu adanya perhatian dari
pihak sekolah untuk menjaga kebersihan gudang dan penataan gudang. Sedangkan untuk
variabel fasilitas sanitasi belum memenuhi persyaratan karena, di kamar mandi dari
konstruksi lantai tidak memiliki kemiringan 2-3 %, tidak terdapat ventilasi tidak tersedia
tempat sampah berpenutup, yidak tersedia gantungan pakaian,tidak tersedia alat
pembersih, karena alat pembersih Wc di simpan digudang penyimpanan,kamar mandi
belum terpisah antara laki-laki dan perempuan, tidak memiliki paturasan , untuk
pengelolaan makanan di Taman Kanak kanak Aiayiah ini tidak memiliki dapur dan kantin
dan tidak memiliki peralatan pemadam. Tidak memiliki pos kesehatan, namum tersedia
kotak PPPK
3. Sarana pendidikan : Pendidikan Anak Usia Dini yang terletak di desa kalimanah kulon Rt
02/03 dengan jumlah murid 27 siswa dan jumlah guru 2 orang , di lihat dari variabel upaya
persyaratan kesehatan umum, penggunanaan ruang, serta konstruksi sudah memenuhi
persyaratan, variabel upaya persyaratan umum dan khusus cukup memenuhi persyaratan
namun untuk gudang , kebersihannya belum dijaga, barang barang belum tertata rapi hal
ini memungkinkan sebagai tempat perindukan tikus dan kecoa.perlu adanya perhatian dari
pihak sekolah untuk menjaga kebersihan gudang dan penataan gudang. Sedangkan untuk
variabel fasilitas sanitasi belum memenuhi persyaratan karena, di kamar mandi dari
konstruksi lantai tidak memiliki kemiringan 2-3 %, Tidak tersedia gantungan pakaian,tidak
tersedia alat pembersih, karena alat pembersih Wc di simpan digudang
penyimpanan,kamar mandi belum terpisah antara laki-laki dan perempuan, tidak memiliki
paturasan , untuk pengelolaan makanan di PAUD ini tidak memiliki dapur dan kantin dan
tidak memiliki peralatan pemadam Tidak memiliki pos kesehatan, namun tersedia kotak
PPPK.

4. Sarana peribadatan : musolah Al Baits yang terletak di Desa Kalimanah Kulon Rt 03/01.
Dari hasil inspeksi sanitasi sanitasi mushola, belum memenuhi persyaratan karena variabel
upaya II memperoleh nilai prosentase ˂ 70 %. Beberapa fasilitas sanitasi masih belum
tersdia di mushola ini antara lain : tidak terdapat tempat sampah yang terbuat dari bahan
yang kuat kedap air dan bertutup dan jumlahnya byang ersedia belum mencukupi,tidak
terdapat TPS, tidak terdapat jamban dan urinoir.

5. Pedagang kaki lima nasi goreng yang letaknya di desa kalimanah kulon Rt 02/01,pedagang
ini berjualan pada pukul 16.00 – 24.00 WIB. Letaknya berada dipinggir jalan raya . dari
hasil inspeksi terdapat beberapa uraian yang belum memenuhi persyaratan antara lain
karena makanan yang diolah merupakan makanan yang langsung dimakan setelah diolah,
jadi tidak menggunkan label, dari segi perlindungan, tidak adanya perlindungan makanan
beku dan penyimpanan makanan, karena makanan yang sudah jadi biasanya langsung
dimakan tidak memerlukan penyimpanan, dari segi karyawan , kesehatan karyawan tidak
diperhatikan dan karyawan tidak memiliki sertifikat kursus( sebaiknya penjamah harus
memperhatikan kesehatan serta memiliki sertifikat khusus, agar dapat menjamin keamanan
pangan dari kontaminasi yang disebabkan oleh penjamah makanan yang tidak hygiene),
dari segi peralatan masak dan makan, alat makan dicuci dengan air pembilasan yang tidak
diganti penggunaan desinfeksi berupa sabun cuci, air pembilasan yang tidak diganti dapat
menyebabkan sumber bakteri,apabila digunakan secaraterus menerus untuk membilas.
Pedagang kaki lima ini, tidak memiliki konstruksi jumlah tempat cuci tangan dan
pemeliharannya , karena letaknya di pinggir jalan , memungkinkan adanya serangga dan
hewan lain, pedagang kaki lima ini menggunakan sejenis terpal atau tenda yang dapat
dibongkar pasang, sehingga tidak terdapat pemelihharaan fifik dari konstruksi lantai,
dinding dan langit-langit tidak adanya penanganan bahan berbahaya. Karena bahan bahan
yang digunakan dalam proses produksi tidak menggunakan bahan berbahaya. Tidak ada
pemeliharaan dapur, karena memasaknya serta bahan bahan makanan disimpan digrobak
nasi goreng.

