Anda di halaman 1dari 1

Penelitian ini membandingkan jumlah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) kasus yang

didefinisikan oleh Diagnostik dan Statistik Manual (DSM)-IV terhadap kriteria DSM-V pada anak-anak
yang telah belajar atau masalah perilaku dengan IQ tinggi. Catatan medis anak ≤15 tahun yang disajikan
dengan belajar atau masalah perilaku dan menjalani Wechsler Intelligence Scale for Children tes IQ-III
(WISC) di unit Pediatric Rawat Jalan Klinik antara 2010 dan 2015 ditinjau. Informasi tentang DSM-IV dan
DSM-V kriteria ADHD berasal dari catatan medis berbasis komputer. Dua puluh delapan anak-anak yang
belajar atau masalah perilaku diidentifikasi memiliki IQ ≥120 skala penuh. Enam belas anak-anak ber-IQ
tinggi ini bertemu dengan DSM-IV kriteria diagnosis untuk ADHD. Menerapkan perpanjangan usia-of-
onset kriteria dari 7 sampai 12 tahun di DSM-V menyebabkan peningkatan dari tiga kasus, yang
semuanya tipe ADHD lalai. Termasuk kriteria gangguan meresap perkembangan menyebabkan
peningkatan dari satu kasus. Jumlah kasus ADHD juga meningkat dari 16 menjadi 20 pada kelompok ini.
Data mendukung hipotesis bahwa penerapan perpanjangan kriteria ADHD usia-of-onset dan
memungkinkan diagnosis anak dengan gangguan perkembangan pervasif akan meningkatkan jumlah
diagnosis ADHD pada anak-anak dengan IQ tinggi.

TERJEMAHAN :

This study compared the number of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) cases defined by
Diagnostic and Statistical Manual (DSM)-IV versus DSM-V criterion in children who have learning or
behavioral problems with high IQ. The medical records of children ≤15 years of age who presented with
learning or behavioral problems and underwent a Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)-III IQ
test at the Pediatric Outpatient Clinic unit between 2010 and 2015 were reviewed. Information on DSM-
IV and DSM-V criteria for ADHD were derived from computer-based medical records. Twenty-eight
children who had learning or behavioral problems were identified to have a full-scale IQ ≥120. Sixteen of
these high-IQ children met the DSM-IV criteria diagnosis for ADHD. Applying the extension of the age-of-
onset criterion from 7 to 12 years in DSM-V led to an increase of three cases, all of which were the
inattentive type ADHD. Including the pervasive developmental disorder criterion led to an increase of
one case. The total number of ADHD cases also increased from 16 to 20 in this group. The data
supported the hypothesis that applying the extension of the age-of-onset ADHD criterion and enabling
the diagnosis of children with pervasive developmental disorders will increase the number of ADHD
diagnoses among children with high IQ.