Anda di halaman 1dari 2

Pengukuran dilakukan dengan mesin yang dibebani dan dipasanga pada engine dynamometer.

Data diambil mulai keadaan dingin,


selanjutnya keadaan stasioner (tanpa beban), dan dengan beban yang berubah-ubah.
Hasil pengambilan data sebagai berikut:
1. Keadaan Temperatur Mesin Dingin(t < 30º C)

Gambar 7.
Saat mesin dingin tegangan sensor temperatur diatas 3,1 Volt maka injektor akan menyemprot lebih besar. Setelah temperatur naik
tegangan sensor temperatur turun, setelah tegangan sensor temperatur < 3,1 Volt bahan bakar dikurangi.

2. Katup Gas Dibuka Pelan Tanpa Beban (Hisapan Normal)


Mesin tidak dibebani, saat katup gas dibuka dengan pelan-pelan semestinya putaran segera naik dengan cepat walaupun
penambahan bahan bakar tidak banyak.

Gambar 9.

3. Saat Percepatan dan Perlambatan

Percepatan adalah ketika katup gas dibuka dengan cepat, adapun perlambatan adalah saat katup gas ditutup dengan cepat.
Ketika katup gas dibuka dengan cepat hisapan hilang seketika sehingga tegangan sensor MAP besar seketika, kontroler segera
menambah jumlah bahan bakar sehingga Rpm juga segera naik
Saat perlambatan hisapan besar seketika sehingga tegangan sensor MAP berkurang seketika dan bahan bakar segera dikurangi
sehingga Rpm juga segera turun. Hal diatas sesuai dengan program yang dirancang pada kontroler utama.

Gambar 10.

4. Pengukuran dengan EngineDiberi Beban


Beban diberikan dengan mengalirkan air pada sudu-sudu yang dipasangkan pada output mesin yang telah terpasang pada engine
dynamometer.

Gambar 11.
Gambar diatas menunjukkan data TPS diketahui tegangan = 1,42 V, artinya katup gas terbuka = 6/28 x 100% =21,43 % tanpa
mengalami perubahan. Kemudian pada saat itu beban kendaraan divariasikan dan mengakibatkan perubahan Rpm. Dengan
adanya perubahan Rpm sementara TPS tetap, maka pembacaan pada tabel berubah dan duty cycle berubah. Hal ini menunjukkan
dengan perubahan beban bahan bakar diatur dan disesuaikan dengan besarnya beban. Adapun besarnya nilai lambda tetap
dipertahankan ramah lingkungan.