Anda di halaman 1dari 4

PUSKESMAS PUGER No.

Dokumen PROTAP-UPU-05
PROTAP No. Revisi. 00
PENATALAKSANAAN INFEKSI Tanggal 01 September 2007
SALURAN PERNAFASAN ATAS AKUT Halaman 1 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan saluran pernafasan atas akut.
2. Ruang Lingkup
Semua Pasien yang datang di unit pelayanan umum dan unit pelayanan 24 jam di
Puskesmas Kecamatan Cilandak yang menderita infeksi saluran pernafasan bagian atas
akut
3. Ketrampilan Petugas
3.1 Dokter Umum
3.2 Perawat Terampil
4. Uraian Umum
4.1 Infeksi Saluran Pernafasan Akut yaitu radang yang mengenai saluran pernafasan
atas dan bawah beserta , periksa adneksa Termasuk parenkhim paru
4.2 Infeksi saluran pernafasan atas akut yaitu : Infeksi primer respiratorium di atas laryng
dan yang termasuk Infeksai saluran pernafasan atas akut yaitu :
4.2.1 Common Cold
4.2.2 Faringytis
4.2.3 Tonsilitis
4.3 Infeksi saluran pernafasan bawah akut yaitu infeksi primer respiratorial mulai dari
laring ke bawah yang termasuk ini :
4.3.1 Epiglotitis
4.3.2 Pneumonia
4.3.3 Laring tracheo bronchitis
Kriteria diagnostic
4.4 Commmon Cold
4.4.1 Gejala Klinis
4.4.1.1 Pilek, bersin, hidung tersumbat
4.4.1.2 Disertai demam dan nyeri otot
4.4.2 Pemeriksaan Fisik
4.4.2.1 Oedem concha
4.4.2.2 Rhinorea ( ingus bening s/d hijau )
4.4.3 Terapi
4.4.3.1 Symptomatik :
4.4.3.1.1 Anti pyretic ( paracetamol di usia 6 – 12 tahun : 150 – 300
mg / x, max : 1,2 gr / hari
4.4.3.1.2 Anti alergi, dosis : 300 – 1000 mg / x
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-05
PROTAP No. Revisi. 00
PENATALAKSANAAN INFEKSI Tanggal 01 September 2007
SALURAN PERNAFASAN ATAS AKUT Halaman 2 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

- Ctm dosis 2 – 4 mg / hari, maksimal : 4 gr / hari


- Coratadine : 1 x tab
4.4.3.2.3 Multivitamin
4.4.3.2 Asupan Cairan Cukup
4.4.3.3 Menghindarkan paparan asap rokok
4.5 Faringitis – Naso Faringitis – Tonsilo Faringitis Akut
4.5.1. Gejala Klinis
4.5.2. Batuk, pilek, panas badan dan nyeri tenggorokan
4.5.3. Mual dan muntah
4.6 Pemeriksaan Fisik
4.6.1 Eritemia Tonsilofaring
4.6.2 Eksudat
4.6.3 Petechiae di
4.6.4 Pembesaran KGB servikal anterior
4.7 Terapi
4.7.1. Pemberian Antibiotik
Rekomendasi AAP terhadap pemberian antibiotic

ANTIBIOTIK TANPA ANTIBIOTIK


Oleh karena infeksi streptococcus grup A Gejala infeksi virus : Konjungtivitis,
batuk, coryza, diare
Gejala : Keterlibatan banyak mukosa
Nyeri tenggorokan : demam > 380 C mual muntah sangat menular
Pemeriksaan fisik :
Eritema tonsilafaring, eksudat, petechiac palatum
KGB servikal anterior >>

4.8 Terapi Symptom


4.8.1. Antipiretik untuk demamnya
- Cough medicine
- Paracetamol dosis anak : 6 – 12 tahun 150 – 300 mg / x , dewasa : 250 –
1000 mg / x dibagi dalam 3 – 4 dosis
- DMP anak : 1 mg / kg BB / hari dibagi dalam 3 – 4 dosis, dewasa : 15 –
130 mg / hari
- GO anak : 2 – 3 x, 100 – 200 mg / hari, dewasa 2 – 3 x, 200 – 400 mg /
hari
4.8.2. Anti alergi
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-05
PROTAP No. Revisi. 00
PENATALAKSANAAN INFEKSI Tanggal 01 September 2007
SALURAN PERNAFASAN ATAS AKUT Halaman 3 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

- CTM : 2 – 4 mg / hari
- Dexametharme anak : 4 x 6 mg / hari, dewasa : 4 x 6 – 10 mg / hari
4.8.3. Dekongestan
4.8.4. Asupan cairan cukup
4.8.5. Penghindaran paparan terhadap asap rokok
4.8.6. Jenis antibiotic yang dipergunakan untuk ISPA
4.8.7. Golongan penicillin
4.8.7.1. Amoxcylin dosis : 20 – 50 mg / kg bb / hari dalam 3 dosis
4.8.7.1.1. Ampicillin dosis : 20 – 50 mg / kg bb / hari dibagi dalam 3
dosis
4.8.7.2. Golongan Makrolid
4.8.7.2.1. Erytomicin dosis : anak 6 – 12 tahun 200 mg / kali tiap 6
jam, dewasa : 4 x 250 – 500 mg / hari
4.8.7.3. Golongan quinolon
4.8.7.3.1. Ciproflokacin dosis : dewasa 2 x 500 mg / hari
4.8.7.4. Golongan Tetraciklin
4.8.7.4.1. Tetraciklin dosis : anak 25 – 50 mg / kg / hari dibagi
dalam 4 dosis, dewasa : 4 x 250 – 500 mg / hari
4.8.7.5. Lain-lain
4.8.7.5.1. Kotrimoxsazole dosis : anak 40 mg Sulfametoxatole / kg
bb / hari dibagi dalam 2 dosis, dewasa 2 x 480 - 960 mg
/ hari
5. Instruksi Kerja
5.1 Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan mencatat dalam
buku status pasien.
5.2 Dokter melakukan anamnesa terhadap pasien:
5.2.1 Ada tidaknya panas badan, sudah berapa lama. Batuk dan jenis batuk. Nyeri
tenggorokan, sakit menelan
5.3 Dokter melakukan pemeriksaan fisik.
5.3.1 Memeriksa rongga tenggorokan
5.3.1.1 Hiperemis paring
5.3.1.2 Petechine palatal

5.3.1.3 Hipertensi + Hiperensi Tonsil


5.3.2 Pemeriksaan thorax sunra napas 1 paru :
5.3.2.1 Normal / tidak
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-05
PROTAP No. Revisi. 00
PENATALAKSANAAN INFEKSI Tanggal 01 September 2007
SALURAN PERNAFASAN ATAS AKUT Halaman 4 / 4
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

5.3.2.2 Slem
5.3.2.3 Wheetis
5.3.2.4 Donchi
5.4 Dokter melakukan pencegahan di guratik dan terapi sesuai dengan acuan diatas
5.5 Melakukan rujukan jika memenuhi kriteri di atas
6. Indikator kinerja
Penanganan Infeksi Saluran Pernafasan Atas Akut sesuai acuan
7. Catatan Mutu
7.1 Buku register harian unit pelayanan umum
7.2 Lembaran resep
7.3 Form resep umum luar
7.4 Form rujukan pasien umum
7.5 Form rujukan pasien (ASKES, ASKESKIN dan Umum)
7.6 Buku Register rujukan pasien