Anda di halaman 1dari 274

BUPATI BAI{YTJWANGI

PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BAI{YUWANGI


NOMOR 7 TAHUN 2016

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH


KABUPATEN BANYUWANGI
TAHUN 2OL6.2O2L

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


BUPATI BANYUWANGI

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang


Nomor 25 Tahun 2OA4 tentang Sistem Perencanaan
Pembangr:nan Nasional dan ketentuan Pasal 264
Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, perlu menetapkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Ban5ruwangi Tahun 2OL6-2O21 dalam Peraturan Daerah.

Mengingat: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik


Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten di Lingkungan
Propinsi Jawa Timur (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun LgSONomor 4U sebagaimana diubah
dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor L9.
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
273o\'
2

3. Undang-Undang Nomor I Tahun 2OO4 tentang


Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2OA4 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor a355);
4. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2OO4 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungiawab Keuangan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2OA4 Nomor 66, Tarrbahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor aaOOl;
5. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2OO4 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional; (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2OO4 Nomor l-04, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor a42Ll;
6. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2OO4 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah; (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2OO4 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor aa38l;
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2OOT Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2OO5-2A25;
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2AA7 Nomor
3s);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2OOT Tentang Penataan
Ruang; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OOT
Nomor 68, Tambahan kmbaran Negara Republik
Indonesia Nomor a7251;
9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2OO9 Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2AO9 Nomor
L4O, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5059);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 20tl Tentang
Pembentukan Peraturan Pemndang-Undangan;
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun ?OLL Nomor
82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 523a1;
1 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2OL4 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2Ot4 Nomor 2441 sebagatmana
diubah dua kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
Tahun 2015 (kmbaran Negara Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 56791;
3

12. Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2000 tentang


Tata Cara Pertanggungiawaban Kepala Daerah; (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 209,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4A271;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2OO5 tentang
Pengelolaan dan Pertanggungiawaban Keuangan Daerah;
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OOS Nomor
l+O, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor a5781;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2OO5 Tentang
Pedoman Pen5rusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO5 Nomor
15O, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor a585);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2OO5 Tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2OO5 Nomor L65, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor a593);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 4O Tahun 2006 tentang Tata
Cara Pen5rusunan Rencana Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor a66al;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 4L Tahun 2OO7 Tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2AO7 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor a74ll;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2OO8 Tentang
Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
(Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
a6o9l;
19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, tentang
Tahapan, Tata Cara Pen5rusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanakan Rencana Pembangunan Daerah;
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO8 Nomor
2L, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor a8l7l;
20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2OO8 Nomor 48, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO8 Nomor
4833);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun ZOLO Tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor 21-, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);
4

22. Peraturan Presiden Nomor 02 Tahun 2015 Tentang


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) Tahun 2OL5-2O19 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2OO9
Tentang Tata Cara Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah;
24.Perafriran Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2O1O
Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah; (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2OlO Nomor 5L7l;
25. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2OlO Tentang
Pedoman Pen5rusunan Peneetapan Kinerja dan Pelaporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2OLl
Tentang Perubahaan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah(Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2AlL Nomor 31O;
27.Perafrtran Menteri Dalam Negeri Nomor 8O tahun 2015
Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2OLS Nomor 20361:'
28. Peraturan Gubefirur Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2OA9
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
(RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2OO5-2O25;
29. Peraturan daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun
2OI4 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2OL4'24L9;
3O. Perturan daerah Provinsi Jawa Timur No. 5 Tahun 2Al2
tentang Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur 2ALL-
2031;
31. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 15
Tahun 2OLL Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2005-
2025;
32. Peraturan Daerah Kabupaten Ban5ruwangi Nomor 8 Tahun
2OL2 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Ban5ruwangi Tahun 2OL2-2O32.
5

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKII"AN RAI(YAT DAERAH


KABUPA'IEN BAIiITUWANGI

DAN

BUPATI BANYUWANGI

MEMUTUSI(AN:

MeNeIAPKAN: PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN


JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN BAI\TYUWANGI
TAHUN 2016-2021
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Datam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Kabupaten Banyuwangi;


2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah
sebagai unsur penyelengara Pemerintah Daerah;
3. Bupati adalah Bupati Banyuwangi;
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya
disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Ralryat Daerah
Kabupaten Banyuwangi;
5. Perangkat Daerah adalah Perangkat Daerah di lingkungan
Pemerintah KabuPaten Banyuwangl;
6. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun
2OL6-2O2L, yang selanjutnya disebut RPJMD adalah
dokgmen perencanaan pembangunan daerah untuk periode
5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2OL6 sampai dengan
tahun 2A2I;
7. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan
tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan,
dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia;
8. Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya
daerah secara terencana untuk mewujudkan visi daerah;
g. Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya
disingkat RKPD adalah dokumen perencErnaan
pembangUnan daerah Kabupaten Ban5ruwangi untuk periode
L (satu) tahun.
1O. Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya
disebut Renstra PD adalah dokumen perencanaan PD di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi unfirk
periode 5 (lima) tahun.
5

11. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang


diinginkan pada akhir periode perencanaan;
12. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang
akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi;
13. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program
indikatif untuk mewujudkan visi dan misi;
14. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh
Pemerintah Daerah untuk mencapai tu.iuan;
15. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau
lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah
untuk mencapai tujuan dan sasaran.
16. Kegiatan adalah sekumpulan tindakan pengerahan
sumberdaya, baik berupa personal, barang modal
termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi
dari beberapa atau kesemua jenis sumberdaya, sebagai
masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output),
dalam bentuk barang dan jasa.

Pasal 2

RPJMD merupakan:
a. penjabaran visi, misi dan program Bupati ke dalam
tujuan, sasaran, strategi, kebijakan umum, program
prioritas, dan arah kebijakan keuaggan daerah, dengal
berpedoman pada RPJPD Kabupaten BanSnrwangi Tahun
2OO5-2O25; dan

b. dokumen perencanaan daerah yang memberikan arah


sekaligus acuan bagr seluruh komponen petaku
pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunart
daerah yang berkesinambungan.

Pasal 3

(1) RPJMD dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyusunan


Renstra PD, RKPD, Rencana Kerja PD, dan
perencanaan penganggaran;
(2) RPJMD bertujuan untuk mewujudkan
perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan
terpadu antara perencanaan pembangunan nasional,
Provinsi dan kabupaten sekitar yang berbatasan.
7

BAB II
SISTEMATIKA, ISI DAN URAIAN
Pasal 4

Sistematika RPJMD terdiri atas:

a. BABI : Pendahuluan;
b. BAB II : Gambaran umum kondisi daerah;
c. BAB III : Ga:rrbara$ pengelolaan keuangan daerah
serta kerangka pendanaan;
d. BAB IV : Isu-isu strategis;
e. BAB V : Visi, misi, tduan dan sasaran;
f. BAB VI : Strategr dan arah kebijakan;
g. BAB VII : Kebiiakan umum dan program
pembangunan daerah;
h. BAB VIII : Indikasi rencana program prioritas disertai
kebutuhan pendanaan;
i. BAB lX : Penetapan indikator kinerja daerah;
j. BAB X : Pedoman transisi dan kaidah pelaksanaan'

Pasal 5

(1) Isi dan uraian RPJMD sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 4, tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
(2) Perubahan terhadap ketentuan dalam BAB VII dan BAB
VIII dituangkan dalam Peraturan Bupati.

BAB III
PENGENDALIAN DAN EVALUASI
Pasal 6

(1) Bupati melalui perangkat daerah yang tugas pokok dan


fungsinya bertanggrngiawab dalam bidang perencanaan
pembangunan daerah melakukan pengendalian dan
evaluasi pelaksanaan RPJMD.
(21 Pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai
dengan kondisi dan perubahan lingkungan strategis
daerah.
(3) Berdasarkan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (21Bupati dapat menyempurnakan RPJMD.
8

BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 7

Perattrran daerah ini mtrlai berlaku pada tanggal diund*rtgleart'

Agar setiap orang merrgetahuinya, memerintahkan


pengundangan peraturan daerah ini dengan penempatannya
dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banytrwangi-

15 Agustus 2O16
ANGI,

AZWAR ANAS

Diundangkan di Banyuwangt
Pada tanggal 15 Agustus 2016

DAERAH

NrP. 19561008 198409 1001

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BAI{YIJWANGI TAHUN 2016 NOMOR IZ

NOMOR REGISTER : 2O3 - 7 / 24rc


9

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYU\MANGI


NOMOR 7 TAHUN 2OL6

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH


KABUPATEN BAI{YUWANGI TAHUN 2AI6-242L

I. PENJEI.ASAN UMUM

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2OO4 tentang


Sistem Perencanaan Pembangunan lYasional Dan Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2OO4 tentang Pemerintah Daerah, maka setiap daerah
diwajibkan men5rusun rencana pembangunan di daerahnya untuk
kurun waktu 5 tahun ke depan yang disebut Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RFJMD). Dokumen perencanaan ini
diharapkan akan mengarahkan setiap daerah untuk dapat mencapai
tujuan dibentuknya daerah dan diberikannya otonomi daerah seperti
tercantum dalam penjelasan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2OL4. Dengan demikian RP,JMD Kabupaten BanSruwangi merupakan
penjabaran dari tujuan dibenhrknya Pemerintahan Kabupaten
Ban5ruwangi, dalam bentuk visi, misi dan arah pembangunan untuk
masa 5 tahun ke depan yang mencakup kurun waktu mulai tahun 2OL6
hingga tahun 2A2L.
Pen5rusunan Rencana PembangUnan Jangka Menengah Daerah
{RFJMD) Tahun 2016-2021 dilakukan secara partisipatif dengan
melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan, serta
mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Pasal 1
Cukup Jelas
Pasal 2
Cukup Jelas
Pasa1 3
Cukup Jelas
10

Pasal 4
Cukup Jelas
Pasal 5
Cukup Jelas
Pasal 6
Cukup Jelas
Pasal 7
Cukup Jelas
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... I


DAFTAR TABEL ................................................................................................................................... V
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................................. IX

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2. Dasar Hukum ........................................................................................................... 3
1.3. Hubungan Antar Dokumen....................................................................................... 5
1.4. Sistematika Penulisan .............................................................................................. 6
1.5. Maksud dan Tujuan ................................................................................................. 7

BAB II GAMBARAN UMUM


2.1. Aspek Geografi dan Demografi................................................................................. 9
2.1.1. Letak Wilayah ............................................................................................... 9
2.1.2.Topografi ....................................................................................................... 10
2.1.3. Geologi dan Jenis Tanah ................................................................................ 11
2.1.4. Iklim.............................................................................................................. 11
2.1.5. Hidrologi ....................................................................................................... 12
2.1.6. Penggunaan Lahan........................................................................................ 13
2.1.7. Demografi..................................................................................................... 16
2.1.8. Potensi Pengembang Wilayah ....................................................................... 17
2.1.9. Wilayah Rawan Bencana ............................................................................... 20
2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat ............................................................................. 22
2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ............................................ 22
2.2.2. Fokus Kesejahteraan Masyarakat .................................................................. 26
2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga ................................................................... 32
2.3. Aspek Pelayanan Umum .......................................................................................... 33
2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib ........................................................................ 33
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan ....................................................................... 46
2.4. Aspek Daya Saing Daerah ......................................................................................... 48
2.4.1. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ............................................................. 48
2.4.2. Fokus Fasilitasi Wilayah/ Infrastruktur ........................................................... 51
2.4.3. Fokus Iklim Berinvestasi ................................................................................ 54

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |i


2.4.4. Fokus Sumber Daya Manusia ........................................................................ 56

BAB III GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
3.1. Kinerja Keuangan Daerah ....................................................................................... 59
3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBD ............................................................................. 60
3.1.2. Neraca Daerah .............................................................................................. 65
3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan 2011-2015 .......................................................... 68
3.2.1. Proporsi Penggunaan Anggaran .................................................................... 69
3.2.2. Analisis Pembiayaan...................................................................................... 70
3.3. Kerangka Pendanaan .............................................................................................. 75
3.3.1. Proyeksi Pendapatan 2016-2021 ................................................................... 77
3.3.2. Kebijakan Alokasi Anggaran........................................................................... 80

BAB IV ISU-ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN


4.1. Analisis Tahapan RPJP Berjalan................................................................................. 85
4.2. Analisis RPJMN dan RPJMD Provinsi ......................................................................... 89
4.2.1. RPJM Nasional .............................................................................................. 89
4.2.2. RPJMD Provinsi Jawa Timur........................................................................... 90
4.3. Platform Bupati Terpilih ........................................................................................... 91
4.4. Analisis Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuwangi ................................. 92
4.4.1. Visi dan Misi Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi .................................. 93
4.4.2. Arah Kebijakan Pembangunan....................................................................... 94
4.4.3. Strategi Pembangunan.................................................................................. 95
4.5. Permasalahan Pembangunan ................................................................................... 97
4.6. Isu-Isu Strategis ....................................................................................................... 100
4.6.1. Rendahnya akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yang berkualitas.... 100
4.6.2. Belum optimalnya penguatan modal sosial dan penangan PMKS................... 101
4.6.3. Belum kuatnya bergainning position UMKM dan Sumberdaya Wirausahawan
.............................................................................................................................. 101
4.6.4. Pertumbuhn ekonomi yang belum fokus pada sektor unggulan..................... 102
4.6.5. Disparitas pendapatan dan infrastruktur yang masih harus diselesaikan ........ 102
4.6.6. Belum optimalnya kontribusi pariwisata terhadap PDRB ............................... 102
4.6.7. Belum optimalnya penyediaan fasilitas publik dan infrastruktur pendukung
perekonomian ........................................................................................................ 102

ii|RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.6.8. Rendahnya akses masyarakat terhadap air berih dan lingkungan yang sehat serta
berkualitas ............................................................................................................. 103
4.6.9. Belum terbangunnya sistem penanggulangan bencana ................................. 103
4.6.10. Baiknya kualitas penataan ruang namun belum diiringi dengan luasan RTH Publik
yang proporsional................................................................................................... 103
4.6.11. Rendahnya kapasitas sumber daya manusia di pedesaan ............................ 103
4.6.12. Meningkatnya afirmasi tehadap perlindungan perempuan dan anak serta
kesetaraan gender.................................................................................................. 104
4.6.13. Belum optimalnya upaya pencegahan pencemaran lingkungan dan sumberdaya
alam ....................................................................................................................... 104
4.6.14. Belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan .................................... 105
4.6.15. Belum berjalannya pelayanan publik yang efektif, efiien dan berbasis teknologi
informasi ................................................................................................................ 105

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN


5.1. Visi Pembangunan Daerah ....................................................................................... 107
5.2. Misi Pembangunan Daerah ...................................................................................... 109
5.2.1. Misi 1............................................................................................................ 110
5.2.2. Misi 2............................................................................................................ 111
5.2.3. Misi 3............................................................................................................ 112
5.2.4. Misi 4............................................................................................................ 113
5.2.5. Misi 5............................................................................................................ 114
5.3. Tujuan dan Sasaran.................................................................................................. 116
5.4. Konsistensi Hubungan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran ............................................... 121

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


6.1. Strategi Pembangunan Daerah................................................................................. 127
6.2. Arah Kebijakan ........................................................................................................ 136

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH


7.1. Kebijakan Umum...................................................................................................... 141
7.2. Program Prioritas .................................................................................................... 149

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |iii


BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN .... 167

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH ...................................................................... 247

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN


10.1. Pedoman Transisi................................................................................................... 251
10.1. Kaidah Pelaksanaan ............................................................................................... 251

iv|RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jumlah Kecamatan, Desa dan KelurahanKabupaten Banyuwangi Tahun 2014..................... 10

Tabel 2.2. Luas Tanah Berdasarkan Struktur Geologi Kabupaten Banyuwangi ..................................... 11

Tabel 2.3. Jenis Tanah Kabupaten Banyuwangi ................................................................................... 11

Tabel 2.4. Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Kabupaten Banyuwangi .......................................... 12

Tabel 2.5. Luas Kabupaten Banyuwangi Menurut Penggunaan ........................................................... 13

Tabel 2.6. Prosentase penduduk yang memiliki lahan......................................................................... 13

Tabel 2.7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-
2014 .................................................................................................................................................. 16

Tabel 2.8. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 ..... 16

Tabel 2.9. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015.... 17

Tabel 2.10. Data Pengunjung Obyek Wisata di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 ........................... 20

Tabel 2.11. PDRB ADHB dan ADHK Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2015 .................................... 22

Tabel 2.12. Inflasi Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............................................................. 23

Tabel 2.13. 3 Dimensi IPM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2014 ................................................ 26

Tabel 2.14. Realisasi Indikator Ketenagakerjaan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............... 28

Tabel 2.15. Perkembangan Seni, Budaya dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2014 ..... 32

Tabel 2.16. Realisasi Indikator Urusan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............ 33

Tabel 2.17. Realisasi Indikator Bidang Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............. 35

Tabel 2.18. Realisasi Indikator Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi Tahun
2011-2014 ......................................................................................................................................... 41

Tabel 2.19. Rasio Bangunan Ber-IMB per Satuan Bangunan................................................................ 44

Tabel 2.20. Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB ................................... 44

Tabel 2.21. Prosentase Lahan Bersertifikat ......................................................................................... 44

Tabel 2.22. Penyelesaian kasus tanah Negara..................................................................................... 44

Tabel 2.23. Persentase Penyelesaian Izin Lokasi ................................................................................. 45

Tabel 2.24. Capaian Indikator Pelayanan Urusan Pekerjaan Umum Tahun 2011-2014 ........................ 46

Tabel 2.25. Realisasi Indikator Urusan Penanaman Modal Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 47

Tabel 2.26. Capaian Indikator Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2011-2014 . 47

Tabel 2.27. Realisasi Indikator Urusan Pertanian Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015............... 48

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |v


Tabel 2.28. Realisasi Indikator Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-
2015 .................................................................................................................................................. 53

Tabel 2.29. Iklim berinvestasi tahun 2011-2014 ................................................................................. 56

Tabel 2.30. Faktor Sumberdaya Mananusia tahun 2011-2014 ........................................................... 57

Tabel 3.1. Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ..... 61

Tabel 3.2. Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ................................... 63

Tabel 3.3. Perbandingan Proporsi ...................................................................................................... 64

Tabel 3.4. Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ........................... 65

Tabel 3.5. Rata-rata Pertumbuhan Neraca Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............ 66

Tabel 3.6. Analisis Rasio Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015.................................... 67

Tabel 3.7. Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-
2015 .................................................................................................................................................. 70

Tabel 3.8. Defisit Riil Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ......................................... 72

Tabel 3.9. Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ........... 74

Tabel 3.10. Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kebupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015...... 75

Tabel 3.11. Pengeluaran Wajib, Periodik dan Mengikat serta Prioritas Utama Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2012-2015 .............................................................................................................................. 76

Tabel 3.12. Proyeksi Keuangan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020 ............................. 78

Tabel 3.13. Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-
2015 .................................................................................................................................................. 80

Tabel 3.14. Proyeksi Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020
.......................................................................................................................................................... 81

Tabel 3.15. Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020 ......................................................................................... 82

Tabel 3.16. Kerangka PendanaanAlokasi Keuangan Daerah ................................................................ 84

Tabel 5.1. Perwujudan Visi RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2016-2021 .............................................. 108

Tabel 5.2. Matriks Konsistensi Hubungan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran............................................. 122

Tabel 6.1. Tema Pembangunan Pertahun Kabupaten Banyuwangi Periode Tahun 2016-2020 ............ 138

Tabel 7.1. Kebijakan Umum dan Program Pembangunan ................................................................... 142

Tabel 7.2. Definisi Agenda Politik Kepala Daerah kedalam Program Prioritas ...................................... 150

Tabel 7.3. Indikator Program Pembangunan Daerah .......................................................................... 154

Tabel 8.1. Pagu Indikatif Program Prioritas I ....................................................................................... 168

Tabel 8.2. Pagu Indikatif Program Prioritas II ...................................................................................... 172

vi|RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 8.3. Pagu Indikatif Program Prioritas III ..................................................................................... 176

Tabel 8.4. Kinerja Program Prioritas I dan Kerangka Pendanaan ......................................................... 177

Tabel 8.5. Kinerja Program Prioritas II dan Kerangka Pendanaan ........................................................ 201

Tabel 8.6. Kinerja Program Prioritas III dan Kerangka Pendanaan ....................................................... 223

Tabel 9.1. Proyeksi Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2016-2021 Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi ....................................................................................................................................... 248

Tabel 9.2. Proyeksi Capaian Indikator Sasaran (Impact) Tahun 2016-2020 Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi 2016-2020 ..................................................................................................................... 248

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |vii


viii|RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Hubungan Antar Dokumen Perencanaan ........................................................................ 6

Gambar 2.1 Produksi Tanaman Pangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2014 ............................ 18

Gambar 2.2 Wilayah Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi ........................................... 19

Gambar 2.3 Peta Rawan Bencana Kabupaten Banyuwangi ................................................................. 21

Gambar 2.4 PDRB Per Kapita Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2014 ............................................ 23

Gambar 2.5 Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 .............................. 24

Gambar 2.6 Indeks Gini di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2014................................................. 25

Gambar 2.7 Perkembangan Angka IPM Kabupaten Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-
2015 .................................................................................................................................................. 27

Gambar 2.8 Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 .................................... 30

Gambar 2.9 Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Tahun 2010-2014 ........................................... 39

Gambar 2.10 Prosentase Gizi Buruk Tahun 2010-2014 ....................................................................... 40

Gambar 2.11 Usia Harapan Hidup Tahun 2010-2014 .......................................................................... 41

Gambar 2.12 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015 ................ 42

Gambar 2.13 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 ............. 43

Gambar 2.14 Realisasi 4 Indikator Koperasi Usaha Kecil dan Menengah ............................................. 45

Gambar 3.1 Pertumbuhan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2015 ................ 62

Gambar 5.1 Logframe Perencanaan Terintegratif Misi 1..................................................................... 110

Gambar 5.2 Logframe Perencanaan Terintegratif Misi 2..................................................................... 111

Gambar 5.3 Logframe Perencanaan Terintegratif Misi 3..................................................................... 112

Gambar 5.4 Logframe Perencanaan Terintegratif Misi 4..................................................................... 113

Gambar 5.5 Logframe Perencanaan Terintegratif Misi 5..................................................................... 114

Gambar 5.6 Pondasi dan Pilar Misi dalam Pencapaian Visi .................................................................. 115

Gambar 5.7 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-1 ................................................................. 117

Gambar 5.8 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-2 ................................................................. 118

Gambar 5.9 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-3 ................................................................. 118

Gambar 5.10 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-4 ............................................................... 119

Gambar 5.11 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-5 ............................................................... 120

Gambar 6.1 Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Analisis SWOT ....................................... 128

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |ix


Gambar 6.2 Analisis SWOT dalam Penetapan Strategi Pembangunan Daerah ..................................... 129

Gambar 6.3 Strategi Pelaksanaan Arah Kebijakan ............................................................................... 137

Gambar 7.1 Ilustrasi Transformasi Agenda Politik Kepala Daerah ....................................................... 149

Gambar 7.2 Arsitektur Pemetaan Strategi dalam Kebijakan Umum Kabupaten Banyuwangi ............... 165

x|RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


pembangunan nasional. Kewenangan
PENDAHULUAN tersebut merupakan kewenangan dalam
menentukan dan melaksanakan kebijakan
1.1. Latar Belakang menurut prakarsa sendiri berdasarkan
Sesuai dengan hasil pemilihan aspirasi masyarakat mulai dari
umum kepala daerah serentak tahun 2015, perencanaan, penganggaran dan
telah dilantik kepala daerah terpilih H. pelaksanaan, pengawasan serta evaluasi.
Abdullah Azwar Anas, M.Si sebagai Bupati Oleh karena itu, dalam implementasinya
dan Yusuf Widiyatmoko, S.Sos sebagai pelaksanaan otonomi daerah harus
Wakil Bupati Banyuwangi periode 2016- terencana dan sinergis dengan
2021 oleh Gubernur Jawa Timur pada perencanaan pemerintahan yang lebih
tanggal 17 Februari 2016. tinggi dengan tidak menghilangkan nilai
Sebagaimana telah diamanatkan kekhasan setiap daerah.
dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun Berdasarkan ketentuan pasal 261
2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 1 ayat (4), Undang-undang Nomor 23 Tahun
ayat (12) menyatakan bahwa “Pemerintah 2014, Visi dan Misi kepala daerah terpilih
Daerah berwenang mengatur dan harus diterjemahkan kedalam dokumen
mengurus urusan pemerintahan dan perencanaan pembangunan jangka
kepentingan masyarakat setempat menengah yang dibahas bersama dengan
menurut prakarsa sendiri berdasarkan DPRD. Dokumen perencanaan jangka
aspirasi masyarakat dalam sistem Negara menengah yang dimaksud pada penjelasan
Kesatuan Republik Indonesia”. Dalam sebelumnya merupakan dokumen rencana
rangka penyelenggaraan pemerintahan pembangunan jangka menengah
daerah, disusun suatu perencanaan sebagaimana yang disebutkan dalam
pembangunan daerah sebagai satu Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004
kesatuan dalam sistem perencanaan tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |1


Nasional, adalah Rencana Pembangunan Pembangunan Daerah. Dalam Peraturan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu Pemerintah tersebut diamanatkan bahwa
dokumen perencanaan untuk periode perencanaan pembangunan daerah adalah
waktu lima tahun yang akan datang. suatu proses penyusunan tahapan-tahapan
Selain janji-janji politik atau Visi Misi kegiatan yang melibatkan berbagai unsur
Kepala Daerah Terpilih yang harus pemangku kepentingan dalamnya, guna
diterjemahkan pada RPJMD, hasil evaluasi pemanfaatan dan pengalokasian sumber
kinerja periode sebelumnya, isu-isu daya yang ada dalam rangka meningkatkan
strategis serta potensi-potensi unggulan kesejahteraan sosial dalam suatu
Kabupaten Banyuwangi juga harus lingkungan wilayah/daerah dalam jangka
diakomodir dalam RPJMD Kabupaten waktu tertentu.
Banyuwangi. Keseluruhan hal tersebut Penyusunan RPJMD Kabupaten
dianalisis berdasarkan ketentuan pada Banyuwangi 2016-2021 dilakukan dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 memperhatikan RPJM Nasional, RPJMD
Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Provinsi Jawa Timur, kondisi lingkungan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang strategis di daerah, potensi daerah, isu
Tahapan, Tata Cara strategis baik internasional, nasional
Penyusunan, maupun lokal, serta hasil evaluasi terhadap
Pengendalian dan pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya.
Evaluasi Pelaksanaan Dalam melakukan penyusunan RPJMD,
Rencana digunakan empat pendekatan utama.
Pertama, pendekatan politik.
Pendekatan ini memandang bahwa
pemilihan Kepala Daerah pada dasarnya
merupakan bagian terpenting di dalam
proses penyusunan rencana program. Hal
ini terjadi karena rakyat pemilih
menentukan pilihannya berdasarkan
program-program pembangunan yang
ditawarkan para calon Kepala Daerah.
Dalam hal ini, rencana pembangunan
adalah penjabaran agenda-agenda
pembangunan yang ditawarkan Kepala
Daerah saat kampanye ke dalam RPJMD.
Kedua, pendekatan teknokratik.
Pendekatan ini dilaksanakan dengan
menggunakan metode dan kerangka
berpikir ilmiah oleh lembaga yang secara
fungsional bertugas untuk hal tersebut.
Ketiga, pendekatan partisipatif.
Pendekatan ini dilaksanakan dengan
melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) pembangunan. Pendekatan

2 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


ini bertujuan untuk mendapatkan aspirasi pengkajian terhadap indikator-indikator
dan menciptakan rasa memiliki. Keempat, perkembangan di daerah, di antaranya
pendekatan atas-bawah (top-down) dan adalah Indeks Pembangunan Manusia
bawah-atas (bottom-up). Pendekatan ini (IPM), indeks gini, pertumbuhan ekonomi,
dilaksanakan menurut jenjang tingkat pengangguran, dan tingkat
pemerintahan. Hasil proses tersebut kemiskinan.
kemudian diselaraskan melalui RPJMD Kabupaten Banyuwangi
musyawarah rencana pembangunan. Tahun 2016-2021 merupakan rencana
Dalam hal pendekatan politik, pembangunan jangka menengah periode
RPJMD merupakan turunan dari visi dan ketiga dari RPJPD Kabupaten Banyuwangi.
misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala RPJMD yang telah disusun selanjutnya
Daerah terpilih. Proses penyusunannya dijabarkan dalam Rencana Kerja
dilakukan dan disinergikan dengan Pembangunan Daerah (RKPD) yang
menggunakan tiga pendekatan utama lain, merupakan perencanaan tahunan dan
dan dilakukan secara bertahap. Proses menjadi pedoman dalam penyusunan
penyusunannya dilakukan dari bawah, yang rencana strategis Perangkat Daerah
melibatkan berbagai pemangku (Renstra PD) dan Rencana Kerja Perangkat
kepentingan (stakeholders) yang ada. Daerah (Renja PD).
Tujuannya adalah agar RPJMD ini
merupakan refleksi dari perencanaan yang 1.2 Dasar Hukum Penyusunan
diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat Dalam penyusunan RPJM Daerah
di daerah. Melalui RPJMD, Rencana Kabupaten Banyuwangi ini, sejumlah
Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) peraturan yang digunakan sebagai rujukan,
dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yaitu:
(RKPD) akan dimungkinkan lebih terarah a. Peraturan perundangan yang berlaku:
dan disesuaikan dengan visi dan misi Kepala 1. Landasan idiil Pancasila
Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, 2. Landasan konstitusional Undang-
serta keinginan dan kebutuhan masyarakat. Undang Dasar (UUD) 1945
Dengan demikian, secara umum, RPJMD b. Landasan operasional sebagai berikut :
memuat tentang visi, misi, tujuan, sasaran, 1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984
arah kebijakan, strategi pembangunan tentang Penghapusan Anti Diskriminasi
daerah, kebijakan umum, dan program Terhadap Perempuan;
Perangkat Daerah dengan rencana-rencana 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003
kerja dalam kerangka regulasi program tentang Keuangan Negara;
lintas perangkat daerah, program 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004
kewilayahan, dan kerangka pendanaan tentang Perbendaharaan Negara;
yang bersifat indikatif. 4. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004
Selain itu, agar RPJMD memiliki tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
kekuatan yang baik, proses penyusunanya Tanggungjawab Keuangan Daerah;
mau tidak mau harus didasarkan pada data 5. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004
dan informasi yang akurat, valid dan tentang Sistem Perencanaan
akuntabel. Untuk itu, sebelum dilakukan Pembangunan Nasional;
penyusunan, terlebih dahulu dilakukan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |3


6. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
tentang Perimbangan Keuangan antara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Nomor 82, Tambahan Lembaran
Daerah; Negara Republik Indonesia Nomor
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 4737);
Tentang Rencana Pembangunan Jangka 19. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun
Panjang Nasional 2005-2025; 2008 Tentang Pedoman Evaluasi
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
Tentang Penataan Ruang; 20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 2008, tentang Tahapan, Tata Cara
Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Lingkungan Hidup; Pelaksanakan Rencana Pembangunan
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Daerah;
Tentang Pembentukan Peraturan 21. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun
Perundang-Undangan; 2008 Tentang Rencana Tata Ruang
11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Wilayah Nasional;
tentang Pemerintahan Daerah; 22. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun
12. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 2010 Tentang Penyelenggaraan
Tentang Perlindungan Anak yang telah Penataan Ruang;
diubah menjadi Undang-Undang 23. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun
Nomor 35 Tahun 2014 Tentang 2016 tentang Perangkat Daerah;
Perlindungan Anak; 24. Peraturan Presiden Nomor 02 Tahun
13. Peraturan Pemerintah Nomor 108 2015 Tentang Rencana Pembangunan
tahun 2000 tentang Tata Cara Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
Pertanggungjawaban Kepala Daerah; Tahun 2015-2019;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri
2005 tentang Pengelolaan dan Nomor 15 Tahun 2008 Tentang
Pertanggungjawaban Keuangan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender
Daerah; di Daerah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri
2005 Tentang Pedoman Penyusunan Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Tata
Standar Pelayanan Minimal (SPM);; Cara Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan
16. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun Pemerintah Daerah;
2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan 27. Peraturan Menteri Dalam Negeri
Pengawasan Penyelenggaraan Nomor 54 tahun 2010 Tentang
Pemerintahan Daerah; Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
17. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun Nomor 8 Tahun 2008, tentang Tahapan,
2006 tentang Tata Cara Penyusunan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian
Rencana Pembangunan Nasional; dan Evaluasi Pelaksanakan Rencana
18. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun Pembangunan Daerah;
2007 tentang Pembagian Urusan 28. Peraturan Menteri Pendayagunaan
Pemerintahan antara Pemerintah, Aparatur Negara dan Reformasi
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010

4 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tentang Pedoman Penyusunan 1.3 Hubungan Antar Dokumen
Penetapan Kinerja dan Pelaporan Undang-Undang Nomor 25 tahun
Akuntabilitas Kinerja Instansi 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pemerintah; Pembangunan Nasional menjadi dasar
29. Peraturan Menteri Dalam Negeri dalam penyusunan perencanaan
Nomor 21 Tahun 2011 Tentang pembangunan daerah. Oleh karena itu,
Perubahaan Kedua Atas Peraturan RPJMD merupakan bagian yang terintegrasi
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun dengan perencanaan pembangunan
2006 Tentang Pedoman Pengelolaan nasional, yang bertujuan untuk mendukung
Keuangan Daerah; koordinasi antar pelaku pembangunan.
30. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Sehingga RPJMD harus sinkron dan sinergi
No. 5 Tahun 2012 tentang Tata Ruang antar daerah, antar waktu, antar ruang dan
Wilayah Provinsi Jawa Timur 2011- antar fungsi pemerintah serta menjamin
2031; keterkaitan dan konsistensi antara
31. Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 1 perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
Tahun 2009 tentang Rencana pengawasan, dan evaluasi.
Pembangunan Jangka Panjang Daerah RPJMD sebagai dokumen
(RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun perencanaan lima tahunan merupakan
2005-2025; penjabaran RPJPD yang memiliki kurun
32. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor waktu 20 tahun. RPJMD selanjutnya
3 Tahun 2014 tentang Rencana dijabarkan dalam Rencana Kerja
Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Daerah (RKPD) yang
Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur merupakan perencanaan tahunan dan
Tahun 2014-2019; menjadi pedoman dalam penyusunan
33. Peraturan Daerah Kabupaten Rencana Strategis Perangkat Daerah
Banyuwangi Nomor 01 Tahun 2011 (Renstra PD) Pemerintah Kabupaten
Tentang Perlindungan Perempuan Dan Banyuwangi. Hubungan antar dokumen
Anak Korban Kekerasan Dan perencanaan dapat dilihat melalui gambar
Perdagangan Orang; berikut:
34. Peraturan Daerah Kabupaten
Banyuwangi Nomor 15 Tahun 2011
Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2005-2025;
35. Peraturan Daerah Kabupaten
Banyuwangi Nomor 08 Tahun 2012
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-
2032.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |5


Gambar 1.1. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN PERENCANAAN

Sumber: Permendagri 54 Tahun 2010 (Diolah dari berbagai Sumber)


2.3 Aspek Pelayanan Umum;
1.4 Sistematika Penulisan 2.4 Aspek Daya Saing Daerah.
Sistematika penyajian Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN
(RPJMD) Kabupaten Banyuwangi adalah, KEUANGAN DAERAH SERTA
sebagai berikut: KERANGKA PENDANAAN
3.1 Kinerja Keuangan Daerah;
BAB I PENDAHULUAN 3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan
1.1. Latar Belakang; ;2016-2021;
1.2. Dasar Hukum Penyusunan; 3.3 Kerangka Pendanaan.
1.3. Hubungan Antar Dokumen;
1.4. Sistematika Penulisan; BAB IV ANALISIS ISU – ISU STRATEGIS
1.5. Maksud dan Tujuan. 4.1 Analisis Tahapan RPJP Berjalan;
4.2 Analisis RPJMN dan RPJMD Provinsi;
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI 4.3 Platform Bupati Terpilih;
DAERAH 4.4 Analisis Rencana Tata Ruang
2.1. Aspek Geografi dan Demografi; Wilayah Kabupaten Banyuwangi;
2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat; 4.5 Permasalahan Pembangunan;

6 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.6 Isu-Isu Strategis. jangka panjang (sustainibility development)
dan konsistensi antara perencanaan,
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN penganggaran, pelaksanaan dan
5.1 Visi Pembangunan Daerah; pengawasan pada setiap tahun anggaran
5.2 Misi Pembangunan Daerah; selama 5 (lima) tahun yang akan datang
5.3 Tujuan dan Sasaran; sehingga secara bertahap dapat
5.4 Konsistensi Hubungan Visi, Misi, mewujudkan cita-cita masyarakat
Tujuan dan Sasaran. Kabupaten Banyuwangi. Termasuk juga
rencana-rencana kerja dan kerangka
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN anggaran yang bersifat proyektif dan
6.1 Strategi Pembangunan Daerah; indikatif selama lima tahun ke depan.
6.2 Arah Kebijakan. Dengan demikian, semua dokumen
operasional dalam perencanaan periode
BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN 2016-2021 di lingkungan pemerintahan
PROGRAM PEMBANGUNAN Kabupaten Banyuwangi harus mengacu
DAERAH pada RPJMD ini.
7.1 Kebijakan Umum;
7.2 Program Proritas. Tujuan dari disusunnya dokumen
RPJMD Kabupaten Banyuwangi ini
BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM antara lain:
PRIORITAS YANG DISERTAI 1. Sebagai pedoman untuk
KEBUTUHAN PENDANAAN memberikan arah terhadap
kebijakan keuangan daerah, strategi
BAB IX PENETAPAN INDIKATOR pembangunan daerah, kebijakan
KINERJA DAERAH umum, dan Pembangunan daerah
tahun 2016-2021;
BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN 2. Sebagai pedoman bagi seluruh
KAIDAH PELAKSANAAN Perangkat Daerah (PD) dalam
10.1 Pedoman Transisi; penyusunan rencana strategis
10.2 Kaidah Pelaksanaan. antara tahun 2016 sampai tahun
2021, termasuk dalam menentukan
1.5 Maksud dan Tujuan program-program prioritas;
Maksud 3. Sebagai pedoman dalam
RPJMD Kabupaten Banyuwangi penyusunan KUA dan PPAS, RAPBD
tahun 2016-2021 pada dasarnya antara tahun 2016 sampai tahun
dimaksudkan sebagai pedoman untuk 2021;
memberikan arah terhadap kebijakan 4. Sebagai tolak ukur dalam mengukur
keuangan daerah, strategi pembangunan dan melakukan evaluasi kinerja
daerah, kebijakan umum, dan program tahunan setiap Perangkat Daerah di
Perangkat Daerah, lintas Perangkat Daerah, lingkungan Pemerintah Kabupaten
dan program kewilayahan dalam rangka Banyuwangi antara tahun 2016
menjamin keberlanjutan pembangunan sampai tahun 2021;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |7


5. Sebagai instrumen untuk memudahkan koordinasi, integrasi
memudahkan seluruh Perangkat dan sinkronisasi seluruh Perangkat
Daerah Pemerintah Kabupaten Daerah Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi dalam mencapai tujuan Banyuwangi dalam
dengan cara menyusun program mengimplementasikan kebijakan,
dan kegiatan secara terpadu, program dan kegiatan operasional
terarah dan terukur; tahunan menuju masyarakat
6. Sebagai instrumen untuk sejahtera dan berakhlak mulia.
memahami secara utuh dan

8 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


BAB II
GAMBARAN UMUM
Bab ini memberikan gambaran dengan batas-batas administrasi wilayah
umum mengenai Kabupaten Banyuwangi, sebagai berikut; sebelah Utara berbatasan
meliputi aspek geografi, demografi, dengan Kabupaten Situbondo, sebelah
kesejahteraan masyarakat, pelayanan Timur berbatasan dengan Selat Bali,
umum, dan daya saing daerah, untuk sebelah Selatan berbatasan dengan
memberikan gambaran tentang potensi Samudra Indonesia serta sebelah Barat
berbatasan dengan Kabupaten Jember dan
dasar yang dimiliki oleh Kabupaten
Kabupaten Bondowoso.
Banyuwangi guna menjadi sumber daya
Secara geografis, Kabupaten
pokok bagi pengembangan di masa depan,
Banyuwangi terletak antara 7 43’ - 8o 46’
o
berikut kelemahan-kelemahan yang harus
Lintang Selatan dan 113o 53’ - 114o 38’
diatasi. Dengan demikian, apa yang Bujur Timur yang terbagi atas dataran
dibahas di bab ini merupakan fondasi tinggi yang berupa daerah pegunungan,
tentang perencanaan pembangunan di merupakan daerah penghasil berbagai
Kabupaten Banyuwangi lima tahun ke produksi perkebunan. Daratan rendah
depan. dengan berbagai potensi yang berupa
produksi tanaman pertanian, serta daerah
2.1 Aspek Geografi dan sekitar garis pantai yang membujur dari
Demografi sepanjang kurang lebih 175 km arah utara
2.1.1 Letak Wilayah ke selatan yang merupakan daerah
Kabupaten Banyuwangi terletak di penghasil berbagai biota laut dengan
ujung timur Pulau Jawa, memiliki luas panjang pantai 175,8 Km.
wilayah 5.782,50 km² atau 578.250 Ha

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 9


Secara administratif Kabupaten laut dan berdasarkan klasifikasi Wilayah
Banyuwangi terbagi atas 24 Kecamatan, Tanah Usaha (WTU) ketinggian tersebut
189 Desa dan 28 Kelurahan, dengan rincian dibedakan atas:
sebagai berikut: a. Ketinggian 0-50 meter diatas
Tabel 2.1 Jumlah Kecamatan, Desa dan permukaan laut (mdpl), merupakan
KelurahanKabupaten Banyuwangi Tahun 2014 wilayah dengan dataran rendah,
Jumlah ataupun wilayah yang berada di sekitar
No Kecamatan
Desa Kelurahan kawasan pantai. Wilayah yang berada
1 Pesanggaran 5 -
2 Siliragung 5 - pada ketinggian tersebut meliputi
3 Bangorejo 7 - sebagian dari Kecamatan Wongsorejo,
4 Purwoharjo 8 - Kalipuro, Giri, Banyuwangi, Kabat,
5 Tegaldlimo 9 -
Rogojampi, Muncar, Purwoharjo,
6 Muncar 10 -
7 Cluring 9 - Tegaldlimo, Bangorejo, Siliragung,
8 Gambiran 6 - Pesanggaran;
9 Tegalsari 6 - b. Ketinggian 50-100 meter diatas
10 Glenmore 7 -
11 Kalibaru 6 -
permukaan laut (mdpl) meliputi
12 Genteng 5 - sebagian dari Kecamatan Wongsorejo,
13 Srono 10 - Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Kabat,
14 Rogojampi 18 -
Rogojampi, Srono, Cluring, Purwoharjo,
15 Kabat 16 -
16 Singojuruh 11 - Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran;
17 Sempu 7 - c. Ketinggian 100-500 meter diatas
18 Songgon 9 - permukaan laut (mdpl), meliputi
19 Glagah 8 2
sebagian dari Kecamatan Wongsorejo,
20 Licin 8 -
21 Banyuwangi - 18 Kalipuro, Giri, Glagah Licin, Kabat,
22 Giri 2 4 Cluring, Singojuruh, Rogojampi,
23 Kalipuro 5 4 Genteng, Sempu, Songgon, Glenmore,
24 Wongsorejo 12 -
JUMLAH 189 28
Kalibaru, Tegaldlimo, Siliragung,
Sumber: Banyuwangi Dalam Angka (BDA) Tahun 2015 Pesanggaran, Bangorejo, Purwoharjo,
Gambiran, Tegalsari;
2.1.2 Topografi d. Ketinggian 500-1000 meter diatas
Topografi wilayah daratan Kabupaten permukaan laut (mdpl) merupakan
Banyuwangi bagian barat dan utara pada wilayah berbukit yang meliputi sebagian
umumnya pegunungan dan bagian selatan Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro,
sebagian besar dataran rendah. Tingkat Glagah, Licin, Songgon, Sempu,
kemiringan rata-rata pada wilayah bagian Glenmore, Kalibaru, Siliragung,
barat dan utara 40o, dengan rata-rata Pesanggaran;
curah hujan lebih tinggi bila dibanding e. Ketinggian 1000-2000 meter diatas
dengan bagian wilayah lainnya. Daratan permukaan laut (mdpl) merupakan
rendah sebagaian besar mempunyai daerah pegunungan terletak di sebagian
tingkat kemiringan kurang dari 15o, dengan Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Licin,
rata-rata curah hujan cukup memadai. Songgon, Glenmore, dan Kalibaru;
Ketinggian tanah di Kabupaten Banyuwangi f. Ketinggian diatas 2000 meter diatas
mencapai 0–2.500 meter dari permukaan permukaan laut (mdpl) meliputi

10 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


sebagian Kecamatan Wongsorejo,
Kalipuro, Licin, Songgon, Glenmore dan
Kalibaru.
2.1.3 Geologi Dan Jenis Tanah Tabel 2.3 Jenis Tanah Kabupaten Banyuwangi
Kondisi geologi setiap wilayah
Jenis Tanah Luas
bervariasi, serta memiliki peran bagi
Ha %
terbentuknya suatu bentukan lahan di
wilayah tersebut. Jenis Tanah di Kabupaten Lain-Lain 37.433,70 6,55
Banyuwangi berdasarkan struktur geologi Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
terdapat berbagai susunan/struktur Banyuwangi Tahun 2012-2032
geologi seperti pada tabel 2.2 berikut ini:
Tanah regosol terdapat pada wilayah
Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Glagah,
Tabel 2.2 Luas Tanah Berdasarkan Struktur
Songgon, Glenmore, Gambiran, Bangorejo,
Geologi Kabupaten Banyuwangi
Cluring, Muncar, Purwoharjo dan
Struktur Luas Tegaldlimo. Tanah lithosol terdapat pada
Geologi Ha %
wilayah Kecamatan Kalibaru, Glenmore
Aluvium 134.525,00 23,27
Hasil Gunung
dan Pesanggaran. Tanah lathosol terdapat
Api kwarter 170.310,50 29,43 pada wilayah Kecamatan Purwoharjo dan
muda Tegaldlimo. Tanah podsolik hampir
Hasil Gunung terdapat pada seluruh wilayah Kecamatan
59.283,00 10,26
Api kwarter tua
di Kabupaten Banyuwangi kecuali wilayah
Andesit 47.417,75 8,20
Miosen falses Kecamatan Cluring, Purwoharjo dan
89.177,25 15,43
semen Muncar hanya sebagian kecil terdapat
Miosen falsen tanah podsolik.
77.536,50 13,41
batu gamping
Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2012-2032 2.1.4 Iklim
Kabupaten Banyuwangi terletak di
Adapun keadaan jenis tanah di Kabupaten selatan equator yang dikelilingi oleh Laut
Banyuwangi dapat terlihat pada tabel Jawa, Selat Bali dan Samudera Indonesia
berikut: dengan iklim tropis yang terbagi menjadi 2
musim yaitu musim penghujan dan musim
Tabel 2.3 Jenis Tanah Kabupaten Banyuwangi kemarau.
Jenis Tanah Luas 1. Rata-rata curah hujan selama tahun
Ha % 2015 mencapai 81,45 mm. Curah hujan
terendah terjadi pada Bulan
Regosol 138.490,87 23,96 September, sedangkan curah hujan
tertinggi terjadi pada Bulan Maret
Lithosol 39.031,88 6,75 sebesar 225,9 mm;
2. Presentase rata-rata penyinaran
Lathosol 14.109,30 2,44 matahari pada tahun 2015 mencapai
82 %, terendah pada Bulan Januari
Podsolik 384.684,75 60,3

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 11


sebesar 57 % dan tertinggi pada Bulan Tabel 2.4 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah
September dan Oktober sebesar 998 % Kabupaten Banyuwangi
3. Rata-rata kelembaban udara pada No Nama DAS Panjang (m)
tahun 2015 diperkirakan mendekati 78 12 Daerah Aliran Sungai K. 37.041
Banyuwangi
%. Kelembaban terendah terjadi pada
13 Daerah Aliran Sungai 36.257
Bulan Nopember dengan rata-rata Bendo
kelembaban udara sebesar 72 %. 14 Daerah Aliran Sungai 7.043
Sebaliknya kelembaban tertinggi terjadi Pakis
15 Daerah Aliran Sungai 100.403
pada Bulan April dengan besaran 82 %;
Tambong
4. Rata-rata suhu udara terendah terjadi 16 Daerah Aliran Sungai 13.773
pada Bulan Juli dan Agustus 2015 Donosuka
sebesar 25,6 derajat celcius. Sedang 17 Daerah Aliran Sungai 16.666
tertinggi pada Bulan Nopember Lungun
18 Daerah Aliran Sungai 68.244
sebesar 29,60 derajat celcius. Binau
19 Daerah Aliran Sungai 49.007
2.1.5 Hidrologi Bomo
Ditinjau dari kondisi hidrologi 20 Daerah Aliran Sungai 128.634
Blambangan
Kabupaten Banyuwangi memiliki 35 21 Daerah Aliran Sungai 10.250
Daerah Aliran Sungai (DAS). Berikut ini Komis
merupakan daftar DAS di wilayah 22 Daerah Aliran Sungai 189.540
Kabupaten Banyuwangi. Setail
23 Daerah Aliran Sungai 222.128
Tabel 2.4 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Blambangan
Kabupaten Banyuwangi 24 Daerah Aliran Sungai 15.000
No Nama DAS Panjang (m) Kaliagung
1 Daerah Aliran Sungai 48.906 25 Daerah Aliran Sungai 17.000
Bajulmati Sarongan
2 Daerah Aliran Sungai 2.850 26 Daerah Aliran Sungai 20.000
Sodong Kandangan
3 Daerah Aliran Sungai 6.869 27 Daerah Aliran Sungai 1.250
Widoro Porong Lembu
4 Daerah Aliran Sungai 2.222
28 Daerah Aliran Sungai 6.000
Curah Alas Buluh
Trembelang
5 Daerah Aliran Sungai 6.173
29 Daerah Aliran Sungai 33.000
Selogiri
Bangorejo
6 Daerah Aliran Sungai 2.782
30 Daerah Aliran Sungai 10.000
Sebani
Besaran
7 Daerah Aliran Sungai 6.086
Paleran 31 Daerah Aliran Sungai 8.000
8 Daerah Aliran Sungai 5.391 Kedungrejo
Dani 32 Daerah Aliran Sungai 19.000
9 Daerah Aliran Sungai 14.492 Karang bendo
Ketapang
10 Daerah Aliran Sungai 25.832 33 Daerah Aliran Sungai 20.000
Kali Klatak Kemut
11 Daerah Aliran Sungai 31.252
34 Daerah Aliran Sungai 65.000
Sukowidi
Gambiran

12 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 2.4 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Tabel 2.6: Prosentase penduduk yang
Kabupaten Banyuwangi memiliki lahan
No Nama DAS Panjang (m) No Tahun Persentase (%)
35 Daerah Aliran Sungai 55.000 1 2011 19
Bulu Agung 2 2012 20
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Pengairan 3 2013 22
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 4 2014 23
2.1.6 Penggunaan Lahan 5 2015 24
Kabupaten Banyuwangi memiliki luas Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Banyuwangi
wilayah ±5.782.50 km2 yang sebagian 2010-2015
berupa kawasan hutan seluas 183.396,34
ha atau 31,72 %, areal persawahan sekitar a. Kawasan budidaya
65.457 ha atau 11,39%, kawasan Kawasan Budidaya adalah wilayah yang
perkebunan mencapai sekitar 82.143,63 ha ditetapkan dengan fungsi utama untuk
atau 14,21 %. Sedangkan areal dibudidayakan atas dasar kondisi dan
permukiman sekitar 127.454,22 ha atau potensi sumberdaya alam, sumberdaya
22,04%, selebihnya berupa jalan, ladang manusia dan sumberdaya buatan. Adapun
dan lain sebagainya. Kawasan budidaya di Kabupaten
Banyuwangi terdiri dari:
Tabel 2.5 Luas Kabupaten Banyuwangi 1) Kawasan peruntukan hutan produksi,
Menurut Penggunaan dengan luas 56.890 ha yang meliputi
Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan
Penggunaan Wilayah Luas
Kalipuro, Kecamatan Licin,
Hutan 31,72% Kecamatan Glagah, Kecamatan
Permukiman 22,04% Songgon, Kecamatan Sempu,
Perkebunan 14,21% Kecamatan Purwoharjo, Kecamatan
Sawah 11,39% Tegaldlimo, Kecamatan Tegalsari,
Ladang 2,80% Kecamatan Bangorejo, Kecamatan
Tambak 0,31% Siliragung, Kecamatan Pesanggaran,
Lain-Lain 17,53% Kecamatan Glenmore dan
Sumber: BDA Tahun 2015 dan Dinas Pertanian,
Kecamatan Kalibaru;
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2015. 2) Kawasan peruntukan hutan rakyat
dengan luas kurang lebih 18.375 ha,
Sedangkan prosentase penduduk dan pengembangan kurang lebih
yang memiliki lahan dapat dilihat pada 7.032 ha berada diseluruh
tabel 2.6 dibawah. Penduduk yang kecamatan;
memiliki lahan setiap tahunnya cenderung 3) Kawasan peruntukan pertanian,
meningkat. Pada tabel dibawah dapat terdiri atas kawasan peruntukan
dilihat bahwasannya pada tahun 2011 pertanian tanaman pangan, kawasan
prosentase kepemilikan tanah oleh peruntukan hortikultura, kawasan
masyarakat hanya sebesar 19% dan terus
peruntukan perkebunan, dan
meningkat setiap tahunnya hingga
kawasan peruntukan peternakan;
mencapai 24% pada tahun 2015.
4) Kawasan peruntukan perikanan,
terdiri atas kawasan peruntukan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 13


perikanan tangkap, kawasan 1) Kawasan Hutan Lindung, dengan luas
peruntukan budidaya perikanan; 57.079 ha, meliputi Kecamatan
kawasan peruntukan pengolahan Wongsorejo; Kecamatan Kalipuro;
ikan, dan pengembangan fungsi Kecamatan Licin; Kecamatan
pelabuhan perikanan; Songgon; Kecamatan Sempu;
5) Kawasan peruntukan pertambangan, Kecamatan Glenmore; Kecamatan
terdiri atas pertambangan mineral Kalibaru; Kecamatan Pesanggaran;
logam, pertambangan mineral bukan Kecamatan Siliragung; Kecamatan
logam, pertambangan batuan, dan Bangorejo; Kecamatan Purwoharjo;
pertambangan panas bumi; dan Kecamatan Tegaldlimo;
6) Kawasan peruntukan industri, terdiri 2) Kawasan yang Memberikan
dari industri besar, industri kecil dan Perlindungan Terhadap Kawasan
menengah serta sentra industri; Bawahannya ,dengan luas kurang
7) Kawasan peruntukan pariwisata, lebih 150.653 ha berupa kawasan
terdiri dari daya tarik wisata budaya, resapan air meliputi Kecamatan
daya tarik wisata alam, dan daya Wongsorejo; Kecamatan Kalipuro;
tarik wisata buatan; Kecamatan Licin; Kecamatan
8) Kawasan peruntukan permukiman, Songgon; Kecamatan Sempu;
terdiri dari kawasan permukiman Kecamatan Glenmore; Kecamatan
perkotaan dan kawasan permukiman Kalibaru; Kecamatan Pesanggaran;
pedesaan; dan Kecamatan Tegaldlimo;
9) Kawasan andalan, terdiri dari 3) Kawasan Perlindungan Setempat
kawasan andalan perikanan dan meliputi sempadan pantai;
kawasan andalan pertanian; sempadan sungai; sempadan
10) Kawasan peruntukkan sektor jaringan irigasi; kawasan sekitar
informal, terdiri dari penyediaan danau atau waduk; kawasan rawa;
ruang kegiatan sektor informal kawasan sekitar mata air; dan
/pedagang kaki lima dalam kawasan kawasan ruang terbuka hijau
perkotaan serta penataan dan perkotaan;
revitalisasi kawasan PKL pada pusat 4) Kawasan Suaka Alam, Pelestarian
kegiatan perkotaan; Alam dan Cagar Budaya meliputi
11) Kawasan peruntukkan wilayah pesisir Cagar Alam Kawah Ijen Merapi
dan pulau-pulau kecil; Ungup-ungup dan Cagar Alam
12) Kawasan peruntukkan kawasan Jangganan Rogojampi. Kawasan
pertahanan dan keamanan. suaka alam laut meliputi perairan
sekitar pantai Pulau Tabuhan berada
b. Kawasan Lindung di Kecamatan Wongsorejo dan
Fungsi utama kawasan lindung perairan sekitar pantai Pulau Merah
adalah melindungi kelestarian lingkungan berada di Kecamatan Pesanggaran.
hidup yang mencakup sumberdaya alam Kawasan suaka alam darat. Kawasan
dan sumber daya buatan. Kabupaten pantai meliputi Kecamatan
Banyuwangi memiliki 7 kawasan lindung, Wongsorejo; Kecamatan
diantaranya: Banyuwangi; Kecamatan Muncar;

14 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Kecamatan Tegaldlimo; Kecamatan 6) Kawasan Lindung Geologi meliputi,
Purwoharjo; dan Kecamatan Kawasan cagar alam geologi berupa
Pesanggaran. Kawasan Taman situs geologi Teluk Grajagan berada.
Nasional Alas Purwo, kawasan Taman Kawasan rawan bencana alam
Nasional Meru Betiri, dan Taman geologi meliputi kawasan rawan
Wisata Alam Kawah Ijen. Kawasan letusan gunung api, kawasan rawan
cagar budaya dan ilmu pengetahuan gempa dan kawasan rawan tsunami.
terdiri atas kawasan lingkungan non Kawasan yang memberikan
bangunan (kawasan Taman Sri perlindungan terhadap air tanah
Tanjung, kawasan Taman berupa Daerah Imbuhan Air Tanah
Blambangan, kawasan Gelanggang untuk cekungan air tanah (CAT)
Olah Raga (GOR), kawasan meliputi CAT Wonorejo merupakan
permukiman Suku Osing); kawasan CAT lintas kabupaten dengan luas
lingkungan bangunan non gedung 543 km2, CAT Banyuwangi dengan
(makam Datuk Ibrahim, makam luas 1.737 km2, dan CAT
Buyut Wongsokarjo, makam Sayid Blambangan dengan luas 413 km2;
Yusuf, situs Macan Putih, situs 7) Kawasan Lindung Konservasi
Ompak Songo, gumuk Klinting, Sumberdaya Perikanan Dan Kelautan
gumuk Kantong berada di Kecamatan meliputi: perairan Kayu Aking berada
Muncar; dan situs Sitihinggil); di Kecamatan Tegaldlimo; perairan
kawasan lingkungan bangunan Takatbulan berada di Kecamatan
gedung dan halamannya (Masjid Wongsorejo; dan perairan Pulau
Agung Baiturrahman, Pendopo Tabuhan berada di Kecamatan
Kabupaten, Makam Bupati Wongsorejo.
Banyuwangi kedua sampai dengan
kelima, Klenteng Ho Tong Bio, Pura
Giri Nathadan Bangunan yang
memiliki nilai sejarah berupa Kantor
Pos, Gedung Inggrisan, Gedung
Juang, GedungLoji (SD Negeri
Kepatihan), Markas Kodim 0825,
Rumah Dinas Kodim 0825, dan
Rumah Dinas Polres);
5) Kawasan Rawan Bencana Alam
Kawasan rawan bencana alam
meliputi, kawasan rawan gempa,
kawasan rawan banjir, kawasan
rawan kerentanan gerakan tanah,
kawasan rawan letusan gunung api,
kawasan rawan gelombang pasang
dan tsunami, dan kawasan rawan
kebakaran hutan;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 15


2.1.7 Demografi

Tabel 2.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur


Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2014
No Kelompok Umur
2011 2012 2013 2014 2015
(Tahun)
1 0–4 87.395 89.041 87.677 92.796 95.832
2 5–9 114.590 114.385 110.355 113.441 123.023
3 10 – 14 127.444 128.982 128.930 128.688 130.707
4 15 – 19 120.511 119.676 117.620 123.820 127.551
5 20 – 24 125.380 126.121 122.739 123.469 122.544
6 25 – 29 141.489 135.113 130.009 135.022 115.820
7 30 – 34 142.633 147.044 145.131 139.454 127.818
8 35 – 39 142.464 139.389 137.234 136.243 132.157
9 40 – 44 132.122 138.655 137.514 137.525 136.970
10 45 – 49 116.701 113.825 118.729 126.812 127.632
11 50 –59 94.321 174.124 179.796 187.327 114.716
13 60 – 64 74.653 63.275 64.405 66.734 95.788
14 65 – 69 61.238 48.027 49.452 51.860 69.830
15 70 – 74 50.180 42.116 43.904 41.430 56.005
16 > 75 83.360 47.696 53.635 49.554 41.766
JUMLAH 1.614.482 1.627.469 1.627.130 1.654.175 1.668.438
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2015

