Anda di halaman 1dari 12

Di bawah ini adalah 10 jenis tanaman umbi-umbian,untuk

gambarnya silakan cari masing-masing. boleh copy asalkan


mencantumkan halaman web ini.

Ganyong(canna edulis ker) adalah tanaman umbi-umbian yang


termasuk tanaman dwi tahunan(2 musim), hanya saja dari tahun ke tahun
berikutnya mengalami masa istirahat. Daun-daunnya mengering lalu
tanamannya hilang dari tanah. Pada musim hujan tunas akan keluar dari
mata-mata umbi/rizhomanya. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan,
tapi sekarang sudah banyak menyebar dari sabang sampai merauke.
Ganyong ada dua macam yaitu ganyong merah dan putih.
Ganyong Merah
Batang lebih besar
Agak tahan kena sinar dan tahan kekeringan
Sulit menghasilkan biji
Hasil umbi basah lebih besar tapi kadar patinya rendah
Umbi lazim dimakan segar (direbus)
Ganyong Putih
Lebih kecil dan pendek
Kurang tahan kena sinar tetapi tahan kekeringan
Selalu menghasilkan biji dan bisa
diperbanyak menjadi anakan tanaman
Hasil umbi basah lebih kecil, tapi kadar patinya tinggi
Hanya lazim diambil patinya.
Ganyong cukup berpotensi sebagai sumber hidrat arang. Data Direktorat
Gizi Depkes RI menyebutkan bahwa kandungan gizi Ganyong tiap 100
gram secara lengkap terdiri dari kalori 95,00 kal; protein 1,00 g; lemak
0,11 g; karbohidrat 22,60 g; kalsium 21,00 g; fosfor 70,00 g; zat besi 1,90
mg; vitamin B1 0,10 mg; vitamin C 10,00 mg; air 75,00 g. Oleh karena itu
ubi ganyong dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti :
Panas dalam:
Umbi ganyong 30 g; Rimpang temu lawak 30 g; Air 700 ml, Direbus
sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat 2 kali sehari

Radang saluran kencing:


Umbi ganyong 40 g; Daun kumis kucing 30 g; Akar alang-alang 20 g; Air
600 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-
hangat pagi dan sore
Bibit Ganyong dapat diperoleh lewat umbi atau anakan. Tradisinya
lebih cenderung menggunakan bibit anakan. Setelah bibit siap, segera
siapkan pula lahannya. Tanah dicangkul sedalam 30 cm sampai gembur,
dan biarkan selama sekitar 15 hari. Setelah itu, dicangkul lagi sambil
dibuatkan guludan-guludan, dengan ukuran lebar 40 – 60 cm, tinggi 25 –
30 cm, dan panjang disesuaikan kondisi lapangan. Jarak antar-guludan
sekitar 10 – 100 cm. Buatkan lubang tanam sedalam 10 – 15 cm, dengan
jarak-lubang biasanya 30 x 30 x 30 cm. Bibit anakan dimasukkan ke
lubang tanam, lalu ditimbun dengan tanah.Setelah ditanam, lakukan
perawatan dan pemeliharaan. Penyiangan dilakukan sebulan sekali,
bersamaan dengan penggemburan tanah dan guludan. Di samping itu,
lakukan juga pemupukan. Serangan hawa dan penyakit hampir-hampir
tidak ada. Pasalnya, populasi dan penyebaran Ganyong masih terbatas.
Umbi ganyong memiliki banyak manfaat lain seperti Umbi yang
dewasanya yang dapat dimakan dengan mengolahnya lebih dulu atau
untuk diambil patinya. Sisa umbinya yang tertinggal setelah diambil
patinya dapat digunakan sebagai kompos.Sementara pucuk dan tangkai
daun muda dipakai untuk pakan ternak. Bunga daunnya yang cukup indah
dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ganyong biasanya dikonsumsi
sebagai camilan. Ganyong direbus, lalu dimakan. Rasanya pulen kemanis-
manisan dan bergizi cukup tinggi, terutama kandungan karbohidratnya.
Menurut produsen keripik ganyong dan tepung ganyong, pada dasarnya
untuk pemasarannya tidak masalah. Barangkali karena tingkat persaingan
belum tajam, sedangkan pertumbuhan konsumsinya terus bertahan.
Malahan tak menutup kemungkinan, produk olahan Ganyong tersebut bisa
diekspor. Umbi ganyong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
bioetanol(bahan bakar kendaraan). Bioetanol umbi ganyong dapat
meningkatkan nilai ekonomi umbi ganyong agar dapat lebih bermaanfaat
bagi perekonomian. Umbi ganyong tidak hanya dapat dimanfaatkan
untuk dijadikan tepung saja, melainkan mampu didisversifikasikan
menjadi bioetanol yang dapat mengurangi emisi gas buangan oleh energi
fosil, sehingga lebih ramah lingkungan dan menaggulangi bencana global
warming.

