Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PERENCANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : SMK NU LANGENSARI


Semester/ Kelas : 2/ X TKJ
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Topik : MENITI HIDUP DENGAN KEMULIAAN
Materi Pokok : Q.S. Al-Anfal (8): 72, Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10
serta hadits terkait perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), perasangka baik (husnuzzhan),
dan persaudaraan (ukhuwah)
Alokasi Waktu : 2x45Menit
Jumlah Pertemuan : 1 x Pertemuan

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar Indikator


2.3 Menunjukkan perilaku kontrol 1. Menunjukkan perilaku kontrol diri
diri (mujahadah an-nafs), perasangka (mujahadah an-nafs), perasangka baik
baik (husnuzzhan), dan Persaudaraan (husnuzzhan), dan Persaudaraan
(ukhuwah) sebagai implementasi dari (ukhuwah) di lingkungan sekolah.
pemahaman Q.S. Al-Anfal (8): 72; Q.S.
2. Menunjukkan perilaku kontrol diri
Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta hadits (mujahadah an-nafs), perasangka baik
yang terkait. (husnuzzhan), dan Persaudaraan
(ukhuwah) di lingkungan masyarakat.
3.1 Menganalisi Q.S. Al-Anfal (8): 1. Menunjukkan kandungan Q.S. Al-
72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12
serta hadits terkait perilaku kontrol diri dan 10 serta hadits terkait perilaku
(mujahadah an-nafs), perasangka baik kontrol diri (mujahadah an-nafs),
(husnuzzhan), dan persaudaraan perasangka baik (husnuzzhan), dan
(ukhuwah). persaudaraan (ukhuwah).
2. Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Anfal
(8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10
serta hadits terkait perilaku kontrol diri
(mujahadah an-nafs), perasangka baik
(husnuzzhan), dan persaudaraan
(ukhuwah).
3.2 Memahami manfaat dan hikmah 1. Menjelaskan pengertian dari kontrol
kontrol diri (mujahadah an-nafs), diri (mujahadah an-nafs), perasangka
perasangka baik (husnuzzhan), dan baik (husnuzzhan), dan persaudaraan
persaudaraan (ukhuwah), (ukhuwah), menerapkannya dalam
menerapkannya dalam kehidupan. kehidupan.
2. Menyebutkan contoh dari kontrol diri
(mujahadah an-nafs), perasangka baik
(husnuzzhan), dan persaudaraan
(ukhuwah), menerapkannya dalam
kehidupan.
3. Menyebutkan hikmah dari kontrol diri
(mujahadah an-nafs), perasangka baik
(husnuzzhan), dan persaudaraan
(ukhuwah), menerapkannya dalam
kehidupan.
4.1.1 Membaca Q.S Al-Anfal (8): 72; 1. Membaca Q.S Al-Anfal (8): 72; Q.S.
Q.S. Al-Hujurat (49): 12; dan Q.S. Al- Al-Hujurat (49): 12; dan Q.S. Al-
Hujurat (49): 10 sesuai dengan kaidah Hujurat (49): 10 sesuai dengan kaidah
tajwid dan makhrajul huruf. tajwid dan makhrajul huruf.
2. Menyebutkan hukum bacaan dalam
Q.S Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat
(49): 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49): 10
sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan 1. Menunjukkan hafalan membaca Q.S.
Q.S. Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49):
(49): 12; Q.S. Al-Hujurat (49): 10 12; Q.S. Al-Hujurat (49): 10 dengan
dengan lancar. lancar.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:
1. Membaca Q.S. Al-Anfal (8): 72 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
2. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8): 72 dengan lancar.
3. Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8): 72 dan hadits tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs).
4. Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri (mujahadah an-nafs) dan menerapkannya dalam
kehidupan.
5. Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs) sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. Al-Anfal (8): 72 dan hadits terkait.