Jumlah penduduk Kabupaten Tabel 2.8 Jumlah Penduduk Berdasarkan


Banyuwangi pada tahun 2014 Mata Pencaharian Kabupaten
mencapai 1.668.438 jiwa, dengan Banyuwangi Tahun 2015
No Mata Pencaharian Jumlah %
rincian jumlah penduduk laki-laki
1. Belum / Tidak 443.342 26,57
838.856 jiwa dan jumlah penduduk Bekerja
perempuan 829.582 jiwa. 2. Pelajar / 251.937 15,10
Penduduk Kabupaten Banyuwangi Mahasiswa
sebagian besar berada di daerah 3. Pertanian / 308.092 18,47
pedesaan. Meskipun demikian, pada Peternakan /
Perikanan
tahun 2015 secara rinci jumlah
4. Perdagangan 30.419 1,82
penduduk yang dikelompokkan 5. Industri 1.164 0,07
berdasarkan mata pencaharian, maka 6. Jasa 284 0,02
sebagian besar mata pencaharian Kemasyarakatan
yang dominan adalah swasta dari 7. Konstruksi 730 0,04
keseluruhan jumlah penduduk yaitu 8. Pemerintah 28.025 1,68
mencapai 462.956 jiwa atau 27,75%. 9. Swasta 93.003 5,57
10. Wiraswasta 462.956 27,75
Secara terperinci jumlah penduduk
11. Lainnya 48.486 2,91
yang dikelompokkan berdasarkan
mata pencaharian, diuraikan dalam JUMLAH 1.668.438 100
tabel berikut:
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015

16 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Sedangkan menurut kelompok
Tabel 2.9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat
tingkat pendidikan hingga tahun 2015
Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015
masih didominasi oleh kelompok
pendidikan tingkat SD/Sederajat yaitu No Tingkat Pendidikan Jumlah %
sebesar 586.501 atau 35,15 % dari jumlah
8. Strata III 154 0,01
penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Kabupaten Banyuwangi tahun 2015 Jumlah 1.668.438 100
sebesar 1.668.438 jiwa, secara rinci dapat Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten
diuraikan dalam tabel berikut: Banyuwangi Tahun 2015

Tabel 2.9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat 2.1.8 Potensi Pengembangan Wilayah
Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 Kabupaten Banyuwangi memiliki
potensi sumber daya alam yang cukup
No Tingkat Pendidikan Jumlah % besar. Salah satu potensi yang perlu
1. Belum / Tidak 466.184 27,94 dikembangkan adalah sektor pertanian
Sekolah dengan luas lahan sawah 65.547 Ha atau
2. SD / Sederajat 586.501 35,15 11,39% dari luas total Kabupaten
Banyuwangi. Potensi produksi pangan
3. SLTP / Sederajat 287.110 17,21 terutama dapat di lihat dari cukup
besarnya jumlah lahan sawah produktif
4. SLTA / Sederajat 272.767 16,35
yang subur.
5. Diploma 14.319 0,86
Kabupaten Banyuwangi merupakan
6. Strata I 39.628 2,38 salah satu daerah tujuan wisata favorit di
Jawa Timur, karena letak geografisnya yang
7. Strata II 1.775 0,11
bersebelahan dengan Pulau Bali, memiliki
sumber daya alam yang sangat indah serta

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 17


PRODUKTIFITAS BUAH-BUAHAN
2012 2013 2014 2015
Gambar 2.1: Produksi tanaman pangan Kabupaten

306
281,4

277

251

225,28
151,41
152,4
Banyuwangi Tahun 2012-2014

131

86,35
51,00
30,50
30,00

30,04
28,04

27,50
27,00

27,00
26,70

51
25,00
24,00

24,00

22,51
22,45
22,38
15,26
15,27
13,00
12,70

11,16

8,61
8,53
7,99

5,27
5,19
5,21
MANGGA
JERUK SIAM

DURIAN

PISANG
MANGGIS
SEMANGKA

MELON

BUAH NAGA

RAMBUTAN
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2015

seni budaya serta adat istiadat yang khas, rekreasi dari nilai-nilai karakteristik
beragam dan terpelihara dengan baik. (alam dan budaya setempat);
Sehingga pariwisata menjadi salah satu d. Memberikan sumbangan positif
faktor penunjang pembangunan ekonomi terhadap pembangunan ekonomi
di Kabupaten Banyuwangi. Dalam daerah;
mengembangkan potensi pariwisata di e. Menekan sejauh mungkin dampak
Kabupaten Banyuwangi dilakukan melalui negatif yang ditimbulkan dari
konsep “ecotourism” serta Diamond rangkaian kegiatan pariwisata.
Triangel dalam konsep Wilayah (Sumber : Rencana Induk Pariwisata
Pengembangan Pariwisata (WPP). Daerah (RIPDA 2012).
Konsep “ecotourism”, yaitu konsep Salah satu program pengembangan
pembangunan pariwisata yang dilakukan kawasan strategis cepat tumbuh di wilayah
dengan mengoptimalkan dan sekaligus Kabupaten Banyuwangi adalah adanya
melestarikan potensi alam dan budaya pemetaan wilayah pengembangan
khas Banyuwangi secara berkelanjutan, pariwisata. Diamond Triangle dalam
pengembangan pariwisata menggunakan Konsep Wilayah Pengembangan Pariwisata
prinsip-prinsip sebagai berikut: (WPP) terbagi menjadi tiga, diantaranya:
a. Melindungi lingkungan yang
dimanfaatkan;
b. Mengikutsertakan masyarakat
secara aktif dalam kegiatan
pariwisata;
c. Menyajikan produk bermuatan
pembelajaran, pendidikan dan

18 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Gambar 2.2: Wilayah Pengambangan Pariwisata Kabupaten
Banyuwangi
Sumber: Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA 2012)

a. Wilayah Pengembangan Pariwisata


(WPP) I b. Wilayah Pengembangan Pariwisata
Merupakan wilayah kawasan hutan (WPP) II
yang sesuai untuk kegiatan wisata Merupakan wilayah dengan jenis objek
“adventure” (petualangan) dan wisata yang sebagian besar berada di
menikmati pemandangan alam, yaitu sekitar perairan pantai dan mempunyai
Kawah Ijen berada di Kecamatan Licin aksesibilitas rendah, yaitu Pantai
45 km dari Kota Banyuwangi yang Plengkung terletak di pantai selatan
merupakan kawah danau terbesar di Banyuwangi dan berada di wilayah
Pulau Jawa dengan kawah belerang Kecamatan Tegaldlimo dengan jarak
dari Banyuwangi sekitar 86 km. Pantai
berada dalam sulfatara di kedalaman
Plengkung sebagai pantai terbaik untuk
sekitar 200 meter dan mengandung
surfing dan biasa disebut G-Land. Bulan
kira-kira 36 juta kubik air asam beruap.
Mei-Oktober adalah bulan terbaik untuk
Kawah ijen didukung ekowisata
surfing. Pantai Plengkung didukung
hinterland meliputi Desa Wisata ekowisata hinterland meliputi G-Land
Kemiren, Perkebunan Kaliklatak, (Grajagan Land), Alas Purwo (Goa
Perkebunan Selogiri dan Perkebunan Istana), Padang Savana Sadengan dan
Kalibendo. Pantai Mangrove Bedul.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 19


Tabel 2.10 Data Pengunjung Obyek Wisata di
c. Wilayah Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015
(WPP) III
Merupakan wilayah dengan objek Jumlah (orang)
Wisatawan Hunian Kunjungan
wisata yang sebagian besar
Hotel Obyek Wisata
mempunyai keunikan sumber daya
Wisatawan 540.669 1.926.179
alam yaitu Pantai Sukamade yang
domestik
berada di wilayah Kecamatan
Wisatawan asing 59.597 46.214
Pesanggaran berjarak sekitar 97 km ke
arah barat daya Banyuwangi. Pantai JUMLAH 600.266 1.972.393
Sukamade merupakan hutan lindung Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015
di Jawa Timur yang terkenal dengan
penangkaran penyu, dimana penyu
betina yang biasa bertelur hingga 2.1.9 Wilayah Rawan Bencana
ratusan butir diletakkan di dalam pasir Kabupaten Banyuwangi menjadi
pantai.Bulan November hingga Maret salah satu daerah dengan potensi bencana
adalah musim penyu bertelur. Pantai yang cukup tinggi meliputi bencana
Sukamade didukung ekowisata tsunami, gunung berapi, banjir, dan tanah
hinterland meliputi Pantai Rajegwesi, longsor, dapat dilihat pada gambar 2.3.
Teluk Hijau, Pantai Pancer dan Pulau Dari semua potensi bencana yang
Merah serta Taman Nasional Meru ada, bencana letusan gunung api dari
Betiri Gunung Ijen merupakan bencana yang
Pengembangan kawasan wisata rawan terjadi di kabupaten Banyuwangi.
alam dan pengembangan wisata Gunung tersebut hingga saat ini masih aktif
budaya melalui penyelenggaraan dan memiliki sebaran lahar yang cukup
kegiatan Banyuwangi Festival dalam luas. Kawasan rawan bencana secara lebih
rangka memperingati Hari Jadi rinci adalah sebagai berikut:
Banyuwangi ke-243 Tahun 2014, 1. Kawasan rawan gempa meliputi:
tentunya berpengaruh pada kenaikan a. Kecamatan Pesanggaran;
jumlah pengunjung wisatawan b. Kecamatan Siliragung;
domestik maupun wisatawan asing c. Kecamatan Bangorejo;
pada tahun 2014. Pengunjung obyek d. Kecamatan Purwoharjo;
wisata domestic (wisatawan domestik) e. Kecamatan Tegaldlimo;
di Kabupaten Banyuwangi pada tahun f. Kecamatan Kalibaru;
2015 mencapai 540.669 orang yang g. Kecamatan Glenmore;
menginap di hotel dan 1.926.179 h. Kecamatan Genteng;
yang melakukan kunjungan obyek i. Kecamatan Gambiran;
wisata. Sedangkan pengunjung obyek j. Kecamatan Cluring;
wisata asing (wisatawan asing) di
k. Kecamatan Srono;
Kabupaten Banyuwangi pada tahun
l. Kecamatan Singojuruh;
2015 mencapai 59.597 orang yang
m. Kecamatan Muncar;
menginap di hotel dan 46.214 orang
n. Kecamatan Rogojampi;
yang melakukan kunjungan obyek
wisata.

20 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Gambar 2.3: Peta Rawan Bencana Kabupaten Banyuwangi
Sumber: Bappeda Kabupaten Banyuwangi 2013
o. Kecamatan Kabat; dan a. Kecamatan Songgon;
p. Kecamatan Banyuwangi. b. Kecamatan Licin;
2. Kawasan rawan banjir meliputi: c. Kecamatan Glagah;
a. Kecamatan Banyuwangi; d. Kecamatan Kalipuro;
b. Kecamatan Kalipuro; e. Kecamatan Wongsorejo;
c. Kecamatan Muncar; f. Kecamatan Glenmore;
d. Kecamatan Purwoharjo; dan g. Kecamatan Sempu; dan
e. Kecamatan Kalibaru. h. Kecamatan Kalibaru.
3. Kawasan rawan kerentanan gerakan 5. Kawasan rawan gelombang pasang
tanah meliputi: dan tsunami,
a. Kecamatan Wongsorejo; a. Kecamatan Wongsorejo;
b. Kecamatan Licin; b. Kecamatan Kalipuro;
c. Kecamatan Glagah; c. Kecamatan Banyuwangi;
d. Kecamatan Kalipuro; d. Kecamatan Kabat;
e. Kecamatan Kabat; e. Kecamatan Rogojampi;
f. Kecamatan Songgon; f. Kecamatan Muncar;
g. Kecamatan Siliragung; g. Kecamatan Tegaldlimo.
h. Kecamatan Pesanggaran; h. Kecamatan Purwoharjo;
i. Kecamatan Kalibaru; dan i. Kecamatan Bangorejo;
j. Kecamatan Glenmore. j. Kecamatan Siliragung; dan
4. Kawasan rawan letusan gunung api k. Kecamatan Pesanggaran.
meliputi:

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 21


6. Kawasan rawan kebakaran hutan Selama kurun waktu tahun 2010-
meliputi: 2015 besaran PDRB ADHB menunjukkan
a. Kecamatan Wongsorejo; peningkatan yang cukup signifikan. PDRB
b. Kecamatan Kalipuro; ADHK Kabupaten Banyuwangi pada tahun
c. Kecamatan Licin; 2010-2015, berturut-turut pada besaran
d. Kecamatan Glagah; yang relatif stabil.
e. Kecamatan Songgon;
f. Kecamatan Sempu; Tabel 2.11 PDRB ADHB dan ADHK Kabupaten
g. Kecamatan Purwoharjo; Banyuwangi Tahun 2010-2015
h. Kecamatan Tegaldlimo;
ADHB (dalam ADHK
i. Kecamatan Bangorejo. Tahun
triliun) (dalam triliun)
j. Kecamatan Tegalsari; 2010 32,46 32,46
k. Kecamatan Kalibaru; 2011 36,95 34,72
l. Kecamatan Glenmore; 2012 42,11 37,24
m. Kecamatan Siliragung; dan 2013 47,36 39,73
2014 53,41 41,99
n. Kecamatan Pesanggaran. 2015 60,22 44,52
Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015
2.2 Aspek Kesejahteraan
Berdasarkan tabel diatas
Masyarakat menunjukkan peningkatan produk
Aspek kesejahteraan masyarakat domestik regional bruto (PDRB) daerah. Di
terdiri dari kesejahteraan dan pemerataan akhir 2010 PDRB ADHB Banyuwangi Rp
ekonomi, kesejahteraan sosial, serta seni 32,46 triliun, tahun 2011 meningkat
budaya dan olah raga. menjadi 36,95 triliun, meningkat Rp 42,11
triliun pada tahun 2012, meningkat Rp
2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan 47,36 triliun pada tahun 2013, meningkat
Rp 53,41 triliun pada tahun 2014, dan
Pemerataan Ekonomi
menjadi sebesar 60,22 triliun pada akhir
Produk Domestik Regional Bruto 2015. Sedangkan capaian PDRB ADHK pada
(PDRB) merupakan salah satu indikator tahun 2011 sebesar Rp 34,72 triliun,
penting untuk mengetahui perkembangan meningkat Rp 37,24 triliun pada tahun
perekonomian di suatu daerah dalam 2012, meningkat Rp 39,73 triliun di 2013,
suatu periode tertentu, baik atas dasar naik menjadi 41,99 di tahun 2014, pada
harga berlaku maupun atas dasar harga tahun 2015 mencapai 44,52 Trilyun. PDRB
konstan. PDRB atas dasar harga berlaku atas dasar harga berlaku menggambarkan
menggambarkan nilai tambah barang dan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung
jasa yang dihitung menggunakan harga menggunakan harga pada periode saat ini,
pada periode saat ini, sedang PDRB atas sedang PDRB atas dasar harga konstan
dasar harga konstan menunjukkan nilai menunjukkan nilai tambah barang dan jasa
tambah barang dan jasa tersebut yang tersebut yang dihitung menggunakan
harga yang berlaku pada satu tahun
dihitung menggunakan harga yang berlaku
tertentu sebagai tahun dasar.
pada satu tahun tertentu sebagai tahun
Sedangkan untuk Laju inflasi adalah
dasar. kenaikan atau penurunan inflasi dari periode

22 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


ke periode atau dari tahun ke tahun, Tabel 2.12 Inflasi Kabupaten Banyuwangi
sedangkan Inflasi adalah suatu keadaan di Tahun 2011-2015
mana tingkat harga secara umum (price level) Tahun Inflasi
cenderung naik.
2011 4,90
Banyuwangi pada tahun 2015
mengalami inflasi sebesar 2,15% (yoy), 2012 6,24
lebih rendah dibandingkan tahun 2013 7,10
sebelumnya yang mencapai 6,59% (yoy) 2014 6,59
maupun dibandingkan dengan inflasi Jawa
2015 2,15
Timur dan Nasional sebesar 3,08% dan
Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015
3,35% (yoy). Penyumbang utama inflasi
pada tahun 2015 berasal dari kelompok Sementara kelompok sandang dan
bahan makanan 2,42%, makanan jadi, kelompok pendidikan, rekreasi, olah raga
minuman, rokok & tembakau sebesar terjadi deflasi masing-masing sebesar
0,19%, kelompok perumahan, air, listrik, 0,66% dan 0,01%. Dibandingkan dengan
gas dan bahan bakar sebesar 0,38%, kabupaten lain di Jawa Timur, laju inflasi
kelompok kesehatan sebesar 0,04% dan Banyuwangi menempati urutan kedua
kelompok transportasi, komunikasi dan terendah setelah Kediri 1,71% (yoy).
jasa keuangan sebesar 0,22%.

35

2.4: PDRB Per Kapita Kabupaten Banyuwangi


30

25
Juta Rupiah

20

15
Tahun 2011-2014

10

23,58 26,74 29,85 33,61 37,53


0
2011 2012 2013 2014 2015*

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 23


Gambar 2.5: Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten

7,5 7,24

6,95
6,5
Banyuwangi Tahun 2011-2015

6,13
6,48
6

5,91
5,5

5
2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015

Sementara itu tingginya inflasi sebesar Rp 26,7 juta, tahun 2013


kelompok makanan dan minuman,, rokok meningkat sebesar Rp 29,8 juta dan tahun
dan tembakau, selain itu dampak lanjutan 2014 mengalami peningkatan hingga
kenaikan harga bahan makanan terhadap Rp33,6 juta.
makanan jadi, juga karena kenaikan rokok Meskipun PDRB Perkapita
yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. mengalami kenaikan setiap tahunnya,
PDRB perkapita merupakan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten
gambaran dan rata-rata pendapatan yang Banyuwangi cenderung sedikit mengalami
diterima oleh setiap penduduk selama satu penurunan karena pengaruh ekonomi
tahun di suatu wilayah/daerah. Capaian global, tahun 2011 pertumbuhan ekonomi
indikator PDRB per kapita Kabupaten Kabupaten Banyuwangi sebesar 6,95%,
Banyuwangi mengalami peningkatan setiap mengalami peningkatan pada tahun 2012
tahunnya, tahun 2011 sebesar Rp 23,58 menjadi 7,24%,di tahun 2013 mengalami
juta, tahun 2012 sebesar Rp 26,74 juta, penurunan menjadi sebesar 6,48%, di
tahun 2013 meningkat menjadi Rp 29,85 tahun 2014 capaian pertumbuhan
juta dan tahun 2014 meningkat menjadi Rp ekonomi sebesar 5,91% dan tahun 2015
33,61 juta. naik kembali menjadi sebesar 6,13 %.
Lonjakan tajam PDRB per kapita Meskipun pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Banyuwangi dalam kurun waktu Kabupaten Banyuwangi mengalami
empat tahun terakhir dipengaruhi oleh fluktuasi, namun rata-rata pertumbuhan
sektor pariwisata dan menjaring investor ekonomi setiap tahun di atas rata-rata
untuk berinvestasi di kabupaten nasional.
Banyuwangi. Pendapatan perkapita Pergerakan ekonomi Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi mengalami yang meningkat dalam beberapa tahun
peningkatan disetiap tahunnya. Tahun terakhir, terutama dikontribusi oleh
2011 pendapatan perkapita Kabupaten Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Banyuwangi sebesar Rp 23,6 juta dengan kontribusi rata-rata 34,47 persen.
kemudian meningkat di tahun 2012 Sektor pertanian tidak hanya menjadi

24 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


andalan Banyuwangi, namun juga sektor dan Perikanan ke sektor jasa. Sektor
yang diandalkan di level Jawa Timur. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, di
Pertumbuhan dan kontribusi sektor ini di samping pertumbuhannya lambat,
Banyuwangi melampaui Jawa Timur. kontribusinya terhadap total PDRB
Sektor pertanian termasuk didalamnya sub semakin tahun semakin menurun. Pada
sektor tanaman pangan, hortikultura, tahun 2011-2013 kontribusi sektor
peternakan, perkebunan, kehutanan dan pertanian pada posisi diatas 34,62 persen,
perikanan, merupakan sektor yang maka pada tahun 2010 turun menjadi 46
menghidupi mayoritas penduduk persen dan turun lagi pada posisi 33,71
Banyuwangi (market share) paling besar, persen pada tahun 2014-2015.
yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Sedangkan pada sektor Penyediaan
Sementara itu, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, yang
Akomodasi dan Makan Minum, meskipun menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi
tidak dominan dalam memberi kontribusi Banyuwangi, ditentukan oleh sub sektor
ekonomi Banyuwangi, namun menjadi penyediaan akomodasi dan penyediaan
lokomotif utama yang mengangkat makan dan minum yang ditunjang dari
tumbuhnya perekonomian. Sektor ini pada berkembangnya pariwisata di Kabupaten
tahun 2011 tumbuh 9,08 persen dan pada Banyuwangi.
tahun 2014 mencapai posisi 10,33 persen
dan pada tahun 2015 mencapai 11,40 Peningkatan PDRB Perkapita serta
persen melampaui total pertumbuhan Pertumbuhan ekonomi yang positif tidak
ekonomi Banyuwangi. Sedangkan sektor menjamin adanya sebuah pemerataan
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
menjadi unggulan utama, hanya tumbuh Oleh sebab itu indikator peningkatan
rata-rata 5,27 persen. pembangunan suatu daerah selain melihat
dari faktor pertumbuhan ekonomi perlu
Kondisi ini menunjukkan bahwa dilihat pula tingkat pemerataannya yang
saat ini Banyuwangi dalam proses dapat dilihat melalui indeks gini. Indeks gini
transformasi, dari Pertanian, Kehutanan, merupakan salahsatu ukuran pemerataan
0,325
Gambar 2.6: Indeks Gini di Kabupaten Banyuwangi
0,32 0,32
0,315
0,31
0,305 0,3
0,3
0,295 0,29

0,29
Tahun 2011-2014

0,285
0,29
0,28
0,275
2011 2012 2013 2014

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 25


ekonomi atau ketimpangan agregat (secara Salah satu cara untuk melihat tingkat
keseluruhan) yang nilai indeksnya berkisar kesejahteraan sosial adalah melihat nilai
antara nol (pemerataan sempurna) hingga Indeks Pembangunan Manusia yang
satu (ketimpangan yang sempurna). dibentuk dari tiga dimensi yaitu dimensi
Berikut capaian indeks gini di Kabupaten kesehatan yaitu indeks Kesehatan, Dimensi
Banyuwangi tahun 2011-2014. Pendidikan yaitu indeks Pendidikan yang
Data series indeks gini dari tahun meliputi angka harapan lama sekolah,
2014 hingga tahun 2015 menunjukkan angka rata-rata lama sekolah, serta yang
kecenderungan menurun. Indeks gini di terakhir adalah dimensi pengeluaran
Kabupaten Banyuwangi sempat mengalami meliputi indeks daya beli.
kenaikan sebesar 0.01 pada tahun 2013
dari 0.29 pada tahun 2012 menjadi 0.3 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
pada tahun 2013. Kenaikan indeks gini merupakan indikator yang disusun dengan
tersebut berhasil ditekan kembali sehingga menggunakan pendekatan model adaptasi
pada tahun 2014 besar nilai indeks gini dari The United Nations Development
kembali turun menjadi 0.29. Programme (UNDP) dalam menghitung
Human Development Index (HDI).
2.2.2 Fokus Kesejahteraan
Masyarakat Berikut IPM kabupaten Banyuwangi
beserta komponen pembentuknya:
Kesejahteraan sosial harus selalu
ditingkatkan setiap tahunnya melalui
berbagai upaya dan berbagai pendekatan.

Angka Harapan Hidup Indeks Kesehatan


Pemerintah

Tabel 2.13: 3 Dimensi IPM Kabupaten Banyuwangi


2010 2011 2012 2013 2014 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Banyuwangi 69.61 69.70 69.79 69.88 69.93 70.03 76.32 76.46 76.60 76.74 76.82 76.97

Jawa Timur 69.89 70.02 70.14 70.34 70.45 70.68 76.75 76.95 77.14 77.45 77.62 77.97

Dimensi Pengeluaran

Pengeluaran Indeks Daya Beli


Pemerintah
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Banyuwangi 9261.76 9741 10118 10341 10379 10691.8 67.79 69.33 70.49 71.16 71.27 72.18

Jawa Timur 9002.02 9396 9797 9978 10012 10383.4 66.92 68.23 69.51 70.07 70.17 71.29

Dimensi Pendidikan
Tahun 2010-2015

Rata-rata Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah Indeks Pendidikan


Pemerintah
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Banyuwangi
11.04 11.22 11.25 11.39 11.81 12.20 6.38 6.53 6.68 6.84 6.87 6.88 51.93 52.93 53.52 54.44 55.71 56.82

Jawa Timur
11.49 11.62 11.74 12.17 12.45 12.66 6.73 6.79 6.85 6.90 7.05 7.14 54.35 54.91 55.44 56.81 58.08 58.97

26 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2015


70,00

Gambar 2.7: Perkembangan Angka IPM Kabupaten


68,95
69,00
68,14
68,00 67,55
66,74 68,08
67,00
66,06 67,31
66,00 65,36 66,74
66,12
65,00 65,48
64,00 64,54
63,00

62,00
2010 2011 2012 2013 2014 2015
BANYUWANGI JAWA TIMUR

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015

Indeks Pembangunan manusia di Timur yang mencapai 10379 pada tahun


Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2010 2014. Sepertihalnya angka pengeluaran
hingga tahun 2014 mengalami peningkatan indeks daya beli juga mengalami kenaikan
setiap tahunnya. Namun IPM Kabupaten setiap tahunnya dan berada diatas provinsi
Banyuwangi masih lebih rendah jika Jawa Timur. Pada dimensi pendidikan,
dibandingkan dengan IPM Provinsi Jawa seluruh komponen penyusunnya yang
Timur. Selain itu pertumbuhan IPM
meliputi Rata-rata Harapan lama sekolah,
Kabupaten Banyuwangi juga harus
Rata-rata lama sekolah, dan Indeks
diperhatikan lebih intensif lagi karena jika
Pendidikan dari tahun 2010 hingga tahun
dilihat trend pertumbuhannya, IPM
2014 memiliki trend naik setiap tahunnya.
Kabupaten Banyuwangi memiliki
kecenderungan menurun dari tahun 2010- Namun walaupun memiliki trend naik
2014. setiap tahunnya, nilai pada ketiga indeks
Sedangkan jika dilihat dari dimensi- tersebut masih berada dibawah Provinsi
dimensi pembentuknya, pada dimensi Jawa Timur.
kesehatan Angka harapan hidup (AHH) di Ketenagakerjaan merupakan aspek
banyuwangi fluktuatif setiap tahunnya, yang mendasar dalam kehidupan
sedangkan indeks kesehatan cenderung masyarakat dan pembangunan karena
stagnan di nilai 0.77. AHH dan indeks meliputi dimensi ekonomi dan sosial yang
tersebut juga masih berada dibawah AHH luas. Detail ketercapaian seluruh indikator
dan Indeks Kesehatan Provinsi Jawa Timur. ketenagakerjaan dari tahun 2011 sampai
Pada dimnsi Pengeluaran, angka 2015 dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.
pengeluaran di banyuwangi dari tahun
2010 hingga tahun 2014 lebih besar
daripada angka pengeluaran Provinsi Jawa

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 27


No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
Ketenagakerjaan Kabupaten Banyuwangi

1. Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun 2,12 2,54 1,08 1,69 2,03

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 69.24 73.37 72.92 72.02 72,87
Tabel 2.14: Realisasi Indikator

3. Pencari kerja yang ditempatkan 67,9 69,7 70,8 69,2 73,19

4. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 3.71 3,40 4,69 7,17 2,55


Tahun 2011-2015

5. Keselamatan dan perlindungan (%) 87,47 12,64 79,38 64,37 98,33

Perselisihan buruh dan pengusaha terhadap


6. 28,59 26,67 25,5 26,67 26,67
kebijakan pemerintah daerah (%)

Sumber: BPS dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, 2015

Berdasarkan data capaian tersebut,


kondisi partisipasi masyarakat dalam
mengisi kesempatan kerja masih belum
optimal sehingga memerlukan upaya
pengentasan penganguran yang tepat.
Kondisi ini dapat dilihat dari dua indikator
yang menjadi tolok ukur pembangunan
yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka.
Realisasi capaian tingkat partisipasi
angkatan kerja di tahun 2011 sebesar
69,24%, tahun 2012 sebesar 73,37%,
tahun 2013 sebesar 72,92% tahun 2014
sebesar 72,02% dan tahun 2015 sebesar pemerintah melalui berbagai program
72,87%. pembangunan seperti pelatihan bahasa
Kondisi ini serupa dengan capaian asing, internet marketing, job fair untuk
indikator Tingkat Pengangguran Terbuka mendukung penyiapan tenaga kerja di
yang pada tahun 2011 sebesar 3,71%, sektor jasa.
tahun 2012 turun menjadi 3,40% Pada indikator pencari kerja yang
kemudian naik 4,69% di tahun 2013, dan ditempatkan perkembangan setiap tahun
tahun 2014 mengalami kenaikan kembali cukup fluktuatif, tahun 2011 sebesar
yang cukup tinggi mencapai 7,17% dan 67,9%, meningkat tahun 2012 sebesar
kembali turun sangat signifikan menjadi 69,7%, tahun 2013 sebesar 70,8%, tahun
2,55%. Artinya kondisi partisipasi kerja di 2014 sebesar 69,2% dan tahun 2015
Kabupaten Banyuwangi masih berada pada sebesar 73,2%. Urusan ketenagakerjaan
kondisi cukup ideal dengan melihat juga memberikan gambaran terkait
peluang kerja yang dapat dimanfaatkan hubungan pekerja dan pengusaha. Hal ini
oleh penduduk lokal secara baik. Kenaikan menjadi penting dikarenakan dapat
yang sangat tajam hal ini karena terjadi menunjukkan tingkat kenyamanan pekerja
pergeseran dari sektor pertanian ke sektor yang dapat diukur melalui indikator angka
jasa serta perkembangan bidang pariwisata sengketa pengusaha-pekerja per tahun.
di Kabupaten Banyuwangi serta berbagai Capaian indikator tersebut pada tahun
upaya yang telah dilakukan oleh 2011 2,12%, tahun 2012 sebesar 2,54%,

28 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


tahun 2013 sebesar 1,08%, pada tahun masih tergolong kurang ideal karena lebih
2014 sebesar 1,69% dan pada tahun 2015 disebabkan hubungan internal pekerja dan
sebesar 3,22%. Artinya angka ini masih pengusaha.
menunjukkan rendahnya potensi sengketa Namun berbeda halnya dengan
pekerja dengan pengusaha. Kondisi ini indikator lainnya yang berkenaan dengan
sudah ideal berada kisaran 1-2%. Perihal hubungan pekerja dan pengusaha adalah
yang menjadi penyebab persengketaan indikator perselisihan buruh dan
pekerja dan pengusaha adalah masalah pengusaha terhadap kebijakan pemerintah
pengupahan dan adanya hak-hak pekerja daerah yang memiliki ketercapaian cukup
lainnya yang belum terpenuhi. Namun fluktuatif. Capaian indikator tersebut pada
dengan melihat angka capaian terdapat tahun 2011 pada posisi 28,59%, tahun
permasalahan internal yaitu adanya satuan 2012 menurun menjadi 26,67%, 2013
ukuran antara target dan realisasi tidak sebesar 25,5% dan pada tahun 2014 pada
sama sehingga menghasilkan angka yang posisi 26,67%. Sedangkan rencana tindak
besar. Oleh karena itu, upaya tindak lanjut lanjut atas pencapaian indikator tersebut
ke depan adalah meningkatkan pemberian dengan diadakan sebuah mediasi setiap
sosialisasi terhadap perusahaan atas hak- triwulan melalui pembentukan forum
hak pekerja secara berkesinambungan. pemerintah, buruh, dan pengusaha.
Ketercapaian indikator sengketa memang

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 29


Selain angka persengketaan, Kemiskinan untuk beberapa daerah
terdapat pula indikator lainnya yang masih dan lingkup pemerintah menjadi sebuah
memerlukan upaya peningkatan guna hal yang memiliki pandangan negatif dalam
menunjukkan tingkat kesejahteraan dan pencapaian pembangunan suatu daerah.
kenyamanan pekerja. Indikator tersebut Kemiskinan menjadi beban sekaligus
adalah Keselamatan dan perlindungan. tanggung jawab yang harus diemban oleh
Capaian indikator Keselamatan dan segenap pemerintah daerah di Indonesia
perlindungan pada tahun 2011 sebesar beserta semua aspek yang
87,47% dan kemudian menurun hingga mempengaruhinya. Persoalan kemiskinan

11
Gambar 2.8: Tingkat Kemiskinan di Kabupaten

10,48
10,5

9,93
10
Banyuwangi Tahun 2011-2015

9,57

9,5 9,29
9,12*

8,5

8
2011 2012 2013 2014 2015*

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015


12,64% pada tahun 2012, tahun 2013 merupakan fenomen global, karenanya
meningkat kembali menjadi 79,38, diperlukan peran dari berbagai pihak, baik
sedangkan capaian ditahun 2014 sebesar pemerintah pusat, pemerintah daerah
64,37% Kondisi fluktuatifnya capaian ini maupun masyarakat untuk menangani
lebih disebabkan sulitnya melakukan masalah kemiskinan.
identifikasi data kecelakaan kerja dan Terlebih dalam memberikan
kurangnya koordinasi antara Dinas sosial masukkan (input) dan melakukan
tenaga kerja dengan pengusaha terkait perencanaan strategis (strategic planning)
jaminan keselamatan kerja. Upaya serius terkait dengan kebijakan pemerintah.
diperlukan melalui pengembang sistem Kondisi Kemiskinan di Kabupaten
Jamsostek bagi seluruh tenaga kerja untuk Banyuwangi memiliki tren penurunan
mendapatkan perlindungan, keamanan tingkat kemiskinan yang baik disetiap
dan keselamatan kerja yang memadai, tahunnya. Seperti tersaji dalam gambar 2.8
yang pengelolaannya melibatkan berikut:
pemerintah, perusahaan dan pekerja. Pada gambar 2.8 terlihat bahwa
ditahun 2011 tingkat kemiskinan yang ada

30 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


di Kabupaten Banyuwangi sebesar 10,48%. Rukun Warga (RW) untuk berperan dalam
Kemudian di tahun 2012 angka kemiskinan meningkatkan akses bagi anggota
di Kabupaten Banyuwangi berada pada masyarakat miskin kepada pelayanan sosial
angka 9,93% dari total penduduk. Ditahun maupun sarana prasarana sosial dasar.
2013 kembali turun positif dari angka Penanggulangan kemiskinan berbasis
9,57% dan kembali turun menjadi 9,29% individu terpilih sebagai pemicu
ditahun 2014 dan diperkirakan capaian pencapaian peningkatan pendapatan bagi
tahun 2015 akan kembali turun pada kelompok rumah tangga miskin produktif.
kisaran angka 9.12%. Hal ini merupakan Strategi ini ditujukan untuk memberikan
hal yang positif, mengingat aspek penentu kesempatan pada kelompok-kelompok
angka kemiskinan sangatlah kompleks rumah tangga miskin yang ada di antara
diantaranya adalah kondisi sandang, para anggotanya yang produktif dan
pangan dan papan penduduk. Tingkat mempunyai usaha mikro dan kecil.
pendidikan dan derajat kesehatan. Sehingga mereka dapat meningkatkan
Kabupaten Banyuwangi akses mereka kepada permodalan,
menggunakan strategi penanggulangan teknologi dan pasar, sehingga peningkatan
kemiskinan berbasis keluarga (Family pendapatan dapat lebih besar lagi. Strategi
Based-Policy), rumah tangga miskin, ini menyediakan bantuan modal atau
Strategi ini bertujuan meningkatkan kredit mikro kepada kelompok rumah
kesejahteraan keluarga miskin menurut tangga miskin yang berada dalam satu
individu (sebagai anggota keluarga dalam satuan wilayah terkecil seperti RT atau RW.
rumah tangga miskin) Penanggulangan Selain itu implementasi pembangunan
Kemiskinan berbasis Komunitas. Strategi ini sistem perlindungan sosial bagi penduduk
bertujuan membiasakan para rumah miskin dan rentan miskin, peningkatan
tangga miskin untuk berkelompok, belajar akses pelayanan dasar, pemberdayaan
mengelola kegiatan secara bersama, kelompok miskin, pembangunan inklusif,
memupuk rasa solidaritas sosial dan penguatan kelembagaan dan reorientasi
meningkatkan peran aktif kelompok rumah kebijakan, menjadi pilar utama strategi
tangga miskin dalam satu satuan wilayah pengentasan kemiskinan di Kabupaten
terkecil sepert Rukun Tetangga (RT) arat Banyuwangi. Adapun hasil dari berbagai

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 31


inovasi program penanggulangan Capaian indikator yang mengalami kurang
kemiskinan dan perlindungan sosial optimalnya yaitu, Jumlah grup kesenian
tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terealisasi 652 grup di tahun 2011,
memberikan penghargaan 'Pro-Poor meningkat menjadi 685 grup pada tahun
Award' untuk Kabupaten Banyuwangi 2012 dan kemudian menurun pada 528
dibidang Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro grup di tahun 2013 dan meningkat
kembali menjadi 787 grup di tahun 2014.
(UKM) pada tahun 2012 dan Perlindungan
Hambatan peningkatan pembentukan
dan bantuan sosial tahun 2014.
kelembagaan grup disebabkan karena
rendahnya kemauan masyarakat dalam
2.2.3 Fokus Seni Budaya dan upaya pelestarian seni, khusunya seni
Olahraga gandrung terlebih pada kalangan remaja.
Fokus seni budaya dan olahraga Disamping itu, pada tahun 2011
dapat diketahui dari pengelolaan dan tahun 2012 Kabupaten Banyuwangi
kebudayaan dengan indicator meliputi memiliki 1 gedung kebudayan, dan pada
jumlah grup kesenian, jumlah geung, Data tahun 2013 dan tahun 2014 memiliki 2
situs yang ditangani, serta pengelolaan gedung kebudayaan. Selain itu, angka situs
pemuda dan olahraga meliputi Jumlah klub yang tertangani pada tahun 2011 sebanyak
olahraga, dan jumlah gedung olah raga. 23 situs, dan meningkat di tahun 2012
Adapaun capaian fokus tersebut dapat menjadi 25 situs, namun pada tahun 2013
dilihat dalam tabel dibawah ini: dan tahun 2014 turun menjadi 23 situs.

Seni, Budaya dan Olahraga


Tabel 2.15: Perkembangan

Kabupaten Banyuwangi Tahun


No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015

Kebudayaan
1.1 Jumlah grup kesenian 652 658 528 782 782
1
1.2 Jumlah gedung 1 1 2 2 2
1.3 Data situs yang ditangani 23 25 23 23 23

2011-2014
Pemuda dan Olahraga
2 2.1 Jumlah klub olahraga 61 2.871 2.871 2.871 2.871
2.2 Jumlah gedung olahraga 1 2 2 2 2
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2015

32 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


2.3 Aspek Pelayanan Umum masuk SMP. Adapun capaian kinerja
2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib indikator perkembangan kinerja Angka
Partisipasi Kasar (APK) Tahun 2011-2015
Penyelenggaraan urusan
pada jenjang pendidikan SD/MI capaian
pendidikan merupakan urusan wajib
APK pada tahun 2011-2015 mengalami
sebagai upaya untuk mencapai salah satu
kondisi yang fluktuatif, dimana pada tahun
misi Kabupaten Banyuwangi yang tertuang
2011 mencapai 106,68%, menurun
dalam RPJMD Tahun 2010-2015 yakni
menjadi 102,91% di tahun 2012,
“Mewujudkan aksesibilitas dan kualitas
meningkat menjadi 104,93% di tahun
pelayanan bidang pendidikan, kesehatan,
2013, meningkat kembali menjadi 109,02%
dan kebutuhan dasar lainnya”. Kabupaten
di tahun 2014 dan mengalami penurunan
Banyuwangi memiliki indikator kinerja
menjadi 103,6% di tahun 2015. Pada
utama yang digunakan untuk mengukur
jenjang pendidikan SMP/MTs capaian APK
keberhasilan pencapaian urusan
pada tahun 2011-2015 juga mengalami
pendidikan tersebut
kondisi yang fluktuatif, dimana pada tahun
Pada Urusan Pendidikan, terdapat
2011 mencapai 97,27%, meningkat
beberapa indicator meliputi Angka
menjadi 101,44% di tahun 2012, kembali
Partisipasi kasar (APK), Angka Partisipas
mengalami peningkatan menjadi 103,26%
Murni (APM), Angka Putus Sekolah (APS)
di tahun 2013, kemudian menurun
dan Angka Melek Huruf (AMH). Adapun
menjadi 100,67% di tahun 2014 dan
capaian kinerja indikator perkembangan
mengalami peningkatan menjadi 101,14%
kinerja Angka Partisipasi Murni (APM)
Tahun
No Uraian

Tabel 2.16 Realisasi Indikator Urusan


2011 2012 2013 2014 2015

Pendidikan Kabupaten Banyuwangi


1 APK (%)
- SD/MI/Paket A 106,68 102,91 104,93 109,02 103,60
- SMP/MTs/ Paket B 97,27 101,44 103,26 100,67 101,14
- SMA/SMK/MA/ Paket C 59.25 76,68 76,71 76,75 83,32
2 APM (%)
- SD/MI 98,47 98,10 98,41 99,91 99,93

Tahun 2011-2015
- SMP/MTs 80,45 84,32 88,64 88,67 88,76
- SMA/SMK/MA 44,89 57,02 60,81 68,84 68,90
3 Angka Putus Sekolah (%)
- SD/MI 0,04 0,04 0,04 0,03 0.03
- SMP/MTs 0,48 0,44 0,42 0,39 0.33
- SMA/SMK/MA 1,01 0,94 0,83 0,84 0.39
4 Angka Melek Huruf (%) 87,36 88,08 88,44 97.09 97,1
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, 2015

Tahun 2011-2015 adalah seperti pada di tahun 2015. Sedangkan pada jenjang
tabel diatas. Nilai APK bisa lebih dari 100%. pendidikan SMA/SMK/MA capaian APK
pada tahun 2011-2015 mengalami
Hal ini disebabkan karena jumlah
peningkatan pada setiap tahunnya, dimana
murid yang bersekolah pada jenjang
pada tahun 2011 mencapai 59,25%,
pendidikan tertentu mencakup anak
meningkat menjadi 76,68% di tahun 2012,
berusia di luar batas usia sekolah pada
meningkat menjadi 76,71% di tahun 2013,
jenjang pendidikan yang bersangkutan.
meningkat kembali menjadi 76,75% di
Sebagai contoh, banyak anak-anak usia
tahun 2014 dan kembali mengalami
diatas 15 tahun, tetapi masih sekolah di
peningkatan menjadi 83,32% di tahun
tingkat SMP atau juga banyak anak-anak
2015.
yang belum berusia 12 tahun tetapi telah

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 33


Capaian APM pada tahun 2011- dan kembali mengalami peningkatan
2015 pada jenjang pendidikan SD/MI menjadi 68,9% di tahun 2015.
mengalami kondisi yang fluktuatif, dimana Realisasi capaian indikator Angka
pada tahun 2011 mencapai 98,47%, Putus Sekolah (APS) pada jenjang
menurun menjadi 98,1% di tahun 2012, pendidikan SD/MI dan SMP/MTs
meningkat menjadi 98,41% di tahun 2013, menunjukkan tren positif, yakni selalu
meningkat kembali menjadi 99,91% di mengalami penurunan di setiap tahunnya.
tahun 2014 dan mengalami peningkatan Pada jenjang pendidikan SD/MI realisasi
kembali menjadi 99,93% di tahun 2015. capaian indikator angka putus sekolah di
Pada jenjang pendidikan SMP/MTs capaian tahun 2011 hingga tahun 2013 sebesar
APM pada tahun 2011-2015 mengalami 0,04%, mengalami penurunan di tahun
peningkatan di setiap tahunnya, dimana 2014 yakni 0,03% dan stagnan pada tahun
pada tahun 2011 mencapai 80,45%, 2015 pada prosentase 0.03%. Pada jenjang
meningkat menjadi 84,32% di tahun 2012, pendidikan SMP/MTs realisasi capaian
kembali mengalami peningkatan menjadi indikator angka putus sekolah di tahun
88,64% di tahun 2013, kemudian 2011 sebesar 0,48%, mengalami
meningkat menjadi 88,67% di tahun 2014 penurunan di tahun 2012 menjadi 0,44%,
dan mengalami peningkatan menjadi tahun 2013 menjadi 0,42 % dan ditahun
88,76% di tahun 2015. Sedangkan pada 2014 menjadi 0,39% dan 0.33% pada
jenjang pendidikan SMA/SMK/MA capaian tahun 2015.
APM pada tahun 2011-2015 mengalami Sedangkan angka putus sekolah
peningkatan pada setiap tahunnya, dimana pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA
pada tahun 2011 mencapai 44,89%, menunjukkan realisasi capaian yang
meningkat menjadi 57,02% di tahun 2012, fluktuatif, namun cenderung mengalami
meningkat menjadi 60,81% di tahun 2013, penurunan, pada tahun 2011 prosentase
meningkat menjadi 68,84% di tahun 2014 APS sebesar 1.,01%, turun menjadi 0.94 di

34 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


tahun 2012, kemudian turun lagi di tahun untuk mendapatkan pendidikan dasar yang
2013 menjadi 0.83%, namun APS kembali layak.
naik menjadi 0.84% pada tahun 2014 dan Sedangkan Realisasi angka melek
kembali turun cukup signifikan menjadi huruf tahun 2011-2014 perkembangannya
0,39% pada tahun 2015. Pada paparan cukup bervariatif. Tahun 2011 sebesar
capaian APS tersebut telah 87,36%, tahun 2012 meningkat menjadi
menggambarkan upaya Pemerintah 88,08%, tahun 2013 menurun menjadi
Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam 88,04%, angka melek huruf kembali
menekan jumlah anak yang putus sekolah menurun pada tahun 2014 menjadi
hingga dibawah 1% sebagai wujud dari 97,09% dan tahun 2015 kembali
tanggung jawab terhadap hak masyarakat meningkat menjadi 97,1%.

BIDANG URUSAN/ INDIKATOR 2011 2012 2013 2014 2015

Tabel 2.17: Realisasi Indikator Bidang Pendidikan Kabupaten Banyuwangi


Sekolah Dasar (SD/MI)
Angka partisipasi sekolah 102,65 101,59 102,87 100,37 100,45
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah 97,16 101,51 101,72 100,97 100,40
Rasio guru/murid 16,96 16,42 15,95 15,83 15,62
Rasio guru/murid per kelas rata-rata 24,08 18,92 19,15 14,88 18,31
Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs)
Angka partisipasi sekolah 99,48 95,83 98,82 99,59 99,84
Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia
sekolah 91,98 96,58 102,73 114.73 118,68

Rasio guru terhadap murid 16,98 17,02 16,60 16,30 16,14


Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata 24,08 25,68 24,54 22,60 21,61
Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA)
Angka partisipasi sekolah 50,75 68,59 74,19 76,29 74,84
Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia
sekolah 59,52 65,60 67,09 80,40 74,68

Rasio guru terhadap murid 14,74 13,74 14,77 13,93 13,37


Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata 37,05 24,86 26,02 24,23 23,59
Penduduk yang berusia >15 Tahun melek huruf (tidak
buta aksara) 87,36 88.08 88.44 97.09 97,10

Fasilitas Pendidikan (Dalam %)


Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik 87,04 87,25 88,04 90,72 92,20
Sekolah pendidikan SMP/MTs kondisi bangunan baik
84,88 94,38 88,25 96,94 97,01

Sekolah pendidikan SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik


96,8 98,06 98,18 99,32 97,31

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Tahun 2011-2015

APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 75,44 78 75,65 76,93 78,18
Angka Kelulusan
Angka Kelulusan (AL) SD/MI 99,80 99,76 99,92 100 100
Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs 99,69 99,85 99,94 99,98 100
Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA 97,12 99,31 99,99 99,98 100
Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs 99,98 101,69 100,40 100,19 101,76
Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA
88,39 89,93 98,96 98,88 99,81

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 35


Rasio Lembaga SD, SMP, SMA Berakreditasi A 15:85 17:83 18:83 20:80 18:82

Banyuwangi Tahun 2011-


Pendidikan Kabupaten
Persentase Paket Keahlian SMK Berakreditasi A 37,32 48,39 48,39 48,39 49

Tabel 2.17: Realisasi


Lembaga Pendidikan Non Formal Berakreditasi (%) 3,38 4,23 5,08 5,93 9,32

Indikator Bidang
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, 2015

Penyelenggaraan urusan pendidikan 99,59%, dan tahun 2015 meningkat

2015
dapat dibagi menjadi beberapa aspek menjadi 99,84%. Indikator ini telah
tujuan diadakannya indikator kinerja mencapai target yang telah ditentukan
urusan. Diantaranya adalah indikator yang karena meningkatnya kesadaran
digunakan untuk melihat tingkatan masyarakat terhadap pentingnya
partisipasi pendidikan, melihat sejauh pendidikan untuk jenjang SMP/MTs.
mana tingkat buta huruf masyarakat, Pada tingkatan SMA/SMK dan MA,
melihat ketersediaan dan pemerataan realisasi indikator angka partisipasi sekolah
tenaga pendidik dan melihat ketersediaan tahun 2011 sebesar 50,75%, tahun 2012
sarana prasarana penunjang pendidikan. sebesar 68,59%, pada tahun 2013
Rata-rata lama sekolah (RLS) adalah rata- mengalami peningkatan menjadi 74,19%,
rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh pada tahun 2014 capaian pada angka
penduduk berusia 25 tahun ke atas, 76,29% dan tahun 2015 menjadi 74,84%
dengan asumsi usia penduduk 25 tahun Indikator rasio ketersediaan
sudah menyelesaikan semua pendidikan sekolah untuk SD/MI terhadap penduduk
formal. Capaian Rata-rata lama sekolah usia sekolah pada tahun 2011 sebesar
(RLS) Kabupaten Banyuwangi tahun 2011 113,17%, tahun 2012 sebesar 101,51%,
pada angka 6,53 tahun, tahun 2012 pada tahun 2013 sebesar 101,72%, tahun 2014
angka 6,68 dan 2013 sebesar 6,84 tahun, sebesar 100,97% dan tahun 2015 menjadi
dan tahun 2014 selama 6,87 tahun. 100,40%.
Angka Partisipasi Sekolah merupakan Untuk SMP/MTs rasio ketersediaan
ukuran daya serap lembaga pendidikan sekolah terhadap penduduk usia sekolah
terhadap penduduk usia sekolah. Realisasi tahun 2011 sebesar 91,98%, tahun 2012
pencapaian indikator mengalami sebesar 96,58%, tahun 2013 sebesar
peningkatan dari tahun 2011 sampai 101,73%, tahun 2014 sebesar 114,73% dan
dengan 2014 di berbagai jenjang. Angka tahun 2015 menjadi 118,68%.
partisipasi sekolah untuk SD/MI telah Untuk SMA/SMK/MA rasio
mencapai target yang ditentukan dari ketersediaan sekolah terhadap penduduk
setiap tahunnya, tahun 2011 capaian usia sekolah tahun 2011 sebesar 59,52%,
sebesar 102,65%, mengalami penurunan tahun 2012 sebesar 65,60%, tahun 2013
pada tahun 2012 sebesar 101,59%, sebesar 67,09%, tahun 2014 sebesar
mengalami peningkatan pada tahun 2013 80,40% dan tahun 2015 menjadi 74,68%.
menjadi 103,87%, mengalami penurunan Selanjutnya adalah indikator dalam
pada tahun 2014 menjadi 100,37% dan urusan pendidikan meliputi rasio
pada tahun 2015 meningkat menjadi guru/murid pada tingkat SD/MI,SMP/MTs
100,45%. dan SMA/MA, rasio guru/murid perkelas
Indikator angka partisipasi sekolah rata-rata pada tingkat SD/MI, SMP/MTs
(SMP/MTs) pada tahun 2011 adalah dan SMA/MA. Untuk SD/MI rasio guru
99,48%, tahun 2012 menurun menjadi terhadap murid tahun 2011 sebesar
95,83%, tahun 2013 meingkat menjadi 16,96%, tahun 2012 sebesar 16,23%,
98,82%, tahun 2014 meningkat menjadi tahun 2013 sebesar 15,95%, tahun 2014

36 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


sebesar 15,83% dan tahun 2015 15,62%. tahun 2014 sebesar 24,23% dan tahun
Sedangkan untuk rasio guru terhadap 2015 sebesar 23,59%. UNESCO pada tahun
murid per kelas rata-rata untuk jenjang 2014 menetapkan perbandingan rasio guru
SD/MI tahun 2011 sebesar 24,08%, tahun terhadap siswa 26:1 untuk negara-negara
2012 sebesar 18,92%, tahun 2013 sebesar Asia, dan 24:1 untuk negara-negara yang
19,15%, tahun 2014 sebesar 14,88%. berpenghasilan menengah.
Untuk SMP/MTs rasio guru terhadap murid Realisasi penduduk yang berusia
tahun 2011 sebesar 16,98%, tahun 2012 >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)
sebesar 17,02%, tahun 2013 sebesar tahun 2011-2014 di Kabupaten
16,60%, dan tahun 2014 sebesar 14,88% Banyuwangi perkebangannya cukup
dan tahun 2015 sebesar 18,31%. bervariatif dari tahun ke tahun, tahun 2011
Sedangkan untuk rasio guru sebesar 87,36%, capaian tahun 2012
terhadap murid per kelas rata-rata untuk meningkat menjadi 88,08%, tahun 2013
jenjang SMP/MTs tahun 2011 sebesar sebesar 88,44%, namun kondisi ini mulai
24,28%, tahun 2012 sebesar 25,68%, membaik di tahun 2014 capaian kinerja
tahun 2013 sebesar 24,54% dan tahun meningkat signifikan menjadi 97,09% dan
2014 sebesar 22,60% dan tahun 2015 tahun 2015 sebesar 97,10%. Hal ini
sebesar 21,61%. dikarenakan adanya gerakan
pemberantasan Tributa yang melibatkan
Rasio guru terhadap murid seluruh Elemen Masyarakat termasuk
SMA/SMK/MA tahun 2011 sebesar Pelibatan guru bersertifikasi untuk menjadi
14,74%, tahun 2012 sebesar 13,74%, tutor bagi warga belajar.
tahun 2013 sebesar 14,77%, dan tahun Fasilitas pendidikan juga menjadi
2014 sebesar 13,93% dan tahun 2015 indikator dalam urusan pendidikan.
sebesar 13,37%. Sedangkan untuk rasio Fasilitas pendidikan ini dapat dilihat dari
guru terhadap murid per kelas rata-rata kondisi bangunan sekolah yang baik.
untuk jenjang SMA/SMK/MA tahun 2011 Meningkatnya capaian kondisi bangunan
sebesar 37,05%, tahun 2012 sebesar baik pada setiap jenjang pendidikan
24,862%, tahun 2013 sebesar 26,02%, dan tentunya tidak terlepas dari upaya

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 37


rehabilitasi bangunan yang dilakukan pada Capaian kinerja indikator rasio lembaga SD,
setiap tahunnya. SMP, SMA berakreditasi A di Kabupaten
Realisasi indikator pendidikan anak Banyuwangi tentunya juga dipengaruhi
usia dini (PAUD) mengalami capaian yang oleh tenaga pendidik dan pengajar yang
fluktuatif. Capaian target tersebut professional, capaian lulusan setiap tahun
tentunya tidak terlepas dari semakin serta fasilitas yang disediakan di sekolah.
tingginya kesadaran orang tua untuk Capaian kinerja indikator persentase paket
menyekolahkan anaknya terutama keahlian SMK berakreditasi A pada tahun
pendidikan untuk anak usia dini. Angka 2011 mencapai 37,32%. Kemudian
kelulusan adalah perbandingan antara mengalami peningkatan di tahun 2012
jumlah siswa yang lulus dengan siswa pada mencapai 48,39%, capaian tersebut
jenjang (kelas/tingkat) terakhir. Kelulusan stagnan hingga tahun 2014 dan kembali
terkait dengan erat dengan mutu proses mengalami peningkatan capaian di tahun
pembelajaran. Siswa dapat lulus jika proses 2015 yakni mencapai 49%.
pembelajaran bermutu sehingga daya Capaian kinerja indikator lembaga
serap mereka bagus sehingga lulus ujian pendidikan non formal berakreditasi di
akhir. Dalam 5 tahun terakhir Angka Kabupaten Banyuwangi dalam kurun waktu
Kelulusan siswa di Kabupaten Banyuwangi lima tahun terakhir, yakni tahun 2011
telah menunjukkan tren perkembangan sampai tahun 2015 selalu mengalami
yang positif, dengan adanya kenaikan peningkatan. Pada tahun 2011 capaian
disetiap tahunnya. Tingginya Angka indikator ini sebesar 3,38%, meningkat di
Kelulusan dipengaruhi oleh beberapa tahun 2012 menjadi 4,23%, meningkat di
faktor diantaranya pemberian pelayanan tahun 2013 menjadi 5,08%, meningkat di
yang baik, motivasi yang tinggi, serta tahun 2014 menjadi 5,93% dan kembali
semangat tinggi para guru untuk mengalami peningkatan di tahun 2015
mengantarkan anak didiknya dengan baik. menjadi 9,32%.
Pemerintah memiliki kewajiban Setelah berakhirnya era Millenium
dalam memastikan masyarakat usia Development Goals (MDG’s), dunia
sekolah mengenyam pendidikan disetiap dihadapkan pada era pembangunan baru
jenjang, transisi antar jenjang sangat yaitu Sustainable Development Goals
rawan meningkatkan angka putus sekolah. (SDG’s). Pembangunan dengan
Oleh sebab itu indikator melanjutkan memperhatikan isu keseimbangan
sangat penting guna memastikan
lingkungan, saat ini menjadi titik fokus
masyarakat usia sekolah melanjutkan
dalam pembangunan global. Dimana saat
pendidikan hingga pada jenjang tertinggi.
kualitas lingkungan hidup menjadi bagian
Peningkatan kinerja Angka Melanjutkan
yang tak terpisahkan dalam program-
(AM) di Kabupaten Banyuwangi setiap
tahun, tidak terlepas dari adanya program program perencanaan pembangunan.
Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) oleh Secara sederhana kualitas lingkungan
pemerintah. hidup diartikan sebagai keadaan
Capaian kinerja indikator rasio lingkungan yang dapat memberikan daya
lembaga SD, SMP, SMA berakreditasi A di dukung optimal bagi kelangsungan hidup
Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2011- manusia pada suatu wilayah.
2015 mengalami kondisi yang fluktuatif.

