Anda di halaman 1dari 16

Makalah BUMD

EKONOMI
BADAN USAHA MILIK DAERAH
(BUMD)

D
I
S
U
S
U
N

Oleh Kelompok : 6

SUKMA
SALMAWATI
M.ALI

SMAN 1 TINAMBUNG
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas Rahmat dan Ridho Allah SWT, karena tanpa rahmat dan
Ridho-Nya, kami tidak akan dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat
waktu.
Kami mengharapkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan
terima kasih kepada Bapak Hariyanto selaku guru dengan mata pelajaran Ekonomi yang
membimbing kami dalam mengerjakan tugas makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah kami ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik
dan saran anda. Demi tercapainya makalah yang sempurna dimasa mendatang. Semoga
makalah kami ini dapat bermanfaat dan dijadikan sumber dalam kegiatan belajar.

Tinambung, 27 Juli 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.....................................................................................................i

Kata pengantar ....................................................................................................ii

Daftar isi ..............................................................................................................iii

Bab I Pendahuluan ..............................................................................................1

A. Latar belakang .........................................................................................1

B. Rumusan Masalah ...................................................................................1

C. Tujuan .....................................................................................................2

Bab II Pembahasan .............................................................................................3

Bab III Penutup ...................................................................................................13

A. Kesimpulan .............................................................................................13

B. Saran .......................................................................................................13

Daftar Pustaka .....................................................................................................14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Badan usaha milik negara yang dikelola oleh pemerintah daerah disebut badan
usaha milik daerah (BUMD). Perusahaan daerah adalah perusahaan yang didirikan oleh
pemerintah daerah yang modalnya sebagian besar / seluruhnya adalah milik pemerintah
daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah untuk pengembangan dan pembangunan
potensi ekonomi di daerah yang bersangkutan. Contoh perusahaan daerah antara lain:
perusahaan air minum (PDAM) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Badan Usaha
Milik Daerah ( BUMD ) memiliki kedudukan sangat panting dan strategis dalam
menunjang pelaksanaan otonomi.

Oleh karena itu, BUMD perlu dioptimalkan pengelolaannya agar benar-benar


menjadi kekuatan ekonomi yang handal sehingga dapat berperan aktif, baik dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya maupun sebagai kekuatan perekonomian daerah. Laba
dari BUMD diharapkan memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli
Daerah. Otonomi daerah memberikan konsekuensi yang cukup besar bagi peran Badan
Usaha Milik Daerah ( BUMD ) dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sesungguhnya usaha dan kegiatan ekonomi daerah yang bersumber dari BUMD telah
berjalan sejak lama sebelum UU tentang otonomi daerah disahkan. Untuk mencapai
sasaran tujuan BUMD sebagai salah satu sarana PAD, perlu adanya upaya optimalisasi
BUMD yaitu dengan adanya peningkatan profesionalisasi baik dart segi manajemen.
sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang memadai sehingga memiliki
kedudukan yang sejajar dengan kekuatan sektor perekonomian lainnya.

B. Ruumusan Masalah
Apakan yang dimaksud dengan BUMD?
C. Tujuan
Untuk mengetahui apa itu BUMD?

1
BAB II
PEMBAHSAN

Pengertian BUMD dan dasar Hukum

Badan usaha milik negara yang dikelola oleh pemerintah daerah disebut badan
usaha milik daerah (BUMD). Perusahaan daerah adalah perusahaan yang didirikan oleh
pemerintah daerah yang modalnya sebagian besar / seluruhnya adalah milik pemerintah
daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah untuk pengembangan dan pembangunan
potensi ekonomi di daerah yang bersangkutan. Contoh perusahaan daerah antara lain:
perusahaan air minum (PDAM) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Badan Usaha
Milik Daerah ( BUMD ) memiliki kedudukan sangat panting dan strategis dalam
menunjang pelaksanaan otonomi.

