Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang


melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua, Sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah pada waktunya dengan baik.
Sholawat beriringan salam marilah kita hadiahkan kepada junjungan
Nabi Besar kita yakni Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah
membawa kita dari zaman tak berilmu ke zaman berilmu pengetahuan pada
saat sekarang ini.
Harapan yang tulus dan ikhlas, Semoga penulisan makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Penulisan makalah ini telah diusahakan semaksimal mungkin namun penulis
meminta kritik dan saran dari pembaca.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis, Amiin.

Watampone, 20 Januari 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................


DAFTAR ISI .............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................
B. Rumusan Masalah ................................................................................
C. Tujuan Penulisan .................................................................................
D. Manfaat Penulisan .................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Analisis Pareto………………….. ........................................................
B. Langkah-langkah dalam melakukan teknik Analisis Pareto ................
C. Langkah mengidentifikasi penyebab pentingnya Analisis Pareto
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...........................................................................................
B. Saran .....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah


Salah satu tantangan penting yang dihadapi sekolah, perguruan tinggi,
maupun universitas adalah bagaimana mengelola sebuah mutu. Untuk mencapai
perbaikan mutu, tim-tim dalam institusi pendidikan harus dan perlu mengarahkan
filosofi TQM kepada dataran yang lebih praktis.
Alat dan teknik mutu adalah media untuk dapat mengidentifikasikan dan
memecahkan persoalan secara kreatif. Salah satu aspek terpenting dalam TQM
adalah mengumpulkan sejumlah alat-alat yang bermanfaat untuk
mengimplementasikan konsep yang telah ditentukan. Yang terpenting adalah
bagaimana menemukan alat yang tepat untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan
dan pembuatan keputusan dalam sebuah institusi.
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini di uraikan bagaimana teknik dan apa saja alat-alat yang
digunakan dalam peningkatan mutu. Serta Langkah-langkah dalam melakukan
teknik Analisis Pareto, Penyusunan Diagram Pareto, dan langkah untuk
mengidentifikasi penyebab penting menggunakan Analisis Pareto.
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas kelompok Analisis Kebijakan Pendididkan
2. Untuk mengetahui seberapa pentingnya teknik dan alat MMT
3. Untuk mengetahui penting nya menggunakan teknik Analisis Pareto dan
mengetahui langkah-langkah dalam melakukan teknik Analisis Pareto.
D. Manfaat Penulisan
Diharapkan dengan mengetahui Teknik dan Alat MMT maka, para
mahasiswa mengetahui pentingnya Analisis Pareto yang telah digunakan secara
luas dalam kegiatan kendali mutu untuk menangani kerangka proyek, proses
program, kombinasi pelatihan, proyek dan proses, sehingga sangat membantu dan
memberikan kemudahan bagi para pekerja dalam meningkatkan mutu pekerjaan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Analisis Pareto
Analisis pareto merupakan teknik yang sederhana, yang membantu kita
dalam memilih perubahan tindakan yang akan kita ambil secara efektif. Analisis
pareto merupakan sebuah teknik pengambilan keputusan yang bertujuan untuk
menemukan perubahan yang akan memberikan manfaat terbesar bagi pengambil
keputusan. Teknik ini berguna dalam kondisi terdapatnya sejumlah alternatif
solusi dan tindakan yang memungkinkan yang dapat dipilih. Analisis pareto tidak
hanya memberikan gambaran pada kita tentang masalah yang paling penting
