Anda di halaman 1dari 4

KORINOP

Arthur S. Nalan

SEBUAH KAMAR PENJARA


KORINOP DUDUK BERSANDAR TERTIDUR DITANGANNYA SEBUAH
BUKU. DISEKITARNYA ADA TV DAN MESIN TIK SERTA BUKU-BUKU.
TERDENGAR SUARA PALU DI KETUK. SUARA TEGAS

Saudara Korinop anda telah menyalahgunakan jabatan yang dipercayakan negara


kepadamu, anda telah dengan sengaja secara sembunyi-sembunyi mengambil uang
negara dari berbagai proyek yang dipercayakan kepadamu. Saudara Korinop, negara
telah dirugikan sebesar lima milyar! (KORINOP ANGKAT BICARA LANTANG)

Itu tidak benar, aku memang mengambilnya tapi tidak sebesar lima milyar, yang lima
milyar saya bagi-bagikan kepada ….. ( TERBANGUN )
Astaga ! Saya tertidur setelah membaca buku ini …… ( MEMBACA JUDUL
BUKU ) “The Honesty is Expensive…… ( PADA PENONTON ) Saudara-saudara
hampir saja saya mengatakan yang sebenarnya ….. kalau tidak bangun mungkin
saudara-saudara akan mendengar siapa-siapa saya yang terkait dengan kegiatan
merugikan negara. Kembali pada buku ini, saya tidak tahu siapa yang mengirimnya,
tadinya saya tidak tertarik sama sekali. Tapi setelah saya baca judul buku ini, entah
kenapa saya tiba-tiba saja tertarik……. ( MEMBACA KEMBALI JUDUL BUKU )
The Honesty is Expensive artinya kejujuran itu mahal bahkan sangat mahal. Dalam
dunia yang penuh gonjang-ganjing ini, yang namanya kejujuran hanya jadi
dongengan. Kalau seandainya saya jujur pada waktu itu. Maksud saya pada waktu
persidangan kasus lima milyar yang menggerkan itu….. wah bisa-bisa saya tidak
akan panjang umur dan tidak akan mendiami hotel prodeo ini, saya mendiami tempat
ini untuk membayar lunas atas perbuatan saya yang merugikan negara. ( BANGGA )
Tapi lihat, hotel prodeo saya, ada TV, ada kipas angin, ada meja kerja dan buku-buku
serta sebuah mesin tik bukan main saudara-saudara…. saya betul-betul berterima
kasih pada mereka yang telah menempatkan saya di tempat ini, tadinya saya berpikir
kalau dipenjarakan pasti akan begitu tersiksa, merana, tanpa sanak saudara, tanpa istri
dan lain-lain. Saya pernah mendengar dari orang-orang yang namanya penjara adalah
neraka. Saya takut sekali, ternyata saya lupa…. kalau saya bukan maling sembarang
maling, saya bukan maling ayam, saya bukan maling kambing, saya bukan garong
atau perampok…… tetapi saya seorang benar-benar terhormat…… sangat tahu
memanfaatkan kesempatan dan dengan sengaja menyalahgunakan wewenang yang
dipercayakan negara…… saya adalah maling terhormat yang menggarong dengan
halus dan melahap uang negara secara sembunyi-sembunyi, karena itu saya
dijebloskan ke penjara yang berbeda dengan mereka yang maling ayam dan maling
kambing atau merampok, saya adalah tahanan khusus, tahanan intelek begitu
barangkali lebih tepat. Sebab saudara-saudara kalau saya tidak punya intelektual,
mana mungkin saya menduduki jabatan yang cukup basah dan renyah serta pembuat
kebijakan-kebijakan mengenai keuangan. (MEROKOK) Ternyata dipenjarakan itu
enak loh…. maksud saya enak bagi saya…… entah kalau yang lain……asal ? Tentu
ada asalnya loh? (TENANG) Asal saya bisa menutup mulut sampai kapanpun