Oleh karena itu, BUMD perlu dioptimalkan pengelolaannya agar benar-benar


menjadi kekuatan ekonomi yang handal sehingga dapat berperan aktif, baik dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya maupun sebagai kekuatan perekonomian daerah. Laba
dari BUMD diharapkan memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli
Daerah. Otonomi daerah memberikan konsekuensi yang cukup besar bagi peran Badan
Usaha Milik Daerah ( BUMD ) dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sesungguhnya usaha dan kegiatan ekonomi daerah yang bersumber dari BUMD telah
berjalan sejak lama sebelum UU tentang otonomi daerah disahkan. Untuk mencapai
sasaran tujuan BUMD sebagai salah satu sarana PAD, perlu adanya upaya optimalisasi
BUMD yaitu dengan adanya peningkatan profesionalisasi baik dart segi manajemen.
sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang memadai sehingga memiliki
kedudukan yang sejajar dengan kekuatan sektor perekonomian lainnya.

Dasar Hukum BUMD

Dasar hukum pembentukan BUMD adalah berdasarkan UU No 5 tahun 1962


tetang perusahaan daerah. UU ini kemudian diperkuat oleh UU No 5 tahun 1974 tentang
pokok-pokok pemerintahan daerah (Nota Keuangan RAPBN, 1997/1998).

Ciri-ciri BUMD adalah sebagai berikut:

1. Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha


2. Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan
perusahaan
3. Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan
perusahaan
4. Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang
5. Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan
6. Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat
7. Sebagai sumber pemasukan negara
8. Seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara
2
9. Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public
10. Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbank
11. Direksi bertanggung jawab penuh atas BUMN, dan mewakili BUMN di
pengadilan

Tujuan Pendirian BUMD:

1. Memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional dan penerimaan kas


negara
2. Mengejar dan mencari keuntungan
3. Pemenuhan hajat hidup orang banyak
4. Perintis kegiatan-kegiatan usaha
5. Memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil dan lemah
6. Melaksanakan pembangunan daerah melalui pelayanan jasa kepada
masyarakat
7. Penyelenggara kemanfaatan umum, dan peningkatan penghasilan
pemerintah daerah

Berdasarkan kategori sasarannya secara lebih detail, BUMD dibedakan menjadi dua
yaitu sebagai perusahaan daerah untuk melayani kepentingan umum yang bergerak di
bidang jasa dan bidang usaha. Tetapi, jelas dari kedua sasaran tersebut tujuan pendirian
BUMD adalah untuk meningkatkan PAD.

KEDUDUKAN BUMD SEBAGAI SUATU BADAN USAHA

A. Pengertian BUMD

Badan usaha milik negara yang dikelola oleh pemerintah daerah

disebut badan usaha milik daerah (BUMD).Perusahaan daerah adalah

perusahaan yang didirikan oleh pemerintah daerah yang modalnya sebagian

besar/seluruhnya adalah milik pemerintah daerah.Tujuan pendirian

perusahaan daerah untuk pengembangan dan pembangunan potensi ekonomi

di daerah yang bersangkutan. Contoh perusahaan daerah antara lain:

Perusahaan Air Minum (PDAM) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki kedudukan sangat panting dan

strategis dalam menunjang pelaksanaan otonomi.

Oleh karena itu, BUMD perlu dioptimalkan pengelolaannya agar


3
benar- benar menjadi kekuatan ekonomi yang handal sehingga dapat berperan

aktif, baik dalam menjalankan fungsi dan tugasnya maupun sebagai kekuatan

perekonomian daerah.Laba dari BUMD diharapkan memberikan kontribusi

yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Otonomi daerah memberikan konsekuensi yang cukup besar bagi

peran Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) dalam menopang Pendapatan

Asli Daerah (PAD). Sesungguhnya usaha dan kegiatan ekonomi daerah yang

bersumber dari BUMD telah berjalan sejak lama sebelum UU tentang

otonomi daerah disahkan. Untuk mencapai sasaran tujuan BUMD sebagai

salah satu sarana PAD, perlu adanya upaya optimalisasi BUMD yaitu dengan

adanya peningkatan profesionalisasi baik dari segi manajemen, sumber daya

manusia maupun sarana dan prasarana yang memadai sehingga memiliki

kedudukan yang sejajar dengan kekuatan sektor perekonomian lainnya.

