Anda di halaman 1dari 3

SMP NEGERI 2 TAKALAR

KISAH NABI AYUB A.S

Disusun Oleh :
RATIH ANGRAENI FANI
KELAS VIII.6

18
KISAH LENGKAP NABI AYUB AS

Dunia Nabi ~ Nabi Ayub adalah cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim as. Seluruh umat
manusia mengenal beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang memiliki tingkat
kesabaran yang paling tinggi dalam menghadapi cobaan dari Allah swt.

Kekuranagan harta benda, menderita sakit yang berkepanjangan, dan bahkan kehilangan
nyawa anak-anak beliau, semua itu tidak dapat meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub
as. Justru sebaliknya, semua itu semakin menambahkan cinta dan ketaatannya kepada Allah
swt. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah swt, dalam keadaan suka maupun duka,
sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin.

Di negeri tempatnya berpijak beliau dan keluarganya dikenal sebagai orang yang kaya-raya
lagi dermawan. Harta yang melimpah ruah, rumah dan gedung-gedung indah yang
dimilikinya, perhiasan emas dan perak, serta tanaman dan hasil bumi yang dihasilkannya,
tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh. Justru beliau dan keluarga (istri dan anak-
anaknya) selalu membantu orang-orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, dan janda-
janda tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun dari penduduk setempat yang meminta bantuan
kepada keluarga Nabi Ayub, pulang dengan tangan hampa. Tidak heran, apabila seluruh
orang memuji atas kebaikkan dan kedermawanan beliau. Sanjungan tersebut tidak hanya
datang dari golongan manusia, bahkan para malaikat pun turut memuji amal saleh yang
dilakukan oleh Nabi Ayub as.

Cobaan Untuk Nabi Ayub


Nabi Ayub dikenal sebagai nabi yang sangat kuat keimananya. Iblis merasa cemburu dan
sakit hati mendengar pujian malaikat terhadap kekuatan iman Nabi Ayub. Iblis merayu
Nabi Ayub agar meninggalkan perintah Allah .Namun, hal itu tidak berhasil.

Iblis menemui Allah dan berkata, “Tuhan, Ayub itu sebenarnya tidak ikhlas sujud kepada-
Mu. Dia hanya menginginkan nikmat kekayaan dan anak sebagai pewarisnya.” Allah ingin
membuktikan bahwa Nabi Ayub memang seorang yang beriman, sabar, dan tabah dalam
menghadapi segala ujian. Kemudian, Allah memberikan izin kepada iblis untuk menghasut
Ayub agar lalai beribadah.

Iblis memusnahkan seluruh harta benda Nabi Ayub. Nabi Ayub pun menjadi bangkrut.
Kemudian iblis merobohkan rumah Nabi Ayub. Seluruh anak-anak Nabi Ayub yang berada
di dalam rumah meninggal. Kemudian, iblis menyamar sebagai seorang lelaki. Iblis itu
berkata kepada Nabi Ayub. “Tiada berguna engkau rajin beribadah karena Allah Yang
Maha Kuasa itu pun tidak mau menyelematkanmu.” Nabi Ayub menjawab, “Wahai iblis,
semua yang aku miliki selama ini adalah pinjaman dari Allah saja. Kini sudah tiba saatnya
Allah mengambilnya. Hanya Allah yang berkuasa atas segala-galanya.”

Iblis sangat marah, dia menemui Allah lagi dan menyatakan kekecewaannya. Untuk ketiga
kalinya, Allah memberikan izin kepada iblis untuk mengganggu kesehatan Nabi Ayub. Iblis
memasukkan sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya ke dalam tubuh Nabi Ayub. Nabi
Ayub menahan rasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, segala rasa sakit tidak
menghalangi ibadah Nabi ayub.
Penyakit Nabi Ayub semakin lama semakin parah. Sekalipun demikian, Nabi Ayub tetap
tabah dan menerimanya sebagai cobaan dari Allah swt. Keimanannya kepada Allah swt
tidak berkurang sedikitpun, justru beliau semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri
kepada Allah swt. Iblis sangat kecewa dan tidak puas dengan ketabahan Nabi ayub.
Dengan demikin usaha iblis menjadi sia-sia.

Kesembuhan Nabi Ayub as


Penyakit Nabi Ayub sangat parah sehingga ia hanya dapat berbaring. Semakin lama
kondisinya semakin memburuk. Penyakit ini ia derita sudah 18 tahun.

Masyarakat di sekitarnya melupakan kedermawanan Nabi Ayub. Selama beliau sakit,


seluruh penduduk disekitarnya mengasingkan dirinya. Hanya istrinya yang mengurus
segala keperluan Nabi ayub. Namun, iblis selalu menghasut istri Nabi Ayub yang bernama
Rahmah. Iblis membisikkan kebencian ke dalam hati istri Nabi Ayub. Pada suatu hari, istri
Nabi Ayub mengatakan hal-hal yang menyakiti Nabi ayub. Nabi Ayub pun sangat sedih. Ia
bersumpah apabila ia sembuh kelak, ia akan memukul istrinya sebanyak 100 kali.

Pada saat kondisi Nabi Ayub semakin lemah, Allah menurunkan wahyu kepadanya,
“Hentakanlah kakimu sehingga muncul air yang sejuk untuk mandi dan minum.”

Nabi Ayub menghentakan kakinya ke tanah sehingga air keluar. Air tersebut digunakan
untuk mandi dan minum Nabi Ayub. Tidak lama kemudian, tubuh Nabi Ayub kembali
sehat. Bahkan. Ia lebih sehat dan kuat dibanding sebelumnya.

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub kembali kepada suaminya Nabi Ayub teringat dengan
sumpahnya. Namun, ia tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia tidak dapat
memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub melaksanakan
sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput yang diikat.

Kisah Nabi Ayub ini telah diceritakan dalam Al-Quran Surat Shaad ayat 41-44 yang
artinya, “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya,
“Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan” (Allah berfirman).
“Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami
anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada
mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang
yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), setelah itu
pukullah dengan ikatan rumput itu kepada istrimu agar kamu tidak melanggar sumpah.
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba.
Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)”

Kesabaran Nabi Ayub dapat dijadikan contoh bagi kita. Sebaiknya kita tidak cepat
mengeluh pada saat menghadapi kesusahan dan hidup.