Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Keperawatan merupakan pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada klien secara individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit pada semua daur
kehidupan manusia mulai dari konsepsi sampai menjelang ajal. Salah satu sasaran
asuhan keperawatan adalah keperawatan komunitas yang ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Komunitas merupakan kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas
wilayah tertentu dengan nilai-nilai, keyakinan dan minat relatif sama dimana
anggotanya saling berinteraksi satu sama lain (WHO, 2009). Komunitas sebagai
target pelayanan keperawatan, sekaligus merupakan lingkungan bagi keluarga.
Berbagai keunikan terjadi di komunitas sebagai akibat dari dinamika yang
terjadi di dalam komunitas itu sendiri terkait dengan berbagai suku bangsa dengan
berbagai strata pendidikan, status sosial ekonomi dan sebagainya, yang terhimpun
menjadi suatu kekuatan yang merupakan sumber daya potensial bagi pelayanan
kesehatan termasuk keperawatan untuk digerakkan dalam mengatasi masalah
kesehatan.
Tujuan dari Praktek Keperawatan Komunitas adalah agar mahasiswa
mampu melakukan perawatan pada individu, keluarga, dan masyarakat, baik sehat
maupun sakit, di rumah sakit maupun di masyarakat. Untuk itu mahasiswa perlu
mengenal berkaitan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat, salah satunya
adalah kegiatan praktek di Puskesmas. Dalam hal ini berupa laporan hasil
kegiatan yang telah dilaksanakan oleh petugas Puskesmas melalui pengkajian data
yang telah dilaksanakan mahasiswa dengan melihat hasil pencatatan dan
pelaporan selama pelaksaaan praktek di Puskesmas.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa memperoleh pengalaman dalam pelayanan kesehatan di
Puskesmas baik dari segi teori maupun operasionalnya.
1.2.2 Tujuan khusus
Agar mahasiswa memperoleh kemampuan, ketrampilan dan pelayanan
tentang berbagai bentuk program pendidikan di Puskesmas sehingga
mahasiswa mampu mengaplikasikan teori yang diberikan dalam kuliah
dengan praktek lapangan melalui tahap-tahap:
a. Mengenal peran fungsi dan tugas Puskesmas.
b. Mengenal struktur organisasi dan mekanisme kerja lapangan di
Puskesmas.
c. Mengidentifikasi masalah Puskesmas.
d. Mengenal tujuan masing-masing unit / pokok program.
e. Membantu / melaksanakan kegiatan program Puskesmas.

1.3 Metode Penulisan


1.3.1 Metode yang digunakan
a. Deskriptif
Memakai stud pustaka yang berhubungan dengan Puskesmas.
b. Praktek langsung di Puskesmas.
1.3.2 Strategi Kegiatan
a. Tahap pengenalan
1) Pertemuan langsung dengan pembimbing Puskesmas.
2) Orientasi masing-masing program.
b. Tahap pelaksanaan
Praktek kegiatan ke masing - masing bagian program di Puskesmas.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Puskesmas
2.1.1 Pengertian
Puskesmas adalah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional
yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga
membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam
kegiatan pokok. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas
pemeliharaan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. (buku pedoman
kerja Puskesmas jilid I th 1990 / 1991).
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang
langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh terhadap masyarakat
dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan
pokok. (Azrul azwar : 161).

2.1.2 Fungsi Puskesmas


1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam meningkatkan
kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.

