Anda di halaman 1dari 20

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2011

ANALISA PENGARUH TEKANAN TEMPA TERHADAP


STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK BAJA ST 41
(Diameter 14 mm dan Kepala Tumpi 50 mm) DENGAN
METODE DIRECT-DRIVE FRICTION WELDING SEBAGAI
ALTERNATIF PEMBUATAN FRONT SPRING PIN T-120

Oleh :
Dwi Agus Santoso
2107.030.050

PEMBIMBING
Ir. Nur Husodo, M.Sc
Perumusan Masalah
Penyambungan suatu poros material baja ST 41 (diameter
poros 14 mm dengan pelat baja berbentuk tumpi diameter
50 mm) menggunakan metode Direct Drive Friction
Welding akan menghasilkan produk front spring T-
120, yang kemudian struktur mikro dan sifat mekaniknya
diamati dengan melakukan distribusi kekerasan, uji tarik
dan puntir dan hasil kekuatan pada uji puntir akan
dibandingkan dengan produk lokal dari industri kecil
Batasan Masalah

1. Material yang digunakan untuk penelitian ini adalah baja ST 41 yang diasumsikan
dengan komposisi kimia yang homogen
2. Material yang kedua menggunakan baja SPHC yang juga diasumsikan dengan
komposisi kimia yang homogen tanpa proses deep drawing.
3. Kedua permukaan material diasumsikan rata pada saat proses pengelasan.
4. Proses pengelasan gesek langsung dilakukan pada temperatur kamar 300 C.
5. Kontak kedua benda kerja pada saat gesekan dan penempaan dianggap simetri.
6. Seluruh pengukuran variable pengelasan dianggap tepat seperti pada alat
pengukuran,
7. Kecepatan putas chuck dianggap konstan pada saat fase gesekan
8. Tekanaan hidraulik ditentukan pada saat presure gauge
9. Sifat mekanik hasil las ditentukan dengan distribusi kekerasan, kekuatan tarik dan
kekuatan puntir.
10. Kondisi peralatan yang digunakan saat pengambilan data, diasumsikan terkalibrasi
.
Tujuan dan Manfaat
Untuk mengetahui kekuatan material dengan pengaruh variasi tekanan
tempa pada saat pengelasan Direct Friction Welding terhadap kekuatan
tarik dan kekuatan puntir pada material baja ST 41 dan juga guna
mengetahui distribusi kekerasan terhadap hasil pengelasan pada daerah
weld nugget, HAZ dan Base metal, dan juga struktur mikro akhir yang
terbentuk dari material baja ST 41 terhadap pengelasan direct drive
friction welding.

Membandingkan hasil produk antara


penyambungan friction welding dari
pengelasan SMAW dengan friction welding
tanpa menggunakan proses piercing.
Digram Alir METODOLOGI
Mulai

Studi Lapangan Studi Literatur

Pembuatan spesimen untuk


simulasi pada setiap
pengujian

Persiapan material poros baja ST 41


Persiapan mesin las gesek (panjang 113 mm dan diameter 14
langsung mm) dan pelat tumpi (diameter 50 mm
dan panjang 0,5 mm)

B A
B
METODOLOGI A

Proses Pengelasan
Tekanan gesek : 127,55 kgf/cm2
Waktu gesek : 35 detik
Tekanan tempa : 829 ; 892,3 ; 956,63;
1020,4 kgf/cm2

No = error
Siap Uji?

Yes Completed

Uji Kekerasan dan


Uji Tarik pengamatan Uji Puntir
struktur mikro

Analisis Data
dan
Pembahasan

Kesimpulan

Selesai
Material Benda Uji
KOMPOSISI
Benda uji pada penelitian ini adalah baja karbon
rendah, faktor utama yang mempengaruhi sifat dari baja karbon
adalah kandungan karbon dan mikrostruktur yang ditentukan
oleh komposisi baja, seperti : Si, Mn, P, S, Cr, Ni, dan Cu.
Material ini mempunyai komposisi yang sesuai dengan sertifikat
material.

