Anda di halaman 1dari 7

DEFINISI-DEFINISI berpotongan dan membentuk Definisi 26: [definisi poligon

Definisi 5: sudut siku-siku. yang kongruen]


Titik tengah ruas garis adalah Definisi 14: Poligon yang kongruen adalah
titik yang memisahkan ruas Bisektor sudut adalah sinar dua poligon yang memiliki
garis menjadi dua ruas garis yang titik pangkalnya adalah perkawanan satu-satu antara
yang sama ukurannya. titik sudut tersebut dan dengan titik-titik sudutnya sehingga:
Definisi 5A: sisi-sisi sudut tersebut Definisi 27:
Titik tengah ruas garis adalah membentuk dua sudut yang Sebuah segitiga adalah poligon
titik yang memisahkan ruas sama ukurannya. yang memiliki tiga sisi.
garis menjadi ruas garis yang Definisi 14A: Definisi 28:
kongruen. Bisektor sudut adalah sinar Segitiga sama sudut adalah
Definisi 6: yang titik pangkalnya adalah segitiga yang memiliki tiga
Bisektor ruas garis adalah garis titik sudut tersebut dan dengan sudut kongruen.
yang memisahkan ruas garis sisi-sisi sudut tersebut Definisi 29:
menjadi dua ruas garis yang membentuk dua sudut yang Segitiga siku-siku adalah
sama ukurannya. kongruen. segitiga yang memiliki sebuah
Definisi 6A: Definisi 15: sudut siku-siku.
Bisektor ruas garis adalah garis Ruas garis yang kongruen Definisi 30:
yang memisahkan ruas garis adalah ruas garis yang sama Segitiga sama sisi adalah
menjadi dua ruas garis yang ukurannya. segitiga yang memiliki tiga sisi
kongruen. Definisi 16: kongruen.
Definisi 7: Sudut yang kongruen adalah Definisi 31:
Sudut lancip adalah sudut sudut yang sama ukurannya. Segitiga sama kaki adalah
dengan ukuran lebih dari 0 dan Definisi 17: segitiga yang memiliki dua sisi
kurang dari 90. Titik B terletak di antara dua kongruen.
Definisi 8: titik A dan C Definisi 33:
Sudut siku-siku adalah sudut Definisi 18: Garis tinggi segitiga adalah ruas
dengan ukuran 90. Sinar PB terletak di antara sinar garis yang dibuat dari titik sudut
Definisi 9: PA dan sinar PC dan tegak lurus sisi di
Sudut tumpul adalah sudut Definisi 19: depannya.
dengan ukuran lebih dari 90 & Jumlah dua ruas garis AB dan Definisi 34:
kurang dari 180. BC adalah ruas garis AC jika Garis berat segitiga adalah ruas
Definisi 10: dan hanya jika titik B di antara garis yang dibuat dari titik
Sudut lurus adalah sudut titik A dan titik C. sudut ke titik tengah sisi di
dengan ukuran 180. Definisi 20: depannya.
Definisi 11: Selisih dua ruas garis AB dan Definisi 35:
Dua sudut berkomplemen BC adalah ruas garis yang (AC) Garis bagi segitiga adalah ruas
adalah dua sudut yang jumlah jika ditambah kepada ruas garis garis yang membagi sebuah
ukurannya 90. BC akan didapat ruas garis AB sudut menjadi dua sudut yang
Definisi 11A: sebagai jumlahnya. kongruen dan berujung pada
Dua sudut berkomplemen Definisi 21: sisi di depannya.
adalah dua sudut yang jumlah Jumlah dua sudut ABC dan Definisi 36:
ukurannya adalah ukuran sudut CBD adalah sudut ABD jika Lingkaran adalah himpunan
siku-siku. dan hanya jika sinar BC di semua titik sehingga setiap ruas
Definisi 12: antara sinar BA dan BD. garis yang menghubungkan
Dua sudut bersuplemen adalah Definisi 22: sebuah titik anggota himpunan
dua sudut yang jumlah Selisih antara sudut ABD dan dengan sebuah titik tetap adalah
ukurannya 180. ABC adalah sudut yang jika kongruen.