Permasalahan secara umum:

Permasalahan yang terjadi di desa kalimanah kulon rt 01/04 yaitu sistem pembuangan sampah
. pihak desa telah bekerja sama dengan dinas kebersihan dalam proses pembuangan sampah.
Dengan membayar retribusi dari penduduk ke pihak terkait sampah dapat diangkit oleh truknya
setiap penduduk dikenakan biaya Rp.3000/ bulannya, selama 3 kali dalam satu minggu truk
pengangkut sampah, mengangkut sampah dari desa kalimanah kulon , setiap RT sudah diberi
keranjang sampah oleh pemerintah desa namun keranjang sampah belum sesuai dengan jumlah
penduduk (penghasil sampah) selain itu karena akses jalan yang tidak mencukupi truk sampah
masuk kedalam daerah perumahan warga, masih banyak warga yang merasa kesulitan dalam
membuang sampah dan untuk mengatasi hal tersebut penduduk menggunakan sumur yang
sudah tidak dipaki nlagi sebagai tempat pembuangan sampah, bahkan ada beberapa orang yang
masih membuang sampah ke sungai .hal ini sangat merugikan lingkungan ,selain dapat
menyebakan banjir apabila musim hujan dapat merusak ekosistem air sungai. Masih ada
beberapa rumah yang belum memliki jendela kamar tidur maupun jendela keluarga , meskipun
sudah memiliki jendela kamar tidur dan jendela ruang keluarga tetpi jarang dibuka bahkan ada
juga yang tidak pernah dibuka hal ini dapat menyebabkan sirkulasi udara terhambat ,udara di
dalam ruangan tersebut terssa pengap. Sarana pembuangan sampah masih banyak yang
menggunakan tempat sampah tidak berpenutup ,hal ini dapat menggundang perhatian lalat atau
binatang pengganggu lainnya sehingga mereka dapat berkembang biak. Dan dapat menularkan
bibit penyakit. Untuk sistem pembuangan air limbah sudah cukup bagus karena sudah
disalurkan ke saluaran yang tertutup meskipun ada yang masih membuangnya ke saluran
terbuka.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil survey permukiman/ perumahan di desa Kaliamanah Kulon . untuk perumahan
di RT 01/04 terdapat 04 terdapat 4 rumah yang dikategorikan rumah sehat karena memiliki
nilai lebih dari 1068, sedangkan 34 rumah lainnya dikategorikan tidak sehat karena
memiliki nilai kurang dari 1068. Sedangkan sarana dan prasarana seperti tempat ibadah
terdapat 4 masjid dan 3mushola yang sudah memenuhi syarat kesehatan karena memiliki
prosentase ≥ 70 % untuk variabel upaya I sedangkan untuk variabel upaya II memiliki
prosentase 75 % sedangkan untuk 1 mushola belum memenuhi syarat karena nilai
prosentase ˂ 70% . sarana perkantoran (kantor balai desa Kalimanah Kulon) sudah
memenuhi persyaratan memiliki nilai prosentase ≥ 75 % Sarana pendidikan (SD, TK,
PAUD) belum memenuhi syarat kesehatan karena memiliki nilai prosentase ˂ 75%
.warung makan sudah memenuhi persyaratan karena memiliki nilai prosentase ≥ 70 %
dan 2 pedagang kaki lima belum memenuhi persyaratan karena memiliki nilai prosentase
˂ 70%.