38 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Kesehatan masyarakat merupakan mencapai nilai tertingginya pada tahun
hal mutlak untuk diperhatikan oleh 2012, Angka Kematian Ibu Melahirkan
pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (AKI) justru mencapai angka tertinggi pada
Beberapa cara untuk melihat tingkat tahun 2013 yang mencapai 142.1 kematian
kesehatan masyarakat adalah melalui ibu melahirkan dari 100000 kelahiran
Angka kematian Bayi (AKB) dan Ibu hidup.
melahirkan, serta angka Usia Harapan Namun angka tersebut sudah
Hidup. Angka kematian bayi di Kabupaten berhasil turun kembali di tahun 2014
Banyuwangi dari tahun 2010-2014 walaupun tidak sekecil angka pada tahun
memiliki nilai yang fluktuatif. Pada tahun 2010. Pada tahun 2014 AKI sebesar 93.08
2010 sebesar 7.2 dari 1000 kelahiran dari 100000 kelahiran hidup, sedangkan
hidup. Pada tahun 2011 mengalami pada tahun 2010 AKI hanya sebesar 59.5
penurunan menjadi 6.71 dari 1000
dari 100000 ibu melahirkan hidup. Selain
kelahiran hidup. Namun AKB kembali naik
angka AKI yang masi lebih tinggi dari tahun
cukup signifikan di tahun 2012 hingga
2010, trend AKI di Kabupaten Banyuwangi
mencapai angka 9.3 kematian bayi dari
juga masih menunjukkan kecenderungan

A N G K A K E M AT I AN BAY I & I B U M E L A H I R KA N

Gambar 2.9: Angka Kematian Bayi & ibu melahirkan


10 160

9 142,1 140
8
120
7
9,3 100
6 96,2
93,08
5 82,7 80
8,2
4 65,6
59,5 60
6,8
3
7,2 6,71
40
6,09

Tahun 2010-2014
2
20
1

0 0
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Bayi/1000 Ibu melahirkan/100000 Linear (Ibu melahirkan/100000)

Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Banyuwangi


1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2013, naik. Berdasarkan pada perbandingan
AKB kembali turun menjadi 8.2 kematian kedua grafik tersebut dapat dilihat bahwa
bayi dari 1000 kelahiran hidup. AKB antara AKB dan AKI kurang menunjukkan
kembali turun cukup signifikan di tahun keselarasan karena terdapat bebepara pola
2014 hingga mencapai angka yang paling pergerakan data yang bertolak belakang
rendah selama tahun 2010-2014 yaitu 6.09 seperti pada tahun 2011-2013. Perbedaan
kematian bayi setiap kelahiran hidup.
pola tersebut mengindikasikan bahwa AKB
Berbeda dengan AKB yang

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 39


yang tinggi khususnya pada tahun 2012 pertumbuhan bayi selama usia 0-59b
tidak disebabkan karena faktor persalinan bulan. Angka harapan hidup di Kabupaten
atau pada proses melahirkan melainkan Banyuwangi dari tahun 2010-2015 sudah
factor lainnya diluar faktor proses cukup baik karena cenderung mengalami
persalinan. kenaikan setiap tahunnya walaupun
Data terkait kematian bayi lebih kenaikan yang paling signifikan terjadi pada
menunjukkan adanya keselarasan jika tahun 2011. Dari yang sebelumnya 69.61
disandingkan dengan dengan data terkait tahun pada tahun 2010 menjadi 69.7
persentase Balita gizi buruk, pola yang tahun pada tahun 2011. Pada tahun 2012
dimiliki kedua data tersebut hamper angka harapan hidup turun menjadi 69.79,
semuanya linier setiap tahunnya. Kondisi angka usia harapan hidup kembali naik
tersebut menunjukkan terdapat indikasi menjadi 69.88 tahun pada tahun 2013.
bahwa angka kematian bayi yang tinggi Usia harapan hidup juga kembali naik pada
dari tahun 2010 hingga tahun 2014 turut tahun 2014 menjadi 69.93 tahun.
disebabkan karena gizi buruk atau asupan
gizi yang diberikan kepada bayi masih
kurang berkualitas atau belum sesuai
dengan kebutuhan gizi untuk menunjang

Persentase Balita Gizi Buruk (%)


Gambar 2.10: Prosentase Gizi Buruk Tahun 2010-2015

1,2 1,1
1
0,95
1

0,8
0,64

0,6 0,51
0,46

0,4

0,2

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Banyuwangi

40 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


kependudukan yaitu Rasio penduduk ber-
Usia Harapan Hidup
Gambar 2.11: Usia Harapan

KTP per satuan penduduk, Kepemilikan


Hidup Tahun 2010-2015

70,03 KTP, Ketersediaan database kependudukan


69,93 skala provinsi, Penerapan KTP Nasional
69,88
69,79 berbasis NIK secara rata-rata mengalami
69,7
69,61 capain yang relatif stabil. Indikator Rasio
penduduk berKTP per satuan penduduk
2010 2011 2012 2013 2014 2015
pada posisi tahun 2011 sebesar 1 : 1,13,
tahun 2012 sebesar 1 : 1,16, tahun 2013
sebesar 1 : 1,08 dan 2014 sebesar 1 : 1,09.
Salah satu agenda pembangunan Bayi yang memiliki akte kelahiran juga
penting di Kabupaten Banyuwangi adalah memiliki trend kenaikan yang positif setiap
mewujudkan tata kelola pemerintahan tahunnya, tercatat pada tahun 2011 hanya
yang baik dan bersih (Good and Clean 30,87% bayi yang memiliki akte kelahiran.
Governance). Dukungan kinerja Prosentase meningkat sangat signifikan
pemerintahan terangkum dalam indikator- pada tahun 2012 menjadi 61,35% dan
indikator urusan Kependudukan dan terus meningkat hingga tahun selanjutnya
Pencatatan Sipil antara lain dapat dilihat
hingga menjadi 95.98% pada tahun 2013
dalam tabel berikut ini.

Tabel 2.18 Realisasi Indikator Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2011-2014

Tahun
Uraian
No 2011 2012 2013 2014 2015
Rasio penduduk berKTP per satuan
1 01:1,13 01:1,16 01:1,08 01:1,09 01:1,21
penduduk
2 Persentase bayi berakte kelahiran 67,39 74,78 78,10 79,49 80,69
3 Rasio pasangan berakte nikah 0.142 0.021 0.023 0,022 0,228

4 Kepemilikan KTP (%) 74,57 92,79 90,46 90,46 92,32

Kepemilikan akta kelahiran per 1000


5 66,64 51,16 70,25 71,85 80,68
penduduk (%)
Ketersediaan database kependuduk-an
6 Ada Ada Ada Ada Ada
skala provinsi

7 Penerapan KTP Nasional berbasis NIK Sudah Sudah Sudah Sudah sudah

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi 2016

Berdasarkan data diatas, secara dan stagnan pada tahun 2014 pada
umum ketercapaian pembangunan prosentase 95,98%. Salah satu factor yang
Kabupaten Banyuwangi dalam urusan memberikan sumbangan terhadap kesuksesan
Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah tersebut adalah adanya inovasi Lahir Procot
menunjukkan tren positif. Sebagaimana Pulang Bawa Akte, serta pelayanan akta
tren capaian indikator-indikator sub urusan online.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 41


Kondisi ini selaras dengan capaian sampai 2015. Artinya kondisi ketercapaian
indikator Kepemilikan akta kelahiran per indikator kepemilikan KTP dan Rasio
1000 penduduk yang terealisasi 0.142% di penduduk berKTP per satuan penduduk
tahun 2011 dan kemudian mengalami mendukung adanya konsistensi
peningkatan signifikan pada tahun 2012 ketersediaan data kependudukan skala
yang terealisasi 0.021%, pada tahun 2013 provinsi dan Penerapan KTP Nasional
naik menjadi 0.023% dan naik lagi menjadi berbasis NIK di Kabupaten. Hal ini
0.023% pada tahun 2014. Ketidakstabilan mengindikasikan bahwa ketersediaan
perkembangan ini dapat disebabkan oleh dalam penyusunan database dalam bidang
beberapa faktor, diantaranya adalah kependudukan Kabupaten Banyuwangi
sosialisasi yang kurang masif, masih dapat dipertahankan dengan baik.
kurangnya koordinasi antara pemerintah Indeks lingkungan hidup memiliki
desa dengan dinas terkait. Selain indikator beberapa klasifikasi meliputi nilai “30”
yang menunjukkan realisasi yang kurang sampai dengan “50” sama dengan
optimal terjadi pada indikator Rasio tercemar berat, lebih besar dari “50”
pasangan berakte nikah. Capaian realisasi hingga “70” berarti lingkungan tercemar
indikator tersebut pada tahun 2011 adalah ringan, “70” dan lebih besar dari “70”,
berarti kualitas lingkungan hidup sangat
14%, namun pada tahun 2012-2013 turun
baik. Indeks kualitas lingkungan hidup
menjadi 2% dan naik sedikit pada tahun
Kabupaten Banyuwangi tahun 2013-2015
2014 menjadi 2,3%. Adapun dua indikator
dapat dilihat pada grafik dibawah.
selanjutnya yaitu Ketersediaan database
Sebagaimana data yang tercantum pada
kependudukan skala provinsi dan grafik tersebut, kualitas lingkungan hidup
Penerapan KTP Nasional berbasis NIK di Kabupaten Banyuwangi mengalami
menunjukkan kondisi ketercapaian yang trend penurunan.
dapat disebut 100% pada tahun 2011

88,92 88,2
83,05
Gambar 2.12: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

90
80 68,22
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015

65,94
70 61,99
65,31
60 67,74
50
56,65
40
51,48
30
20
10 0 0
0
2013 2014 2015
Indeks Pencemaran Air Indeks Pencemaran Udara
Indeks Tutupan Hutan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)

Sumber: Badan Lingkungan Hdup Kabupaten Banyuwangi, 2015

42 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Pada tahun 2013 IKLH yang dicapai acuan bagi berhasil atau tidaknya
sebesar 67.74, turun menjadi 56.65 pada pelaksanaan program yang dilaksanakan
tahun 2014. Pada tahun 2015 IKLH kembali oleh pemerintah daerah.
naik walaupun tidak begitu signifikan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
karena masih belum mampu melebihi IKLH adalah indeks tentang tingkat kepuasan
tahun 2013, yaitu hanya mencapai 65.31 masyarakat yang diperoleh dari hasil
pada tahun 2015. Sumbangan pencemaran pengukuran secara kuantitatif dan
udara dari NO2 dan SO2 yang meningkat kualitatif atas pendapat masyarakat dalam
menyebabkan penurunan IKLH Kabupaten memperoleh pelayanan dari aparatur
Banyuwangi. Iklim penyelenggara pelayanan publik dengan
Pelayanan publik masih menjadi isu membandingkan antara harapan dan
penting yang relevan menjadi sasaran kebutuhannya. Berikut gambaran capaian
pembangunan di bidang penyelenggaraan IKM Kabupaten Banyuwangi tahun 2011-
pemerintahan. Sebab pelayanan publik 2015.
merupakan unsur inti dalam sistem

Gambar 2.13: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)


77.67 77.95
74.7

Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015


72.78

72.77

2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: BPS Kabupaten Banyuwangi, 2015

masyarakat modern. Tujuan pelayanan Capaian IKM Kabupaten


publik adalah untuk menyediakan Banyuwangi terealisasi 72,77% di tahun
pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. 2011, meningkat menjadi 72,78% di tahun
Pelayanan terbaik adalah pelayanan yang 2012, di tahun 2013 sebesar 74,7%, tahun
memenuhi apa yang dijanjikan atau apa 2014 sebesar 77,67% dan tahun 2015
yang diinginkan dan dibutuhkan oleh sebesar 77,95%. Capaian IKM Kabupaten
masyarakat. Pelayanan terbaik akan banyuwangi tergolong masih kurang
membawa impilkasi terhadap kepuasan meskipun setiap tahun mengalami
publik atas pelayanan yang diterima. Suatu peningkatan, karena masih ada sekitar 22%
pelayanan dinilai memuaskan apabila masyarakat yang kurang puas dengan
pelayanan tersebut dapat memenuhi kinerja pelayanan oleh Pemerintah Daerah
kebutuhan dan harapan pengguna layanan. yang diberikan
Kepuasan masyarakat dapat juga dijadikan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 43


Rasio bangunan ber-IMB per satuan Prosentase luas lahan bersertifikat
bangunan secara lebih rinci dapat dilihat secara detail dapat dilihat ada tabel 2.21
pada tabel 2.19 dibawah. Pada tabel dibawah. Secara umum lahan yang
tersebut terlihat bahwasannya rasio bersertifikat mengalami kenaikan setiap
bangunan ber-IMB per satuan bangunan tahunnya, mengingat prosetase pada
cenderung naik setiap tahunnya. Pada tahun 2011 hanya 12% dan pada tahun
tahun 2011 tercatat rasio sebesar 2,295 2014 mencapai 33.95%.
per satuan bangunan, pada tahun 2013
rasio tersebut naik menjadi 4,185. Rasio Tabel 2.21: Prosentase Lahan Bersertifikat
tersebut tidak mengalami peningkatan
hingga tahun 2014 dan kembali naik No Tahun Persentase
menjadi 5,445 pada tahun 2015 1 2011 12
2 2012 3376
Tabel 2.19: Rasio Bangunan Ber-IMB per 3 2013 33.95
Satuan Bangunan 4 2014 33.95
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa
No Tahun Rasio Jabatan Periode Tahun 2010-2014

1 2011 2,295
Selain prosentase lahan yang
2 2012 3,555
bersertifikat, penyelesaiaan kasus tanah
3 2013 4,185
negara juga harus diselesaikan dengan
4 2014 4,185 baik. Pada tabel dibawah dapat dilihat
5 2015 5,445 bahwasannya Penyelesaiaan kasus tanah
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa negara dapat ditangani dengan baik.
Jabatan Periode Tahun 2010-2014
Selama empat tahun dari tahun 2011
sampai pada tahun 2014 menunjukkan
Rasio ruang terbuka hijau per satuan
prosentase 100%.
luas wilayah ber HPL/HGB pada tahun
2011 sebesar 38, rasio tersebut mengalami
penurunan pada tahun 2012 menjadi 32 Tabel 2.22: Penyelesaian kasus tanah Negara
per satuan luas wilayah. Rasio tersebut
kembali naik menjadi 45,5 pada tahun No Tahun Persentase
2013 dan menjadi 60 pada tahun 2014. 1 2011 100
Rasio tersebut dapat dilihat pada tabel 2 2012 100
berikut ini. 3 2013 100
4 2014 100
Tabel 2.20: Rasio Ruang Terbuka Hijau per Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa
Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB Jabatan Periode Tahun 2010-2014

No Tahun Rasio
Persentase penyelesaian izin lokasi
1 2011 38
dapat dilihat pada tabel 2.23 dibawah.
2 2012 32
Berdasarkan tabel tersebut dapat terlihat
3 2013 45,5
bahwa peningkatan sangat signifikan
4 2014 60
terjadi pada tahun 2012. Persentase
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa
Jabatan Periode Tahun 2010-2014 Penyelesaian izin okasi pada tahun
sebelumnya hanya mencapai 12%, namun
pada tahun 2012 naik hingga mencapai
44 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
81.18%. Prosentase tersebut kembal naik pada gambar 2.14 dibawah. Pada Gambar
hingga menjadi 98.87% pada tahun 2014. 2.14 dapat dilihat bahwa perkembangan
empat indikator UKM cenderung
Tabel 2.23: Persentase Penyelesaian Izin mengalami kenaikan setiap tahunya.
Lokasi Indikator yang mengalami penurunan
No Tahun Persentase hanya persentase koperasi aktif yang
1 2011 2.3 mengalami penurunan pada tahun 2013
2 2012 81.18 dan jumlah UKM non BPR/LKM UKM. Yang
3 2013 98.87 mengalami penurunan pada tahun 2012.
4 2014 98.87 Pelayanan pada urusan pekerjaan
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa umum memiliki beberapa indikator
Jabatan Periode Tahun 2010-2014
diantaranya adalah Proporsi panjang
jaringan jalan dalam kondisi baik, Rasio
Urusan wajib yang selanjutnya
Jaringan Irigasi, Rasio tempat ibadah per
adalah terkait koperasi usaha kecil dan
satuan penduduk, Persentase rumah
menengah (UKM). Kinerja urusan tersebut
tinggal bersanitasi, Rasio tempat
dapat dilihat melalui empat indicator
pemakaman umum per satuan penduduk,
meliputi, Persentase koperasi aktif (%),
Rasio tempat pembuangan sampah (TPS)
Jumlah UKM non BPR/LKM UKM, Jumlah
per satuan penduduk, dan Rasio rumah
BPR/LKM , dan Usaha Mikro dan Kecil.
layak huni.
Perkembangan realisasi empat indikator
tersebut selama empat tahun dapat dilihat

Gambar 2.14: Realisasi 4 Indikator Koperasi Usaha Kecil dan


Realisasi 4 Indikator Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

90 30.000
82,6 81 81
80 79,68
25.000
70

60 20.000
25.000
Persentase

50 23.000
Jumlah

20.946 21.420 45 45 15.000


40
36
30 29 10.000

20
5.000
10 1.844 1.938 2.250 2.250

0 -
2011 2012 2013 2014
menengah

Tahun
Jumlah UKM non BPR/LKM UKM Jumlah BPR/LKM

Persentase koperasi aktif (melaksanakan RAT) Usaha Mikro dan Kecil

Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2014

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 45


Tabel 2.24: Capaian Indikator Pelayanan Urusan Pekerjaan Umum Tahun 2011-2014

2011 2012 2013 2014


No Indikator
Proporsi panjang jaringan jalan
1 90 89.7 92.1 94
dalam kondisi baik

2 Rasio Jaringan Irigasi 85 85 75 85

Rasio tempat ibadah per satuan


3 85 87 79 79
penduduk
Persentase rumah tinggal
4 80.7 45.96 50 85
bersanitasi
Rasio tempat pemakaman umum
5 50 55 45 45
per satuan penduduk
Rasio tempat pembuangan
6 sampah (TPS) per satuan 55 55 50.57 48.5
penduduk
7 Rasio rumah layak huni 45 79.2 162 50

Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2014

Capaian indikator proporsi panjang PMDN (miliar rupiah). Pertumbuhan pesat


jaringan jalan dalam kondisi baik, Rasio investasi asing (PMA) dan domestik
rumah layak huni, dan persentase rumah (PMDN) Provinsi Jawa Timur ternyata
tinggal bersanitasi, dari tahun 2011-2014 menetes ke daerah. Semakin membaiknya
memiliki capaian yang fluktuatif, namun kondisi dan iklim investasi di wilayah
memiliki kecenderungan meningkat. Provinsi Jawa Timur ternyata menjadi
Sedangkan indikator Rasio Jaringan Irigasi, lokomotif yang turut mempercepat
Rasio tempat ibadah per satuan penduduk, pertumbuhan investasi berskala nasional
Rasio tempat pemakaman umum per PMDN/PMA di daerah termasuk di
satuan penduduk, dan indikator Rasio Kabupaten Banyuwangi.
tempat pembuangan sampah (TPS) per Sehingga jumlah investor berskala
satuan penduduk memiliki kecenderungan nasional PMDN/PMA di Kabupaten
menurun setiap tahunnya. Data capaian Banyuwangi juga mengalami peningkatan
secara lebih lengkap dapat dilihat pada pada tahun 2011-2015. Jumlah investor
tabel 2.24 diatas. berskala nasional PMDN/PMA mengalami
peningkatan tahun 2011 sebanyak 6
2.3.2 Fokus Layanan Urusan Pilihan investor, Tahun 2012 sebanyak 4 investor,
Capaian dalam urusan penanaman tahun 2013-2014 sebanyak 5 investor dan
modal adalah untuk meningkatnya tahun 2015 meningkat sebanyak 18
investasi di daerah baik PMA maupun investor. Kenaikan jumlah investor
PMDN. Keberhasilan indikator ini dapat tersebut tidak berpengaruh positif
dilihat dari Jumlah investor berskala terhadap nilai investasi berskala nasional
nasional (PMDN/PMA), Jumlah nilai PMDN/PMA. Hal ini dikarenakan
investasi berskala nasional (PMDN/PMA), ketidakstabilan inflasi. Adapun Jumlah nilai
Rasio daya serap tenaga kerja, investasi berskala nasional PMDN/PMA
Peningkatan/ penurunan Nilai Realisasi tahun 2011 sebesar 1.760 miliar rupiah,

46 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 2.25: Realisasi Indikator Urusan Penanaman Modal Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2011-2015

No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015

Jumlah investor berskala nasional


1. 6 4 5 5 18
PMDN/PMA (investor)

Jumlah nilai investasi berskala


2. 1.760 730 2.450 2.350 310
nasional PMDN/PMA (Miliar Rp)

3. Rasio daya serap tenaga kerja (orang) 35.285 14.566 49.000 46.905 6.132
Sumber: Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Banyuwangi, 2016

tahun 2012 sebesar 730 miliar sebanyak 46.905 orang dan tahun 2015
rupiah, tahun 2013 sebesar 2.450 miliar sebanyak 6.132 orang
rupiah, tahun 2014 terealisasi sebesar Kondisi ini disebabkan oleh belum
2.350 miliar rupiah dan tahun 2015 sebandingnya perluasan lapangan kerja
sebesar 310 miliar dengan pertumbuhan angkatan kerja, serta
rupiah. Sedangkan indikator kualitas dan daya saing calon tenaga kerja
peningkatan/ penurunan nilai realisasi belum sesuai kebutuhan pasar. Sehingga
PMDN pada tahun 2011 meningkat 1,700 upaya tindak lanjut yang menjadi
Milyar, tahun 2012 menurun 1,000 Milyar, tantangan bagi pemerintah daerah yakni
tahun 2013 meningkat 1,700 Milyar, tahun meningkatkan jalinan kerjasama antara
2014 menurun 0,1 Milyar dan pada tahun pemerintah daerah dengan perusahaan
2015 menurun 2,000 Milyar. Pada yang didukung pula dengan penyebaran
indikator rasio daya serap tenaga kerja informasi lowongan kerja secara online,
pada tahun 2011-2015 mengalami serta meningkatkan pelatihan
fluktuatif. Rasio daya serap tenaga kerja keterampilan kepada pencari kerja sesuai
pada tahun 2011 sebanyak 35.285 orang, dengan kebutuhan pasar.
tahun 2012 sebanyak 14.566 orang, tahun
2013 sebanyak 49.000 orang, tahun 2014
Tabel 2.26: Realisasi Indikator Urusan Pertanian

No Indikator 2011 2012 2013 2014

Produktivitas padi atau bahan pangan utama


1. 65,22 65,30 65,87 65,06
lokal lainnya per hektar (%)
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015

Kontribusi sektor pertanian/perkebunan


2. 46,59 46,24 45,52 49,37
terhadap PDRB (%)
Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras)
3. 8,19 7,73 7,85 9,15
terhadap PDRB
Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap
4. 3,8 3,98 4,18 4,2
PDRB (%)
5. Cakupan bina kelompok petani (%) 26,6 26,96 26,99 27,15

6. Nilai Tukar Petani (%) 110,38 110,7 110,71 110,70

Persentase pertumbuhan sub sector peternakan


7.
dalam PDRB RPJMD 8,48 Banyuwangi
Kabupaten 8,14 7,972016-2021
Tahun 7,97 | 47
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2015
Tabel 2.27: Capaian Indikator Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Tahun 2011-2014
No Indikator 2011 2012 2013 2014
Persentase partisipasi perempuan di
1 3.99 39.89 1.55 1.6
lembaga pemerintah
Partisipasi perempuan di lembaga
2 0.00 47.63 98.44 98.39
swasta
3 Rasio KDRT 0.218 0.01 0.003 0.002
Persentase jumlah tenaga kerja
4 0 0.53 0 0
dibawah umur
Partisipasi angkatan kerja perempuan
5 18 16 18 18
(Legislatif)
Partisipasi angkatan kerja perempuan
6 5.677 1.75 40.44 40.86
(Eksekutif)
Penyelesaian pengaduan
7 perlindungan perempuan dan anak 75 97.8 92.53 100
dari tindakan kekerasan
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2014

Pada tabel diatas dapat dilihat 2.4 Aspek Daya Saing Daerah
capaian indikator Pemberdayaan 2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi
Perempuan dan perlindungan anak. Pada
indikator Persentase partisipasi
Daerah
perempuan di lembaga pemerintah, RPJMD 2009-2014 Provinsi Jawa
capaian yang paling tinggi hanya pada Timur menyebutkan bahwa salah satu
tahun 2012 mencapai 39.89, namun prioritas pembangunan Jawa Timur adalah
capaian tersebut pada tahun 2013 turun “Meningkatkan percepatan pemerataan
sangat signifikan menjadi 1.55 dan sedikit dan pertumbuhan ekonomi yang
mengalami kenaikan pada tahun 2014 berkualitas dan berkelanjutan, terutama
menjadi 1.6. Pada indikator Partisipasi melalui pengembangan agroindustri/
perempuan di lembaga swasta dan agrobisnis, serta pembangunan dan
indikator Rasio KDRT capaiannya selalu perbaikan infrastruktur, terutama
mengalami kenaikan setiap tahunnya. pertanian dan pedesaan”. Begitu juga
Padaindikator Persentase jumlah tenaga dengan Kabupaten Banyuwangi perlu
kerja dibawah umur, Partisipasi angkatan menitikberatkan pada pengembangan
kerja perempuan (Legislatif), Partisipasi sektor agrobisnis melalui urusan pertanian.
angkatan kerja perempuan (Eksekutif), Urusan Pertanian ini bertujuan untuk
Penyelesaian pengaduan perlindungan meningkatnya daya saing daerah dan
perempuan dan anak dari tindakan kemandirian ekonomi berbasis pertanian.
kekerasan, capaian setiap tahunnya Pencapaian indikator dalam urusan
fluktuatif, namun cenderung mengalami pertanian tersebut dapat dinilai melalui
kenaikan. indikator sebagai berikut:
Secara umum struktur ekonomi di
Kabupaten Banyuwangi terbentuk dan di
dominasi oleh sektor pertanian. Peran
sektor pertanian terhadap seluruh kegiatan
ekonomi di Kabupaten Banyuwangi
mencapai 46,24%, yakni hampir separuh

48 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


dari kegiatan ekonomi bergerak di sektor kekurangan organik dan hama/penyakit.
pertanian. Hal ini dikarenakan penduduk Selain itu, tidak signifikannya kenaikan
Kabupaten Banyuwangi sebagian besar realisasi ini juga dikarenakan oleh kondisi
berada di daerah pedesaan. alam yang tidak menentu, terbatasnya
Mata pencaharian didominasi oleh aspek permodalan, serta sistem tebas dan
bidang pertanian/perkebunan, yakni ijon pada lumbung. Dengan demikian
mencapai 16,95% dari keseluruhan jumlah upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan
penduduk yang dikelompokkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
berdasarkan mata pencaharian. Sehinggan guna meningkatkan produktivitas pada
peran pertanian di Kabupaten Banyuwangi atau bahan pangan utama lainnya secara
memiliki dua peran sekaligus tantangan, signifikan dengan cara peningkatan
yakni mendukung pemenuhan pangan bagi intensifikasi berkelanjutan yang ditekankan
penduduk Banyuwangi serta memberikan pada pemulihan lahan serta sarana dan
lapangan kerja bagi rumah tangga tani di prasarana produksi.
Kabupaten Banyuwangi. Sebagai sektor Pada Indikator Kontribusi sektor
yang menjadi tumpuan bagi ketahanan pertanian/perkebunan terhadap PDRB
pangan dan mata pencaharian sebagian tahun 2011 sebesar 46,59% mengalami
rakyat, maka pembangunan pertanian penurunan pada angka 46,19% di tahun
merupakan generator bagi pembangunan 2012, pada tahun 2013 kembali menurun
di Kabupaten Banyuwangi. mencapai 45,52% dan tahun 2014
Potensi pertanian secara umum meningkat menjadi sebesar 49,37%.
dapat ditinjau dari potensi sumber daya Kondisi yang fluktuatif demikian
produksi dan potensi pasar. Potensi disebabkan oleh terjadinya alih fungsi
produksi pangan terutama dapat dilihat lahan pertanian dan rendahnya nilai tukar
dari cukup besarnya jumlah lahan sawah pertanian dibandingkan dengan nilai tukar
produktif yang subur. Berdasarkan non agraris. Sehinggu upaya yang perlu
pemanfaatan lahan yang digunakan oleh dilakukan guna meningkatkan capaian
petani, mulai dari kawasan selatan ke arah kinerja urusan pertanian pada periode
utara yang melebar ke arah barat berikutnya adalah dengan
merupakan daerah potensi tanaman bahan mengimplementasikan regulasi secara
makanan. Hal ini dapat terlihat dari konsisten serta meningkatkan nilai tambah
peningkatan capaian indikator produk pertanian (terutama pangan).
produktifitas padi atau bahan pangan Kondisi yang sama juga terjadi pada
utama lokal lainnya per hektar yang capaian indikator Kontribusi sektor
meningkat dari realisasi tahun 2011 yaitu perkebunan (tanaman keras) terhadap
65,22%, menjadi 65,30% pada tahun 2012, PDRB mengalami penurunan pada angka
kembali meningkat pada tahun 2013 7,73% di tahun 2012 dari 8,19 di tahun
menjadi 65,87% dan tahun 2014 sebesar 2011, namun pada tahun 2013 kembali
65,08%. meningkat hingga mencapai 7,85% dan
Realisasi di tahun 2011-2015 tahun 2014 tercapai sebesar 9,15%.
mengalami peningkatan dan penurunan Perkebunan tanaman keras yang dimaksud
yang tidak signifikan, hal ini dikarenakan dalam hal ini adalah perkebunan PTPN,
besarnya jumlah lahan sawah produktif perkebunan rakyat (kopi, kakao, dan
yang subur saat ini mengalami penurunan kapas) serta perkebunan swasta. Tidak
yang disebabkan oleh kondisi tanah yang stabilnya kontribusi sektor perkebunan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 49


(tanaman keras) terhadap PDRB masih tergolong kecil, sebab partisipasi
dikarenakan komoditas perkebunan masih kelompok tani masih rendah dan
didominasi dengan tanaman tua yang terbatasnya tenaga penyuluh. Sehingga
cenderung kurang produktif. Untuk itu, peningkatan pembinaan dan pelatihan bagi
upaya yang perlu dilakukan sebagai upaya petani sangat diperlukan sebagi upaya
tindak lanjut yakni dengan memfasilitasi tindak lanjut yang perlu dilakukan.
kelompok perkebunan melalui sarana dan Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan
pembibitan, serta diversifikasi komoditas salah satu indikator nilai tukar (term of
dan peremajaan tanaman. Hal ini guna trade) dari produk pertanian terhadap
menghadapi tantangan persaingan harga barang/jasa yang dikonsumsi rumah
komoditas di pasar global yang cenderung tangga petani maupun biaya produksi dan
fluktuatif. pembentukan barang modal. Pada
Hampir separuh dari kegiatan indikator nilai tukar petani menunjukkan
ekonomi di Kabupaten Banyuwangi peningkatan dari realisasi tahun 2011 yaitu
bergerak di sektor pertanian. Hal ini dapat 110,38%, menjadi 110,7% pada tahun
dilihat dari peningkatan indikator 2012, mencapai 110,71% pada tahun 2013
kontribusi produksi kelompok petani dan tahun 2014 capaian sebesar 110,70%.
terhadap PDRB dari realisasi tahun 2011- Peningkatan yang terjadi pada realisasi
2014, dimana pada tahun 2011 yaitu 3,8%, nilai tukar petani pada tahun 2011-2014
menjadi 3,98% pada tahun 2012, dan berarti semakin tinggi daya beli petani di
kembali meningkat pada tahun 2013 pedesaan. Namun permasalahan yang
menjadi 4,18%, tahun 2014 peningkatan masih dihadapi oleh petani yakni mahalnya
tidak signifikan menjadi 4,20%. Kenaikan harga sarana produksi pertanian dan
capaian pada setiap tahunnya memang fluktuatifnya harga komoditas pertanian.
tidak signifikan. Hal ini dikarenakan para Sehingga upaya tindak lanjut yang perlu
pemuda enggan terjun sebagai tenaga dipertimbangkan adalah dengan
kerja di sektor pertanian, sehingga tidak memberikan subsidi atau insentif bagi
menutup kemungkinan kelangkaan atau petani.
menurunya tenaga kerja sektor pertanian Pada indikator capaian persentase
terjadi. Di sisi lain, ketidaksignifikannya pertumbuhan sub sektor peternakan
kenaikan kontribusi produksi kelompok dalam PDRB selama tahun 2011-2014
petani terhadap PDRB juga dikarenakan cenderung mengalami penurunan. Pada
menurunnya produktivitas tanah dan tahun 2011 capaian indikator ini sebesar
komoditas. Guna menindaklanjuti 8,485, pada tahun 2012 mengalami
permasalahan tersebut, maka perlu penurunan menjadi 8,14%, pada tahun
perbaikan manajemen kelembagaan 2013 kembali mengalami penurunan
kelompok tani serta meningkatkan menjadi 7,97%, dan pada tahun 2014
produktivitas lahan dan komoditas. capaian indikator ini masih stagnan
Pada indikator cakupan bina (kondisi tetap) seperti pada tahun
kelompok petani menunjukkan sebelumnya, yakni 7,97%.
peningkatan dari realisasi tahun 2011 yaitu Indikator di bidang pengairan, Rasio
26,6%, menjadi 26,96% pada tahun 2012, jaringan irigasi dan luas daerah irigasi di
kembali meningkat pada tahun 2013 Kabupaten Banyuwangi cukup fluktuatif.
menjadi 26,99% dan tahun 2014 tercapai Tahun 2011 sampai dengan 2015 capaian
27,15%. Meskipun demikian capaian ini sebesar 85%. Sedangkan rasio

50 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


ketersediaan air dan kebutuhan air untuk Pembangunan pengairan ditujukan untuk
irigasi dan lain keperluan di Kabupaten menunjang produksi pertanian,
Banyuwangi tahun 2011 sebesar 25%, khususnya untuk meningkatkan produksi
tahun 2012 sebesar 40%, tahun 2013 pangan.
sebesar 55%, tahun 2014 sebesar 65%, dan Sebagai upaya agar daya saing
tahun 2015 mencapai 70%. Untuk Rasio daerah dapat meningkat dan kemandirian
ketersediaan air pada musim hujan dan ekomomi berbasis pertanian dapat
musim kemarau (degradasi DAS) capaian di terwujud maka upaya tindak lanjut yang
Kabupaten Banyuwangi tahun 2011 perlu dilakukan diantaranya sebagai
sebesar 85%, tahun 2012 sebesar 80%, berikut:
tahun 2013 sebesar 85%, tahun 2014 a. Peningkatan intensifikasi secara
sebesar 82%, dan pada tahun 2015 berkelanjutan serta penekanan pada
mencapai 85%. Untuk rasio pemanfaatan saranan dan prasarana produksi padi
air tanah dan air permukaan capaian atau bahan utama pangan lokal;
kinerja tahun 2011 sebesar 80%, tahun b. Upaya secara konsisten terhadap
2012 sebesar 85%, tahun 2013 sebesar 75 upaya mempertahankan ketahanan
%, tahun 2014 sebesar 70%, dan tahun
pangan daerah melalui Lahan
2015 sebesar 85%. Sedangkan realisasi
Pertanian Pangan Berkelanjutan
rasio bangunan pengamanan pantai
(LP2B) dengan pemberian subsidi
dengan panjang pantai yang terkena abrasi
dan insentif bagi petani;
tahun 2011 sebesar 25%, tahun 2012
sebesar 40%, hingga 2014 sebesar 50%, c. Fasilitasi kelompok
tahun 2015 sebesar 70 %. Untuk rasio pertanian/perkebunan melalui
jumlah SDM dengan luasan baku sawah sarana dan pembibitan, diversifikasi
irigasi, capaian tahun 2011 sebesar 55%, komoditas dan peremajaan tanaman;
tahun 2012 sebesar 75 %, tahun 2013 d. Perbaikan manajemen dan
sebesar 82 %, tahun 2014 sebesar 85%. kelembagaan kelompok tani,
Sedangkan proporsi jaringan irigasi dalam meningkatkan produktivitas lahan
kondisi baik dan teknis, capaian kinerja dan komoditas;
tahun 2011-2015 sebesar 85%. Untuk e. Peningkatan pembinaan dan
capaian indikator sumber air/mata air yang pelatihan bagi petani.
dalam kondisi debit air stabil, tahun 2011
sebesar 15%, tahun 2012 sebesar 30%, dan
2.4.2 Fokus Fasilitasi Wilayah/
tahun 2013 sebesar 40 %, tahun 2014
tercapai 45%, dan tahun 2015 mencapai Infrastruktur
60%. Dan untuk indikator daur ulang Fasilitas wilayah/infrastruktur
sistem irigasi, capaian kinerja tahun 2011 adalah penunjang daya saing daerah dalam
sebesar 40%, tahun 2012 sebesar 40 %, hubungannya dengan ketersediaannya
tahun 2013 sebesar 45%, tahun 2014 (availability) dalam mendukung aktivitas
sebesar 50%, dan tahun 2015 sebesar 60% ekonomi daerah di berbagai sektor di
(Dinas Pekerjaan Umum Pengairan daerah dan antar-wilayah. Semakin
Kabupaten Banyuwangi 2015). lengkap ketersediaan fasilitas
Dapat disimpulkan secara umum, wilayah/infrastruktur, semakin kuat dalam
indikator kinerja urusan pertanian telah menghadapi daya saing daerah.
mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada indikator perhubungan, rasio
panjang jalan per jumlah kendaraan
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 51
merupakan salah satu indikator penting sebanyak 1.568.444 orang, dan tahun 2014
aksesibilitas daerah yang digunakan untuk sebanyak 1.824.369 orang. Peningkatan
melihat ketersediaan sarana jalan terhadap jumlah orang/barang melalui
jumlah kendaraan dalam rangka dermaga/bandara/terminal menunjukkan
memberikan kemudahan/akses bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan
seluruh masyarakat dalam melakukan distribusi barang dan jasa yang semakin
segala aktivitas di semua lokasi dengan tumbuh. Pada indikator tata ruang,
kondisi dan karakteristik fisik yang ketaatan terhadap RTRW di Kabupaten
berbeda. Tahun 2011-2012 rasio panjang Banyuwangi tergolong baik.
jalan per jumlah kendaraan di Kabupaten
Luas wilayah produktif di
Banyuwangi sebesar 0,005 dan sebesar
Kabupaten Banyuwangi tahun 2011
0,004 di tahun 2013-2014. Nilai rasio
sebesar 57,65 meningkat di tahun 2012
panjang jalan tersebut menunjukkan
sebesar 83,85. Tahun 2013 menurun
bahwa panjang jalan di Kabupaten
menjadi 52,45 dan tahun 2014 sebesar
Banyuwangi masih mampu menampung
50,7. Untuk wilayah industri di Kabupaten
jumlah kendaraan/arus barang dan jasa
Banyuwangi tahun 2011 sebesar 2,2.
disektor perekonomian.
Tahun 2012 sebesar 2,39. Tahun 2013
Secara ekonomi hal tersebut
sebesar 2,35. Dan tahun 2014 menurun
menunjukkan ketersedian infrastruktur
menjadi sebesar 2,5. Untuk luas lahan
jalan di Kabupaten Banyuwangi masih baik
kekeringan dan kebanjiran tahun 2011
dan mampu menampung pertumbuhan
sebesar 1, tahun 2012 sebesar 0,09. Tahun
ekonomi di Kabupaten Banyuwangi.
2013 sebesar 0,8. Dan tahun 2014 sebesar
Sedangkan untuk indikator Jumlah
0,7. Untuk luas lahan perkotaan, tahun
orang/barang melalui dermaga/
2011 sebesar 9,6. Tahun 2012 sebesar
bandara/terminal per tahun, tahun 2011
9,65. Tahun 2013 sebesar 9,85. Dan tahun
sebanyak 1.255.914 orang, tahun 2012
2014 sebesar 9,9.
sebanyak 1.350.415 orang, tahun 2013

Penandatanganan Nota Kesepahaman


Dengan PT Indonesia Comnets (ICON) Plus

52 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
1. Perhubungan

Tabel 2.28: Realisasi Indikator Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Kabupaten Banyuwangi


1.1 Rasio panjang jalan per jumlah 0,005 0,005 0,004 0,004 0,004
kendaraan
1.2 Jumlah orang/barang yang
1.255.914 1.350.415 1.568.444 1.824.369 1.836.540
terangkut angkutan umum
1.3 Jumlah orang/barang melalui
dermaga/ bandara/terminal 1.255.914 1.350.415 1.568.444 1.824.369 1.836.540
per tahun
2. Penataan Ruang
2.1 Ketaatan terhadap RTRW Baik Baik Baik Baik Baik
2.2 Luas wilayah produktif 57,65 83,85 52,45 50,7 50,00
2.3 Luas wilayah industri 2,2 2,39 2,35 2,5 2,65
2.4 Luas wialyah kebanjiran 1 0,09 0,8 0,7 0,6
2.5 Luas wilayah kekeringan 1 0,09 0,8 0,7 0,6
2.6 Luas wilayah perkotaan 9,6 9,65 9,85 9,9 9,95
3. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian dan Persandian
3.1 Jenis dan jumlah bank dan
95 62 99 110 110
cabang
3.2 Jenis dan jumlah perusahaan
3 7 7 6 6
asuransi dan cabang
3.3 Jenis, kelas dan jumlah
62 59 90 90 105
restoran
3.4 Jenis, kelas dan jumlah
65 62 70 70 71
penginapan/ hotel

Tahun 2011-2015
4. Lingkungan Hidup
4.1 Persentase Rumah Tangga
5,52 7,28 7,65 14 26,14
yang menggunakan air bersih
5. Komunikasi dan Informatika
5.1 Persentase Rumah Tangga
49,85 71 85,55 87,75 84
yang menggunakan listrik
Sumber: Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2015 Kabupaten Banyuwangi

Secara umum penataan ruang di melakukan pembangunan perkotaan yang


Kabupaten Banyuwangi sudah cukup baik, berkelanjutan yang berwawasan
luas wilayah produksi dan kawasan industri lingkungan. Indikator luas wilayah banjir
berkembang secara selaras, bengitu pula yang semakin menurun menunjukkan
daerah rawan banjir dan kekeringan sistem drainase perkotaan yang semakin
dibawah angka 1. Sedangkan baik dan akan meningkatan umur
perkembangan wilayah perkotaan prasarana wialayah yang dibangun.
menunjukkan peningkatan yang dinamis, Di bidang lembaga Keuangan telah
meskipun cukup lambat. Berdasarkan tumbuh cukup signifikan. Ketersediaan
paparan data di atas, dapat disimpulkan fasilitas bank dan non bank (perusahaan
bahwa pemanfaatan ruang untuk asuransi) sangat penting dalam rangka
pembangunan infrstruktur perlu mengacu menunjang aspek daya saing daerah dan
dan sesuai dengan rencana tata ruang pembiayaan aktivitas ekonomi di suatu
yang telah ditetapkan. Kedepan daerah. Pada indikator Jenis dan jumlah
pemerintah kabupaten Banyuwangi perlu bank dan cabang di Kabupaten

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 53


Banyuwangi tahun 2011 sejumlah 95 unit, memajukan kesejahteraan masyarakat.
tahun 2012 sejumlah 62 unit, tahun 2013 Capaian kinerja indikator Persentase
sejumlah 99 unit, dan tahun 2014 naik Rumah Tangga yang menggunakan listrik
menjadi 110 unit. Sedangkan indikator Kabupaten Banyuwangi tahun 2011
jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan sebesar 49,85%, tahun 2012 sebesar 71%,
cabang tahun 2011 sejumlah 3 unit, tahun tahun 2013 sebesar 85,55%, tahun 2014
2012-2013 meningkat menjadi 7 unit, dan sebesar 87,75%, dan pada tahun 2015
tahun 2014 sejumlah 6 unit. mencapai 84%. Berdasarkan data di atas
Ketersediaan restoran dan rumah menunjukkan bahwa sekitar 16%
makan pada suatu daerah menunjukkan masyarakat Kabupaten Banyuwangi belum
tingkat daya tarik investasi suatu daerah. teraliri listrik, Oleh sebab itu, Pemerintah
Perkembangan restoran dan rumah makan Daerah Kabupaten Banyuwangi perlu
adalah indicator tumbuhnya pariwisata mendorong akselerasi pembangunan
daerah. Tingkat kunjungan wisatawan yang jaringan listrik keseluruh wilayah yang
tinggi harus dibarengi dengan ketersediaan belum tersentuh oleh listrik.
hotel, restoran dan rumah makan serta
fasilitas akomodasi lainnya yang 2.4.3 Fokus Iklim Berinvestasi
representatif. Untuk indikator Jenis, kelas Salah satu komponen pendorong
dan jumlah restoran di Kabupaten pertumbuhan ekonomi adalah investasi.
Banyuwangi tahun 2011 sejumlah 62 unit, Iklim investasi merupakan kondisi yang
tahun 2012 sejumlah 59 unit, tahun 2013 bersifat multi dimensi dan menjadi bahan
dan 2014 meningkat menjadi 90 unit. pertimbangan bagi para investor dalam
Sedangkan untuk indikator jenis, kelas dan
melakukan investasi. Dalam kaitan
jumlah penginapan/ hotel Kabupaten
tersebut peran pemerintah menjadi sangat
Banyuwangi tahun 2011 sejumlah 65 unit,
penting dalam setiap proses penanaman
tahun 2012 sejumlah 62 unit, dan tahun
modal, bahkan rekomendasi pemerintah
2013-2014 sejumlah 70 unit.
Untuk capaian indikator Persentase daerah merupakan syarat mutlak dalam
Rumah Tangga yang menggunakan air penilaian kegiatan investasi di daerah
bersih di Kabupaten Banyuwangi masih dinyatakan layak. Salah satu indikator yang
sangat rendah, tahun 2011 sebesar 5,52%, berpengaruh adalah masalah keamanan
tahun 2012 sebesar 7,28%, tahun 2013 suatu daerah, keamanan suatu daerah
sebesar 7,65%, tahun 2014 sebesar 14%, dapat dilihat dari angka kriminalitas yang
dan pada tahun 2015 mencapai 26,14 %. terjadi setiap tahun.
Cakupan air bersih perdesaan yang dikelola Angka kriminalitas di Kabupaten
HIPPAM mencapai kurang lebih 18%. Banyuwangi cukup fluktuatif, tahun 2011
Capaian layanan air bersih perkotaan sebesar 668 kasus, tahun 2012 sebanyak
mencapai 40 % yang dikelola PDAM. 718 kasus, tahun 2013 sebesar 650 kasus,
Kedepannya cakupan layanan air bersih
dan tahun 2014 sebanyak 653 kasus. Selain
pedesaan dan perkotaan perlu
angka kriminalitas, kejadian demonstrasi
ditingkatkan. Pemanfaatan sumber air
juga sangat berpengaruh terhadap faktor
untuk pemenuhan kebutuhan air bersih
keamanan. Tahun 2011-2012 terjadi
perlu pengelolaan yang terpadu.
Penyediaan tenaga listrik bertujuan sebanyak 4 kegiatan demonstrasi, tahun
untuk meningkatkan perekonomian serta 2013 meningkat menjadi sebanyak 7
kegiatan demonstrasi, dan tahun 2014
54 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
sebanyak 5 kegiatan demonstrasi. Faktor sumbangan kontribusi terhadap kenaikan
keamanan menjadi salah satu pendapatan daerah baik dari pajak
pertimbangan investor untuk maupun retribusi daerah. Hal ini tentunya
menanamkan modalnya, oleh karena itu harus didukung dengan memperkuat
penting bagi Kabupaten Banyuwangi peraturan daerah terkait dengan jaminan
diharapkan memiliki berbagai strategi berinvestasi, sejauh ini perda yang
dalam menjaga kestabilan penurunan mendukung iklim usaha di Kabupaten
angka kriminalitas. Banyuwangi ada 1 Perda yaitu Peraturan
Selain itu kegiatan demonstrasi Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang
yang dilakukan masyarakat merupakan Pemberian Insentif dan Pemberian
salah satu cerminan demokrasi di daerah, Kemudahan Penanaman Modal di
namun yang perlu ditekan adalah kegiatan Kabupaten Banyuwangi.
demonstrasi yang mengarah pada aksi
anarkisme, brutalisme, maupun rasisme,
yang mempunyai potensi kerusuhan
massa. Maka perlu adanya sebuah sinergi
antara pemerintah daaerah, aparat
penegak hukum, dan tokoh masyarakat
dalam menjaga keamanan dan ketertiban
Kabupaten Banyuwangi. Cerminan iklim
investasi yang baik dapat dilihat dari angka
pendapatan daerah melalui pajak daerah
dan penerimaan retribusi daerah, realisasi
pajak daerah Kabupaten Banyuwangi
menunjukkan tren yang positif meningkat
dari tahun ke tahun. Tahun 2011 realisasi
pajak daerah sebesar 32,42 milyar rupiah,
tahun 2012 sebesar 40,77 milyar rupiah,
tahun 2013 sebesar 65,94 milyar rupiah,
dan tahun 2014 sebesar 94,19 milyar
rupiah. Pendapatan pajak daerah berasal
dari 11 macam pajak daerah, yang telah
ditentukan oleh pemerintah daerah.
Sedangkan untuk penerimaan retribusi
daerah Kabupaten Banyuwangi tahun 2011
sebesar 2,12 milyar rupiah, meningkat
secara drastis tahun 2012 sebesar 24,81
milyar rupiah, tahun 2013 sebanyak 28,44
milyar rupiah, dan tahun 2014 sebesar 67,
06 milyar rupiah. Hal ini membuktikan
bahwa iklim investasi di Banyuwangi
berkembang dengan cukup baik, dari
tahun ke tahun telah memberikan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 55


Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
Tabel 2.29: Iklim berinvestasi tahun

Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan daerah, Perangkat Daerah,


Kepegawaian dan Persandian
1.1 Angka kriminalitas 668 718 650 653 650
1.2 Jumlah demo 4 4 7 5 4
1.3 Pajak Daerah (milyar Rp) 32,423 40,770 65,940 94,195 115,906
1.4 Retribusi Daerah (milyar Rp) 2,129 24,817 28,448 67,063 31,299
1.5 Macam Pajak Daerah 11 11 11 11 11
1.6 Macam Retribusi Daerah 36 36 26 30 30
2011-2015

1.7 Jumlah Perda yang mendukung 1 0 1 1 1


iklim usaha
1.8 Persentase desa berstatus 90 93 95 97 97
swasembada terhadap total desa
Sumber: LK Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2015

2.4.4 Fokus Sumber Daya Manusia persentase dependency ratio menunjukkan


Keunggulan sumber daya manusia semakin tingginya beban yang ditanggung
(SDM) merupakan kunci terciptanya daya penduduk yang produktif untuk membiayai
saing tinggi daerah, dan perhatian hidup penduduk yang belum produktif dan
terhadap peningkatan kualitas sumber tidak produktif lagi. Rasio Ketergantungan
daya manusia menjadi suatu hal yang tidak Kabupaten Banyuwangi tahun 2011
dapat terelakkan lagi. sebesar 33,8. Menurun ditahun 2012
Rasio Ketergantungan (Dependency menjadi 32,7. Tahun 2013 dan 2014
Ratio) adalah perbandingan antara jumlah mengalami peningkatan menjadi sebesar
penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah 43,04. Sedangkan untuk peningkatan SDM
dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas di Kabupaten Banyuwangi tahun 2011
dibandingkan dengan jumlah penduduk sebesar 25. Tahun 2012 sebesar 30. Tahun
usia 15-64 tahun. Semakin tingginya 2013 dan 2014 meningkat signifikan atau 4

56 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu penyelesaian ijin lokasi capaian kinerja
menjadi 120. Hal ini mencerminkan bahwa tahun 2011 sebesar 93%. Tahun 2012
meskipun angka dependensi atau sebesar 81,18%. Tahun 2013 sebesar
ketergantungan di Kabupaten Banyuwangi 98,87%. Dan tahun 2014 sebesar 98,15%.
cukup tinggi, namun pembangunan SDM di
Kabupaten Banyuwangi dari tahun ke
tahun menunjukkan tren yang cukup
positif, sehingga daya saing daerah juga
ikut meningkat.
Indikator perizinan juga
berpengaruh terhadap daya saing suatu
daerah, dengan memberikan kemudahan
dalam perizinan usaha akan meningkatkan
minat pelaku usaha untuk melakukan
investasi dan pengembangan usaha.
Capaian kinerja layanan perijinan yang
memenuhi SOP di Kabupaten Banyuwangi
tahun 2011 sebesar 86,84%. tahun 2012
sebesar 91,67%. Tahun 2013 dan 2014
sebesar 90%. Sedangkan untuk

Tabel 2.30: Faktor Sumberdaya Mananusia tahun 2011-2014


No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015
1. Ketenagakerjaan
1.1 Rasio ketergantungan 33,8 32,7 43,04 43,04 42,5
1.2 Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia 25 30 120 120 120
Sumber: LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Masa Jabatan Periode Tahun 2010-2014

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 57


58 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
BAB III
Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah
Serta Kerangka Pendanaan
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAA

adil, patut, dan bermanfaat. Kerangka


Penyusunan Gambaran Pengelolaan
pengelolaan keuangan Pemerintah
Keuangan daerah dilakukan untuk
Kabupaten Banyuwangi secara garis besar
menganalisis capaian dan memperoleh
terdiri dari penyusunan anggaran daerah,
proyeksi yang tepat mengenai kemampuan
penatausahaan dan pertanggungjawaban.
daerah dalam mendanai rencana
Kemampuan keuangan Pemerintah
pembangunan. Dengan melakukan analisis Kabupaten Banyuwangi perlu dianalisis
keuangan daerah yang tepat akan kondisi kinerja keuangannya (2010-2015),
melahirkan kebijakan yang efektif dalam baik kinerja keuangan masa lalu maupun
pengelolaan keuangan daerah. Selanjutnya
kebijakan yang melandasi pengelolaannya.
belanja daerah sebagai komponen
Berdasarkan hal tersebut dapat
keuangan daerah dalam kerangka ekonomi diproyeksikan pendapatan, belanja, dan
makro diharapkan dapat memberikan pembiayaan sebagai kerangka pendanaan
dorongan atau stimulan terhadap di masa yang akan datang.
perkembangan ekonomi daerah secara
makro ke dalam kerangka pengembangan
yang lebih memberikan efek multiplier 3.1 Kinerja Keuangan Daerah
Keuangan daerah adalah semua hak
yang lebih besar bagi peningkatan
dan kewajiban daerah dalam rangka
kesejahteraan rakyat yang lebih merata.
penyelenggaraan pemerintahan daerah
Peraturan yang mendasari yang dapat dinilai dengan uang termasuk
pengelolaan keuangan daerah bertujuan didalamnya segala bentuk kekayaan yang
untuk mewujudkan pengelolaan keuangan berhubungan dengan hak dan kewajiban
daerah yang tertib, taat pada peraturan daerah. Hak dan kewajiban daerah
perundang-undangan, efisien, ekonomis, sebagaimana dimaksud diwujudkan dalam
efektif, transparan, bertanggung jawab, bentuk rencana kerja pemerintah daerah
dan dijabarkan dalam bentuk pendapatan,

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 59


belanja, dan pembiayaan daerah yang Kinerja keuangan Kabupaten Figure 1

dikelola dalam sistem pengelolaan Banyuwangi periode tahun 2011–2015


keuangan daerah. berdasarkan pada data kinerja keuangan
Berdasarkan pada Peraturan tahun 2011 sampai dengan tahun 2015
Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang yang diperoleh dari beberapa Laporan
Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten
ruang lingkup keuangan daerah meliputi: Banyuwangi dan Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah Kabupaten
1. Hak daerah untuk memungut pajak
Banyuwangi.
daerah dan retribusi daerah serta
melakukan pinjaman;
3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD
2. Kewajiban daerah untuk
Pada sub pembahasan ini diuraikan
menyelenggarakan urusan
perkembangan pendapatan dan belanja
pemerintahan daerah dan membayar
tidak langsung, proporsi sumber
tagihan pihak ketiga; pendapatan, pencapaian kinerja
3. Penerimaan daerah; pendapatan, dan gambaran realisasi
4. Pengeluaran daerah; belanja daerah.
5. Kekayaan daerah yang dikelola sendiri A. Pendapatan
atau oleh pihak lain berupa uang, surat Pendapatan daerah adalah hak
berharga, piutang, barang, serta hak- pemerintah daerah yang diakui sebagai
hak lain yang dapat dinilai dengan uang, pengurangan nilai kekayaan bersih.
termasuk kekayaan yang dipisahkan Pendapatan daerah berasal dari
pada perusahaan daerah; serta pendapatan asli daerah, dana
6. Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh perimbangan, dan lain-lain pendapatan
pemerintah daerah dalam rangka yang sah. Kapasitas Keuangan Daerah akan
penyelenggaraan tugas pemerintahan menentukan kemampuan pemerintah
daerah dan/atau kepentingan umum. Daerah dalam menjalankan pembangunan
dan pembiayaan. Realisasi pendapatan

60 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 3.1: Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2011-2015
Rata-rata
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Pertumbuhan
No. Uraian
(%)
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 PENDAPATAN
17,76
1,450,320,872,078.87 1,691,249,127,621.71 2,042,189,007,221.97 2,418,962,318,839.03 2,779,148.430..146,82
1.1. Pendapatan Asli
346,992,331,406.82
Daerah 113,364,553,469.87 140,391,399,216.71 183,667,609,879.97 283,488,703,181.03 32,88

1.1.1. Pajak daerah


115,993,092,646.15
32,449,080,866.10 40,769,833,221.00 65,939,965,334.00 94,133,355,279.62 38,43

1.1.2. Retribusi daerah


31,299,048,537.00
21,621,743,609.84 24,824,477,408.00 28,650,551,431.00 67,276,765,522.00 27,89

1.1.3. Hasil pengelolaan


15,571,579,456.62
keuangan daerah 9,983,335,503.89 14,503,063,660.51 14,541,339,289.58 15,562,622,841.37 13,22
yang dipisahkan
1.1.4. Lain-lain PAD yang
184,128,610,767.05
sah 49,310,393,490.04 60,294,024,927.20 74,535,753,825.39 106,515,959,538.04 40,44

1.2. Dana Perimbangan


1,494,315,803,224.00
982,023,260,117.00 1,199,056,681,103.00 1,313,865,318,226.00 1,387,611,468,719.00 11,24

1.2.1. Dana bagi hasil pajak


78,910,883,224.00
/bagi hasil bukan 84,955,081,117.00 101,183,454,103.00 82,372,387,226.00 85,075,009,719.00 (0,86)
pajak
1.2.2. Dana alokasi umum
1,288,940,680,000.00
815,156,279,000.00 1,030,217,037,000.00 1,154,495,171,000.00 1,254,496,229,000.00 12,46

1.2.3. Dana alokasi khusus


126,464,240,000.00
81,911,900,000.00 67,656,190,000.00 76,997,760,000.00 48,040,230,000.00 30,51

1.3. Lain lain pendapatan


yang sah 354,933,058,492.00 351,801,047,302.00 544,656,079,116.00 747,862,146,939.00 937.840.295.516,00 30,50

1.3.1 Hibah
- - 27,167,652,850.00 146,456,274,771.00 167.303.683.047,00 57,12

1.3.2 Dana Darurat 0 0 0 0 0 0


1.3.3 Dana bagi hasil pajak
dari provinsi dan 87,622,916,704.00 82,426,500,031.00 95,561,380,266.00 161,298,343,868.00 157,872,562,469.00
19,17
Pemerintah
Daerah lainnya **)
1.3.4 Dana penyesuaian
451,403,887,000.00
dan otonomi 231,980,466,862.00 210,000,496,000.00 391,310,825,500.00 304,287,104,000.00 20,57
khusus***)
1.3.5 Bantuan keuangan
dari Provinsi atau 35,329,674,926.00 59,374,051,271.00 30,616,220,500.00 135,820,424,300.00 161,260,163,000.00
95,37
Pemerintah Daerah
lainnya

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi – LKPJ 2011 - 2015

Kabupaten Banyuwangi secara lebih perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang


rinci dapat dilihat pada tabel 3.1. sah Kabupaten Banyuwangi. Di tahun 2011
Prosentase rata-rata pertumbuhan realisasi pendapatan mencapai Rp
realisasi pendapatan diasumsikan 1.450.320.872.078,87, di tahun 2012
dihasilkan berdasarkan perhitungan total meningkat menjadi Rp
dari selisih anggaran setiap tahun dibagi 1.691.249.127.621,71, di tahun 2013
tahun dasar dikalikan 100%. pendapatan meningkat menjadi
Rata-rata pertumbuhan realisasi Rp 2.042.189.007.221,97, di tahun 2014
pendapatan daerah Kabupaten meningkat menjadi
Banyuwangi selama kurun waktu 2011- Rp 2.418.962.318.839,03 dan terus
2015 mengalami peningkatan dari tahun meningkat di tahun 2015 menjadi
ke tahun. Pendapatan daerah tersebut Rp 2.779.148.430.146,82.
dihasilkan dari pendapatan asli daerah, dana

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 61


Gambar 3.1: Proporsi Pendapatan Daerah Tahun 2010-2015
3.000.000.000.000,00
Gambar 3.1 Pertumbuhan Pendapatan Daerah

2.500.000.000.000,00
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2015

2.000.000.000.000,00

1.500.000.000.000,00

1.000.000.000.000,00

500.000.000.000,00

0,00
2010 2011 2012 2013 2014 2015
Pendapatan Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain - lain pendapatan yang sah

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

Realisasi pendapatan daerah pengurang nilai kekayaan bersih dalam


Kabupaten Banyuwangi setiap tahunnya periode tahun anggaran yang
mengalami kenaikan, namun jika bersangkutan. Belanja daerah meliputi
dilakuakan analisis berdasarkan proporsi semua pengeluaran dari rekening kas
sumber pendapatan, ternyata sumber umum daerah yang mengurangi ekuitas
pendapatan yang paling dominan berasal dana lancar, yang merupakan kewajiban
dari dana perimbangan. Sedangkan daerah dalam satu tahun anggaran yang
Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki tidak akan diperoleh pembayarannya
peringkat paling akhir. Kondisi tersebut kembali oleh daerah. Klasifikasi belanja
menunjukkan bahwa pembiayaan menurut jenis belanja sebagaimana
pembangunan di Kabupaten Banyuwangi dimaksud terdiri dari:
masih bergantung pada pusat dan provinsi 1. Belanja pegawai;
melalui bantuan dana perimbangan. 2. Belanja bunga;
Adapun perkembangan dan posisi masing- 3. Belanja subsidi;
masing pendapatan dapat dilihat pada 4. Belanja hibah;
gambar 3.1 berikut ini. 5. Belanja bantuan sosial
6. Belanja bagi hasil kepada provinsi/
Belanja Daerah merupakan semua
kabupaten/kota/ desa;
kewajiban daerah yang diakui sebagai
7. Belanja bantuan keuangan kepada
pengurang nilai kekayaan bersih dalam
provinsi/kabupaten/ kota dan
periode tahun anggaran yang
pemerintahan;
bersangkutan.
8. Belanja tidak terduga.
Sedangkan Belanja Langsung meliputi
B. Belanja
1. Belanja pegawai;
Belanja Daerah merupakan semua
2. Belanja barang dan jasa;
kewajiban daerah yang diakui sebagai
3. Belanja modal.

