Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN.

M
DENGAN SALAH SATU ANGGOTA MENDERITA ASAM URAT
DI RT 06 RW V BANYUMANIK SEMARANG

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PRAKTIK


BELAJAR LAPANGAN KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun Oleh :
MUHAMMAD ZAENAL ABIDIN
P.17420111062

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2014
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

1. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA


A. KEPALA KELUARGA
1. Nama KK : Bp. Maryono
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Umur / tgl lahir : 44 tahun
4. Agama : Islam
5. Pendidikan : SD
6. Pekerjaan : buruh
7. Alamat : Jl. Kunci RT6 RW 5 banyumanik

B. SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA

No Nama umur Sex Hub dg pendidikan Pekerjaan* Ket.


keluarga
1. Maryono 44 th L Suami SD Buruh
2. Puji lestari 46 th P Istri SD IRT
3. Candra pujianto 15 th L Anak SMK
4. Ida nur afiana 7,5 th P Anak SD

Keterangan:
* 1. PNS / TNI / Polri
2. Pegawai sawasta
3. Wiraswasta
4. Petani
5. Buruh tani / buruh pabrik
6. Nelayan
7. Lain-lain (sebutkan)
C. GENOGRAM

HT

Keterangan Legenda Genogram:


laki-laki

Perempuan

Meninggal

b. Tahun lahir (birth date)


d. Tahun meninggal (death date)
i. Tahun imigrasi / pindah disertai tujuan pindah
= hubungan perkawinan dan tahun perkawinan

D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keluarga Tn.M dalam Pola pengambilan keputusannya dilakukan secara
bermusyawarah kepada semua anggota keluarga. Misal pada waktu dulu untuk
menentukan anak pertamanya akan nerusin di SMA/SMK dimusyawarahkan anak
bersama anggota keluarga. Dalam pengambilan keputusan dalam keluarga yang lebih
dominan menentukan adalah ayah. Bila dalam keluarga terjadi konflik yang tidak
dapat terpecahkan oleh anggota keluarga ,misal konflik tersebut sulit untuk
diselesaikan maka keluarga tersebut meminta kepada bantuan kepada kakak laki-laki
dari bapak untuk membantu perasalahan keluarga.

E. HUBUNGAN DALAM KELUARGA


Hubungan antar anggota keluarga Tn.M sangat harmonis, dengan ditandai
pedulinya anggota keluarga terhadap salah satu anggotanya pulang terlambat maka
akan dicari, anggota keluarga merasa khwatir. Dalam anggota keluarga Tn.M yang
paling dipercaya kepala keluarga untuk membantu memecahkan masalah keluarga
yang ada dalam keluarga adalah istri. Bila tidak dapat terselesaikan maka mencari
bantuan kepada kakak dari Tn.M tersebut. Pola keluarga mengasuh anak adalah secara
bebas tapi terbatas. Dalam keluarga misalkan pada anak dibebaskan untuk bermain
tapi pada waktu magrib harus pulang dan harus belajar. Harapan keluarga kepada
anak agar anak bisa sekolah sampai lulus dan dapat bekerja dengan baik

1. KEBUTUHAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI

A. KEBUTUHAN GIZI
Keluarga Tn.M dalam Pengadaan makanan keluarga sehari-hari adalah dengan
cara memasak sendiri. Komposisi makanan yang terkandung dalam makanan sehari-
hari seperti makanan pokok (nasi dll), protein hewani, protein nabati, sayur mayur
selalu ada , dan makan buah-buahan kadang-kadang sedangkan minum susu tidak
pernah.
Pada keluarga Tn.M Cara penyajian makanan dalam keluarga adalah tertutup.
Dalam keluarga juga ada pantangan makanan oleh ibu yaitu kacang panjang, emping
mlinjo, jerohan dll. Karena menurut Ny.P saat makan emping mlinjo asam uratnya
kambuh dan pada sendi terasa linu-linu. Kebiasaan keluarga dalam mengelola air
minum adalah dengan cara dimasak. Lalu Kebiasaan keluarga dalam mengolah
makanan / sayuran adalah dicuci dahulu baru dipotong.