B. Saran

Saran terkait dengan perumahan bagi warga , dari seksi kesehatan di balai desa atau
puskesmas setempat memberikan sosialisasi mengenai Rumah Sehat, Prilaku Hidup
Bersih dan Sehat serta permukiman yang sehat dan hal- hal lain yang berkaitan dengan
kesehatan misalnya kebersihan rumah, cara membuang sampah yang benar agar
masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat. Pembagian keranjang tempat
sampah yang sesuai dengan kebutuhan warga atau jumlah warga juga perlu diperhatikan .
sebaiknya keranjang sampah yang sudah penuh diletakan ditepi jalan yang nantinya
dilewati truk sampah, agar sampah tersebut dapat diangkut oleh truk. Setelah sampah
diangkut oleh truk sampah, keranjang sampah dapat diambil kembali dan ditempatkan
sesuai dengan kebutuhan.keranjang sampah yang dimaksud dalam ukuran cukup besar
karena menampung sampah dari 5-6 rumah, namun untuk saat ini 1 keranjang sampah
digunakan untuk 9 rumah .

Saran terkait dengan sarana prsarana, untuk Sarana Pendidikan sebaiknya seperti SD perlu
adanya perhatian kebersihan serta penataan barang digudang sekolah agar tidak menjadi
tempat perindukan nyamuk. Disediakan alat pemadam Api Ringan, yang sewaktu waktu
dapat digunkan apabila terjadi kebakaran. Perlunya petugas kesehatan yang berada di pos
kesehatan. Sedangkan Untuk TK dan PAUD karena merupakan sarana pendidikan sangat
dini atau awal , maka tidak perlu dibangun dapur,untuk pos kesehatan cukup disediakan
kotak P3K saja. Mushola sebaiknya perlu ditempatkan tempat sampah yang mecukupi
serta tempat sampat yang berbahan kuat kedap air dan berpenutup. Sedangkan untuk
pedagang nasi goreng perludiperhatikan kebersihan dan prilaku dari penjamah makanan,
penggunaan air mengalir untuk pembilasan (pada proses pencucian), adanya fasilitas cuci
tangan jika diperlukan.terdapat pemeliharaan kebersihan alat masak serta tempat memasak.
Lampiran

FORMULIR PENILAIAN RUMAH SEHAT

NAMA KK ALAMAT DESA/KELURAHAN

1. Bapak Wal Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

2. Bapak sia Kalimanah Kulon RT 01/04… Kalimanah Kulon

3. Bapak Kam Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

4. Bapak ima Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

5. Bapak Agi Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

6.Bapak Sar Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

7. Bapak Ras Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

8. Bapak Sar Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

9. Bapak Sur Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon

10. Bapak Had Kalimanah Kulon RT 01/04 Kalimanah Kulon


N KOMPONEN HASIL PENILAIAN (KK)
O RUMAH YANG KRITERIA NILA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
DINILAI I
I KOMPONEN 31
RUMAH (bobot)
1 Langit-langit a. Tidak ada 0 ˅ ˅ ˅ ˅
b. ada, kotor sulit dibersihkan dan rawan 1
kecelakaan
c. Ada, bersih dan tidak rawan 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
kecelakaan
2 Dinding a. Bukan tembok (terbuat dari anyaman 1
bambu / ilalang)
b. Semi permanen/setengah 2
tembok/pasangan bata atau batu yang
tidak diplester/papan yang tidak kedap air
c. Permanen (tembok/pasangan bata atau 3 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
batu yang diplester/papan kedap air
3 Lantai a. Tanah 0
b. Papan/anyaman bambu dekat dengan 1
tanah/plesteran yang retak dan berdebu
c. Diplester/ubin/keramik/papan (rumah 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
panggung)
4 Jendela kamar tidur a. Tidak ada 0 ˅
b. Ada 1 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
5 Jendela ruang a. Tidak ada 0 ˅
keluarga
b. Ada 1 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
6 Ventilasi a. Tidak ada 0 ˅ ˅
b. Ada, luas ventilasi permanen < 10% 1 ˅ ˅
dari luas lantai
b. Ada, luas ventilasi permanen > 10% 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
dari luas lantai
7 Lubang asap dapur a. Tidak ada 0 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
b. Ada, luas ventilasi < 10% dari luas 1 ˅ ˅ ˅ ˅
lantai dapur
c. Ada, luas ventilasi > 10% dari luas 2
lantai dapur (asap keluar dengan
sempurna) atau ada exhauster fan ada
peralatan lain yang sejenis
8 Pencahayaan a. Tidak terang, tidak dapat digunakan 0
untuk membaca
b. Kurang terang, sehingga kurang jelas 1 ˅ ˅
untuk membaca normal
c. terang dan tidak silau, sehingga dapat 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
dipergunakan untuk membaca dengan
normal