62 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Pengelolaan belanja daerah pada tahun 2013 menjadi
dilaksanakan berlandaskan pada anggaran Rp 2.299.307.896.458,18. Realisasi belanja
kinerja (Performance budget) yaitu belanja langsung tahun 2015 menurun dari 46,27%
daerah yang berorientasi pada pencapaian di tahun 2014 menjadi 31,63% tahun 2015.
hasil atau kinerja Kinerja tersebut Pengalokasian anggaran anggaran
mencerminkan efisiensi dan efektifitas merupakan salah satu dukungan yang
diberikan oleh pemerintah terhadap
pelayanan publik, yang berarti belanja
pembangunan yang dilaksanakan pada
daerah harus berorientasi pada
wilayahnya. Berdasarkan proporsi belanja
kepentingan publik. pemerintah dapat dilihat apakah
Berdasarkan pada tabel 3.2 dapat pengeluaran yang dilakukan pemerintah
dilihat bahwa selama periode 2011-2015 selama periode 2011-2015 lebih
tidak semua komponen belanja mengalami berorientasi pada pemenuhan kebutuhan
kenaikan. Rata-rata pertumbuhan pada internal organisasi pemerintah atau pada
Belanja Tidak Langsung memiliki rata-rata kebutuhan diluar organisasi pemerintah.
perrtumbuhan positif walaupun terdapat Proporsi alokasi anggaran yang memiliki
komponen pembentuknya yang memiliki kriteria baik adalah proporsi alokasi
rata-rata pertumbuhan negatif yaitu pada anggaran yang proporsi belanja tidak
komponen belanja bantuan sosial. Rata- langsungnya tidak melebihi 70% dari
rata pertumbuhan yang paling tinggi keseluruhan anggaran belanja pemerintah.
adalah salah satu komponen dari belanja Proporsi belanja Kabupaten banyuwangi
tidak langsung yaitu belanja bagi hasil pada periode 2011-2015 disajikan pada
kepada provinsi/kabupaten/kota dan tabel 3.2. Prosentase rata-rata
pemerintahan desa yang mencapai 26%. pertumbuhan realisasi belanja diasumsikan
Nilai rata-rata yang sangat tinggi tersebut dihasilkan berdasarkan perhitungan total
disebabkan karena terdapat peningkatan dari selisih anggaran setiap tahun dibagi
jumlah anggaran yang sangat signifikan tahun dasar dikalikan 100%.
pada tahun 2014 dari yang sebelumnya
hanya sebesar Rp 2.001.556.159.717,67

Tabel 3.2: Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015


Rata-
rata
No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015 Pertumb
uhan
(5)
1 Belanja Daerah 1.443.011.683. 1.683.717.702. 2.001.556.159.717,6 2.299.307.896.458 2.740.988.071.
813,19 413,97 7 ,18 579,02 17,41

1.1 Belanja Tidak Langsung 1,436,342,307,


956,935,147,3 1,087,397,709, 1,179,929,567,068.0 1,225,352,677,003 256.00 10,78
24.13 100.00 0 .00
1.1.1 Belanja pegawai 1,167,835,076,6
791,455,675,6 920,402,324,6 1,006,008,558,051.0 1,078,911,578,82 00.00 10,27
78.25 60.00 0 1.00
1.1.2 Belanja hibah 122,750,256,47
51,989,911,82 70,577,415,10 94,762,639,777.00 72,860,137,523.0 2.00 28,85
6.00 0.00 0
1.1.3 Belanja bantuan sosial 6,131,490,319.0
64,718,188,22 22,830,673,00 11,270,125,000.00 0 (57,68)
9.88 0.00 0
1.1.4 Belanja bagi hasil kepada 2,326,879,350.0
provinsi/kabupaten/kota 41,513,750.00 1,780,517,950. 1,023,802,850.00 3,171,740,750.00 0 46,89
dan pemerintahan desa 00
1.1.5 Belanja bantuan keuangan 137,298,604,51
kepada 47,127,607,84 71,806,778,39 66,864,441,390.00 70,409,219,909.0 5.00
36,45
provinsi/kabupaten/kota 0.00 0.00 0
dan pemeintahan
1.1.6 Belanja tidak terduga -
1,602,250,000 - 0
.00 - -

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 63


1.2 Belanja Langsung 1,305,430,249,
486,076,536,4 596,319,993,31 821,626,592,649.67 1,063,929,004,455 422.33 28,14
89.06 3.97 .09
1.2.1 Belanja pegawai 76,071,391,378.
29,099,471,57 34,551,299,45 60,835,282,562.00 68,950,463,132.0 00 29,62
3.00 0.00 0
1.2.2 Belanja barang dan jasa 529,943,112,72
206,129,849,6 205,956,387,2 343,772,907,200.67 436,431,864,175. 5.61 28,71
78.06 38.97 36
1.2.3 Belanja modal 699,415,745,31
250,847,215,2 355,812,306,6 417,018,402,887.00 558,546,677,147. 8.72 29,59
38.00 25.00 73
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

Tabel 3.3: Perbandingan Proporsi Belanja Langsung dan Tidak Langsung Kabupaten Banyuwangi
dan Kabupaten Situbondo Tahun 2011-2015
Proporsi Belanja (%)
Kabupaten/Kota Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
Belanja Langsung
Kabupaten Banyuwangi 33.68% 35.41% 37.47% 46.27% 31.63%

Kabupaten Situbondo 14% 49% 23% 25% 27%

Belanja Tidak Langsung


Kabupaten Banyuwangi 66.32 64.59 62.53 53.73 68.37

Kabupaten Situbondo 86% 51% 77% 75% 73%


Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Situbondo

Berdasarkan pada tabel tersebut a. Pembiayaan


dapat dilihat bahwa proporsi alokasi Pembiayaan daerah terdiri atas
anggaran di Kabupaten Banyuwangi sudah penerimaan pembiayaan dan pengeluaran
cukup baik karena prosentase belanja tidak pembiayaan. Penerimaan pembiayaan
langsung selama tahun 2011-2015 berada adalah semua penerimaan yang perlu
dibawah 70%. Namun prosentase belanja dibayar kembali baik pada tahun anggaran
tidak langsung tersebut juga harus dijaga yang bersangkutan maupun pada tahun –
dan ditekan karena terdapat kenaikan tahun anggaran berikutnya. Begitu pula
prosentase yang sangat signifikan pada dengan pengeluaran pembiayaan yaitu
tahun 2015 dari 53.73% pada tahun 2014 pengeluaran yang akan diterima kembali
menjadi 68.37% di tahun 2015. baik pada tahun anggaran yang
Dibandingkan dengan Kabupaten bersangkutan maupun pada tahun – tahun
Situbondo, proporsi belanja langsung dan anggaran berikutnya. Sumber pembiayaan
tidak langsung selama tahun 2011-2015 pemerintahan daerah dalam rangka
kurang berimbang karena rata-rata perimbangan keuangan Pemerintah Pusat
melebihi 70% dari total anggaran belanja. dan Pemerintahan Daerah diperoleh
berdasarkan asas desentralisasi,
dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
Dengan ditetapkannya kebijakan otonomi

64 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 3.4 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Jumlah
Penerimaan
221,232,088,197.57 228,536,239,404.25 201,931,722,469.47 227,693,037,693.66 334,490,060,074.51
Pembiayaan
Daerah
Pengeluaran
Pembiayaan 401,899,250.00 34,201,356,063.00 15,000,000,000.00 12,900,000,000.00 20,000,000.00
Daerah
Penyertaan Modal
(Investasi)
- 34,000,000,000.00 15,000,000,000.00 12,900,000,000.00 -
Pemerintah
Daerah
Pembayaran
- 201,356,063.00 10,000,000,000.00 - 20,000,000.00
Pokok Utang
Pengeluaran Pihak
401,899,250.00 - - - -
Ketiga
Jumlah
Pengeluaran
401,899,250.00 34,201,356,063.00 15,000,000,000.00 12,900,000,000.00 20,000,000.00
Pembiayaan
Daerah
Pembiaayan
220,830,188,947.57 194,334,883,341.25 186,931,722,469.47 214,793,037,693.66 334,470,060,074.51
Netto
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran

daerah, penyelenggaraan menurun pada tahun 2012 sebesar


pemerintahan di daerah dilaksanakan Rp 34.201.356.063,00 menurun kembali di
dengan lebih berorientasi kepada tahun 2013 sebesar Rp 15.000.000.000,00.
kepentingan daerah yang Pada tahun 2014 mengalami penurunan
diimplementasikan dalam bentuk program daeri tahun 2013 sebesar
kegiatan SKPD. Rp 12.900.000.000,00 dan di tahun 2015
menurun kembali menjadi
Dari tabel di atas dapat diketahui
Rp 20.000.000,00.
realisasi penerimaan pembiayaan daerah
dari tahun 2011 sampai dengan tahun 3.1.2 Neraca Daerah
2015 mengalami fluktuasi. Pada tahun Neraca Daerah menggam-barkan
2011 penerimaan pembiayaan daerah posisi keuangan Pemerintah Daerah yang
sebesar Rp 221.232.088.197,57 naik pada meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas dana
tahun 2012 sebesar pada waktu tertentu. Laporan neraca
Rp 228.536.239.404,25 menurun pada daerah akan menggambarkan informasi
tahun 2013 sebesar Rp penting kepada manajemen Pemerintah
201.931.772.469,47. Pada tahun 2014 Daerah, Pihak Legislatif daerah maupun
mengalami peningkatan menjadi Rp para kreditur/ pemberi pinjaman kepada
daerah serta masyarakat luas lainnya
227.693.037.693,66 dan di tahun 2015
tentang posisi atau keadaan kekayaan atau
meningkat kembali menjadi Rp.
aset daerah dan kewajibannya serta
334.490.060.074,51. Sedangkan
ekuitas dana pada suatu tanggal tertentu.
pengeluaran pembiayaan daerah dari
Pada setiap elemen utama dari neraca
tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 daerah akan diturunkan dalam beberapa
mengalami penurunan realisasi. Pada sub – sub rekening yang lebih terinci.
tahun 2011, pengeluaran pembiayaan Perkembangan Neraca Pemerintah
daerah sebesar Rp 401.899.250,00 Kabupaten Banyuwangi dan rata – rata

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 65


pertumbuhannya dapat dilihat pada tabel Tabel 3.5: Rata-rata Pertumbuhan Neraca
berikut ini: Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-
2015
Tabel 3.5: Rata-rata Pertumbuhan Neraca
Rata-Rata
Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-
No. Uraian pertumbu
2015
han*
Rata-Rata 1.3. ASET TETAP
No. Uraian pertumbu 1.3.1. Tanah 0.4%
han* 1.3.2. Peralatan dan mesin 9%
1. ASET
1.3.3. Gedung dan
1.1. ASET LANCAR 3%
bangunan
1.1.1. Kas dan Bank 1.3.4. Jalan, irigasi, dan
9%
a. Kas di Kas Daerah 4% jaringan
b. Kas di Bendahara 1.3.5. Aset tetap lainnya 8%
-1%
Pengeluaran 1.3.6. Konstruksi dalam
c. Kas di Bendahara 18%
pengerjaan
-69%
Penerimaan Akumulasi
31%
d. Kas di BLUD 24% Penyusutan
e. Kas Lainnya 31% 1.4 ASET LAINNYA
1.1.2. Piutang 1.4.1. Tagihan penjualan
0%
a. Piutang Pajak 41% angsuran
b. Piutang Retribusi 36% 1.4.2. Tagihan tuntutan
ganti kerugian 0%
c. Piutang Dana Bagi
50% daerah
Hasil
1.4.3. Kemitraan dengan
d. Piutang Lainnya 2% 10%
pihak ketiga
e. Penyisihan Piutang 39% 1.4.4. Aset tak berwujud 54%
1.1.3. Persediaan 5% 1.4.5. Aset lain-lain 18%
1.2. Belanja di bayar
33%
dimuka
2 JUMLAH ASET
1.2.1. INVESTASI JANGKA
DAERAH
PANJANG
2.1. KEWAJIBAN
1.2.2. Investasi Non
Pemanen 2.1.1. KEWAJIBAN JANGKA
a. Investasi PENDEK
Nonpermanen-Dana 25% a. Utang Perhitungan
-4%
Bergulir Pihak Ketiga
b. Dana Bergulir b. Utang Bunga 0%
31% c. 0%
Diragukan Tertagih Utang Pajak
c. Investasi d. Bagian Lancar Utang
Nonpermanen 0% Jangka Panjang 0%
Lainnya Lainnya
d. Jumlah Investasi e. Pendapatan
-46% 47%
Nonpermanen Diterima Dimuka
1.2.3 Investasi Pemanen f. Utang Belanja 38%
a. Penyertaan Modal g. Utang Jangka
17% 0%
Pemerintah Daerah Pendek Lainnya
b. Investasi Permanen 3.1. EKUITAS DANA
0%
Lainnya 3.1.1. EKUITAS DANA
c. Jumlah Investasi LANCAR
17%
Permanen a. SILPA -25%

66 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 3.5: Rata-rata Pertumbuhan Neraca
akan datang. Aset terdiri atas aset lancar,
Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011- investasi jangka panjang, aset tetap, dana
2015 cadangan dan aset lainnya.
Rata-Rata Kewajiban merupakan dampak dari
No. Uraian pertumbu pelaksanaan tugas atau tanggung jawab
han*
yang terjadi dimasa lalu. Kewajiban
b. Pendapatan yang
-21% memberikan informasi kepada pihak ketiga
ditangguhkan
c. Cadangan Piutang 7% terhadap arus kas Pemerintah Daerah.
d. Cadangan Kewajiban dapat diklasifikasikan menjadi
7%
Persediaan dua, yaitu kewajiban jangka panjang dan
e. Dana yang Harus kewajiban jangka pendek. Ekuitas dana
Disediakan Untuk merupakan selisish antara aset dengan
15%
Pembayaran Utang
kewajiban pemerintah daerah. Ekuitas
Jangka Pendek
f. Ekuitas Dana Lancar Dana meliputi Ekuitas Dana Lancar, Ekuitas
0% Dana Investasi dan Ekuitas Dana Cadangan.
Lainnya
Jumlah Ekuitas Dana Ekuitas Dan Lancar adalah selisih antara
0%
Lancar aset lancar dan kewajiban jangka pendek.
3.1.2. EKUITAS DANA Ekuitas dana investasi merupakan selisih
INVESTASI
antara jumlah nilai investasi, aset tetap
a. Diinvestasikan dalam
Investasi Jangka -12% dan aset lainnya (tidak termasuk Dana
Panjang cadangan) dengan jumlah nilai utang
b. Diinvestasikan dalam jangka panjang. Ekuitas dana cadangan
0%
Aset Tetap merupakan kekayaan Pemerintah Daerah
c. Diinvestasikan dalam yang diinvestasikan dalam dana cadangan
-7%
Aset Lainnya
untuk tujuan tertentu di masa mendatang.
d. Dana yang Harus
Disediakan Untuk
0%
Pembayaran Utang
Jangka Panjang
Tabel 3.6: Analisis Rasio Keuangan
e. Jumlah Ekuitas Dana
-30% Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015
Investasi
3.1.3. EKUITAS DANA
CADANGAN
2013

2014

2015

a. Diinvestasikan dalam No. Uraian


0%
Dana Cadangan
b. Jumlah Ekuitas Dana 1. Rasio Lancar 63,71 51,09 38,47
0%
Cadangan
JUMLAH KEWAJIBAN 2. Rasio Quick 55,77 46,45 37,13
-2%
DAN EKUITAS DANA Rasio total
Sumber: Neraca Daerah Kabupaten Banyuwangi hutang
Tahun 2011-2015 3. 0,00 0,00 0,00
terhadap
total aset
Aset memberikan memberikan
informasi tentang sumber daya yang Rasio
dimiliki dan dikuasai oleh Pemerintah hutang
4. 0,02 - -
Daerah yang dapat memberikan manfaat terhadap
modal
sosial dan ekonomi bagi masyarakat
maupun Pemerintah daerah dimasa yang

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 67


senantiasa menaikkan pajak dan retribusi
Tabel 3.6: Analisis Rasio Keuangan akan tetapi juga melihat aspek lain yang
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015 mempengaruhi kebijakan tersebut. Bertitik
tolak pada kondisi tersebut, kebijakan

2013

2014

2015
No. Uraian strategis yang akan dilakukan dalam
pengelolaan pendapatan daerah antara
Rata – rata lain:
5. umur - - - 1. Meningkatkan kinerja Perangkat
piutang Daerah bidang pendapatan dan
kualitas sistem pemungutan
Rata – rata
6. umur - - - pendapatan daerah terutama
persediaan pelayanan pajak dan retribusi daerah;
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2013- 2. Meningkatkan kinerja pendapatan
2015 daerah dengan sistem administrasi
3.2 Kebijakan Pengelolaan dan efisiensi penggunaan anggaran
Keuangan 2011 - 2015 serta sumber daya manusia (SDM)
yang berkualitas;
Pendapatan daerah – termasuk
3. Meningkatkan pendapatan daerah
Pendapatan Asli Daerah – harus benar-
dengan intensifikasi dan ekstensifikasi
benar mampu merespon perkembangan
sumber pendapatan daerah
ekonomi yang diperkirakan akan terjadi.
berdasarkan karakteristik daerah dan
Upaya pengelolaan pendapatan daerah
pendayagunaan aset daerah termasuk
harus dilakukan dengan sebaik mungkin
pendapatan dari pihak ketiga;
supaya dapat membawa perubahan yang
4. Optimalisasi pendapatan asli daerah
signifikan terhadap peningkatan
dengan menitikberatkan pendekatan
pendapatan daerah, perlu adanya strategi
potensi sumber daya alam;
koleksi dan pemetaan potensi
5. Melakukan koordinasi dengan
penerimaan daerah baik yang bersumber
Pemerintah Pusat dan Pemerintah
dari pajak, retribusi maupun penerimaan
Propinsi Jawa Timur dalam upaya
lain-lain yang sah menurut perundang-
peningkatan penerimaan dari Dana
undangan yang berlaku.
Bagi Hasil dan Dana Perimbangan;
Aspek yang dapat mempengaruhi
Kebijakan yang dilakukan dalam
kebijakan pendapatan daerah antara lain
pengelolaan belanja daerah antara lain:
adanya regulasi peraturan yang
1. Mengalokasikan anggaran dana
merupakan acuan yang dipakai dalam
transfer ke daerah dan dana desa;
menggali penerimaan daerah dan struktur
2. Mengupayakan alokasi anggaran
ekonomi/ sosial masyarakat yang sangat
untuk urusan kesehatan sebesar 10
menentukan kemampuan masyarakat
persen sebagaimana amanat dari
dalam membayar segala pungutan yang
wujud penyediaan kebutuhan dasar
ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
masyarakat dengan penyediaan
Teknik yang digunakan untuk mengukur
alokasi anggaran untuk peningkatan
potensi harus lebih realistis yakni tidak
akses dan kualitas layanan kesehatan;
hanya didasarkan pada keinginan untuk

68 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


3. Optimalisasi pembangunan dan merencanakan kegiatan pada tahun
pengembangan infrastruktur yang yang bersangkutan;
meliputi sebagai daya dukung dalam 3. Fungsi pengawasan, mengandung
pengembangan daerah, dan arti bahwa anggaran daerah menjadi
peningkatan perekonomian daerah; pedoman untuk menilai kesesuaian
4. Peningkatan aktifitas perekonomian kegiatan penyelenggaraan
melalui pemberdayaan koperasi dan Pemerintah Daerah dengan
UMKM dengan upaya perluasan ketentuan yang telah ditetapkan;
lapangan pekerjaan dan meningkatkan 4. Fungsi alokasi, mengandung arti
pendapatan masyarakat. bahwa anggaran daerah harus
Kebijakan penerimaan pembiayaan diarahkan untuk menciptakan
daerah adalah mengoptimalkan bantuan lapangan kerja/mengurangi
keuangan, bantuan provinsi dan nasional, pengangguran dan pemborosan
belanja bantuan hibah maupun belanja sumber daya, serta meningkatkan
bantuan sosial untuk urusan non efisiensi dan efektivitas
pemerintahan. perekonomian;
Kebijakan pengeluaran pembiayaan 5. Fungsi distribusi, mengandung arti
daerah adalah Penerimaan Kembali bahwa kebijakan anggaran daerah
Pemberian Pinjaman Daerah, dianggarkan harus memperhatikan rasa keadilan
untuk rencana penerimaan yang berasal dan kepatutan;
pengembalian pinjaman daerah kepada 6. Fungsi stabilisasi, mengandung arti
pemerintah pusat dan atau pemerintah bahwa anggaran Pemerintah Daerah
daerah lainnya termasuk juga penerimaan menjadi alat untuk memelihara dan
yang berasal dari pemberian pinjaman mengupayakan keseimbangan
dana bergulir (penyertaan modal daerah fundamental perekonomian daerah.
pada pihak ketiga) Kebijakan pengeluaran
pembiayaan dilaksanakan dengan tujuan Pengelolaan keuangan daerah
tertentu sehingga terdapat keseimbangan dilaksanakan melalui suatu sistem yang
antara pendapatan dan belanja daerah. terintegrasi dalam rangkaian siklus
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) yang pelaksanaannya mulai tahap
3.2.1 Proporsi Penggunaan Anggaran
perencanaan, pelaksanaan,
Menurut Undang-Undang No. 17
pengawasan/pemeriksaan sampai pada
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,
pertanggungjawaban atas pelaksanaan
APBD mempunyai fungsi berikut ini:
APBD yang ditetapkan berdasarkan
1. Fungsi otorisasi, mengandung arti
ketentuan peraturan perundang-
bahwa anggaran daerah menjadi undangan. Dalam rangka pengelolaan
dasar untuk melaksanakan keuangan daerah yang akuntabel dan
pendapatan dan belanja pada tahun transparan, Pemerintah Daerah telah
yang bersangkutan; menyampaikan pertanggungjawaban yang
2. Fungsi perencanaan, mengandung disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
arti bahwa anggaran daerah menjadi Pemerintahan dan diaudit oleh Badan
pedoman bagi manajemen dalam Pemeriksa Keuangan RI (BPK). Namun
dalam penyusunan data yang digunakan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 69


terkait dengan APBD Tahun 2009-2012 Total Belanja untuk pemenuhan
adalah data APBD yang sudah diaudit oleh aparatur tahun 2013 sampai dengan tahun
BPK, sebagaimana ditetapkan dalam 2015 meningkat. Total Pengeluaran yaitu
Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Belanja daerah ditambah pembiayaan
APBD. Sedangkan untuk APBD Tahun 2013 pengeluaran tahun 2013 sampai dengan
belum diaudit oleh BPK, karena sesuai tahun 2015 meningkat progressif.
ketentuan, hasil audit BPK baru akan Berdasarkan persentase proporsi
diterima awal bulan Juni atau dua bulan kebutuhan aparatur, tabel diatas
setelah Laporan Keuangan Pemerintah menunjukkan bahwa 2013 belanja daerah
Daerah diserahkan ke BPK. digunakan untuk pemenuhan belanja
Penggunaan anggaran adalah aparatur, sekitar 1,47% digunakan untuk
istilah yang digunakan pada peraturan belanja diluar pemenuhan kebutuhan yang
pengadaan barang dan jasa pemerintah diindikasikan ketidakefisien proporsi
Indonesia yang merujuk pada pejabat belanja daerah. Tahun tahun 2014 tetap
pemegang kewenangan penggunaan dengan angka 1,47% dan akhir tahun 2015
anggaran yang berada di kementerian, turun menjadi 1,44%.
lembaga, bagian dari satuan kerja
perangkat daerah atau pejabat yang 3.2.2 Analisis Pembiayaan
disamakan pada institusi pengguna Dalam menyalurkan surplus dan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menutup defisit, dalam penganggaran
atau Anggaran Pendapatan dan Belanja dikenal adanya pembiayaan daerah.
Daerah. Kondisi proporsi Pembiayaan daerah adalah semua
penggunaan anggaran di Kabupaten penerimaan yang perlu dibayar kembali
Banyuwnagi terhitung dari tahun 2011 dan/ atau pengeluaran yang akan diterima
sampai dengan tahun 2015 relatif kembali, baik pada tahun anggaran yang
mengalami penurunan dari tahun ke bersangkutan maupun pada tahun tahun
tahun, hal ini sepintas memperlihatkan anggaran berikutnya.
bahwa APBD Kabupaten Banyuwangi masih Pembiayaan daerah terdiri atas
belum memberikan pelayanan yang penerimaan pembiayaan dan pengeluaran
optimal bagi publik karena sebagian besar pembiayaan. Penerimaan pembiayaan
APBD Kabupaten Banyuwangi digunakan adalah semua penerimaan yang perlu
untuk belanja pegawai. Berikut tabel dibayar kembali baik pada tahun anggaran
mengenai analisis proporsi belanja yang bersangkutan maupun pada tahun –
pemenuhan kebutuhan aparatur tahun anggaran berikutnya. Begitu pula
Kabupaten banyuwangi tahun 2011-2015: dengan pengeluaran pembiayaan yaitu
Tabel 3.7: Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015
Total belanja untuk Total pengeluaran (Belanja
Uraian Tahun pemenuhan kebutuhan + Pembiayaan Prosentase
No aparatur (Rp) Pengeluaran) (Rp)
Anggaran
(a) (b) (a) / (b) x 100%
1 Tahun 2013 2,965,531,940,874.00 2,016,556,159,717.67 1.47
2 Tahun 2014 3,409,987,422,649.64 2,312,207,896,458.18 1.47
3 Tahun 2015 3,939,840,513,244.82 2,741,008,071,579.02 1.44
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2013-2015

70 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


pengeluaran yang akan diterima kembali tabel berkenaan dengan defisit riil
baik pada tahun anggaran yang anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun
bersangkutan maupun pada tahun – tahun 2011 sampai dengan tahun 2015:
anggaran berikutnya. Berikut merupakan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 71


Tabel 3.8: Defisit Riil Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015

No. Uraian Th. 2011 Th. 2012 Th. 2013 Th. 2014 Th. 2015
Rp Rp. Rp. Rp. Rp.
1 Realisasi Pendapatan Daerah 1.450.320.872.078,87 1.691.249.127.621,71 2.042.189.007.221,97 2.418.962.318.839,03 2.777.417.468.204,82
Dikurangi realisasi :
2 Belanja Daerah 1.443.011.683.822,19 1.683.717.702.413,97 2.001.556.159.717,67 2.299.307.896.458,18 2.740.988.071.579,02
3 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 401.899.250,00 34.201.356.063,00 15.000.000.000,00 12.900.000.000,00 20.000.000,00
A. Defisit riil 6.907.289.006,68 (26.669.930.855,26) 25.632.847.504,30 106.754.422.380,85 36.409.396.625,80
Ditutup oleh realisasi penerimaan
pembiayaan :
1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran 220.755.627.297,57 228.139.377.204,25 201.772.632.469,47 227.680.687.693,66 334.447.460.074,51
(SILPA) Tahun Anggaran sebelumnya
2 Pencairan dana cadangan 0 - - - -
3 Hasil Penjualan Kekayan Daerah Yang 0 - - - -
di Pisahkan
4 Penerimaan Pinjaman Daerah 0 - - - -
5 Penerimaan Kembali Pemberian 476.460.900,00 396.862.200,00 159.090.000,00 12.350.000,00 42.600.000,00
Pinjaman Daerah
6 Penerimaan Piutang Daerah 0 - - - -
B Total Realisasi Penerimaan 221.232.088.197,57 228.536.239.404,25 201.931.722.469,47 227.693.037.693,66 334.490.060.074,51
pembiayaan Daerah
A + B Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran 228.139.377.204,25 201.866.308.548,99 227.564.569.973,77 334.447.460.074,51 370.899.456.700,31
Tahun Berkenaan
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

72 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Dari tabel Penutup Defisit Anggaran dengan keberadaan SiLPA (sisa lebih
bahwa pada Tahun 2012 – 2015 pembiayaan anggaran) tersebut dapat
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bermakna positif ataupun negatif.
memiliki surplus riil yang cukup sebagai Bermakna positif Jika SiLPA tersebut
akumulasi dari defisit riil dengan total merupakan hasil dari efektifnya
realisasi pembiayaan daerah, dimana penerimaan PAD sehingga terjadi over
menunjukkan adanya kenaikan dari tahun target dan dibarengi oleh efisiensi
2011 ke 2012 yaitu 220.755.627.297,57 di anggaran belanja pemerintah daerah.
tahun 2011 dan menjadi Sedangkan SiLPA bermakna negatif bila
228.139.377.204,25 di tahun 2012, di berasal dari tertundanya belanja langsung
tahun 2013 menurun menjadi program dan kegiatan pada Pemerintah
201.772.632.469,47, pada tahun 2014 sisa Daerah. SiLPA yang terdapat pada APBD
lebih pembiayaan anggaran naik menjadi Kabupaten Banyuwangi sebagian besar
227.680.687.693,66 dan di tahun 2015 berasal dari tertundanya belanja langsung
menjadi 334.447.460.074,51. Kondisi program dan Kegiatan. Hasil evaluasi
demikian menggambarkan kemampuan terhadap SiLPA tersebut diharapkan dapat
keuangan Pemerintah Kabupaten menjadi rencana kedepan agar Kabupaten
Banyuwangi cukup kuat untuk membiayai Banyuwangi dapat secara efektif
belanja langsung dan belanja tidak menjalankan program yang telah
langsung. SILPA menurut Peraturan direncanakan sehingga jumlah SiLPA
Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 Kabupaten Banyuwangi dapat diperkecil.
merupakan selisih lebih realisasi
penerimaan dan pengeluarananggaran
selama satu periode anggaran. Berkaitan

2021 - 2016 Tahun Banyuwangi Kabupaten RPJMD | 73


Tabel 3.9: Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015
Proporsi total defisit riil

No. Uraian Th. 2011 Th. 2012 Th. 2013 Th. 2014 Th. 2015
(Rp)
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
220.755.627.297,57 228.139.377.204,25 201.772.632.469,47 227.680.687.693,66 334.447.460.074,51
(SiLPA) Tahun Anggaran sebelumnya
2 Pencairan dana cadangan
0 - - -
3 Hasil Penjualan Kekayan Daerah
0 - - -
Yang di Pisahkan
4 Penerimaan Pinjaman Daerah
0 - - -
5 Penerimaan Kembali Pemberian
476.460.900,00 396.862.200,00 159.090.000,00 12.350.000,00 42.600.000,00
Pinjaman Daerah
6 Penerimaan Piutang Daerah
0 - - -
7 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SILPA) Tahun Berkenaan 228.139.377.204,25 201.866.308.548,99 227.564.569.973,77 334.447.460.074,51 370.899.456.700,31
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

74 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Dari tabel komposisi penutup defisit Pembangunan dan merupakan bagian dari
riil anggaran Kabupaten Banyuwangi perencanaan operasional anggaran dan
terhitung dari tahun 2011 sampai dengan alokasi sumberdaya, sementara itu
tahun 2015 mengalami fluktuasi sisa lebih kebijakan keuangan daerah diarahkan pada
perhitungan anggaran (SiLPA) tahun kebijakan penyusunan program dan
anggaran sebelumnya, terhitung SiLPA indikasi kegiatan pada pengelolaan
tahun 2011 sejumlah Rp pendapatan dan belanja daerah secara
220.755.627.297,57, di tahun 2012 efektif dan efisien. Analisis terhadap
meningkat menjadi Rp realisasi pengeluaran wajib dan mengikat
228.139.377.204,25, di tahun 2013 ditujukan untuk menghitung kebutuhan
mengalami penurunan menjadi Rp pendanaan belanja dan pengeluaran
201.772.632.469,47, di tahun 2014 pembiayaan yang tidak dapat dihindari
meningkat menjadi Rp 227.680.687.693,66 atau harus dibayar dalam satu tahun
dan di tahun 2015 meningkat menjadi Rp anggaran.
334.447.460.074,51. Berikut merupakan
Kerangka pendanaan dirancang
tabel berkenaan dengan realisasi
secara efisien untuk mencapai tujuan
perhitungan sisa lebih anggaran Kabupaten
reformasi birokrasi secara umum baik
Banyuwangi:
dalam konteks efektifitas kinerja aparatur
3.3 Kerangka Pendanaan (birokrasi) maupun efisiensi anggaran
pendanaan pemerintah daerah berupa
Kebijakan anggaran merupakan
pengurangan anggaran insentif.
acuan umum dari Rencana Kerja

Tabel 3.10: Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kebupaten Banyuwangi


Tahun 2011-2015

2011 2012 2013 2014 2015


No. Uraian
Rp Rp Rp Rp Rp
228.139.377. 201.866.308. 277.564.569. 334.447.460. 370.899.456.
1 Jumlah SILPA
204,25 548,99 973,77 074,51 700,31
Penerimaan
kembali 476.460.900, 396.862.200, 159.090.000, 12.350.000,0 42.600.000,0
2
pemberian 00 00 00 0 0
pinjaman
Penerimaan
102.283.712,
3 piutang 0 0 0 0
00
daerah
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

2021 - 2016 Tahun Banyuwangi Kabupaten RPJMD | 75


Pada tabel 3.11 akan dipaparkan data mengenai pengeluaran wajib dan mengikat serta prioritas utama. Prosentase rata-rata pertumbuhan
pengeluaran wajib dan mengikat serta prioritas utama dihasilkan berdasarkan perhitungan total dari selisih anggaran setiap tahun dibagi tahun
dasar dikalikan 100%.

Tabel 3.11: Pengeluaran Wajib, Periodik dan Mengikat serta Prioritas Utama Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2015
No Th. 2012 Th. 2013 Th. 2014 Th. 2015 Rata - Rata
Uraian Pertumbuhan
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Belanja Tidak Langsung 919.229.107.045,00 1.003.492.283.396,00 1.076.053.361.077,09 1.167.835.789.100,69 1,73

1 Belanja Gaji dan Tunjangan 701.218.173.914,00 727.217.075.098,00 748.822.137.856,00 809.119.889.970,00 0,05


2 Belanja Tambahan Penghasilan**) 211.228.409.508,00 270.861.918.000,00 322.153.094.716,09 349.911.804.105,69 0,19
3 Belanja Penerimaan Anggota dan Pimpinan DPRD 4.240.200.000,00 4.354.800.000,00 4.380.000.000,00 4.346.000.000,00 0,01
serta Operasional KDH/WKDH
4 Belanja pemungutan Pajak Daerah**) 2.542.323.623,00 1.058.490.298,00 698.128.505,00 4.458.095.025,00 1,49
B Belanja Langsung 410.023.043.306,00 479.273.687.041,00 628.940.350.247,73 760.758.064.093.72 7,62
1 Belanja Honorarium PNS**) 6.069.200.000,00 7.938.461.450,00 9.802.610.816,00 12.246.966.050 0,26
2 Belanja Uang Lembur**) 5.697.631.250,00 8.146.944.050,00 8.942.519.700,00 9.184.905.000,00 0,18
3 Belanja Beasiswa Pendidikan PNS 149.566.500,00 102.416.650,00 57.009.650,00 5.126.600,00 (0,56)
4 Belanja Kursus, Pelatihan, Sosialisasi dan 984.293.816,00 1.829.516.700,00 1.596.629.828,00 2.854.931.569,00 0,51
Bimbingan Teknis PNS**)
5 Belanja premi asuransi kesehatan 224.694.000,00 337.000.000,00 - -
6 Belanja makanan dan minuman pegawai***) 10.295.702.210,00 14.365.813.920,00 17.150.726.850,00 2.024.410.100,00 (0,10)
7 Belanja pakaian dinas dan atributnya**) 3.872.082.900,00 263.601.250,00 3.497.534.400,00 241.560.000 3,47
8 Belanja Pakaian Khusus dan Hari-hari Tertentu*) 614.438.000,00 3.846.464.800,00 855.867.700,00 6.164.758.650,00 3,56
9 Belanja perjalanan dinas**) 26.207.072.325,00 25.425.065.334,00 28.490.774.156,00 28.619.660.856,00 0,03
10 Belanja perjalanan pindah tugas 31.055.680,00 - - -
11 Belanja Pemulangan Pegawai 65.000.000,00 - - -
12 Belanja Modal (Kantor, Mobil Dinas, Meubelair, 355.812.306.625,00 417.018.402.887,00 558.546.677.147,73 699.415.745.318.72 0,25
peralatan dan perlengkapan dll)
TOTAL 1.329.252.150.351,00 1.482.765.970.437,00 1.704.993.711.324,82 1.928.593.853.194.41 9,35
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Banyuwangi

76 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Total belanja yang dikeluarkan Kabupaten Berdasarkan data dalam kurun waktu dari
Banyuwangi selama kurun waktu tahun 2011 sampai dengan 2015 daya
2012-2015 relatif mengalami kenaikan, serap anggaran, pada belanja langsung
pada tahun 2012 total belanja Kabupaten rata-rata hanya mampu menyerap sedikit
Banyuwangi sebesar dari anggaran yang ada. Hal ini tidak dapat
Rp 1.329.252.150.351,00 di tahun 2013 dikatakan seutuhnya dari efisiensi, yaitu
naik menjadi Rp 1.482.765.970.437,00 di sebesar 0,22%.
tahun 2014 naik menjadi
Selisih dana antara SiLPA tahun lalu
Rp 1.704.993.711.324,82 dan naik kembali
dengan tahun berkenaan akan
di tahun 2015 menjadi
diprioritaskan pada dana cadangan,
Rp 1.928.593.853.194,41.
penyertaan modal, penambahan program
dan kegiatan prioritas yang dibutuhkan,
3.3.1 Proyeksi Pendapatan 2014- penambahan volume program dan
2019 kegiatan yang telah dianggarkan, serta
Untuk kurun waktu 5 tahun belanja peningkatan jaminan sosial.
mendatang, kapasitas kemampuan Perkiraan kapasitas kemampuan daerah
keuangan daerah Kabupaten Banyuwangi dapat disajikan secara indikatif, yaitu tidak
diharapkan semakin meningkat. Hal ini kaku dan disesuaikan dengan kondisi dan
didasarkan pada asumsi bahwa laju informasi terbaru pada saat perencanaan
pertumbuhan pendapatan daerah dan penganggaran setiap tahunnya
meningkat dan terjadi peningkatan selengkapnya secara indikatif tersaji dalam
efektivitas penggunaan belanja daerah. tabel berikut ini.

2021 - 2016 Tahun Banyuwangi Kabupaten RPJMD | 77


Tabel 3.12 Proyeksi Keuangan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020

N URAIAN PROYEKSI
O Th.2016 Th.2017 Th.2018 Th.2019 Th.2020
I PENDAPATAN
3,008,759,653,660.52 3,148,950,173,393.14 3,341,937,024,425.65 3,597,142,214,202.70 3,940,840,764,576.54
A PENDAPATAN ASLI
DAERAH 307,192,563,268.52 353,421,892,514.83 408,695,109,811.29 474,449,793,430.33 551,522,210,642.16
Pendapatan Pajak Daerah
108,316,523,371.90 129,080,514,146.08 154,567,238,766.32 185,696,653,839.73 223,095,447,149.75
Pendapatan Retribusi Daerah
28,831,473,368.00 32,852,248,756.90 37,571,197,973.74 43,075,920,286.57 49,387,163,801.16
Pendapatan Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan 16,111,079,857.62 16,817,517,197.68 17,647,106,989.19 18,614,343,157.67 19,838,643,500.99
Lain-lain Pendapatan Asli
Daerah yang Sah 153,933,486,671.00 174,671,612,414.17 198,909,566,082.04 227,062,876,146.36 259,200,956,190.27
B DANA PERIMBANGAN
2,164,759,546,240.00 2,251,543,683,072.38 2,371,572,407,993.12 2,529,657,102,770.73 2,741,278,564,107.24
Dana Bagi Hasil Pajak/bagi
hasil bukan pajak 95,499,496,000.00 94,675,027,241.98 94,094,363,877.40 93,893,639,308.14 93,693,342,929.80
Dana Alokasi Umum
1,400,384,500,000.00 1,438,834,575,955.88 1,497,240,611,451.65 1,577,684,953,287.17 1,703,899,749,550.15
Dana Alokasi Khusus
668,875,550,240.00 718,034,079,874.53 780,237,432,664.07 858,078,510,175.42 943,685,471,627.30

C LAIN-LAIN PENDAPATAN
YANG SAH 536,807,544,152.00 543,984,597,805.92 561,669,506,621.24 593,035,318,001.65 648,039,989,827.14
Hibah 31,226,010,989.00 148,354,502,073.58 172,559,771,545.06 206,345,243,870.91 260,212,349,078.96
Dana bagi hasil pajak dari
provinsi dan Pemerintah
Daerah lainnya **) 150,532,440,663.00 147,711,645,106.05 145,682,266,065.77 145,137,590,895.42 145,529,462,390.84
Dana penyesuaian dan
otonomi khusus***) 173,946,366,000.00 157,465,081,571.41 142,545,386,169.72 129,039,320,435.37 116,812,944,044.34
Bantuan keuangan dari
Provinsi atau Pemerintah
Daerah lainnya 81,102,726,500.00 90,453,369,054.88 100,882,082,840.69 112,513,162,799.95 125,485,234,313.00
II BELANJA
A BELANJA TIDAK LANGSUNG
1,770,798,386,395.98 1,518,686,404,570.01 1,555,344,102,857.01 1,642,835,296,050.30 1,830,765,565,644.09
1 Belanja Pegawai
1,436,422,413,544.98 1,261,924,077,503.23 1,292,504,795,448.62 1,365,492,015,780.95 1,522,267,886,509.48

78 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


N URAIAN PROYEKSI
O Th.2016 Th.2017 Th.2018 Th.2019 Th.2020
2 Belanja Hibah
74,463,244,946.00 96,469,279,452.05 98,797,832,423.54 104,355,406,614.20 116,293,024,308.28
3 Belanja Bantuan Sosial
9,508,790,000.00 27,185,198,080.73 27,841,388,052.62 29,407,521,396.62 32,771,561,259.56
4 Belanja Bagi Hasil Kepada
Prop/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa 3,168,000,000.00 2,278,600,716.02 2,333,601,048.75 2,464,870,740.01 2,746,836,816.46
5 Belanja Bantuan Keuangan
242,235,937,905.00 125,829,248,817.98 128,866,485,883.49 136,115,481,518.52 151,686,256,750.32
6 Belanja Tak Terduga
5,000,000,000.00 5,000,000,000.00 5,000,000,000.00 5,000,000,000.00 5,000,000,000.00
B BELANJA LANGSUNG
1,649,918,357,287.58 1,909,148,218,979.86 2,009,700,481,694.02 2,132,792,966,252.71 2,261,788,339,817.72
1 Belanja Pegawai
216,221,773,325.03 120,425,708,583.53 126,768,368,292.53 134,532,825,513.25 142,669,626,580.41
2 Belanja barang dan jasa
1,380,476,523,132.00 768,862,732,575.94 809,357,696,093.44 858,930,182,449.65 910,879,912,922.56
3 Belanja Modal
1,831,136,327,092.85 1,019,859,777,820.40 1,073,574,417,308.05 1,139,329,958,289.81 1,208,238,800,314.74
SURPLUS / (DEFISIT)
III PEMBIAYAAN

A PENERIMAAN DAERAH
411,957,090,023.04 278,884,450,156.73 223,107,560,125.39 178,486,048,100.31 151,713,140,885.26
Penggunaan Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran
(SiLPA) 411,957,090,023.04 278,884,450,156.73 223,107,560,125.39 178,486,048,100.31 151,713,140,885.26
Penerimaan kembali
pemberian pinjaman
B PENGELUARAN DAERAH
Penyertaan Modal (Investasi)
Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Utang
Pembayaran Kelebihan
Penerimaan Pendapatan
Pembiayaan Netto
411,957,090,023.04 278,884,450,156.73 223,107,560,125.39 178,486,048,100.31 151,713,140,885.26
SISA LEBIH PEMBIAYAAN
ANGGARAN (SILPA) - - - - -
Sumber: Perhitungan Proyeksi dari Laporan Realisasi Anggaran

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|79


Dari tabel Tabel 3.12 berkenaan 3.3.2 Kebijakan Alokasi Anggaran
dengan Kapasitas Riil Kemampuan Analisis sisa lebih pembiayaan anggaran
Keuangan Daerah untuk Mendanai tahun berkenaan bertujuan untuk
Pembangunan Daerah Tahun 2016-2020 memperoleh gambaran secara riil sisa
Kabupaten Banyuwangi dapat dilihat lebih pembiayaan anggaran yang dapat
bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran digunakan dalam penghitungan kapasitas
(SILPA) Kabupaten Banyuwangi dari tahun pendanaan pembangunan daerah. Berikut
2016 sampai dengan tahun 2020 ini merupakan tabel sisa lebih (riil)
mengalami penurunan jumlah SILPA. SILPA Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan.
tahun 2016 – 2020 diproyeksikan

Tabel 3.13: Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan


Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013-2015
2013 2014 2015
No. Uraian
(Rp) (Rp) (Rp)

1 Saldo kas neraca daerah 227,680,687,693.66 334,447,460,074.51 371,841,713,765.31

Dikurangi:
Kewajiban kepada pihak
ketiga sampai dengan
2 0 0 0
akhir tahun belum
terselesaikan
3 Kegiatan lanjutan 0 0 0
Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan 227,680,687,693.66 334,447,460,074.51 371,841,713,765.31
Anggaran
Sumber: Neraca Daerah Tahun 2013-2015

mengalami penurunan karena Pemerintah Sisa lebih (riil) pembiayaan


Daerah menggunakan prediksi anggaran anggaran dari tahun 2013 sampai dengan
defisit. Hal tersebut diasumsikan bahwa tahun 2015 mengalami peningkatan secara
SILPA digunakan untuk mengakomodir bertahap. Dari tahun 2013, saldo kas
penundaan belanja langsung di periode neraca Rp 227.680.687.693,66 meningkat
selanjutnya. Dari tahun 2016 SILPA pada tahun 2014 sebesar
Kabupaten Banyuwangi berjumlah
Rp 334.447.460.074,51 dan pada tahun
Rp 278.354.976.106,83 di tahun 2017
2015 sebesar Rp 371.841.713.765,31.
menurun menjadi Rp 265.612.934.311,76
Setelah diketahui sisa lebih (riil)
di tahun 2018 menurun menjadi
pembiayaan anggaran tahun berkenaan
Rp 251.670.846.697 di tahun 2019
menurun menjadi Rp 236.457.622.286,98 perlu di ketahui proyeksi lima tahun
dan menurun kembali di tahun 2020 kedepan.
menjadi Rp 201.920.662.078,93.

80 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Tabel 3.14 Proyeksi Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020

Tingkat Proyeksi
Data tahun dasar
No Uraian pertumbuhan
(Rp)
(%)
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Saldo kas 370,899,456,700.31
1 neraca 12% 0 0 0 0 0
daerah
Dikurangi:
Kewajiban
kepada
pihak ketiga
1 sampai 0 0 0 0 0 0 0
dengan akhir
tahun belum
terselesaikan
Kegiatan
2 0 0 0 0 0 0 0
lanjutan
Sisa Lebih (Riil)
Pembiayaan 370,899,456,700.31 0 0 0 0 0 0
Anggaran
Sumber: Perhitungan Proyeksi Neraca Daerah Tahun 2013-2015

Dari tabel proyeksi sisa lebih (riil) pembiayaan anggaran, pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 tidak ada sisa lebih pembiayaan
anggaran. Sedangkan untuk mengetahui kapasitas riil kemampuan keuangan daerah untuk mendanai pembangungan daerah dapat dilihat pada tabel
berikut ini.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|81


Tabel 3.15 Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2020

Proyeksi
No. Uraian Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Pendapatan 3,008,759,653,660.52 3,148,950,173,393.14 3,341,937,024,425.65 3,597,142,214,202.70 3,940,840,764,576.54

2
Pencairan dana cadangan 0 0 0 0 0
(sesuai Perda)
Sisa Lebih Riil Perhitungan
3
Anggaran 411,957,090,023.04 278,884,450,156.73 223,107,560,125.39 178,486,048,100.31 151,713,140,885.26

Total penerimaan 3,420,716,743,683.56 3,427,834,623,549.87 3,565,044,584,551.04 3,775,628,262,303.01 4,092,553,905,461.80

Dikurangi:
Belanja dan Pengeluaran
Pembiayaan yang Wajib
4
dan Mengikat serta 1,770,798,386,395.98 1,518,686,404,570.01 1,555,344,102,857.01 1,642,835,296,050.30 1,830,765,565,644.09
Prioritas Utama
Kapasitas riil kemampuan 1,649,918,357,287.58 1,909,148,218,979.86 2,009,700,481,694.02 2,132,792,966,252.71 2,261,788,339,817.72
keuangan
Sumber: Perhitungan dan Proyeksi Laporan Realisasi Anggaran Daerah Tahun 2013-2015

82 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Dari total dana alokasi pagu kapasitas kelembagaan yang berhubungan
indikatif yang tersedia, kemudian dengan itu.
dialokasikan ke berbagai program/kegiatan Prioritas III merupakan prioritas
sesuai urutan prioritas. Prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja-
program/kegiatan dipisahkan menjadi belanja tidak langsung seperti: tambahan
prioritas I, prioritas II dan prioritas III, penghasilan PNS, belanja hibah, belanja
dimana prioritas I mendapatkan prioritas bantuan sosial organisasi kemasyarakatan,
pertama sebelum prioritas II. Prioritas III belanja bantuan keuangan kepada
mendapatkan alokasi anggaran setelah provinsi/kabupaten/kota dan
prioritas I dan II terpenuhi kebutuhan pemerintahan desa serta belanja tidak
dananya. terduga. Pengalokasian dana pada prioritas
Prioritas I merupakan program III harus memperhatikan (mendahulukan)
pembangunan daerah dengan tema atau pemenuhan dana pada prioritas I dan II
program unggulan (dedicated) Kepala terlebih dahulu untuk menunjukkan urutan
daerah sebagaimana diamanatkan dalam prioritas yang benar.
RPJMN dan amanat/kebijakan nasional
Dari analisis kerangka pendanaan
yang definitif harus dilaksanakan oleh
tabel dibawah, dapat diketahui bahwa
daerah pada tahun rencana, termasuk
belanja langsung daerah pada tahun 2016
untuk prioritas bidang pendidikan 20%.
diproyeksikan sebesar
Program prioritas I harus berhubungan
Rp 3,420,716,743,683.56 meningkat setiap
langsung dengan kepentingan publik,
tahunnya hingga tahun 2020 mencapai
bersifat monumental, berskala besar, dan
nilai sebesar Rp 4.092.553.905.461,81.
memiliki kepentingan dan nilai manfaat
Kerangka pendanaan ditetapkan sebagai
yang tinggi, memberikan dampak luas pada
pagu indikatif program pembangunan
masyarakat dengan daya ungkit yang tinggi
daerah.
pada capaian visi/misi daerah. Di samping
Penetapan persentase tiap tahun
itu, prioritas I juga diperuntukkan bagi
sesuai urutan prioritas (I, II, dan III) bukan
prioritas belanja yang wajib sesuai dengan
menunjukkan urutan besarnya persentase
ketentuan peraturan perundang-
tetapi lebih untuk keperluan pengurutan
undangan.
pemenuhan kebutuhan pendanaannya.
Program Prioritas II merupakan Besar persentase ditentukan sesuai analisis
program prioritas ditingkat SKPD yang umum tentang kapasitas pendanaan dari
merupakan penjabaran dari analisis per program prioritas yang dibayangkan akan
urusan. Suatu prioritas II berhubungan menunjang prioritas dimaksud. Evaluasi
dengan program/kegiatan unggulan SKPD atau analisis dari penyelenggaraan
yang paling berdampak luas pada masing- pembangunan daerah dimasa lalu cukup
masing segmentasi masyarakat yang baik untuk mendapatkan gambaran yang
dilayani sesuai dengan prioritas dan diinginkan. Penetapan persentase masing-
permasalahan yang dihadapi berhubungan masing prioritas bersifat indikatif sebagai
dengan layanan dasar serta tugas dan panduan awal tim perumus dalam
fungsi SKPD termasuk peningkatan menetapkan pagu program atau pagu
SKPD. Secara simultan persentasi tersebut

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|83


dipertajam ketika program prioritas untuk prioritas III pada tahun 2016 adalah
masing-masing jenis prioritas (prioritas I sebesar Rp 383.107.318.949,72 meningkat
dan II) telah dirumuskan. Sisanya, setiap tahunnya hingga tahun 2020.
dialokasikan untuk persentasi final prioritas sebesar Rp 594.134.589.221,84.
III. Dari tabel 3.16 dapat diketahui bahwa Sedangkan alokasi pendanaan untuk

Tabel 3.16 Kerangka PendanaanAlokasi Keuangan Daerah

2016 2017 2018 2019 2020


No Jenis Dana
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

1 PRIORITAS I
782,770,011,543.00 785,883,077,627.18 803,785,419,428.47 859,146,451,959.05 915,365,052,399.00

2 PRIORITAS II
484,041,026,794.86 499,382,596,800.00 549,728,206,450.00 581,709,291,253.00 619,028,391,398.67

3 PRIORITAS III
383.107.318.949.72 202,109,753,826.00 204,016,195,969.00 208,620,442,509.00 212,769,277,975.00

Sumber: Hasil Perhitungan dan Proyeksi Rencana Penggunaan


Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah

alokasi pendanaan keuangan daerah untuk prioritas III pada tahun 2016 adalah
prioritas I dari tahun 2016 sebesar Rp sebesar Rp 255.964.705.869,87 meningkat
782.770.011.543,00 meningkat setiap setiap tahunnya hingga pada tahun 2021
tahunnya hingga di tahun 2021, alokasi adalah sebesar Rp 396.089.726.147,89.
pendanaan keuangan daerah prioritas II
adalah sebesar Rp 484.041.026.794,86.
Alokasi pendanaan keuangan daerah

84 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


BAB IV
ISU-ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN

4.1 Analisis Tahapan RPJP jangka panjang yang telah disusun.


Berjalan Visi RPJPD Kabupaten Banyuwangi tahun
RPJPD Kabupaten Banyuwangi 2005-2025 adalah “KABUPATEN
Tahun 2005-2025 menjadi bagian yang BANYUWANGI YANG RELIGIUS, SEJAHTERA
tidak terpisahkan dalam penyusunan DAN MANDIRI BERBASIS AGROBISNIS DAN
RPJMD, karena RPJMD Tahun 2016-2021 EKOWISATA TERPADU”. Adapun berkenaan
merupakan tahapan ketiga pelaksanaan dengan misi tersebut berikut:
pembangunan dari RPJPD Kabupaten 1. Misi I.1 :
Banyuwangi. Alur tahapan dan penetapan Mewujudkan masyarakat Kabupaten
skala prioritas yang ditetapkan ini Banyuwangi yang religious, dan
mencerminkan pentingnya permasalahan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan
yang hendak diselesaikan tanpa lokal;
mengabaikan permasalahan yang lain. 2. Misi I.2 :
Oleh karena itu, tekanan pada skala Mewujudkan ketentraman dan
prioritas dalam setiap tahapan berbeda- ketertiban masyarakat;
beda, tetapi semua terus 3. Misi II.1 :
berkesinambungan dari periode satu ke Mewujudkan kualitas hidup
periode berikutnya dalam rangka masyarakat melalui peningkatan SDM
mewujudkan sasaran pokok pembangunan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 85


berasas pembangunan berkelanjutan terpadu sampai pada tingkat lingkungan;
dan berwawasan lingkungan; (d) merintis tumbuhnya industri farmasi
4. Misi II.2 : dan obat yang bermutu; dan (e)
Mewujudkan peningkatan meningkatkan kualitas lingkungan sehat
pembangunan infratruktur sosial dan dan peningkatan perilaku hidup bersih dan
ekonomi yang berkelanjutan; sehat dengan mendorong pemberdayaan
5. Misi II.3 : masyarakat.
Mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang baik, bersih profesional dan
tanggung jawab;
6. Misi III.1 :
Mewujudkan Kabupaten Banyuwangi
yang mandiri berbasis agrobisnis
terpadu;
7. Misi III.2 :
Mewujudkan Kabupaten Banyuwangi
yang mandiri berbasis Ekowisata
Terpadu.

RPJPD 2005-2025 pada tahun RPJM ke


3 (2015-2020), diarahkan dengan tetap
berpegang pada capaian kinerja pada
RPJMD ke 2. Sesuai dengan hasil
implementasi, pencapaian dan sebagai
keberlanjutan RPJM ke-2, maka pada RPJM
ke-3 diarahkan untuk lebih memantapkan
pembangunan daerah secara menyeluruh
di berbagai bidang dengan menekankan Sejalan dengan uraian di atas,
pencapaian daya saing perekonomian maka dalam kurun waktu 5 tahun, ketiga
berbasis agribisnis berlandaskan fokus arah pembangunan pendidikan
keunggulan sumberdaya manusia yang dilakukan dalam rangka peningkatan
berkualitas serta kemampuan ilmu dan aksesibilitas dan kualitas sebagai
teknologi yang terus meningkat. kelanjutan dari program pembangunan
Dalam upaya mempertahankan pada tahap sebelumnya, yaitu (a) dengan
dan terus meningkatkan kesehatan meningkatkan pembangunan pendidikan
masyarakat, fokus pengembangan, anak usia dini untuk mendukung
pemantapan dan peningkatan pelayanan keberlanjutan program pendidikan dasar 9
kesehatan melalui: (a) peningkatan kualitas tahun; (b) pelaksanaan program
sarana dan prasarana kesehatan yang telah pendidikan dasar 12 tahun; (c)
ada (RS, Puskesmas dan jejaringnya); (b) peningkatan sarana dan prasarana
peningkatan kualitas tenaga kesehatan pendidikan yang tanggap terhadap
secara proporsional; (c) perluasan teknologi; (d) meningkatnya kompetensi
pelayanan kesehatan yang berkualitas, tenaga pengajar dengan berbekal Iptek; (e)

86 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


berupaya mengembangkan Sekolah primer, sekunder, dan sekunder, serta
Menengah Kejuruan (SMK) yang berbasis mensinkronisasi peran berbagai sektor
Life Skill; dan (e) Pengembangan Sekolah lainnya secara terpadu antara pertanian,
Bertaraf International (SBI), serta industri pengolahan dan sektor
pendidikan keterampilan non formal. perdagangan dan jasa. Pada
Sehingga mampu menciptakan lulusan pengembangan UMKM diarahkan pada
yang siap bekerja dengan keahlian khusus revitalisasi dan peningkatan perannya
dan meningkatkan kualitas Perguruan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
Tinggi agar dapat menciptakan lulusan Kabupaten Banyuwangi. Selain itu perlu
yang berdaya saing dan memiliki juga peningkatan UMKM dalam hal SDM,
kompetensi sesuai dengan kebutuhan permodalan, teknologi, pemasaran dan
pasar. dukungan kebijakan pemerintah.
Pada sisi pembangunan ekonomi, Dalam bidang pariwisata
tahapan pembangunannya difokuskan difokuskan dengan terus meningkatkan
pada peningkatan daya saing daerah yang pembangunan pariwisata yang telah
antara lain meliputi pengembangan ilmu berkembang dan menggali potensi
pengetahuan dan teknologi sistem pariwisata baru yang potensial khususnya
produksi, prasarana pengukuran, ekowisata, dengan memanfaatkan dan
standarisasi, pengujian dan pengendalian memperhatikan keterpaduan antara
kualitas produk (SNI, ISO) dan sumberdaya yang ada dimiliki,
meningkatkan iklim investasi untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata
mendorong penanaman modal asing bagi yang profesional dalam rangka
peningkatan daya saing perekonomian mewujudkan kinerja pelayanan, serta
daerah sehingga menumbuhkembangkan meningkatkan sosialisasi dan promosi
agrobisnis maupun industri agro dan non keberadaaan pariwisata di Kabupaten
agro serta berkembangnya sektor Banyuwangi secara regional, nasional
perdagangan dan jasa. bahkan internasional.
Sehingga pembangunan ekonomi Pada tahap ketiga ini,
berbasis agrobisnis harus dapat pembangunan infrastruktur lebih
mensinergikan berbagai sektor baik difokuskan dengan tetap mempertahankan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 87


kemantapan pembangunan infrastruktur masyarakat yang semakin optimal di
sebelumnya yang ditindaklanjuti dengan semua penyelenggara pemerintahan
upaya peningkatan dan pengembangan dengan pemanfaatan teknologi,
infrastruktur yang telah memadai guna kemampuan dan profesionalisme aparatur
peningkatan ekonomi, layanan pendidikan semakin meningkat, sarana prasarana yang
dan kesehatan, antara lain melalui: (a) baik dan proporsional, penegakan hukum
peningkatan dan pengembangan dan penghormatan terhadap HAM
infrastruktur transportasi; (b) peningkatan semakin terjaga, demokrasi politik
jaringan irigasi setengah teknis menjadi seimbang dengan budaya politik,
irigasi teknis; (c) menjaga pemenuhan ketentraman dan ketertiban makin
kebutuhan energi terhadap masyarakat membaik, serta keterlibatan masyarakat
dan dunia usaha yang diikut dengan dalam proses pembangunan semakin
persiapan energi alternatif/energi meningkat.
terbaharukan; (d) berfungsinya peran Pembangunan aspek
media komunikasi dan informasi untuk penataan ruang pada tahap ini difokuskan
memeratakan dan mempermudah akses dengan lebih meningkatnya implementasi
masyarakat dalam memperoleh informasi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten
baik untuk kegiatan pertanian, Banyuwangi sesuai dengan tata ruang yang
perdagangan, pendidikan, kesehatan, ada, baik pembangunan infrastruktur,
sosial dan informasi lainnya; (e) industri, perdagangan, jasa dan
mengembangkan jaringan perpipaan air perumahan, serta perwujudan pengelolaan
minum ke wilayah non pedesaan dan kawasan konservasi, pelestarian kawasan
terbentuknya lembaga pengelola air lindung dan pengelolaan kawasan
minum perdesaan melalui pemberdayaan pertanian secara berkelanjutan.
masyarakat; (f) mengembangkan Pengelolaan Lingkungan Hidup difokuskan
perumahan yang memenuhi standar pada peningkatan proporsi kawasan
rumah sehat secara merata dan lindung pada wilayah-wilayah yang
menjangkau masyarakat berpenghasilan potensial untuk dijadikan kawasan lindung,
rendah dengan memperhatikan rencana terutama melalui pemenuhan Ruang
tata ruang pada lahan-lahan non irigasi; Terbuka Hijau (RTH) pada setiap kawasan
dan (g) perluasan areal TPA diikuti dengan di Kabupaten Banyuwangi, melalui peran
penambahan sarana dan prasarana pemerintah dan partisipasi Stakeholders
penunjang dan adanya pembangunan TPS disertai dengan penegakan aturan yang
di seluruh kecamatan. tegas tentang pengelolaan lingkungan
Pembangunan bidang serta terjadinya keseimbangan antara
pemerintahan pada tahap ketiga kawasan lindung dan kawasan budidaya
difokuskan untuk lebih memantapkan secara proporsional.
kembali tata pemerintahan yang baik, yang
ditandai dengan pelayanan kepada

88 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-
aktif dan memperkuat jati diri sebagai
negara maritim;
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia
Indonesia yang tinggi, maju dan
sejahtera;
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya
saing;
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara
maritim yang mandiri, maju, kuat, dan
berbasiskan kepentingan nasional;
7. Mewujudkan masyarakat
berkepribadian dalam kebudayaan.
Dengan berlandaskan pada visi
dan misi tersebut, maka agenda
pembangunan nasional RPJMN 2015-2019
sebagai berikut:
1. Menghadirkan kembali negara untuk
melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman kepada
4.2 Analisis RPJMN dan RPJMD seluruh warga negara;
Provinsi 2. Membuat Pemerintah selalu hadir
dengan membangun tata kelola
4.2.1 RPJM Nasional
pemerintahan yang bersih, efektif,
RPJMN Tahun 2015-2019,
demokratis, dan terpercaya;
memiliki visi “TERWUJUDNYA INDONESIA
3. Membangun Indonesia dari pinggiran
YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN
dengan memperkuat daerah-daerah
BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN
dan desa dalam kerangka negara
GOTONG-ROYONG”. Dalam rangka
kesatuan.;
mewujudkan visi tersebut, maka RPJMN
4. Memperkuat kehadiran negara
menetapkan misi sebagai berikut:
dalam melakukan reformasi sistem
1. Mewujudkan keamanan nasional yang
dan penegakan hukum yang bebas
mampu menjaga kedaulatan wilayah,
korupsi, bermartabat, dan
menopang kemandirian ekonomi
terpercaya;
dengan mengamankan sumberdaya
5. Meningkatkan kualitas hidup
maritim, dan mencerminkan
manusia dan masyarakat Indonesia;
kepribadian Indonesia sebagai negara
6. Meningkatkan produktivitas rakyat
kepulauan;
dan daya saing di pasar Internasional
2. Mewujudkan masyarakat maju,
sehingga bangsa Indonesia bisa maju
berkeseimbangan, dan demokratis
dan bangkit bersama bangsa-bangsa
berlandaskan negara hukum;
Asia lainnya;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 89


2. Meningkatkan pembangunan ekonomi
yang inklusif, mandiri, dan berdaya
saing, berbasis
agrobisnis/agroindustry, dan
industrialisasi;
3. Meningkatkan pembangunan yang
berkelanjutan, dan penataan ruang;
4. Meningkatkan reformasi birokrasi, dan
pelayanan publik;
5. Meningkatkan kualitas kesalehan
sosial dan harmoni sosial.