Dasar hukum pembentukan BUMD adalah berdasarkan UU No 5

tahun 1962 tetang perusahaan daerah.UU ini kemudian diperkuat oleh UU

No 5 tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah (Nota Keuangan

RAPBN, 1997/1998).

B. Ciri-ciri BUMD

Pemerintah pemegang hak atas segala kekayaan dan usaha

Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan

perusahaan.Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam

menetapkan kebijakan perusahaan.Pengawasan dilakukan alat pelengkap

negara yang berwenang melayani kepentingan umum selain mencari

keuntungan sebagai stabilisator perekonomian dalam rangka

mensejahterakan rakyatsebagai sumber pemasukan Negara seluruh atau

sebagian besar modalnya milik Negara.Modalnya dapat berupa saham atau

obligasi.Bagi perusahaan yang go publik dapat menghimpun dana dari

4
pihak lain, baik berupa bank maupun nonbank. Direksi bertanggung jawab

penuh atas perusahaandan mewakili perusahaan di pengadilan.

C. Tujuan Pendirian BUMD

Memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional dan penerimaan

kas Negara,mengejar dan mencari keuntungan pemenuhan hajat hidup orang

banyak, perintis kegiatan-kegiatan usaha,memberikan bantuan dan

perlindungan pada usaha kecil dan lemah, melaksanakan pembangunan

daerah melalui pelayanan jasa kepada masyarakat, penyelenggara

kemanfaatan umum, dan peningkatan penghasilan pemerintah daerah.

Berdasarkan kategori sasarannya secara lebih detail, BUMD

dibedakan menjadi dua yaitu sebagai perusahaan daerah untuk melayani

kepentingan umum yang bergerak di bidang jasa dan bidang usaha.Tetapi,

jelas dari kedua sasaran tersebut tujuan pendirian BUMD adalah untuk

meningkatkan PAD. Peran BUMD yang diharapkan cukup besar untuk

menopang PAD ini dalam kenyataannya jauh dari harapan.Peran dan

kontribusi laba BUMD dalam penerimaan PAD di daerah baik tingkat satu

maupun tingkat dua masih sangat kecil. Komposisi PAD rata-rata di seluruh

Provinsi di Indonesia adalah 81,60 persen dari pajak daerah 9,64 persen dari

retribusi daerah 6,43 persen dari PAD lain-lain, dan hanya 2,33 persen

berasal dari laba BUMD. Peran dan kontribusi laba BUMD untuk menopang

PAD di seluruh provinsi di Indonesia yang terbesar adalah Sulawesi Tenggara

(14,14%), kemudian menyusul berturut-turut Kalimantan Selatan (8,43%),

Sulawesi Utara (5,15%), Bengkulu (4,93%), NTB (4,25%), dan seterusnya

hingga yang terkecil Jawa Timur (0,07%) (data Nota Keuangan RAPBN

tahun Anggaran 1999/2000).