Definisi 12A: ditambah pada sudut ABC akan Definisi 37:
Dua sudut bersuplemen adalah didapat sudut ABD sebagai Jari-jari lingkaran adalah ruas
dua sudut yang jumlah jumlahnya. garis yang menghubungkan
ukurannya adalah ukuran sudut Definisi 23: titik sembarang pada
lurus. Sudut bertolak belakang adalah lingkaran dengan titik pusat
Definisi 13: sudut yang dibentuk oleh dua lingkaran.
Dua garis yang saling tegak pasang sinar yang Definisi 38:
lurus adalah dua garis yang berlawanan.
Sudut bersisian adalah dua terletak sepihak terhadap pusat lingkaran yang berupa
sudut yang mempunyai titik transversal. sudut lurus.
sudut dan sisi bersekutu di Definisi 52: Definisi 75:
antara dua sinar yang titik Segiempat adalah poligon yang Busur minor lingkaran adalah
pangkalnya bersekutu. memiliki empat sisi. busur di depan sudut pusat
Definisi 41: Definisi 53: lingkaran yang berukuran
Titik koplanar adalah titik-titik Jajargenjang adalah segiempat kurang dari 180.
yang berada pada satu bidang. yang sisi-sisi berhadapannya Definisi 76:
Definisi 42: sejajar. Ukuran setengah lingkaran,
Titik kolinear adalah titik-titik Definisi 54: ukuran busur minor adalah
yang berada pada satu garis. Persegi panjang adalah ukuran sudut pusat di depannya.
Definisi 45: jajargenjang yang memiliki Definisi 77:
Bilangan a lebih dari bilangan sebuah sudut siku-siku. Busur mayor lingkaran adalah
b berarti bilangan a sama Definisi 55: busur yang memiliki setengah
dengan bilangan b ditambah Persegi adalah persegi panjang lingkaran sebagai himpunan
bilangan c positif. yang memiliki dua sisi yang bagian murni.
Definisi 46: bersisian kongruen. Definisi 78:
Sudut luar sebuah poligon Definisi 56: Ukuran busur mayor adalah 360
adalah sudut yang bersisian dan Belahketupat adalah dikurangi ukuran busur minor
bersuplemen dengan sudut jajargenjang yang memiliki dua yang memiliki titik-titik ujung
poligon tersebut. sisi yang bersisian kongruen. yang sama.
Definisi 47: Definisi 57: Definisi 79:
Dua garis sejajar adalah dua Trapesium adalah segiempat Lingkaran kongruen adalah
garis yang koplanar dan tidak yang memiliki satu dan hanya lingkaran yang memiliki jari-
berpotongan. satu pasang sisi yang jari kongruen.
Definisi 48: berhadapan sejajar. Definisi 80:
Transversal adalah garis yang Definisi 58: Busur yang kongruen adalah
memotong dua garis di dua titik Trapesium samakaki adalah busur dari lingkaran yang
yang berlainan trapesium yang memiliki sisi sama atau dari lingkaran
Definisi 49: [sudut dalam yang tidak sejajar kongruen. yang kongruen yang memiliki
bersebrangan] Definisi 68: ukuran sama.
Sudut dalam bersebrangan Poligon konveks adalah poligon Definisi 81:
adalah dua sudut yang dibentuk yang ukuran tiap sudutnya Garis singgung lingkaran adalah
oleh transversal yang kurang dari ukuran sudut lurus. garis yang memiliki satu dan
memotong dua garis, dua sudut Definisi 69: [Poligon yang
hanya satu titik sekutu dengan
tersebut di daerah dalam, Sebangun]
berlainan pihak terhadap Definisi 70: lingkaran.
transversal dan berlainan titik Talibusur lingkaran adalah ruas Definisi 82:
sudut. garis yang titik-titik ujungnya Garis potong lingkaran adalah
Definisi 50: [sudut luar pada lingkaran. garis yang memiliki dua titik
bersebrangan] Definisi 71: sekutu dengan lingkaran.