Adapun berdasarkan penelaahan


RPJMD Provinsi Jawa Timur, urgensitas
pembangunan pada kontekstual
Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai
berikut:
1. Peningkatan pusat-pusat
pertumbuhan baru;
2. Peningkatan sarana dan prasarana
pendidikan ;
3. Pembangunan tempat sampah
regional yang berteknologi tinggi dan
ramah lingkungan;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi 4. Pemertahanan kawasan pertanian;
5. Pengembangan energi baru
dengan menggerakkan sektor-sektor
terbarukan;
strategis ekonomi domestik;
8. Melakukan revolusi karakter bangsa; 6. Peningkatan cakupan pelayanan
9. Memperteguh kebhinekaan dan kesehatan;
memperkuat restorasi sosial 7. Pembangunan infrastruktur
transportasi;
Indonesia.
8. Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi
bencana;
4.2.2 RPJMD Provinsi Jawa Timur
9. Peningkatan kegiatan yang diarahkan
Visi RPJMD Provinsi Jawa Timur
pada perkebunan, pertanian,
Periode 2014-2019 adalah ”JAWA TIMUR
pertambangan, pariwisata pantai dan
LEBIH SEJAHTERA, BERKEADILAN,
perikanan;
MANDIRI, BERDAYA SAING, DAN
10. Pengembangan potensi sumber daya
BERAKHLAK.” Dalam mewujudkan visi
alam unggulan lokal dalam
tersebut, Provinsi Jawa Timur berfokus
pengembangan industri kecil dan
pada lima misi, yaitu:
menengah sebagai pemasok utama
1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat
pasar regional;
yang berkeadilan;
11. Sarana dan prasarana kawasan

90 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


memperkuat peran sebagai kawasan & Daerah; d) Meningkatnya kualitas SDM
agropolitan; Banyuwangi. Dengan demikian maka,
12. Pengembangan potensi sumber daya penekanan utama kebijakan umum
alam unggulan lokal secara optimal pembangunan bupati adalah mengurangi
dan mendukung masyarakat industri disparitas atau ketimpangan pembangunan
kecil dan menengah sebagai pemasok utara dan selatan, memberdayakan
masyarakat & mengentaskan kemiskinan,
utama pasar regional;
meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
13. Pengembangan perdagangan dan jasa
menjaga kelestarian sumber daya alam
agribisnis yang dapat mendukung
Banyuwangi agar bermanfaat bagi generasi
kegiatan pariwisata di kaki Gunung
sekarang maupun akan datang dan
Ijen; meningkatkan pendapatan serta
14. Pengembangan klaster komoditi guna kesejahteraan masyarakat.
percepatan pertumbuhan komoditi
dan pengorganisasian pengembangan Berkenaan dengan hal-hal tersebut,
bupati menetapkan sembilan agenda
komoditi di kaki/lereng Gunung Ijen;
pokok pembangunan Kabupaten
15. Perluasan produk dan peningkatan
Banyuwangi, yaitu:
ekonomi masyarakat;
16. Peningkatan SDM dengan fokus pada 1. Peningkatan akses dan kualitas
sektor agrobisnis, khususnya inovasi pendidikan yang berakhlak mulia;
riset untuk keunggulan komparatif 2. Peningkatan akses dan kualitas
pada sektor unggulan; kesehatan;
17. Penguatan kelembagaan didalam 3. Revitalisasi pertanian dengan berbagai
cluster agropolitan Ijen untuk subsektornya terutama perikanan dan
menciptakan sinergitas pelaksanaan
pembangunan;
18. Peningkatan kerjasama dengan pihak
lain dalam pengembangan kawasan
yang mampu mendorong
pembangunan sektor-sektor
unggulan;
19. Menciptakan iklim investasi yang
kondusif dari segi tatanan
peraturan/regulasi, keamanan,
stabilitas sosial, penyediaan
infrastruktur, serta kesiapan sumber
daya manusia.

4.3 Platform Bupati Terpilih


Visi Bupati terpilih memiliki empat
pilar yaitu: a) Meningkatnya perekonomian
daerah; b) Masyarakat banyuwangi yang
semakin sejahtera berlandaskan semangat
gotong royong; c) Kemandirian Masyarakat
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 91
kelautan, tanaman pangan, serta intensifikasi dan diversifikasi pengelolaan
perkebunan; kawasan pantai dan wilayah perairan laut.
4. Pengembangan pariwisata berbasis Seiring dengan perkembangan
kearifan lokal; wilayah Kabupaten Banyuwangi, lahan
5. Penguatan UMKM dan koperasi; pertanian termasuk lahan perkebunan
6. Pembangunan infrastruktur; setiap tahun mengalami pengurangan (alih
7. Pembangunan sumber daya alam dan fungsi) lahan sebagai akibat digunakan
lingkungan hidup; untuk kepentingan lain, antara lain;
8. Peningkatan perlindungan dan digunakan untuk pembangunan
kesejahteraan sosial; pemukiman/ perumahan, pergudangan/
9. Peningkatan kualitas birokrasi dan industri maupun pemanfaatan yang lain.
pelayanan publik. Pemanfaatan ruang untuk menunjang
kepentingan pembangunan tersebut selain
4.4 Analisis Rencana Tata berdampak positif bagi pertumbuhan
ekonomi akan tetapi apabila ditinjau dari
Ruang Wilayah Kabupaten
aspek lingkungan apabila pemanfaatan
Banyuwangi ruang atau alih fungsi lahan tidak
Banyuwangi mempunyai luas
terkendali akan berdampak negatif antara
wilayah 578.250 Ha, dari luas tersebut
lain; menurunnya daerah
penggunaan lahan di Kabupaten
resapan/tangkapan air, menurunnya
Banyuwangi masih didominasi lahan tidak
volume air permukaan, peningkatan
terbangun berupa hutan, sawah dan lain
perubahan iklim, menurunnya mutu/
sebagainya. Berdasarkan pemanfaatan
kualitas air, udara dan tanah, resiko terjadi
lahan yang digunakan oleh para petani,
rawan bencana banjir/longsor/ kekeringan
mulai dari kawasan Selatan ke arah Utara
yang pada akhirnya akan mempengaruhi
yang melebar ke arah Barat merupakan
menurunnya produksi tanaman pangan
daerah potensi tanaman bahan makanan.
dan menurunnya kualitas kesehatan
Utamanya tanaman padi banyak ditanam
masyarakat.
di kawasan ini, bahkan sebagain besar dari
Dengan memperhatikan segala
kawasan tersebut pola tanam padi dalam
potensi sumber daya alam yang dimiliki
satu tahunnya bisa dilakukan hingga tiga
Kabupaten Banyuwangi serta resiko
kali.
dampak lingkungan yang akan
Disamping potensi di bidang
ditimbulkannya tentunya Pemerintah
pertanian, Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi perlu lebih
merupakan daerah produksi tanaman
meningkatkan pengendalian pemanfaatan
perkebunan dan kehutanan, serta memiliki
ruang dan mensinergiskan arah kebijakan
potensi untuk dikembangkan sebagai
dan strategi pembangunan sebagaimana
daerah penghasil ternak yang merupakan
dituangkan visi, misi dan tujuan Rencana
sumber pertumbuhan baru perekonomian
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
rakyat. Dengan bentangan pantai yang
Banyuwangi 2012 – 2032.
cukup panjang, dalam perspektif ke depan,
pengembangan sumberdaya kelautan
dapat dilakukan dengan berbagai upaya

92 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.4.1 Visi dan Misi Penataan Ruang peningkatan kesejahteraan
Kabupaten Banyuwangi masyarakat;
Visi penataan ruang wilayah 7. Mewujudkan pengelolaan sumber daya
alam secara optimal untuk mendorong
Kabupaten Banyuwangi dirumuskan
kemandirian ekonomi dan
berdasarkan isu pengembangan wilayah
kesejahteraan masyarakat.
dan visi pembangunan wilayah yang
tertuang dalam RPJP Kabupaten
Banyuwangi, yaitu: Disamping itu, visi ini juga didasarkan
atas azas penyusunan rencana tata ruang
”Terwujudnya pengembangan wilayah dan tujuan penyelenggaraan
wilayah dan pertumbuhan ekonomi penataan ruang nasional, sebagai berikut:
kabupaten berbasis pada potensi
1. Keterpaduan;
sumberdaya alam daerah yang didukung
oleh pembangunan sarana dan prasarana 2. Keserasian, keselarasan dan
yang memadai dengan memperhatikan keseimbangan;
harmonisasi antara pengelolaan kawasan 3. Keberlanjutan;
budidaya, kawasan lindung, dan 4. Keberdayagunaan dan keberhasil-
pengendalian kawasan rawan bencana“ gunaan;
5. Keterbukaan;
Sedangkan misi penataan ruang Kabupaten
6. Kebersamaan dan kemitraan;
Banyuwangi yaitu:
7. Perlindungan kepentingan umum;
1. Mewujudkan pengelolaan kawasan 8. Kepastian hukum dan keadilan; serta
lindung, kawasan budidaya, dan 9. Akuntabilitas.
pengendalian kawasan rawan bencana
secara harmonis dan berkelanjutan;
2. Mengembangkan sarana dan prasarana Sementara itu, ditinjau dari tujuan
wilayah perkotaan dan perdesaan penyelenggaraan penataan ruang nasional
untuk mendukung pengembangan adalah untuk mewujudkan ruang wilayah
wilayah dan untuk mengurangi nasional yang aman, nyaman, produktif,
disparitas antar wilayah;
dan berkelanjutan berlandaskan wawasan
3. Mewujudkan pengembangan kawasan
nusantara dan ketahanan nasional melalui:
ekonomi unggulan yang berbasis
sumber daya local berupa pertanian 1. Terwujudnya keharmonisan antara
tanaman pangan, perkebunan, lingkungan alam dan lingkungan
kehutanan, peternakan, perikanan, dan buatan;
pariwisata untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat; 2. Terwujudnya keterpaduan dalam
4. Mewujudkan pengembangan kawasan penggunaan sumber daya alam dan
perdagangan dan jasa, industry kecil sumber daya buatan dengan
dan menengah serta industri besar memperhatikan sumber daya
untuk memacu pertumbuhan ekonomi; manusia; dan
5. Mewujudkan pengembangan
3. Terwujudnya perlindungan fungsi
pendidikan yang berbasis sumberdaya
lokal dalam rangka mendukung ruang dan pencegahan dampak
peningkatan sumber daya manusia; negatif terhadap lingkungan akibat
6. Meningkatkan kerjasama investasi pemanfaatan ruang.
antara pemerintah, pelaku usaha dan
masyarakat untuk mempercepat

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 93


Sehingga jika dilihat berdasarkan azas perkotaan yang menunjang sistem
dan tujuan penataan ruang wilayah pemasaran hasil pertanian, perikanan,
nasional serta isu pengembangan wilayah pariwisata, industri, perdagangan, dan
jasa;
dan visi yang telah ditetapkan dalam RPJP
d. Pengembangan sistem jaringan
Kabupaten Banyuwangi, maka tujuan prasarana wilayah yang mendukung
penataan ruang wilayah Kabupaten kawasan pertanian, perikanan,
Banyuwangi yaitu: pariwisata, industri, perdagangan dan
“Mewujudkan ruang kabupaten berbasis jasa, kawasan pemerintahan, dan
pertanian bersinergi dengan pelayanan dasar masyarakat;
e. Pengembangan kawasan strategis
pengembangan perikanan, pariwisata,
kabupaten;
industri, perdagangan dan jasa yang f. Penataan sektor informal;
berdaya saing dan berkelanjutan.” g. Pengelolaan wilayah yang
memperhatikan daya dukung lahan,
daya tampung kawasan dan aspek
4.4.2 Arah Kebijakan Pembangunan: konservasi sumber daya alam;
Arah kebijakan pembangunan h. Pengembangan kawasan budidaya
ditinjau dari aspek Penataan Ruang di dengan menumbuhkan kearifan lokal
Kabupaten Banyuwangi, sebagai berikut: dan memperhatikan aspek ekologis;
i. Pengendalian dan pelestarian kawasan
a. Pengembangan kawasan pertanian dan lindung; dan
kawsan pertanian; j. Pengendalian kawasan rawan bencana
b. Pengembangan kawasan pariwisata alam.
terpadu berbasis potensi wisata alam,
wisata budaya, dan wisata buatan;
c. Pengembangan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi perdesaan dan

94 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.4.3 Strategi Pembangunan mendukung industri pengolahan
Dalam rangka mewujudkan arah perikanan di kawasan minapolitan;
kebijakan pembangunan di Kabupaten 4. Mengendalikan pencemaran
Banyuwangi dimaksud, beberapa strategi lingkungan pada sentra-sentra
produksi perikanan dengan
pembangunan yang harus diperhatikan,
meningkatkan pengelolaan limbah
antara lain sebagai berikut:
industri perikanan yang bersih,
a. Pengembangan kawasan pertanian, sehat, dan ramah lingkungan;
meliputi: 5. Mengembangkan dan
1. Mempertahankan kawasan meningkatkan infrastruktur
pertanian produktif dan penunjang kawasan perikanan;
mengendalikan alih fungsi lahan 6. Meningkatkan kelembagaan
pertanian dan mengembangkan pengelolaan kawasan perikanan;
lahan pertanian baru; 7. Mengawasi dan mengendalikan
2. Menetapkan kawasan pertanian eksplorasi dan eksploitasi
tanaman pangan berkelanjutan sumberdaya perikanan dan
atau lahan pertanian abadi, guna kelautan; dan
tercapainya pengelolaan lahan 8. Mengembangkan dan
pertanian teknsi secara optimal; mengendalikan kawasan hutan
3. Mengembangkan dan bakau dan kawasan terumbu
mengoptimalkan kawasan karang bagi keberlanjutan
agropolitan, untuk terwujudnya ekosistem kawasan perikanan.
pengembangan agroindustri dan c. Pengembangan kawasan pariwisata,
agrobisnis di kawasan agropolitan; meliputi:
4. Mengembangkan produk-produk
1. Mengembangkan potensi daya tarik
unggulan budidaya pertanian dan
wisata alam, wisata budaya, dan
hortikultura;
wisata buatan sesuai dengan
5. Mengembangkan kawasan
Wilayah Pengembangan Pariwisata
budidaya peternakan, perkebunan
(WPP);
dan kehutanan;
2. Mengembangkan kawasan obyek
6. Mengembangkan dan
wisata unggulan pada setiap WPP;
meningkatkan infrastruktur
3. Mengembangkan jalur pariwisata
sumberdaya air dan infrastruktur
terpadu yang terintegrasi dengan
penunjang pertanian lainnya.
pengembangan sistem jaringan
prasarana wilayah;
b. Pengembangan kawasan perikanan, 4. Mengembangkan sarana dan
meliputi: prasarana penunjang
1. Mengembangkan dan kepariwisataan;
mengoptimalkan kawasan 5. Melestarikan nilai-nilai tradisi atau
perikanan tangkap, kawasan kearifan budaya masyarakat lokal
perikanan budidaya air laut, beserta lingkungannya sebagai
budidaya air payau, dan budidaya daya tarik wisata budaya;
air tawar; 6. Melestarikan kawasan peninggalan
2. Mengoptimalkan pengembangan sejarah dan situs budaya sebagai
dan pengelolaan kawasan aset budaya daerah dan pariwisata;
minapolitan; 7. Meningkatkan kerjasama dalam
3. Mengembangkan sentra-sentra pengelolaan pariwisata pada
produksi perikanan yang kawasan konservasi, kawasan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 95


lindung, cagar alam, hutan kawasan, masyarakat, dan swasta
produksi, dan perkebunan melalui dalam pengembangan kawasan
pengembangan ekowisata; dan hutan yang memiliki nilai ekonomis,
8. Meningkatkan peranserta untuk menunjang pengembangan
masyarakat dan pelaku usaha pariwisata, pendidikan, penelitian
pariwisata dengan pembinaan, dengan tetap mempertahankan
penyuluhan, pelatihan, dan fungsi lindung dan berkelanjutan;
promosi bagi pengembangan 3. Mengembangkan dan
pariwisata. mengendalikan ruang terbuka hijau
d. Pengembangan sarana dan prasarana pada kawasan perkotaan,
wilayah, meliputi: sempadan jalan, sempadan sungai,
sempadan pantai, ruang evakuasi
1. Meningkatkan dan bencana alam, dan kawasan
mengoptimalkan jaringan jalan bagi perlindungan bawahan;
pengembangan kawasan pertanian, 4. Melestarikan dan mengendalikan
kawasan perikanan, kawasan daerah tangkapan air dan sumber-
pariwisata, kawasan industri, sumber air untuk mencegah
kawasan perdagangan dan jasa; bencana banjir/longsor dan
2. Meningkatkan dan kekeringan;
mengoptimalkan jaringan jalan
5. Mengembangkan manajemen
menuju pusat kegiatan pelayanan
perencanaan, pencegahan,
dasar masyarakat;
kesiapsiagaan dalam menghadapi
3. Meningkatkan dan
bencana pada kawasan rawan
mengoptimalkan prasarana sumber
bencana alam.
daya air dan jaringan irigasi;
4. Mengembangkan pembangunan f. Pengembangan kawasan perkotaan dan
jalan baru menuju kawasan kawasan strategis kabupaten, meliputi:
pertumbuhan ekonomi wilayah; 1. Menyusun rencana rinci tata ruang
5. Meningkatkan sarana dan kawasan perkotaan dan kawasan
prasarana perhubungan di kawasan strategis kabupaten sebagai
perkotaan dan perdesaan; pedoman pengendalian
6. Mengoptimalkan fungsi bandara pemanfaatan ruang;
udara, pelabuhan dan angkutan 2. Penyediaan sarana, prasarana dan
laut sebagai pitnu gerbang utilitas perkotaan melalui penataan
pertumbuhan ekonomi. ruang terbuka hijau, pedestrian,
e. Pengembangan kawasan yang memiliki drainase yang memadai;
fungsi ekologis lingkungan, meliputi: 3. Pengembangan sarana, prasarana,
utilitas perumahan dan
1. Mengendalikan perubahan fungsi
permukiman guna mewujudkan
kawasan hutan lindung, kawasan
lingkungan perumahan dan
yang memberikan perlindungan
permukinan perkotaan/perdesaan
bagi kawasan bawahannya,
yang sehat;
kawasan perlindungan setempat,
4. mengoptimalkan percepatan
kawasan suaka alam, kawasan
pengembangan kawasan strategis
pelestarian alam, kawasan cagar
melalui kerjasama investasi
budaya dan kawasan lindung
pemerintah, swasta dan
geologi;
masyarakat.
2. Meningkatkan kerjasama antara
pemerintah, pemangku wilayah

96 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.5 Permasalahan ketersediaan tenaga Sumber Daya Manusia
yang memiliki kapasitas yang baik serta
Pembangunan jangkauan akses ke pelayanan tersebut
Permasalahan pembangunan sangat terbatas dan terkendala oleh
daerah merupakan sebuah “gap kualitas infrastruktur jalan yang rendah.
expectation” antara kinerja pembangunan Disamping itu, isu lingkungan masih cukup
yang dicapai saat ini dengan apa yang mendominasi seperti misalnya
direncanakan serta antara apa yang ingin persampahan, pencemaran lingkungan dan
dicapai dimasa datang dengan kondisi riil polusi. Kesadaran masyarakat dan afirmasi
saat perencanaan tersebut dibuat. Potensi pemerintah menjadi critical point dalam
permasalahan pembangunan daerah pada kasus ini. Secara garis besar permasalahan-
umumnya timbul dari kekuatan yang permasalahan pembangunan di Kabupaten
belum diperdayagunakan secara optimal, Banyuwangi dapat diamati dalam
kelemahan yang belum teratasi, peluang rekapitulasi gambaran umum
yang belum dimanfaatkan secara optimal, permasalahan Kabupaten Banyuwangi
serta ancaman yang belum diantisipasi. berikut ini:
Permasalahan pembangunan di 1. Belum tercapainya akses pendidikan
Kabupaten Banyuwangi yang paling urgent wajib belajar 12 tahun;
adalah pada aspek kesejahteraan yaitu 2. Rendahnya akses masyarakat
upaya peningkatan indeks pembangunan terhadap pendidikan tinggi;
manusia (IPM) yang terkendala karena 3. Kurang optimalnya layanan pendidikan
minimnya pelayanan dasar baik inklusif;
pelayanannya maupun infrastruktur 4. Belum optimalnya akses dan kualitas
penunjang layanan tersebut termasuk

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 97


pelayanan kesehatan dasar; usaha mikro yang informal dengan
5. Belum optimalnya ketersediaan produktivitas terbatas;
dan mutu sediaan farmasi, 15. Belum terciptanya kondisifitas dan
pembekalan dan alat kesehatan; dominasi afirmasi terhadap Usaha
6. Masih kurangnya akses dan kualitas Kecil Menengah;
lingkungan sehat; 16. Belum optimalnya kualitas dan
7. Masih kurangnya kualitas layanan kuantitas SDM;
kesehatan di Rumah Sakit; 17. Kurangnya kemampuan dan
8. Peningkatan potensi ancaman kapasitas pelaku usaha;
budaya asing terhadap budaya 18. Belum optimalnya peran koperasi
local; sebagai pelaku sektor riil;
9. Belum optimalnya pelayanan 19. Kurangnya pertumbuhan wirausaha
keolahragaan; baru yang berkualitas;
10. Besarnya tekanan dan tuntutan 20. Konsistensi peningkatan investasi
untuk mengakomodir belum mampu menjawab tingginya
pemberlakuan ASEAN Community; permintaan;
11. Belum optimalnya akses pelayanan 21. Belum optimalnya pemasaran
sosial dasar bagi PMKS; produksi pertanian;
12. Adanya peningkatan penegakan 22. Belum efektif dan efisiennya sarana
peraturan daerah dan kepala dan sarana pertanian dalam
daerah; menunjang produktivitas;
13. Belum optimalnya kualitas dan 23. Momentum penurunan tingkat
daya saing sektor UMKM; pengangguran terbuka (TPT);
14. Struktur pelaku usaha didominasi 24. Masih relatif tingginya gini rasio

98 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


25. Belum meratanya sebaran 45. Perlunya penguatan penataan
penduduk Kabupaten Banyuwangi; ruang eksisting Kabupaten
26. Belum intensifnya pemasaran Banyuwangi;
pariwisata berbasis IT; 46. Masih relatif tingginya
27. Perlunya perluasan jaringan pembangunan tidak ber-IMB;
kemiteraan pariwisata; 47. Kurangnya kualitas infrastruktur
28. Lemahnya daya dukung perdesaan;
infrastruktur dan SDM lokal 48. Belum kuatnya karakter dan
pariwisata; pondasi perekonomian perdesaan;
29. Kurangnya kualitas fasilitas publik; 49. Belum terbangunnya optimalisasi
30. Kurangnya kuantitas fasilitas publik; peningkatan pemberdayaan
31. Kurangnya panjang trotoar masyarakat di perdesaan;
Kabupaten Banyuwangi; 50. Meningkatnya penyelesaian
32. Belum optimalnya kualitas pengaduan perempuan dan anak
infrastruktur perhubungan; dari tindak kekerasan;
33. Belum optimalnya kualitas sarana 51. Meningkatnya peran perempuan
lalu lintas; dalam organisasi dan
34. Masih rendahnya cakupan fasilitas pembangunan;
teknologi, informasi dan 52. Masih kurangnya keberpihakan
komunikasi; pembangunan terhadap anak;
35. Rendahnya sarana dan prasarana 53. Meningkatnya pencemaran
air bersih; lingkungan dan sumberdaya alam;
36. Relatif besarnya cakupan wilayah 54. Besarnya afirmasi dan atensi
yang berpotensi kekurangan air; pemerintah pusat terhadap
37. Masih adanya wilayah yang belum reformasi birokrasi;
terhubung oleh jembatan yang 55. Belum optimalnya koordinasi lintas
baik; sektoral aparatur;
38. Meningkatnya kualitas perumahan 56. Belum optimalnya akuntabilitas
yang terjangkau air bersih, sanitasi, kinerja aparatur pemerintah
layak huni dan tidak kumuh;
39. Kurangnya kesadaran masyarakat
terhadap pelestarian lingkungan;
40. Belum optimalnya penyediaan
akses sanitasi dan air bersih;
41. Belum optimalnya kelembagaan
HIPPA/GHIPPA Kab Banyuwangi;
42. Belum optimalnya manajemen
pelayanan korban bencana alam
dan bencana sosial;
43. Masih kurangnya kesiagaan bahaya
kebakaran;
44. Belum tercukupinya RTH Publik
20% dari total 30% RTH Wilayah;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 99


daerah; 2015 teridentifikasi bahwa beberapa
57. Besarnya tuntutan UU No 6 Tahun layanan pendidikan dan kesehatan belum
2014 Tentang Desa; sepenuhnya terpenuhi dengan optimal.
58. Terbatasnya kapasitas Seperti cakupan akses layanan PAUD
pemerintahan pemerintah desa; misalnya, yang berdasarkan analisis
59. Belum optimalnya pelayanan disebutkan masih rendah. Begitupun
publik; halnya dengan akses pendidikan 12 tahun
60. Belum optimalnya bisnis proses yang belum mampu tercapai secara
birokrasi pelayanan publik optimal. Kondisi ini dapat merupakan
61. Banyaknya kasus pengaduan bagian dari efek domino berbagai aspek
masyarakat; seperti misalnya aspek fisik seperti
62. Belum optimalnya infrastruktur, sarana dan prasarana
penyelenggaraan pelayanan publik maupun non-fisik seperti sosial, budaya
berbasis teknologi informasi; maupun kapasitas finansial.
63. Belum optimalnya integrasi sistem Selain itu, akses masyarakat
sistem informasi daerah yang telah terhadap pendidikan tinggi dan pendidikan
tersedia dan cukup baik dalam inklusif di Kabupaten Banyuwangi juga
pelaksanaan pemerintahan. masih rendah. Tidak hanya pada urusan
pendidikan, pada urusan kesehatan
4.6 Isu-Isu Strategis beberapa permasalahan juga masih perlu
Isu strategis merupakan permasalahan untuk diperhatikan. Seperti halnya
yang berkaitan dengan fenomena atau pelayanan kesehatan dasar misalnya yang
belum dapat diselesaikan pada periode masih belum mampu terjangkau oleh
lima tahun sebelumnya dan memiliki keseluruhan mayarakat di Kabupaten
dampak jangka panjang bagi keberlanjutan Banyuwangi khususnya daerah perdesaan.
pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu Selain infrastruktur kesehatan seperti
diatasi secara bertahap. Adapun isu-isu rumah sakit masih belum mampu
strategis yang tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat
dideskripsikan sebagai berikut. Kabupaten Banyuwangi.
Kondisi-kondisi tersebut tentu
memberikan pressure tersendiri terhadap
4.6.1 Rendahnya akses masyarakat
pengembangan sumberdaya manusia di
terhadap kebutuhan dasar yang Kabupaten Banyuwangi. Sehingga
berkualitas pembangunan manusia mengalami
Perwujudan kesejahteraan perlambatan. Dengan demikian maka,
masyarakat salah satunya ditandai dengan perwujudan aksessibilitas serta kualitas
kemampuan masyarakat mengakses pelayanan baik itu di bidang kesehatan,
kebutuhan dasar seperti pendidikan dan pendidikan maupun kebutuhan dasar
lainnya perlu untuk dikedepankan
kesehatan. Akses masyarakat terhadap
mengingat sumberdaya manusia yang baik
pelayanan dasar dapat didefinisikan
merupakan wujud nyata dari cita-cita UUD
melalui perspektif jarak maupun
1945 yaitu kesejahteraan masyarakat.
keterjangkauan layanan. Kabupaten
Banyuwangi sendiri sampai pada tahun

100 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.6.2 Belum optimalnya penguatan 4.6.3 Belum kuatnya bargaining
modal sosial dan penanganan PMKS position UMKM dan Sumberdaya
Kabupaten Banyuwangi sebagai Wirausahawan
daerah yang mengedepankan pariwisata Dalam rangka merespon tingkat
sebagai prioritas pembangunan harus kesenjangan antar wilayah di Kabupaten
mampu mengamankan modal sosial. Banyuwangi perlu distimulasi melalui
Terlebih lagi mengingat pemberlakuan penguatan bargaining position UMKM
ASEAN Community yang semakin serta sumberdaya wirausahawan. Namun
memperbesar intervensi budaya-budaya sampai saat ini permasalahan-
asing terhadap budaya dan nilai-nilai sosial permasalahan mendasar berkenaan
lokal. Perlu adanya tindakan preventif dengan UMKM dan sumberdaya
dalam rangka mem-filter intervensi budaya wirausahawan belum dapat sepenuhnya
yang mungkin mampu mempengaruhi nilai terselesaikan. Seperti kualitas dan daya
kearifan lokal Banyuwangi melalui saing UMKM misalnya yang masih belum
penguatan modal sosial. Selain itu, PMKS optimal. Selain itu, struktur pelaku usaha
juga menjadi isu tersendiri yang perlu masih didominasi usaha mikro yang
untuk menjadi perhatian. Akses pelayanan informal dengan produktivitas terbatas.
sosial dasar bagi PMKS di Banyuwangi Pembinaan dan pembekalan sumberdaya
masih terbilang lambat. Kondisi-kondisi wirausahawan masih rendah, hal ini
tersebut mengisyaratkan bahwa, melatarbelakangi kualitas dan kuantitas
pelayanan kebutuhan dasar lain seperti SDM pelaku usaha cenderung rendah. Oleh
PMKS serta penguatan kearifan lokal karenanya perwujudan daya saing ekonomi
melalui modal sosial perlu ditingkatkan. daerah penting untuk diupayakan.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 101


4.6.4 Pertumbuhan ekonomi yang sekitar Banyuwangi demi mengurangi
belum fokus pada sektor unggulan indeks gini.
Pertumbuhan ekonomi sampai saat
ini masih menjadi parameter 4.6.6 Belum optimalnya kontribusi
pembangunan suatu wilayah. Berdasarkan pariwisata terhadap PDRB
data yang telah dihimpun, masih Pariwisata sebagai sektor unggulan
berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi, di Kabupaten Banyuwangi sudah
konsistensi peningkatan investasi di sepatutnya menjadi motor penggerak
Kabupaten Banyuwangi masih belum produktif perekonomian daerah.
mampu menjawab tingginya permintaan Berdasarkan data yang telah dihimpun,
yang ada. Disamping itu, sarana dan kontribusi penerimaan PDRB melalui
prasarana penunjang produktivitas komoditas pariwisata belum optimal. Hal
pertanian masih belum efektif, hal ini ini dapat dipengaruhi perluasan jaringan
berbanding lurus dengan pemasaran kemitraan yang belum optimal atau daya
produksi pertanian yang juga masih belum dukung infrastruktur dan SDM lokal
optimal. Kondisi-kondisi tersebut memaksa pariwisata yang masih lemah. Melihat
pemerintah untuk terus meningkatkan kondisi tersebut, nampaknya peran
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, masyarakat sangat vital untuk mendukung
berkelanjutan, serta berbasis potensi perkembangan pariwisata. Sehingga,
sumberdaya alam dan kearifan lokal. sangat rasional bahwa pemberdayaan
Positifnya, TPT di Kabupaten Banyuwangi masyarakat dapat menjadi laverage
mengalami konsistensi penurunan. pembangunan parwisata, khususnya
pariwisata yang berkelanjutan dan
4.6.5 Disparitas pendapatan dan berwawasan lingkungan.
infrastruktur yang masih harus di
selesaikan 4.6.7 Belum optimalnya penyediaan
Indeks gini di Kabupaten fasilitas publik dan infrastruktur
Banyuwangi masih cenderung tinggi. Selain pendukung perekonomian
itu, sebaran penduduk Kabupaten Fasilitas di Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi masih belum merata. Hal ini belum sepenuhnya terpenuhi secara
mengindikasikan bahwa sebaran kapasitas optimal baik kuantitas maupun kualitasnya.
SDM masih belum optimal pula. Kondisi Selain itu, kondisi infrastruktur
tersebut sangat memungkinkan terjadinya perhubungan masih perlu ditingkatkan
kesenjangan pendapatan antar wilayah kualitasnya. Panjang jalan dan jembatan
satu dengan wilayah lainnya. Pada level masih perlu ditingkatkan, hal ini dalam
nasional maupun regional provinsi, isu rangka mengakomodir penyediaan
kesenjangan atau disparitas masih menjadi pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan
perhatian utama dalam pembangunan. di Kabupaten Banyuwangi.
Sehingga, disamping perlu adanya
pengupayaan kerjasama antar wilayah di
Kabupaten Banyuwangi, perlu pula
peningkatan kerjasama antar daerah

102 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4.6.8 Rendahnya akses masyarakat memiliki sistem menajemen pelayanan
terhadap air bersih dan lingkungan korban bencana alam dan bencana sosial
serta kesiagaan bahaya kebakaran. Sistem
yang sehat serta berkualitas
ini dapat didukung salah satunya dengan
Kabupaten Banyuwangi memiliki
penyediaan infrastruktur yang berkualitas.
isu yang cukup serius dengan penyediaan
air bersih. Beberapa isu yang perlu
diperhatikan Kabupaten Banyuwangi
4.6.10 Baiknya kualitas penataan
berkenaan dengan akses air bersih dan ruang namun belum diiringi dengan
lingkungan yang sehat adalah sebagai luasan RTH Publik yang proporsional
berikut: Kabupaten Banyuwangi sampai
1. Rendahnya sarana dan prasarana air pada tahun 2015 masih belum mampu
bersih; mengakomodir 20% RTH Publik dari total
2. Relatif besarnya cakupan wilayah yang 30% RTH dari total luas wilayah Kabupaten
berpotensi kekurangan air; Banyuwangi. Meskipun demikian, kualitas
3. Masih tingginya wilayah yang belum penataan ruang Kabupaten Banyuwangi
terhubung oleh jembatan yang baik; telah sangat baik, hal ini terbukti dari
4. Meningkatnya kualitas perumahan prestasi berupa penghargaan yang
yang terjangkau air bersih, sanitasi, diterima Kabupaten Banyuwangi. Dengan
layak huni dan tidak kumuh; demikian maka, tuntutan untuk
5. Kurangnya kesadaran masyarakat mempertahankan dan terus meningkatkan
terhadap pelestarian lingkungan. kualitas penataan ruang menjadi perhatian
Meskipun demikian, rumah dengan penting pembangunan Kabupaten
jangkauan air bersih, sanitas, layak huni Banyuwangi mengingat pembangunan
dan tidak kumuh dari tahun ke tahun terus tanpa IMB masih relatif tinggi. Inilah
mengalami peningkatan. Sehingga dalam sebabnya mengapa, peningkatan kuantitas
rangka mengakomodir banyaknya isu serta yang ekuivalen dengan kualitas sangat
momentum positif tersebut perlu untuk penting untuk diperhatikan pemerintah
memberikan afirmasi lebih terhadap isu ini. daerah. Agar peningkatan infrastruktur
Oleh karenanya, penyediaan infrasrtruktur fisik diiringi dengan kualitas yang ada baik
baik fisi, ekonomi maupun sosial sangat secara teknis maupun nonteknis.
penting untuk ditingkatkan.
4.6.11 Rendahnya kapasitas sumber
4.6.9 Belum terbangunnya sistem daya manusia di perdesaan
penanggulangan bencana Administrasi perdesaan semenjak
Kabupaten Banyuwangi merupakan rilisnya UU No 6 tahun 2014 menjadi isu
salah satu daerah rawan bencana tsunami yang sangat penting untuk diakomodir.
berdasarkan pada RPJMN. Namun pada Disamping peran strategis pembangunan
faktanya, Kabupaten Banyuwangi juga level bottom banyak diakomodir Desa,
merupakan wilayah rawan bencana garda terdepan pelayanan yang
gunung meletus, puting beliung maupun bersentuhan dengan masyarakat adalah
bencana kebakaran. Meskipun demikian, desa. sehingga kapasitas SDM di desa
Kabupaten Banyuwangi masih belum menjadi sangat penting untuk ditingkatkan.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 103


Di Kabupaten Banyuwangi karakter dan memberikan sinyal positif bahwa
pondasi perekonomian serta peningkatan perlindungan perempuan dan anak serta
pemberdayaan masyarakat di perdesaan kesetaraan gender mendapat respon
masih belum berjalan optimal. Hal ini positif di Kabuapten Banyuwangi. Kondisi
dapat disebabkan oleh minimnya kapasitas ini tentu harus dipertahankan dan perlu
kelembagaan di desa sehingga kualitas mendapatkan perhatian khusus sehingga
pengelolaan desa menjadi tidak begitu momentum positif tersebut dapat sustain
efektif dan efisien. Oleh karena itu, dan semakin berkualitas.
perluasan jangkauan pelayanan melalui
peningkatan aksessibilitas pelayanan dasar 4.6.13 Belum optimalnya upaya
perlu untuk diupayakan pemerintah pencegahan pencemaran lingkungan
daerah Kabuapten Banyuwangi.
dan sumberdaya alam
Berdasarkan data yang telah
4.6.12 Meningkatnya afirmasi dihimpun, pencemaran lingkungan di
terhadap perlindungan perempuan Kabupaten Banyuwangi mengalami
dan anak serta kesetaraan gender peningkatan sampai pada tahun 2014. Hal
Jika memperhatikan data, isu ini menjadi distorsi terhadap upaya
perlindungan perempuan dan anak serta pemerintah dalam meningkatkan
kesetaraan gender mengalami progress kepariwisataan di Kabupaten Banyuwangi.
positif. momentum positif terjadi Alasannya adalah, bargaining position
khususnya pada peningkatan penyelesaian Kabupaten Banyuwangi sangat terancam
pengaduan perempuan dan anak dari dengan adanya kerusakan dan
tindak kekerasan dan semakin pencemaran lingkungan. Oleh karena itu,
meningkatnya peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan dan
organisasi dan pembangunan. Hal ini berwawasan lingkungan menjadi sangat

104 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


strategis untuk diupayakan pemerintah 4.6.15 Belum berjalannya
daerah, mengingat topografi dan pelayanan publik yang efektif, efisien
karakteristik fisiologi Kabupaten
dan berbasis teknologi informasi
Banyuwangi menjadi salah satu modal
Tuntutan pembangunan modern
utama pendorong pertumbuhan ekonomi
memaksa pemerintah beradaptasi dengan
daerah.
teknologi informasi. Sehingga pelayanan
4.6.14 Belum optimalnya dengan berbasis teknologi informasi
penyelenggaraan pemerintahan menjadi kebutuhan yang tidak dapat
Pemerintahan Kabupaten ditawar lagi. Hal ini mampu mengakomodir
Banyuwangi terlihat belum sedemikian belum optimalnya pelayanan publik serta
optimal. Hal ini terbukti dari koordinasi paradigma mainstream masyarakat yaitu
lintas sektoral serta akuntabilitas aparatur urusan pelayanan di pemerintah daerah
pemerintah yang masih lemah. sangat birokratif dan berbelit. Sampai pada
Penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten tahun 2015, penyelenggaraan pelayanan
Banyuwangi perlu ditingkatkan mengingat publik berbasis teknologi dan informasi di
besarnya afirmasi dan atensi baik dari Kabupaten Banyuwangi masih belum
pemerintah pusat maupun pemerintah berjalan optimal. Sehingga masih perlu
provinsi. Disamping itu, keberhasilan mendapatkan proporsi afirmasi lebih.
program Bupati dan pembangunan daerah Inilah sebabnya mengapa pelayanan publik
pada level teknis sangat bergantung pada berbrasis teknologi informasi di Kabupaten
kinerja aparatur dan kualitas Banyuwangi masih perlu untuk
penyelenggaraan pemerintah tersebut. ditingkatkan.
Oleh karena itu, perwujudan tata
pemerintahan yang baik sangat perlu
untuk ditingkatkan.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 105


FESTIVAL
PERKUSI DAN LARLARE ORKESTRA

106 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


BAB V
Visi, Misi, Tujuan & Sasaran

5.1 Visi Pembangunan Daerah Memperhatikan Visi tersebut serta


Visi pembangunan daerah dalam perubahan paradigma dan kondisi
RPJMD adalah Visi kepala daerah dan wakil yang akan dihadapi pada masa yang
kepala daerah terpilih yang disampaikan akan datang, diharapkan Kabupaten
pada waktu pemilihan kepala daerah Banyuwangi dapat lebih berperan
(pilkada). Visi kepala daerah dan wakil dalam perubahan yang terjadi di
kepala daerah terpilih menggambarkan lingkup regional, nasional maupun
arah pembangunan atau kondisi masa global. Perumusan dan penjelasan
depan daerah yang ingin dicapai (desired terhadap Visi dimaksud, menghasilkan
future) dalam masa jabatan selama 5 (lima) pilar-pilar Visi yang diterjemahkan
tahun sesuai misi yang diemban. pengertiannya, sebagaimana tabel di
Visi pembangunan daerah Kabupaten bawah ini.
Banyuwangi untuk periode RPJMD 2016-
2021 sesuai dengan Visi kepala daerah
terpilih adalah sebagai berikut:
“Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi
yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan
Berakhlak Mulia melalui Peningkatan
Perekonomian Dan Kualitas Sumber Daya
Manusia”

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|107


Tabel 5.1: Perwujudan Visi RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2016-2021

Visi Pilar-Pilar Visi Penjelasan Pilar-Pilar Visi


Terwujudnya Meningkatnya Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu daerah
Masyarakat Kualitas SDM melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan
Banyuwangi Banyuwangi tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat
Yang Semakin dan negara yang makmur. Melalui
Sejahtera, SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara
Mandiri, Dan fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya
Berakhlak terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian
Mulia Melalui suatu daerah, namun juga dalam
Peningkatan mendukung pembangunan nasional. Peningkatan
Perekonomian kualitas SDM terutama diupayakan melalui : 1)
Dan Kualitas pendidikan yang berkualitas, berkarakter, bermoral
Sumber Daya dan berakhlak mulia, 2) layanan kesehatan yang
Manusia terjangkau, merata dan berkualitas.

Meningkatnya Modal untuk melakukan pembangunan ekonomi adalah


Perekonomian adanya pertumbuhan ekonomi, sehingga
Daerah pembangunan ekonomi akan tercapai dengan
peningkatan pertumbuhan ekonomi. Partisipasi
masyarakat memiliki peran yang penting dalam
peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui
peningkatan pendapatan perkapita, sehingga melalui
tercapainya pembangunan ekonomi maka akan
berdampak kepada peningkatan perekonomian
Kabupaten Banyuwangi. Basis ekonomi Banyuwangi
diletakkan pada 3 komponen utama yaitu 1) pertanian
dalam skala luas yang meliputi pertanian tanaman
pangan, perikanan dan kelautan, kehutanan,
perkebunan, dan hortikultura, 2) pariwisata alam dan
budaya dengan segala kekhasannya di Banyuwangi, 3)
UMKM dan perdagangan tradisional yang menjadi mata
pencaharian sebagian besar masyarakat.

Masyarakat Semangat gotong royong yang melandasi pergerakan


Banyuwangi perekonomian dimana didalamnya terkandung nilai
Yang Semakin moral yaitu adanya rasa ikhlas untuk berpartisipasi,
Sejahtera kebersamaan dan saling membantu antar sesama
Berlandaskan karena lebih mengutamakan kepentingan bersama
Semangat yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan
Gotong Royong hidup masyarakat.

108 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Visi Pilar-Pilar Visi Penjelasan Pilar-Pilar Visi
Kemandirian Mandiri dan majunya suatu daerah tentu bersumber
Masyarakat & dari kemandirian dan kemajuan rakyatnya dan oleh
Daerah sebab itu kemandirian masyarakat adalah gerbang
utama menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Kemadirian daerah akan memacu kemampuan
produktif guna memenuhi kebutuhan dasar dan
mekanisme untuk tetap dapat bertahan dalam situasi
krisis.

5.2 Misi Pembangunan c. Meningkatkan kuantitas dan


kualitas infrastruktur fisik,
Daerah ekonomi, dan sosial;
Rencana Pembangunan Jangka d. Optimalisasi sumberdaya
Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten daerah berbasis pemberdayaan
Banyuwangi tahun 2016 - 2021 masyarakat, pembangunan
berorientasi pada pembangunan dan berkelanjutan dan berwawasan
peningkatan kompetensi segenap lingkungan;
sumber daya yang terdapat di
Kabupaten Banyuwangi dalam segala e. Mewujudkan tata
bidang, guna menyiapkan pemerintahan yang baik dan
kesejahteraan melalui peningkatan bersih (Good and Clean
perekonomian Kabupaten Governance) serta layanan
Banyuwangi. publik yang berkualitas berbasis
Teknologi Informasi.
Dalam rangka mewujudkan Visi
Lima butir misi diatas didasarkan
Pembangunan Kabupaten Banyuwangi
kepada kebutuhan pembangunan yang
yang telah ditetapkan diatas, maka
telah di temakan dalam bentuk Visi
ditetapkan Misi pembangunan
pembangunan daerah. Dalam upaya
Kabupaten Banyuwangi 2016-2021
penyamaan persepsi terhadap misi
sebagai berikut:
tersebut serta mengurangi potensi
a. Mewujudkan aksesibilitas dan
ambiguitas dalam memahami butir misi,
kualitas pelayanan bidang
maka penjabaran Misi diatas dapat
pendidikan, kesehatan dan
dijelaskan sebagai berikut
kebutuhan dasar lainnya;
b. Mewujudkan daya saing
ekonomi daerah melalui
pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas dan berkelanjutan
berbasis potensi sumberdaya
alam dan kearifan lokal;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|109


5.2.1 MISI 1 Dalam upaya pencapaian Misi Ke-1 maka dirumuskan
Perencanaan Terintegratif dalam Langkah Pencapaian
Mewujudkan aksesibilitas dan
Misi Ke-1 sebagai berikut:
kualitas pelayanan bidang
pendidikan, kesehatan dan
kebutuhan dasar lainnya
Salah satu variabel yang sangat
menentukan tercapainya upaya
peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM)
adalah luasnya jangkauan akses
pelayanan dasar yang didukung
oleh infrastruktur yang memadai.
Ketersediaan infrastruktur
pelayanan dasar seperti
pelayanan pendidikan dan
kesehatan menjadi prasyarat Gambar 5.1: Logframe perencanaan terintegratif Misi 1
terwujudnya pelayanan dasar
yang optimal.

110 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


5.2.2 MISI 2 Dalam upaya pencapaian Misi Ke-2 maka
dirumuskan Perencanaan Terintegratif dalam
Langkah Pencapaian Misi Ke-2 sebagai berikut :
Mewujudkan daya saing ekonomi daerah
melalui pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas dan berkelanjutan berbasis
potensi sumberdaya alam dan kearifan
lokal

Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA)


yang melimpah dibumi Banyuwangi
baik yang tersimpan didalam maupun
dipermukaan bumi serta potensi di
lautan Banyuwangi mampu
menambah nilai guna ekonomi bagi
kehidupan Masyarakat. Nilai guna
tersebut diperoleh melalui
Gambar 5.2: Logframe perencanaan terintegratif
pengembangan inovasi dan teknologi
Misi 2
serta membuka peluang investasi
bagi pihak swasta baik dalam maupun
luar negeri.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|111


5.2.3 MISI 3 Dalam upaya pencapaian Misi Ke-3 maka dirumuskan
Perencanaan Terintegratif dalam Langkah Pencapaian
Meningkatkan kuantitas dan Misi Ke-3 sebagai berikut :
kualitas infrastruktur fisik,
ekonomi, dan sosial
Pembangunan infrastruktur
perannya sangat sentral
dalam upaya mendukung
keberhasilan pembangunan
berbagai sektor di daerah.
Sehingga berbagai sektor
unggulan di Kabupaten
Banyuwangi dapat
memberikan kontribusinya
terhadap pertumbuhan
ekonomi Ketersediaan
infrastruktur juga sangat
berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakat. Gambar 5.3: Logframe perencanaan terintegratif Misi 3

112 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Dalam upaya pencapaian Misi Ke-4 maka
5.2.4 MISI 4 dirumuskan Perencanaan Terintegratif dalam
Optimalisasi sumberdaya daerah Langkah Pencapaian Misi Ke-4 sebagai berikut :
berbasis pemberdayaan masyarakat,
pembangunan berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan

Pemberdayaan masyarakat turut


serta berperan aktif dalam
mendukung kinerja Pemerintah
Kabupaten Banyuwangi.
Pemberdayaan masyarakat sangat
besar pengaruhnya terhadap
pembangunan di daerah terutama
jika diarahkan kepada pengelolaan
sumberdaya strategis Kabupaten
Banyuwangi. Peningkatan peran
aktif masyarakat dalam
pembangunan tidak hanya berhenti
di dalam proses perencanaan, akan
tetapi dalam proses pelaksanaan Gambar 5.4: Logframe perencanaan terintegratif
hingga pengawasan masyarakat Misi 4
harus mampu bersinergi dengan
Pemerintah.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|113


Dalam upaya pencapaian Misi Ke-5 maka
5.2.5 MISI 5 dirumuskan Perencanaan Terintegratif dalam
Langkah Pencapaian Misi Ke-5 sebagai berikut :
Mewujudkan tata pemerintahan yang
baik dan bersih (good and clean
governance) serta layanan publik yang
berkualitas berbasis Teknologi Informasi

Dalam rangka meningkatkan pelayanan


terhadap masyarakat yang semakin
variatif kebutuhannya maka dibutuhkan
kinerja aparatur pemerintah yang
profesional termasuk penataan
kelembagaannya yang efektif dan
efisien, serta bentuk pemerintahahan
yang berlandas pada prinsip good and
clean governance.
Gambar 5.5: Logframe perencanaan terintegratif
Misi 5

114 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


VISI 2016-2021:
“Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi
yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak
Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan Kualitas Sumber Daya Manusia” 1 Visi
Pilar-1: Meningkatnya Pilar-2: Meningkatnya Pilar-3: Meningkatnya Pilar-4: Masyarakat Sejahtera
Kualitas SDM Banyuwangi Kemandirian Masyarakat & Perekonomian Daerah berlandaskan gotong royong
Daerah

kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya

berbasis potensi sumberdaya alam dan


Mewujudkan aksesibilitas dan kualitas

daerah melalui pertumbuhan ekonomi

infrastruktur fisik, ekonomi, dan sosial

berbasis pemberdayaan masyarakat,


Meningkatkan kuantitas dan kualitas
yang berkualitas dan berkelanjutan
Mewujudkan daya saing ekonomi

pembangunan berkelanjutan dan


Optimalisasi sumberdaya daerah
pelayanan bidang pendidikan,

berwawasan lingkungan
kearifan lokal
4 Pilar Visi

5 Misi

Misi 1: Sejahtera Misi 2: Mandiri Misi 3: Perekonomian Misi 4: SDM


(SDM) (Daya Saing) (Kesenjangan) (Pemberdayaan)

Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) serta layanan publik yang berkualitas
berbasis Teknologi Informasi

Misi 5: Suprastruktur (Kelembagaan)

Revitalisasi Peningka Peningka


pertanian
Peningkata Pengemb tan tan
n Akses dan Peningkat dengan Penguat Pemban Pembang
berbagai angan an
Kualitas an Akses unan SDA perlindu kualitas
subsektorteru Pariwisata gunan
ngan dan birokrasi
Pendidikan
yang
dan
Kualitas
tama
perikanan dan berbasis
UMKM
dan Infrastr
dan
Lingkunga kesejaht dan
9 Prioritas
Berakhlak kelautan, kearifan
Mulia
Kesehatan tanaman
lokal Koperasi uktur n hidup eraan pelayana
pangan dan
perkebunan sosial n publik

Gambar 5.6: Pondasi dan pilar Misi dalam pencapaian visi

Prioritas pembangunan daerah 5. Penguatan UMKM dan koperasi; 



merupakan penjabaran Visi dan Misi ,
yang kemudian dituangkan kedalam 9 4 prioritas penunjang peningkatan
butir prioritas pembangunan daerah kualitas SDM dan perekonomian;
berikut:
6. Pembangunan infrastruktur; 

Peningkatan kualitas sumber daya 7. Pembangunan sumber daya alam
manusia melalui 2 prioritas wajib
dan lingkungan hidup; 

1. Peningkatan akses dan kualitas 8. Peningkatan perlindungan dan
pendidikan yang berakhlak mulia; kesejahteraan sosial; 

2. Peningkatan akses dan kualitas
9. Peningkatan kualitas birokrasi dan
kesehatan;
pelayanan publik.
Peningkatan perekonomian melalui 3
Selanjutnya, 9 Prioritas
prioritas unggulan
pembangunan daerah tersebut
3. Revitalisasi pertanian dengan kemudian di intepretasikan kedalam
berbagai subsektornya terutama arsitektur Visi pembangunan
perikanan dan 
 kelautan, Kabupaten Banyuwangi sebagai dasar
pijakan berdirinya pondasi dan pilar isi
tanaman pangan, serta
dalam pencapaian Visi, yang dapat
perkebunan; 
 dijelaskan melalui arsitektur berikut
4. Pengembangan pariwisata berbasis
kearifan lokal; 


RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|115


5.3 Tujuan Dan Sasaran
Berangkat daripada Visi dan Misi tersebut maka
dapat dirumuskan Tujuan dan Sasaran
sebagaimana dijelaskan dibawah ini.

5.3.1. Dalam rangka pencapaian misi Mewujudkan


aksesibilitas dan kualitas pelayanan bidang
pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar
lainnya, maka tujuan pembangunan
ditetapkan sebagai berikut:
a. Peningkatan Layanan Bidang Pendidikan
yang Berkualitas, Merata dan Terjangkau
bagi Seluruh Masyarakat, dengan sasaran
pembangunan:
1) Meningkatnya akses pelayanan
bidang pendidikan;
2) Meningkatnya Kualitas Layanan
Pendidikan.
b. Peningkatan Layanan Bidang Kesehatan
yang Berkualitas, Merata dan Terjangkau
Nagi Seluruh Masyarakat, dengan sasaran
pembangunan:
1) Meningkatnya akses pelayanan
bidang kesehatan;
2) Meningkatnya Kualitas Kesehatan.
c. Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan
Dasar Lainnya, dengan sasaran
pembangunan:
1) Tercukupinya ketersediaan pangan;
2) Meningkatnya ketentraman,
ketertiban umum dan perlindungan
masyarakat;
3) Meningkatnya perlindungan sosial
dan masyarakat;
4) Meningkatnya kesadaran dan
pemahaman masyarakat akan
keragaman budaya.

