Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

KAITAN PANDANGAN KEDOKTERAN DAN ISLAM MENGENAI

EFEKTIVITAS MINDFULNESS-BASED COGNITIVE THERAPY

(MBCT) TERHADAP GANGGUAN HIPOKONDRIASIS

Menurut literatur kedokteran, emosi dan kognitif memerankan peran

penting pada kemunculan ansietas dalam arus kesadaran sehingga bila individu

mengalami kondisi yang tidak menyenangkan, maka akan timbul emosi yang

tidak menyenangkan sesuai dengan pemikirannya mengenai keadaannya tersebut

(kognitif). Pikiran negatif dan ruminatif merupakan refleksi untuk mengubah

keadaannya dan mendapatkan solusi, namun sayangnya individu justru bertambah

ansietas dengan pikiran negatifnya tersebut. Terapi MBCT memanfaatkan

kesadaran pasien dalam memperkuat sumber daya internalnya dan kemampuan

mengakses sumber daya tersebut, sehingga pasien menyadari situasi saat ini

secara lebih jelas dan menerima segala peristiwa yang sedang terjadi saat ini

karena pada dirinya timbul sudut pandang baru dalam melihat permasalahan

maupun alternatif solusinya. MBCT membentuk energi positif, pikiran yang

jernih, dan perasaan tenang. MBCT efektif mengurangi gejala-gejala ansietas pada

penderita hipokondriasis bahkan setelah 1 tahun follow up pasca intervensi, selain

itu prosedur MBCT nampaknya sangat diterima oleh sebagian besar peserta,

sehingga angka kepatuhan terapi MBCT sangat tinggi bila dibandingkan dengan

tatalaksana psikologi lainnya.

50
Menurut tinjauan Islam, hipokondriasis merupakan salah satu bentuk

gangguan kecemasan dan ketakutan pada kondisi badan yang relatif sehat yang

timbul sebagai akibat kurangnya tawakal (rasa penerimaan) sehingga pikiran-

pikiran negatif sering muncul dan membentuk sebuah prasangka buruk terhadap

diri sendiri prasangka baik kepada Allah dan dirinya sendiri. Dalam Islam,

Rasulullah menganjurkan kepada setiap orang yang sakit agar berusaha mecari

obat yang sesuai dengan penyakitnya. Pada hipokondriasis, pengobatan yang

sesuai adalah dengan membangkitkan rasa tawakkalnya dan penerimaan terhadap

segala peristiwa yang dialami sebagai sesuatu yang memang akan dilalui dan

berprasangka baik kepada Allah dan diri sendiri sehingga akan timbul keyakinan

dan pikiran positif pada dirinya. Dalam Islam, pengolahan diri ini dilalui dengan

berdzikir, shalat dan membaca Al-Qur’an yang merupakan sumber ketenangan

dan kebahagiaan.

Dengan demikian, pandangan ilmu kedokteran dan Islam sejalan

mengenai terapi MBCT dalam mengatasi kecemasan pada hipokondriasis yaitu

berprinsip pada manfaat dan mencegah mudharat, selama dikerjakan oleh tenaga

ahli yang terampil maka terapi MBCT diperbolehkan dalam mengobati gejala-

gejala hipokondriasis dalam rangka memelihara tujuan syariat Islam penderita

yang meliputi pemeliharaan terhadap nyawa, akal, harta dan agama penderita.

51