Melihat kinerja BUMD di Jawa Timur (Jatim) yang menempati

tempat paling buncit dari komposisi laba BUMD untuk menopang PAD

5
sungguh sangat menyedihkan.Dari 11 BUMD yang ada di Jatim hanya ada

satu BUMD yang tergolong sangat sehat yaitu Bank Jatim. Laba BUMD

yang disetor dalam PAD tahun 2007 (Rp 89 miliar) sedangkan tahun 2008

(Rp 239,3 miliar). Jumlah tersebut memberikan kontribusi 85 persen dari

jumlah total laba 11 BUMD dalam PAD.Sedangkan kinerja terparah BUMD

di Jatim disumbangkan oleh PT Jatim Investmant management (PT

JIM).Tahun 2008, PT JIM tercatat menderita rugi bersih Rp 30 miliar.Pada

tahun 2007 sumbangan PAD juga nol besar. Padahal perusahan yang

berkantor di Jalan Tunjungan ini telah menghabiskan APBD Jatim hingga Rp

40,3 miliar. Perlu juga dicatat bahwa selama tiga tahun (2007- 2009),

Pemprov Jatim telah mengucurkan modal awal untuk 11 BUMD sebesar Rp

715 miliar dari kewajiban setor modal sebesar Rp 2,2 triliun. Sedangkan untuk

tahun APBD 2010, anggaran modal untuk BUMD dialokasikaan di kisaran Rp

86 milliar. Sebagai analogi uang sebesar Rp 715 miliar apabila dimasukkan

dalam SBI dengan suku bunga 10 persen pertahun maka Pemprov Jatim

sudah mendapatkanimbalhasilRp214.5miliar.

D. Pemberdayaan BUMD dalam Peningkatan Ekonomi Daerah

BUMD menurut Ginandjar Kartasasmita (1996) adalah upaya untuk

meningkatkan harkat dari lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang

tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan

keterbelakangan.Ini berarti bahwa memberdayakan itu adalah memampukan

dan memandirikan masyarakat beserta kelembagaannya, disini termasuk

badan usaha milik daerah.Khusus dalam hal BUMD, upaya memberdayakan

itu haruslah pertama-tama dimulai dengan menciptakan suasana atau iklim

yang memungkinkan potensinya untuk berkembang.Ini dengan landasan

pertimbangan

6
bahwa setiap masyarakat dan kelembagaannya, memiliki potensi yang dapat

dikembangkan. Maka dengan pemberdayaan itu pertama-tama merupakan

upaya untuk membangun daya dengan mendorong, memotivasi dan

membangkitkan kesadaran akan potensi dan daya yang dimilikinya serta

berupaya untuk mengembangkannya.

Selanjutnya, yang kedua adalah memperkuat potensi atau daya yang

dimiliki tersebut.Dimana untuk ini diperlukan langkah-langkah yang lebih

positif dan nyata, penyediaan berbagai input yang diperlukan, serta

pembukaan akses kepada berbagai peluang sehingga semakin berdaya

memanfaatkan peluang. Akhirnya, yang ketiga, dimana memberdayakan

berarti pula melindungi, sehingga dalam proses pemberdayaan haruslah

dicegah agar jangan pihak yang lemah menjadi bertambah lemah, tapi dapat

hidup dengan daya saing yang memadai. Kaitan dengan perbaikan kinerja

BUMD sebagai Laporan Hasil Studi Analisa Kinerja BUMD Non PDAM,

Biro Analisa Keuangan dan Moneter, Depkeu, dikemukakan berbagai

langkah dan tindakan yang dapat dilakukan dalam memperbaiki kinerja

usaha BUMD, dengan tindakan-tindakan yang sifatnya strategis yang dapat

dikelompokkan dalam tiga bagian strategi, yaitu strategi pengusahaan,

strategi penumbuhan dan strategi penyehatan perusahaan yang dapat

diringkaskan sebagai berikut:

1. Strategi Pengusahaan Perusahaan

Yang dapat dilakukan dengan langkah atau tindakan memperbaiki

kinerja perusahaan, diantaranya denganMengatasi kelemahan internal yang

diantaranya melalui penetapan kembali core business, likuidasi unit bisnis

yang selalu rugi,

7
dan memperbaiki sistem manajemen organisasi. Juga memaksimumkan

kekuatan internal, yang antara lain dengan cara mengkonsentrasikan bisnis

pada usaha yang berprospek tinggi, memperluas pasar dengan

mempertahankan dan mencari pelanggan baru, serta mencari teknik produksi

baru yang dapat meningkatkan efisiensi usaha. Dan mengatasi ancaman

eksternal, yang diantaranya dengan cara memperbaiki mutu produk dan jasa,

meningkatkan kualitas SDM serta meningkatkan kreativitas dan keaktifan

tenaga pemasaran dalam mencari terobosan baru.