Pemahaman terhadap linieritas Misi, Tujuan


hingga Sasaran kemudian dapat Dengan
mudah dipahami melalui Desain Logical
Framework Pencapaian Misi-1 yang disajikan
sebagai berikut:

116 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Gambar 5.7: Desain Logical Framework Pencapaian Misi-1

5.3.2. Dalam rangka pencapaian misi


Mewujudkan daya saing ekonomi
daerah melalui pertumbuhan ekonomi
yang berkualitas dan berkelanjutan
berbasis potensi sumberdaya alam dan
kearifan lokal, maka tujuan
pembangunan ditetapkan sebagai
berikut:

a. Meningkatkan Pertumbuhan
Ekonomi yang Berkualitas dan
Inklusif, dengan sasaran
pembangunan sebagai berikut:
1. Menurunnya kesenjangan antar
wilayah;
2. Menurunnya tingkat
pengangguran; 5. Meningkatnya pemanfaatan
3. Meningkatnya Laju Potensi Pariwisata dan
Pertumbuhan Ekonomi Sektor Kebudayaan Bagi Masyarakat.
Unggulan; Pemahaman terhadap linieritas
4. Meningkatnya Investasi PMA Misi, Tujuan hingga Sasaran kemudian
Dan PMDN; dapat dengan mudah dipahami melalui
Desain Logical Framework Pencapaian
Misi-2 yang disajikan sebagai berikut:

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|117


Gambar 5.8 Desain Logical Framework Pencapaian Misi-2
1) Meningkatnya infrastruktur
5.3.3 Dalam rangka pencapaian misi sosial yang berkualitas.
Meningkatkan kuantitas dan kualitas c. Meningkatkan Kualitas Lingkungan
infrastruktur fisik, ekonomi, dan Hidup Dalam Menjamin
sosial maka tujuan pembangunan Pembangunan Berkelanjutan,
ditetapkan sebagai berikut: Dengan sasaran pembangunan
a. Meningkatkan Infrastruktur yaitu:
Ekonomi yang Berkualitas, dengan 1) Meningkatnya Kualitas
sasaran pembangunan yaitu: Lingkungan.
1) Meningkatnya Infrastruktur Tujuan hingga Sasaran kemudian
Ekonomi Yang Berkualitas. dapat dengan mudah dipahami melalui
b. Meningkatkan Infrastruktur Sosial Desain Logical Framework Pencapaian
Yang Berkualitas, Dengan sasaran Misi-3 yang disajikan sebagai berikut:
pembangunan yaitu:

Gambar 5.9: Desain Logical Framework Pencapaian Misi-3

118 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


5.3.4 Dalam rangka pencapaian misi 1. Meningkatnya kapasitas
Optimalisasi sumberdaya daerah pemberdayaan kelompok
berbasis pemberdayaan masyarakat, masyarakat;
pembangunan berkelanjutan dan 2. Terwujudnya pemberdayaan
berwawasan lingkungan, maka tujuan responsif gender;
pembangunan ditetapkan sebagai 3. Meningkatnya perlindungan
berikut: terhadap perempuan dan anak.
a. Meningkatkan Sumber Daya Daerah
Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pemahaman terhadap linieritas
Dan Pengarustamaan Gender serta Misi, Tujuan hingga Sasaran kemudian
Perlindungan Anak, dengan sasaran dapat dengan mudah dipahami melalui
pembangunan sebagai berikut Desain Logical Framework Pencapaian
Misi-4 yang disajikan sebagai berikut:
Membangun
Indeks Desa

Gambar 5.10: Desain Logical Framework Pencapaian Misi-4

5.3.5 Dalam rangka pencapaian misi Berkualitas Berbasis Teknologi


Mewujudkan tata pemerintahan yang Informasi, dengan sasaran
baik dan bersih (good and clean pembangunan yang meliputi:
governance) serta layanan publik yang 1. Meningkatnya akuntabilitas
berkualitas berbasis Teknologi Informasi, instansi pemerintah dan
maka tujuan pembangunan ditetapkan kualitas layanan publik;
sebagai berikut: 2. Meningkatnya Kinerja laporan
Keuangan dan Kinerja Birokrasi;
a. Meningkatkan Tata Kelola 3. Meningkatnya penggunaan
Pemerintahan yang Baik dan Sistem Informasi Daerah;
Bersih serta Layanan Publik yang

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021| 119


Pemahaman terhadap linieritas Logical Framework Pencapaian
Misi, Tujuan hingga Sasaran Misi-5 yang disajikan sebagai
kemudian dapat dengan mudah berikut:
dipahami melalui Desain

Gambar 5.11: Desain Logical Framework Pencapaian Misi-5

120 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


5.4 Konsistensi Hubungan Visi, pembangunan yang tertuang

Misi, Tujuan dan Sasaran dalam Visi dan Misi Bupati


terpilih. Berangkat dari tuntutan
Kesesuaian Visi, Misi, Tujuan
tersebut, maka dapat dijabarkan
dan Sasaran dalam RPJMD
konsistensi Visi, Misi, Tujuan dan
menjadi tuntutan yang perlu
Sasaran tersebut kedalam matriks
diperhatikan. Konsistensi
berikut ini.
penjabaran Visi dan Misi kedalam
Tujuan dan Sasaran menentukan
efektivitas pembangunan daearh
Marina Pantai Boom
sesuai dengan amanat

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|121


Tabel: 5.2 Matriks Konsistensi Hubungan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

No VISI: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan
Kualitas Sumber Daya Manusia
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
1 Mewujudkan T.1. Peningkatan Layanan S.1 Meningkatnya Akses Pelayanan 1 Indeks Pendidikan
Aksesibilitas Dan Bidang Pendidikan Yang Bidang Pendidikan
Kualitas Berkualitas, Merata Dan
Pelayanan Terjangkau Bagi Seluruh S.2 Meningkatnya Kualitas Layanan 2 Presentase PAUD Formal Berakreditasi A
Bidang Masyarakat Pendidikan
Pendidikan, 3 Presentase Pendidikan Dasar Berakreditasi A
Kesehatan Dan
T.2. Peningkatan Layanan S.3 Meningkatnya Akses Pelayanan 4 Cakupan KB Aktif
Kebutuhan Dasar
Bidang Kesehatan Yang Bidang Kesehatan
Lainnya 5 Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Berkualitas, Merata Dan
Terjangkau Bagi Seluruh 6 Indeks Kesehatan Keluarga Banyuwangi
Masyarakat
S.4 Meningkatnya Kualitas Kesehatan 7 Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran
Hidup

8 Persentase Fasilitas Kesehatan Terakreditasi

9 Tingkat Kesehatan Rumah Sakit

T.3. Meningkatkan Pemenuhan S.5 Tercukupinya Ketersediaan 10 Persentase Ketersediaan Pangan


Kebutuhan Dasar Lainnya Pangan

11 Indeks Rasa Aman

122 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


No VISI: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan
Kualitas Sumber Daya Manusia

MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN


S.6 Meningkatnya ketenteraman, 12 Persentase Resiko Besok Bencana pada KRB
ketertiban umum dan
perlindungan masyarakat
S.7 Meningkatnya Perlindungan 13 Persentase Angka PMKS
Sosial dan Masyarakat

S.8 Meningkatnya Kesadaran Dan 14 Indeks Gotong Royong


Pemahaman Masyarakat Akan
Keragaman Budaya

2 Mewujudkan T.4. Meningkatkan S.9 Menurunnya Kesenjangan Antar 15 Indeks Gini


Daya Saing Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
Ekonomi Daerah Yang Berkualitas Dan S.10 Menurunnya Tingkat 16 Tingkat Pengangguran Terbuka
Melalui Inklusif Pengangguran
Pertumbuhan S.11 Meningkatnya Laju 17 Persentase Pertumbuhan Sektor Industri
Ekonomi Yang Pertumbuhan Ekonomi Sektor Olahan Dalam PDRB
Berkualitas Dan Unggulan
Berkelanjutan 18 Persentase Usaha Kecil Menengah Terhadap
Berbasis Potensi UMKM
Sumberdaya
19 Persentase Pertumbuhan Sektor Pertanian
Alam Dan
Dalam PDRB
Kearifan Lokal;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|123


No VISI: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan
Kualitas Sumber Daya Manusia

MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN


20 Persentase Pertumbuhan Sektor Perdagangan
Dalam PDRB

21 Persentase Koperasi Berkualitas


S.12 Meningkatnya Investasi PMA 22 Realisasi Investasi PMA Dan PMDN
Dan PMDN

S.13 Meningkatnya Pemanfaatan 23 Spending Of Money


Potensi Pariwisata dan
Kebudayaan Bagi Masyarakat
3 Meningkatkan T.5. Meningkatkan Infrastruktur S.14 S.14.T.5 Meningkatnya 24 Persentase panjang jalan kondisi baik dengan
Kuantitas Dan Ekonomi Yang Berkualitas Infrastruktur Ekonomi Yang kecepatan > 20 KM
Kualitas Berkualitas
25 Indeks angka kecelakaan lalu lintas
Infrastruktur
Fisik, Ekonomi, 26 Persentase ketersediaan air pada musim
Dan Sosial hujan dan musim kemarau (degradasi DAS)

27 Proporsi jaringan irigasi dalam kondisi baik


dan teknis

28 Peningkatan Jumlah bangunan pelayanan


publik berfungsi baik

T.6. Meningkatkan Infrastruktur S.15 Meningkatnya Infrastruktur 29 Persentase masyarakat miskin yang terlayani
Sosial Sosial yang Sosial Yang Berkualitas sanitasi dasar
Berkualitas
30 Persentase Kecukupan Luasan RTH Publik

124 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


No VISI: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan
Kualitas Sumber Daya Manusia

MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN


T.7. Meningkatkan Kualitas S.16 Meningkatnya Kualitas 31 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Dalam Lingkungan
Menjamin Pembangunan
Berkelanjutan
4 Optimalisasi T.8. Meningkatkan Sumber Daya S.17 Meningkatnya Kapasitas 32 Indeks Desa Membangun (IDM)
Sumberdaya Daerah Berbasis Pemberdayaan Kelompok
Daerah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat
33 Jumlah Atlit berprestasi tingkat Provinsi dan
Pemberdayaan Dan Pengarustamaan
Nasional
Masyarakat, Gender Serta Perlindungan
Pembangunan Anak 34 Jumlah pemuda terampil
Berkelanjutan
Dan S.18 Terwujudnya Pemberdayaan 35 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Berwawasan Responsif Gender
Lingkungan
S.19 Meningkatnya Perlindungan 36 Persentase penanganan kasus kekerasan
Terhadap perempuan dan perempuan dan anak serta traficking
Anak)
5 Mewujudkan T.9. Meningkatkan Tata Kelola S.20 Meningkatnya Akuntabilitas 37 Nilai Akntabilitas Kinerja
Tata Pemerintahan Yang Baik Instansi Pemerintah Dan
38 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Pemerintahan Dan Bersih Serta Layanan Kualitas Layanan Publik
Yang Baik Dan Publik Yang Berkualitas 39 Persentase terpenuhinya aspek kualitas dalam
Bersih (Good Berbasis Teknologi dokumen perencanaan
And Clean Informasi
Governance) 40 Persentase Kebijakan Berdasarkan Policy Brief
Serta Layanan
41 Opini WTP BPK terhadap LKPD
Publik Yang

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021|125


No VISI: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan
Kualitas Sumber Daya Manusia

MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN


Berkualitas S.21 Meningkatnya Kinerja Laporan 42 Indeks Reformasi Birokrasi
Berbasis Keuangan Dan Kinerja Birokrasi
Teknologi S.22 Meningkatnya Penggunaan 43 Persentase Cakupan Jangkauan TIK
Informasi Sistem Informasi Daerah 44 Persentase Perangkat Daerah dan Unit Kerja
yang Mengimplementasikan IT Baik

126 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


BAB VI
STRATEGI & ARAH KEBIJAKAN
menciptakan
Strategi dan arah pembangunan daerah nilai tambah bagi
merupakan rumusan perencanaan stakeholder
komprehensif mengenai metode atau pembangunan daerah
pendekatan Pemerintah Daerah dalam untuk meningkatkan
mencapai tujuan dan sasaran RPJMD sehingga kontribusi secara aktif
efektif dan efisien. Melalui pendekatan yang dalam pencapaian
komprehensif tersebut, strategi juga dapat tujuan dan sasaran
digunakan sebagai instrumen untuk melakukan pembangunan daerah.
tranformasi, reformasi, dan perbaikan Hal ini penting
manajemen kinerja birokrasi secara mengingat peran dan
menyeluruh sejak tahap perencanaan, fungsi pemerintah yang
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi setiap semakin bergeser kearah
program pembangunan. fasilitator, regulator, dan
Strategi dan arah kebijakan disusun dari pembinaan seluruh
serangkaian proses perencanaan strategik, stakeholder
yang dirumuskan dengan mempertimbangan pembangunan
isu-isu strategis pembangunan daerah yang daerah.
harus dihadapi selama 5 tahun kedepan. Pemerintah daerah mempunyai peran
Strategi disusun dengan memperhatikan faktor- srategis dalam fungsinya sebagai fasilitator
faktor internal dan eksternal yang berada yang mengupayakan akses modal, promosi dan
didalam lingkup ekologi (lingkungan) pasar bagi swasta dan masyarakat; regulator
pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. yang menekankan pada fungsi regulasi dan
Pendekatan yang digunakan dalam administratif perijinan, dokumen/akta, kartu
merumuskan strategi adalah analisis SWOT, identitas; serta fungsi konsultatif yang
sehingga rumusan strategi berikut ini memberikan bimbingan teknis, pembinaan dan
merupakan hubungan yang saling berpengaruh advis aktifitas yang dilakukan oleh seluruh
antara Kekuatan, Kelemahan dan Peluang dan stakeholder.
Ancaman. Secara konseptual, suatu strategi
secara spesifik dikaitkan dengan satu
6.1 Strategi Pembangunan Daerah sasaran atau sekelompok sasaran dengan
Strategi merupakan serangkaian upaya kerangka logis. Perumusan strategi
yang berisikan gambaran proses pencapaian membutuhkan kesatuan tujuan untuk
sasaran strategis pembangunan. Strategi mendapatkan kesatuan tindak. Satu
memperhatikan faktor internal dan eksternal di
strategi juga dapat terhubung dengan
lingkungan Pemerintah Banyuwangi. Untuk itu
pencapaian satu sasaran. Beberapa sasaran
strategi menjadi salah satu rujukan penting
bersifat inherent dengan satu tema, satu
dalam perencanaan pembangunan daerah
(strategy focussed-management). Rumusan strategi dapat dirumuskan untuk mencapai
strategi juga menunjukkan keinginan yang kuat gabungan beberapa sasaran.
bagaimana Pemerintah Daerah berupaya

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 | 127


Penentuan alternatif strategi selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan
pencapaian dari setiap indikator sasaran pengaruh faktor internal dan eksternal yang
atau kumpulan sasaran yang inherent adalah melekat pada masing-masing isu. Identifikasi
dengan dengan terlebih dahulu melakukan faktor internal dan ekternal, serta analisis
analisis SWOT (strength, weakness, SWOT yang dimaksud nampak dalam
opportunity, dan threats). Bahan utama yang gambar dibawah ini:
digunakan dalam analisis SWOT adalah hasil
telaah dari isu-isu strategis yang telah
dirumuskan dalam bab sebelumnya, yang

Strength (Kekuatan) Weakness (Kelemahan)


1.
1. Belum tercapainya
Rendahnya akses layanan
cakupan akses pendidikanPAUD wajib belajar 12 tahun 19.
20. Rendahnya kualitas fasilitas
Rendahnya kualitas fasilitas publik
public
1. Adanya peningkatan penegakan peraturan daerah dan kepala daerah 2.
2. Rendahnya
Belum akses akses
tercapainya masyarakat terhadap
pendidikan wajibpendidikan
belajar 12 tinggi
tahun 20.
21. Rendahnya kuantitas fasilitas
Rendahnya kuantitas fasilitas publik
public
3. Kurang optimalnya laanan pendidikan inklusif tinggi 21. Rendahnya
Rendahnya panjang trotoarKabupaten
KabupatenBanyuwangi
Banyuwangi
2. Meningkatnya kualitas perumahan yang terjangkau air bersih, 3.
4.
Rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan 22. panjang trotoar
4. Kurang optimalnya layanan pendidikan kualitas
Belum optimalnya layanan akses dan inklusif pelayanan 22.
23. Belum optimalnya kualitas infrastruktur perhubungan
Belum optimalnya kualitas infrastruktur perhubungan
sanitasi, layak huni dan tidak kumuh
INTERNAL

5. kesehatan
Belum dasar akses dan kualitas pelayanan kesehatan
optimalnya 23.
24. Belum
Belum optimalya
optimalnyakualitas
kualitassarana
saranalalulintas
lalu lintas
5. Belum optimalnya ketersediaan dan mutu sediaan farmasi,
dasar 24.
25. Banyaknya kasus pengaduan
Banyaknya kasus pengaduan masyarakat
masyarakat
3. Perlunya penguatan penataan ruang eksisting Kabupaten 6. pembekalan
Belum dan alat
optimalnya kesehatan
ketersediaan dan mutu sediaan farmasi, 25.
26. Masih
Masih rendahnya cakupan fasilitas
rendahnya cakupan fasilitas teknologi,
teknologi, informasi
informasidandan
Banyuwangi 6.
7.
Masih rendahnya
pembekalan dan alat
Masihrendahnya
rendahnyaakses
akses dan kulitas lingkungan sehat
kesehatan
kualitas
komunikasi
kominikasi
7. Masih dan layanan
kualitas kesehatan
lingkungan di rumah
sehat 26.
27. Belum
Belum optimalnya
optimalnya ketersediaa
penyediaan sanitasi dan air
akses sanitasi bersih
dan air bersih
4. Meningkatnya peran perempuan dalam organisasi dan 8. Masih
sakit rendahnya kualitas layanan kesehatan di Rumah Sakit 28.
27. Masih rendahnya
Masih rendahnya manajemen
manajemen pelayanan
pelayanankorban
korbanbencana
bencana
9.
8. Terlambatnya
Terlambatnya akses
aksespelayanan
pelayanan sosial dasar
social dasarbagi PMKS
bagi PMKS alam dan
alam dan bencana
bencana social
sosial
pembangunan 10.
9. Belum
Belumoptimalnya
optimalnyakualitas dan daya
kulitas dan daya saing
saing sektor
sectorUMKM
UMKM 29.
28. Masih rendahnya
Masih rendahnya kesiagaan
kesiagaanbahaya
bahayakebakaran
kebakaran
11. Belum
Belumoptimalnya
optimalnyakualitas
kualitasdan
dankuantitas
kuantitasSDM 30. Belum tercukupinya
tercukupinya RTH
RTH Publik 20% dari
dari total
total 30%
30% RTH
5. Meningkatnya penyelesaian pengaduan perempuan dan anak dari 10.
12. Belum efektif dan efisiennya bisnis proses
SDM
birokrasi
29. Belum
Wilayah
Wilayah
Publik 20% RTH
11. Belum efektif dan efisiennya bisnis proses birokrasi
tindak kekerasan 13.
pelayanan
pelayananpublik
public
Rendahnya kemampuan dan kapasitas pelaku usaha
31.
30.
32.
Rendahnya kualitas
Rendahnya kualitas infrastruktur
infrastrukturperdesaan
perdesaan
Belum terbangunnya optimalisasi peningkatan
12. Rendahnya kemampuan dan kapasitas pelaku usaha 31. Belum terbangunnnya optimalisasi peningkatan
6. Banyuwangi telah memiliki sistem informasi daerah yang cukup baik 14.
13.
Belum terlihatnya peran koperasi sebagai pelaku sektor riil
Belum terlihatnya peran koperasi sebagai pelaku sector riil
pemberdayaan masyarakat di perdesaan
pemberdayaan masyarakat di perdesaan
15. Rendahnya pertumbuhan wirausaha baru yang berkualitas 33. Masih rendanya keberpihakan pembangunan terhadap anak
dalam pelaksanaan pemerintahan 14.
16.
Rendahnya pertumbuhan wirausaha baru yang berkualitas
Belum optimalnya pemasaran produksi pertanian
32.
34.
Masih rendahnya keberpihakan pembangunan terhadap
Lemahnya koordinasi lintas sektoral aparatur
15. Belum optimalnya pemasaran produksi pertanian anak
7. Pola kepemimpinan yang visioner 17.
16.
Belum efektif dan efisiennya sarana dan sarana pertanian
Belummenunjang
dalam efektif danproduktivitas
efisiennya sarana dan prasarana
35.
33.
Belum optimalnya akuntabilitas kinerja aparatur
Lemahnya
pemerintahkoordinasi
daerah lintas sector aparatur
pertanian dalam menunjang produktifitas 34. Belum optimalnya akuntabilitas kinerja aparatur desa
8. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah setiap tahun 18.
17.
Belum intensifnya
Belum intensifnya
pemasaran pariwisata
pariwisata berbasis
berbasis IT 36. Terbatasnya
pemerintah
kapasitas pemerintahan
daerahpelayanan publik
pemerintah
19. Lemahnya daya dukung infrastruktur danITSDM lokal 37. Belum optimalnya
membaik 18. Lemahnya daya dukung infrastruktur dan SDM local
pariwisata 35. Terbatasnya kapasitas pemerintahan pemerintah desa
pariwisata 36. Belum optimalnya pelayanan publik

Opportunity (Peluang) Threat (Ancaman)


1. Momentum penurunan tingkat pengangguran terbuka 1. Peningkatan potensi ancaman budaya asing terhadap budaya lokal
2. Besarnya tekanan dan tuntutan untukmengakomodir pemberlakuan ASEAN
2. Besarnya afirmasi dan tuntutan pemerintah pusat terhadap
E K S T E R NA L

Community
reformasi birokrasi 3. Struktur pelaku usaha didominasi usaha mikro yang informal dengan produktivitas
3. Banyaknya program prioritas pemerintah pusat yang terbatas
ditempatkan di daerah-daerah potensial yang berorientasi 4. Belum terciptanya kondisifitas dan dominasi afirmasi terhadap Usaha Kecil Menengah
5. Konsistensi peningkatan investasi belum mampu menjawab tingginya permintaan
pada hasil 6. Masih relatif tingginya gini rasio
4. Banyaknya kunjungan Pemda lain untuk studi banding terkait 7. Belum meratanya sebaran pendudukKabupaten Banyuwangi
tatakelola pemerintahan 8. Perlunya perluasan jaringan kemiteraan pariwisata
5. Kekayaan dan potensi Wisata yang beragam 9. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan
10.Masih relatif tingginya pembangunan tidak ber-IMB
11.Belum kuatnya karakter dan pondasi perekonomian perdesaan
12.Meningkatnya pencemaran lingkungan dan sumberdaya alam
13.Besarnya tuntutan UU No 5 Tahun 2014 Tentang Desa
14.Belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan publik berbasis teknologi informasi

Gambar 6.1: Identifikasi faktor internal dan eksternal dalam analisis SWOT

Identifikasi faktor tersebut sangat yang telah terbagi dalam 4 (empat) kuadran
penting untuk memahami kondisi riil di atas dirumuskan alternatif strategi
Kabupaten Banyuwangi. Semakin banyak sebagai berikut:
dan tajam hasil identifikasi faktor internal
dan eksternal yang dipisahkan berdasarkan
kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman, maka semakin membantu proses
perumusan strategi pembangunan yang
“membumi” dan benar-benar dapat
diimplementasikan dalam pelaksanaan
pembangunan.
Penggunaan metode SWOT dalam
penetapan strategi lebih karena
kesederhanaan dan banyak dipahami oleh
pelaku pembangunan. Atas dasar informasi

128 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Gambar 6.2: Analisis SWOT dalam penetapan Strategi Pembangunan Daerah

Strategi S-O ini merupakan kondisi yang dalam perekonomian Banyuwangi hanya
sangat diharapkan, daerah memiliki peluang mempunyai kontribusi rata-rata 29,4 %,
dan kekuatan, sehingga dapat namun mampu tumbuh hingga 2 digit atau
memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. diatas 11 %. Sedangkan sektor pertanian
Strategi yang harus diterapkan dalam adalah yang mempunyai kontribusi paling besar
untuk mendukung kebijakan pertumbuhan dalam perekonomian daerah (44,9%) hanya
yang agresif (Growth Oriented Strategi). tumbuh rata-rata kurang dari 5%.
Strategi ini memberikan penekanan pada Oleh sebab itu strategi yang di tetapkan
metode pemerintah daerah dalam adalah mengembangkan sistem
menggunakan kekuatan yang dimiliki dan pemerintahan yang integratif melalui
memanfaatkan sebesar-besarnya peluang Institusionalisasi Inovasi dan reformasi
yang ada. Kekuatan dominan yang dimiliki birokrasi dalam proses bisnis di semua level
oleh Kabupaten Banyuwangi adalah Pemerintahan; dan Penciptaan Inklusivitas
kepemimpinan visioner dan birokrasi yang pertumbuhan ekonomi melalui
solid yang menjadi kekuatan untuk pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
melakukan inovasi dalam pembangunan Institusionalisasi Inovasi diarahkan pada
serta pemanfaatan sistem informasi seluruh pelaku pembangunan untuk
pembangunan daerah dalam segala aktivitas melakukan inovasi, baik pemerintah, swasta
pemerintahan untuk mendorong efektifitas dan masyarakat guna mengangkat nama
dan efisiensi pelaksanaan tugas pemerintah Banyuwangi dalam konstelasi regional Jawa
daerah. Sementara peluang paling besar Timur, Nasional dan bahkan Internasional.
yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi
adalah kekayaan dan potensi wisata daerah
yang sangat beragam, sebagai lokomotif
perekonomian daerah. Sektor pariwisata

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |129


Pemerintah daerah mempunyai peran Pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
besar dalam mendorong Inovasi swasta dan dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi
masyarakat (kelompok masyarakat, yang terjadi tidak hanya akibat perubahan
organisasi kemasyarakatan, dsb). Secara kondisi ekonomi makro, namun juga
internal, nilai inovasi ditanamkan dalam terbangun dari kapasitas ekonomi
setiap aktivitas pemerintahan dan masyarakat (sektor riil) khususnya pada
pembangunan daerah melalui reformasi sektor pariwisata. Pariwisata didesain
birokrasi untuk peningkatan pelayanan menjadi “Umbrella” Investasi pemerintah
publik. Hal ini mengingat Reformasi Birokrasi dan swasta di Banyuwangi, peningkatan
merupakan prasyarat utama tatakelola surplus perdagangan daerah, serta
pemerintahan yang inovatif dan akuntabel. pembangunan infrastruktur merupakan pilar
Reformasi birokrasi merupakan pintu masuk meningkatkan makro ekonomi Banyuwangi.
seluruh elemen pemerintah dalam Namun demikian, upaya ini dapat
memanfaatkan peluang yang ada dengan melebarkan kesenjangan kepada masyarakat
pendekatan pembangunan yang inovatif menengah kebawah yang mengandalkan unit
secara substansial. Bisnis proses usaha ditingkat mikro, kecil dan menengah
pemerintahan merupakan penerjemahan yang notabene masyarakat sebagai pelaku
dari tugas dan fungsi satuan kerja perangkat ekonomi sesungguhnya. Oleh karenanya
daerah dalam memberikan layanan kepada perlu afirmasi yang seimbang kepada seluruh
masyarakat, merencanakan program, pelaku ekonomi. UMKM didesain sebagai
melaksanakan aktifitas pembangunan, sabuk pengaman perekonomian arus bawah,
melakukan monitoring dan evaluasi, serta untuk menjadi pilar pengentasan kemiskinan
mempertangungjawabkan hasil-hasil dan pengangguran. Menciptakan integrated
(outcome) pembangunan daerah. Agresifitas farming dalam wadah ekonomi kreatif, yang
strategi ini terletak pada Perangkat Daerah mempu mengintegrasikan pertanian-
memberikan sentuhan inovasi pada setiap pariwisata- UMKM. Termasuk didalamnya
aktivitas pembangunan. pengembangan wirausaha baru, standarisasi,

130 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


sertifikasi, pengendalian, pengawasan pembangunan melalui optimalisasi Teknologi
produk dan peningkatan akses permodalan, Informasi dan membangun early warning
merupakan bentuk nyata dari strategi ini. system pengendalian yang berorientasi pada
Strategi S-T adalah strategi dalam hasil. Hal ini mengingat bahwa keberhasilan
menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh pembangunan ditentukan oleh 2 hal yaitu
pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk perencanaan yang akurat dan pelaksanaan
mengatasi ancaman. Strategi dalam kondisi pembangunan daerah yang tepat
ini sering disebut sebagai mobilization sebagaimana perencanaan yang telah
strategy, dimana dengan menggunakan disusun. Data dan informasi yang valid
kekuatan yang ada pemerintah di dorong merupakan basis penyusunan rencana
untuk menggeser ancaman untuk menjadi pembangunan yang akurat, serta menjadi
peluang jangka panjang. Oleh sebab itu perlu early warning untuk memastikan bahwa
disusun sebuah strategi yang mampu proses pelaksanaan pembangunan daerah
menghasilkan peluang jangka panjang, yang sedang dijalankan senantiasa tepat
berdasarkan ancaman yang dimiliki. sebagaimana perencanaan yang telah
Berdasarkan identifikasi faktor diatas, disusun.
Kabupaten Banyuwangi masih memiliki Kompleksitas penyelenggaran sistem
banyak tantangan/ancaman pembangunan. pemerintahan saat ini, dapat
Sementara kekuatan utamanya hanya desederhanakan dengan pemanfaatan
terletak pada komitmen pelaksanaan sistem Teknologi Informasi. TI merupakan
pemerintahan yang inovatif. Pada Kondisi instrument penting dalam peningkatan
dibutuhkan strategi yang mampu merespon efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan
kebutuhan pembangunan secara cepat dan pemerintahan. Sistem pengendalian dan
tepat, yang berorientasi pada kinerja hasil pengawasan harus mampu menyediakan
pembangunan yang bisa dirasakan oleh informasi yang real-time (cepat, akurat dan
masyarakat. Sehingga strategi yang bisa diakes kapanpun dibutuhkan) yang
dibutuhkan adalah Melakukan akselerasi

Lapangan Atletik Kawasan GOR Tawangalun

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |131


mampu memberikan gambaran hasil dan percepatan pembangunan Infrastruktur
dampak pembangunan secara nyata. diarahkan pada peningkatan konektifikatas
Strategi W-O diterapkan berdasarkan antar wilayah (pusat-hinterland) dan
pemanfaatan peluang yang ada dengan cara penurunan kesenjangan (disparitas), serta
meminimalkan kelemahan yang ada. infrastruktur strategis penunjang
Pemerintah daerah menghadapi peluang perekonomian. Mengingat coverage wilayah
pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak Banyuwangi yang cukup luas, penetapan
harus menghadapi beberapa prioritas dan dukungan pendanaan dari
kendala/kelemahan internal. Dalam kondisi pemerintah pusat dan provinsi menjadi
ini pilihan strategi yang mungkin ada 2 (dua), penting.
yaitu strategi yang bersifat investment dan Strategi W-T ini merupakan situasi
yang bersifat divestment. Bersifat investasi yang sangat tidak menguntungkan, dimana
sebab, strategi ini melakukan perbaikan pemerintah harus menghadapi berbagai
kelemahan untuk bisa menjadi kekuatan. ancaman dan kelemahan internal, secara
Kedua, divestasi kelemahan yang dimiliki, hal bersamaan. Strategi ini bersifat defensive
ini bisa terjadi jika pemerintah telah benar- atau strategi untuk survive dan berusaha
benar memaksimalkan kekuatan yang meminimalkan kelemahan yang ada serta
dimiliki. Pilihan terbaiknya adalah bagaimana menghindari ancaman. Dalam analisis
Kabupaten Banyuwangi bisa melakukan lingkungan diatas, faktor tantangan dan
investasi jangka panjang untuk mengatasi kelemahan sangat banyak mendominasi.
kelemahannya agar lebih bisa competitive Sehingga strategi yang dibutuhkan dalam
atau memiliki daya saing. Sehingga strategi menjawab kondisi ini juga lebih banyak
yang dibutuhkan adalah Membangun dibutuhkan. Strategi ini dikenal sebagai
generasi yang handal melalui jaminan akses demage control, yang diartikan sebagai
layanan dasar dan pengembangan pendidikan upaya membangun dengan penuh kesadaran
kejuruan yang berorientasi pada potensi atas kelemahan dan ancaman yang dimiliki.
daerah; dan Percepatan pembangunan Strategi yang ditetapkan dalam kondisi ini
infrastruktur dasar penunjang perekonomian diantaranya Pengarustamaan Budaya
melalui kemitraan (partnership) pembiayaan berbasis penguatan modal sosial untuk
pembangunan. kesadaran hukum, ketentraman dan
Membangun generasi yang handal ini ketertiban umum, dalam rangka menjaga
sejalan dengan concern Presiden dalam stabilitas sosial dan politik daerah; dan
RPJMN dengan serius menaruh perhatian Mengurangi kesenjangan yang berorientasi
kepada anak. Di Banyuwangi bentuk nyata pada pro-job, pro-growth, pro-equity, pro-
dukungan terhadap masalah tersebut adalah environment melalui penguatan
dengan membentuk Banyuwangi Children interkonektivitas spasial.
Centre, yang bekerja merespon laporan Melakukan rekayasa sosial (social
kekerasan kepada anak dengan cepat dan engineering) dan pengarusutamaan budaya
tanggap. Termasuk juga dengan memberikan dengan membentuk kelompok-kelompok
jaminan kesehatan bagi masyarakat mulai penggerak sosial berbasis pemberdayaan
dari sebelum lahir hingga lanjut usia yang mampu mempertahankan nilai lokalitas.
(Continuum of Care Across Life Cycle), dengan Yang diharapkan mampu menjaga stabilitas
konsep Banyuwangi Emas. Sementara untuk sosial, pencegahan pelanggaran hukum dan

132 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


menjaga kondusifitas pembangunan.
Sedangkan pembangunan yang pro-job,
pro-growth, pro-equity adalah orentasi
pembangunan yang dilakukan pemerintah
tidak hanya sekedar tumbuh, namun
pertumbuhannya yang memperhatikan
kapasitas partisipasi masyarakat dalam
membangun, keadilan antara daerah kota
dan daerah terpencil, antara yang miskin
dan yang kaya. Serta pembangunan yang
berorientasi pada lingkungan (pro-
environment), agar kelestarian tetap Poliklinik RSUB Blambangan
terjaga dan kapasitas daya dukung dan
daya tampung pembangunan masih dapat
dinikmati anak cucu masyarakat
Kabupaten Banyuwangi.
Sejalan dengan semangat
membangun dari pinggiran, dan
implementasi UU No. 6 tahun 2014
tentang Desa. Banyuwangi membangun
konsep SMART KAMPUNG, yang
diharapkan dapat mendorong
peningkatan Smart People, Smart
Economic dan Smart Environment. Desa tidak
Informasi dan membangun early
hanya menjadi objek pembangunan,
warning system pengendalian yang
melainkan subjek pembangunan. Sebab unit
berorientasi pada hasil;
terkecil orientasi pembangunan adalah desa,
maka ketika desa telah terbangun dengan St.3. Membangun generasi yang handal
baik, sejatinya pembangunan daerah telah melalui jaminan akses layanan dasar
berjalan dengan baik. dan pengembangan pendidikan
Berdasarkan analisis diatas, strategi kejuruan yang berorientasi pada
pembangunan daerah Kabupaten potensi daerah;
Banyuwangi dalam kurun waktu lima tahun St.4. Pengarusutamaan Budaya berbasis
kedepan adalah sebagai berikut (Strategi penguatan modal sosial untuk
dianalogikan dengan “St”): kesadaran hukum, ketentraman dan
St.1. Mengembangkan sistem Pemerintahan ketertiban umum, dalam rangka
yang Integratif melalui Institusionalisasi menjaga stabilitas sosial dan politik
Inovasi dan reformasi birokrasi dalam daerah;
proses bisnis di semua level St.5. Percepatan pembangunan
Pemerintahan; infrastruktur dasar penunjang
St.2. Melakukan akselerasi pembangunan perekonomian melalui kemitraan
melalui optimalisasi Teknologi (partnership) pembiayaan
pembangunan;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |133


St.6. Penciptaan Inklusivitas pertumbuhan b. Meningkatnya Kinerja Laporan Keuangan
ekonomi melalui pengembangan dan Kinerja Birokrasi;
berbasis Pariwisata; 1) Opini BPK terhadap LKPD;
St.7. Mengurangi kesenjangan yang 2) Indeks Reformasi Birokrasi.
berorientasi pada pro-equity, pro-job, c. Meningkatnya penggunaan Sistem
pro-growth, pro-environment melalui Informasi Daerah;
penguatan interkonektivitas spasial. 1) Persentase implementasi sistem
informasi dalam pelayanan publik;
Strategi tersebut disusun dalam
2) Persentase pemerintah desa yang
rangka pencapaian sasaran strategis
menggunakan IT dalam pemberian
pembangunan daerah. Setiap strategi harus
layanan.
mampu di orientasikan terhadap pencapaian
Melalui setrategi (St.3) Membangun
sasaran pembangunan yang dituju, dan
generasi yang handal melalui jaminan akses
mendukung pencapaian misi yang telah ada.
layanan dasar dan pengembangan pendidikan
Strategi merupakan rumusan perencanaan
kejuruan yang berorientasi pada potensi
komperhensif tentang bagaimana
daerah; dan Strategi (St.4) Pengarusutamaan
Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan
Budaya berbasis penguatan modal sosial
sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.
untuk kesadaran hukum, ketentraman dan
Berikut ini adalah peruntukan dan fungsi
ketertiban umum, dalam rangka menjaga
strategi pembangunan terhadap sasaran
stabilitas sosial dan politik daerah;
pembangunan yang ingin dicapai.
diharapkan mampu menjawab sasaran
Melalui setrategi (St.1)
strategis dengan indikator sebagai berikut
Mengembangkan sistem Pemerintahan yang
ini:
integratif melalui Institusionalisasi Inovasi
a. Meningkatnya akses pelayanan bidang
dan reformasi birokrasi dalam Proses Bisnis di
Pendidikan;
semua level Pemerintahan; dan Strategi (St.2)
1) Indeks Pendidikan;
Melakukan akselerasi pembangunan melalui
optimalisasi Teknologi Informasi dan 2) Angka Melanjutkan Perguruan Tinggi.
b. Meningkatnya kualitas layanan
membangun early warning system
Pendidikan;
pengendalian yang berorientasi pada hasil;,
1) Rasio Lembaga Pendidikan
diharapkan mampu menjawab sasaran
Terakreditasi A;
strategis dengan indikator sebagai berikut
2) Jumlah Atlet Berprestasi.
ini:
c. Meningkatnya akses pelayanan bidang
a. Meningkatnya akuntabilitas instansi
kesehatan;
pemerintah dan kualitas layanan publik;
1) Persentase Cakupan Pelayanan
1) Nilai/Predikat AKIP;
Masyarakat;
2) Indeks Profesionalitas Aparatur;
2) Indeks Kesehatan Keluarga
3) Persentase Indeks Kepuasan
Banyuwngi.
Masyarakat (IKM);
d. Meningkatnya Kualitas Layanan
4) Persentase policy brief yang
Kesehatan;
dimanfaatkan Bupati dalam
1) Angka Kematian Ibu per 100.000
merumuskan kebijakan;
Kelahiran Hidup;

134 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


2) Persentase fasilitas kesehatan Melalui setrategi (St.6) Penciptaan
terakreditasi; Penciptaan Inklusivitas pertumbuhan
3) Tingkat kesehatan Rumah Sakit. ekonomi melalui pengembangan berbasis
e. Meningkatnya perlindungan sosial Pariwisata; diharapkan mampu menjawab
masyarakat; sasaran strategis dengan indikator sebagai
1) Persentase Angka PMKS; berikut ini:
2) Persentase Penurunan Pelanggaran a. Menurunnya kesenjangan antar wilayah;
Perda. 1) Gini Rasio.
f. Meningkatnya kesadaran dan b. Menurunnya tingkat pengangguran;
pemahaman masyarakat akan 1) Tingkat pengangguran terbuka (TPT).
keragaman budaya. c. Meningkatnya investasi PMA dan PMDN;
1) Indeks Gotong Royong; 1) Realisasi Investasi PMA dan PMDN.
2) Indeks Toleransi. d. Meningkatnya laju pertumbuhan
Melalui setrategi (St.5) Percepatan ekonomi sektor unggulan;
pembangunan infrastruktur dasar penunjang 1) Persentase Pertumbuhan Sektor
perekonomian melalui kemitraan Industri Olahan dalam PDRB;
(partnership) pembiayaan pembangunan; 2) Persentase Pertumbuhan Sektor
diharapkan mampu menjawab sasaran Perdagangan dalam PDRB;
strategis dengan indikator sebagai berikut 3) Persentase Pertumbuhan sektor
ini: Pertanian dalam PDRB;
a. Meningkatnya Infrastruktur Ekonomi 4) Persentase UKM terhadap UMKM
yang Berkualitas; yang mengalami peningkatan skala
1) Persentase ketersediaan Sarana dan usaha;
Prasarana Penunjang Perekonomian; 5) Persentase koperasi Berkualitas.
2) Persentase Ketersediaan Fasilitas e. Menurunnya kemiskinan;
Umum dan Infrastruktur Perdesaan; 1) TingkatKemiskinan.
3) Persentase Cakupan Wilayah Teraliri f. Meningkatnya pemanfaatan potensi
Air Bersih; pariwisata bagi masyarakat;
4) Persentase Irigasi Untuk Pertanian 1) Spending of Money.
Rakyat yang Teraliri; Melalui setrategi (St.7) Mengurangi
5) Persentase Kondisi Jalan Baik; kesenjangan yang berorientasi pada pro-
6) Persentase Cakupan Layanan TIK; equity, pro-job, pro-growth, pro-environment
7) Persentase; melalui penguatan interkonektivitas spasial;
8) Tertib Tata Ruang. diharapkan mampu menjawab sasaran
b. Meningkatnya Infrastruktur Sosial yang strategis dengan indikator sebagai berikut
Berkualitas; ini:
1) Persentase cakupan Ketersediaan a. Meningkatnya kapasitas pemberdayaan
Infrastruktur Penanggulangan kelompok masyarakat desa;
Bencana; 1) Indeks Desa Membangun.
2) Persentase Cakupan Pelayanan b. Terwujudnya pemberdayaan responsif
Perumahan Rakyat dan Permukiman; Gender;
3) Persentase kecukupan luasan RTH 1) Indeks Pemberdayaan Gender.
Publik.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |135


c. Meningkatnya perlindungan terhadap yang selanjutnya menjadi arah kebijakan
anak; pembangunan untuk tiap tahunnya. Arah
1) Persentase Penanganan Kasus kebijakan merupakan pedoman dalam
Kekerasan Anak. mengarahkan rumusan strategi yang
d. Meningkatnya Kualitas Lingkungan; sebelumnya telah dirumuskan agar lebih
1) Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sistematis dalam mencapai tujuan dan
(IKLH). sasaran dalam kurun waktu 5 (lima) tahun
periode pembangunan. Arah kebijakan
6.2 Arah Kebijakan memberikan pedoman dan arahan tema
Strategi harus dipandang sebagai satu pembangunan dan prioritas tahunan apa
kesatuan skenario-skenario selama periode 5 yang harus dikerjakan. Pada tiap tahunnya
(lima) tahun. Strategi terdiri dari tema-tema diberikan penekanan terhadap prioritas
yang secara simultan saling melengkapi tertentu sesuai dengan pemetaan strategi
membentuk cerita atau skenario strategi, yang telah dirumuskan. Gambar berikut ini
adalah strategi pelaksanaan arah kebijakan:

Tourism information center Di kawasan Kawah Ijen

136 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


SASARAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020

Mengembangkan sistem Pemerintahan yang


Sasaran:
S.20.T.9
Integratif melalui Institusionalisasi Inovasi dan
S.21.T.9 reformasi birokrasi dalam proses bisnis di
S.22.T.9

Melakukan akselerasi pembangunan melalui optimalisasi


Teknologi Informasi dan membangun early warning
Sasaran:
S.1.T.1
S.2.T.1
S.3.T.2
S.4.T.2
S.5.T.3
S.6.T.3 Membangun generasi yang handal melalui jaminan akses layanan dasar dan
S.7.T.3 pengembangan pendidikan kejuruan yang berorientasi pada potensi daerah;

Pengarusutamaan Budaya berbasis penguatan modal sosial untuk


kesadaran hukum, ketentraman dan ketertiban umum, dalam
rangka menjaga stabilitas sosial dan politik daerah;
Sasaran:
S.14.T.5
S.15.T.6

Percepatan pembangunan infrastruktur dasar penunjang


perekonomian melalui kemitraan (partnership) pembiayaan
pembangunan;
Sasaran:
S.8.T.4
S.9.T.4
S.10.T.4 Penciptaan Inklusivitas pertumbuhan ekonomi melalui
S.11.T.4 pengembangan berbasis Pariwisata;
S.12.T.4
S.13.T.4

Sasaran:
S.16.T.7 Mengurangi kesenjangan yang berorientasi
S.17.T.7 pada pro-equity, pro-job, pro-growth, pro-
S.18.T.7 environment melalui penguatan
S.19.T.8

Gambar 6.3: Strategi Pelaksanaan Arah Kebijakan


Sumber: diolah dari rumusan strategi pembangunan daerah

Dari gambar di atas, strategi Merujuk pada strategi pelaksanaan


dirumuskan secara spesifik terhadap arah kebijakan diatas, maka arah kebijakan
horizon waktu. Dengan arah kebijakan, tahunan yang dituangkan tema
strategi dapat diterangkan secara logis pembangunan dan prioritas pembangunan
kapan suatu strategi dijalankan mendahului ditetapkan sebagai berikut:
atau menjadi prasyarat bagi strategi
lainnya. Urut-urutan strategi dari tahun ke
tahun selama 5 (lima) tahun dipandu dan
dijelaskan dengan arah kebijakan.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |137


Tabel 6.1: Tema Pembangunan Pertahun Kabupaten Banyuwangi Periode Tahun 2016-2020
PRIORITAS PEMBANGUNAN
TEMA DAN PRIORITAS Prioritas Karena Prioritas Pendukung
PEMBANGUNAN
Wajib dengan Sendirinya Strategi Pembangunan
Tahun 2016: Pemantapan Pencapaian 100 Hari Janji
Percepatan 1. Pendidikan Kepala Daerah
Pembangunan 2. Kesehatan Reformasi Manajemen Pembangunan
Infrastruktur Untuk 3. Pelayanan Umum Berbasis Hasil
Meningkatkan Daya 4. Urusan Pemerintahan Profesionalitas Aparatur Dan Perilaku
Saing Menghadapi MEA Birokrasi
Akhir 2015 Membangun Sistem Monitoring &
Evaluasi Terintegratif Yang Berorientasi
Hasil
Mendesain Perencanaan Dan
Penganggaran Yang Berorientasi Pada
Program Prioritas
Meredifinisikan Organisasi Perangkat
Daerah Yang Berorientasi Pada Efektifitas
Pencapaian Visi-Misi Bupati
Tahun 2017 Melengkapi Sarana Prasarana Aparatur
Peningkatan Sarana- 1. Pendidikan Dan Sistem Pendukung Layanan Dasar
Prasaran Layanan Dasar 2. Kesehatan Pemerintahan Hingga Ke Desa
Dan Insfrastruktur 3. Pelayanan Umum Mempercepatan Agenda Pembangunan
Perekonomian Berskala 4. Urusan Pemerintahan Infrastruktur Dasar Yang Mempunyai
Perdesaan Yang Daya Ungkit Perekonomian
Berorientasi Pada Infrastruktur Aksesibilitas Antar Kawasan
Potensi Unggulan Lokal; Perdesaan Dan Pertanian
Infrastruktur Besar Berbasis Kawasan Dan
Pusat Pertumbuhan Baru
Infrastruktur Sistem Informasi Sosial
Dalam Penguatan City Branding
Banyuwangi
Perencanaan Akses Destinasi Pariwisata
Unggulan
Tahun 2018 Mempercepat Kemudahan Investasi
Inklusivitas 1. Pendidikan Pembangunan Yang Berorientasi Pada
Pertumbuhan Ekonomi 2. Kesehatan Pertanian Dan Pariwisata
Sektor Unggulan 3. Pelayanan Umum Menjalankan Sistem Inovasi Daerah
Pertanian Dan Pariwisata 4. Urusan Pemerintahan Untuk Produk Unggulan Hingga Wilayah
Melalui Pemberdayaan Perdesaan
Kelompok Usaha Dan Penguatan Kerjasama Pemerintah Dan
Ekonomi Kreatif Swasta
Pemberdayaan Kelompok Usaha Dan
Pelaku Ekonomi Kreatif

138 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


PRIORITAS PEMBANGUNAN
TEMA DAN PRIORITAS Prioritas Karena Prioritas Pendukung
PEMBANGUNAN
Wajib dengan Sendirinya Strategi Pembangunan
Pengembangan Dan Penguatan Pasar
Untuk Produk Pertanian Yang Integratif
Dengan Pariwisata
Tahun 2019 Penguatan Produktivitas Pertanian Dan
Pemantaban Kontribusi 1. Pendidikan Produk Olahan Turunan
Sektor Pertanian Dan 2. Kesehatan Pengembangan Dan Pemasaran Produk
Pariwisata Terhadap 3. Pelayanan Umum Unggulan Kabupaten
Perekonomian Regional 4. Urusan Pemerintahan Pengembangan Pelaku Usaha Berbasis
Dan Pemerataan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Pendapatan Masyarakat Mempermudah Akses Modal
Membangun Keterpaduan Antar Wilayah
Untuk Pengembangan Pariwisata Dan
Pertanian
Tahun 2020 Memantabkan Sistem Terintegratif
Kemandirian Ekonomi 1. Pendidikan Perekonomian Berbasis Pertanian Dan
Diseluruh Wilayah Yang 2. Kesehatan Periwisata
Terintegrasi Dan 3. Pelayanan Umum Membangun Alternatif Industri Hasil
Berkelanjutan 4. Urusan Pemerintahan Pertanian Dan Pariwisata
Membangun Keberlanjutan Pengendalian
Pembangunan Unggulan
Memperluas Pasar Dan Produk Olahan
Hasil Pertanian,
Manjamin Sistem Pasar Yang Berorientasi
Pada Masyarakat Kelas Bawah

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |139


PKL Ikan Bakar Watudodol

140 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


BAB VII
KEBIJAKAN UMUM DAN
PROGRAM PEMBANGUNAN
DAERAH

7.1 Kebijakan Umum


pemerintahan yang mendorong proses
Kebijakan umum pembangunan
penciptaan nilai dari proses inovasi,
daerah bertujuan untuk menggambarkan
pengembangan barang/jasa publik, dan
keterkaitan antara bidang urusan
penyerahan layanan pada segmentasi
pemerintahan daerah dengan rumusan
masyarakat yang sesuai;
indikator kinerja sasaran yang menjadi
3. Kebijakan pada perspektif kelembagaan
acuan penyusunan program pembangunan
yaitu kebijakan yang mendorong upaya-
jangka menengah daerah berdasarkan
upaya yang mengungkit kinerja masa
strategi dan arah kebijakan yang
depan berupa investasi pada perbaikan
ditetapkan.
SDM, sistem, dan pemanfaatan
Melalui rumusan kebijakan umum,
teknologi informasi bagi peningkatan
diperoleh sarana untuk menghasilkan atau
kinerja operasional pemerintahan
diperolehnya berbagai program yang paling
daerah;
efektif mencapai sasaran. Untuk itu,
4. Kebijakan pada perspektif keuangan
dibutuhkan kebijakan umum agar dapat
yaitu kebijakan yang memberi jalan bagi
merangkai program-program prioritas yang
upaya untuk mengefektifkan alokasi
inherent. Agar kebijakan umum dapat
anggaran, efisiensi belanja, dan upaya-
dijadikan pedoman dalam menentukan
upaya untuk meningkatkan kapasitas
program prioritas yang tepat, kebijakan
keuangan daerah demi mendukung
umum dibuat dalam empat perspektif
strategi pembangunan daerah.
sesuai strateginya, yaitu:
Hubungan antara kebijakan umum
1. Kebijakan pada perspektif
dan empat perspektif diatas, sekaligus
masyarakat/layanan adalah kebijakan
berdasarkan atas strategi pembangunan
yang dapat mengarahkan kejelasan
daerah, guna menunjang pencapaian Visi
segmentasi masyarakat yang akan
dan Misi pembangunan dapat dilihat dalam
dilayani, kebutuhan dan aspirasi mereka
tabel berikut ini:
dan layanan apa yang harus diberikan;
2. Kebijakan pada perspektif proses
internal adalah kebijakan bagi
operasionalisasi birokrat dan lembaga

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |141


Tabel 7.1: Kebijakan Umum dan Program Pembangunan
Strategi 1
Strategi 1: Mengembangkan sistem Pemerintahan yang Integratif melalui Institusionalisasi Inovasi dan reformasi birokrasi
No. Perspektif dalam proses bisnis di semua level Pemerintahan
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat
2 Perspektif Proses Membangun standarisasi kualitas layanan dan menjamin 1. Program Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa
Internal peningkatan kepuasan masyarakat 2. Program Penataan Administrasi Kependudukan
3. Program Pengelolaan Arsip Statis dan Dinamis
4. Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaran
Pemerintahan Desa
5. Program Perencanaan Pembangunan Daerah
6. Program Perencanaan Pembangunan Sarpras Wilayah
dan Lingkungan Hidup
7. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi
8. Program Perencanaan Pembangunan Kesra dan
Pemerintahan
9. Program Pengembangan Data/ Informasi/ Statistik
Daerah
10. Program Pengamanan Informasi Daerah
3 Perspektif Penguatan kapasitas aparatur dalam melakukan inovasi 1. Program Perumusan Kebijakan Penyelenggaraan
Kelembagaan dan penegakan peraturan daerah Pemerintahan
2. Program Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Aparatur
dan Instansi Pemerintah
3. Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
4. Program Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan

142 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


4 Perspektif Keuangan Penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah yang 1. Program peningkatan dan pengembangan
bersih dan efisien pengelolaan keuangan daerah
2. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur

Strategi 2
Strategi 2: Melakukan akselerasi pembangunan melalui optimalisasi Teknologi Informasi dan membangun early warning
No. Perspektif system pengendalian yang berorientasi pada hasil
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam 1. Program Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi
monitoring dan evaluasi pembangunan berorientasi pada Informatika
hasil
2 Perspektif proses Mengembangkan sistem monitoring berbasis IT 1. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan
Internal terintegrasi dengan sistem informasi manajemen Media Massa
pembangunan daerah 2. Program Pengembangan dan Penyebaran Informasi
Pemerintah Daerah
3 Perspektif Fasilitasi dan Pendampingan Aparatur Pemerintah desa 1. Program Tatakelola Pengembangan e-Government
Kelembagaan dalam pemanfaatan teknologi informasi pemerintahan dan
pembangunan
4 Perspektif Keuangan

Stretagi 3
Strategi 3: Membangun generasi yang handal melalui jaminan akses layanan dasar dan pengembangan pendidikan
No. Perspektif kejuruan yang berorientasi pada potensi daerah
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Jaminan akan akses dan kualitas Pendidikan bagi seluruh 1. Program Peningkatan Akses PAUD
masyarakat 2. Program Peningkatan Akses Pendidikan SD
3. Program Peningkatan Akses Pendidikan Masyarakat
4. Program Peningkatan Akses Pendidikan SMP

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |143


Strategi 3: Membangun generasi yang handal melalui jaminan akses layanan dasar dan pengembangan pendidikan
No. Perspektif kejuruan yang berorientasi pada potensi daerah
Kebijakan Umum Program Pembangunan
5. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan
Perpustakaan
Jaminan akan akses dan kualitas Kesehatan bagi seluruh 1. Program Keluarga Berencana
masyarakat 2. Program Promosi Kesehatan
3. Program Upaya Peningkatan Kesehatan Berbasis
Masyarakat
4. Program Upaya Peningkatan Kesehatan Perorangan
5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
6. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan
Makanan
7. Program Pengembangan Lingkungan Sehat
8. Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
9. Program Pembiayaan Kesehatan

2 Perspektif proses Internal Membangun kerjasama dan kemitraan pengembangan 1. Program Peningkatan Mutu PAUD
pendidikan (KAD & PPP) 2. Program Peningkatan Mutu Pendidikan SD
3. Program Peningkatan Mutu Pendidikan SMP
4. Program Peningkatan Mutu Pendidikan Masyarakat
Membangun kerjasama dan kemitraan pengembangan 1. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Hamil, Melahirkan
kesehatan (KAD & PPP) dan Nifas
2. Program Sumberdaya Kesehatan
3. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana
dan Prasarana Puskesmas/Puskemas Pembantu dan
Jaringannya
4. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
3 Perspektif Kelembagaan
4 Perspektif Keuangan

144 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi 4
Strategi 4: Pengarusutamaan Budaya berbasis penguatan modal sosial untuk kesadaran hukum, ketentraman dan
No. Perspektif ketertiban umum, dalam rangka menjaga stabilitas sosial dan politik daerah
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Penguatan kapasitas kelompok masyarakat, komunitas dan 1. Program pengembangan wawasan kebangsaan
tokoh-tokoh agama
2 Perspektif proses Internal Penegakan hukum dan pencegahan konflik sosial 1. Program Peningkatan Penegakan Peraturan Daerah
3 Perspektif Kelembagaan Meningkatkan kapasitas pengendalian dan pengawasan sosial 1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan
dan kesiapsiagaan bencana 2. Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya
Kebakaran
3. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
4 Perspektif Keuangan

Strategi 5
Strategi 5: Percepatan pembangunan infrastruktur dasar penunjang perekonomian melalui kemitraan (partnership)
No. Perspektif pembiayaan pembangunan
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Memprioritaskan pembangunan infrastruktur ekonomi untuk 1. Program Pembangunan Jalan
wilayah-wilayah cepat tumbuh, strategis dan penghubung antar 2. Program Pembangunan Jembatan
kawasan 3. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Saluran
Drainase/Gorong-gorong
4. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
5. Program Pengembangan Transportasi Laut, Transportasi
Udara dan Perkeretaapian
6. Program Pengelolaan LPJU
7. Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi
Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya
8. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi,
Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |145


Strategi 5: Percepatan pembangunan infrastruktur dasar penunjang perekonomian melalui kemitraan (partnership)
No. Perspektif pembiayaan pembangunan
Kebijakan Umum Program Pembangunan
Memprioritaskan pembangunan infrastruktur sosial untuk 1. Program lingkungan Perumahan dan Pemukiman Sehat
wilayah-wilayah cepat tumbuh, strategis dan penghubung antar 2. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
kawasan

2 Perspektif Proses Internal


3 Perspektif Kelembagaan Menegakkan pengendalian dan pemanfaatan ruang sesuai 1. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
peruntukan 2. Program Pembangunan Fasilitas Publik
3. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Fasilitas Publik
4. Program Perencanaan Tata Ruang
5. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
4 Perspektif Keuangan

Strategi 6
Strategi 6: Penciptaan Inklusivitas pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan berbasis Pariwisata
No. Perspektif
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Peningkatan kemudahan usaha melalui stimulasi penguatan 1. Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Industri
sektor pertanian, UMKM dan Ekonomi Kreatif Kecil
2. Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Usaha Mikro
3. Program Peningkatan Kesempatan Kerja
4. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga
Kerja
5. Program Pengembangan Wilayah dan Penempatan
Transmigrasi
6. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
7. Program Pengembangan Sentra dan Klaster Industri
8. Program Perlindungan HKI dan Standardisasi Industri

146 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi 6: Penciptaan Inklusivitas pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan berbasis Pariwisata
No. Perspektif
Kebijakan Umum Program Pembangunan
9. Program Peningkatan dan Pengembangan Usaha Mikro
10. Program Penumbuhan Wirausaha Baru
11. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
12. Program Peningkatan Produksi Ternak
13. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
14. Program Peningkatan Produksi dan Kualitas Produk
Tanaman Pangan
15. Program Peningkatan Produksi dan Kualitas Produk
Perkebunan dan Hortikultura
16. Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku Industri Hasil
Tembakau (DBHCHT)
17. Program Pengembangan Perikanan Budidaya
18. Program Pengembangan Perikanan Tangkap
2 Perspektif Proses Internal Pengembangan perencanaan terintegratif terhadap potensi 1. Program Pengembangan Pemasaran Pariwasata
pariwisata dan pertanian 2. Program Pengembangan Destinasi dan Jaringan Kemitraan
Pariwisata
3. Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya
3 Perspektif Kelembagaan Penguatan kelembagaan ekonomi dan menjamin kemudahan 1. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
usaha melalui regulasi yang afirmatif 2. Program Pengembangan Usaha Koperasi
4 Perspektif Keuangan Penguatan investasi dalam dan luar negeri, serta pembiayaan 1. Program Pelayanan Penanaman Modal
pembangunan infrastruktur melalui skema Public Private 2. Program Pengembangan Data, Informasi dan Pengendalian
Partnership. Penanaman Modal
3. Program Penguatan Kebijakan dan Peningkatan Promosi
Penanaman Modal

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |147


Strategi 7
Strategi 7: Mengurangi kesenjangan yang berorientasi pada pro-equity, pro-job, pro-growth, pro-environment melalui
No. Perspektif penguatan interkonektivitas spasial
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif Masyarakat Menjamin pemerataan pembangunan berkelanjutan 1. Program Pengelolaan Persampahan
2. Program Rehabilitasi Hutan/Lahan
3. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
4. Program Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Teknologi
Tepat Guna
5. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan
6. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga
7. Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Kompetisi
Olahraga
8. Program Pengembangan Olahraga Rekreasi
9. Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan
dan Kecakapan Hidup Pemuda
10. Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup
Kepemudaan
2 Perspektif Proses Internal
3 Perspektif Kelembagaan Penguatan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak 1. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender
dalam Pemberdayaan
2. Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender
dan Anak
3. Program Perlindungan Perempuan dan Anak
4 Perspektif Keuangan

148 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


7.2 Program Prioritas
Setelah kebijakan umum prioritas pada intinya merupakan
dibuat, langkah selanjutnya adalah substansi dasar dari janji-janji Bupati
merumuskan program prioritas terpilih. Janji-janji tersebut kemudian
pembangunan daerah. Tahap ini didefinisikan kedalam Kegiatan atau
sangat penting dalam perumusan Program sesuai nomenklatur yang
RPJMD karena hasil dari perumusan diatur Permen 13 Tahun 2006, atau
program pembangunan daerah kedalam Kebijakan Umum mapun
menghasilkan rencana pembangunan Strategi. Jika bunyi janji Bupati terpilih
yang kongkrit dalam bentuk program bersifat sangat mikro dan berada di
prioritas. Urgensi lain adalah juga level output, maka akan
karena perumusan program prioritas diterjemahkan kedalam Kegiatan.
pembangunan daerah adalah inti dari Namun, apabila sedikit lebih makro
perencanaan strategis itu sendiri dan berada pada level outcome,
yang paling tidak mampu maka didefinisikan kedalam program
merefleksikan tujuan startegis Bupati yang kemudian disebut program
terpilih dalam 5 (lima) tahun. Suatu prioritas. Sedangkan jika jauh lebih
program prioirtas pembangunan makro lagi, dapat diterjemahkan ke
daerah merupakan sekumpulan dalam Kebijakan Umum maupun
program yang secara khusus Strategi. Pernyataan ini dapat
berhubungan dengan janji-janji diilustrasikan pada gambar berikut
kampanye Bupati terpilih. Program ini:

CAKUPAN

AGENDA STRATEGI PEMB.