Sudut luar bersebrangan adalah Garis tengah lingkaran adalah Definisi 83:
dua sudut yang dibentuk oleh talibusur lingkaran yang salah
Lingkaran bersinggungan
transversal yang memotong dua satu titiknya adalah titik pusat
garis, dua sudut tersebut di lingkaran. adalah dua lingkaran yang
daerah luar, berlainan pihak Definisi 72: menyinggung di titik yang
terhadap transversal dan Sudut pusat lingkaran adalah sama.
berlainan titik sudut. sudut yang titik sudutnya adalah Definisi 84:
Definisi 51: [sudut sehadap] titik pusat lingkaran. Ruas garis singgung dari sebuah
Sudut sehadap adalah dua sudut Definisi 73: titik di luar lingkaran adalah
yang dibentuk oleh transversal Busur lingkaran adalah
ruas garis yang titik-titik
yang memotong dua garis, himpunan bagian murni
berlainan titik sudut, satu sudut lingkaran. ujungnya adalah titik tersebut
di daerah dalam dan yang lain Definisi 74: dan titik singgung lingkaran.
di daerah luar, tetapi keduanya Setengah lingkaran adalah Definisi 85:
busur lingkaran di depan sudut
Ruas garis potong lingkaran sebuah garis yang dibuat lingkaran atau bukan titik pada
dari sebuah titik di luar melalui titik anggota tersebut lingkaran.
lingkaran adalah ruas garis yang akan memotong lingkaran di Definisi 90:
dua titik yang berlainan sedang Sudut keliling lingkaran adalah
titik-titik ujungnya adalah titik
titik tersebut terletak di sudut yang titik sudutnya adalah
tersebut dan titik potong antaranya. titik dari lingkaran dan sisi-
lingkaran terjauh dari titik Definisi 89: sisinya memuat talibusur
tersebut. Bagian luar lingkaran adalah lingkaran.
Definisi 88: himpunan titik dari bidang yang
Bagian dalam lingkaran adalah bukan anggota bagian dalam
himpunan titik-titik sehingga

POSTULAT-POSTULAT Jika sudut yang kongruen ditambahkan kepada


Postulat 1A: sudut yang kongruen, maka jumlahnya adalah sudut
Sebuah garis dapat diperpanjang sekehendak kita di yang kongruen.
kedua arahnya. Postulat 6: [postulat pengurangan]
Postulat 2: Jika sama dikurangkan dari yang sama, maka
Terdapat satu dan hanya satu garis melalui dua buah selisihnya akan sama.
titik sembarang. Postulat 6A: [postulat pengurangan untuk ruas
Postulat 3: garis]
Terdapat sebuah bilangan yang mewakili ukuran Jika ruas garis yang kongruen dikurangkan kepada
sebuah ruas garis. ruas garis yang kongruen, maka selisihnya adalah
Postulat 4: ruas garis yang kongruen.
Terdapat sebuah bilangan dari 0 sampai dengan 180 Postulat 6B: [postulat pengurangan untuk
yang mewakili ukuran sebuah sudut. sudut]
Postulat 5: [postulat penjumlahan] Jika sudut yang kongruen dikurangkan kepada
Jika sama ditambahkan kepada yang sama, maka sudut yang kongruen, maka selisihnya adalah sudut
jumlahnya akan sama. yang kongruen.
Postulat 5A: [postulat penjumlahan untuk ruas Postulat 7: [ postulat perkalian]
garis] Jika sama dikalikan dengan yang sama, maka hasil
Jika ruas garis yang kongruen ditambahkan kepada kalinya akan sama.
ruas garis yang kongruen, maka jumlahnya adalah Postulat 8: [postulat pembagian]
ruas garis yang kongruen. Jika sama dibagi dengan yang sama, maka hasil
Postulat 5B: [postulat penjumlahan untuk baginya akan sama.
sudut] Postulat 8A: [postulat pembagian untuk ruas
garis]
Setengah dari ruas garis yang kongruen adalah ruas Jika dua bilangan sama, maka substitusi yang satu
garis yang kongruen. untuk yang lain diperkenankan.