Memaksimumkan peluang eksternal, yang antara lain melalui upaya

kerjasama yang saling menguntungkan dengan perusahaan sejenis atau yang

berkaitan. Dan kerjasama ini dapat dilakukan dalam bentuk joint venture,

BOT, BOO atau bentuk kerjasama

lainnya.

2. Strategi Penumbuhan Perusahaan

Adalah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan

perusahaan sesuai dengan ukuran besaran yang disepakati untuk mencapai

tujuan jangka panjang perusahaan. BUMD dikatakan tumbuh jika perusahaan

daerah itu berhasil meningkatkan antara lain, volume penjualan, pangsa pasar,

besarnya laba dan aset perusahaan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan

agar perusahaan terus tumbuh berkembang diantaranya adalah

mengkonsentrasikan bisnis pada produk yang representatif, melakukan

perluasan pasar, pengembangan produk baru, dan integrasi horizontal danatau

vertikal.

3. Strategi Penyehatan Perusahaan

8
Yaitu yang dilakukan melalui pendekatan strategis dan pendekatan

operasional. Dalam pendekatan strategis, misalnya jika terjadi kesalahan

strategis seperti ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan

konsumen sesuai dengan misinya, maka perlu dilakukan penilaian

menyeluruh terhadap bisnis yang dilakukan untuk perubahan dan

penyempurnaannya.Sedangkan dengan pendekatan operasional ditujukan

untuk melakukan perubahan operasi perusahaan tanpa merubah strategi

bisnis.Dalam hubungan ini langkah-langkah yang biasa diambil oleh

perusahaan dalam rangka penyehatan operasi diantaranya adalah:

(a) Meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik

bisnis, misalnya pemotongan harga, peningkatan promosi, penambahan dan

perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan

memperbaiki kualitas produk.

(b) Melaksanakan pemotongan biaya yang tidak memiliki keterkaitan

langsung dengan kegiatan operasional pokok perusahaan yang segera

membentuk penghasilan, biasanya menjadi pilihan pertama untuk diturunkan,

seperti misalnya biaya-biaya administrasi, penelitian dan pengembangan, dan

pemasaran.Namun demikian, disamping untuk usaha-usaha BUMD yang

telah berjalan dengan kinerja yang masih rendah dan terbatas di masa lalu

tersebut, juga perlu pemikiran lebih lanjut terhadap usaha-usaha BUMD yang

akan didirikan dan dibangun pada masa mendatang dalam rangka lebih

memberdayakannya untuk menunjang keuangan Daerah dan perekonomian

Daerah pada umumnya. Dalam hubungan ini untuk pendirian BUMD baru

dan pengembangan lebih lanjut BUMD yang telah

9
jalan perlu dilakukan antara lainstudi kelayakan usaha yang dilakukan secara

teliti betul yang dapat disimpulkan untuk menghasilkan produk barang dan

jasa yang feasible dan sangat berprospek menguntungkanpeningkatan

kerjasama dengan usaha yang sejenis atau yang bersifat keterkaitan dalam

rangka peningkatan daya saing penerapan kelembagaan dan organisasi usaha

dengan tenaga terdidik dan terlatih yang dijiwai semangat

kewirausahaanpengembangan dan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam

organisasi perusahaan daerah seperti dalam usaha koperasi swasta yang dalam

operasionalnya dilakukan dengan tertib, terbuka dan terpadu.Diberikan

kewenangan yang lebih luas kepada BUMD dari pimpinan daerah sehingga

direksinya dapat lebih leluasa dalam melaksanakan kepemimpinan dan

operasionalisasi perusahaannya.Sebagaimana yang dikemukakan di atas

bahwa yang menjadi dasar pendirian BUMD adalah UU No. 5 Tahun 1962

tentang Perusahaan Daerah makadalam hal ini berbagai fungsi dan peranan

yang dibebankan kepada dan dilaksanakan oleh BUMD tersebut (BPS,

1997), utamanya adalah melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang

ekonomi dan pembangunan daerah dan pemupukan dana bagi pembiayaan

pembangunan daerah.