D. MATERI PEMBELAJARAN
a. Q.S. Al-Anfal (8): 72
ٓ
َ‫ص ُر ٓواْ أ ُ ْو َٰلَئِك‬
َ َ‫ٱَّللِ َوٱلَّذِينَ َء َاوواْ َّون‬ َ ‫ِإنَّٱلَّذِينَ َءا َمنُواْ َوهَا َج ُرواْ َو َٰ َج َهدُواْ ِبأَمۡ َٰ َو ِل ِه ۡم َوأَنفُ ِس ِه ۡم فِي‬
َّ ‫س ِبي ِل‬
‫اج ُرو ٖۚاْ َوإِ ِن‬ َٰ
ِ ‫ض َوٱلَّذِينَ َءا َمنُواْ َولَ ۡم يُ َه‬
ِ ‫اج ُرواْ َما لَ ُكم ِمن َولَيَتِ ِهم ِمن ش َۡيءٍ َحت َّ َٰى يُ َه‬ ٖۚ ۡ‫ض ُه ۡم أ َ ۡو ِل َيا ٓ ُء َبع‬
ُ ۡ‫َبع‬
٧٢ ‫صير‬ َّ ‫ق َو‬ٞۗ َ ‫علَ َٰى قَ ۡو ِۢ ِم بَ ۡينَ ُك ۡم َوبَ ۡينَ ُهم ِمي َٰث‬
ِ َ‫ٱَّللُ ِب َما ت َعۡ َملُونَ ب‬ َ ‫ِين فَ َعلَ ۡي ُك ُم ٱلنَّصۡ ُر ِإ ََّّل‬
ِ ‫ص ُرو ُك ۡم فِي ٱلد‬ ۡ
َ ‫ٱست َن‬
72. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan
harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan
pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi.
Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban
sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka
meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib
memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu
dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
b. Hukum Tajwid
Lafal Hukum Tajwid Lafal Hukum Tajwid
Idgham Mimi/
َ‫ٱلَّذِين‬ Mad Tabi’i ‫َما لَ ُكم ِمن‬ Idgham
Mutamassilain
ْ‫َءا َمنُوا‬ Mad Badal ‫قَ ۡو ِۢ ِم بَ ۡينَ ُك ۡم‬ Iqlab

‫ِبأَمۡ َٰ َو ِل ِه ۡم‬ Izhar Syafawi ‫ِإ َّن‬ Gunnah Musaddah


Mad ‘Arid Lis
‫أ َ ۡو ِل َيا ٓ ُء‬ Mad Wajib Muttasil ‫صير‬
ِ ‫َب‬
Sukun
c. Isi KandunganQ.S. Al-Anfal (8): 72
Al-Qur’an surah al-Anfal/8:72 menjelaskan tentang:
a. Kaum Muhajirin, yaitu umat Islam yang hijrah ke Madinah baik bersama Nabi Muhammad
saw. maupun yang menyusul berhijrah. Mereka hijrah dan berjihad untuk memperjuangkan
agama Allah swt. baik di Makkah maupun di Madinah.
b. Kaum Ansar, yaitu orang-orang Madinah yang memeluk agama Islam, beriman kepada Nabi
saw. dan mereka berjanji akan sama-sama berjuang di jalan Allah, bersedia menanggung
segala resiko dan akibat yang terjadi dari perjuangan.
c. Kaum Muslimin yang tidak berhijrah ke Madinah. Mereka tinggal di negeri yang dikuasai
oleh kaum musyrikin baik di Mekah maupun beberapa tempat di sekitar kota Madinah.
d. Kontrol Diri (Mujahadah al-nafs)
Kontrol diri (mujahadah al-nafs) adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad
melawan ego atau nafsu pribadi. Perjuangan ini dilakukan karena nafsu-diri memiliki
kecenderungan untuk mencari pelbagai kesenangan, masa bodoh terhadap hak-hak yang
harus ditunaikan, serta mengabaikan terhadap kewajiban-kewajiban. Siapa pun yang gemar
menuruti apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsunya, maka sesungguhnya ia telah tertawan
dan diperbudak oleh nafsunya itu. Hal inilah yang menjadi salah satu alsan mengapa Nabi
Saw menegaskan bahwa jihad melawan nafsu lebih dahsyat daripada jihad melawan musuh
(qital).
Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. bersabda:
‫سهُ ِع ْندَ ْالفَض‬ ْ ‫ش ِد ْيدُ الَّذ‬
َ ‫ِي يَ ْم ِلكُ نَ ْف‬ َّ ‫ع ِة اِنَّ َما ال‬ ُّ ‫ْس ال َّه ِد ْيدُ بِاال‬
َ ‫ص َر‬ ُ ‫ أ َ َّن َر‬: ُ‫ع ْنه‬
َ ‫ لَي‬: ‫س ْو َل للاِ صلعم قَا َل‬ َ ُ‫ي للا‬ ِ ‫ع ْن أَبِ ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫ض‬ َ
)‫(رواه لبخاري ومسلم‬
“Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang
perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.” (H.R. Bukhari dan
Muslim)
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari mujahadah an-nafs, yaitu:
a) Dapat meminimalisasi akibat negatif dari perbuatan yang dilakukan, karena dipertimbangkan
dengan matang.
b) Berusaha berbuat yang baik dan terbaik, sebaik perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan
di hadapan Allah.
c) Tidak cepat bereaksi terhadap berbagai permasalahan yang timbul.
Contoh perilaku yang mencerminkan sikap pengendalian diri (mujahadah an-Nafs)
sebagai berikut:
1. Bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka
terhadap kamu.
2. Memaafkan kesalahan teman dan orang lain yang berbuat “aniaya” kepada kita.
3. Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan musibah yang menimpa, dengan terus berupaya
memperbaiki diri dan lingkungan.
4. Menjauhi sifat dengki atau iri hati kepada orang lain dengan tidak membalas kedengkian
mereka kepada kita.
5. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. kepada kita, dan tidak merusak
nikmat tersebut; seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan
merawatnya, berolahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya.

E. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:
Pendekatan seintific
Pendekatan Umum : Deduktif-Induktif
Metode : Diskusi, Tanya-jawab, Inquiri, Ceramah.
F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media :
2. Alat : Papan Tulis, penghapus, spidol.
3. Sumber Pembelajaran :
a) Al-Qur’an
b) Buku Paket Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
c) Sumber lain yang relevan.

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
a.
Pendahuluan Guru membuka pembelajaran dengan salam dan 15 Menit
berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta
didik dengan penuh khidmat :
b. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan
mengisi lembar kehadiran dan memeriksa
kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
c. Guru memberikan motivasi dan menerangkan
kembali pembelajaran yang kemarin.
d. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai.
e. Guru membagi peserta didik dalam beberapa
kelompok.
Inti Mengamati 60 Menit
a. Menyimak bacaan Q.S. Al-Anfal (8): 72.
b. Mengidentifikasihukum bacaan (tajwid) Q.S.
Al-Anfal (8): 72.
c. Mencermati kandungan Q.S. Al-Anfal (8): 72
serta hadits terkait.
d. Mencermati manfaat dan hikmah kontrol diri
(mujahadah an-nafs).
Menanya
a. Menanyakan cara membaca hukum tajwid Q.S.
Al- Anfal (8): 72.
b. Menanyakan asbabun nuzul Q.S. Al- Anfal (8):
72.
c. Menanyakan isi kandungan Q.S. Al- Anfal (8):
72.
Eksperimen/ explore
a. Mendiskusikan cara membaca hukum tajwid
Q.S. Al- Anfal (8): 72.
b. Menganalisis asbabun nuzul/ wurud dan
kandungan Q.S. Al- Anfal (8): 72 serta hadits
terkait.
Mengasosiasi
a. Membuat kesimpulan dari kandungan Q.S. Al-
Anfal (8): 72
Komunikasi
a. Mendemonstrasikan bacaan (hafalan) Q.S. Al-
Anfal (8): 72.
b. Menyampaikan hasil diskusi tentang Q.S. Al-
Anfal (8): 72 dan hadits terkait secara
individual.
Penutup a. Di bawah bimbingan guru, peserta didik 15 Menit
menyimpulkan materi pembelajaran secara
demokratis.
b. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
c. Guru memberikan reward kepada kelompok
yang paling baik dalam mengutarakan pendapat
dalam kerja kelompok.
d. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas mandiri terstruktur.
e. Menutup pembelajaran dengan membaca
Hamdalah.