juga…… mungkin sampai mati. Kalau saya bisa berlaku begitu , dijamin deh……
tujuh turunan saya tak akan kelaparan…… kenapa begitu ? Itu rahasia……
mangkanya waktu saya bermimpi tadi…… hampir saja saya mengemukakan rahasia
yang tidak boleh saya ucapkan……rupanya saudara-saudara pengaruh membaca
buku ini kuat sekali…… seperti dikatakan oleh penulisnya……yang orang Barat……
namanya (MEMPERLIHATKAN BUKU PADA PENONTON) Minsier Zemar,
beliau ini mengatakan, bahwa kejujuran adalah sisi hati manusia yang paling sulit
dipelihara daripada ketidakjujuran, ketidakjujuran dapat dipelihara oleh siapa saja
yang namanya manusia. Kejujuran lebih banyak menderita, tercampakkan, kesepian,
dibandingkan ketidakjujuran, yang satu ini banyak dipelihara, dipupuk dan selalu tak
pernah kesepian, begitu katanya…… kenapa buku ini saya baca padahal dapat
menganggu keteguhan saya di dalam menjaga rahasia yang selama ini saya
rahasiakan dan memang harus terus saya rahasiakan, kalau saya mau hidup terus dan
menikmati udara yang lebih merdeka di luar sana bersama istri dan keluarga.
Masalahnya sederhana saja, buku ini perlu di baca……dan bicara jujur, isi dari buku
ini dapat saya benarkan……benar-benar hasil analisa yang jitu, akurat dan mantap
(SEPERTI MENYESAL) Hanya sayang, sampai detik ini……saya belum tahu siapa
yang mengirim buku ini…… saya berhadapan dengan rahasia baru yang membuat
saya penasaran. (MENIMANG-NIMANG BUKU) Buku yang baik……
(MENYIMPAN DI MEJA) Oh, ya …. saudara-saudara, dua atau tiga hari sekali saya
dikunjungi istri dan keluarga saya… (DUDUK DI KURSI) Istri saya sangat cantik
saudara-saudara…… (MEMPERLIHATKAN POTRET DALAM FIGURA) Dia
mantan pragawati terkenal, wanita setia dan ibu yang baik bagi suami dan anak-
anaknya. Saya rindu dirinya, saya rindu pelukannya, tentu saudara-saudara berpikir;
kalau saya rindu, lalu saya melakukan masturbasi atau sebangsanya, tidak saudara-
saudara……amit-amit kalau saya melakukan itu… ya memang, sewaktu masa
pubertas saya suka melakukan itu… tapi sekarang tidak pernah lagi. (SEPERTI
BERBISIK) Kalau saya rindu istri saya, saya tinggal atur dengan penjaga di sini, saya
pergi menyelinap atau lebih tepat di selinapkan…saya diantar menemui istri saya…di
suatu tempat yang sudah ditentukan sebagai tempat kami bertemu… di tempat itulah
kami melampiaskan kerinduan kami sebagai suami istri…awas jangan katakan pada
siapa-siapa, rahasia loh… tidak ada wartawan di sini kan ? Begitu saudara-saudara
kalau saya rindu istri saya, mudah dan gampang di atur, sebab apa……wong saya ini
cuma pion yang harus menjalani hukuman formal, wong saya ini tumbal dari sebuah
sistem, ambisi-ambisi pribadi, ketidakjujuran dan materialisme, konsumerisme serta
m a c a m - m a c a m n y a i t u . ( M E N E M B A N G K A N S E R AT K A L AT H I D A -
RANGGAWARSITA YANG TERKANAL ITU)
Amenagi jaman edan
ewuh aya ing pambudi
melu edan ora tahan
yentan melu ang lakoni
boya kaduman melik
kaliran wakasanipun
dilalah kersa Allah
begjane kang lali
luwih begja kang eling lawan waspada
(DIAM SEJENAk) Saudara-saudara tahu serat yang saya tembangkan tadi adalah