B. KEBUTUHAN ELIMINASI
1. Pola BAB (buang Air Besar)
Tn. Maryono 1x / hari.
Ny. Puji lestari 1x / hari.
Candra pujianto 1x / hari.
Ida nur afiana 1x / hari.
2. Pola BAK (buang Air Kecil).
Tn. Maryono 6-8x / hari.
Ny. Puji lestari 6-8x / hari.
Candra pujianto 8x / hari.
Ida nur afiana 7x / hari.

C. ISTIRAHAT TIDUR
Setiap anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan tidur siang hari karena
keluarga memiliki kesibukan kerja masing. tiap anggota keluarga tidak memiliki
kamar tidur masing-masing karena anak-anak keluarga Tn.M tidak berani sendiri
tidur. pembagian kamarnya adalah anak tidur sama ibuk dalam 1 kamar dan bapak
tidur sendiri dilain kamar. Bila ada anggota keluarga yang sulit tidur, cara
mengatasinya adalah bila Bapaknya tidak bisa tidur yang dilakukan adalah merokok.

D. AKTIVITAS OLAH RAGA


Keluarga Tn.M senang olah raga lari di kodam setiap minggu. Kegiatan lari-
lari ini dilakukan oleh salah satu anggota keluarga saja. bila sedang tidak ada kerjaan
anggota keluarga yang lain ikut lari-lari di kodam.

E. KEBERSIHAN DIRI
1. Mandi
Tn. Maryono 2x / hari.
Ny. Puji lestari 2x / hari.
Candra pujianto 2x / hari.
Ida nur afiana 2x / hari
2. Semua anggota keluarga Sikat gigi 3 x / hari. Yaitu pada saat mandi pagi, sore dan
sebelum tidur.
3. Cuci rambut
Tn. Maryono 2x / hari.
Ny. Puji lestari 2x / hari.
Candra pujianto 2x / hari.
Ida nur afiana 2x / hari

F. REKREASI / WAKTU SENGGANG


keluarga memiliki kebiasaan rekreasi yang teratur setiap minggu, yaitu pergi
ke rumah nenek didalam kota saja. Keluarga bila memiliki waktu senggang digunakan
kegiatan yang bermanfaat. Menurut keluarga rekreasi atau berkunjung kerumah nenek
merupakan hal yang rutin dilakukan setiap akhir pekan. kegiatan tersebut berpengaruh
tidak baik untuk dirinya sendiri karena perasaan jadi senang bisa jalan-jalan melihat
udara luar.
G. POLA ASUH ANAK
keluarga dalam mengasuh anak menggunakan cara bebas terbatas. Jadi disini
keluarga menggunakan prinsip memberikan kebebasan kepada anaknya tapi ada
aturan-aturan tertentu. Harapan keluarga terhadap anak adalah supaya anaknya
nantinya bisa lulus SMK dengan nilai yang memuaskan, dan dapat bekerja supaya
bisa membantu adiknya sekolah.

2. FAKTOR SOSIO BUDAYA EKONOMI


A. PENGHASILAN DAN PENGELUARAN

Setiap anggota keluarga sudah mempunyai penghasilan sendiri. Yang


berpenghasilan adalah bapak dan ibu. penghasilan tersebut digunakan untuk
kepentingan keluarga nantinya. Bila digabungkan, pendapatan keluarga +Rp
1.000.000,00 ini adalah jumlah penghasilan keseluruhan dari bapak dan ibu.
Pengeluaran rata-rata keluarga per bulan +Rp 1.000.000,00 keluarga juga
membelanjakan penghasilannya hanya sesuai kebutuhan sehari-hari saja. Penghasilan
keluarga mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari. Karena menurut keluarga uang
segitu cukup tidak cukup harus dicukupkan dalam waktu 1 bulan. Ayah bekerja dalam
sehari +10jam dalam sehari. Bila ada lembur kadang sampai bekerja 12 jam. Dan itu
mendapatkan gaji lemburan. Menurut keluarga beliau kerja di salah satu proyek
bangunan. Ibu juga bekerja sebagai pengasuh anak tetangganya. Mulai dari jam 6 pagi
sampai jam 4 sore. ada anggota keluarga yang mempunyai tabungan yaitu ibu. Ibu
menabungkan uangnya pada tabungan PKK. Yang berperan aktif mengelola keuangan
dalam keluarga adalah ibu

