Anda di halaman 1dari 5

Soal UTS Gasal 2015/2016

Dosen: Dr. Margani Pinasti, SE, M.Si, Ak

1. Jelaskan perbedaan penelitian kuantitatif vs penelitian kualitatif!


Keterangan Kuantitatif Kualitatif
A. Data - Bentuk angka - Bentuk deskripsi
- Coding - Dokumen pribadi
- Hitungan/bilangan ukuran - Catatan observasi di
- Variabel yang lapangan
dioperasikan - Hasil foto
- Pernyataan dari masyarakat
B. Tujuan - Menguji teori - Mengembangkan konsep
- Membuat prediksi - Mengembangkan
- Memberikan gambaran pemahaman
secara statistik - Mengembangkan teori dan
- Menunjukkan hubungan kondisi di lapangan
antar variabel - Mengembangkan kenyataan
- Mengukuhkan data yang kompleks
C. Sampel - Banyak dan luas - Sedikit
- Representatif - Non representatif
- Kontrol terhadap variabel
eksternal
- Ditentukan secara random
D. Teknik - Eksperimen - Observasi partisipatif
pengumpulan - Survei (observasi, - Wawancara terbuka
data wawancara terstruktur)

E. Hipotesis Dirumuskan Tidak dirumuskan


penelitian
F. Analisis data - Deduktif - Induktif
- Dilakukan jika data telah - Dilakukan berkelanjutan
terkumpul dari awal-akhir penelitian

2. Jelaskan perbedaan antara variabel pemoderasi (moderating variabel) dengan


variable intervening (intervening varabel). Berikan contohnya:
variabel pemoderasi variable intervening
variabel yang memperkuat atau Variabel penyela / antara variabel
memperlemah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen,
independen ke dependen. sehingga variabel independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya
atau timbulnya variabel dependen.
Dapat digambarkan dengan skema: Dapat digambarkan dengan skema:
Contoh: Contoh:
Kompensasi memperkuat pengaruh Terdapat pengaruh jumlah biaya
antara kepuasan kerja terhadap kinerja. pendidikan yang dikeluarkan oleh orang
Artinya kepuasan kerja berpengaruh tua terhadap gaya hidup mahasiswa dan
terhadap kinerja, dan adanya kompensasi berimbas pada IPK mahasiswa tersebut.
yang tinggi maka pengaruh antara Variabel dependen : IPK mahasiswa
kepuasan kerja terhadap kinerja menjadi Variabel independen: Jumlah biaya
lebih meningkat. pendidikan
Variabel dependen: kinerja Variabel intervening : gaya hidup
Variabel independen: kepuasan kerja
Variabel pemoderasi: kompensasi

3. Pilih salah satu pertanyaan dari dua pertanyaan berikut ini dan berikan
jawabannya:
a. Jelaskan bagaimana langkah-langkah dalam mengembangkan hipotesis
penelitian!
1) Menentukan format pernyataan hipotesis
- If-then statement (jika ... maka ...)
- Directional (memiliki arah) atau nondirectional hypotheses (tidak
menghasilkan arah)
2) Menentukan hipotesis nol dan alternatif
3) Menguji hipotesis:
- Menyatakan hipotesis nol dan alternative.
- Memilih uji statistik yang tepat berdasarkan apakah data yang dikumpulkan
adalah parametrik atau non parametrik.
- Menentukan tingkat signifikansi yang diinginkan.
- Memastikan apakah hasil dari analisis komputer menunjukkan bahwa
tingkat signifikansinya terpenuhi.
- Jika nilai hitung (resultant value) lebih besar daripada nilai kritis (critical
value), hipotesis nol ditolak, dan alternatif diterima, dan sebaliknya.

b. Jelaskan bagaimana melakukan analisis data dalam penelitian kualitatif!


Analisis data pada penelitian kualitatif bersifat induktif yaitu berdasarkan data
yang diperoleh dikembangkan ke dalam pola hubungan tertentu. Analisis
data dilakukan sejak sebelum masuk lapangan, selama di lapangan dan
setelah selesai lapangan. Analisis sebelum di lapangan dilakukan terhadap
data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk
menentukan fokus penelitian. Analisis data kualitatif dilakukan secara
interaktif dan berlangsung terus-menerus.
Aktivitas dalam analisis data kualitatif model Miles & Huberman:
- Data reduction (reduksi data): semakin lama di lapangan, data semakin
banyak dan kompleks. Untuk itu perlu segera merangkum, memilih hal-
hal pokok, mencari tema dan polanya.
- Data display (penyajian data: bisa dalam bentuk uraian singkat, bagan,
hubungan antar kategori, flowchart atau naratif.
- Conclusion drawing / verivication: penarikan kesimpulan dan verifikasi.

