Anda di halaman 1dari 9

A.

Latar Belakang

Laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi

ini tidak luput dari dampak negatif terhadap kesenian dan budaya lokal sebagai

karakter bangsa. Realita saat ini menunjukkan kurangnya apresiasi para pemuda

terhadap kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten halmahera selatan Khususnya

kesultanan bacan . Situasi ini lebih diperkeruh lagi dengan akulturasi budaya yang

dibawa oleh banyaknya pendatang ke daerah ini yang dapat berdampak pada

perubahan paradigma, sikap dan peradaban bangsa yang bermartabat.

Pada pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyatakan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi

mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang

bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung

jawab.” Pendidikan karakter dimaksudkan untuk memfasilitasi peserta didik

mengembangkan karakter terutama yang tercakup dalam butir-butir Standar

Kompetensi Lulusan (Permen Diknas 23/2006) sehingga mereka menjadi insan yang

berkepribadian mulia (cerdas dan kompetitif).

Kreativitas dan kemandirian pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan

kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif, dan

kreatif pada diri siswa/mahasiswa secara menyeluruh. Sikap ini hanya akan tumbuh
jika dilakukan serangkaian proses kegiatan yang meliputi pengamatan, penilaian, dan

penumbuhan rasa memiliki dengan keterlibatan siswa dalam segala aktivitas seni di

dalam maupun di luar sekolah.

Menjawab semua persoalan tersebut, siswa/mahasiswa perlu diberikan jalan

dan fasilitas seperti ajang kreativitas sebagai salah satu solusi dari sekian banyak

kegiatan yang bermanfaat. Di samping itu juga untuk mempererat tali persaudaraan

yang menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi di dalam sanubari. Dari uraian ini

dapat disimpulkan bahwa pembinaan dan pengembangan bakat merupakan hasil

karya bersama dan rasa kebersamaan seluruh masyarakat. Tanpa kesadaran dan

kegotongroyongan semua pihak, akan sulit untuk mengembangkan bangsa ini,

bahkan hanya sekedar untuk mempertahankan. Semoga.

B. Nama Kegiatan

Rencana kegiatan ini diberi tajuk “Pesona Budaya Bacan” yang merupakan

usaha mewujudkan serta pengembangan konsep dari berbagai kegiatan dan

pertunjukan yang diadakan di Kabupaten Halmahera Selatan dalam rangka

membudayakan budaya.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini semoga menjadi titik temu untuk

berkompetisi dalam satu ruang lingkup dan membuka jalan untuk kegiatan sejenis

lainnya antar pelajar. Bahkan tidak meutup kemungkinan kegiatan ini menjadi cikal

bakal untuk diadakan setiap tahun.


C. Tema Kegiatan

Adapun Tema kegiatan “Pesona Budaya Bacan ” ini adalah “Belajar Berkreasi

dan Berkarya untuk Menjadi”. Artinya setiap pendidikan seharusnya mengajarkan

kepada setiap siswa/mahasiswa untuk menghargai dan membekali mereka dengan

kemampuan untuk bisa mandiri sebagai manusia. Di samping itu kegiatan ini akan

menjadi jembatan penyaluran bakat siswa/mahasiswa agar tercapai cita-citanya, serta

dapat bermuara dengan melahirkan ide dan gagasan yang cemerlang.

D. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Pesona Budaya bacan ini memiliki maksud dan tujuan, yakni sebagai berikut:

1. Menjadikan ajang kreativitas bagi pelajar sebagai salah satu mata rantai

pergaulan kehidupan yang berbudaya.

2. Menciptakan hubungan kerjasama di kalangan siswa/mahasiswa di Kab

Halmahera Selatan .

3. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan di sekolah dan di

perguruan tinggi melalui pembinaan minat, bakat, dan kemampuan

siswa/mahasiswa, khususnya di bidang seni dan budaya.

4. Meningkatkan dan mengembangkan apresiasi seni dikalangan Mahasiswa

untuk memperkaya Seni Budaya Bangsa Indonesia yang dapat memperkuat

daya saing bangsa.

5. Menjadikan salah satu program kegiatan tahunan yang menarik.

6. Sebagai penyaluran bakat para siswa/mahasiswa.

7. Melestarikan Budaya kesultanan Bacan


E. Jenis Kegiatan

Adapun beberapa jenis kegiatan diantaranya sebagai berikut:

1. opera legenda silang sumbayang

2. lomba tarian daerah

3. lomba cerdas cermat kebudayaan

4. pameran kuliner adat kesultanan bacan

5. pemilihan bujang – bujang bacan (pria)

6. pemilihan nandolang bacan (wanita)

7. lomba permainan adat tradisonal bacan

F. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Tanggal : 19 September – 25 September 2016

Tempat : Lapangan Merdeka Labuha

G. Pelaksana Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan oleh pemuda Basyangan Anaseni Mami (BAM)

adapun Struktur Team work sebagaimana Terlampir.