B. PENDIDIKAN
Tidak ada anggota keluarga yang sedang mengikuti pendidikan di luar
pendidikan formal. Semua anggota keluarga yang bisa membaca. Ada anggota
keluarga yang memiliki ketrampilan khusus yaitu putra Tn.M dengan ketrampilan
perbengkelan karena saat ini sedang menempuh pendidikan SMK mengambil jurusan
otomotif. pandangan keluarga terhadap pendidikan anggota keluarga adalah sangat
penting. Mereka menganggap bahwa pendidikan hal yang sangat penting. Keluarga
ingin walaupun orang tuanya tidak berpendidikan tapi anak-anaknya harus
berpendidikan.
C. SISTEM NILAI
Ayah dan ibu berasal dari Suku jawa. Budaya yang dominan dalam keluarga
adalah budaya jawa. keluarga mengikuti kegiatan keagamaan yaitu yaasinan setiap
minggu 1 kali ini diikuti oleh bapak dan ibu. Sedangkan anak-anak mengikuti
kegiatan ngaji dimasjid setiap sore hari. Menurut keluarga kegiatan / nilai agama yang
dianut tidak bertentangan dengan kesehatan. persepsi keluarga terhadap kesehatan
yaitu Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan tak ternilai harganya.

D. HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT


Anggota keluarga tidak ikut dalam organisasi kemasyarakatan khsusnya dalam
bidang kesehatan. Yang diikuti hanya kegiatan perkumpulan warga yaitu Dawis,
PKK. Tidak ada penghargaan yang diterima dari masyarakat karena keikutsertaannya
dalam kesehatan di masyarakat. keluarga cukup berpengaruh di masyarakat dan tidak
ada konflik keluarga dengan masyarakat.

3. FAKTOR LINGKUNGAN

A. PERUMAHAN
Jenis rumah Tn.M adalah petak, Jenis bangunan adalah permanen. Luas
pekarangan 1x 4 m2. Luas bangunan 4x 9 m2. Status rumah adalah milik pribadi.
Didalam rumah ada ventilasi tapi hanya < 20% luas lantai. cahaya dapat masuk rumah
pada siang hari karena gentingnya setiap kamar ada genting kacanya. Penerangan
keluarga menggunakan listrik. Lantai terbuat dari plester. kondisi kebersihan rumah
secara keseluruhan adalah berdebu dan berantakan. Terlihat banyak baju yang
tercentel didalam rumah. Kelengkapan dalam rumah halamannya kotor karena banyak
kotoran ayam, ruang tamu tidak ada, kamar tidur ada 2, ruang makan ada 1, dapur ada
kondisinya kotor sampahnya tergeletak dan terbuka, kamar mandi ada kondisinya
kotor karena kalau kekamar mandi alas kakinya di pakai, WC ada menggunakan leher
angsa.
Denah rumah

Kamar Dapur
Mandi

Kamar Tidur

9M
Kamar Tidur

Ruang Tamu dan Ruang


Keluarga

Teras

4 M

B. PENGELOLAAN LIMBAH
Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah. kondisi tempat sampah
tersebut adalah terbuka. pengelolaan tempat sampah rumah tangga tersebut adalah
diangkut dan nantinya dikumpulkan di TPA yang telah disediakan warga.

C. SUMBER AIR
Keluarga mempunyai sumber air. sumber penyediaan air bersih tersebut
berasal dari PAM. Keluarga menggunakan air tersebut juga untuk kebutuhan minum
sehari-hari. Kondisi air tersebut tidak berbau dan tidak berwarna.