2.1.3 Kedudukan
1. Kedudukan secara administratif
Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah TK II dan bertanggung
jawab baik tehnis maupun administrtif kepada dinas kesehatan Dati II.
2. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan sesuai SKN maka puskemas
Berkedudukan tingkat fasilitas pelayanan kesehatan pertama.
2.2 Konsep Pencegahan Penyakit Menular TB
2.2.1 Pengertian Program Pemberantasan Penyakit Menular
Berkaitan dengan penanggulangan penyakit menular, maka Dinas
Kesehatan bertugas mengembangkan segala potensi yang ada untuk
menjalin kemitraan dan kerja sama semua pihak yang terkait serta
memfasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dalam pelaksanaan
manajemen program yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, monitoring
dan evaluasi serta mengupayakan sumber daya (dana, tenaga, sarana dan
prasarana).
Selain itu dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dan dengan
menyesuaikan tugas pokok dan fungsi serta uraian kegiatan program P2M,
maka strategi operasional yang dilakukan dalam penanggulangan
pemberantasan penyakit menular diantaranya melalui :
1. Pemantapan kelembagaan unit pelayanan kesehatan baik pemerintah
maupun swasta dalam penanggulangan penyakit menular dengan
strategi DOTS;
2. Peningkatan mutu pelayanan di semua unit pelayanan kesehatan baik
pemerintah maupun swasta;
3. Penggalangan kemitraan dengan organisasi profesi, lintas sektoral,
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), institusi pendidikan, dan
lain-lain;
4. Pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendorong
kemandiriannya untuk mengatasi masalah TBC;
5. Penelitian dan pengembangan melalui penelitian lapangan atau kerja
sama dengan institusi pendidikan, LSM, organisasi profesi dan lain-
lain dalam upaya penanggulangan penyakit menular.
Sedangkan kegiatan yang dilakukan program P2M di Dinas
Kesehatan Propinsi adalah :
1. Meningkatkan upaya penemuan penderita di RS
2. Meningkatkan peran PKD dalam penemuan tersangka penderita
3. Meningkatkan upaya penemuan penderita melalui pesantren;
4. Meningkatkan penemuan penderita di tempat kerja
5. Meningkatkan peran Lapas dalam penemuan penderita;
Meningkatkan peran serta PKK, Muhammadiyah/ Aisyiah/ Fatayat/
NU dan
6. Meningkatkan petugas PTO dan pengelola Program TBC.

Program Pemberantasan Penyakit Menular Langsung dilaksanakan


melalui:
1. Pemberantasan penyakit TB Paru
2. Pemberantasan penyakit Kusta
3. Pemberantasan penyakit ISPA
4. Pemberantasan penyakit HIV/AIDS
5. Pemberantasan penyakit diare

2.2.2 Pemberantansan TBC Di Indonesia


Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Indonesia sudah
berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda namun terbatas pada
kelompok tertentu. Setelah perang kemerdekaan, TB ditanggulangi melalui
Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru (BP-4). Sejak tahun 1969
penanggulangan dilakukan secara nasional melalui Puskesmas. Obat anti
tuberkulosis (OAT) yang digunakan adalah paduan standar INH, PAS dan
Streptomisin selama satu sampai dua tahun. Para Amino Acid (PAS)
kemudian diganti dengan Pirazinamid. Sejak 1977 mulai digunakan paduan
OAT jangka pendek yang terdiri dari INH, Rifampisin dan Ethambutol
selama 6 bulan.
Pada tahun 1995, program nasional penanggulangan TB mulai
menerapkan strategi DOTS dan dilaksanakan di Puskesmas secara bertahap.
Sejak tahun 2000 strategi DOTS dilaksanakan secara Nasional di seluruh
UPK terutama Puskesmas yang di integrasikan dalam pelayanan kesehatan
dasar.
Fakta menunjukkan bahwa TB masih merupakan masalah utama kesehatan
masyarakat Indonesia, antara lain:
a. Indonesia merupakan negara dengan pasien TB terbanyak ke-3 di dunia
setelah India dan Cina. Diperkirakan jumlah pasien TB di Indonesia
sekitar 10% dari total jumlah pasien TB didunia.
b. Tahun 1995, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) menun-
jukkan bahwa penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor tiga
(3) setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan
pada semua kelompok usia, dan nomor satu (1) dari golongan penyakit
infeksi.
c. Hasil Survey Prevalensi TB di Indonesia tahun 2004 menunjukkan
bahwa angka prevalensi TB BTA positif secara Nasional 110 per
100.000 penduduk. Secara Regional prevalensi TB BTA positif di
Indonesia dikelompokkan dalam 3 wilayah, yaitu: 1) wilayah Sumatera
angka prevalensi TB adalah 160 per 100.000 penduduk; 2) wilayah Jawa
dan Bali angka prevalensi TB adalah 110 per 100.000 penduduk; 3)
wilayah Indonesia Timur angka prevalensi TB adalah 210 per 100.000
penduduk. Khusus untuk propinsi DIY dan Bali angka prevalensi TB
adalah 68 per 100.000 penduduk.

