Anda di halaman 1dari 2

PERSYARATAN MENDIRIKAN SMK

1. Pengajuan usulan 9 bulan sebelum tahun pelajaran dilengkapi hasil studi kelayakan dan
diketahui oleh Kepala Desa/Lurah, Kepala UPTD dan Camat.
2. Pemberian izin pendirian Satuan Pendidikan Swasta oleh Kepala Dinas.
3. Akta notaris pendirian Badan Penyelenggaraan Satuan Pendidikan.
4. Sertifikat Kepemilikan Tanah.
5. Ijin mendirikan bangunan.
6. Untuk SMK :
 1 orang Kepala Sekolah, BK, TU, Penjaga,
 12 orang Guru untuk setiap mata pelajaran,
 2 orang Guru untuk setiap program baru.
7. Badan pengelola berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana sebagai berikut :
a. Lahan Sekolah
b. Ruang Kelas
c. Ruang Kepala Sekolah
d. Ruang Guru
e. Ruang TU
f. Ruang Perpustakaan
g. Ruang Laboratorium
h. Ruang Kantin
i. Ruang Instalasi Daya dan Jasa
j. Tempat Olahraga
k. Ruang Ibadah
l. Ruang UKS dan BP
8. Sumber biaya/dana :
a. 3 tahun pertama biaya disediakan oleh Badan Penyelenggaraan Pendidikan.
b. Wajib menyediakan jaminan deposito di bank pemerintah. Besarnya deposito
sejumlah Rp 100.000.000,-
9. Jumlah peserta didik minimal 20 orang.
10. Gambaran Rancangan Pengembangan Sekolah (RPS) meliputi :
a. Visi/Misi
b. Tujuan
c. Sarana dan Prasarana
d. Kurikulum
e. Ketenagaan
f. Peserta Didik
g. Peran serta Masyarakat
h. Managemen
i. Pembiayaan
j. Organisasi

11. Studi kelayakan pendirian Satuan Pendidikan


a. Studi kelayakan dilakukan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten.
b. Studi kelayakan Pendirian Satuan Pendidikan berisi :
 Latar belakang dan tujuan
 Bentuk dan nama sekolah
 Lokasi sekolah dan dukungan masyarakat
 Sumber peserta didik
 Guru dan tenaga kependidikan serta rencana pengembangan
 Sumber biaya selama 5 tahun sebagai biaya operasional
 Fasilitas lingkungan penunjang penyelenggaraan pendidikan
 Kesimpulan kelayakan
12. Pendirian Satuan Pendidikan wajib mendapat rekomendasi :
a. Rekomendasi dan penetapan dari Kepala Dinas (Swasta)
b. Rekomendasi dan penetapan dari Bupati (Negeri)
13. Syarat Radius antar satuan pendidikan :
a. Tingkat SMK ditetapkan 1000 meter
b. Dalam hal dianggap khusus dapat dipertimbangkan.