D. KANDANG TERNAK
Keluarga memiliki kandang ternak. letak kandang ternak adalah menempel
dengan rumah.

E. JAMBAN KELUARGA
Keluarga memiliki jamban keluarga. macam jamban keluarga yang dimiliki
adalah leher angsa. pembuangan kotoran (BAB) di SPAL yaitu penampungan semua
jamban yang ada di masyarakat . kondisi jamban kotor

F. PEMBUANGAN AIR LIMBAH


Ada Pembuangan air limbah di keluarga. Yaitu di SPAL.
4. PSIKOLOGIS

A. STATUS EMOSI
Respon keluarga merasa bangga jika ada salah satu anggota keluarga yang
berhasil. respon keluarga terhadap kehilangan adalah sedih.

B. KONSEP DIRI & PERAN


Keluarga menerima dirinya sebagai sesuatu yang berharga atau penting.
Karena bila ada salah satu anggota keluarga tidak kumpul terasa sepi. Tidak Ada
konflik harga diri sehubungan dengan tahapan tumbuh kembang. tidak ada perubahan
/ konflik / ketidaksesuaian peran dalam keluarga.

C. POLA INTERAKSI
Waktu paling sering terjadi interaksi dalam keluarga adalah malam hari.
Karean pada waktu malam hari bapak yang bekerja sudah pulang. Momen ini sering
terjadi interaksi dalam keluarga saat makan bersama dan nonton TV. Gambaran
Interaksi keluarga paling sering pada saat makan malam hari , karena pada waktu
makan malam bapak kerja sudah datang. interaksi tersebut berlangsung dengan canda
tawa terhadap keluarga kadang melalui diskusi / sharing perasaan. Tidak ada konflik
dalam keluarga tentang pola interaksi.

D. POLA KOMUNIKASI
Cara komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga adalah komunikasi
langsung. Sifat komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga adalah terbuka.
Dalam anggota keluarga yang paling dominan berbiacara adalah ibu. Bahasa yang
sering digunakan keluarga untuk berkomunikasi adalah bahasa indonesia.

E. POLA PERTAHANAN
Mekanisme penanggulangan masalah dalam keluarga adalah dengan cara
mandiri. Respon keluarga jika salah satu anggota keluarga bermasalah dengan pola
pengetahuannya adalah membantu mencari jalan keluar dan minta bantuan kepada
orang lain. Jika masalah tidak teratasi keluarga menanganinya adalah dengan cara
mencari jalan keluar.
5. DERAJAT KESEHATAN
A. KEJADIAN KESAKITAN
Saat ini ada anggota keluarga yang sedang menderita sakit tertentu.
penyakitnya adalah ASAM URAT dan yang menderita Ibu PUJI LESTARI (46 th).
Ada anggota keluarga yang menderita penyakit kronis. Penyakit ini diderita sejak
2005. Kurang lebih sampai sekarang sudah 9 tahun. Ada anggota keluarga yang
menderita penyakit atau gangguan kesehatan dalam satu tahun terakhir Yaitu Ibu
PUJI LESTARI (46 th). Ada anggota keluarga yang menderita penyakit kronis.
Penyakit ini diderita sejak 2005. Kurang lebih sampai sekarang sudah 9 tahun.

B. PERILAKU KELUARGA DALAM PENANGGULANGAN SAKIT


Kebiasaan berobat jika anggota keluarga ada yang sakit adalah membeli obat
diwarung. Bila beli obat sendiri, dengan alasan sudah biasa menggunakan obat yang
bersangkutan. Ny.M biasa menggunakan obat warung saan mengalami sakit seperti
sakit kepala membeli paramex, kalu panas memakai paracetamol, bila masuk angin
yang di beli tolak angin. Bila dirasa sudah tidak mempan memakai obat warung maka
keluarga berobat ke medis yaitu Puskesmas.