Postulat 8B: [postulat pembagian untuk sudut] Postulat 18:
Setengah dari sudut yang kongruen adalah sudut
Lintasan terpendek antara dua buah titik adalah ruas
yang kongruen.
Postulat 9: [postulat refleksi] garis yang menghubungkan dua titik tersebut.
Postulat 9A: [postulat refleksi untuk ruas garis / Postulat 19:
sudut] -> AB=AB Setiap ruas garis memiliki titik tengah.
Postulat 10: [postulat simetri] Postulat 21: [Postulat LEM]
Postulat 10A: [postulat simetri untuk ruas garis / Salah satu dari p atau ~p adalah benar. Tidak ada
sudut] -> AB=BA kemungkinan lain.
Postulat 11: [postulat transitif]
Postulat 22: [Postulat LC]
Postulat 11A: [postulat transitif untuk ruas garis
/ sudut] Keduanya, p atau ~p, tidak dapat benar pada saat
Postulat 12: [postulat SDS] yang sama.
Postulat 13: [postulat DSD] Postulat 23:
Postulat 14: Lewat sebuah titik di luar garis yang diketahui
Sebuah garis yang memotong sisi sebuah segitiga terdapat satu dan hanya satu garis yang sejajar
dan masuk ke bagian dalam segitiga akan dengan garis tersebut.
memotong sisi kedua segitiga tersebut. Postulat 30:
Postulat 15: Di sebuah titik di lingkaran terdapat satu dan hanya
Setiap sudut memiliki bisektor. satu garis singgung lingkaran.
Postulat 17: [postulat substitusi]

DALIL-DALIL Jika dua sudut saling Dalil 11:


Dalil 1: berkomplemen dengan sudut Jika dua segitiga kongruen
Jika dua sudut adalah sudut siku- yang sama, maka dua sudut dengan sebuah segitiga yang
siku, maka dua sudut tersebut tersebut kongruen. sama, maka dua segitiga
kongruen. Dalil 7: tersebut kongruen.
Dalil 2: Jika dua sudut adalah sudut yang Dalil 12: [dalil SSS]
Jika dua sudut adalah sudut bertolak belakang, maka dua Dalil 13:
lurus, maka dua sudut tersebut sudut tersebut kongruen. Semua jari-jari sebuah lingkaran
kongruen. Dalil 8A: kongruen.
Dalil 3: Jika dua ruas garis kongruen Dalil 14: [dalil segitiga siku-siku
Jika dua sudut saling dengan dua ruas garis yang yang kongruen]
bersuplemen dengan dua sudut kongruen, maka dua ruas garis Dalil 15:
yang kongruen, maka dua sudut tersebut kongruen. Jika dua garis berpotongan dan
tersebut kongruen. Dalil 8B: membentuk dua sudut bersisian
Dalil 4: Jika dua sudut kongruen dengan yang kongruen, maka dua garis
Jika dua sudut saling dua sudut yang kongruen, maka tersebut tegak lurus sesamanya.
berkomplemen dengan dua dua sudut tersebut kongruen. Dalil 16:
sudut yang kongruen, maka dua Dalil 9: Jika dua buah titik masing-masing
sudut tersebut kongruen. Jika dua sisi sebuah segitiga berjarak sama terhadap ujung-
Dalil 5: kongruen, maka sudut-sudut di ujung sebuah ruas garis, maka
Jika dua sudut saling bersuplemen depan sisi tersebut kongruen. garis yang menghubungkan dua
dengan sudut yang sama, maka Dalil 10: titik tersebut adalah bisektor
dua sudut tersebut kongruen. Jika dua sudut sebuah segitiga tegak lurus ruas garis tersebut.
