Anda di halaman 1dari 4

PUSKESMAS PUGER No.

Dokumen PROTAP-UPU-09
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
DIARE PADA ANAK
Halaman 1 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanakan diare pada anak ( 0 – 60 bulan )

2. Ruang Lingkup
Semua pasien anak ( 0 – 60 bulan ) yang menderita diare yang berkunjung ke Unit Pe
layanan Anak Puskesmas Kecamatan Puger.

3. Uraian Umum
3.1. Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan atau tanpa darah
dan atau lendir dalam tinja
3.2. Diare Akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang
dari tujuh hari.
Gejala :
Cengeng, gelisah, demam, nafsu makan berkurang, diare, anus dan sekitarmya
lecet, muntah, dapat disertai dengan dehidrasi.
3.3. Diare Persistensi adalah diare yang berlangsung salama 14 hari atau lebih.
3.4. Disentri adalah diare yang disertai darah dalam tinja.

Penilaian derajat Dehidrasi

Klasifikasi Tanpa Dehidrasi Dehidrasi ringan / Dehidrasi berat


sedang
Keadaan Umum Baik Gelisah, rewel Letargis atau tidak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Cubitan kulit perut Kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat lambat
Terapi Rencana terapi A Rencana Terapi B Rencana terapi C

3.5. Kriteria Rujukan


3.5.1. Diare akut dengan dehidrasi berat
3.5.2. Diare yang disertai dengan kejang, muntah terus menerus, tidak bisa
minum atau menetek, letargis atau tidak sadar.
3.5.3. Diare Persistensi dengan dehidrasi berat
3.5.4. Diare yang disertai dengan gangguan gizi berat seperti KEP
3.5.5. Disentri dengan faktor resiko menjadi berat ( umur < 1 tahun, menderita
campak pada 6 bulan terakhir )
3.6. Penatalaksanaan
Rencana Terapi A
3.6.1. Berikan anak lebih banyak cairan dari pada biasanya seperti oralit, kuah
sayur, air tajin, sari buah atau air matang sebanyak anak mau dan pemberian
diteruskan hingga diare berhenti.
3.6.2. Beri anak makanan pisang yang dihaluskan, makanan segar dan
masak yang dihaluskan atau ditumbuk diberikan sedikitnya 6 kali sehari, ASI
atau susu waktu untuk bayi < 6 bulan
3.6.3. Kebutuhan oralit.
< 12 bulan 50 – 100 ml setiap kali buang air besar
1 – 5 tahun 100 – 200 ml setiap kali buang air besar

Rencana Terapi B
3.6.4. Tentukan jumlah oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama (75 ml / kgbb)
atau sesuai tabel dibawah ini :
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-09
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
DIARE PADA ANAK
Halaman 2 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

Umur Sampai 4 bulan 4 – 12 bulan 12 – 24 bulan 2 – 5 tahun


Berat Badan < 6 kg 6 - < 10 kg 10 - < 12 kg 12 – 19 kg
Jumlah Oralit 200 – 400 ml 400 – 700 ml 700 – 900 ml 900 – 1400 ml

Bila anak menginginkan oralit lebih banyak berikan.


Teruskan ASI bagi bayi < 6 bulan dan yang tidak mendapat ASI berikan
juga 100 – 200 ml air matang.

3.6.5. Setelah 3 jam ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat


dehidrasinya dan pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengo
batan.
Rencana Terapi C
Ikuti tanda panah. Jika jawaban “YA”, lanjutkan kekanan. Jika “TIDAK”,
lanjutkan kebawah.

 Berikan cairan intravena secepatnya. Jikaanak bisa bisa


minum, beri 100 ml/kg cairan Ringer Laktat (atau jika tak
tersedia, gunakan cairan NaCL) yang dibagi sebagai berikut :
Y
Pemberian Pertama Pemberian berikut 70
A Umur
30 ml / kg selama ml/kg selama :
Bayi
(dibawah umur 1 jam* 5 jam
12 bulan )
Anak
(12 bulan 30 menit* 2 ½ jam
sampai 5 tahun)
 Ulangi sekali lagi jika denyut nadi sangat lemah atau tidak ada
 Periksa kembali anak setiap 1 – 2 jam. Jika status hidrasi
belum membaik, beri tetesan intravena lebih cepat.
 Juga beri oralit (kira-kira 5 ml/kg/jam) segera setelah anak
mau minum: biasanya sesudah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam
(anak)
 Periksa kembali bayi sesudah 6 jam atau anak sesudah 3 jam.
Y Klasifikasikan dehidrasi. Kemudian pilih rencana terapi yang
A sesuai (A, B, atau C) untuk melanjutkan pengobatan.