4. Pilih salah satu pertanyaan dari dua pertanyaan berikut ini dan berikan
jawabannya:
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan validitas dan reliabilitas dalam
penelitian kuantitatif!
Validitas: sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam
melakukan fungsi ukurnya. Sebuah tes adalah valid jika mengukur apa yang
hendak diukur.
Jenis-jenis validitas:
- Concurret validity (validitas isi): memastikan sekumpulan item telah memadai
dan mewakili konsep yang diukur.
- Criterion related validity (validitas berdasar kriteria): terpenuhi ketika suatu
pengukuran membedakan individu menurut kriteria yang diprediksi.
 Validitas konkuren: sesuatu yang berbeda harus diberi skor yang
berbeda pula.
 Validitas prediktif: kemampuan instrumen pengukuran untuk
membedakan individu-individu dengan kriteria masa depan.
- Construct validity (validitas konsep): sejauh mana suatu tes mengukur
konstruk teoritis yang akan diukur.
 Validitas konvergen: jika dua instrumen pengukuran mengukur konsep
yang sama menghasilkan hasil pengukuran yang mempunyai korelasi
tinggi satu sama lain.
 Validitas diskriminan: jika berdasarkan teori dua variabel diprediksi
tidak berkorelasi, maka hasil pengukuran juga harus menyatakan
demikian.

Reliabilitas: sejauh mana pengukuran dapat dipercaya dilihat dari bentuk


keandalan instrumen yaitu berupa konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke
waktu.
Jenis reliabilitas:
- Stability of measures (stabilitas pengukuran): kemampuan suatu pengukuran
untuk tetap sama sepanjang waktu. Dapat diukur dengan:
 Test-retest reliability: menggunakan instrumen yang sama terhadap
subjek penelitian tertentu sebanyak 2x pada saat yang berbeda.
 Parallel-form reliability: contoh, membagi kuesioner kepada responden
yang intinya sama tetapi menggunakan kalimat yang berbeda.
- Internal consistency of measures (konsistensi internal ukuran): konsistensi
antara butir-butir pertanyaan atau pertanyaan dalam suatu instrumen.

b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan validitas dan reliabilitas dalam


penelitian kualitatif!
Pada penelitian kualitatif tidak mengenal istilah validitas dan reliabilitas namun
digunakan istilah credibility, transferability, dependability dan confirmability.
1) Uji kredibilitas data melalui:
a) Perpanjangan pengamatan: berpengaruh pada keluasan dan kedalaman
data.
b) Meningkatkan ketekunan: pengamatan lebih cermat dan
berkesinambungan.
c) Triangulasi: pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai
cara dan berbagai waktu
 Triangulasi sumber: mengecek data melalui beberapa sumber
 Triangulasi teknik: mengecek data kepada sumber yang sama
dengan teknik yang berbeda
 Triangulasi waktu: wawancara, observasi subjek yang sama
dalam waktu yang berbeda-beda.
d) Diskusi dengan rekan sejawat
e) Analisa kasus negatif: mencari data yang berbeda/bertentangan dengan
data yang telah ditemukan.
f) Menggunakan bahan referensi: menggunakan referensi pendukung untuk
membuktikan data yang telah ditemukan.
g) Mengadakan member check: pengecekan data yang telah diperoleh
peneliti kepada pemberi data. Apabila data telah disepakati oleh pemberi
data maka data valid/kredibel.
2) Pengujian transferability: tingkat kemampuan hasil penelitian dapat
digeneralisasikan atau ditransfer kepada konteks lain atau apakah hasil
penelitian dapat diterapkan pada situasi lain.
3) Pengujian dependability: dikatakan reliabel jika orang lain dapat
mengulangi/mereplikasi proses penelitian, caranya dilakukan dengan
pemeriksaan terhadap keseluruhan proses penelitian oleh pihak yang
independen.
4) Pengujian confirmability: menguji hasil penelitian dikaitkan dengan proses
yang dilakukan. Disebut objektif jika hasil penelitian disepakati banyak orang.

5. Jelaskan keempat skala pengukuran variabel penelitian: nominal, ordinal,


interval dan rasio, serta berikan contohnya untuk masing-masing skala!
1) Skala Nominal, hanya membedakan kategori berdasarkan jenis/macam-nya, tidak
membedakan kategori berdasarkan urutan atau tingkatan. Contoh: jenis kelamin
diberi skala 1=pria, 2=wanita.
2) Skala Ordinal, membedakan kategori berdasarkan tingkatan/urutan. Contoh:
pembeli diminta untuk mengurutkan varian teh botol merk A rasa “original”, “apel”,
“lemon”, “madu” mulai dari yang paling disukai ke dalam ranking 1 s.d. 4
3) Skala Interval, membedakan kategori dengan selang/jarak tertentu dimana jarak
antar kategorinya sama. Contoh: kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
petugas BPJS Cabang Banyumas diberi skala 1-2-3-4 dimana nilai
1: sangat tidak puas
2: tidak puas
3: biasa
4: puas
5: sangat puas
4) Skala Rasio, Gabungan dari 3 skala sebelumnya, memiliki nilai nol mutlak, dapat
dikali/dibagi, bukan rentang interval / jarak antar kategori tidak sama. Contoh:
Berat badan Tuti 40 kg
Berat badan Joni 60 kg
Ratio berat Joni 3/2 x berat Tuti
Jadi 3/2 memiliki arti.