Chemical Composition/Analysis (%)


Size
C Mn Si P S

Ø1/2 – 2” 0.07-0.10 0.3-0.6 0.15-0.25 0.03 0.035


DIMENSI
Benda uji yang digunakan pada penelitian ini Baja ST 41 porosnya berbentuk
silinder pejal Ø = 14 mm

•Dimensi benda untuk uji puntir adalah Ø = 14 mm dan


panjangnya = 113 mm dengan plat baja Ø = 50 mm dan
panjangnya = 0,5 mm.(gambar 3.2)

•Dimensi benda untuk uji kekerasan dan metalografi


berbentuk poros silinder pejal Ø = 14 mm dan
panjangnya = 50 mm.(gambar 3.3)

•Dimensi benda untuk uji tarik berbentuk poros


silinder pejal Ø = 14 mm dengan panjang = 150 mm.
(gambar 3.4)
Analisa dan Pembahasan
Hasil proses friction dan forging pada Sifat mekanik
Friction Forging Pengukuran

No. Tekanan Waktu Tekanan


Temp Upset HAZ
gesek gesek tempa
(ºC) (mm) (mm)
kgf/cm2 (detik) kgf/cm2

1 35 635 829 3.15 11.10


2 35 674 892.3 3.25 12.10
127.55
3 35 672 956.63 3.30 12.00
4 35 655 1020.4 3.60 11.35
Hasil Pengujian Tarik

Grafik tekanan tempa terhadap


kekuatan tarik pada uji tarik
390 380.92
380 363.18
362.4
370
UTS N/mm2

360
350 332.71
340
330
320
310
300
829 892.3 956.63 1020.4
Tekanan Tempa
kgf .m

Hasil proses friction dan forging pada uji puntir


Friction Forging Pengukuran

No. Tekanan Waktu Tekanan


Temp Upset HAZ
gesek gesek tempa
(ºC) (mm) (mm)
kgf/cm2 (detik) kgf/cm2

1 35 617 829 2.00 5.50


2 35 605 892.3 2.25 6.20
127.55
3 35 622 956.63 2.50 6.35
4 35 623 1020.4 2.70 6.45

16.5 16 16 16
16
15.5
Toris kgf.m

15
14.5 14
14
13.5
13
829 892.3 956.63 1020.4
Tekanan Tempa
Hasil pengujian kekerasan
Friction Forging Titik identasi (HRA)

No TekanaG Waktu Tekanan


Temp Logam
esek gesek Tempa induk
HAZ LAS
(ºC)
kgf/cm² (detik) kgf/cm²

1 35 614 829 48 40.5 40

2 127.55 35 674 892.3 48 41 40

3 35 672 956.63 48 41 41.5

4 35 655 1020.4 48 41.5 42


Analisa struktur mikro pada logam lasan
Kesimpulan
Berdasarkan data dan grafik dari hasil pengujian
didapat semakin besar tekanan tempa, jadi
menghasilkan kekuatan yang tinggi pada
sambungan lasan.

Pada pengujian tarik tekanan tempa tertinggi 1020.4 kgf/cm2


diperoleh harga pada UTS 380.92 N/mm2

Pada pengujian puntir dimana parameter tekanan tempa 829, 892.3, 956.363 dan
1020.4 kgf/cm2 dengan tekanan gesek 127,55 kgf/cm2 dan waktu gesekan 35
detik, dan akan diperoleh kekuatan sambungan yang tinggi dengan harga torsi 16
kgf.m, sedangkan untuk produk lokal diperoleh harga torsi diatas 20 kgf.m.

Penyambungan menggunakan Direct Drive Friction Welding bisa dijadikan


alternatif pengganti dalam pembuatan spring pin T 120 (Kepala Tumpi), meskipun
harga kekuatan pada hasil produk yang diperoleh masih kalah dengan pengelasan
SMAW, setidaknya harga kekuatannya hampir mendekati harga kekuatan yang
diperoleh las SMAW, tetapi lebih sederhana dan mudah dalam proses produksi
dengan friction welding karena tidak menggunakan filler dan tidak melakukan
proses piercing lagi.
Saran

Hendaknya untuk penelitian kedepannya dalam pembuatan


produk spring pin T-120 (kepala tumpi) yang baik
menggunakan Direct– drive friction welding adalah dengan
parameter tekanan tempa yaitu 829, 892.3, 956.363 dan 1020.4
kgf/cm2 dengan tekanan gesek 127,55 kgf/cm2 dan waktu
gesekan 35 detik.

Dalam proses percobaan perlu diperhatikan adanya akselerasi


pengereman dan penempaan

Lebih baik kalau menggunakan mesin yang baru saja


dikarenakan mesin yang lama banyak ditemukan kendala-
kendala yang dapat menghambat penelitian