Suweg/porang(Amorphophallus campanulatus) dan masih


berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa, hanya saja suweg
bentuknya lebih kecil. Batang tumbuhan suweg atau bunganya muncul
begitu saja dari tanah. Ketika bunganya mekar baunya busuk dan sering
dikerubungi lalat hijau. Setelah benar-benar mekar, baunya akan hilang
dan sangat indah untuk dinikmati. Suweg biasanya sedikit gatal.
Kelebihan umbi suweg adalah kandungan serat pangan, protein dan
karbohidratnya yang cukup tinggi dengan kadar lemak yang rendah. Nilai
Indeks Glikemik (IG) tepung umbi suweg tergolong rendah yaitu 42
sehingga dapat menekan kadar gula darah, dapat digunakan untuk terapi
penderita diabetes mellitus. Konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi
akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai
penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular,
kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.
Suweg dapat hidup pada musim hujan. Perkembangbiakan tanaman
suweg dan dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Pada
setiap kurun waktu empat tahun tanaman ini menghasilkan bunga yang
kemudian menjadi buah dan biji. Satu tongkol buah dapat menghasilkan
250 butir biji yang dapat digunakan sebagai bibit dengan cara disemaikan
terlebih dahulu. Akan tetapi perkembangbiakan melalui biji memerlukan
waktu lama hingga membentuk tanaman baru. Perkembangbiakan
dengan umbi dapat dilakukan menggunakan umbi yang besar dan kecil.
Umbi katak yaitu umbi kecil yang muncul di ketiak daun dapat
dikumpulkan, kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan
dapat langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan
Manfaat suweg banyak sekali terutama dalam industri obat dan suplemen
makanan, hal ini terutama karena sifat kimia tepung suweg sebagai
pengental (thickening agent), gelling agent dan pengikat air.
Glukomannan saat ini dijadikan suplemen pangan yang dikonsumsi
penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sembelit, dan
penurun berat badan. Di Jepang umbi diolah dengan cara dimasak dan
dilumatkan untuk mendapatkan pati, kemudian dipadatkan menggunakan
air kapur menjadi gel yang disebut ‘Konnyaku’, maupun olahan berbentuk
lempengan nata de coco, dan shirataki (seperti mi). Kedua penganan
tersebut merupakan menu utama yang disebut shabu-shabu. Shirataki
dan konyaku dapat dikombinasikan dengan hidangan laut, daging, atau
sayuran. Karena kemampuannya membersihkan saluran pencernaan
tanpa bersifat laksatif, memiliki kandungan air tinggi serta rendah kalori,
porang digunakan sebagai diet food di Amerika. Manfaat lain porang
adalah sebagai lem, film, penguat kertas, pembungkus kapsul, perekat