H. PENILAIAN
a. Tes
1. Uraian (Terlampir)
2. Pilihan Ganda/ Multiple Choice (Terlampir)
b. Non Tes
1. Lembaran pengamatan kerja kelompok (Terlampir)
2. Lembar pengamatan presentasi (Terlampir)
3. Membuat makalah tentang meniti hidup dengan kemuliaan(kriteria penilaian terlampir)
Format penulisan makalah:
BAB I Pendahuluan
BAB II Isi
BAB III Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
Daftar Rujukan
Catatan
Makalah diketik dengan menggunakan huruf Arial, 12, spasi 1, 5,
print-out kertas A4, maksimal 15 lembar.
Lampiran Instrumen Penelitian
INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF

A. SOAL
NO SOAL SKOR BOBOT
1 Lengkapilah harakat dari Q.S. Al-Anfal (8):
72.
‫ونصروا أولىىك بعضهم أولياء َء َاوواْ بعض ٖۚ والذين‬
‫ءامنوا ولم يهاجروا ما لكم من وليتهم من شىء‬ 20 25
‫حتى يهاجروا وإن استنصروكم فى الدين فعليكم‬
َّ ‫ق َو‬ٞۗ َ ‫علَ َٰى قَ ۡو ِۢ ِم َب ۡينَ ُك ۡم َو َب ۡينَ ُهم ِمي َٰث‬
‫ٱَّللُ ِب َما‬ َ ‫النصر ِإ ََّّل‬
٧٢‫صير‬ ِ ‫ت َعۡ َملُونَ َب‬
2 Jelaskan isi kandungan dari Q.S. Al-Hujurat
15 15
(49): 12?

3 Tulislah masing-masing 3 contoh dari


kehidupan sehari-hari yang mencerminkan
tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), 15 15
perasangka baik (husnuzzhun), dan
persaudaraan (ukhuwah)?

4 Tulislah hadits yang menjelaskan tentang


kontrol diri (mujahadah an-nafs), perasangka
15 15
baik (husnuzzhun), dan persaudaraan
(ukhuwah)?

5 Tuliskan 3 dampaknegatifakibatperilakudusta
15 15
yang dilakuan?

6 Apa saja hikmah dari persaudaraan


20 15
(Ukhuwah)?
Jumlah Skor 100 100
JAWABAN
NO JAWABAN SKOR BOBOT
1 ‫سبِي ِل‬َ ‫إِنَّٱلَّذِينَ َءا َمنُواْ َوهَا َج ُرواْ َو َٰ َج َهدُواْ بِأ َ ۡم َٰ َو ِل ِه ۡم َوأنفسِ ِه ۡم فِي‬
ُ َ
ٓ
َ‫ض َوٱلَّذِين‬ ُ ۡ‫ص ُر ٓواْ أ ُ ْو َٰلَئِكَ بَع‬
ٖۚ ۡ‫ض ُه ۡم أ َ ۡو ِليَا ٓ ُء َبع‬ َ َ‫ٱَّللِ َوٱلَّذِينَ َء َاوواْ َّون‬
َّ
‫اج ُرواْ َما لَ ُكم ِمن َو َٰ َليَتِ ِهم ِمن ش َۡيءٍ َحتَّ َٰى‬ ِ ‫َءا َمنُواْ َولَ ۡم يُ َه‬
َ ‫ِين فَ َعلَ ۡي ُك ُم ٱلنَّصۡ ُر ِإ ََّّل‬
‫ع َل َٰى‬ ِ ‫ص ُرو ُك ۡم ِفي ٱلد‬
َ ‫ٱست َن‬ ۡ ‫اج ُرو ٖۚاْ َو ِإ ِن‬ ِ ‫يُ َه‬
٧٢ ‫ٱَّللُ بِ َما تَعۡ َملُونَ بَ ِصير‬َّ ‫ق َو‬ٞۗ َ ‫قَ ۡو ِۢ ِم بَ ۡينَ ُك ۡم َوبَ ۡينَ ُهم ِمي َٰث‬
2 Ayat ini menjelaskan bahwa setiap muslim itu
bersaudara dengan muslim lainya.
Persaudaraan itu di ibaratkan dengan satu
tubuh apabila salah satu tubuh sakit maka
yang lain juga merasakanya. Bhakan apabila
perselisihan tida terelakan, maka kita tidak
diperbolehkan sesama muslim selama 3 hari.