 Rujuk SEGERA untuk pengobatan intravena


 Jika anak bisa minum, bekali ibu larutan oralit dan tunjukan
cara meminumkan pada anaknya sedikit demi sedikit selama
dalam perjalanan

Y  Mulailah melakukan rehidrasi dengan oralit melalui pipa


A nasogastrik atau mulut: beri 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total
120 ml/kg/jam)
 Periksa kembali anak setiap 1-2 jam :
- Jika anak muntah terus menerus atau perut makin kembung,
beri cairan lebih lambat
- Jika setelah 3 jam keadaan hidrasi tidak membaik, rujuk
anak untuk pengobatan intravena
 Sesudah 6 jam, periksa kembali anak. Klasifikasikan dehidrasi.
Kemudian tentukan
 Rencana Terapi yang sesuai (A,B, atau C) untuk melanjutkan
pengobatan.
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-09
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
DIARE PADA ANAK
Halaman 3 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

 Jika mungkin, amati anak sekurang-kurangnya 6 jam setelah


Keterangan : 1 ml = 20 tetes / menit – infus makro
rehidrasi untuk meyakinkan bahwa ibu dapat mempertahankan
60 tetes / menit – infus mikro hidrasi dengan pemberian larutan oralit per oral.

Pemberian Antibiotik pada tersangka Kolera

Kotrimoksazole ( 2 x sehari
Tetrasiklin ( 4 x sehari )
) Kapsul 250 mg
Umur / BB
Tab Dewasa Tab Anak Syrup
( 480 mg ) ( 120 mg ) ( 240 mg / 5 ml )
2 – 4 bulan Jangan diberikan
¼ tablet 1 tablet 2,5 ml
( 4 – < 6 kg )
4 – 12 bulan ½ kapsul
½ tablet 2 tablet 5 ml
( 6 - < 10 kg )
1 – 5 tahun 1 kapsul
¾ atau 1 tablet 3 tablet 7,5 ml
( 10 - < 19 kg )

Pemberian Antibiotik pada tersangka Disentri

Kotrimoksazole ( 2 x sehari ) Ampicillin


Umur / BB Tab Dewasa Tab Anak Syrup Tab 500 mg Syrup
( 480 mg ) ( 120 mg ) ( 240 mg / 5 ml ) 125 mg/5 ml
2 – 4 bulan
¼ tablet 1 tablet 2,5 ml ¼ tablet 5 ml
( 4 – < 6 kg )
4 – 12 bulan
½ tablet 2 tablet 5 ml ½ tablet 10 ml
( 6 - < 10 kg )
1 – 5 tahun
¾ atau 1 tablet 3 tablet 7,5 ml ½ tablet 10 ml
( 10 - < 19 kg )

4. Prosedur
Perawat
4.1. Menanyakan identitas pasien dan menanyakan keluhan pasien kepada orang tuanya, catat
dalam formulir MTBS.
4.2. Timbang BB pasien dan ukur suhu badannya bila pasien demam, catat dalam formulir
MTBS
4.3. Lakukan anamnesa sesuai formulir MTBS, klasifikasikan dan catat dalam formulir MTBS
4.4. Letakkan formulir MTBS dan buku status pasien di meja dokter.

Dokter
4.5. Membaca formulir MTBS pasien yang sudah diisi paramedis
4.6. Lakukan anamnesa dan catat hasil anamanesa dalam buku status pasien
4.7. Lakukan pemeriksaan fisik dan catat hasil pemeriksaan pada buku status pasien
4.8. Tegakkan diagnosa dan catat dalam buku status pasien
4.9. Lakukan terapi
4.9.1. Simtomatis sesuai gejala yang ditemukan pada pasien.
4.9.2. Berikan antibiotik sesuai indikasi
4.9.3. Lakukan rehidrasi sesuai derajat dehidrasi pasien
4.10. Ingatkan ibu pasien untuk kembali bila anak malas minum atau ada darah dalam tinja
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-09
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
DIARE PADA ANAK
Halaman 4 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

5. Catatan Mutu

5.1. Status pasien Unit Pelayanan Umum


5.2. Buku register harian unit pelayanan umum
5.3. Lembaran resep
5.4. Form resep umum luar
5.5. Form rujukan pasien umum
5.6. Form rujukan pasien (ASKES, ASKESKIN dan Umum)
5.7. Buku Register rujukan pasien
5.8. Form MTBS
5.9. Buku Register MTBS

Disahkan Oleh Dibuat Oleh

Dr. Santoso Gunawan Dr. Yukhi


Kepala Puskesmas Pengendali UPU