Uwi(Discorea alata) adalah tumbuhan merambat yang dapat tumbuh


mencapai 10 m. Daunnya berbentuk mata panah. Batangnya berduri.
Setidaknya terdapat lima jenis uwi yang dikenal, yaitu: uwi
wulung, uwi beras, uwi bangkulit, uwi jengking, dan uwi rondo
sluku.
Para petani di Jawa, menyiasati karakter uwi lajer yang umbinya tumbuh
memanjang lurus ke bawah. Caranya dengan menaruh pecahan
gentengatau batubata pada bagian bawah lubang tanam. Hingga umbi
yang tumbuh akan membelok dan pelingkar-lingkar di atas lapisan
pecahan genteng atau batu bata tersebut. Cara lain adalah, dengan
menanamnya di pinggiran tebing terasering. Pada musim kemarau, saat
uwi siap dipanen, mereka akan mengorek tebing tersebut tanpa pelu
menggali. Hasilnya umbi yang tumbuh lurus memanjang lebih dari 1 m.
Karena kerepotan-kerepotan inilah maka uwi lajer kurang mendapatkan
perhatian untuk dibudidayakan secara massal. Padahal kandungan
karbohidrat uwi lajer relatif lebih tinggi jika dibanding dengan uwi kelapa
atau uwi jawa yang rasanya manis. Masyarakat akhirnya menyeleksi
secara alam hanya uwi yang enak dengan produktivitas tinggi dan
budidaya normal yang mereka kembangkan.
Benih yang digunakan bisa berupa umbi gantung atau potongan bagian
pangkal dari umbi yang tumbuh dalam tanah. Semakin besar ukuran
potongan tersebut, akan semakin besar pula hasil umbi yang akan
diperoleh nantinya. Budidaya uwi yang dilakukan masyarakat tradisional,
biasanya dengan menggali lubang pada bekas tanaman uwi sebelumnya.
Lokasi penanaman biasanya berada di bawah tegakan pohon yang akan
menjadi rambatan uwi. Ke dalam lubang tersebut diisi serasah (daun-daun
kering). Potongan umbi yang habis dipanen langsung ditaruh dalam
lubang tersebut dan kemudian ditimbun. Nanti apabila musim hujan tiba,
potongan umbi itu akan bertunas dan menjadi tanaman baru.
Di desa-desa uwi dianggap sebagai sumber pangan minor, biasanya
dipotong-potong lalu direbus dan dimakan bersama-sama teh atau kopi.
Dapat pula dihaluskan lalu dijadikan isi bakpia. Di Filipina ia dimasak
dengan gula dan dijadikan dessert atau selai yang dinamakan ube halaya.
Uwi juga menjadi bahan baku utama dessert yang dinamakan halo-halo.
Penggunaan masa kini bahkan dipakai sebagai komponen rasa bagi es
krim, susu, kue tar, serta cake yang berharga tinggi.

