Anda di halaman 1dari 4

Berapa Jumlah Cekungan Geologi di Indonesia ?

Posted on 1 April 2009 by Rovicky

6 Votes

Memetakan atau memberikan garis batas cekungan (Basin Outline) sepertinya pekerjaan
mudah karena cekungan-cekungan seringkali dikenali dari kedalaman basement atau batuan
dasarnya. Namun ketika mencoba membuat klasifikasi cekungan-cekungan ini untuk
keperluan studi ilmiah maupun eksplorasi seringkali mbundet. Apalagi ketika ingin dipakai
untuk membuat database. Salah satunya untuk keperluan GIS (Geographic Information
system).

“Wuiih Pakdhe serius lagi. Batupetirnya donk Pakdhe !”

Batas cekungan (Basin Outline)

Dibawah ini peta sebuah cekungan antah berantah yang kalau dilihat dari peta maupun
penampangnya (cross-section) akan memperlihatkan bahwa adanya penumpukan yang tidak
sederhana lagi.
Mana Batas Cekungan itu ?

Permasalahan tidak hanya untuk batas saja, tetapi juga untuk memasukkan data-data lain
misalnya data pemboran sumur dalam database .Termasuk juga untuk memasukkan
klasifikasi. Bagaimana dengan sumur A, B dan C. Sumur yg ini tergabung dalam kategori
yang mana nantinya?.

Persoalan diatas tidak hanya imaginasi saja. Dibawah ini contoh riil di Australia. Di
Indonesiapun banyak sekali permasalahan yang sama seperti dibawah ini.
Cekungan dengan sejarah berbeda-beda (multistories basins)

Jadi kalau ada yang menyebutkan bahwa di Indonesia ada 50 cekungan, ada yang
mengatakan 60 cekungan. Jangan heran ! Mereka memiliki cara pandang masing-masing
ketika memetakan apa yang disebut Cekungan.

Tidak hanya karena lokasinya berbeda, masing-masing yang disebut cekungan ini memiliki
ciri geologi yang unik. Setiap cekungan memilki karakteristik dalam proses terbentuknya,
isinya, serta proses-proses lanjutan setelah terisi oleh batuan sedimen.

Dibawah ini peta cekungan yang dibuat oleh Harry Doust.

Peta Cekungan untuk kebutuhan perminyakan yang dibuat oleh Prof. Dr. Harry Doust
“Hallah Pakdhe. Biasanya di Indonesia itu lebih banyak lebih baik. Pulau Seribu juga
ngga nyampai seratus pulau kok :)”

Berapapun jumlah cekungannya tetapi jumlah minyak yang sudah diketemukan tetap saja
segitu. Namun seringkali dijumpainya cekungan-cekungan baru akan menambah potensi dan
seandainya digali (dibor) akan menambah jumlah cadangan. Perhatikan peta diatas tidak
memperlihatkan kerumitan

Jadi jangan terpaku jumlah basin atau cekungan dalam angka saja, ya !