3 Perilaku mencerminkan kontrol diri:


 Bersabar dengan tidak membalas terhadap
ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka
terhadap kamu.
 Memaafkan kesalahan teman dan orang lain
yang berbuat “aniaya” kepada kita.
 Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan
musibah yang menimpa, dengan terus
berupaya memperbaiki diri dan lingkungan.
Perilaku mencerminkan prasangka baik:
 Memberikan apresiasi atas prestasi yang
dicapai oleh teman atau orang lain dalam
bentuk ucapan atau pemberian hadiah.
 Menerima dan menghargai pendapat teman/
orang lain meskipun pendapat tersebut
berlawanan dengan kenginan kita.
 Memberi sumbangan sesuai kemampuan
kepada peminta-minta yang datang ke rumah
kita.
Perilaku mencerminkan persaudaraan:

 Saling tolong menolong apabila sedang


kesusahan.
 Selalu silatuhrami antar umat agama.
 Membantu orang yang sedang kesusahan.
4 Hadits kontrol diri:
: ‫س ْو َل للاِ صلعم قَا َل‬ ُ ‫ أ َ َّن َر‬: ُ‫ي للاُ َع ْنه‬ َ ‫ض‬ ِ ‫َع ْن أَ ِب ْي ه َُري َْرة َ َر‬
َ‫سهُ ِع ْند‬ ْ ‫ش ِد ْيد ُ الَّ ِذ‬
َ ‫ي َي ْم ِلكُ نَ ْف‬ َّ ‫ص َر َع ِة اِنَّ َما ال‬ َ ‫لَي‬
ُّ ‫ْس ال َّه ِد ْيد ُ ِباال‬
)‫ب (رواه لبخاري ومسلم‬ َ َ‫ْالف‬
ِ ‫ض‬
“Orang yang perkasa bukanlah orang yang
menang dalam perkelahian, tetapi orang yang
perkasa adalah orang yang mengendalikan
dirinya ketika marah.” (H.R. Bukhari dan
Muslim)
Hadits perasangka baik:
َّ ‫ظ َّن فَإ ِ َّن ال‬
ِ ‫ظ َّن ا َ ْكذَ بُ اَل َح ِد ْي‬
)‫ث (رواه البخاري‬ َّ ‫إِيَّا ُك ْم َوال‬
“Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk,
karena sesungguhnya prasangka itu adalah
perkataan yang paling dusta.” (H.R. Bukhari)

Hadits tentang persaudaraan:

ِ‫س ْو ِل للا‬ ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ قَا َل‬,‫ي للاُ َع ْن ُه َما‬ َ ‫ض‬ ِ ‫َع ِن النُّ ْع َمانَ ب ِْن بَ ِشي ِْر َر‬
‫ َمث َ ُل ْال ُمؤْ ِمنِيْنَ فِ ْي ت ََوا ِذ ِه ْم َوات ََرا ٌح ِم ِه ْم َوتَعَا‬: ‫سلَّ َم‬
َ ‫صلَّي َعلَ ْي ِه َو‬
َ
‫س َه ِر‬ َ ‫سائِ ُر ْال َج‬
َّ ‫س ِد بَا ل‬ َ ‫ َمت َ ُل ْال َج‬, ‫ط ِف ِه ْم‬
َ ُ‫س ِد ِإذَا ا ْشت َ َك ْي ِم ْنهُ َعض ٌْولَه‬ ْ
)‫َو ْال ُح َّمى (رواه مسلم‬
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam
saling mencintai, saling mengasihi, dan
saling menyayangi, seperti satu tubuh.
Apabila satu organ tubuh merasa sakit, akan
menjalar kepada semua organ tubuh, yaitu
tidak dapat tidur dan merasa demam.” (H.R.
Muslim)
5 Dijauhiteman,
tidakmendapatkankepercanyaan, di benci
Allah Swt.
6 Hikmahpersaudaraan:
 Ukhuwwah menciptakan wihdah (persatuan)
 Ukhuwwah menciptakan quwwah (kekuatan)
 Ukhuwwah menciptakan mahabbah (cinta
dan kasih sayang)
Jumlah Skor