Gadung(Discorea hispida) tergolong tanaman umbi-umbian yang


cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Gadung
menghasilkan umbi yang dapat dimakan, namun mengandung racun yang
dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila kurang benar
pengolahannya.
Umbi gadung dikenal sangat beracun. Umbi ini digunakan sebagai
racun ikan atau mata panah. Sepotong umbi sebesar apel cukup untuk
membunuh seorang pria dalam waktu 6 jam. Efek pertama berupa rasa
tidak nyaman di tenggorokan, yang berangsur menjadi rasa terbakar,
diikuti oleh pusing, muntah darah, rasa tercekik, mengantuk dan
kelelahan. Meski demikian di Indonesia dan Cina, parutan umbi gadung ini
digunakan untuk mengobati penyakit kusta tahap awal, kutil, kapalan dan
mata ikan. Bersama dengan gadung cina (Smilax china L.), umbi gadung
dipakai untuk mengobati luka-luka akibat sifilis. Di Thailand, irisan dari
umbi gadung dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, dan
untuk menghilangkan nanah dari luka-luka. Di Filipina dan Cina, umbi ini
digunakan untuk meringankan arthritis dan rematik, dan untuk
membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung. Meskipun Umbi
Gadung ini berbahaya apabila tidak mengetahui cara pengolahannya, ada
banyak manfaat dan kegunaannya untuk pengobatan beberapa penyakit
antara lain:
Keputihan, Kencing manis, Kusta, Mulas, Nyeri empedu, Nyeri haid,
Radang kandung empedu, Rematik (nyeri persendian), Kapalan (obat
luar).
Cara menanam umbi gadung sangat mudah kita bisa menggunakan
batangnya ataupun buahnya untuk dijadikan bibit. Hal pertama yang
dilakukan adalah menyiapkan tiang penyangga bagi tumbuhnya umbi,
karena umbi ini hidupnya menjalar dan melilit melawan arah jarum jam.
Potong 20-30 cm batang umbi kemudian tancapkan disebelah tiang yang
sudah disediakan, cara lain adalah potong buah umbi gadung sesuai
keinginan, semakin besar potongan semakin besar buah yang akan
dihasilkan. kemudian tanam tapi jangan terlalu dalam jika terlalu
dalam,buah akan busuk.
Karena kaya karbohidrat dan manfaat bagi kesehatan, umbi gadung
sering diperjualbelikan sebagai pangan maupun obat-obatan herba, yang
harganya puun cukup mahal. Hal ini bisa dijadikan sebagai sumber
penghasilan bagi masyarakat. Namun di indonesia umbi gadung kurang
diperhatikan, justru di negara-negara asinglah yang sering
memanfaatkannya. Cara Pertama :Manfaat Umbi Gadung
§ Ambil umbi gadung secara hati hati agar tidak terluka
§ Potong umbi menjadi beberapa potong dengan menggunakan pisau
yang tajam.
§ Lumuri luka bekas potongan tersebut dengan abu dapur, dan biarkan
atau simpan selama 24 jam.
§ Kemudian kupas kulit potongan umbi gadung tersebut hingga bersih.
§ Cuci potongan gadung yang telah dikupas dalam air mengalir.
§ Masukkan potongan umbi gadung ke dalam keranjang dan segera
rendam dalam air garam selama 2 – 4 hari.
§ Angkatlah dan tiriskan potonganpotongan umbi gadung tersebut dari air
garam, lalu cuci dengan air gula.
§ Selanjutnya, jemur potonganpotongan umbi gadung di bawah sinar
matahari.
§ Ulangi perendaman dalam air garam, pencucian dengan air gula dan
penjemuran hingga 2 3 kali agar racun dioscorin benarbenar hilang.
Cara Kedua :Manfaat Umbi Gadung
§ Kupas kulit umbi Gadung yang masih segar sehingga bersih.
§ Potong umbi gadung tipistipis, lalu lumuri dengan abu kayu (abu dapur)
§ Jemur umbi gadung yang telah dilumuri abu kayu tersebut hingga benar-
benar kering.
§ Rendam umbi gadung tersebut dengan air bersih yang mengalir selama 3 –
4 hari.
§ Tiriskan umbi gadung tersebut, lalu cuci lagi dengan air garam.
§ Angkat dan jemur umbi gadung hingga benarbenar kering.
Untuk mendapatkan kepastian bahwa umbi gadung sudah tidak beracun,
dapat dicobakan kepada ternak. Apabila ternak yang memakan umbi
gadung tersebut tidak menunjukkan gejala apaapa, berarti umbi gadung
tersebut sudah tidak mengandung racun. Namun sebaliknya apabila
ternak yang memakannya menunjukkan gejala pusingpusing berarti umbi
gadung tersebut masih mengandung racun, oleh karena itu prosesnya
perlu diulang kembali mulai dari perendaman diair hingga
terakhir.Manfaat Umbi Gadung

Kentang ireng/kentang kleci(Solenostemon rotundifolius) adalah


umbi yang berupa kentang, kentang ini ukurannya lebih kecil lojong dan
ada pula yang bulat dari pada kentang biasanya. Kentang ini kulitnya
berwarna hitam, namun pada beberapa jenis ada yang isinya juga
berwarna hitam.
kentang kleci ternyata selain sebagai sumber karbohidrat, juga
mengandung senyawa-senyawa antioksidan dan antiproliferasi
(antiperbanyakan sel kanker) golongan triterpenic acid.

Perbanyakan bibit Kentang Hitam dilakukan dengan menggunakan stek


batang berukuran 10 cm yang dibibitkan pada polibag yang berisi
campuran tanah mineral dan kompos. Tanaman muda berumur 2 minggu
dipindahkan ke lahan tanam yang telah disiapkan terlebih dahulu. Pada
lahan tersebut disiapkan tiga blok yang dipisahkan dengan jarak antar
blok 1 m dan jarak antar petak 0,5 m. Tiap blok terdiri atas 16 petak,
setiap petak berukuran 2,0 m x 1,5 m dan satu petak berisi 12 tanaman.
Sebagai pupuk dasar pupuk N dengan dosis 30 kg ha-1 yang diberikan 2
kali yaitu 1/3 saat tanam dan 2/3 pada saat empat minggu setelah tanam,
50 kg ha-1 P2O5 dan 60 kg ha-1 K2O. Setiap lobang tanam diberi pupuk
kompos sampah organik kota sebanyak 0.5 kg dengan kandungan N, P, K,
Ca, dan Mg berturut-turut 1.19, 0.63, 0.10, 0.10, dan 0.12 g kg-1. Panen
dilakukan setelah umur tanaman mencapai 3 bulan setelah tanam.