Dalil 6: kongruen, maka sisi-sisi di depan Dalil 17:
sudut tersebut kongruen.
Jika sebuah titik terletak pada Jika dua garis sejajar dipotong Jika diagonal sebuah segiempat
bisektor tegak lurus sebuah oleh transversal, maka sudut saling berpotongan di tengah,
ruas garis, maka titik tersebut sehadapnya kongruen. maka segiempat tersebut adalah
berjarak sama terhadap titik-titik Dalil 30: jajargenjang.
ujung ruas garis tersebut. Jika dua garis sejajar dipotong Dalil 43:
Dalil 18: oleh transversal, maka sudut luar Jika sebuah segiempat memiliki
Jika sebuah titik berjarak sama bersebrangannya kongruen. sepasang sisi berhadapan
terhadap ujung-ujung sebuah Dalil 31: kongruen dan sejajar, maka
ruas garis, maka titik tersebut Jika dua garis sejajar dengan garis segiempat tersebut adalah
terletak pada bisektor tegak lurus yang sama, maka dua garis jajargenjang.
ruas garis tersebut. tersebut sejajar. Dalil 50:
Dalil 19: Dalil 32: Jumlah ukuran sudut sebuah
Sebuah garis dan sebuah titik Jika sebuah garis tegak lurus segitiga sama dengan 180.
tidak pada garis tersebut dapat salah satu dari dua garis yang Dalil 51:
membentuk sebuah bidang
sejajar, maka garis tersebut akan Jika dua sudut sebuah segitiga
Dalil 20:
Dua garis yang berpotongan dapat tegak lurus terhadap garis sejajar kongruen dengan dua sudut
membentuk sebuah bidang. yang lain. segitiga yang lain, maka sudut
Dalil 22A: Dalil 33: yang ketiga kongruen juga.
Ukuran sebuah ruas garis lebih Pada sebuah titik pada garis yang Dalil 52: [dalil DDS]
dari ukuran sebagian dari ruas diketahui terdapat satu dan hanya Dalil 53:
garis tersebut. satu garis yang tegak lurus garis Ukuran sudut luar segitiga sama
Dalil 22B:
tersebut. dengan jumlah ukuran sudut
Ukuran sebuah sudut lebih dari
ukuran sebagian dari sudut Dalil 34: dalam segitiga yang tidak
tersebut. Dari sebuah titik di luar sebuah bersisian dengan sudut luar
Dalil 23: garis yang diketahui terdapat satu tersebut.
Ukuran sudut luar sebuah segitiga dan hanya satu garis yang tegak Dalil 54:
lebih dari ukuran masing-masing lurus garis tersebut. Sudut lancip segitiga siku-siku
sudut dalam yang tidak bersisian. Dalil 35: saling berkomplemen.
Dalil 24:
Sisi-sisi berhadapan sebuah Dalil 55:
Jika dua garis dipotong
jajargenjang kongruen. Jumlah ukuran sudut poligon sisi
transversal sehingga sudut dalam
Dalil 36: n adalah : 180 (n – 2).
bersebrangannya kongruen, maka
Dalil 56:
dua garis tersebut sejajar. Sudut-sudut berhadapan sebuah
Jumlah ukuran sudut luar poligon
Dalil 25: jajargenjang kongruen. yang terbentuk dengan
Jika dua garis dipotong Dalil 37: memperpanjang sisi poligon
transversal sehingga sudut
Diagonal sebuah jajargenjang dengan aturan yang sama, sama
sehadapnya kongruen, maka dua
saling berpotongan di tengah. dengan 360.
garis tersebut sejajar.
Dalil 38: Dalil 57:
Dalil 26:
Jika dua garis dipotong Keempat sisi sebuah persegi Jika tiga atau lebih garis yang
transversal sehingga sudut luar kongruen. sejajar memotong sebuah
bersebrangannya kongruen, maka Dalil 39: transversal menjadi ruas garis-
dua garis tersebut sejajar. Keempat sisi sebuah belahketupat ruas garis yang kongruen, maka
Dalil 27: setiap transversal akan dipotong
kongruen.