untuk diselesaikan, namun teknik tersebut juga memberikan sejumlah nilai yang
memperlihatkan seberapa besar atau parah masalah tersebut.
Analisis pareto di ambil dari nama ahli ekonomi italia Vilfredo Pareto,
yang pada akhir abad ke-19 mengadakan riset tentang distribusi kemakmuran. Ia
berkesimpulan bahwa mayoritas kemakmuran hanya menyentuh sebagian kecil
populasi saja. Dari analisis ini di kembangkan aturan pareto di mana 80% masalah
muncul dari 20% proses, aturan ini kadang disebut juga dengan aturan 80/20 atau
merupakan pendekatan logic dari tahap awal pada proses perbaikan suatu situasi
yang digambarkan dalam bentuk histogram yang dikenal sebagai konsep vital few
and the trivial many untuk mendapatkan penyebab utamanya.
Aturan ini dinilai sebagai ide yang paling penting karena jika 80% masalah
dapat diidentifikasi, maka dapat diputuskan apa yang harus dilakukan guna
mengatasi masalah tersebut, khususnya dalam proses peningkatan kualitas.
Analisis Pareto adalah metode analisis berdasarkan pada konsep bahwa
20% dari variabel dalam analisis bertanggung jawab atas 80% dari hasil.
Misalnya, 20% dari semua pelanggan bertanggung jawab untuk 80% dari semua
aktivitas layanan pelanggan, atau 20% dari seluruh barang persediaan mewakili
80% dari nilai persediaan.
Analisis Pareto telah digunakan secara luas dalam kegiatan kendali mutu
untuk menangani kerangka proyek, proses program, kombinasi pelatihan, proyek
dan proses, sehingga sangat membantu dan memberikan kemudahan bagi para
pekerja dalam meningkatkan mutu pekerjaan. Analisis Pareto merupakan metode
standar dalam pengendalian mutu untuk mendapatkan hasil maksimal atau
memilih masalah-masalah utama dan dianggap sebagai suatu pendekatan
sederhana yang dapat dipahami oleh pekerja tidak terlalu terdidik, serta sebagai
perangkat pemecahan dalam bidang yang cukup kompleks.
Diagram Pareto dibuat berdasarkan data statistik dan prinsip bahwa 20%
penyebab bertanggungjawab terhadap 80% masalah yang muncul atau sebaliknya.
Kedua aksioma tersebut menegaskan bahwa lebih mudah mengurangi bagian lajur
yang terletak di bagian kiri diagram Pareto dari pada mencoba untuk
menghilangkan secara sistematik lajur yang terletak di sebelah kanan diagram.
Hal ini dapat diartikan bahwa diagram Pareto dapat menghasilkan sedikit sebab
penting untuk meningkatkan mutu produk atau jasa.
Keberhasilan penggunaan diagram Pareto sangat ditentukan oleh
partisipasi personel terhadap situasi yang diamati, dampak keuangan yang terlihat
pada proses perbaikan situasi dan penetapan tujuan secara tepat. Faktor lain yang
perlu dihindari adalah jangan membuat persoalan terlalu kompleks dan juga
jangan terlalu mencari penyederhanaan pemecahan.
Tahapan penggunaan dari Analisis Pareto adalah mencari fakta dari data
ciri gugus kendali mutu yang diukur, menentukan penyebab masalah dari tahapan
sebelumnya dan mengelompokkan sesuai dengan periodenya, membentuk
histogram evaluasi dari kondisi awal permasalahan yang ditemui, melakukan
rencana dan pelaksanaan perbaikan dari evaluasi awal permasalahan yang
ditemui, melakukan standarisasi dari hasil perbaikan yang telah ditetapkan dan
menentukan tema selanjutnya.
Aturan 80/20 dapat diterapkan pada hampir semua hal:
1. 80% dari keluhan pelanggan timbul dari 20% dari produk atau jasa.
2. 80% dari keterlambatan dalam jadwal timbul dari 20% dari kemungkinan
penyebab penundaan.
3. 20% dari produk atau jasa account untuk 80% dari keuntungan Anda.
4. 20% dari penjualan Anda force menghasilkan 80% dari pendapatan
perusahaan Anda.
5. 20% dari cacat sistem menyebabkan 80% dari masalah.
Prinsip Pareto memiliki banyak aplikasi dalam kontrol kualitas. Ini adalah
dasar bagi diagram Pareto, salah satu alat utama yang digunakan dalam kontrol
kualitas total dan Six Sigma.
Dalam PMBOK memesan Pareto digunakan untuk memandu tindakan
korektif dan membantu tim proyek mengambil tindakan untuk memperbaiki
masalah yang menyebabkan jumlah terbesar cacat pertama.
