Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTEK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RUMAH SAKIT ISLAM GONDANGLEGI
2015 - 2017
KEHAMILAN EKTOPIK ( KET) (ICD-10:)
Pengertian (Definisi) Suatu Kehamilan yang hasil berimplantasi diluar cavum uteri dan
berakhir dengan abortus atau ruptur tuba.
Anamnesis 1. Gejala kehamilan berupa mual,muntah,kelelahan,terlambat
menstruasi,perubahan payudara,penambahan berat badan.
2. Flek perdarahan
3. Nyeri perut hebat
Pemeriksaan Fisik - Tanda kehamilan : uteru membesar sesuai umur kehamilan.
- Perdarahan pervaginam berwarna coklat tua
- Nyeri tekan dan nyeri lepas abdomen
- Nyeri goyang portio,nyeri tekan adneksa,dan pada cavum
douglas menonjol karena adanya pembekuaan darah.
- Tanda syok :
1. Perubahan kesadaran ( apatis,letargis,samnolen)
2. Nadi teraba cepat dan lemah,sehingga tidak teraba
3. Akral dingin dan lembab
Kriteria Diagnosis - Positif hamil dengan nyeri perut dan perdarah vagina disertai
tanda syok.
- Pemerikaan USG yang menunjukkan KET.
Diagnosa Kerja Kehamilan ektopik terganggu
Diagnosa Banding - Abortus iminen atau insipien
- Kista ovarium pecah dan mengalami perdarahan
- Torsi kista ovarium
- Kista terinfeksi
- Apendisitis acut
- Penyakit radang panggul
Pemeriksaan Penunjang - Pemerisaan laboratorium : kadar hemoglobin, Leukoit,Beta HCG
dalam serum,uji kehamilan tes urine.
- USG:
1. uterus yang membesar
2. tidak ada kantung kehamilan dalam cavum uteri,adanya
kantung kahamilan diluar cavum uteri
3. terdapat gambaran masa komplek dan atau darah / cairan
bebas di daerah adnexsa dan atau di cavum daouglas
- laparoskopi diagnostik
Terapi - konservatif : pada kehamilan ektopik bila fertilitas masih
diperlukan ,dapat di beri teraphi medikamentosa dengan
methotrexate (MTX)
- Dengan syarat :
1. Hemodinamisasi stabil
2. Kehamilan kurang dari 8 minggu
3. Tidak ada cairan bebas pada pemeriksaan USG
4. Kantung kehamilan ektopik < 3cm
5. Tidak tampak pulsasi jantung janin
6. Kadar HCG < 10000 IU/ ml
7. Tidak ada kontra indikasi pemberian MTX
8. Dengan dosis 50 mg/m² permukaan tubuh
- Operatif :
1. laparotomi
2. Salpingektomi ( teraphi standar) bila tidak ada masalah
fertilitas, rupture tuba,perdarahan banyak,ada kelainan tuba.
3. Salpingostomi (bila fertilitas masih diperlukan )
4. Reseksi segmen
5. Pada kehamilan ektopik belum terganggu,bila terdapat
kontra indikasi operasi atau kemungkinan oprasi sulit
(kehamilan servikal,kornu,perlengketan hebatdi rongga
panggul,keadaan umum tidak memungkinkan) diberikan MTX.
- Tranfusi darah bila HB ≤ 8 gr%. (kalaukeadaan persediaan
darah susah, dan perlu sekali stransfusi, bisa dilakukan auto
transfuse dengan syrat darah intra abdomen masih
segar,tidak terinfeksi atau terkontaminasi).
Edukasi - Waspadalah kejadian serupa pada kehamilan berikutnya.
- Kontrol rutin pada kehamilan berikutnya.
Prognosis Kematian kareana kehamilan cenderung turun dengan diagnosis dini
dan pesediaan darah yang cukup. sebagian wanita menjadi seteril
setelah mengalami kehamilan ektopik atau mengalami kehamilan
ektopik lagi pada tuba sisi lain. Angka kehamilan ektopik berulang
dilaporan 0-14,6%.
Tingkat Evidens
Tingkat Rekomendasi
Penelaah Kritis 1. dr. Yayuk W, SpOG
2. dr. J. Sudarwantono ,SpOG
3. dr. Retno H, SpOG
Indikator Medis
Kepustakaan 1. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Komprehensif
(PONEK), Depkes, 2008.
2. Buku Panduan Praktizel Payanan Kezehatan Maternal dan
Neonatal. Zaifidin AB. Wiknjozaztro GH. Affandi B. Et al.PT Bina
puztaka zarwono Prawirohardji. Jakarta: 2010.
3. Panduan Praktek Klinis Obstetri Dan Ginekologi. Dep / SMF
Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Univeraitas
Padjajaran RSUP DR.Hasan Sadikin. BANDUNG : 2015

Anda mungkin juga menyukai