(c) mendorong peran serta masyarakat dalam bidang usaha.

(d) memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi kepentingan publik.

(e) menjadi perintis kegiatan dan usaha yang kurang diminati swasta.

Mengingat dipandang cukup pentingnya peran BUMD khususnya

sebagai salah satu sumber PAD di Daerah, maka tentu saja BUMD dituntut

agar lebih profesional dan lebih efisien dalam melaksanakan usahanya.

Kebijakan dan upaya

10
ke arah itu telah banyak dilakukan, namun karena berbagai kendala, ternyata

BUMD pada umumnya, khususnya di luar PDAM dan BPD menunjukkan

hasil yang belum menggembirakan. Hal ini tampak antara lain, relatif masih

kecilnya peran dan kontribusi laba BUMD dalam penerimaan PAD di

daerah, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.Permasalahan

dan Kendala Badan Usaha Milik Daerah dalam pembinaan dan

pengembangannya antara lain relatif masih kecilnya penerimaan bagian laba

perusahaan daerah sebagai salah satu sumber PAD daerah, kecuali pada

daerah tertentu seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,

Kalimantan Timur dan Sumatera Utara.Bahwa kebanyakan usahanya relatif

berskala menengah dan kecil, di samping banyak pula diantaranya yang

belum diselenggarakan berdasarkan asas ekonomi perusahaan, namun relatif

lebih banyak didasarkan atas pertimbangan pelayanan publik. Tambahan

pula menurut UU No. 5 Tahun 1962 yang mendasarinya, terdapat rincian

yang menetapkan bahwa penggunaan laba bersih perusahaan, setelah terlebih

dulu dikurangi penyusutan, ditetapkan sebagai berikut (Kunarjo, 1993):

(1) Perusahaan Daerah yang memiliki modal seluruhnya terdiri dari

kekayaan daerah yang dipisahkan adalah:

(a) untuk dana pembangunan daerah 30%

(b) untuk anggaran Perencaan Pembangunan belanja daerah 25%

(c) untuk cadangan umum, sosial dan pendidikan, jasa produksi,

sumbangan dana pensiun dan sokongan sejumlah 45%.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kedua badan usahabaik BUMN dan BUMD meupakan badan usaha yang
dimiliki oleh pemerintah. BUMN merupakan badan usaha milik negara sedangkan
BUMD merupakan badan usaha milik daerah. Secara umum tujian keduanya sama yaitu
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. kedua badan usaha ini juga telah di
atur dalam undang-undang syarat pendirian serat pemegang sahamnya dan syarat-syarat
yang lain. Oleh karena itu mari sama-sama kita dukung BUMN dan BUMD untuk
memajukan sehingga juga akan meningkatkan kesejahteraan rakyat indonesiasecara
umum dan daerahnya sekacara kusus.

3.2 SARAN

Mari kita tingkatkan mutu pelayanan dari BUMN dan BUMD ini,
karena banayak sekali BUMN dan BUMD ini yang pelayanannya kepada
masyarakat asal-asalan. Sebaiknya pemerintah harus melakukan
pengawasan secara ketat terhadap BUMN dan BUMD ini karena sering
sekali terjadi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita sebagai
masyarakat juga harus ikut dalam melakukan pengawasan terhadap BUMN
dan BUMD ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Viva Pakarindo, LKS Ekonomi Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial/Kelas XI Semester


2 untuk SMA/MA
http://rodlial.blogspot.co.id/2014/02/makalah-bumn-bums-koperasi.html
http://muhammad-toha93.blogspot.co.id/2014/04/makalah-bumn.html

13