Serat Kalathida karya Ranggawarsita yang terkanal… isinya tentang zamannya edan,
serba sulit dalam budi, ikut edan tak tahan, kalau tidak ikut edan…tidak akan
mendapat bagian, akhirnya kelaparan, tetapi kehendak Allah, sebahagia-bahagianya
orang yang lupa, masih bahagia orang yang sadar dan waspada…… jadi jaman edan
itu tengah saya lakoni…… mau apa lagi? (SEDIH) Saya sebenarnya tidak bahagia
saudara-saudara……jauh dari bahagia……saya terbawa arus…saya lupa, khilaf, saya
menyesal, saya sadar… saya ingin berkata jujur dan menyampaikan kebenaran…lima
milyar itu tidak saya sendiri tapi saya bagikan kepada…. (KAGET) Astaga…. ! Saja
s a y a c e r i t a k a n r a h a s i a i t u … … ( M E L I H AT J A M TA N G A N L A L U
MENGHIDUPKANNYA TV, TERDENGAR SUARA PENYAIR TV) Pemerintah
bertekad bahwa korupsi akan dihapuskan sampai tuntas. Sebagai tindak lanjutnya.
Pemerintah bermaksud memberitahukan siapa saja yang terlibat kasus korupsi dan
wajah-wajah para koruptor itu akan diperkenalkan di layar TV, media cetak dan alat
komunikasi lainnya. Demikian ditegaskan oleh… (DIMATIKAN) Astaga ! Apa saya
tidak salah dengar, wong ini siaran TV pemerintah bukan siaran TV gelap (Tertawa
kecil) Ide bagus….para koruptor-koruptor itu akan malu, tutup kuping, tutup mata,
tutup mulut (TERTAWA GELI) Kalau begitu, saya pun akan terpampang dong…
(TEGAS) Biar……! Biar saja wajah saya terpampang dong…toh wajah saya
saudara-saudara sudah tahu… saya sudah bercerita cukup banyak pada saudara-
saudara…saya sudah merasa bahwa saudara-saudara saya… (DIA SESAAT) Saya
tidak dapat membayangkan…bagaimana perasaan mereka yang masih berkeliaran di
luar hotel Prodeo ini…mereka yang masih menduduki kursi-kursi empuk…mereka
yang membuat saya menjadi tumbal perbuatan lima milyar…saya tidak dapat
membayangkannya…saudara-saudara dapat membayangkannya…? (HENING
SEJENAK) Memang susah bagi saudara-saudara membayangkan yang sedih-sedih…
karena tema kesedihan sudah jadi simphoni hati saudara-saudara…tapi buat mereka
yang biasa membayangkan yang senang-senang dan lalu mengalaminya tanpa risi
meraih segalanya yang mereka mau… justru susah membayangkan yang sedih-
sedih…sebab simphoni hati mereka adalah tembang kesenangan…(SENANG) Saya
sering dapat remisi…dan minggu saya bebas…saya akan hirup udara kemerdekaan
lebih sempurna…saya akan mendapat julukan…mantan koruptor lima milyar
(RINGAN) Biar…apapun kata orang-orang nanti saya akan hadapi…seperti akhir
tembang yang saya bawakan tadi…sebahagia-bahagianya orang yang lupa…masih
bahagia orang yang sadar dan waspada…saya akan memilih sadar dan waspada…
(MENGAMBIL BUKU) Saya akan baca sampai habis dan berulang-ulang buku yang
baik ini… (DUDUK MEMBACA) Kejujuran memang mahal saudara-saudara…
kesadaran memang datangnya suka terlambat……
waspada sepertinya tak pernah terpikirkan…buku yang bagus…saya akan
membacanya sampai habis…saya akan membacanya berulang-ulang…saya akan
membacanya sampai habis…saya membacanya berulang-ulang…saya akan
membacanya sampai habis…saya membacanya berulang-ulang…

SELESAI