Jika dua garis tegak lurus garis
Dalil 40: menjadi ruas garis-ruas garis yang
yang sama, maka dua garis
tersebut sejajar. Sudut alas sebuah trapesium kongruen.
Dalil 28: samakaki kongruen. Dalil 58:
Jika dua garis sejajar dipotong Dalil 41: Jika sebuah garis memotong di
oleh transversal, maka sudut Jika sisi-sisi berhadapan sebuah tengah sebuah sisi segitiga dan
dalam bersebrangannya kongruen. segiempat kongruen, maka sejajar dengan sisi kedua, maka
Dalil 29: segiempat tersebut adalah akan memotong sisi ketiga di
jajargenjang. tengah juga.
Dalil 42: Dalil 59:
Jika sebuah garis memotong di titik sudutnya dan setiap sudut Dalil 74:
tengah dua sisi segitiga, maka yang sekawan kongruen. Jika dua talibusur pada sebuah
garis tersebut sejajar dengan sisi Dalil 66: [dalil DD] lingkaran kongruen, maka busur
yang sekawan juga kongruen.
ketiga. Dua segitiga adalah sebangun jika
Dalil 75:
Dalil 60: [Jika a : b = p : q, terdapat perkawanan antara titik- Jika dua busur pada sebuah
maka aq = bp] titik sudutnya dan dua sudut yang lingkaran kongruen, maka
Setiap proporsi memiliki sifat, sekawan kongruen. talibusur yang sekawan juga
hasil kali suku tengah sama Dalil 67: [dalil SDS] kongruen.
dengan hasil kali suku tepi. Dua segitiga adalah sebangun jika Dalil 76:
Contoh: Jika ¾ = x/y , maka 3y terdapat perkawanan antara titik- Jika dua talibusur pada sebuah
= 4x titik sudutnya, ratio dua pasang lingkaran berjarak sama terhadap
Dalil 61: [Jika aq = bp, maka a : sisi yang sekawan sama dan sudut titik pusat lingkaran, maka dua
b = p : q] apitnya kongruen. talibusur tersebut kongruen.
Jika hasil kali dua bilangan sama Dalil 68: [dalil SSS] Dalil 77:
dengan hasil kali dua bilangan Dua segitiga adalah sebangun jika Jari-jari lingkaran yang tegak
yang lain, maka pasangan terdapat perkawanan antara titik- lurus sebuah talibusur membagi
pertama bilangan tersebut dapat titik sudutnya dan ratio setiap sisi talibusur dan busur yang sekawan
merupakan suku tepi sedang yang sekawan sama. menjadi dua bagian yang
pasangan yang lain merupakan Dalil 69: kongruen.
suku tengah suatu proporsi. Pada segitiga siku-siku dengan Dalil 78:
Contoh: Jika 3y = 4x, maka ¾ = garis tinggi tegak lurus Jika dua talibusur pada sebuah
x/y hypotenusa, kuadrat ukuran lingkaran kongruen, maka
Dalil 62: [Jika a : b = c : d, sebuah sisi siku-siku sama dengan berjarak sama terhadap titik pusat
maka (a + b) : b = (c + d) : d] hasil kali ukuran proyeksi sisi lingkaran.
Jika empat bilangan real (a, b, c siku-siku tersebut ke hypotenusa Dalil 79:
dan d) membentuk proporsi a : b dengan ukuran hypotenusa Sebuah garis yang tegak lurus
= c : d, maka dapat juga tersebut. jari-jari lingkaran di ujung
membentuk proporsi (a + b) : b = sebelah luar adalah garis singgung
(c + d) : d Contoh: Jika ¾ Dalil 70: lingkaran.