Mengacu pada hasil survey prevalensi tahun 2004, diperkirakan


penurunan insiden TB BTA positif secara Nasional 3-4 % setiap tahunnya.
Sampai tahun 2005, program Penanggulangan TB dengan Strategi DOTS
menjangkau 98% Puskesmas, sementara rumah sakit dan BP4/RSP baru
sekitar 30%.

2.2.2.1 Visi
Masyarakat yang mandiri dalam hidup sehat di mana tuberkulosis tidak
lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.
2.2.2.2 Misi

a. Menjamin bahwa setiap pasien TB mempunyai akses terhadap pelayanan yang


bermutu, untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena TB
b. Menurunkan resiko penularan TB
c. Mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat TB
2.2.2.3 Tujuan
Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian TB, memutuskan rantai
penularan, serta mencegah terjadinya MDR TB.

2.2.3 Uraian Tugas Program TB


Dalam upaya meningkatkan angka penemuan kasus baru tuberkulosis baru,
terdapat uraian tugas yang harus dilaksanakan oleh petugas TB UPK
(termasuk puskesmas) :
1. Memberikan penyuluhan TB kepada masyarakat umum (semua tugas
puskesmas)
2. Menjaring suspek (penderita tersangka TB) (semua tugas puskesmas)
3. Mengumpul dahak dan mengisi buku daftar suspek form TB 06 (petugas
TB, petugas lab, petugas pustu)
4. Membuat sediaan hapus dahak (petugas TB, petugas lab, petugas pustu)
5. Mengirim sediaan hapus dahak ke laboratorium dengan form TB 05
(petugas TB)
6. Mewarnai dan membaca sediaan dahak, mengirim balik hasil
bacaan,mengisi buku register laboratorium (TB 04), dan menyimpan
sediaan untuk di kroscek (Petugas lab)
7. Menegakkan diagnosis TB sebagai protap (dokter, petugas TB)
8. Membuat klasifikasi tipe penderita (dokter, petugas TB)
9. Mengisi kartu penderita format TB 01 dan kartu identitas penderita
format TB 02 (petugas TB)
10. Memeriksa kontak, terumtama kontak dengan penderita TB BTA positif
(petugas TB)
11. Memantau jumlah suspek yangt diperiksa dan jumlah penderita yang
ditemukan TB (dokter, petugas TB)

Kegiatan yang dilaksanakan oleh KIA Puskesmas untuk mencapai tujuan adalah :
2.2.3.1 Kegiatan dalam gedung
a) Pemeriksaan ibu hamil dan ibu meneteki.
b) Pemeriksaan dan pengobatan bayi dan ibu meneteki.
c) Pemberian imunisasi pada bayi, ibu hamil dan pasangan usia subur.
d) Pertolongan persalinan.
e) Pembinaan dukun bayi.
f) Pembinaan atau penyuluhan mengenai keluarga.
g) Mengadakan pencatatan dan pelaporan.
2.2.3.2 Kegiatan di luar gedung
a) Pembinaan kegiatan posyandu.
b) Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan
pemeliharaan untuk memberikan pendidikan kesehatan.
c) Pengamatan Tumbang.
d) Kunjungan rumah untuk ibu hamil dan menyusui.
e) Penyuluhan kesehatan.
f) Melayani kunjungan partus.
g) Pembinaan kader, ibu guru TK, dukun bayi.
h) Pengobatan ringan pada bumil.
i) Melaksanakan imunisasi pada bumil.