Bagi masyarakat kentang kleci bisa dijadikan pengganti kentang biasa.


Budidaya kentang kleci bisa memberikan keuntungan, karena kentang
kleci sangat laku dipasaran,apalagi pasar internasional.

Akar garut/umbi Garut(Marantha arrundinacea) adalah suatu jenis


herba, tegak, berumpun dan merupakan tanaman tahunan. Tinggi
tanaman mencapai 0,5-1,5 m, dengan batang berdaun dan mempunyai
percabangan menggarpu. Tanaman garut dapat tumbuh pada berbagai
jenis tanah dan ketinggian tempat serta di bawah naungan. Tanaman ini
berwarna putih, panjang mencapai 10-30 cm, diameter 2-5 cm dan
dibungkus oleh daun-daun sisik yang berwarna kecoklatan.
Umbi garut termasuk tanaman umbi-umbian yang mempunyai kandungan
protein cukup tinggi. Umbi garut mempunyai kandungan protein 2-5%,
pati 10-20%, lemak 0,1-0,3% dan serat 1-3%.
Cara tanam umbi garut ada dua cara yaitu:
Perbanyakan dengan Umbi
Umbi yang masih utuh diambil ujungnya (beberapa ruas) untuk dijadikan
benih dengan syarat mata tunas tidak terluka, kemudian dipotong setiap
satu ruas dan disemaikan di tempat persemaian yang sudah disiapkan.
Setelah 20-30 hari akan terbentuk 3-5 helai daun dan benih tersebut siap
untuk ditanam di areal yang sudah tersedia.
Perbanyakan dengan Anakan
Pada umur 4 bulan setelah tanam batang induk akan membentuk anakan
(rumpun). Untuk memperoleh anakan yang baik dibutuhkan perawatan
pada tanaman induk. Untuk memperoleh benih anakan, pemisahan
anakan dari batang induk sebaiknya dilakukan setelah jumlah anakan 3-5
atau batang induk telah mencapai umur 4-5 bulan setelah tanam.
Persiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk mengolah dan menggemburkan lahan
(dengan kedalaman bajakan 20-30 cm) memperbaiki struktur tanah,
memperbaiki aerasi tanah, memperbaiki sistem drainase serta membunuh
sumber penyakit dalam tanah. Setelah pengolahan, dibuat bedengan
dengan panjang 10 m, lebar 1 m dan tinggi 30 cm. Bedengan ini dapat
menampung 35-40 batang.
Tanaman garut juga dapat ditanam pada lahan yang tanpa diolah terlebih
dulu. Caranya adalah dengan membuat lubang dengan ukuran 20 x 20
cm. Sebelum ditanam, lubang diberi dulu pupuk kandang. Jarak tanam
yang dianjurkan adalah 40 x 40 cm.
Penanaman
Tanaman Naungan Jenis tanaman naungan yang baik adalah tanaman
yang berakar lunak, seperti pisang, pepaya, dsb. Tetapi tanaman garut
juga dapat beradaptasi dengan tanaman keras/tahunan seperti karet,
rambutan, kelapa sawit, jati, dsb.
Jarak tanaman naungan berakar lunak (pisang, pepaya) 3 x 3 m,
sehingga tanaman garut masih dapat menyerap sinar matahari 40-50%.
Sedangkan jarak tanaman keras/tahunan tergantung pada kondisi di
lapangan, terutama pada pertumbuhan akar tanaman keras/tahunan
tersebut.
Penanaman Lahan yang telah diolah atau tanpa olah dibuatkan lubang
tanam 20 x 20 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm. Benih dari persemaian
(telah berdaun 3-5 helai) dicabut, lalu ditanam dalam lubang yang telah
disiapkan. Bila benih berasal dari anakan, maka jumlah daun dikurangi
lebih dulu (dengan dipotong), lalu ditanam dalam lubang.
Umbinya mulai dapat dimakan saat umur tanaman 3-4 bulan.
Tanaman garut banyak dikenal di seluruh Indonesia dengan beberapa
nama lokal seperti lerut (Pekalongan), angkrik (Betawi), patat (Sunda),
sagu (Ciamis dan Tasikmalaya), tarigu (Banten), sagu Belanda (Padang,
Ambon dan Aceh) atau larut, pirut, kirut (Jawa Timur).Tepung pati garut
dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengganti atau substitusi
tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan kue, mie, roti kering, bubur
bayi, makanan diet pengganti nasi, disamping digunakan di industri kimia,
kosmetik, pupuk, gula cair dan obat-obatan. Tetapi pemanfaatan tepung
garut masih menghadapi beberapa kendala, terutama pemasaran dan
kontinuitas pasokan bahan baku.