H. Sumber Dana

Dalam kegiatan ini anggaran yang diperlukan sebesar Rp. 300.030.000 Rincian

anggaran terlampir

I. Penutup

Demikian proposal yang dapat panitia sajikan untuk menjadi bahan

referensi bagi semua pihak, agar sekiranya dapat ikut serta membantu
menyukseskan kegiatan Pesona Budaya Bacan dengan rincian kegiatan yang telah

dijabarkan di atas. Bantuan bapak/ibu adalah bentuk nyata dari komitmen untuk

mendorong Kreatifitas anak muda dalam melahirkan ide- ide kreatifitas., dilain hal

kegiatan ini akan menjadi momentum penting untuk membicarakan keberlanjutan

kebudayaan yang mulai hilang ditelan zaman .Atas bantuannya tak lupa kami

selaku penyelenggara menghaturkan terimakasih atas segala kerjasamanya sehingga

kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan.

Bacan 01 september 2016

Hormat Kami
Panitia Pelaksana Budaya Bacan

M.Rizal Iskandar Alam ,SIp Tarajuwangsa Kamarullah,ST


Ketua Sekertaris

Mengetahui
Pelindung Kegiatan

Harmain Iskandar Alam,SH


Ompu Jogugu
Lampiran 1
Struktur kepanitian

Penasihat / Pelindung Kegiatan : Kesultanan Bacan

Ketua Panitia : M Rizal Iskandar Alam, SIp

Sekertaris : Tarajuwangsa Kamarullah ST

Bendahara : Nofiyanti Djahir

Seksi Perlengkapan : Faris Baginda

Syahrial Husen

Sahroni Ahmad

Dede Ruli Darus

Nema Iskandar Alam

Raden Sembol

Mochtar Lutfi

Seksi Usaha Dana : Iksan Saiful

Indra Sakti Rusli

Kiki Tarafannur

Ridwan Gani Arif

Asriyani Iskandar Alam

Wiwin Hamaya

Mochtar Ahmad

Ridwan Purbaya

Ferawati Assagaf
Ongen Des

Seksi Publikasi Dan Dokumentasi : M.Faris Ibrahim S.Kom

Rusli Hamid

Muhammad Bakri Muslim

Salman Zainudin

Wiwin

Seksi Konsumsi : Santi Junaib

Siti Mutia Ibrahim

Hadija Iskandar Alam

Rian Hariono

Mochtar Yusuf
Lampiran 2

Keuangan

Atribut & Perlengkapan Panggung


 Biaya Panggung Rp. 30.000.000
 Sound System Rp. 10.000.000
 Tenda 3 unit 3 x Rp 500.000 Rp. 1.500.000
 100 unit kursi 100 x Rp. 3.000 Rp. 300.000
 Pakaian adat 7 pasang 7 x Rp. 1.000.000 Rp. 7.000.000
 Id Card Panitia 30 buah 30 x Rp.100.000 Rp. 3.000.000
 Kostum Panitia 30 x Rp.150.000 Rp. 4.500.000

Total Rp.56.300.000

Honor Dan Hadiah Bonus

 Honor juri 15 dewan juri 15 x Rp. 5.000.000 Rp. 75.000.000


 Juara nandolang Rp. 15.000.000
 Runer up 1 nandolang Rp. 10.000.000
 Runer up 2 Nandolang Rp. 5.000.000
 Juara bujang- bujang Rp. 15.000.000
 Runer up 1 Bujang - bujang Rp. 10.000.000
 Runer up 2 bujang – bujang Rp. 5.000.000
 Juara tarian budaya Rp. 10.000.000
 Runer up tarian budaya Rp. 5.000.000
 Runer up 2 tarian budaya Rp. 2.500.000
 Juara cerdas cermat kebudayaan Rp. 5.000.000
 Runer up Kebudayaan Rp. 2.500.000
 Runer up 2 Rp. 1.500.000
 Juara permainan adat Rp. 2.000.000
 Runer up permainan adat Rp. 1.500.000
 Runer up 2 permainan adat Rp. 1.000.000

Total Rp. 160.500.000


Konsumsi

 Konsumsi 7 hari kegiatan 7 x 1.500.000 Rp. 10.500.000

Total Rp. 10.500.000

Biaya tak terduga

10% dari total Rp. 227.300.000 = Rp 22.730.000

Total biaya

Atribut dan perlengkapan + Honor dan hadiah bonus + konsumsi + biaya tak
terduga=

Rp.56.300.000 + Rp. 160.500.000 + Rp. 10.500.000 + Rp 22.730.000 = Rp.


300.030.000

Terbilang :
Tiga ratus juta tiga puluh ribu rupiah

Mengetahui

Nofiyanti Djahir
Bendahara