2.2.4 Sasaran Program TB.


Populasi Program TB.
Semua orang yang terindikasi oleh penyakit TB Paru
BAB 3
PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data dilakukan tanggal 01Juli 2013 sampai 03 Juli 2013,


meliputi ketenagaan, sarana dan prasarana, metode, sumber keuangan, dan
pemasaran (marketing). Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis
SWOT sehingga diperoleh beberapa rumusan masalah, kemudian dipilih satu
sebagai prioritas masalah.

1. IDENTITAS PUSKESMAS
- Nama Puskesmas : Puskesmas Mulyorejo
- Nomor Kode Puskesmas : 35781201
- Alamat : Jl. Mulyorejo utara 201 Surabaya
Tlp. 031 3816885
- Kecamatan : Mulyorejo
- Wilayah : Surabaya Timur
- Kota : Surabaya
- Propinsi : Jawa Timur
- Tahun Berdiri : Tahun 1987
- Tipe Puskesmas : Non Perawatan

2. VISI dan MISI PUSKESMAS


a. VISI
”Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Optimal dan holistik sehingga
tercapai Kecamatan Sehat”
b. MISI
1. Menggerakkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2. Mendorong Kemandirian Hidup Sehat Bagi Keluarga dan Masyarakat
3. Memelihara dan Meningkatkan Mutu dan Keterjangkauan Pelayanan
4. Memelihara dan Meningkatkan Kesehatan Perorangan, Kesehatan
Keluarga dan Masyarakat beserta Lingkungannya
3. TUJUAN PUSKESMAS
1. Lingkungan Sehat
2. Perilaku Sehat
3. Cakupan Pelayanan Kesehatan yang Optimal dan Bermutu
4. Derajat Kesehatan Masyarakat Setinggi – tingginya

4. WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO


a. DATA GEOGRAFIS
Puskesmas Mulyorejo berada di dataran rendah wilayah Surabaya timur
dengan batas – batas :
- Sebelah Utara : Kecamatan Bulak
- Sebelah Timur : Selat Madura
- Sebelah Selatan : Kecamatan Sukolilo
- Sebelah Barat : Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Gubeng
Luas Wilayah Kerja :
Puskesmas Mulyorejo memiliki wilayah kerja 6 kelurahan dengan luas
wilayah 1.295,18 Ha.
1. Kelurahan Mulyorejo : 324 Ha
2. Kelurahan Manyar Sabrangan : 152,43 Ha
3. Kelurahan Kejawan Putih Tambak : 222,84 Ha
4. Kelurahan Dukuh Sutorejo : 214,716 Ha
5. Kelurahan Kalijudan : 131,330 Ha
6. Kelurahan Kalisari : 213,330 Ha
b. DATA DEMOGRAFIS
Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja
Puskesmas Mulyorejo 3 tahun terakhir tahun 2004 s/d 2006.
Tabel Distribusi penduduk berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
3 tahun terakhir ( tahun 2004 s/d 2006).
2004 2005 2006
No Umur (Th)
L P L P L P

