Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan terhadap kegiatan
pengeboran dalam pembuatan lubang ledak pada tambang quarry di PT
Pama Indo Mining maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut
:
1. Tahapan kegiatan pengeboran dimulai dari :
 Perencanaan kegiatan pengeboran dan peledakan (drill and blast
planning ).
 Persiapan lokasi pengeboran (bench preparation).
 Persiapan pengeboran (drill preparation).
 Pengeboran (drilling).
2. Pola pengeboran yang digunakan di PT Pama Indo Mining adalah pola
pengeboran zig-zag (staggered pattern) dengan Metode pengeboran
Rotary Percussion.
3. A. Alat bor yang digunakan di PT Pama Indo Mining antara lain:
 Furukawa HCR 910-DS 01
 Furukawa HCR 910-DS 02
 Furukawa HCR 910-DS 03
 Ranger DX-800.
Mata bor yang digunakan adalah button bit regular skirt.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja alat bor yang


digunakan di PT. Pama Indo Mining yaitu:

 Sifat Batuan
a. Kekerasan
b. Kekuatan Batuan

80
81

c. Elastisitas
d. Plastisitas
e. Abrasivitas
f. Tekstur
g. Struktur Geologi
h. Karakteristik Pecahan
 Rock Drillability
 Geometri Pengeboran
a. Diameter Lubang Tembak
b. Kedalaman Lubang Tembak
c. Kemiringan Lubang Tembak
 Pola Pengeboran
a. Pola Pengeboran Bujur Sangkar (Square Pattern).
b. Pola Pengeboran Zig-zag (Staggered Pattern).

C. Geometri pengeboran yang diterapkan di PT Pama Indo Mining


yaitu :

 Ranger DX-800
 Kedalaman lubang (L) = 12 m
 Tinggi jenjang (H) = 11 m
 Burden (B) =3m
 Spasi (S) =4m
 Kemiringan lubang bor = 90°
 Diameter lubang bor = 3,5’’
 Furukawa HCR 910 DS 01, 02, 03
 Kedalaman lubang (L) = 12 m
 Tinggi jenjang (H) = 11 m
 Burden (B) =3m
 Spasi (S) =4m
 Kemiringan lubang bor = 90°
 Diameter lubang bor = 3,5’’
82

4. Produktifitas yang dihasilkan :


 Ct = 15,4 menit/lubang
 GDR = 0,99 meter/menit
 WP = 420 menit
 EK = 87,05 %
 N = 39 lubang/hari
 Veq = 25,63 m3/m
 P = 101.243,67 m3/jam

5.2 Saran
adapun saran yang dapat diberikan dari kegiatan yang telah dibuat
yaitu :
1. Konsistensi penggunaan meteran dalam pembuatan pattern bor
perlu diperhatikan lagi agar mendapatkan geometri pengeboran
yang lebih efisiensi.
2. Pembersihan plan drill atau pembuatan daerah pattern bor sangat
perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap manuver unit
alat bor yang cukup lama dan juga berpengaruh terhadap hasil
peledakan nya.
3. Penyesuain mesin bor terhadap pattern yang telah dibuat agar
lebih diperhatikan lagi pada saat melakukan pengeboran
(drilling).
4. Lebih diperhatikan lagi masalah rod yang sering lepas agar tidak
mengganggu proses kegiatan pengeboran (drilling).
5. Sebaiknya waktu travel untuk mesin bor lebih diperhatikan lagi
karena memakan waktu yang cukup lama.
6. Perlunya dilakukan suatu koreksi terhadap kinerja operator dan
menyediakan keperluan bahan bakar minyak sebelum operasi
pengeboran di mulai. Seperti yang terjadi pada saat di lakukan
pengeboran stock BBM habis yang mengakibatkan,
83

termakannya banyak waktu untuk membeli minyak sampai


pengisian BBM ke mesin Bor.