Lobak(Raphanus sativus) adalah tanaman yang menyerupai wortel,


tapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanaman lobak berasal dari
negeri Cina, tapi, telah banyak diusahakan di Indonesia. Tanaman mudah
ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi (pegunungan).
Lobak dapat digunakan sebagai obat gangguan ginjal dan demam,
bronkhitis, wasir, reumatik bahkan penetral racun rokok dalam tubuh.. Di
samping itu, dapat pula menghasilkan lender dalam kerongkongan
sehingga baik sekali untuk obat batuk. Lobak, terutama umbinya dapat
dimakan mentah atau dibuat acar (asinan), tetapi umumnya dibuat
sebagai campuran soto.
Lobak ditanam dari bijinya. Bibit lobak tidak perlu didatamgkan dari luar
negeri (impor), cukup dari hasil biji sendiri karena tanaman ini mudah
berbunga dan berbiji. Biji-biji tersebut dapat ditanam langsung
di kebun tanpa disemai terlebih dulu. Untuk penanaman seluas 1 ha
diperlukan biji sebanyak 5 kg.
Menurut teori, untuk lahan seluas 1 ha diperlukan 4 kg biji dengan daya
kecambah 75%. Sebelum biji ditanam, lahan yang akan ditanami diolah
terlebih dulu dengan dicangkul sedalam 30-40 cm, kemudian diberi pupuk
kandang atau kompos 10 ton/ha. Setelah tanah diratakan, dibuat alur
dengan jarak antaralur 30 cm.
Sebaiknya alur tersebut dibuat membujur dari arah barat ke timur agar
sinar matahari masuk ke tanaman sebanyak-banyaknya. Selanjutnya biji-
biji tersebut ditaburkan tipis merata sepanjang alur, kemudian ditutup
tanah dengan tipis-tipis. Biji akan tumbuh setelah 4 hari kemudian.
Setelah umur 2-3 minggu, tanaman mulai disiang sanmbil dibuat guludan.
Guludan dibuat dengan cara tanah di sepanjang barisan tanaman
ditinggikan. Sambil tanah didangir, tanaman diperjarang. Caranya
tanaman yang tumbuh kerdil dicabut dan yang subur ditinggalkan.
Setelah diperjarang, jarak tanaman menjadi 10-20 cm. Pada umumnya
petani jarang memberikan pupuk buatan. Akan tetapi agar diperoleh hasil
yang memuaskan, tanaman lobak sebenarnya perlu diberikan pupuk
buatan.
Bagi masyarakat yang berjualan makanan di warung-warung atau
restoran, bisa menggunakan lobak sebagai bahannya. Lobak juga memiliki
nilai jual yang cukup tinggi di passaran.

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat


populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk
jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas
disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari.
Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe
disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.
Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman
yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari,
terutama di daerah pegunungan.
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai
karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan
pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan
parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah
lambung dan getah empedu.

Penyiapan Bibit
Bibit bisa di dapat dari rimpang yang sudah bertunas yang kemudian
dipatah-patah dengan tangan.
Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan
cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam
larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah
ditanam.
Persiapan Lahan Budidaya Jahe
Pembukaan Lahan
Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30
cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau
remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah
dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit
dan hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan
tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan
pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan
sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg/Ha.
Pembentukan Bedengan
Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk
encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi
bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm,
sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
Pengapuran
Pengapuran dilakukan pada saat pembentukan bedengan. Pada tanah
dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya,
Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau
sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media
perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan
pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang
sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang
berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding
sel buah dan merangsang pembentukan biji.
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma
dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan
berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak
wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar,
lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe
menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe
dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe.
Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin
yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan
pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-
lain.

Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikenal


dari umbi (cormus) putihnya yang bisa dimakan sebagai
komponen rujak dan asinan atau dijadikanmasker untuk menyegarkan
wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang berasal
dari Amerika tropis ini termasuk dalam suku polong-polongan
atau Fabaceae. Tumbuhan ini akan membentuk akar yang berbentuk
melingkar dan beratnya bisa mencepai 5 kilogram. Kulit luarnya berwarna
agak kekuningan, sedangkan daging buahnya berwarna putih. Kandungan
utama dari buah ini adalah gula, pati, kalsium, dan fosfor.
Tumbuhan ini membentuk umbi akar (cormus) berbentuk bulat atau
membulat seperti gasing dengan berat dapat mencapai 5 kg. Kulit
umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna
putih dengan cairan segar agak manis. Umbinya
mengandung gula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini juga
memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa
manis berasal dari suatu oligosakarida yang
disebut inulin (bukan insulin!), yang tidak bisa dicerna tubuh manusia.
Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet
rendah kalori.
Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat
beracun karena mengandung rotenon, sama seperti tuba. Racun ini sering
dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan, terutama yang
diambil dari biji-bijinya.[2]
Meski beracun, biji bengkuang pun dapat dijadikan bahan obat. Biji yang
ditumbuk dan dicampur dengan belerang digunakan untuk
menyembuhkan sejenis kudis. Sementara, di Jawa Tengah, setengah butir
biji bengkuang dapat digunakan sebagai obat urus-urus. Keracunan biji
bengkuang biasanya diatasi dengan meminum airkelapa hijau dan dapat
digunakan untuk mempelancar buang air besar karena bengkuang
mengandung serat yang lebih tinggi daripada mangga.
Persiapan.lahan
Lahan yang akan diusahakan tanaman Bengkuang terlebih dahulu diolah,
yaitu dengan cara dicangkul. Cangkulan tanah harus baik dan halus,
kemudian dibuat bedengan.Bedengan yang disbuat disesuaikan dengan
keadaan lahan yangb ada, namun biasanya bedengan dibuat dengan
lebar 1 meter, panjang 15 meter sampai 20 meter atau disesuaikan
dengan keadaan lahan yang ada, tinggi bedengan 25 cm, jarak antar
bedengan 50 cm. Bedengan yang telah dibuat kemudian diberkan pupuk
kandang (pupuk organik) sebanyak 4 karung. Cara pemberian pupuk
kandang yaitu diletakan atau dipasang pada barisan yang akan ditanami
bengkuang dengan tujuan agar lebih hemat dan efisien.
Penanaman
Tanaman bengkuang diperbanyak dengan biji. Sebelum ditanam biji
bengkuang sebaiknya diperlakukan, yaitu benih direndam selam 6 – 12
jam, selanjutnya benih yang telah direndam diangkat dan ditiriskan
kedalam wadah atau bakul yang terlebih dahulu diberi alas dengan daun,
dan diletakkan diruang yang lembab atau basah, kemudian dibiarkan
selama satu malam atau sampai berkecambah.
Setelah berkecambah benih dapat ditanam pada lahan yang telah
dipersiapkan. Penanaman bengkuang dengan cara menugalkan benih
pada barisan dengan kedalaman 5 cm. Jarak tanam 15 x 15 cm yang
setiap lubang tanam 1 biji benih bengkuang. Kebutuhan benih untuk lahan
1 ha adalah 25 – 30 kg.
Umbi bengkuang biasa dijual orang untuk dijadikan
bahan rujak, asinan, manisan, atau dicampurkan dalam masakan
tradisional seperti tekwan. Umbi bengkuang sebaiknya disimpan pada
tempat kering bersuhu 12 °C hingga 16 °C. Suhu lebih rendah
mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat umbi
bertahan hingga 2 bulan.

Gembili (Dioscorea,esculenta L., suku gadung-gadungan


atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang
sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di
pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili
menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan
bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun
berukuran lebih kecil.
Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan
(searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.
Cara menanam gembili sama dengan cara menanam umbi jenis discorea
lain, seperti uwi dan gadung.
Manfaat gembili adalah bisa dijadikan bahan pangan pengganti beras.
Bisa dijadikan bahan makanan lain seperti roti. Dan bila dijual pun
harganya lumayan.