1. <1 803 800 803 800 804 803

2. 1–5 3008 3005 2062 2064 2869 2870

3. > 5 – 12 3240 3246 3470 3473 3450 3503

4. > 12 – 18 4238 4513 4616 4376 4594 4400

5. > 18 – 25 4166 3881 4836 5036 4892 5009

6. > 25 – 40 8035 8085 8212 8256 8630 8006

7. > 40 – 65 11263 12519 11288 12545 11700 12453

8. > 65 1485 1253 1510 1273 1530 1283

TOTAL 36238 37302 36797 37823 38469 38327

Sumber dari : Kelurahan Mulyorejo

c. DATA SOSIAL EKONOMI


1) Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
a) Belum Sekolah :14.310 orang
b) Tidak Tamat Sekolah : -
c) Tamat SD/Sederajat : 16.194 orang
d) Tamat SLTP/Sederajat : 9.095 orang
e) Tamat SLTA/Sederajat : 23.462 orang
f) Tamat Akademi/Sederajat : 3.564 orang
g) Tamat Perguruan Tinggi/Sederajat : 13.544 orang
h) Buta Huruf : -
2) Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
a) Petani :112 orang
b) Pemilik Tanah :9 orang
c) Penggarap Tanah :75 orang
d) Nelayan :115 orang
e) Pengusaha Sedang/Besar :40 orang
f) Pengrajin/Industrial :34 orang
g) Buruh Bangunan :1.115 orang
h) Buruh Industri :400 orang
i) Pedagang :356 orang
j) Pengangkutan :221 orang
k) PNS :22.041orang
l) ABRI :165 orang
m) Peternak :10 orang

d. DATA SARANA TEMPAT – TEMPAT UMUM


1) Sarana Pendidikan
a) Jumlah TK : 40 buah
b) Jumlah SD : 28 buah
c) Jumlah SLTP : 6 buah
d) Jumlah SLTA : 4 buah
e) Jumlah Akademi : 2 buah
f) Jumlah PT : 2 buah
g) Ponpes : 2 buah
2) SARANA HIBURAN
a) Pemandian : 1 buah
b) Sanggar Kesenian : 4 buah
c) Penginapan : 2 buah
d) Restoran : 16 buah
3) TEMPAT IBADAH
a) Masjid : 46 buah
b) Mushollah : 38 buah
c) Gereja : 18 buah
d) Pura : 2 buah

5. SUMBER DAYA MANUSIA


Tabel Distribusi Sumber Daya Manusia Puskesmas Mulyorejo tahun 2008
No Nama Jabatan Pendidikan

1. Dr. Riana Restuti Kepala Puskesmas FK UGM


2. Dr. Waluyo Sutoto Dokter FK UNAIR
3. Dr. Irnatalia Dokter FK UNAIR
4. Dr. Safira Meta S Dokter FK UNAIR
5. Drg. Hariyanto Dokter Gigi FKG UNAIR
6. Drg. Toetik Wanarjati Dokter Gigi FKG UNAIR
7. Herny Udi A Bidan Bidan Soetomo
8. Ismarini Bidan Bidan Soetomo
9. Sriati Bidan Bidan Soetomo
10. Hartini Bidan Bidan Siti Khotijah
11. Erny Bidan
12. Indah Yana Perawat SPK Soetomo
13. Siti Jumaiyah Perawat AKPER Hangtuah
14. Wiwik Tri Perawat IPR
15. Waji Perawat AKPER Syaiful Anwar
16. Laily Perawat AKPER Muhammadiyah
17. Sri Mulyani Perwat Gigi IPRG Surabaya
18. Kunarsono Pelaksana Gizi AKZI Surabaya
19. Rita S Pelaksana Apotik SAA Surabaya
20. Farida TU SMU + PEKKES
21. Asnanik Staf KP AA
22. Jumali Sopir SMP Persamaan
23. Lilik Budiarti Staf SD
24. Ifandi Purnomo Staf SMEA
25. Arofah Staf SMEA
26. Melasari Pelaksana Lab Analis Medis
27. Erawati Pelaksana Sanitasi Teknik Kes. Lingkungan
28. Shobah Entry Data Administrasi Kesehatan
29. Agus Putra M, S.KM. Kesehatan Masyarakat FKM UNAIR