II SARANA 25
SANITASI (bobot)
1 Sarana air bersih a. Tidak ada 0 ˅
(SGL/SPT/PP/KU/PA
H)
b. Ada, bukan milik sendiri dan tidak 1
memenuhi syarat kesehatan
c. Ada, milik sendiri dan tidak memenuhi 2
syarat
d. Ada, bukan milik sendiri dan 3
memenuhi syarat
e. Ada, milik sendiri dan memenuhi 4 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
syarat
2 Jamban (Sarana a. Tidak ada 0 ˅
pembuangan tinja)
b. Ada, bukan leher angsa, tidak ada 1
tutup, disalurkan ke sungai/kolam
c. Ada, bukan leher angsa dan ditutup 2
(leher angsa), disalurkan ke sungai/kolam
d. Ada, bukan leher angsa ada tutup, 3
septic tank
e. Ada, leher angsa, septic tank 4 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
3 Sarana pembuangan a. Tidak ada, sehingga tergenang tidak 0 ˅
air limbah (SPAL) teratur di halaman rumah
b. Ada, diresapkan tetapi mencemari 1
sumber air (jarak dengan sumber air
<10m)
c. Ada, dialirkan ke selokan terbuka 2
d. Ada, dialirkan ke selokan tertutup 3 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
(saluran kota) untuk diolah lebih lanjut
4 Sarana pembuangan a. Tidak ada 0 ˅ ˅
sampah (tempat
sampah)
b. Ada, tetapi tidak kedap air dan tidak 1 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
ada tutup
c. Ada, kedap air dan tidak tertutup 2
d. Ada, kedap air dan tertutup 3

III PERILAKU 44
PENGHUNI (bobot)
1 Membuka jendela a. Tidak pernah dibuka 0 ˅ ˅
kamar
b. Kadang-kadang 1
c. Setiap hari dibuka 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
2 Membuka jendela a. Tidak pernah dibuka 0 ˅ ˅
ruang keluarga
b. Kadang-kadang 1 ˅ ˅ ˅ ˅
c. Setiap hari dibuka 2 ˅ ˅ ˅ ˅
3 Membersihkan a. Tidak pernah 0
rumah dan halaman
b. Kadang-kadang 1 ˅ ˅
c. Setiap hari 2 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
4 Membuang tinja a. Dibuang ke sungai/kebun/kolam/ 0
bayi dan balita ke sembarangan
jamban
b. Kadang-kadang ke jamban 1
c. Setiap hari dibuang ke jamban 2 ˅ ˅
5 Membuang sampah a. Dibuang ke sungai/kebun/kolam/ 0 ˅ ˅ ˅ ˅ ˅ ˅
pada tempat sampah sembarangan
b. Kadang-kadang dibuang ke tempat 1
sampah
c. Setiap hari dibuang ke tempat sampah 2 ˅ ˅ ˅ ˅

TOTAL HASIL PENILAIAN 9 9 9 9 1 1 8 5 3 8


9 9 2 2 1 0 6 3 3 4
6 6 3 3 4 2 7 6 0 3
3 4
CARA MENGHITUNG HASIL PENILAIAN = Nilai x Bobot