C. SKRINING TB PARU
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit tuberkulosis

D. SURVEY JENTIK NYAMUK


Ada tempat atau bejana yang memungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan
nyamuk Aedes. tempat atau bejana tersebut berisi air. Tempat tersebut dibiarkan
terbuka. Tempat atau bejana yang berisi air,airnya diganti setiap minggu 1x
Pengamatan pada tempat atau bejana penampung air:
a) Kondisi airnya sedikit berwarna
b) Ada larva / jentik nyamuk.
c) Jika ada jentik nyamuk jumlahnya
Juml rmh yg ditemukan jentik (+)
House Indeks (HI) = --------------------------------------- X 100 %
Juml rumah yg diperiksa
Juml kontainer dengan jentik (+)

= 3 X 100%
5
= 60 %
6. MASALAH KESEHATAN SPESIFIK

A. KELUARGA BERENCANA
Dalam keluarga tidak ada pasangan usia subur (PUS) dan juga tidak ada yang
sedang hamil. jenis kontrasepsi yang dipakai adalah suntik. Keluarga mendapatkan
pelayanan kontrasepsi di Puskesmas.

2. Analisa data dan Prioritas masalah

Analisa data

DATA MASALAH / KESEHATAN


KEPERAWATAN
Data Subjektif Resiko penurunan mobilitas fisik pada
1. Ny. P mengatakan linu-linu pada keluarga Ny. P khususnya Ny.P berhubungan
sendi-sendi terutama pada kaki. dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
2. Ny. P mengatakan tidak mengetahui anggota keluarga dengan asam urat
tentang asam urat baik itu pengertian,
tanda gejala dan akibat lanjutnya
3. Ny. P mengatakan sudah tidak lagi
mengkonsumsi kangkung, kacang
panjang yang dapat menyebabkan
asam uratnya kambuh.

Data Objektif
1. Kadar asam urat pemeriksaan terakhir
kali pada tanggal 15 januari 2014
adalah 6,2
Data Subjektif Resiko terjadinya penurunan kesehatan
1. Ny.P mengatakan suami dan anaknya berhubungan dengan ketidakmampuan
seorang perokok berat dan tidak bisa keluarga merawat anggota keluarga dengan
dihentikan karena sudah terbiasa setiap riwayat merokok
hari
2. Ny.P mengatakan dalam 1 hari
suaminya menghabiskan 1 bungkus
rokok
Data Objektif
1. Putra dari Ny.P terlihat merokok di
dalam rumah
2. Banyak asbak dirumah yang berisikan
bekas merokok
Data Subjektif Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan
1. Ny.P mengatakan tidak sempat rumah (hegiene lingkungan)
membersihkan rumah
2. Ny.P mengatakan

Data Objektif
1. Kondisi rumah Ny.P terlihat
berantakan dan berdebu
2. Banyak kotoran ayam di teras rumah
3. Lantai masih tanah dan di plester

Prioritas masalah

No Masalah A B C D E F G H Skor Urutan


Kesehatan / Total prioritas
keperawatan
1. Resiko penurunan 5 5 4 4 3 2 4 2 29 1
mobilitas fisik
pada keluarga Ny.
P khususnya Ny.P
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga
mengenal anggota
keluarga dengan
asam urat.
2. Resiko terjadinya 5 3 5 3 3 2 2 2 25 2
penurunan
kesehatan
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
dengan riwayat
merokok

3. Kerusakan 4 3 4 2 3 2 1 0 19 3
penatalaksanaan
pemeliharaan
rumah (hegiene
lingkungan)

A. Resiko terjadi
B. Resiko parah
C. Potensi untuk pendidikan kesehatan
D. Minat masyarakat
E. Kemungkinan diatasi
F. Sesuai program pemerintah
G. Sesuai dengan peran perawat
H. Tersedia sumber (waktu, tempat, dana, fasilitas kesehatan)
Keterangan:
Penilaian diberikan dengan rentang nilai 0 – 5
1= sangat rendah
2= rendah
3= cukup
4= tinggi
5 =sangat tinggi
4. Urutan prioritas diagnosa keperawatan
a. Resiko penurunan mobilitas fisik pada keluarga Tn.M khususnya Ny.P
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal anggota keluarga
dengan asam urat.
b. Resiko terjadinya penurunan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga dengan riwayat merokok
c. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah (hegiene lingkungan)