6. DATA SARANA KESEHATAN


- Puskesmas : 1 buah
- Puskesmas Pembantu : 3 buah
- Pusling : 1 buah
- Poliklinik Umum 24 Jam : 4 buah
- Klimik/Praktek Bersama : 1 buah
- Dokter Praktek Swasta Umum : 30 buah
- Dokter Praktek swasta Spesialis : 27 buah
- Dokter Gigi Praktek Swasta : 21 buah
- Optik : 3 buah
- Apotik : 14 buah
- Toko Obat : 1 buah
- Salon/Klnik Kecantikan : 5 buah
- Bidan Praktek Swasta : 11 buah
- Posyandu : 56 buah
NO KELURAHAN ∑ ∑ KADER
POSYANDU
1 Kelurahan Mulyorejo 8 40
2 Kelurahan Manyar Sabrangan 17 85
3 Kelurahan Kejawan Putih 6 30
Tambak
4 Kelurahan Dukuh Sutorejo 6 30
5 Kelurahan Kalijudan 13 65
6 Kelurahan Kalisari 6 30
TOTAL 56 280
Sumber dari : Puskesmas Mulyorejo 2007
7. KESEHATAN IBU DAN ANAK
a. Tenaga dan Pasien (M1 – Man)
Analisa ketenagaan mencangkupi jumlah tenaga bidan yang berada di
ruang KIA, data jumlah posyandu dan jumlah sasaran kegiatan KIA yang
didapat pada laporan puskesmas bulan juni 2013.
1) Struktur Organisasi
2) Tenaga Kebidanan
No Nama Jabatan Pendidikan Pelatihan
Seminar
1 Hemy Udi A. Bidan Bidan Soetomo
2 Ismarini Bidan Bidan Soetomo
3 Sriati Bidan Bidan Soetomo
4 Hartini Bidan Bidan Soetomo
5 Emy Bidan Bidan Soetomo

3) Sasaran
No Kelurahan/Desa Bayi Balita Anak Ibu Ibu Ibu
Pra Hamil Meneteki Bersalin
Sekolah

1 Mulyorejo

2 Manyar
Sabrangan
3 Kejawan Putih
Tambak
4 Dukuh Sutorejo

5 Kalijudan

6 Kalisari
4) Jumlah Posyandu Balita

No Nama Kelurahan Nama Posyandu Jumlah Peserta


1 Mulyorejo Anggrek I 50
2 Anggrek II 70
3 Anggrek III 25
4 Melati I 65
5 Melati II 90
6 Melati III 65
7 Mawar I 40
8 Mawar II 80
9 Mekarsari 80
10 Manyar Sabrangan Mawar I 50
11 Mawar II 35
12 Mawar III 70
13 Dahlia I 35
14 Dahlia II 70
15 Dahlia III 31
16 Dahlia IV 50
17 Dahlia V 70
18 Dahlia VI 50
19 Melati I 40
20 Melati II 35
21 Melati III 30
22 Melati IV 35
23 Melati V 20
Flamboyan I 20
Flamboyan II 35
Asparagus I 40
Asparagus II 45
Kejawan Putih Tambak Permata Putih 45
Berlian Putih 37
Intan putih 40
Mawar Putih 55
Melati putih 34
Delima 100
No KEGIATAN TEMPAT PELAYANAN Total Ket
Rumah Pasien Posyandu Poskeskel Pustu PKM PKM BPS/DPS RB RS/RSB
PONED
b. Bangunan, Sarana dan Prasarana (M2/Material)
1) Lokasi dan Denah Ruangan
2) Sarana
3) Prasarana
c. Metode (M3/Methode)
1) Bentuk Kerja KIA di dalam Gedung
a) Pelayanan imunisasi
b) Pelayanan KB
c) DDTK (Deteksi dini
d) Kespro
e)
2) Bentuk Kerja KIA di luar Gedung
a)
b)
c)
d)
e)
3) Program Kegiatan Puskesmas tahun 2013
d. Pembiayaan (M4/Money)
No Nama Kegiatan Biaya Sumber Dana
e. Pemasaran (M5/Marketing)
Periode Kunjungan : .......2013
Kasus Jumlah Kunjungan
Maternal :
Total kunjungan ibu hamil
Total kunjungan ibu meneteki
Total kunjungan bayi
Jumlah bayi yang mendapatkan vitamin K1
Anak Balita & APRAS :
Jumlah anak balita baru
Total kunjungan anak balita
Jumlah anak pra sekolah baru
Jumlah TK yang ada
Jumlah balita sakit yang di MTBS
Deteksi dini tumbuh kembang :
Penyimpanan tumbang yag ditemukan