Pengelolaan nilai siswa


Nilai = Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor max
Lembar Pengamatan
Rubrik kegiatan diskusi X AK 3

Aspek Pengamatan

Mengkomunika

pendapat teman
sikan pendapat

Menghargai
Kerja sama
Jumlah

Keaktifan
Toleransi
No. Nama Siswa Nilai Ket.
Skor

1 AHMAD MASTUR
2 ANAM MA’RUF
3 DILLA SALSABILA
4 KHOERUL UMAM
5 LAILATUN NAELI
6 MAHFUD SIDIK
7 MUHAMAD RIFA’I
RISKA CORNELIA
8
GUNAWAN
9 RIYAN GUNAWAN

Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
∑ Skor perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal (20)
Kriteria Nilai
A = 80 – 100 :Baik Sekali
B = 70 – 79 :Baik
C = 60 – 69 :Cukup
D = ‹ 60 :Kurang
Rubrik Penilaian Presentasi X TKJ

Aspek Penilaian

Penyampaian
Komunikasi

Gesture dan
Penampilan
Sistematika

Keberanian
Jumlah

Wawasan

Antusias
No. Nama Siswa Nilai Ket.
Skor

1 AHMAD MASTUR
2 ANAM MA’RUF
3 DILLA SALSABILA
4 KHOERUL UMAM
5 LAILATUN NAELI
6 MAHFUD SIDIK
7 MUHAMAD RIFA’I
RISKA CORNELIA
8
GUNAWAN
9 RIYAN GUNAWAN

Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

∑ Skor perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal (24)

Kriteria Nilai
A = 80 – 100 :Baik Sekali
B = 70 – 79 :Baik
C = 60 – 69 :Cukup
D = ‹ 60 :Kurang
Format Penilaian Makalah
Struktur
Indikator Nilai
Makalah
Menunjukkan dengan tepat isi:
 Latar Belakang
Pendahuluan
 Rumusan Masalah
 Tujuan Penulisan
Struktur / logika penulisan disusun dengan jelas
sesuai dengan metode yang dipakai:
 Bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan
komunikatif.
 Daftar pustaka yang dapat di pertanggung
jawabkan (ilmiah)
 Menghindarisumber (akun) yang
belumdikajisecarailmiah
Isi
Isi yang terdapat di dalamnya meliputi:
A. Memahami makna pengendalian diri, perasangka
baik dan husnuzzan.
B. Ayat-ayat al-Qur’an tentang pengendalian diri,
perasangka baik dan persaudaraan.
C. Hadits tentang pengendalian diri, perasangka
baik dan persaudaraan
D. Menerapkan perilaku mulia
Kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah
Penutup Saran relevan dengan kajian dan berisi pesan
sesuai dengan yang dibahas.
Jumlah

Kritera penilaian untuk masing-masing indikator:


Keterangan Skor:
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
∑ Skor perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal (12)

Kriteria Nilai
A = 80 – 100 :Baik Sekali
B = 70 – 79 :Baik
C = 60 – 69 :Cukup
D = ‹ 60 :Kurang

Mengetahui, Banjar, Januari 2018


Guru Pamong Mahasiswi Praktikan

Fendi Budi Prihatmoko,S.pd.i Maryati

NIP. NIM. 14.AI.1.0062

Kepala Sekolah

Asep supriyatna,SE.,MM

NIP.