B. Langkah-langkah dalam melakukan teknik Analisis Pareto yaitu :
1. Buatlah daftar masalah yang sedang dihadapi atau pilihan-pilihan yang ada.
2. Jika memiliki banyak masalah, kelompokkan sesuai besar kecilnya.
3. Berikan skor yang tepat untuk masing-masing kelompok.
4. Selesaikan kelompok yang mempunyai skor yang paling tinggi.
Pareto Analysis tidak hanya menunjukkan masalah mana yang paling
penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini juga menunjukkan kepada
kita mengenai berat ringannya suatu masalah.
Penyusunan Diagram Pareto meliputi enam langkah, yaitu:
1. Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya ber-
dasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.
2. Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat urutan karakteristik-
karakteristik tersebut, misalnya rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya.
3. Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.
4. Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yaang
terbesar hingga yang terkecil.
5. Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase kumulatif yang diguna-
kan.
6. Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat kepentingan relatif
masing-masing masalah. Mengidentifikasi beberapa hal yang penting
untuk mendapat perhatian.
C. Langkah mengidentifikasi penyebab pentingnya Analisis Pareto
Tujuh langkah untuk mengidentifikasi penyebab penting menggunakan
Analisis Pareto :
1. Formulir tabel daftar penyebab dan frekuensi mereka sebagai persentase.
2. Mengatur baris dalam urutan penurunan pentingnya penyebab.
3. Tambahkan kolom persentase kumulatif ke meja.
4. Plot dengan penyebab pada x-axis dan persentase kumulatif pada sumbu-y.
5. Bergabung dengan poin di atas untuk membentuk kurva.
6. Plot (pada grafik yang sama) grafik batang dengan penyebab pada x-axis
dan persen frekuensi pada sumbu-y.
7. Menarik garis di 80% pada y-axis sejajar dengan sumbu-x. Kemudian
turun garis pada titik persimpangan dengan kurva pada sumbu-x. Ini titik
pada sumbu-x memisahkan penyebab penting pada penyebab kiri dan
kurang penting di sebelah kanan.
Ini adalah contoh sederhana diagram Pareto menggunakan data sampel
menunjukkan frekuensi relatif dari penyebab kesalahan pada situs. Hal ini
memungkinkan untuk melihat apa yang 20% dari kasus yang menyebabkan 80%
dari masalah dan di mana upaya harus difokuskan untuk mencapai peningkatan
terbesar.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Analisis Pareto merupakan metode standar dalam pengendalian mutu
untuk mendapatkan hasil maksimal atau memilih masalah-masalah utama dan
dianggap sebagai suatu pendekatan sederhana yang dapat dipahami oleh pekerja
tidak terlalu terdidik, serta sebagai perangkat pemecahan dalam bidang yang
cukup kompleks.
Analisis pareto merupakan teknik yang sederhana, yang membantu kita
dalam memilih perubahan tindakan yang akan kita ambil secara efektif. Analisis
pareto merupakan sebuah teknik pengambilan keputusan yang bertujuan untuk
menemukan perubahan yang akan memberikan manfaat terbesar bagi pengambil
keputusan.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis sendiri maupun
bagi pihak yang memerlukan. Tak lupa kami sampaikan maaf apabila ada
kekurangan dan kesalahan pada penyusunan makalah Teknik dan Alat MMT yang
berkaitan dengan analisis pareto, karena tidak ada gading yang tak retak, tidak
seorang manusiapun yang tak luput dari kesalahan. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan pada masa
yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

http://jauharoh.wordpress.com/2010/12/11/analisis-pareto/
http://mushma.wordpress.com/2008/08/09/teknik-teknik-peningkatan-
mutu/http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_analysis
Nellitawati. Manajemen Mutu Terpadu,(Padang : UNP Press, 2011).
Drs. M. N. Nasution, M. Sc, Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality
Management), (Bogor : Ghalia Indonesia, 2005)