Anda di halaman 1dari 2

4.6.

MANAJEMEN LIMBAH

Setiap tempat pelayanan imunisasi harus disediakan safety box dengan jumlah
yang cukup berdasarkan jumlah sasaran. Safety box harus diberi label dengan
nama petugas, nama tempat pelayanan dan tanggal pelayanan. Semua ADS yang
telah digunakan harus dimasukan ke dalam safety box. Jangan membuang sampah
lainnya ke dalam safety box. Setelah safety box terisi penuh (3/4), safety box
harus ditempatkan di tempat yang aman dengan kondisi tertutup. Limbah lainnya
seperti vial vaksin, ampul pelarut, kapas

dibuang ke dalam kantong plastik khusus limbah medis atau

kantong plastik biasa yang diberi tanda/ditulis “limbah medis”.

Limbah yang telah terkumpul tersebut kemudian diolah atau

dimusnahkan.

1. Limbah Medis Infeksius Tajam

Ada beberapa alternatif dalam melakukan pengelolaan

limbah infeksius tajam, yaitu :

l Bak beton

- Safety box beserta jarum bekas dimasukkan ke

dalam bak beton.

- Model bak beton dengan ukuran lebar 2 x 2

meter minimal kedalaman mulai 1,5 meter, bak

beton ini harus mempunyai penutup kuat dan

aman

l Insinerator

- Safety box beserta jarum bekas dimasukkan ke


dalam incinerator

- Model pembakaran dengan menggunakan

Incinerator double Chamber dengan tujuan

untuk menghindari asap yang keluar dari proses

pembakaran insinerator

l Alternatif pengelolaan jarum

- Setelah melakukan penyuntikan, dilakukan

pemisahan jarum dengan plastik syringe

dengan menggunakan needle cutter atau