POLITIK
KEPALA KEBIJAKAN UMUM
DAERAH PROGRAM PRIORITAS
KEGIATAN PEMB.
JUMLAH
Gambar 7.1 Ilustrasi Trasnformasi Agenda Politik Kepala Daerah

Berdasarkan kepada keterangan yang Terpilih. Adapun keterangan definisi


disebutkan diatas, beserta ilustrasi yang tersebut dapat diamati pada tabel
digambarkan diatas, maka dapat berikut ini:
dijabarkan pendefinisian program-
program prioritas pembangunan daerah
melalui janji-janji kampanye Bupati

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |149


Tabel 7.2: Definisi Agenda Politik Kepala Daerah kedalam Program Prioritas
DEFINISI PROGRAM PRIORITAS SESUAI
MISI PROGRAM STRATEGIS KEPALA DAERAH
PERMENDAGRI NO.13 TAHUN 2006
Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Program Peningkatan Ketahanan Pangan
Pelayanan Dasar Dini Dengan Pengembangan
Program Keluarga Berencana
BANYUWANGI EMAS
Program Perencanaan Pembangunan Sarpras Wilayah dan
Lingkungan Hidup
Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan
Pendidikan INKLUSIF Berorientasi Pada dan kecakapan hidup pemuda
Pengembangan Jiwa KEWIRAUSAHAAN Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga
Kerja
Pengembangan Pendidikan Berbasis MORAL
Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
dan nilai-nilai kharakter KEBANGSAAN
Program Peningkatan Akses Pendidikan Anak Usia Dini
Program Peningkatan Mutu PAUD
Program Peningkatan Mutu Pendidikan SD
Program Peningkatan Akses Pendidikan SMP
Banyuwangi CERDAS
Program Peningkatan Mutu Pendidikan SMP
Program Peningkatan Akses Pendidikan SD
Program Peningkatan Akses Pendidikan Masyarakat
Program Peningkatan Mutu Pendidikan Masyarakat
Jaminanan Kesejahteraan Pendidik Formal &
Non-Formal (termasuk Guru Ngaji)
*level kebijakan umum*
Percepatan Pemenuhan Akses Sarana-
MISI 1 Prasaran Pelayanan Dasar Pendidikan
Program Promosi Kesehatan
Pengembangan PONDOK Kesehatan DESA
Program Pengembangan Lingkungan Sehat
Jaminan Akses Kesehatan Bagi Masyarakat
Program Pembiayaan Kesehatan
Miskin
Peningkatan Akreditasi Tipe RSUD *level kebijakan umum*
Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana
Peningkatan Kapasitas Layanan PUSKESMAS,
dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan
Puskemas, PONED dan Taman Posyandu
jaringannya
Program Sumberdaya Kesehatan
Program Upaya Peningkatan Kesehatan Perorangan
Peningkatan Jaringan Kerjasama Rumah Sakit Program Pengawasan Dan Pengendalian Kesehatan
dan Pemenuhan Tenaga Kesehatan Makanan
Program Peningkatan Keselamatan Ibu Hamil, Melahirkan
dan Nifas
Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Percepatan Pemenuhan Akses Sarana- Program Upaya Peningkatan Kesehatan Berbasis
Prasarana Pelayanan Dasar Kesehatan Masyarakat
Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Pengurangan Penyandang Masalah Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial


Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan
Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup
Penguatan Kapasitas Rehabilitasi dan
Kepemudaan
Pelatihan soft-skill

150 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


DEFINISI PROGRAM PRIORITAS SESUAI
MISI PROGRAM STRATEGIS KEPALA DAERAH
PERMENDAGRI NO.13 TAHUN 2006
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Kompetisi
Olahraga
Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga
Program Pengembangan Olahraga Rekreasi
Pemberdayaan Organisasi kemasyarakat lokal
dalam menjaga stabilitas keamanan dan
konflik sosial *level kebijakan umum*
Pengembangan Forum Kerjasama Lintas
Budaya, Agama dan Adat

Program pengembangan sentra dan klaster industry


Membangun PUSAT PERTUMBUHAN BARU
berorientasi pada sinergitas Kewilayahan Program Pengembangan wilayah dan Penempatan
Transmigrasi
Program Perumusan Kebijakan Ekonomi
Program Penumbuhan Wirausaha Baru
Pengembangan DIGITAL MARKET PLACE
(Banyuwangi Mall) dan Afirmasi tehadap Program Peningkatan Kesempatan Kerja
pelaku UMKM Baru (Rumah Kreatif)
Program Peningkatan dan Pengembangan Usaha Mikro

Program perlindungan HKI dan standarisasi industry


Menguatkan KLINIK UMKM untuk fasilitasi hak Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Usaha
merk, sertifikasi halal, izin usaha dan bantuan Mikro
modal Program Pelayanan Penanaman Modal
Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Industri
Kecil

Pengembangan Bussiness Model Competition


MISI 2 dengan Banyuwangi Industrial Young Program pengembangan industri kecil dan menengah
Entrepreneur Competition (BIYEC)
Mengembangkan INTEGRATED MARKETING Program Pengembangan Usaha Koperasi
SYSTEM untuk Produk UMKM dengan Potensi
Pariwisata Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
Penguatan City Branding ‘I Love Banyuwangi’,
‘Sunrise of Java’, dan ‘City of Carnival’
Strategic Marketing Pariwisata dengan Program pengembangan pemasaran pariwisata
pendekatan Destination-Origin-Time (DOT)
dan Brand-Advertasing-Selling (BAS)
Peningkatan Pariwisata Event dan Pariwisata
Minat Khusus (Banyuwangi Festival)
Pembangunan Terminal Pariwisata Terpadu
Pembangunan Jetty di Pulau Tabuhan dan
Grand Watudodol Program Pengembangan destinasi pariwisata
Pemenuhan Sarana-Prasarana Dasar
Pariwisata yang merangsang long of stay dan
spending of money Wisatawan
Integrated and Partnership Tourism

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |151


DEFINISI PROGRAM PRIORITAS SESUAI
MISI PROGRAM STRATEGIS KEPALA DAERAH
PERMENDAGRI NO.13 TAHUN 2006
Penguatan Petani dan Nelayan Miskin melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
kebijakan yang afirmatif terhadap Pupuk,
Harga dan Pasar Program Peningkatan produksi produk ternak

Intensifikasi Bibit Unggulan Pertanian: Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit


Tanaman Pangan, Hortikultura, Ternak, Ternak
Perikanan Program peningkatan produksi dan kualitas produk
pertanian tanaman pangan
Pengembangan Produk Pertanian Organic
Menjaga Kemandirian Pangan dengan Program peningkatan produksi, kualitas produk
Swasembada Komoditas Pangan perkebunan dan holtikultura
Pengembangan INTEGRATED FARMING
SYSTEM berbasis Kewilayahan Program peningkatan kualitas bahan baku industry hasil
tembakau (DBHCHT)

Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran


Pengembangan Agroindustri berbasis Produksi Perikanan
kerakyatan dan keterpaduan antar wilayah
Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Program Pengembangan Budidaya Perikanan


Peningkatan Investasi PMDN & PMA serta Program Penguatan Kebijakan dan Peningkatan Promosi
penguatan Partnership System Penanaman Modal
Penyelesaian Terminal Green Bandara Program pengembangan transportasi laut, transportasi
Blimbingsari udara dan perkeretaapian
Pembangunan Terminal Terpadu dengan
Pasar Produk Unggulan Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
Pembangunan Infrastruktur Utama ke pusat- Program pembangunan jalan
pusat Destinasi Pariwisata Program Pembangunan jembatan
Penyebarluasan Cakupan Fasilitas Teknologi Program pengembangan komunikasi, informasi, dan
Informasi dan Komunikasi media massa
Pemenuhan Perumahan/Pemukiman Rakyat Program lingkungan perumahan dan pemukiman sehat
Mengurangi Disparitas Infrastruktur Kawasan
Program pembangunan infrastruktur perdesaan
Perdesaan
Penanganan Alih Fungsi Lahan *level kebijakan umum*
Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi,
MISI 3 Pembangunan Infrastruktur Dasar Pendukung rawa dan jaringan pengairan lainnya
Pertanian: Bendungan, Embung, Long Storage,
Program pengembangan, pengelolaan, & konservasi
Irigasi,
sungai, danau & sumber daya air lainnya
Program pembangunan fasilitas publik
Program rehabilitasi/pemeliharaan fasilitas public
Rehabilitasi / Pemeliharaan Saluran Drainase / Gorong-
gorong
Program Perencanaan Tata Ruang
Peningkatan Fasilitas-Fasilitas Umum di ruas-
Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
ruas utama Ruang Publik
Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya
Kebakaran
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Program Pengelolaan LPJU

152 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


DEFINISI PROGRAM PRIORITAS SESUAI
MISI PROGRAM STRATEGIS KEPALA DAERAH
PERMENDAGRI NO.13 TAHUN 2006
Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan
Pengembangan Konsep SMART KAMPUNG Program peningkatan keberdayaan masyarakat
perdesaan
Pengembangan KAWASAN PERDESAAN Program Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Teknologi
potensial berbasis Local Wisdom Tepat Guna
Peningkatan Kapasitas kelompok dan Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender
komunitas Masyarakat dalam Pemberdayaan
Program perlindungan perempuan dan anak
Kekerasan Rumah Tangga dan Perlindungan
Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan
Anak
MISI 4 Gender dan Anak
Menyelenggarakan event-event Kebudayaan Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya
Gerakan MERDEKA dari SAMPAH
Pengembangan Sistem Pengelolaan BANK
SAMPAH yang menghasilkan nilai tambah bagi Program Pengelolaan Persampahan
Masyarakat
Revitalisasi dan Rehabilitasi Lahan dan Program rehabilitasi hutan dan lahan
Lingkungan KRITIS Program Penurunan Pencemar Air
Sedekah Oksigen (Penanaman 1 Milyar Pohon) Program Penurunan Beban Pencemar Udara Ambien
Pengembangan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Program Fasilitasi Pengadaan Barang Dan Jasa
dengan pendekatan RESULT-BASED
Information System Program Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Aparatur dan
Instansi
Pengembangan Manajemen Pemerintahan
berbasis IT: E-Planning, E-Budgeting, E-Monev
Program Pengembangan dan Penyebaran informasi
Mengembangkan Tunjangan Kinerja berbasis pemerintah daerah
Hasil
Pengembangan Zona Integritas, Wilayah Program Tata Kelola Pengembangan E-Government
Bebas Korupsi (WBK)
Membangun Budaya Kerja dan Birokrasi yang Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan
Inovatif keuangan daerah

Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Program Perencanaan Pembangunan Daerah


MISI 5
Program Pengamanan Informasi Daerah
Fasilitasi dan Pendampingan Pemerintah Desa
(E-Village Budgeting) Program Pengembangan Statistik Sektoral Daerah

Program Pengelolaan Arsip Statis dan Dinamis

Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaran


Pemerintahan Desa
Menjamin Kepuasan Masyarakat dalam setiap Program pelayanan publik
Layanan Pemerintah Daerah Program Penataan Administrasi Kependudukan
Peningkatan kapasitas sumberdaya Aparatur
Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
dengan Manajemen ASN berbasis Merit Sistem
Program Perumusan Kebijakan Penyelenggaraan
Harmonisasi Regulasi Daerah
Pemerintahan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |153


Tabel 7.3: Indikator Program Pembangunan Daerah
Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Strategi 1 Kebijakan
Umum P1
Kebijakan Program Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Persentase pengadaan barang dan jasa yang akuntabel, efektif
Umum P2 dan efesien
Program Penataan Administrasi Kependudukan Persentase penduduk ber KTP
Program Pengelolaan Arsip Statis dan Dinamis Cakupan Arsip Statis dan Dinamis yang dikelola
Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaran Pemerintahan Desa Persentase desa yang menggunakan IT dalam Pelayanan
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Pemerintah Desa
Program Perencanaan Pembangunan Daerah Persentase Terpenuhinya Aspek Kualitas dalam Dokumen
Perencanaan
Program Perencanaan Pembangunan Sarpras Wilayah dan Persentase data dan informasi perencanaan pembangunan SDA
Lingkungan Hidup dan LH yang dimanfaatkan sebagai policy brief
Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Persentase data dan informasi perencanaan pembangunan
ekonomi yang dimanfaatkan sebagai policy brief
Program Perencanaan Pembangunan Kesra dan Pemerintahan Persentase data dan informasi perencanaan pembangunan kesra
dan pemerintahan yang dimanfaatkansebagai policy brief
Program Pengembangan Data/ Informasi/ Statistik Daerah Persentaes data informasi dan statistic daerah yang tersusun
dengan baik
Program Pengamanan Informasi Daerah Persentase Pengamanan Informasi Daerah
Kebijakan Program Perumusan Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Peringkat LPPD
Umum P3 Program Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Aparatur dan Instansi Persentase SKPD yang nilai AKIPnya Baik/B hasil evaluasi
Pemerintah Inpektorat (TIM) dari SKPD yang dievaluasi
Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Peningkatan Aset Tanah Pemkab bersertifikat
Pemanfaatan Tanah
Program Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan Persentase konflik pertanahan yang terfasilitasi

154 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Kebijakan Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan Persentase Pelayanan Kepada Masyarakat dalam Pencairan SP2D
Umum P4 daerah
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Peresentase Bantuan Tugas Belajar dan Iktanan Dinas
Persentase Peningkatan SDM Aparatur Melalui Pelaksanaan
Diklat

Strategi 2 Kebijakan Program Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi Informatika Persentase aplikasi IT yang mendukung City Branding dan layanan
Umum P1 public yang berfungsi baik
Kebijakan Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Media Massa Prosentase komunikasi, informasi dan media massa yang
Umum P2 dikembangkan
Program Pengembangan dan Penyebaran Informasi Pemerintah Persentase Informasi pemerintah daerah yang tersebarluaskan
Daerah
Kebijakan Program Tatakelola Pengembangan e-Government Persentase Penyelenggaraan E-Government
Umum P3
Kebijakan
Umum P4

Strategi 3 Kebijakan Program Peningkatan Akses PAUD APK PAUD Formal


Umum P1 Rasio Ketersediaan Lembaga terhadap anak usia PAUD
Peresentase kecukupan mebeler
Persentase Lembaga PAUD Formal memeiliki Perpustakaan
Persentase Lembaga PAUD formal memiliki Kamar Mandi
Program Peningkatan Akses Pendidikan SD APK /SD/MI, Paket /A
APM SD/MI, Paket /A

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |155


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
APK /SD/MI, Paket /A
APM SD/MI, Paket /A
Rasio Ketersediaan ruang kelas terhadap anak usia SD
Peresentase kecukupan mebeler
Persentase SD memeiliki Perpustakaan
Persentase SD memiliki Kamar Mandi
Persentase SD memiliki APE
Program Peningkatan Akses Pendidikan Masyarakat Jumlah Lembaga Non Formal yang Berizin
Program Peningkatan Akses Pendidikan SMP APK SMP,MTs, Paket B
Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Prosentase Pengunjung Perpustakaan
Perpustakaan
Program Keluarga Berencana Kesertaan Ber KB
Program Promosi Kesehatan Persentase Program Prioritas yang disosialiasikan melalui media
Program Upaya Peningkatan Kesehatan Berbasis Masyarakat Persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri
Persentase Posyandu PURI (Purnama Mandiri) yang Menjadi
Taman Posyandu
Persentase Pengembangan UKBM PURI (Purnama Mandiri)
Program Upaya Peningkatan Kesehatan Perorangan Contact Rate (Angka Kunjungan Baru)
Persentase Pelayanan Rujukan
Persentase Parameter Pemeriksaan Laboratorium
Program Perbaikan Gizi Masyarakat Prevelensi Gizi Buruk
Persentase bayi usia kurang 6 bulan mendapat ASI Eksklusif
Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Tambah darah
(TTD) Minimal 90 Tablet Selama Kehamilan

156 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan Prosentase sekolah dasar tidak ditemukan jajanan mengandung
bahan berbahaya
Persentase Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) Bersertifikat
Program Pengembangan Lingkungan Sehat Jumlah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
Persentase desa ODF
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang Memenuhi syarat
Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Angka Kejadian Kasus Penyakit menular (Angka Kesakitan per
1.000 Penduduk)
Persentase Desa UCI
Penanggulanagn KLB < 24
Persentase Penyakit Tidak Menular
Persentase Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Oleh Puskesmas
Program Pembiayaan Kesehatan Persentase Pembiayaan Kesehatan

Kebijakan Program Peningkatan Mutu PAUD Persentase Lembaga PAUD Formal memiliki APE
Umum P2 Persentase Lembaga PAUD Formal terakreditasi
Persentase ruang kelas kondidi baik
Persentase perpustakaan kondisi baik
Persentase kamar mandi kondisi baik
Program Peningkatan Mutu Pendidikan SD Persentase SD yang terakreditasi
Persentase ruang kelas kondidi baik
Persentase perpustakaan kondisi baik
Persentase kamar mandi kondisi baik

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |157


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Program Peningkatan Mutu Pendidikan SMP Persentase SMP berakreditasi A
Persentase SMP yang terakreditasi
Persentase ruang kelas kondidi baik
Persentase perpustakaan kondisi baik
Persentase kamar mandi kondisi baik
Program Peningkatan Mutu Pendidikan Masyarakat Peningkatan Mutu Pedidikan Masyarakat
Persentase Lembaga Pendidikan Non Formal yang Berakreditasi
Program Peningkatan Keselamatan Ibu Hamil, Melahirkan dan Nifas Cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal
(cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4)
Cakupan persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan
Persentase KB Aktif
Program Sumberdaya Kesehatan Persentase Ketersediaan Obat Sesuai Kebutuhan, Baik Obat
Esensi Maupun Generik
Persentase Alat Kesehatan Fasilitas Kesehatan Dasar Sesuai
Standar
Persentase SDM Kesehatan dengan Kompetensi Sesuai Standar
Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Persentase Bangunan Puskesmas Sesuai Standar
Prasarana Puskesmas/Puskemas Pembantu dan Jaringannya Persentase Bangunan Puskesmas Pembantu dalam Kondisi Baik

Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Persentase Puskesmas Bernilai Minimal Cukup dalam Penilaian
Kinerja Puskesmas
Persentase Fasilitas Kesehatan Swasta Terakreditasi
Prosestase Fasilitas Kesehatan swasta yang dibina
Kebijakan
Umum P3

158 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Kebijakan
Umum P4

Strategi 4 Kebijakan Program pengembangan wawasan kebangsaan Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan Tingkat Jejaring
Umum P1 Sosial
Kebijakan Program Peningkatan Penegakan Peraturan Daerah Persentase pelanggaran perda yang tertangani
Umum P2
Kebijakan Program Peningkatan Ketahanan Pangan Nilai PPH Ketersediaan
Umum P3 Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Prosentase tingkat waktu tanggap (response rate time)
Kebakaran penanggulangan bahaya kebakaran
Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Persentase Angka PMKS
Kebijakan
Umum P4

Strategi 5 Kebijakan Program Pembangunan Jalan Panjang Jalan yang Dibangun dalam Kondisi Baik
Umum P1 Program Pembangunan Jembatan Jumlah Jembatan yang Dibangun dalam Kondisi Baik
Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Saluran Drainase/Gorong- Panjang Saluran Drainase/Gorong-Gorong yang direhabilitasi
gorong dalam Kondisi Baik
Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Prosentase keselamatan transportasi darat
Program Pengembangan Transportasi Laut , Transportasi Udara dan Persentase peningkatan aksesibilitas transportasi Laut
Perkeretaapian Persentase peningkatan aksesibilitas transportasi Udara
Peningkatan Aksesibilitas transportasi darat
Program Pengelolaan LPJU Prosentase panjang jalan terlayani LPJU
Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air
Danau dan Sumber Daya Air Lainnya

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |159


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa Sumber air/ mata air yang dalam kondisi baik/ kondisi debit air
dan Jaringan Pengairan Lainnya stabil.
Program lingkungan Perumahan dan Pemukiman Sehat Jumlah Layak Rumah Huni

Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Prosentase RTH Publik


Kebijakan
Umum P2
Kebijakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Panjang Jalan Perdesaan yang Dibangun dalam Kondisi Baik
Umum P3 Persentase penduduk perdesaan yang terlayani air bersih
Program Pembangunan Fasilitas Publik Jumlah fasilitas publik yang dibangun
Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Fasilitas Publik Jumlah fasilitas public yang direhab
Program Perencanaan Tata Ruang Persentase wilayah yang telah menyusun perencanaan tata ruang
Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Jumlah kelompok dan usaha peternakan yang tumbuh

Kebijakan
Umum P4

Strategi 6 Kebijakan Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Industri Kecil Rasio Ketimpangan Pendapatan IKM Wilayah Kecamatan
Umum P1 (Ketimpangan Versi Bank Dunia)
Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Usaha Mikro Rasio Pemerataan Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Program Peningkatan Kesempatan Kerja Persentase pencari kerja yang ditempatkan
Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Program Pengembangan Wilayah dan Penempatan Transmigrasi Prosentase penempatan transmigran
Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Persentase peningkatan nilai penjualan (omset) IKM
Program Pengembangan Sentra dan Klaster Industri Persentase cakupan pengembangan sentra industri

160 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Persentase peningkatan jumlah industri kecil dan menengah yang
bermitra dalam klaster
Program Perlindungan HKI dan Standardisasi Industri Persentase Peningkatan Sertifikasi Standarisasi dan HKI
Program Peningkatan dan Pengembangan Usaha Mikro Persentase Usaha Mikro yang Mengalami Perkembangan Usaha
Program Penumbuhan Wirausaha Baru Presentase wirausaha mikro baru yang tumbuh
Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Produksi Daging
Produksi Telur
Produksi Susu
Persentase Kelompok yang Memanfaatkan Teknologi Peternakan
Tepat Guna
Program Peningkatan Produksi Ternak Jumlah kelompok dan usaha peternakan yg tumbuh
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak Angka Kematian Ternak
Angka Kejadian Penyakit
Usaha Produk Hewan yang Bersertifikasi PRA/NKV
Program Peningkatan Produksi dan Kualitas Produk Tanaman Persentase peningkatan produksi tanaman pangan
Pangan Jumlah Sertifikasi PRoduk Tanaman Pangan
Persentase Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan yang
Dimanfaatkan
Program Peningkatan Produksi dan Kualitas Produk Perkebunan Persentase peningkatan produksi tanaman perkebunan unggulan
dan Hortikultura daerah
Persentase peningkatan produksi tanaman hortikultura unggulan
daerah
Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku Industri Hasil Tembakau Persentase peningkatan produksi tembakau
(DBHCHT)

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |161


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Program Pengembangan Perikanan Budidaya Persentase peningkatan Jumlah Produksi Perikanan Budidaya
Program Pengembangan Perikanan Tangkap Persentase peningkatan Jumlah Produksi Perikanan Tangkap
Kebijakan Program Pengembangan Pemasaran Pariwasata Jumlah Wisatawan
Umum P2 Program Pengembangan Destinasi dan Jaringan Kemitraan Long of Stay
Pariwisata
Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya Persentase budaya lokal yang dikembangkan

Kebijakan Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Prosentase Koperasi Aktif


Umum P3 Prosentase Pertumbuhan Jumlah Anggota Koperasi
Program Pengembangan Usaha Koperasi Prosentase Koperasi Sehat
Prosentase Peningkatan Volume Usaha Koperasi
Kebijakan Program Pelayanan Penanaman Modal Persentase kesesuaian Pelayanan Penanam Modal Berdasarkan
Umum P4 Standar Pelayanan yang ditetapkan
Program Pengembangan Data, Informasi dan Pengendalian Persentase pertumbuhan kebutuhan data dan informasi
Penanaman Modal penanaman modal
Persentase peingkatan LKPM
Program Penguatan Kebijakan dan Peningkatan Promosi Jumlah Minat Penanaman Modal
Penanaman Modal

Strategi 7 Kebijakan Program Pengelolaan Persampahan Presentase pengelolaan sampah


Umum P1 Program Rehabilitasi Hutan/Lahan Indeks Tutupan Hutan
Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Indeks Ketahanan Ekonomi Desa
Program Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Indeks Ketahanan Ekologi
Guna
Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Indeks ketahanan sosial

162 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


Strategi Kebijakan Program Pembangunan Daerah/Program Prioritas Indikator Kinerja
Umum
Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga Jumlah Pelatih Yang berprestasi
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Jumlah atlet Yang berprestasi
Program Pengembangan Olahraga Rekreasi Jumlah Event
Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Persentase Pemuda Terlatih yang Menjadi Wirausaha Mandiri
Kecakapan Hidup Pemuda
Program Pembinaan Lingkungan Sosial Lingkup Kepemudaan Persentase Pemuda Terlatih
Kebijakan
Umum P2
Kebijakan Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Prosentase sumbangan perempuan dalam pendapatan kerja
Umum P3 Pemberdayaan
Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender dan Lembaga Pengarustamaan Gender yang Aktif
Anak
Program Perlindungan Perempuan dan Anak Penurunan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kebijakan
Umum P4:
Keterangan: *) Program Prioritas (Definisi Program Bombastis Bupati)

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |163


Melalui kebijakan umum diperoleh cerita perspektif terdapat program prioritas,
strategi melalui program-program yang saling tergantung strategi untuk mencapai sasaran.
terkait dan rasional dalam mendukung Selanjutnya, kinerja masing-masing program
pencapaian indikator dan target sasaran yang dapat dipisahkan antara lagging indikator dan
ditetapkan. Keberhasilan capaian satu program leading indikator. Lagging indikator adalah tolak
mendukung atau memicu keberhasilan ukur kinerja sebagai akibat atau hasil dari
program lainnya. Kebijakan umum diatas serangkaian tindakan lain. Adapun leading
memuat beberapa fungsi, diantaranya: indicators adalah kinerja yang memicu
1. Membantu menjelaskan strategi lebih tercapainya hasil. Suatu indikator di perspektif
spesifik, konkrit, operasional dan fokus; paling atas adalah hasil (outcome measures)
2. Membantu mengarahkan pemilihan bagi indikator kinerja dari perspektif-perspektif
program yang lebih tepat dan rasional yang ada dibawahnya (performance drivers).
berdasarkan strategi yang dipilih dengan
mempertimbangkan faktor-faktor penentu Penetapan program dalam setiap kebijakan
keberhasilan untuk mencapai sasaran; dan umum disusun dalam kerangka strategis
pembangunan jangka menengah daerah, yaitu
3. Membantu mengarahkan pemilihan harus memperhitungkan bahwa program yang
program agar tidak bertentangan dengan dirumuskan merupakan salah satu elemen
peraturan perundang-undangan dan dalam pencapaian rencana pembangunan
kepentingan umum. jangka menengah daerah. Selain itu program
Suatu program pembangunan daerah, secara juga harus meningkatkan rasa tanggung jawab
teknokratis diterjemahkan dalam program atas pencapaian kinerja program oleh pelaksana
(SKPD). Penetapan program harus mampu
prioritas yang pada dasarnya dijabarkan dari
berperan sebagai cara untuk mencapai target
strategi yang telah dirumuskan. Berdasarkan kinerja sasaran strategis melalui strategi dan
kebijakan umum pada masing-masing arah kebijakan.
perspektik dan indikator kinerja (outcome) yang
Dalam rangka mempermudah asumsi dan
dipersyaratkan maka dirumuskan berbagai jenis
pemahaman terhadap alur berfikir dari masing-
program terkait. Bagi suatu perspektif yang
masing strategi yang telah di breakdown
tidak ada kebijakannya maka program prioritas
kedalam kebijakan umum serta program
pada perspektif tersebut tidak perlu dibuat.
prioritas, maka berikut dipaparkan logical
Setiap strategi mengandung berbagai program framework masing-masing strategi
yang inherent dan spesifik untuk mencapai pembangunan Kabupaten Banyuwangi yang di
sasaran masing-masing. Penentuan program rangkum dalam arsitektur-arsitektur
diupayakan merata ditiap perspektif untuk pembangunan Kabupaten Banyuwangi periode
menjaga kepaduan dan daya ungkit strategi 2016-2021. Adapun arsitektur yang dimaksud
terhadap target indikator kinerja sasaran adalah sebagai berikut:
pokok. Namun demikian, tidak selalu tiap

164 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


S.8.T.4
S.1.T.1 S.4.T.2 S.9.T.4 S.16.T.7
SASARAN S.20.T.9 S.22.T.9 S.2.T.1 S.5.T.3 S.10.T.4 S.17.T.7
STRATEGIS S.21.T.9 S.3.T.2 S.6.T.3 S.14.T.5 S.11.T.4 S.18.T.7
S.7.T.3 S.15.T.6 S.12.T.4 S.19.T.8
S.13.T.4

Melakukan akselerasi Pengarusutamaan Budaya Mengurangi kesenjangan


Mengembangkan sistem Membangun generasi yang
pembangunan melalui berbasis penguatan modal yang berorientasi pada pro-
Pemerintahan yang Integratif handal melalui jaminan akses Percepatan pembangunan
optimalisasi Teknologi sosial untuk kesadaran Penciptaan Inklusivitas equity, pro-job, pro-growth,
melalui Institusionalisasi layanan dasar dan infrastruktur dasar penunjang
STRATEGI Informasi dan membangun hukum, ketentraman dan pertumbuhan ekonomi pro-environment melalui
Inovasidan reformasi pengembangan pendidikan perekonomian melalui
PEMBANGUNAN early warning system ketertiban umum, dalam melalui pengembangan penguatan interkonektivitas
birokrasi dalam proses bisnis kejuruan yang berorientasi kemitraan (partnership)
pengendalian yang rangka menjaga stabilitas berbasis Pariwisata spasial
di semua level Pemerintahan pada potensi daerah pembiayaan pembangunan
berorientasi pada hasil sosial dan politik daerah

Melibatkan partisipasi Jaminan akan akses dan kualitas Memprioritaskan pembangunan Penyediaan kemudahan usaha Menjamin pemerataan
Penguatan kapasitas kelompok
masyarakat dalam monitoring Pendidikan dan Kesehatan bagi infrastruktur (Sosial/Ekonomi) untuk melalui stimulasi penguatan pembangunan berkelanjutan
masyarakat, komunitas dan
dan evaluasi pembangunan seluruh masyarakat wilayah-wilayah cepat tumbuh, UMKM dan Ekonomi Kreatif
tokoh-tokoh agama
Perspektfi strategis dan penghubung antar masyarakat
Masyarakat (P1) St4.P1.1 St4.P1.2 St4.P1.3 kawasan
St5.P1.1 St5.P1.2 St5.P1.3 St2.P1.1 St2.P1.2 St2.P1.3 St6.P1.1 St6.P1.2 St6.P1.3
St4.P1.4 St4.P1.5 St4.P1.6 St7.P1.1
St3.P1.1 St3.P1.2
St4.P1.n St5.P1.4 St5.P1.5 St5.P1.n St2.P1.4 St2.P1.5 St2.P1.n St6.P1.4 St6.P1.5 St6.P1.n
St4.P1.7 St4.P1.8

Membangun standarisasi Mengembangkan sistem Membangun kerjasama dan Penegakan hukum dan Melakukan perencanaan
layanan dan menjamin kepuasan monitoring berbasis IT kemitraan pengembangan pencegahan konflik sosial terintegratif terhadap
masyarakat pendidikan pengembangan potensi
Perspektfi Proses St3.P2.1 St3.P2.2
St1.P2.1 St1.P2.3 St4.P2.1 pariwisata dan pertanian
Internal (P2)
St1.P2..n St7.P2.1 St7.P2.2
St4.P2.2 St4.P2.3 St2.P2.1 St2.P2.2 St2.P2.3
St1.P2.2 St1.P2.4

Penguatan kapasitas aparatur Fasilitas dan Pendampingan Meningkatkan kapasitas Menegakkan pengendalian dan Penguatan kelembagaan Penguatan kelembagaan
dalam melakukan inovasi dan Aparatur Pemerintah desa pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ruang sesuai ekonomi dan menjamin pemberdayaan perempuan
penegakan peraturan daerah dalam pemanfaatan sosial dan budaya peruntukan kemudahan usaha melalui dan anak
Perspektfi teknologi informasi St5.P3.1 regulasi yang afirmatif St6.P3.2
Kelembagaan (P3) St1.P3.1 St1.P3.3 St7.P3.1
St3.P3.1
St5.P3.2 St5.P3.3 St2.P3.1 St2.P3.2 St6.P3.1 St6.P3.3
St7.P3.2 St7.P3.3
St1.P3.2 St1.P3.4

Penguatan sistem pengelolaan Penguatan investasi dalam dan


keuangan daerah yang bersih luar negeri, serta pembiayaan
dan efisien pembangunan infrastruktur
Perspektfi
melalui skema PPP.
Keuangan (P4)
St2.P4.1 St2.P4.2
St1.P4.1 St1.P4.2
St2.P4.3

Gambar 7.2: Arsitektur Pemetaan Strategi dalam Kebijakan Umum Kabupaten Banyuwangi

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |165


166 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
dibanding yang operasional. Begitu pula
dalam penganggarannya, harus

BAB VIII diprioritaskan terlebih dahulu. Yang


demikian karena suatu urusan yang
bersifat strategis ditetapkan temanya
INDIKASI RENCANA karena pengaruhnya yang sangat luas dan
PROGRAM PRIORITAS urgent untuk diselenggarakannya sangat
tinggi. Suatu urusan menjadi strategis
YANG DISERTAI tergantung tujuan dan sasaran
KEBUTUHAN pembangunan dan bagaimana strategi
pencapaiannya. Suatu urusan
PENDANAAN pemerintahan daerah dapat menjadi
strategis di satu tahun atau periode dan
Berdasarkan Peraturan Menteri
sebaliknya, menjadi operasional di periode
Dalam Negeri nomor 54 Tahun 2010,
berikutnya.
bahwa hubungan urusan pemerintah
Suatu program prioritas, baik
dengan Perangkat Daerah secara eksplisit
strategis maupun operasional, kinerjanya
dituangkan dalam program yang menjadi
merupakan tanggung jawab Kepala
tanggung jawab Perangkat Daerah serta
Perangkat Daerah. Namun, bagi program
target indikator kinerja pada akhir periode
prioritas yang dikategorikan strategis,
perencanaan yang dibandingkan dengan
menjadi tanggung jawab bersama Kepala
pencapaian indikator kinerja pada awal
SKPD dengan kepala daerah pada tingkat
periode perencanaan.
kebijakan. Berbeda dengan
Dalam hal suatu urusan atau
penyelenggaraan aspek strategik, program
program bersifat strategis, maka
prioritas bagi penyelenggaraan urusan
perencanaan, pengendalian, dan evaluasi
pemerintahan dilakukan agar setiap urusan
yang dilakukan lebih tinggi intensitasnya
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |167
(wajib) dapat diselenggarakan setiap strategis maupun dari rumusan
tahun, tidak langsung dipengaruhi oleh visi permasalahan pembangunan daerah,
dan misi kepala daerah terpilih. Artinya, dibuatlah alokasi pagu untuk setiap
suatu prioritas pada beberapa urusan program. Pagu indikatif program
untuk mendukung visi dan misi serta merupakan jumlah dana yang tersedia
program kepala daerah terpilih, tidak untuk mendanai program prioritas
berarti bahwa urusan lain ditinggalkan atau tahunan yang penghitungannya
diterlantarkan. berdasarkan standar satuan harga yang
Indikasi rencana program prioritas ditetapkan sesuai dengan ketentuan
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berisi peraturan perundang-undangan.
program-program, baik untuk mencapai Selanjutnya, perhitungan pagu
visi dan misi pembangunan jangka indikatif masing-masing program
menengah maupun untuk pemenuhan dipisahkan menjadi pagu indikatif untuk
layanan SKPD dalam menyelenggarakan program prioritas yang berhubungan
urusan pemerintahan daerah, serta dengan program pembangunan daerah
mengakomodir program unggulan dari (strategik) dan pagu indikatif untuk
Kepala Daerah Terpilih. Pagu indikatif program-program yang berhubungan
sebagai wujud kebutuhan pendanaan dengan pemenuhan penyelenggaraan
adalah jumlah dana yang tersedia untuk urusan pemerintahan daerah dengan
penyusunan program dan kegiatan kerangka, sebagai berikut:
tahunan. Program-program prioritas yang Prioritas I merupakan program
telah disertai kebutuhan pendanaan (pagu pembangunan daerah dengan tema atau
indikatif) selanjutnya dijadikan sebagai program unggulan (dedicated) Kepala
acuan bagi SKPD dalam penyusunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam
Renstra SKPD, termasuk dalam RPJMN dan amanat/kebijakan nasional
menjabarkannya ke dalam kegiatan yang definitif harus dilaksanakan oleh
prioritas beserta kebutuhan daerah pada tahun rencana, termasuk
pendanaannya. untuk prioritas bidang pendidikan 20%.
Setelah program prioritas Tabel dibawah merupakan pagu indikatif
diketahui baik berasal dari perumusan pada program prioritas I:

Tabel Pagu Indikatif Program Prioritas I


2017 2018 2019 2020

Prioritas I 785,883,077,627 803,785,419,428 859,146,451,959 915,365,052,399

Sumber: Hasil dan perhitungan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

168
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Program Prioritas I sebagai berikut:
1. Program Peningkatan Akses PAUD; 22. Program Pembangunan Fasilitas
2. Program Peningkatan Mutu PAUD; Publik;
3. Program Peningkatan Akses 23. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan
Pendidikan SD; Fasilitas Publik;
4. Program Peningkatan Mutu 24. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan
Pendidikan SD; Saluran Drainase/Gorong-gorong;
5. Program Peningkatan Akses 25. Program Pembangunan Jalan;
Pendidikan SMP; 26. Program Pembangunan Jembatan;
6. Program Peningkatan Mutu 27. Program Perencanaan Tata Ruang;
Pendidikan SMP; 28. Program Pengendalian
7. Program Peningkatan Akses Pemanfaatan Ruang;
Pendidikan Masyarakat; 29. Program Pengembangan dan
8. Program Peningkatan Mutu Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
Pendidikan Masyarakat; dan Jaringan Pengairan Lainnya;
9. Program Upaya Peningkatan 30. Program Pengembangan,
Kesehatan Perorangan; Pengelolaan, dan Konservasi
10. Program Pengawasan dan Sungai, Danau dan Sumber Daya
Pengendalian Kesehatan Makanan; Air Lainnya;
11. Program Upaya Peningkatan 31. Program Pengelolaan Ruang
Kesehatan Berbasis Masyarakat; Terbuka Hijau (RTH);
12. Program Pembiayaan Kesehatan; 32. Program Lingkungan Perumahan
13. Program Promosi Kesehatan; dan Pemukiman Sehat;
14. Program Pengendalian dan 33. Program Peningkatan Kesiagaan
Pencegahan Penyakit; dan Pencegahan Bahaya
15. Program Perbaikan Gizi Kebakaran;
Masyarakat; 34. Program Peningkatan Penegakan
16. Program Pengembangan Peraturan Daerah;
Lingkungan Sehat; 35. Program Pelayanan dan
17. Program Peningkatan Keselamatan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial;
Ibu Hamil, Melahirkan dan Nifas; 36. Program Peningkatan Kesempatan
18. Program Sumberdaya Kesehatan; Kerja;
19. Program Standarisasi Pelayanan 37. Program Peningkatan Kualitas dan
Kesehatan; Produktivitas Tenaga Kerja;
20. Program Pengadaan, Peningkatan 38. Program Perlindungan Perempuan
dan Perbaikan Sarana dan dan Anak;
Prasarana Puskesmas/Puskemas 39. Program Penguatan Kelembagaan
Pembantu dan Jaringannya; Pengarustamaan Gender dan Anak;
21. Program Pembangunan 40. Program Peningkatan Peran Serta
Infrastruktur Perdesaan; dan Kesetaraan Gender dalam
Pemberdayaan;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |167


169
41. Program Peningkatan Ketahanan 61. Program Penumbuhan Wirausaha
Pangan; Baru;
42. Program Pengelolaan 62. Program Pembinaan Lingkungan
Persampahan; Sosial Lingkup Usaha Mikro;
43. Program Pengendalian 63. Program Peningkatan dan
Pencemaran Lingkungan; Pengembangan Usaha Mikro;
44. Program Perlindungan dan 64. Program Pengembangan Data,
Konservasi Lingkungan; Informasi dan Pengendalian
45. Program Rehabilitasi Hutan/Lahan; Penanaman Modal;
46. Program Penataan Administrasi 65. Program Penguatan Kebijakan dan
Kependudukan; Peningkatan Promosi Penanaman
47. Program Pengembangan Lembaga Modal;
Ekonomi Pedesaan; 66. Program Pelayanan Penanaman
48. Program Peningkatan Keberdayaan Modal;
Masyarakat Perdesaan; 67. Program Peningkatan Upaya
49. Program Pemanfaatan Sumberdaya Penumbuhan Kewirausahaan dan
Alam dan Teknologi Tepat Guna; Kecakapan Hidup Pemuda;
50. Program Peningkatan Kualitas 68. Program Pembinaan Lingkungan
Penyelenggaran Pemerintahan Sosial Lingkup Kepemudaan;
Desa; 69. Program Pembinaan dan
51. Program Keluarga Berencana; Penyelenggaraan Kompetisi
52. Program Pengembangan Olahraga;
Transportasi Udara dan 70. Program Pembinaan dan
Perkeretaapian; Pemasyarakatan Olah Raga;
53. Program Peningkatan Pelayanan 71. Program Pengembangan Olahraga
Angkutan; Rekreasi;
54. Program Pengelolaan LPJU; 72. Program Pengembangan
55. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah;
Komunikasi, Informasi, dan Media 73. Program Pengamanan Informasi
Massa; Daerah;
56. Program Pengembangan dan 74. Program Pengelolaan Kekayaan
Penyebaran Informasi Pemerintah dan Keragaman Budaya;
Daerah; 75. Program Pengembangan Budaya
57. Program Pengembangan dan Baca dan Pembinaan
Pengelolaan Teknologi Informatika; Perpustakaan;
58. Program Tatakelola Pengembangan 76. Program Pengelolaan Arsip Statis
e-Government; dan Dinamis;
59. Program Peningkatan Kualitas 77. Program Pengembangan Perikanan
Kelembagaan Koperasi; Budidaya;
60. Program Pengembangan Usaha 78. Program Pengembangan Perikanan
Koperasi; Tangkap;

170
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
79. Program Pengembangan Destinasi 96. Program Perencanaan
dan Jaringan Kemitraan Pariwisata; Pembangunan Sarpras Wilayah dan
80. Program Pengembangan Lingkungan Hidup;
Pemasaran Pariwasata; 97. Program peningkatan dan
81. Program Peningkatan Produksi pengembangan pengelolaan
Hasil Peternakan; keuangan daerah;
82. Program Peningkatan Produksi 98. Program peningkatan kapasitas
Ternak; sumber daya aparatur;
83. Program Pencegahan dan 99. Program Penelitian dan
Penanggulangan Penyakit Ternak; Pengembangan;
84. Program Peningkatan Produksi dan 100. Program Perumusan Kebijakan
Kualitas Produk Tanaman Pangan; Penyelenggaraan Pemerintahan;
85. Program Peningkatan Produksi dan 101. Program penataan, penguasaan,
Kualitas Produk Perkebunan dan pemilikan, penggunaan dan
Hortikultura; pemanfaatan tanah;
86. Program Peningkatan Kualitas 102. Program penyelesaian konflik-
Bahan Baku Industri Hasil konflik pertanahan;
Tembakau (DBHCHT); 103. Program Fasilitasi Pengadaan
87. Program Pengembangan Industri Barang dan Jasa;
Kecil dan Menengah; 104. Program Peningkatan Akuntabilitas
88. Program Pengembangan Sentra Kinerja Aparatur dan Instansi
dan Klaster Industri; Pemerintah;
89. Program Pembinaan Lingkungan 105. Program Perumusan Kebijakan
Sosial Lingkup Industri Kecil; Pelayanan Publik.
90. Program Perlindungan HKI dan
Standardisasi Industri; Program Prioritas II merupakan
91. Program Pengembangan Wilayah program prioritas ditingkat Perangkat
dan Penempatan Transmigrasi; Daerah yang merupakan penjabaran dari
92. Program Pengembangan Wawasan analisis per urusan. Suatu prioritas II
Kebangsaan; berhubungan dengan program/kegiatan
93. Program Perencanaan unggulan Perangkat Daerah yang paling
Pembangunan Daerah; berdampak luas pada masing-masing
94. Program Perencanaan segementasi masyarakat yang dilayani
Pembangunan Ekonomi; sesuai dengan prioritas dan permasalahan
95. Program Perencanaan yang dihadapi berhubungan dengan
Pembangunan Kesra dan layanan dasar. Tabel dibawah merupakan
Pemerintahan; pagu indikatif pada program prioritas II:

171
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |169
Tabel Pagu Indikatif Program Prioritas II

2017 2018 2019 2020

Prioritas II 499,382,596,800 549,728,206,450 581,709,291,253 619,028,391,398

Sumber: Hasil dan perhitungan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Program Prioritas II sebagai berikut: 15. Program Pengembangan Wilayah


1. Program Peningkatan Kesehatan Strategis dan Cepat Tumbuh;
Lansia; 16. Program Pembinaan Jasa
2. Program Pembinaan dan Konstruksi;
Pemberdayaan Kesehatan; 17. Program Pembangunan Trotoar;
3. Program Pembinaan dan 18. Program Pengelolaan Areal
Pemberdayaan Kesehatan Pemakaman;
Olahraga; 19. Program Pembangunan Sistem
4. Program Peningkatan Kesehatan Informasi/data Base Sumber Daya
Bayi dan Balita; Air;
5. Program Peningkatan Kualitas 20. Program Pembangunan Jaringan
Pelayanan RSUD Blambangan; Irigasi, Rawa, dan Jaringan
6. Program Peningkatan Kualitas Pengairan Lainnya;
Pelayanan RSUD Genteng; 21. Program Pengendalian Banjir;
7. Program Pembinaan Lingkungan 22. Program Pemberdayaan
Sosial Lingkup Kesehatan ( RSUD Masyarakat;
Blambangan); 23. Program Perencanaan
8. Program Pembinaan Lingkungan Pembangunan Jaringan Irigasi dan
Sosial Lingkup Kesehatan ( RSUD Pembangunan Sumber Daya Air
Genteng); Lainnya;
9. Program Pembangunan Saluran 24. Program Penataan Lingkungan;
Drainase/Gorong-gorong; 25. Program Penataan Perumahan;
10. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 26. Program Pengendalian Kawasan
Jaringan Irigasi, Rawa, Jaringan Kumuh;
Pengairan Lainnya; 27. Program Pengembangan Rusun
11. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan dan PSU;
Jalan; 28. Program Lingkungan Sehat
12. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Perumahan;
Jembatan; 29. Program Pemeliharaan
13. Program Pembangunan Sistem Ketentraman dan Keindahan dan
Informasi/Database Jalan dan Ketertiban Umum;
Jembatan; 30. Program Pemberdayaan dan
14. Program Peningkatan Sarana dan Pengembangan Potensi Satuan
Prasarana Kebinamargaan; Linmas;

172
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
31. Program Peningkatan Keamanan 51. Program Pembangunan Prasarana
dan Kenyamanan Lingkungan; dan Fasilitas Perhubungan;
32. Program Pengembangan 52. Program Peningkatan Kelaikan
Ketangguhan Masyarakat Pengoperasian Kendaraan
Menghadapi Bencana; Bermotor;
33. Program Peningkatan Efektifitas 53. Program Pengawasan dan
Penanganan Darurat Bencana; Pengaturan Lalu Lintas Angkutan
34. Program Pemulihan Pasca Jalan;
Bencana; 54. Program Pembangunan Sarana Dan
35. Program Peningkatan Kemampuan Prasarana Perhubungan;
(Capacity Building); 55. Program Pengendalian dan
36. Program Perlindungan Sosial; Pengamanan Lalu Lintas;
37. Program Penanganan Bencana; 56. Program Rehabilitasi dan
38. Program Nilai-nilai Kepahlawanan Pemeliharaan Prasarana dan
dan Pemeliharaan; Fasilitas LLAJ;
39. Program Pengembangan Hubungan 57. Program Upaya Pencegahan
Industrial dan Syarat Kerja; Penyalahgunaan Narkoba;
40. Program Perlindungan Tenaga 58. Program Peningkatan Peran Serta
Kerja; Kepemudaan;
41. Program Peningkatan Diversifikasi 59. Program Pembinaan Kepramukaan;
Pangan; 60. Program Peningkatan Sarana dan
42. Program Pengembangan Prasarana Olahraga;
Laboratorium Lingkungan; 61. Program Penyelamatan dan
43. Program Pendataan dan Informasi Pelestarian Dokumen/ Arsip
Kependudukan; Daerah;
44. Program Pelayanan Pencatatan 62. Program Pemeliharaan Rutin/
Sipil; Berkala Sarana dan Prasarana
45. Program Pemanfaatan Data dan Kearsipan;
Inovasi Pelayanan; 63. Program Peningkatan dan
46. Program Pengembangan Pusat Pengembangan Ekspor;
Pelayanan Informasi dan Konseling 64. Program Optimalisasi Perdagangan
KRR; Dalam Negeri;
47. Program Penanggulangan Narkoba, 65. Program Stabilisasi Harga
PMS Termasuk HIV/AIDS; Komoditas Perdagangan;
48. Program Pengendalian Penduduk; 66. Program Perlindungan Konsumen
49. Program Peran Serta Masyarakat dan Pengamanan Perdagangan;
dalam Pelayanan KB/KR yang 67. Program Pemberantasan Barang
Mandiri; Kena Cukai Ilegal;
50. Program Pengembangan 68. Program Pembinaan dan
Transportasi Laut; Pengelolaan Pasar;

173
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |171
69. Program Penyusunan RKPD 87. Program Peningkatan Kualitas Data
Kabupaten di Kecamatan; dan Informasi;
70. Program Pemberdayaan 88. Program Penilaian dan Kapasitas
Masyarakat Kecamatan; Kinerja Aparatur;
71. Program Pemasyarakatan Minat 89. Program Peningkatan Sistem
dan Budaya Baca di Kecamatan; Pengawasan Internal dan
72. Program Penegakan Perda dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan
Perbup di Kecamatan; KDH pada Wilayah IRBAN I;
73. Program Fasilitasi Pelaksanaan 90. Program Peningkatan Sistem
Penanggulangan Kemiskinan; Pengawasan Internal dan
74. Program Fasilitasi Penyelenggaraan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan
Kecamatan Sehat; KDH pada Wilayah IRBAN II;
75. Program Pendidikan Politik 91. Peningkatan Kapasitas Lembaga
Masyarakat; Perwakilan Rakyat Daerah;
76. Program Pemberdayaan 92. Program Kerjasama Pembangunan;
Masyarakat untuk Menjaga 93. Program Peningkatan Tata Kelola
Ketertiban dan Keamanan; Pemerintahan Desa;
77. Program Program Peningkatan 94. Program Pembentukan Produk
Pemberantasan Penyakit Hukum;
Masyarakat; 95. Program Peningkatan Dokumentasi
78. Program Pengendalian dan Evaluasi dan Informasi Produk Hukum;
Pembangunan Daerah; 96. Program Peningkatan Kesadaran
79. Program Peningkatan dan Hukum dan Penyelesaian Masalah
Pengembangan Perencanaan dan Hukum;
Evaluasi Anggaran Daerah; 97. Program Fasilitasi Keagamaan dan
80. Program Peningkatan Kemasyarakatan;
Pertanggungjawaban Pendapatan 98. Program Dukungan Pelayanan
dan Belanja Daerah; Administrasi Kesejahteraan Rakyat;
81. Program Peningkatan dan 99. Program Penyusunan Kebijakan
Pengembangan Pengelolaan Aset Pembangunan Daerah;
Daerah; 100. Program Monitoring, Evaluasi dan
82. Program Perumusan Kebijakan Pelaporan Pelaksanaan
Pendapatan Daerah; Pembangunan Daerah;
83. Program Validasi, Penetapan Pajak 101. Program Peningkatan Pelayanan
dan Retribusi Daerah; Kehumasan;
84. Program Intensiifikasi dan 102. Program Peningkatan Pelayanan
Ekstensifikasi Pajak Daerah; Kedinasan KDH/ Wakil KDH;
85. Program Pembinaan dan 103. Program Peningkatan dan
Pengembangan Aparatur; Pengelolaan Aset Kesekretariatan
86. Program Pengendalian Daerah;
Sumberdaya Aparatur;

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


174
104. Program Pengembangan dan 109. Program Pembinaan dan Penataan
Pengendalian Perekonomian Ketatalaksanaan;
Daerah; 110. Program Pembinaan Inovasi
105. Program Pembinaan dan Penataan Daerah;
Kelembagaan; 111. Program Peningkatan Sistem
106. Program Peningkatan Standar Pengawasan Internal dan
Kompetensi dan Disiplin Aparatur; Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan
107. Program Pembinaan dan KDH pada Wilayah IRBAN III;
Pengembangan Reformasi 112. Program Peningkatan Tata Kelola
Birokrasi; Kesekretariatan DPRD.
108. Program Pengembangan Ekinerja;

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |173


175
Tabel 8.3: Pagu Indikatif Program Prioritas III
2017 2018 2019 2020

Prioritas III 202,109,753,826. 204,016,195,969 208,620,442,509 212,769,277,975

Sumber: Hasil dan perhitungan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Prioritas III merupakan program ditingkat 8. Program Perencanaan dan Evaluasi


SKPD yang merupakan program rutin yang Kinerja Perangkat Daerah.
selalu dilaksanakan setiap tahun. Program
prioritas III untuk memenuhi kebutuhan Pencapaian target kinerja program
kinerja dari aparatur dalam meningkatkan (outcome) di masing-masing
penyelenggaraan urusan pemerintahan. urusanwajib/pilihan mempertimbangkan
Program prioritas III merupakan program- kerangka pendanaan dan pagu indikatif,
program yang bersifat rutinan seperti yang bersumber dari APBD Kabupaten
berikut: Banyuwangi, APBD Provinsi dan APBN
1. Program Pelayanan Administrasi maupun sumber-sumber lain yang
Perkantoran; ditempuh dengan mendorong partisipasi
2. Program Peningkatan Pelayanan dan masyarakat. Sumber-sumber lain yang
Pengelolaan Surat Menyurat; ditempuh denganmendorong partisipasi
3. Program Dukungan Kelengkapan masyarakat secara khusus diatur dalam
Penyelenggaraaan Upacara dan Hari- Pasal99 ayat (2) Permendagri Nomor 54
hari Besar Nasional; Tahun 2010, yaitu kebijakan, program dan
4. Pelayanan Administrasi Perkantoran kegiatan pemerintah daerah yang didanai
KDH/WKDH; APBD dalam pencapaian sasarannya,
5. Program Peningkatan Sarana dan melibatkan peran serta masyarakat baik
Prasarana Aparatur KDH/WKDH; dalam bentuk dana, material maupun SDM
6. Program Dukungan Penyelenggaraaan dan teknologi. Penyajian indikasi rencana
Upacara dan Hari-hari Besar Nasional; program prioritas yang disertai kebutuhan
7. Program Peningkatan Manajemen dan pendanaan disajikan pada tabel berikut:
Pelayanan Administrasi;

176
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Tabel 8.4 Capaian Kinerja Program Prioritas I dan Kerangka Pendanaan

Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan


IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
URUSAN WAJIB
Pendidikan
Program Peningkatan APK PAUD formal
Akses PAUD (usia 5-6 tahun) Dinas
% 80,68 81,93 83,18 84,43
Pendidikan

APM PAUD formal Dinas


(usia 5-6 tahun) % 68,1 70,6 73,1 75,6
Pendidikan
Rasio ketersediaan 1.757.800.000 2.257.800.000 2.757.800.000 3.257.800.000
lembaga terhadap Dinas
Rasio 1,56 1,62 1,48 1,44
anak usia Paud 5-6 Pendidikan
tahun
Persentase
ketersediaan ruang Dinas
% 98,8 99,3 99,8 100
kelas terhadap kelas Pendidikan
rombel
Program Peningkatan Persentase Lembaga
Mutu PAUD PAUD formal Dinas
% 79,51 84,01 88,51 93,01
terakreditasi Pendidikan

Persentase nilai rata-


rata pengetahuan
1.120.000.000 1.620.000.000 2.120.000.000 2.620.000.000
dan keterampilan
PENDIDIK dan Dinas
% 61,6 62,6 63,6 64,6
Tenaga Pendidikan
Kependidikan TK

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


177
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan APK SD/MI/Paket A Dinas
% 104 103 101,98 100,97
Akses Pendidikan SD Pendidikan
APM SD/MI/Paket A Dinas
% 99,95 99,96 99,97 99,98
Pendidikan
Angka Melanjutkan
Dinas
(AM) SD/MI ke % 101,86 20.813.850.000 101,91 21.813.850.000 101,96 22.813.850.000 102,01 23.813.850.000
Pendidikan
SMP/MTs
Gender Angka
Melanjutkan (AM) Dinas
% 1,02 1,01 1,00 1,00
SD/MI ke SMP/MTs Pendidikan

Program Peningkatan Jumlah SD Dinas


Sekolah 233 263 293 323
Mutu Pendidikan SD terakreditasi A Pendidikan
Persentase nilai rata-
rata pengetahuan
dan keterampilan Dinas
Pendidik dan Tenaga % 61,5 2.125.000.000 62,5 2.233.000.000 63,5 2.305.000.000 64,5 2.405.000.000
Pendidikan
Kependidikan SD

Angka Putus Sekolah Dinas


% 0,03 0,03 0,03 0,03
SD Pendidikan
Program Peningkatan APK SMP/Mts/Paket Dinas
% 101,21 101,25 101,29 101,33
Akses Pendidikan SMP B Pendidikan
APM Dinas
% 88,84 88,88 88,92 88,96
SMP/MTs/Paket B Pendidikan
Angka Melanjutkan 5.160.400.000 5.160.400.000 6.160.400.000 6.660.400.000
(AM)
Dinas
SMP/MTs/Paket ke % 99,07 99,15 99,23 99,31
Pendidikan
SMA/SMK/MA/Paket
C

178
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Perbedaan gender
angka Melanjutkan
(AM) Gender
Dinas
SMP/MTs/Paket B ke % 1,01 1,00 1,00 1,00
Pendidikan
SMA/SMK/MA/Paket
C

Program Peningkatan Jumlah SMP Dinas


Mutu Pendidikan SMP terakreditasi A Sekolah 64 69 74 79
Pendidikan
Angka Putus Sekolah Dinas
SMP % 0,29 0,27 0,25 0,23
Pendidikan
Persentase nilai rata- 1.685.000.000 1.835.000.000 2.110.000.000 2.310.000.000
rata pengetahuan
dan keterampilan
Dinas
Pendidik dan Tenaga % 60,01 61,01 62,01 63,01
Pendidikan
Kependidikan SMP

Program Peningkatan Jumlah Lembaga


Dinas
Akses Pendidikan kursus dan pelatihan Sekolah 28 30 32 34
Pendidikan
Masyarakat berizin
Angka melek aksara
penduduk usia 15 Dinas
% 97,5 97,9 98,3 98,7
tahun keatas Pendidikan
(Persentase) 318.550.000 318.550.000 318.550.000 318.550.000
Persentase
penduduk usia 7-21
tahun yang Dinas
% 35 45 55 65
putus/tidak sekolah Pendidikan
yang tertangani PNF

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


179
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan Persentase Lembaga
Mutu Pendidikan Kursus dan Pelatihan Dinas
Masyarakat berakreditasi % 15,32 928.000.000 18,32 1.028.000.000 21,32 1.228.000.000 24,32 1.428.000.000
Pendidikan

Kesehatan
Program Upaya Contact Rate (Angka
Peningkatan Kesehatan Kunjungan Baru)
Perorangan Kali 1,26 1,23 1,20 1,17 Dinas Kesehatan

Cakupan pelayanan
rujukan % 4,10 32.355.333.000 4,03 21.452.715.420 3,96 8.039.712.000 3,9 7.798.500.000 Dinas Kesehatan

Cakupan parameter
pemeriksaan
Laboratorium sesuai % 68,8 77,5 86,3 95 Dinas Kesehatan
standar

Program Pengawasan dan Persentase sekolah


Pengendalian Kesehatan tidak ditemukan
Makanan jajanan mengandung % 55 60 65 70 Dinas Kesehatan
bahan berbahaya
200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000
Persentase Industri
Rumah Tangga
% 75 80 85 90 Dinas Kesehatan
Pangan (IRT-P)
bersertifikat
Program Upaya Persentase Desa
Peningkatan Kesehatan Siaga Aktif Purnama % 28 1.025.000.000 30 1.150.000.000 32 1.350.000.000 34 1.400.000.000 Dinas Kesehatan
Berbasis Masyarakat Mandiri

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


180
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Persentase
Posyandu PURI yang
% 15 17 19 21 Dinas Kesehatan
menjadi Taman
Posyandu
Persentase
pengembangan
% 20 22 24 26 Dinas Kesehatan
UKBM PURI
(Purnama Mandiri)
Program Pembiayaan Cakupan
Kesehatan pembiayaan % 7,3 84.072.308.000 7,8 90.912.543.580 8,4 99.410.776.000 9,0 111.688.269.820 Dinas Kesehatan
kesehatan
Program Promosi Persentase Rumah
Kesehatan Tangga Sehat (Ber
% 56 275.000.000 59 300.000.000 62 325.000.000 65 350.000.000 Dinas Kesehatan
PHBS)

Program Pengendalian Angka kejadian


dan Pencegahan Penyakit kasus penyakit
menular (Angka Per 1,000
98,0 97,5 97,0 96,5 Dinas Kesehatan
Kesakitan per 1,000 Penduduk
Penduduk)
Persentase penyakit
tidak menular % 5 6 7 8 Dinas Kesehatan

Persentase Desa UCI 1.513.453.750 1.677.529.626 1.869.659.587 2.099.489.080


% 91 91 92 92 Dinas Kesehatan
Penanggulangan KLB
< 24 jam % 100 100 100 100 Dinas Kesehatan

Cakupan deteksi dini


kesehatan jiwa oleh
% 20 30 40 50 Dinas Kesehatan
Puskesmas

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


181
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Perbaikan Gizi Prevelensi gizi buruk
% 2,0 1,9 1,8 1,7 Dinas Kesehatan
Masyarakat
Persentase bayi usia
6 bulan mendapat
% 44 47 47 50 Dinas Kesehatan
ASI Eksklusif

