Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

DI RUANG SOKA RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA

Oleh :

PUTU GEDE WIDIANTORO

NIM : 170104016

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA

PURWOKERTO

2017
FORMAT ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Nama Transfusi Darah pada An. K dengan diagnosa medis Thalasemia


tindakan
Pengertian Penggantian darah atau transfusi darah adalah suatu pemberian darah lengkap

atau komponen darah seperti plasma,sel darah merahkemasan atau trombosit

melalui IV.

Rasionalisasi Tujuan dilakukan tranfusi darah adalah :


Tindakan
1. Meningkatkan volume sirkulasi darah setelah pembedahan trauma ,atau
perdarahan
2. Meningkatkan jumlah seldarah merah dan untuk mempertahankan
kadar hemoglobin pada klien yang mengalami anemia berat.
3. Memberikan komponen seluler yang terpilih sebagai terapi pengganti misal
faktor pembekuan plasma untuk membantu mengontrol perdarahan pada
klien yang menderita hemofilia.

Indikasi 1. Pasien dengan kehilangan darah dalam jumlah besar (operasi


tindakan
besar,perdarahan postpartum,kecelakan,luka bakar hebat ,penyakit
kekurangan Hb,atau penykit kekrangan darah).
2. Penyakit dengan syok hemoragi
3. Post operasi

Anatomi Macam –macam jenis tranfusi darah


fisiologi
1. Darah Lengkap(whole blood)
Tranfusi darah lengkap hanya untuk mengatasi perdarahan akut dan masif
,meningkatkan dan mempertahankan proses pembekuan
INDIKASI
a. Untuk penggantian volume pada pasien dengan syok hemoragi trauma ,luka
bakar .
b. Klien dengan perdarahan masif dan telah kehilangan >25 %dari volume
darah total.
2. Packed Red Blood Cells (PRC)
Komponen ini mengandung sel darah merah ,sel darah putih,trombosit karena
sebagian plasma telah dihilangkan (80%).Hindari menggunakan komponen ini
untuk anemia yang mendapat terapi nutrisi dan obat .
Indikasi
a. 1.Pasien dengan kadar Hb rendah
b. 2.Pasien anemia karena kehilangan darah saat pembedahan .
c. 3.Pasien dengan massa sel darah merah rendah.
3. White Blood Cell(WBC atau leukosit)
Komponen ini terdiri dari darah lengkap dengan isi seperti sel darah
merah ,plasma dihilangkan 80%.
Indikasi
Pasien sepsis yang tidak berespon dengan antibiotik (khususnya untuk pasien
dengan kultur darah positif,demam persisten >38 C dan granulositopenia).
4. Platelet/Trombosit
Komponen ini digunakan untuk mengobati kelainan perdarahan atau jumlah
trombosit yang rendah .Komponen ini diberkan secara cepat.Periksa hitung
trombosit pada 1 dan 24 jam setelah pemberian .
Indikasi
a. Pasien dengan trombositopenia (karena penurunan trombosit / peningkatan
pemecahan trombosit.
b. Pasien dengan leukimia dan marrow aplasia.

5. Fresh Frozen Plasma(FFP)


Komponen ini digunakan untuk memperbaiki dan menjaga volume akibat
kehilangan darah akut . FFP ini mengandung semua faktor pembekuan darah
(faktor V,VII,IX). Pemberian ini dilakukan secara cepat ,pada pemberian FFP
idalam jumlah besar diperlukan koreksi adanya hypokalsemia karena asam sitrat
dalam FFP mengikat kalsium.
Indikasi
a. 1.Pencegahan perdarahan post operasi dan syok
b. 2.Pasien dengan defisiensi faktor koagulasi yang tidak bisa ditentukan .
c. 3.Klien dengan penyakit hati dan mengalami defisiensi faktor pembekuan.
6. Albumin 5% dan Albumin 25%
Komponen ini terdiri dari plasma protein ,digunakan sebagai expander darah dan
pengganti protein.
Indikasi
a. Pasien yang mengalami syok karena luka bakar ,trauma,pembedahan atau
infeksi
b. Terapi hyponatremi

Alat dan a. Standar Infus


bahan b. Set Transfusi (Tranfusi Set)
c. Botol berisi NaCl 0,9%
d. Produk darah yang benar sesuai program medis
e. Pengalas
f. Torniket
g. Kapas alkohol
h. Plester
i. Gunting
j. Kassa steril
k. Betadine
l. Sarung tangan

Prosedur No Standar operasional prosedur


tindakan 1 Fase pre interaksi
Persiapan alat

a. Standar Infus
b. Set Transfusi (Tranfusi Set)
c. Botol berisi NaCl 0,9%
d. Produk darah yang benar sesuai program medis
e. Pengalas
f. Torniket
g. Kapas alkohol
h. Plester
i. Gunting
j. Kassa steril
k. Betadine
l. Sarung tangan

2 Fase Orientasi
1. Memberikan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan
5. Menjelaskan lamanya waktu tindakan
3 Fase Kerja
1. Cuci tangan
2. Gantungkan larutan NaCl 0,9% dalam botol untuk digunakan
setelah transfusi darah
3. Gunakan slang infus yang mempunyai filter (slang 'Y' atau tunggal).
4. Lakukan pemberian infus NaCl 0,9% (baca: Prosedur pemasangan
infus) terlebih dahulu sebelum pemberian transfusi darah
5. Lakukan terlebih dahulu transfusi darah dengan memeriksa
identifikasi kebenaran produk darah : periksa kompatibilitas dalam
kantong darah, periksa kesesuaian dengan identifikasi pasien,
periksa kadaluwarsanya, dan periksa adanya bekuan
6. Buka set pemberian darah
7. Tusuk kantong darah
8. Tekan sisi balik dengan ibu jari dan jari telunjuk sehingga filter
terisi sebagian
9. Buka klem pengatur, biarkan slang infus terisi darah
10. Hubungkan slang transfusi ke kateter IV dengan membuka klem
pengatur bawah
11. Setelah darah masuk, pantau tanda vital tiap 5 menit selama 15
menit pertama, dan tiap 15 menit selama 1 jam berikutnya
12. Setelah darah di infuskan, bersihkan slang dengan NaCl 0,9%
13. Catat type, jumlah dan komponen darah yang di berikan
14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
4 Fase Terminasi
1. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan
transfusi darah
2. Menyimpulkan hasil kegiatan
3. Memberikan reinforcement positif
4. Melakukan kontrak waktu( waktu, topic/kegiatan selanjutnya )
5. Merapikan alat
6. Mencuci tangan
5 Dokumentasi
1. Mencatat waktu pemberian transfusi, kecepatan tetesan, serta respon
klien terhadap tindakan
Respon Pasien terlihat tenang,
Obyektif Tetesan darah lancar, dipasang pukul 24.00
Habis pukul 05.00
Respon Ibu pasien mengatakan anaknya bisa tertidur dengan tenang,
Subyektif
Refleksi diri Dalam melakukan interaksi terhadap pasien perawat masih merasa kurang
Kekurangan lancar dikarenakan belum terbiasa berhadapan dengan pasien dan keluarganya.
selama fase
interaksi
Refleksi diri Dalam melakukan tindakan sudah dilakukan sesuai SOP
Kekurangan
selama fase
kerja
Refleksi diri Dalam fase terminasi perawat sudah meberikan arahan dan memberitahu pasien
Kekurangan apabila ada hal yang dibutuhkan untuk menghubungi perawat diruang perawat
selama fase
terminasi
Refleksi diri Setelah selesai tindakan alat sudah dirapikan
Kekurangan
selama fase
setelah
interaksi