= x/y , maka 3+4/4 = x+y/y Pada segitiga siku-siku dengan Dalil 80:
Dalil 63: garis tinggi tegak lurus Jari-jari lingkaran yang melalui
Jika sebuah garis sejajar sebuah hypotenusa, kuadrat ukuran garis titik singgung sebuah garis
sisi segitiga, maka ratio ukuran tinggi sama dengan hasil kali singgung, tegak lurus garis
ruas garis yang sekawan dari dua ukuran tiap ruas garis bagian singgung tersebut.
sisi yang dipotong akan sama. hypotenusa. Jika ^ ABC siku-siku Dalil 81:
Dalil 64: di C dan garis tinggi, maka Sebuah garis yang tegak lurus
Jika sebuah garis memotong dua (CD)2 = (AD).(DB) garis singgung di titik
sisi segitiga sehingga ratio ukuran Dalil 71: singgungnya akan melalui titik
ruas garis sekawan dari dua sisi Kuadrat hypotenusa segitiga siku- pusat lingkaran.
yang dipotong sama, maka garis siku sama dengan jumlah kuadrat Dalil 82:
tersebut sejajar sisi ketiga. sisi-sisi siku-sikunya. Jika ^ ABC Jika dua ruas garis singgung
Definisi 69: [definisi poligon siku-siku di C dan garis tinggi, lingkaran dibuat dari sebuah titik
yang sebangun] maka (AB)2 = (CA)2 + (CB)2 di luar lingkaran, maka dua ruas
Poligon yang sebangun adalah Dalil 72: garis singgung tersebut kongruen.
dua poligon yang memiliki Jika dua sudut pusat lingkaran Dalil 88:
perkawanan antara titik-titik sebuah lingkaran kongruen, maka Ukuran sudut keliling lingkaran
busur di depannya juga kongruen. sama dengan setengah ukuran
sudutnya sehingga: semua ratio
Dalil 73: busur yang dicakupnya.
ukuran sisi yang sekawan sama. Jika dua busur sebuah lingkaran Dalil 89:
Dalil 65: [dalil DDD] kongruen, maka sudut pusat Sudut keliling di depan busur
Dua segitiga adalah sebangun jika lingkaran di depannya juga setengah lingkaran adalah sudut
terdapat perkawanan antara titik- kongruen. siku-siku.
Dalil 90:
Ukuran sudut yang dibentuk oleh
garis singgung dan talibusur
adalah setengah ukuran busur
yang dicakupnya.
Dalil 91:
Jika titik sudut sebuah sudut
terletak di dalam lingkaran,
ukuran sudut tersebut adalah
setengah jumlah ukuran dua busur
yang dicakup oleh sudut yang
bertolak belakang.
Dalil 92:
Jika titik sudut sebuah sudut
terletak di luar lingkaran dan sisi
sudut tersebut mencakup busur
lingkaran, maka ukuran sudut
tersebut adalah setengah selisih
dari ukuran busur-busur yang
dicakupnya.
Dalil 93:
Jika beberapa sudut keliling
sebuah lingkaran mencakup busur
yang sama, maka sudut-sudut
keliling tersebut kongruen.
Dalil 94:
Jika dua talibusur sebuah
lingkaran berpotongan di dalam
lingkaran, maka hasil kali ukuran
ruas garis pada talibusur pertama
sama dengan hasil kali ukuran
ruas garis pada talibusur kedua.
Dalil 95:
Jika ruas garis singgung dan ruas
garis potong sebuah lingkaran
dibuat melalui sebuah titik di luar
lingkaran, maka kuadrat ukuran
ruas garis singgung lingkaran
sama dengan hasil kali ukuran
ruas garis potong lingkaran
dengan ukuran bagian ruas garis
potong yang terletak di luar
lingkaran.
Dalil 96:
Jika dua garis potong lingkaran
dibuat melalui sebuah titik di luar
lingkaran, maka hasil kali ukuran
ruas garis potong lingkaran
dengan ukuran bagian ruas garis
potong yang terletak di luar
lingkaran untuk tiap garis potong
lingkaran sama.