Persentase ibu hamil 550.000.000 715.000.000 900.000.000 1.075.000.000


yang mendapatkan
tablet tambah darah
minimal 90 tablet % 88,3 91,5 95,0 98,0 Dinas Kesehatan
selama kehamilan

Program Pengembangan Jumlah Desa STBM


Lingkungan Sehat (Sanitasi Total
berbasis Desa 6 10 15 19 Dinas Kesehatan
Masyarakat)

Persentase desa 750.000.000 835.000.000 1.210.000.000 1.575.000.000


ODF % 60 70 75 80 Dinas Kesehatan

Persentase TTU
memenuhi syarat % 77,8 80,5 83,3 86,0 Dinas Kesehatan

Program Peningkatan Cakupan persalinan


Keselamatan Ibu Hamil, oleh tenaga
Melahirkan dan Nifas kesehatan di fasilitas % 81 250.000.000 82 275.000.000 83 300.000.000 84 325.000.000 Dinas Kesehatan
kesehatan

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


182
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Cakupan ibu hamil
yang mendapatkan
pelayanan antenatal
% 81 82 83 84 Dinas Kesehatan
(cakupan kunjungan
kehamilan ke empat
(K4)
Cakupan Peserta KB
% 69 69 70 70 Dinas Kesehatan
Aktif
Program Sumberdaya Cakupan
Kesehatan ketersediaan obat
sesuai kebutuhan, % 87 88 89 90 Dinas Kesehatan
baik obat esensial
maupun generik
Cakupan alkes faskes 2.865.000.000 3.435.000.000 4.000.000.000 4.540.000.000
dasar Sesuai % 33 38 43 48 Dinas Kesehatan
standart
Persentase SDM
kesehatan dengan
% 40 45 50 55 Dinas Kesehatan
kompetensi sesuai
standar
Program Standarisasi Persentase
Pelayanan Kesehatan Puskesmas bernilai
minimal cukup % 73 83 91 95 Dinas Kesehatan
dalam penilaian
kinerja Puskesmas
Persentase fasilitas 2.146.595.000 2.994.828.700 3.718.448.400 4.425.298.500
kesehatan primer % 35 55 55 55 Dinas Kesehatan
terakreditasi
Persentase fasilitas
kesehatan rujukan % 92 92 100 100 Dinas Kesehatan
terakreditasi

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


183
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pengadaan, Persentase
Peningkatan dan bangunan
% 40 50 60 75 Dinas Kesehatan
Perbaikan Sarana dan Puskesmas sesuai
Prasarana standar
Puskesmas/Puskemas Persentase 13.165.000.000 16.590.000.000 18.615.000.000 20.640.000.000
Pembantu dan bangunan
Jaringannya Puskesmas % 50 60 70 80 Dinas Kesehatan
pembantu dalam
kondisi baik
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Program Pembangunan Panjang jalan
Infrastruktur Perdesaan perdesaan yang DPU Cipta Karya
Km 40 17.050.700.000 40 17.903.235.000 40 18.798.396.750 40 19.738.316.588
dibangun dalam TR
kondisi baik
Program Pembangunan Jumlah fasilitas
Fasilitas Publik publik dan aparatur DPU Cipta Karya
yang terbangun Unit 50 75.000.000.000 50 46.250.000.000 50 53.612.930.000 50 48.940.625.000
TR
berfungsi baik
Program Jumlah fasilitas
Rehabilitasi/Pemeliharaan publik yang DPU Cipta Karya
Unit 25 15.000.000.000 25 15.500.000.000 25 16.025.000.000 25 17.576.250.000
Fasilitas Publik direhabilitasi TR

Program Panjang saluran


Rehabilitasi/Pemeliharaan drainase / gorong-
Saluran Drainase/Gorong- gorong yang M 300 225.000.000 300 236.250.000 300 248.062.500 300 260.465.625 DPU Pengairan
gorong direhabilitasi dalam
kondisi baik
Program Pembangunan Persentase panjang
Jalan jalan yang dibangun DPU Cipta Karya
% 80 15.200.000.000 80 15.960.000.000 80 16.758.000.000 80 17.595.900.000
dalam kondisi baik TR

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


184
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pembangunan Jumlah jembatan
Jembatan yang dibangun DPU Cipta Karya
Unit 15 7.500.000.000 15 7.875.000.000 15 8.268.750.000 15 8.682.187.500
dalam kondisi baik TR

Program Perencanaan Persentase wilayah


Tata Ruang yang telah
DPU Cipta Karya
menyusun % 69 2.650.000.000 79 2.850.000.000 90 3.150.000.000 92 3.600.000.000
TR
perencanaan tata
ruang
Program Pengendalian Persentase
Pemanfaatan Ruang bangunan yang
dapat diberikan DPU Cipta Karya
% 95 475.000.000 96 493.750.000 97 513.437.500 97 534.109.375
rekomendasi IMB TR
(%)
Program Pengembangan Persentase
dan Pengelolaan Jaringan ketersedian Air Baku 101.527.209.80
Irigasi, Rawa dan Jaringan % 80 91.188.703.800 82 84 111.627.602.426 88 121.730.800.244 DPU Pengairan
5
Pengairan Lainnya
Program Pengembangan, Persentase sumber
Pengelolaan, dan air / mata Air yang
Konservasi Sungai, Danau dalam kondisi % 60,8 92.396.504.527 61,5 93.645.877.737 62,3 94.657.286.400 63,0 95.015.539.200 DPU Pengairan
dan Sumber Daya Air baik/kondisi debit air
Lainnya stabil
Program Pengelolaan Persentase RTH
Ruang Terbuka Hijau publik kawasan
(RTH) perkotaan berfungsi
DPU Cipta Karya
baik % 1,5 8.820.688.000 1,5 9.661.722.400 1,5 10.124.808.520 1,5 10.611.048.946
TR

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


185
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman

Program Lingkungan Jumlah Rumah Layak Dinas


Perumahan dan Huni Perumahan dan
Unit 100 950.000.000 100 987.500.000 100 1.026.875.000 100 1.068.218.750
Pemukiman Sehat Kawasan
Permukiman
Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan
Masyarakat
Program Peningkatan Tingkat waktu
Kesiagaan dan tanggap (response
Pencegahan Bahaya rate time) % 76 1.179.720.000 77 1.315.000.000 78 1.447.000.000 79 1.587.000.000 Satpol PP
Kebakaran penanggulangan
bahaya kebakaran
Program Peningkatan Persentase
Penegakan Peraturan pelanggaran Perda % 95 1.355.000.000 96 1.340.000.000 97 1.370.000.000 98 1.400.000.000 Satpol PP
Daerah yang tertangani
Sosial
Program Pelayanan dan Persentase
Rehabilitasi pelayanan bagi
% 0,36 1.465.000.000 0,41 1.465.000.000 0,46 1.465.000.000 0,52 1.465.000.000 Dinas Sosial
Kesejahteraan Sosial PMKS

Tenaga Kerja
Program Peningkatan Persentase pencari Dinas Tenaga
Kesempatan Kerja kerja yang % 76,0 960.000.000 77,4 960.000.000 78,9 960.000.000 80,4 960.000.000 Kerja dan
ditempatkan Transmigrasi
Program Peningkatan Persentase pencari
Dinas Tenaga
Kualitas dan Produktivitas kerja yang
% 48,3 815.000.000 49 815.000.000 49,6 815.000.000 50,2 815.000.000 Kerja dan
Tenaga Kerja bersertifikat
Transmigrasi

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


186
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak
Program Perlindungan Persentase
Perempuan dan Anak penyelesaian
pengaduan dari % 72 820.928.000 75 820.928.000 77 768.143.000 79 820.928.000 BPPKB
tindak kekerasan
dan traficking
Program Penguatan Persentase
Kelembagaan perangkat daerah
Pengarustamaan Gender memiliki focal point % 67 623.300.000 68 623.300.000 70 623.300.000 73 623.300.000 BPPKB
dan Anak aktif
Program Peningkatan Persentase
Peran Serta dan kelompok usaha
% 20 344.625.000 25 344.625.000 30 344.625.000 35 344.625.000 BPPKB
Kesetaraan Gender dalam perempuan mandiri
Pemberdayaan
Pangan
Program Peningkatan Skor PPH Dinas Perikanan
Ketahanan Pangan Ketersediaan Nilai/Angka 91 4.843.000.000 93 5.290.000.000 94 6.410.940.000 95 7.072.500.000
dan Pangan

Lingkungan hidup
Program Pengelolaan Persentase sampah Dinas
Persampahan yang dikelola % 53 11.261.250.000 56 12.051.250.000 59 13.561.250.000 61 14.281.250.000 Lingkungan
Hidup
Program Pengendalian Indeks pencemaran Dinas
Pencemaran Lingkungan lingkungan Skala 140,7 11.261.250.000 142,8 13.051.250.000 144,8 14.561.250.000 146,9 16.281.250.000 Lingkungan
Hidup
Program Perlindungan Persentase peran
dan Konservasi serta masyarakat Dinas
Lingkungan dalam perlindungan % 40 930.000.000 60 930.000.000 80 930.000.000 100 930.000.000 Lingkungan
dan konservasi Hidup
lingkungan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


187
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Rehabilitasi Indeks tutupan Dinas
Hutan/Lahan hutan/lahan Skala 60,8 550.000.000 60,8 580.000.000 60,8 610.000.000 60,8 640.000.000 Lingkungan
Hidup
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Program Penataan Persentase
Administrasi pelayanan KTP-el
% 80 3.508.635.250 85 4.930.636.000 90 5.940.636.000 95 6.950.636.000 Dispendukcapil
Kependudukan kurang dari 2 jam

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Program Pengembangan Indeks Ketahanan Dinas


Lembaga Ekonomi Ekonomi Pemberdayaan
Skala 0,64 923.840.000 0,68 1.065.460.000 0,71 1.169.800.000 0,74 1.283.980.000
Pedesaan Masyarakat dan
Desa
Program Peningkatan Indeks Ketahanan Dinas
Keberdayaan Masyarakat Sosial Pemberdayaan
Skala 0,78 2.360.200.000 0,79 2.649.650.000 0,79 2.932.425.000 0,79 3.208.110.000
Perdesaan Masyarakat dan
Desa
Program Pemanfaatan Indeks Ketahanan Dinas
Sumberdaya Alam dan Lingkungan / Ekologi Pemberdayaan
Teknologi Tepat Guna Skala 0,70 385.000.000 0,71 435.000.000 0,71 485.000.000 0,71 535.000.000
Masyarakat dan
Desa
Program Peningkatan Indeks Kepuasan
Kualitas Penyelenggaran Masyarakat (IKM)
Pemerintahan Desa terhadap layanan Dinas
pemerintahan desa Pemberdayaan
% 77,3 2.573.500.000 78,5 2.837.850.000 80,0 3.106.935.000 90,0 3.373.120.000
Masyarakat dan
Desa

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


188
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Program Keluarga Persentase KB Aktif


Berencana % 69 820.928.000 69 820.928.000 70 820.928.000 70 820.928.000 BPPKB

Perhubungan
Program Pengembangan Persentase
Transportasi Udara dan peningkatan
Dinas
Perkeretaapian aksesibilitas % 31,3 750.000.000 37,5 780.000.000 43,8 810.000.000 50,0 850.000.000
Perhubungan
transportasi udara
dan perkeretaapian
Program Peningkatan Persentase
Pelayanan Angkutan pengguna jasa
angkutan Dinas
% 82 600.000.000 84 780.000.000 86 905.000.000 88 855.000.000
penumpang umum Perhubungan
di bidang
transportasi darat
Program Pengelolaan Persentase panjang
Dinas
LPJU jalan terlayani LPJU % 31 46.900.000.000 37 47.582.000.000 43 48.794.000.000 49 49.613.400.000
Perhubungan

Komunikasi dan Informatika


Program Pengembangan Persentase
Komunikasi, Informasi, infrastruktur IT yang Dinas
dan Media Massa berfungsi baik % 62 2.515.000.000 65 2.680.000.000 68 2.790.000.000 70 2.820.000.000 Komunikasi dan
Informatika

Program Pengembangan Jumlah informasi


Dinas
dan Penyebaran pemerintah daerah
Informasi 250 525.000.000 275 575.000.000 300 650.000.000 325 680.000.000 Komunikasi dan
Informasi Pemerintah yang
Informatika
Daerah tersebarluaskan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


189
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pengembangan Persentase aplikasi
dan Pengelolaan IT yang mendukung Dinas
Teknologi Informatika city branding dan % 50 3.960.000.000 55 4.704.000.000 60 5.702.400.000 65 6.842.880.000 Komunikasi dan
layanan publik yang Informatika
berfungsi baik
Program Tatakelola Persentase aplikasi
Pengembangan e- e-government yang Dinas
Government berfungsi baik % 50 1.185.600.000 55 1.407.720.000 60 1.674.264.000 65 1.994.116.800 Komunikasi dan
Informatika

Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah


Program Peningkatan Persentase koperasi
Dinas Koperasi
Kualitas Kelembagaan aktif
% 81 82 83 84 dan Usaha
Koperasi
Mikro
1.400.000.000 1.740.000.000 1.830.000.000 1.910.000.000
Persentase
Dinas Koperasi
pertumbuhan
% 0,40 0,50 0,60 0,70 dan Usaha
jumlah anggota
Mikro
koperasi
Program Pengembangan Persentase koperasi Dinas Koperasi
Usaha Koperasi sehat % 14,28 15,86 17,45 19,03 dan Usaha
Mikro
1.032.957.500 1.080.000.000 1.115.000.000 1.160.000.000
Persentase Dinas Koperasi
peningkatan volume % 13,22 15,50 15,69 16,04 dan Usaha
usaha koperasi Mikro
Program Penumbuhan Persentase Dinas Koperasi
Wirausaha Baru wirausaha mikro % 0,27 1.250.000.000 0,35 1.450.000.000 0,42 1.650.000.000 0,50 1.850.000.000 dan Usaha
baru yang tumbuh Mikro
Program Pembinaan Rasio pemerataan
Dinas Koperasi
Lingkungan Sosial Lingkup unit usaha mikro
Rasio 20,5 500.000.000 21,0 500.000.000 21,5 500.000.000 22,0 500.000.000 dan Usaha
Usaha Mikro kecil dan menengah
Mikro

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


190
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan dan Persentase usaha
Pengembangan Usaha mikro yang Dinas Koperasi
Mikro mengalami % 12,5 3.425.000.000 15,0 3.650.000.000 17,5 3.875.000.000 20,0 4.150.000.000 dan Usaha
perkembangan Mikro
usaha
Penanaman Modal
Program Pengembangan Persentase Dinas
Data. Informasi dan pemenuhan Penanaman
Pengendalian Penanaman kebutuhan data dan Modal dan
% 81,5 86,0 90,5 95,0
Modal informasi Pelayanan
penanaman modal Terpadu Satu
Pintu
175.000.000 275.000.000 375.000.000 475.000.000
Persentase Dinas
peningkatan LKPM Penanaman
Modal dan
% 13 16 17 17
Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu
Program Penguatan Jumlah minat Dinas
Kebijakan dan Penanaman Modal Penanaman
Peningkatan Promosi Modal dan
Penanaman Modal Rp.Trilyun 2 700.000.000 3 725.000.000 3 725.000.000 3 725.000.000
Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu
Program Pelayanan Persentase
Penanaman Modal kesesuaian Dinas
penyelesaian Penanaman
perizinan sesuai Modal dan
% 80 400.000.000 85 425.000.000 90 475.000.000 95 525.000.000
dengan SOP Pelayanan
Terpadu Satu
Pintu

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


191
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Kepemudaan dan Olahraga

Program Peningkatan Persentase pemuda


Upaya Penumbuhan terlatih yang Dinas Pemuda
% 20 450.000.000 30 500.000.000 40 550.000.000 60 600.000.000
Kewirausahaan dan menjadi wirausaha dan Olahraga
Kecakapan Hidup Pemuda mandiri
Program Pembinaan Persentase pemuda
Dinas Pemuda
Lingkungan Sosial Lingkup terlatih % 20 2.500.000.000 30 2.750.000.000 40 3.000.000.000 50 3.250.000.000
dan Olahraga
Kepemudaan
Program Pembinaan dan Jumlah atlit yang
Dinas Pemuda
Penyelenggaraan berprestasi Orang 75 3.800.000.000 100 5.700.000.000 125 6.900.000.000 150 7.500.000.000
dan Olahraga
Kompetisi Olahraga
Program Pembinaan dan Jumlah insan
Dinas Pemuda
Pemasyarakatan Olah olahraga yang Orang 55 200.000.000 60 300.000.000 65 400.000.000 75 500.000.000
dan Olahraga
Raga berprestasi
Program Pengembangan Jumlah event Dinas Pemuda
Olahraga Rekreasi Kegiatan 10 12.250.000.000 11 12.650.000.000 11 13.350.000.000 12 13.450.000.000
dan Olahraga
Statistik
Program Pengembangan Persentase data
Data/Informasi/Statistik informasi dan Dinas
Daerah statistik daerah yang % 100 1.070.000.000 100 1.070.000.000 100 1.070.000.000 100 1.070.000.000 Komunikasi dan
tersusun dengan Informatika
baik

Persandian
Program Pengamanan Persentase
Informasi Daerah pengamanan
Dinas
informasi daerah
% 100 395.000.000 100 395.000.000 100 395.000.000 100 395.000.000 Komunikasi dan
yang terselenggara
Informatika
baik

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


192
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Kebudayaan
Program Pengelolaan Persentase budaya
Dinas
Kekayaan dan Keragaman lokal yang
Event 22 10.532.388.000 24 11.532.388.000 26 12.532.388.000 28 13.532.388.000 Kebudayaan dan
Budaya dikembangkan
Pariwisata

Perpustkaan
Program Pengembangan Persentase jumlah
Dinas
Budaya Baca dan pengunjung
% 87 877.268.500 89 1.271.435.250 90 1.371.006.075 90 1.571.006.105 Perpustakaan
Pembinaan Perpustakaan perpustakaan
dan Kearsipan

Kearsipan
Program Pengelolaan Persentase arsip
Dinas
Arsip Statis dan Dinamis statis dan dinamis
% 80 307.621.000 80 510.181.500 90 721.735.950 90 921.735.950 Perpustakaan
yang dikelola
dan Kearsipan

Kelautan dan Perikanan


Program Pengembangan Volume produksi Dinas Perikanan
Perikanan Budidaya perikanan budidaya Ton 27.272 28.469 29.666 30.863
dan Pangan
Jumlah luas
Dinas Perikanan
pemanfaatan lahan Ha 1462 1497 1532 1567
dan Pangan
budidaya
Jumlah produksi
benih ikan air tawar 4.375.000.000 4.675.000.000 4.975.000.000 5.275.000.000 Dinas Perikanan
Juta ekor 29 31 32 33
di kabupaten dan Pangan

Persentase jumlah
pokdakan yang Dinas Perikanan
% 5 7 10 13
meningkat kelasnya dan Pangan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


193
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pengembangan Volume produksi Dinas Perikanan
Perikanan Tangkap perikanan tangkap Ton 63.831 65.120 66.408 67.697
dan Pangan
Nilai produksi Dinas Perikanan
perikanan tangkap Rp.Trilyun 1,50 1,65 1,82 2,00
dan Pangan
Persentase 5.180.000.000 6.099.500.000 8.295.000.000 9.040.000.000
peningkatan PNBP Dinas Perikanan
% 10 10 10 10
sektor perikanan dan Pangan
tangkap
Persentase jumlah
Dinas Perikanan
KUB yang meningkat % 5 8 8 9
dan Pangan
kelasnya
Pariwisata
Program Pengembangan Lenght of stay Dinas
Destinasi dan Jaringan Hari 3 10.532.388.000 4 10.532.388.000 4 10.532.388.000 4 10.532.388.000 Kebudayaan dan
Kemitraan Pariwisata Pariwisata
Program Pengembangan Jumlah kunjungan Dinas
Pemasaran Pariwasata wisatawan % 20 4.000.000.000 30 5.000.000.000 40 6.000.000.000 50 7.000.000.000 Kebudayaan dan
Pariwisata
Pertanian
Program Peningkatan Persentase
Produksi Hasil Peternakan kelompok yang
memanfaatkan
% 9 11 13 14 Dinas Pertanian
teknologi
peternakan tepat
guna 3.466.700.000 4.536.065.000 5.888.895.000 7.776.978.000
Produksi daging Ton 9.352 9.620 9.889 10.157 Dinas Pertanian
Produksi telur Ton 11.687 12.062 12.438 12.813 Dinas Pertanian
Produksi susu Ton 818 829 839 850 Dinas Pertanian

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


194
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan Jumlah kelompok
Produksi Ternak dan usaha
Kelompok 605 1.850.000.000 615 2.300.000.000 625 2.650.000.000 635 3.150.000.000 Dinas Pertanian
peternakan yang
tumbuh
Program Pencegahan dan Angka kejadian
Penanggulangan Penyakit penyakit % 4,50 4,25 4,00 4,00 Dinas Pertanian
Ternak
Angka kematian
% 0,3 0,3 0,3 0,3 Dinas Pertanian
ternak 5.745.000.000 6.754.000.000 7.763.000.000 9.582.000.000
Usaha produk
hewan yang
Unit 4 5 6 7 Dinas Pertanian
bersertifikasi
PRA/NKV
Program Peningkatan Produktifitas padi
Produksi dan Kualitas atau bahan pangan Kwintal/
65,30 65,87 66,15 66,23 Dinas Pertanian
Produk Tanaman Pangan utama lainnya per Hektar
Hektar
Persentase sarana
dan prasarana 17.470.000.000 19.019.000.000 21.138.700.000 22.862.570.000
tanaman pangan % 100 100 100 100 Dinas Pertanian
yang dimanfaatkan
Jumlah sertifikasi
produk tanaman Dokumen 2 3 4 5 Dinas Pertanian
pangan
Program Peningkatan Persentase
Produksi dan Kualitas peningkatan
Produk Perkebunan dan produksi tanaman % 3,33 20.500.000.000 3,41 24.050.000.000 3,49 28.855.000.000 3,57 30.940.500.000 Dinas Pertanian
Hortikultura hortikultura
unggulan daerah

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


195
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Persentase
peningkatan
produksi tanaman % 3,33 3,41 3,49 3,57 Dinas Pertanian
perkebunan
unggulan daerah
Jumlah sertifikasi
produk perkebunan
Dokumen 3 4 5 6 Dinas Pertanian
dan hortikultura

Program Peningkatan Persentase


Kualitas Bahan Baku peningkatan
% 3,33 3,41 3,49 11.132.000.000 3,57 Dinas Pertanian
Industri Hasil Tembakau produksi tembakau
9.200.000.000 10.120.000.000 12.245.200.000
Jumlah sertifikasi
tembakau Dokumen 1 2 3 4 Dinas Pertanian

Perindustrian
Program Pengembangan Persentase Dinas
Industri Kecil dan peningkatan nilai Perindustrian
% 6,09 4.160.000.000 6,62 4.815.000.000 7,21 5.395.000.000 7,86 5.975.000.000
Menengah penjualan (omset) dan
IKM Perdagangan
Program Pengembangan Persentase cakupan Dinas
Sentra dan Klaster pengembangan Perindustrian
% 55 60 65 70
Industri sentra industri dan
Perdagangan
355.000.000 410.000.000 495.000.000 550.000.000
Persentase Dinas
peningkatan jumlah Perindustrian
% 5,0 7,5 10,0 12,5
IKM yang bermitra dan
dalam klaster Perdagangan

196
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pembinaan Rasio ketimpangan
Lingkungan Sosial Lingkup pendapatan IKM Dinas
Industri Kecil wilayah kecamatan Perindustrian
% 16,00 2.755.000.000 16,25 3.000.000.000 16,50 3.250.000.000 16,75 3.500.000.000
(ketimpangan versi dan
bank dunia) Perdagangan

Program Perlindungan Persentase


Dinas
HKI dan Standardisasi peningkatan
Perindustrian
Industri sertifikasi % 50 532.000.000 50 822.000.000 50 1.112.000.000 50 1.402.000.000
dan
standardisasi dan
Perdagangan
HKI
Transmigrasi
Program Pengembangan Persentase
Dinas Tenaga
Wilayah dan Penempatan penempatan
% 0,41 535.000.000 0,42 535.000.000 0,43 535.000.000 0,45 535.000.000 Kerja dan
Transmigrasi transmigran
Transmigrasi

Pemerintahan Umum
Program Pengembangan Persentase angka
Wawasan Kebangsaan konflik suku, agama,
% 0 920.092.300 0 1.012.102.410 0 1.113.312.851 0 1.224.643.916 Bangkesbangpol
ras dan antar
golongan
Penunjang (Perencanaan)
Program Perencanaan Persentase
Pembangunan Daerah terpenuhinya aspek
kualitas dalam % 82,5 960.000.000 85,0 1.340.000.000 90,0 1.725.000.000 90,0 1.910.000.000 Bappeda
dokumen
perencanaan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


197
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Perencanaan Persentase data dan
Pembangunan Ekonomi informasi
perencanaan
pembangunan % 80 3.525.000.000 80 3.625.000.000 80 3.625.000.000 80 3.825.000.000 Bappeda
ekonomi yang
dimanfaatkan
sebagai policy brief
Program Perencanaan Persentase data dan
Pembangunan Kesra dan informasi
Pemerintahan perencanaan
pembangunan kesra
dan % 80 3.080.000.000 80 3.080.000.000 80 3.080.000.000 80 3.080.000.000 Bappeda
pemerintahanyang
dimanfaatkan
sebagai policy brief
Program Perencanaan Persentase data dan
Pembangunan Sarpras informasi
Wilayah dan Lingkungan perencanaan
Hidup pembangunan
sarana dan
% 80 3.900.000.000 80 4.150.000.000 80 4.700.000.000 80 5.450.000.000 Bappeda
prasarana wilayah
dan lingkungan
hidup yang
dimanfaatkan
sebagai policy brief
Penunjang (Keuangan)
Program Peningkatan dan Persentase
Pengembangan Pelayanan Kepada
Pengelolaan Keuangan masyarakat dalam
% 89 1.360.000.000 91 1.370.000.000 93 1.380.000.000 95 1.390.000.000 BPKAD
Daerah pencairan SP2D

198
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Penunjang (Kepegawaian serta Pendidikan dan
Pelatihan)
Program peningkatan Persentase bantuan
kapasitas sumber daya tugas belajar dan
aparatur ikatan dinas BKPP

% 80 6.525.000.000 80 7.325.000.000 80 8.325.000.000 80 9.325.000.000


Persentase
peningkatan SDM
BKPP
aparatur melalui
pelaksanaan Diklat
Penunjang (Penelitian dan Pengembangan)
Program Penelitian dan Persentase data dan
Pengembangan informasi hasil
penelitian dan
pengembangan yang % 80 1.960.000.000 80 2.380.000.000 80 2.600.000.000 80 2.995.000.000 Bappeda
dimanfaatkan
sebagai policy brief

Penunjang (Fungsi lain sesuai peraturan


perundangiundangan)
Program Perumusan Peringkat LPPD
Kebijakan
Peringkat 10 900.000.000 10 900.000.000 10 900.000.000 10 900.000.000 Setda
Penyelenggaraan
Pemerintahan
Program penataan, Persentase
penguasaan, pemilikan, peningkatan aset
penggunaan dan tanah pemkab % 70 25.000.000.000 75 25.500.000.000 80 26.000.000.000 85 26.500.000.000 Setda
pemanfaatan tanah bersertikat

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


199
Bidang Urusan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
IndikatorKinerja
Pemerintahan dan
Program Satuan SKPD
Program Prioritas 2017 2018 2019 2020
(outcome)
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program penyelesaian Persentase konflik
konflik-konflik pertanahan yang
% 85 200.000.000 90 200.000.000 90 200.000.000 90 200.000.000 Setda
pertanahan terfasilitasi

Program Fasilitasi Persentase


Pengadaan Barang dan pengadaan barang
Jasa dan jasa yang % 100 1.612.000.000 100 1.612.000.000 100 1.612.000.000 100 1.612.000.000 Setda
akuntabel, efektif
dan efesien
Program Peningkatan Persentase SKPD
Akuntabilitas Kinerja yang nilai AKIPnya
Aparatur dan Instansi Baik/B hasil evaluasi
Pemerintah Inspektorat (TIM) % 75,0 570.000.000 78,6 570.000.000 82,1 570.000.000 85,0 570.000.000 Setda
dari SKPD yang
dievaluasi

Program Perumusan Nilai rata-rata indeks


Kebijakan Pelayanan kepuasan
Publik masyarakat % 80 500.000.000 80 500.000.000 80 500.000.000 80 500.000.000 Setda
terhadap layanan
SKPD

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


200
Tabel 8.5 Capaian Kinerja Program Prioritas II dan Kerangka Pendanaan

Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
URUSAN WAJIB
Kesehatan
Program Peningkatan Cakupan pelayanan Dinas
Kesehatan Lansia usia lanjut % 55 50.000.000 56 60.000.000 57 70.000.000 58 80.000.000
Kesehatan
Program Pembinaan Persentase
dan Pemberdayaan Puskesmas Dinas
% 26 50.000.000 32 50.000.000 38 50.000.000 44 50.000.000
Kesehatan melaksanakan upaya Kesehatan
kesehatan kerja
Program Pembinaan Persentase
dan Pemberdayaan Puskesmas
Dinas
Kesehatan Olahraga melaksanakan % 20 50.000.000 25 50.000.000 30 50.000.000 35 50.000.000
Kesehatan
kegiatan kesehatan
olahraga
Program Peningkatan Cakupan kunjungan
Dinas
Kesehatan Bayi dan neonatal pertama % 86 87 88 89
Kesehatan
Balita (KN1) 175.000.000 200.000.000 225.000.000 250.000.000
Cakupan pelayanan Dinas
kesehatan bayi (K By) % 96 96 97 97
Kesehatan
Program Peningkatan Persentase capaian
Kualitas Pelayanan Standar Pelayanan 87.892.800.00 Dinas
% 75 64.909.412.000 76 74.105.000.000 77 84.311.000.000 78
RSUD Blambangan Minimal (SPM) 0 Kesehatan
Rumah Sakit
Program Peningkatan Persentase capaian
Kualitas Pelayanan Standar Pelayanan 81.560.000.00 Dinas
% 75 72.126.735.000 76 76.970.000.000 77 78.560.000.000 78
RSUD Genteng Minimal (SPM) 0 Kesehatan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


201
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Rumah Sakit

Program Pembinaan Persentase


Lingkungan Sosial pembinaan 10.000.000.00 Dinas
Lingkup Kesehatan ( lingkungan sosial % 85 10.000.000.000 87 10.000.000.000 89 10.000.000.000 90
0 Kesehatan
RSUD Blambangan) lingkup ksehatan

Program Pembinaan Persentase


Lingkungan Sosial pembinaan Dinas
% 85 5.565.000.000 87 6.385.000.000 89 7.165.000.000 90 7.916.000.000
Lingkup Kesehatan ( lingkungan sosial Kesehatan
RSUD Genteng) lingkup ksehatan
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Program Pembangunan Panjang saluran
Saluran drainase / gorong-
Drainase/Gorong- gorong yang M 15.000 225.000.000 15.000 236.250.000 15.000 248.062.500 15.000 260.465.625 DPU Pengairan
gorong dibangun dalam
kondisi baik
Program Panjang jaringan
Rehabilitasi/Pemelihara irigasi diperbaiki
103.940.780.80 104.299.033.60 106.657.286.40 110.015.539.2
an Jaringan Irigasi, Km 35 39 43 47 DPU Pengairan
0 0 0 00
Rawa, Jaringan
Pengairan Lainnya
Program Panjang jalan yang
Rehabilitasi/Pemelihara direhabilitasi dalam 80.974.225.95 DPU Cipta
Km 400 54.050.000.000 400 71.751.090.000 400 73.129.060.000 400
an Jalan kondisi baik 0 Karya TR

202
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Jumlah jembatan
Rehabilitasi/Pemelihara yang direhab dalam 11.881.250.00 DPU Cipta
Unit 5 5.000.000.000 5 7.500.000.000 5 9.125.000.000 5
an Jembatan kondisi baik 0 Karya TR

Program Pembangunan Sistem


Sistem informasi/database DPU Cipta
Aplikasi IT 4 500.000.000 4 1.250.000.000 4 1.512. 500.000 4 2.038.004.184
Informasi/Database jalan dan jembatan Karya TR
Jalan dan Jembatan yang berfungsi baik
Program Peningkatan Jumlah sarana dan
Sarana dan Prasarana prasarana 12.039.300.00 DPU Cipta
Unit 6 10.400.000.000 6 10.920.000.000 6 11.466.000.000 6
Kebinamargaan kebinamargaan yang 0 Karya TR
berfungsi baik
Program Jumlah fasilitas
Pengembangan publik strategis yang DPU Cipta
Unit 2 2.250.000.000 2 2.362.500.000 2 2.480.625.000 2 2.604.656.250
Wilayah Strategis dan dibangun berfungsi Karya TR
Cepat Tumbuh baik
Program Pembinaan Jumlah tenaga
Jasa Konstruksi terampil konstruksi DPU Cipta
Orang 20 20 20 20
yang sesuai standar Karya TR
473.250.000 473.250.000 473.250.000 473.250.000
Jumlah penyedia jasa
konstruksi yang DPU Cipta
Perusahaan 200 200 200 200
sesuai kualifikasi Karya TR

Program Pembangunan Panjang trotoar DPU Cipta


Trotoar berfungsi baik M 8.000 5.535.000.000 8.000 5.811.750.000 8.000 6.100.000.000 8.000 6.500.000.000
Karya TR
Program Pengelolaan Persentase areal
Areal Pemakaman pemakaman yang DPU Cipta
% 1,5 6.260.000.000 1,5 6.570.500.000 1,5 6.896.525.000 1,5 7.238.851.250
berfungsi baik baik Karya TR

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


203
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pembangunan Ketersediaan
Sistem Informasi/data dokumen data base % 50 158.125.000 55 160.000.000 60 161.000.000 65 162.000.000 DPU Pengairan
Base Sumber Daya Air sumber daya air
Program Pembangunan Persentase jaringan
Jaringan Irigasi, Rawa, irigasi dalam kondisi
% 60 495.000.000 61 544.500.000 62 598.950.000 63 658.845.000 DPU Pengairan
dan Jaringan Pengairan baik dan teknis
Lainnya
Program Pengendalian Persentase daerah
Banjir bebas banjir % 90 2.875.000.000 91 3.018.750.000 92 3.471.562.500 93 3.645.140.625 DPU Pengairan

Program Persentase
Pemberdayaan partisipasi
% 60 904.400.000 70 962.620.000 75 1.022.751.000 80 1.084.888.550 DPU Pengairan
Masyarakat masyarakat dalam
pengelolaan air
Program Perencanaan Persentase
Pembangunan Jaringan ketersediaan air pada
Irigasi dan musim hujan dan
Pembangunan Sumber kemarau (Degradasi % 65 3.616.110.000 70 6.199.165.000 75 7.582.220.000 80 8.965.275.000 DPU Pengairan
Daya Air Lainnya DAS)

Program Penataan Persentase sanitasi


Lingkungan lingkungan
perumahan yang % 15,8 2.800.000.000 17,0 2.830.000.000 17,0 2.870.000.000 18,0 2.900.000.000 DPU Pengairan
berfungsi baik

Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


204
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Penataan Jumlah perumahan Dinas
Perumahan sesuai ketentuan Perumahan dan
Lokasi 20 300.000.000 20 300.000.000 20 300.000.000 20 300.000.000
Kawasan
Pemukiman
Jumlah kasiba yang Dinas
berijin Perumahan dan
Lokasi 5 5 5 5
Kawasan
Pemukiman
Program Pengendalian Luas kawasan kumuh Dinas
Kawasan Kumuh yang tertangani Perumahan dan
Ha 10 3.900.000.000 10 4.100.500.000 10 4.250.375.000 10 4.500.093.750
Kawasan
Pemukiman
Program Jumlah rusun dan Dinas
Pengembangan Rusun PSU berfungsi baik Perumahan dan
Lokasi 1 550.000.000 1 575.000.000 1 601.250.000 1 628.812.500
dan PSU Kawasan
Pemukiman
Program Lingkungan Jumlah sarana dan Dinas
Sehat Perumahan prasarana sanitasi Perumahan dan
dasar yang dibangun Unit 5 600.000.000 5 620.000.000 5 641.000.000 5 663.050.000
Kawasan
berfungsi baik Pemukiman
Kentretaman dan Ketertiban
Program Pemeliharaan Persentase
Ketentraman dan penanganan ganguan
% 93 950.000.000 94 1.010.000.000 95 1.070.000.000 96 1.130.000.000 Sat Pol PP
Keindahan dan ketrentaman dan
Ketertiban Umum ketertiban umum

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


205
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Rasio Linmas Per
Pemberdayaan dan desa
Linmas/desa 38 1.281.000.000 39 2.170.000.000 40 3.440.000.000 41 4.960.000.000 Sat Pol PP
Pengembangan Potensi
Satuan Linmas
Program Peningkatan Persentase patroli
Keamanan dan ketertiban
% 95 3.750.000.000 96 3.860.000.000 97 3.970.000.000 98 4.080.000.000 Sat Pol PP
Kenyamanan
Lingkungan
Program Persentase
Pengembangan peningkatan
Ketangguhan ketangguhan % 61,4 71,7 82,0 90,0 BPBD
Masyarakat masyarakat terhadap 930.000.000 950.000.000 970.000.000 990.000.000
Menghadapi Bencana ancaman bencana
Desa tangguh yang
telah terbentuk Desa 2 2 2 2 BPBD

Program Peningkatan Persentase


Efektifitas Penanganan penanganan darurat % 70 75 80 85 BPBD
Darurat Bencana bencana
939.000.000 954.000.000 972.000.000 992.000.000
Persentase
pemenuhan % 60 65 70 75 BPBD
kebutuhan dasar
Program Pemulihan Persentase
Pasca Bencana pemulihan dampak % 45 920.000.000 55 920.000.000 65 920.000.000 70 920.000.000 BPBD
bencana
Sosial
Program Peningkatan Persentase PSKS
Kemampuan (Capacity yang tersertifikasi % 1,79 425.000.000 2,11 525.000.000 2,43 625.000.000 2,75 725.000.000 Dinas Sosial
Building)

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


206
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Perlindungan Persentase PMKS
Sosial prioritas yang
mendapat jaminan
% 9,52 3.105.000.000 9,82 3.805.000.000 10,03 3.805.000.000 10,11 3.805.000.000 Dinas Sosial
hidup dasar
meningkat

Program Penanganan Persentase korban


Bencana bencana yang
% 9,11 575.000.000 9,82 775.000.000 10,40 975.000.000 11,01 1.175.000.000 Dinas Sosial
ditangani

Program Nilai-nilai Jumlah pahlawan


Kepahlawanan dan yang diusulkan
Pemeliharaan menjadi pahlawan orang 5 230.000.000 10 230.000.000 15 230.000.000 20 230.000.000 Dinas Sosial
nasional

Tenaga Kerja
Program Persentase
Dinas Tenaga
Pengembangan perselisihan 77,51 78,97 79,17
% 76,19 850.000.000 850.000.000 850.000.000 850.000.000 Kerja dan
Hubungan Industrial hubungan industrial
Transmigrasi
dan Syarat Kerja yang terselesaikan
Program Perlindungan Persentase TKI Dinas Tenaga
Tenaga Kerja bermasalah % 0,96 710.000.000 0,96 710.000.000 0,96 710.000.000 0,96 710.000.000 Kerja dan
Transmigrasi
Pangan
Program Peningkatan Skor PPH Konsumsi Dinas Perikanan
Diversifikasi Pangan Nilai/ Angka 70 645.000.000 71 664.500.000 74 785.000.000 76 830.000.000
dan Pangan
Lingkungan hidup

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


207
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Akreditasi
Pengembangan laboratorium 16 19 22 Dinas
Laboratorium lingkungan Parameter 12 930.000.000 930.000.000 930.000.000 930.000.000 Lingkungan
Lingkungan Hidup

Administrasi Kependudukan dan Pencatatan


Sipil
Program Pendataan Persentase database
dan Informasi kependudukan yang % 87 68.750.000 89 72.000.000 91 76.750.000 93 79.000.000 DisPenduk Capil
Kependudukan valid dan update
Program Pemanfaatan Persentase data
Data dan Inovasi kependudukan yang % 87 89 91 93 DisPenduk Capil
Pelayanan dimanfaatkan
Jumlah inovasi 68.750.000 72.000.000 75.750.000 79.100.000
pelayanan
Inovasi 1 1 1 1 DisPenduk Capil
kependudukan yang
dikembangkan
Program Pelayanan Bayi lahir procot
Pencatatan Sipil pulang bawa akta
% 0,35 445.000.000 0,40 458.000.000 0,45 540.000.000 0,50 590.000.000 DisPenduk Capil

Pengendalian Penduduk dan Keluarga


Berencana
Program Persentase layanan
Pengembangan Pusat informasi dan KRR
% 85 623.300.000 85 623.300.000 85 623.300.000 85 623.300.000 BPPKB
Pelayanan Informasi
dan Konseling KRR

208
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Persentase remaja
Penanggulangan yang bermasalah
Narkoba, PMS dengan sex bebas, % 0,24 344.625.000 0,23 344.625.000 0,22 344.625.000 0,21 344.625.000 BPPKB
Termasuk HIV/AIDS Napza termasuk
HIV/AIDS
Program Pengendalian Angka laju
Penduduk pertambahan % 0,36 351.145.000 0,35 351.145.000 0,34 351.145.000 0,33 351.145.000 BPPKB
penduduk
Program Peran Serta Persentase peran
Masyarakat dalam serta masyarakat
% 70 291.990.800 72 291.990.800 74 291.990.800 76 291.990.800 BPPKB
Pelayanan KB/KR yang dalam pelayanan
Mandiri KB/KR Mandiri
Perhubungan
Program Persentase
Pengembangan peningkatan Dinas
% 12 760.000.000 14 905.000.000 16 1.210.000.000 18 1.510.000.000
Transportasi Laut aksesibilitas Perhubungan
transportasi Laut
Program Pembangunan Persentase
Prasarana dan Fasilitas pengembangan Dinas
% 77,5 1.400.000.000 80,0 1.650.000.000 82,5 1.750.000.000 85,0 1.950.000.000
Perhubungan prasarana dan Perhubungan
fasilitas perhubungan
Program Peningkatan Persentase kelaikan
Kelaikan Pengoperasian pengoperasian Dinas
% 84 1.150.000.000 86 1.300.000.000 88 1.500.000.000 90 1.700.000.000
Kendaraan Bermotor kendaraan bermotor Perhubungan

Program Pengawasan Persentase potensi


dan Pengaturan Lalu lokasi kemacetan dan Dinas
% 77,5 3.325.000.000 80,0 3.475.000.000 82,5 3.525.000.000 85,0 3.700.000.000
Lintas Angkutan Jalan kepadatan lalu lintas Perhubungan
angkutan jalan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


209
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pembangunan Persentase
Sarana Dan Prasarana peningkatan sarana Dinas
% 67,8 5.475.000.000 71,5 5.775.000.000 79,0 6.775.000.000 79,0 7.775.000.000
Perhubungan prasarana Perhubungan
transportasi Darat
Program Pengendalian Indeks angka
Dinas
dan Pengamanan Lalu kecelakaan % 40,38 3.680.000.000 37,61 3.680.000.000 35,03 3.680.000.000 32,62 3.680.000.000
Perhubungan
Lintas transportasi darat
Program Rehabilitasi Kualitas prasarana
dan Pemeliharaan dan fasilitas Dinas
% 100 925.000.000 100 925.000.000 100 925.000.000 100 925.000.000
Prasarana dan Fasilitas transportasi Darat Perhubungan
LLAJ
Kepemudaan dan Olahraga
Program Upaya Jumlah duta anti
Pencegahan narkoba meningkat Dinas Pemuda
Orang 70 200.000.000 100 250.000.000 150 300.000.000 180 350.000.000
Penyalahgunaan dan Olahraga
Narkoba
Program Peningkatan Jumlah pemuda Dinas Pemuda
Peran Serta pelopor meningkat Orang 23 28 33 38
dan Olahraga
Kepemudaan Persentase organisasi 1.650.000.000 2.025.000.000 2.335.000.000 2.590.000.000
pemuda yang Dinas Pemuda
% 80 85 90 95
memenuhi ketentuan dan Olahraga

Program Pembinaan Presentase anggota


Kepramukaan pramuka yang Dinas Pemuda
% 80 200.000.000 85 300.000.000 90 400.000.000 95 500.000.000
terfasilitasi dan Olahraga
kegiatannya
Program Peningkatan Persentase sarana
25.000.000.00 Dinas Pemuda
Sarana dan Prasarana dan prasarana yang Lokasi 3 16.000.000.000 3 19.000.000.000 3 22.000.000.000 3
0 dan Olahraga
Olahraga memenuhi standart

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


210
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Kearsipan
Program Penyelamatan Persentase 89 90 90
Dinas
dan Pelestarian arsip/dokumen
% 87 307.621.000 510.181.500 721.735.950 900.000.000 Perpustakaan
Dokumen/ Arsip daerah dalam kondisi
dan Arsip
Daerah kondisi baik
Program Pemeliharaan Persentase sarpras 89 90 90
Rutin/ Berkala Sarana kearsipan dalam Dinas
% 87 61.548.700 93.485.550 125.018.715 175.018.714
dan Prasarana kondisi baik Perpustakaan
Kearsipan
Perdagangan
Program Peningkatan Jumlah realisasi Dinas
dan Pengembangan ekspor Perindustrian
US$ 105 juta 1.300.000.000 115 juta 1.445.000.000 126 juta 1.590.000.000 140 juta 1.735.000.000
Ekspor dan
Perdagangan
Program Optimalisasi Persentase Dinas
Perdagangan Dalam pertumbuhan sub Perindustrian
% 8,52 667.000.000 9,32 725.000.000 10,12 787.000.000 10,92 853.000.000
Negeri sektor perdagangan dan
besar dan eceran Perdagangan
Program Stabilisasi Rata-rata persentase Dinas
Harga Komoditas kenaikan harga Perindustrian
% 12,82 170.000.000 12,12 230.000.000 11,42 290.000.000 10,72 350.000.000
Perdagangan komoditas dan
Perdagangan
Program Perlindungan Persentase Dinas
Konsumen dan peningkatan pelaku Perindustrian
% 10,91 3.940.000.000 11,48 3.940.000.000 12,25 3.940.000.000 12,66 3.940.000.000
Pengamanan usaha yang tertib dan
Perdagangan niaga Perdagangan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


211
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Persentase tertib Dinas
Pemberantasan Barang niaga barang kena Perindustrian
% 92 76.000.000 96 82.000.000 100 89.000.000 100 97.000.000
Kena Cukai Ilegal cukai dan
Perdagangan
Program Pembinaan Persentase pasar
Dinas
dan Pengelolaan Pasar rakyat yang
Perindustrian
mengalami % 2,04 4.100.000.000 5,10 4.560.000.000 8,16 5.020.000.000 11,22 5.480.000.000
dan
peningkatan standar
Perdagangan
sesuai SNI
Pemerintahan Umum
Program Penyusunan Jumlah dokumen
RKPD Kabupaten di Rancangan RKPD Kantor
Dokumen 1 375.000.000 1 375.000.000 1 375.000.000 1 375.000.000
Kecamatan hasil Musrenbang Kecamatan
Kecamatan
Program Persentase
Pemberdayaan keterlibatan
Kantor
Masyarakat Kecamatan masyarakat dalam % 20 375.000.000 21 375.000.000 22 375.000.000 23 375.000.000
Kecamatan
kegiatan
pembangunan
Program Persentase
Pemasyarakatan Minat pengunjung Kantor
% 1,0 375.000.000 1,2 375.000.000 1,5 375.000.000 1,7 375.000.000
dan Budaya Baca di perpustakaan di Kecamatan
Kecamatan Kecamatan
Program Penegakan Jumlah pelanggaran
Perda dan Perbup di Perda dan Perbup di
Kantor
Kecamatan Kecamatan Kasus 5 375.000.000 4 375.000.000 3 375.000.000 2 375.000.000
Kecamatan

212
165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Fasilitasi Persentase
Pelaksanaan keterlibatan
Penanggulangan masyarakat dalam Kantor
% 20 375.000.000 21 375.000.000 22 375.000.000 23 375.000.000
Kemiskinan kegiatan Kecamatan
penanggulangan
kemiskinan
Program Fasilitasi Persentase
Kantor
Penyelenggaraan desa/kelurahan sehat % 75 375.000.000 80 375.000.000 85 375.000.000 90 375.000.000
Kecamatan
Kecamatan Sehat
Program Pendidikan Persentase angka 65
Politik Masyarakat masyarakat yang
% 3.200.000.000 67 3.200.000.000 70 3.200.000.000 72 3.200.000.000 BakesbangPol
menggunakan hak
politiknya
Program Angka potensi 12
Pemberdayaan gangguan ideologi,
Masyarakat untuk politik, ekonomi, Kejadian 3.118.300.000 12 3.118.300.000 12 3.118.300.000 12 3.118.300.000 BakesbangPol
Menjaga Ketertiban pertahanan dan
dan Keamanan keamanan
Program Program Angka potensi 12
Peningkatan gangguan sosial
Kejadian 134.300.000 12 134.300.000 12 134.300.000 12 134.300.000 BakesbangPol
Pemberantasan budaya
Penyakit Masyarakat
Penunjang (Perencanaan)
Program Pengendalian Persentase SKPD 90 90 90 90
dan Evaluasi yang tercapai target % 1.125.000.000 1.125.000.000 1.125.000.000 1.125.000.000 Bappeda
Pembangunan Daerah programnya
Penunjang (Keuangan)

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


213
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan dan Persentase SKPD
Pengembangan dalam menyusun
Perencanaan dan Evaluasi RKA, DPA dan DPPA % 89 5.110.000.000 91 5.110.000.000 93 5.110.000.000 95 5.110.000.000 BPKAD
Anggaran Daerah tepat waktu
Program Peningkatan Persentase
Pertanggungjawaban pemenuhan laporan
Pendapatan dan keuangan yang tepat % 89 3.831.000.000 91 3.831.000.000 93 3.831.000.000 95 3.831.000.000 BPKAD
Belanja Daerah waktu

Program Peningkatan Persentase


dan Pengembangan peningkatan kinerja % 87 2.100.000.000 89 2.100.000.000 90 2.100.000.000 92 2.100.000.000 BPKAD
Pengelolaan Aset Daerah Aset Daerah
Program Perumusan Persentase
Kebijakan Pendapatan peningkatan potensi % 13 14 15 16 Bapenda
Daerah pendapatan daerah
Persentase
pengendalian
% 17 18 19 20 Bapenda
administrasi dinas
1.560.000.000 1.872.000.000 2.246.400.000 2.695.680.000
penghasil berbasis IT
Persentase
peningkatan
pelaporan realisasi % 70 75 80 85 Bapenda
pendapatan yang
tepat waktu
Program Validasi, Persentase
Penetapan Pajak dan kesesuaian obyek
% 90 1.360.000.000 92 1.564.000.000 94 1.798.600.000 96 2.068.390.000 Bapenda
Retribusi Daerah dan subyek pajak /
retribusi daerah

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


214
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Persentase
penetapan pajak dan % 100 100 100 100 Bapenda
retribusi yang ditagih
Program Intensiifikasi Persentase realisasi
% 74 74 75 75 Bapenda
dan Ekstensifikasi Pajak PBB
2.250.000.000 2.700.000.000 3.240.000.000 3.888.000.000
Daerah Persentase realisasi
% 45,0 45,5 46,3 47,0 Bapenda
BPHTB
Penunjang (Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan)

Program Pembinaan Persentase


dan Pengembangan pelaksanaan seleksi % 50 50 50 50 BKPP
Aparatur CPNS daerah
Persentase
pelaksanaan ujian
% 50 50 50 50 BKPP
dinas dan seleksi
kompetensi jabatan
Persentase
penempatan PNS 1.230.000.000 1.375.000.000 1.380.000.000 1.400.000.000
% 70 70 70 70 BKPP
sesuai dengan
analisis jabatan
Persentase ketepatan
waktu kenaikan % 70 70 70 70 BKPP
pangkat PNS
Prosentase
pelaksanaan % 76,3 77,5 80,0 80,0 BKPP
pembinaan karier PNS

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


215
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Pengendalian Persentase
Sumberdaya Aparatur penyelesaian kasus-
% 80 370.000.000 80 370.000.000 80 370.000.000 80 370.000.000 BKPP
kasus pelanggaran
disiplin PNS
Program Peningkatan Persentase
Kualitas Data dan pelaksanaan
% 81,3 150.000.000 82,5 150.000.000 85,0 150.000.000 85,0 150.000.000 BKPP
Informasi updating data
kepegawaian
Program Penilaian dan Persentase penilaian
Kapasitas Kinerja dan kapasitas kinerja % 70 850.000.000 80 850.000.000 80 850.000.000 80 850.000.000 BKPP
Aparatur aparatur
Penunjang (Fungsi lain sesuai peraturan
perundang-undangan)
Program Peningkatan Persentase laporan
Sistem Pengawasan keuangan SKPD yang
Internal dan sesuai SAP dalam Inspektorat
% 100 100 100 100
Pengendalian mendukung Daerah
Pelaksanaan Kebijakan tercapainya WTP
KDH pada Wilayah pada wilayah Irban I
IRBAN I Persentase
2.433.048.000 2.671.959.700 2.934.832.200 3.223.842.000
rekomendasi temuan
yang selesai
ditindaklanjuti : Inspektorat
% 58,8 62,5 66,3 70,0
Keuangan Daerah
negara/daerah dan
administrasi pada
wilayah Irban I

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


216
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Persentase hasil
evaluasi SAKIP Inspektorat
% 50 60 70 80
dengan nilai minimal Daerah
A pada wilayah Irban I
Program Peningkatan Persentase laporan
Sistem Pengawasan keuangan SKPD yang
Internal dan Pengendalian sesuai SAP dalam Inspektorat
% 100 100 100 100
Pelaksanaan Kebijakan mendukung Daerah
KDH pada Wilayah IRBAN tercapainya WTP
II pada wilayah Irban II
Persentase rekom
temuan yang selesai 2.023.432.188
ditindak lanjuti : 1.679.882.000 1.843.477.000 2.221.377.000
Inspektorat
keuangan negara/ % 58,8 62,5 66,3 70,0
Daerah
daerah dan
administrasi pada
wilayah Irban II
Persentase hasil
evaluasi SAKIP dengan Inspektorat
% 50 60 70 80
nilai minimal A pada Daerah
wilayah Irban II
Peningkatan Kapasitas Persentase Raperda
Lembaga Perwakilan yang disahkan
12.724.800.00 Sekretariat
Rakyat Daerah menjadi perda tepat % 62 12.724.800.000 63 12.724.800.000 64 12.724.800.000 65
0 DPRD
waktu sesuai
prolegda

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


217
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Persentase bimtek
penyusunan UU yang Sekretariat
% 100 100 100 100
berkualitas DPRD

Persentase
Sekretariat
penyebarluasan % 100 100 100 100
DPRD
perda
Persentase perda Sekretariat
yang disosialisasikan % 100 100 100 100
DPRD
Persentase rapat dan
Sekretariat
risalah persidangan % 83 83 84 84
DPRD
yang berkualitas
Program Kerjasama Persentase
Pembangunan kerjasama antar
wilayah yang % 86,3 1.084.000.000 90,0 1.140.000.000 90,0 1.190.000.000 90,0 2.214.000.000 Setda
terlaksana dengan
baik
Program Peningkatan Persentase desa yang
Tata Kelola memenuhi Standar
% 15,0 865.000.000 31,6 865.000.000 48,3 865.000.000 65,0 865.000.000 Setda
Pemerintahan Desa Pelayanan Minimal
Desa
Program Pembentukan Persentase produk
Produk Hukum hukum daerah yang
sesuai dengan
mekanisme % 100 550.000.000 100 600.000.000 100 600.000.000 100 600.000.000 Setda
pembentukan
produk hukum
daerah

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


218
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan Persentase produk
Dokumentasi dan hukum yang
% 100 250.000.000 100 250.000.000 100 250.000.000 100 250.000.000 Setda
Informasi Produk terpublikasi
Hukum
Program Peningkatan Persentase
Kesadaran Hukum dan penyelesaian
% 87,5 2.563.000.000 90,0 2.600.000.000 92,5 2.650.000.000 95,0 2.690.000.000 Setda
Penyelesaian Masalah masalah hukum
Hukum
Program Fasilitasi Persentase kajian
Keagamaan dan keagamaan dan
Kemasyarakatan kemasyarakatan % 100 100 100 100 Setda
yang dimanfaatkan
Persentase kegiatan 2.774.672.000 2.774.672.000 2.774.672.000 2.774.672.000
keagamaan dan
kemasyarakatan % 100 100 100 100 Setda
yang terfasilitasi

Program Dukungan Persentase


Pelayanan Administrasi kesesuaian dokumen
Kesejahteraan Rakyat pengajuan pelayanan % 100 150.000.000 100 150.000.000 100 150.000.000 100 150.000.000 Setda
administrasi
kesejahteraan rakyat
Program Penyusunan Persentase rumusan
Kebijakan kebijakan bidang
% 85 75.000.000 85 75.000.000 85 75.000.000 85 75.000.000 Setda
Pembangunan Daerah pembangunan yang
dimanfaatkan

219
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Monitoring, Persentase informasi
Evaluasi dan Pelaporan dan dokumen
Pelaksanaan pelaksanaan
Pembangunan Daerah pembangunan % 85 460.000.000 85 460.000.000 85 460.000.000 85 460.000.000 Setda
daerah yang
memenuhi aspek
kualitas
Program Peningkatan Persentase kebijakan
Pelayanan Kehumasan pemerintah daerah % 100 9.005.000.000 100 9.005.000.000 100 9.005.000.000 100 9.005.000.000 Setda
yang terpublikasikan
Program Peningkatan Persentase
Pelayanan Kedinasan pelayanan kedinasan
KDH/ Wakil KDH Kepala Daerah/Wakil % 90 5.925.000.000 90 6.200.000.000 90 6.350.000.000 90 6.850.000.000 Setda
Kepala Daerah yang
terlaksana baik
Program Peningkatan Persentase aset
dan Pengelolaan Aset Sekretariat Daerah
% 100 883.300.000 100 883.300.000 100 883.300.000 100 883.300.000 Setda
Kesekretariatan Daerah yang terkelola
dengan baik
Program Persentase data dan
Pengembangan dan informasi
Pengendalian perekonomian
% 100 3.002.722.000 100 3.002.722.000 100 3.002.722.000 100 3.002.722.000 Setda
Perekonomian Daerah daerah yang
digunakan untuk
policy brief
Program Pembinaan Persentase SKPD
dan Penataan yang tepat fungsi dan % 100 300.000.000 100 300.000.000 100 300.000.000 100 300.000.000 Setda
Kelembagaan tepat ukuran

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021


220
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan Persentase PNS yang
Standar Kompetensi kompetensinya
dan Disiplin Aparatur sesuai standar % 32,5 50,0 60,0 70,0 Setda
kebutuhan organisasi 500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000

Persentase tingkat
disiplin PNS % 80 85 90 95 Setda

Program Pembinaan Persentase


dan Pengembangan implementasi agenda
Reformasi Birokrasi reformasi birokrasi % 41,3 530.000.000 47,5 530.000.000 53,8 530.000.000 60,0 530.000.000 Setda
sesuai road map
reformasi birokrasi
Program Persentase pegawai
Pengembangan Ekinerja yang berkinerja baik % 65 400.000.000 70 400.000.000 75 400.000.000 80 400.000.000 Setda

Program Pembinaan Persentase SKPD


dan Penataan yang telah menyusun
% 55 100.000.000 60 100.000.000 65 100.000.000 70 100.000.000 Setda
Ketatalaksanaan SOP pelayanan sesuai
per-UU-an
Program Pembinaan Persentase SKPD
Inovasi Daerah yang mempunyai % 15 150.000.000 20 150.000.000 25 150.000.000 30 150.000.000 Setda
inovasi kategori baik
Program Peningkatan Persentase kualitas
Tata Kelola aparatur untuk
Kesekretariatan DPRD publikasi kinerja Sekretariat
% 85 200.000.000 85 200.000.000 85 200.000.000 85 200.000.000
DPRD yang DPRD
tercukupi

RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 |226


221
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Program Prioritas 2017 2018 2019 2020


Indikator Kinerja SKPD
dan Bidang Urusan
Program Satuan Penanggung
Pemerintahan
(outcome) Jawab
Pembangunan
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Program Peningkatan Persentase Laporan
Sistem Pengawasan Keuangan SKPD yang
Internal dan sesuai SAP dalam Inspektorat
% 100 100 100 100
Pengendalian mendukung Daerah
Pelaksanaan Kebijakan tercapainya WTP
KDH pada Wilayah pada wilayah Irban III
IRBAN III Persentase rekom
temuan yang selesai
ditindak lanjuti :
2.559.029.500 2.810.539.300 3.087.200.000 3.339.381.000 Inspektorat
keuangan negara/ % 58,8 62,5 66,3 70,0
Daerah
daerah dan
administrasi pada
wilayah Irban III
Persentase hasil
evaluasi SAKIP
Inspektorat
dengan nilai minimal % 50 60 70 80
Daerah
A pada wilayah Irban
III

165 | RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021